Tag: Benyamin Davnie

  • Tangsel One dan Helita Diluncurkan, Hadirkan Pelayanan Publik Cepat, Mudah dan Adaptif

    Tangsel One dan Helita Diluncurkan, Hadirkan Pelayanan Publik Cepat, Mudah dan Adaptif

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi meluncurkan inovasi layanan publik berbasis digital, Tangsel One, yang dilengkapi dengan asisten virtual Helita (Helo Kita Tangsel). Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab dinamika dan ekspektasi masyarakat yang terus berkembang.

    “Hari ini bukan hanya tentang meluncurkan sebuah aplikasi, tetapi tentang menegaskan komitmen bahwa pelayanan publik harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya pada Kamis (30/04/2026).

    Ia menjelaskan, kehadiran Tangsel One menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat akan layanan yang lebih sederhana dan efisien. Melalui satu platform, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemerintahan, mulai dari informasi, pengaduan, hingga layanan administrasi tanpa harus berpindah kanal.

    “Pemerintah tidak lagi cukup hanya hadir secara fisik, tetapi juga harus hadir secara digital, kapan pun dan di mana pun masyarakat membutuhkan,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Benyamin menekankan bahwa integrasi layanan dalam satu aplikasi akan mempercepat proses birokrasi serta meminimalisir hambatan yang selama ini kerap dirasakan masyarakat.

    “Dengan sistem yang terintegrasi, kita ingin memangkas proses yang berbelit, mempercepat respon, dan memastikan setiap layanan dapat diakses secara transparan serta akuntabel,” tambahnya.

    Selain itu, kehadiran Helita sebagai asisten digital menjadi inovasi yang memperkuat pendekatan pelayanan berbasis interaksi yang lebih humanis dan komunikatif.

    “Helita hadir untuk membantu masyarakat menemukan informasi, menjawab pertanyaan, dan mengarahkan kebutuhan layanan dengan respon cepat selama 24 jam setiap hari. Ini adalah bentuk pelayanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga ramah dan solutif,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk beradaptasi dan berperan aktif dalam menyukseskan implementasi layanan digital ini, agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

    “Transformasi digital ini tidak akan berjalan tanpa kolaborasi. Seluruh OPD harus siap berinovasi, meningkatkan kapasitas, dan memastikan pelayanan yang diberikan melalui platform ini benar-benar berkualitas,” jelasnya.

    Benyamin berharap, inovasi Tangsel One dan Helita dapat menjadi langkah awal menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern, transparan, responsif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

    “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Tangsel mendapatkan kemudahan dalam mengakses layanan. Ini adalah bagian dari upaya kita membangun kota yang cerdas, inklusif, dan berbasis teknologi,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, Tb. Asep Nurdin, mengatakan hari ini merupakan puncak dari perjalanan panjang. Setelah era pertama, digitalisasi per layanan. Lalu, single domain terpadu, dan saat ini satu ekosistem percakapan.

    “Tangsel One bukan proyek baru yang berdiri sendiri. Ini adalah evolusi alami dari komitmen panjang Pemkot Tangsel makin dekat, makin cerdas dan makin mudah untuk setiap warganya,” ujarnya.

    Peluncuran ini sekaligus menandai komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam memperkuat ekosistem digital daerah, sejalan dengan visi pembangunan kota yang mengedepankan pelayanan publik prima berbasis inovasi.

    Ke depan, Tangsel One akan terus dikembangkan dengan berbagai fitur tambahan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat, sehingga mampu menjadi pusat layanan digital terpadu yang dapat diandalkan oleh seluruh warga Tangerang Selatan. (Red/*)

  • Tangsel Raih Predikat Kota Berkinerja Tinggi dari Kemendagri, Masuk Tiga Besar Nasional

    Tangsel Raih Predikat Kota Berkinerja Tinggi dari Kemendagri, Masuk Tiga Besar Nasional

    Mediakawasan.id, Jakarta – Pemerintah Kota Tangerang Selatan meraih penghargaan kategori Kota Berkinerja Tinggi dalam evaluasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dari Kementerian Dalam Negeri pada peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-30, Senin (27/4/2026).

    Dalam evaluasi nasional tersebut, Kota Tangerang Selatan menempati peringkat ketiga nasional dengan skor 3,8023 (kategori tinggi), meningkat signifikan dibanding empat tahun sebelumnya.

    Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, yang menerima langsung penghargaan tersebut mengatakan capaian itu menjadi indikator peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan daerah.

    Penilaian LPPD mencakup 25 urusan wajib dan 8 urusan pilihan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Seluruhnya diterjemahkan dalam bentuk program, kegiatan, hingga kebijakan anggaran yang dilaksanakan sepanjang tahun anggaran 2025.

    Menurutnya, proses evaluasi dilakukan secara komprehensif dan detail, mulai dari kebijakan program, pelaksanaan kegiatan, hingga output dan outcome yang dihasilkan. Laporan tersebut juga dikaitkan dengan dokumen perencanaan daerah dan nasional, seperti RPJMD dan RPJMN.

    “Peringatan Hari Otonomi Daerah bukan sekadar seremonial, tetapi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pelayanan publik,” ujar Benyamin.

    Berdasarkan data evaluasi LPPD, peringkat kinerja Tangsel terus meningkat, dari posisi 23 nasional pada 2022 dengan skor 2,95 (kategori sedang), menjadi peringkat 12 pada 2023 dengan skor 3,43, lalu naik ke peringkat 9 pada 2024 dengan skor 3,54, hingga masuk tiga besar nasional pada 2025.

    Menurut Benyamin, pencapaian ini merupakan hasil kerja seluruh perangkat daerah serta dukungan masyarakat. Hal ini juga menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan tata kelola yang berkelanjutan.

    “Jika masih terdapat kekurangan, hal itu menjadi bahan evaluasi dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun pelaporan kinerja,” jelasnya.

    Ia menegaskan, penghargaan LPPD bukan hanya soal angka atau peringkat, tetapi mencerminkan kualitas kehadiran pemerintah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Oleh karena itu, Benyamin meminta seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara terukur, memperkuat sinergi lintas sektor, memastikan target indikator kinerja tercapai, serta memperluas inovasi pemerintahan.

    “Kinerja LPPD bukan sekadar angka atau peringkat, tetapi sejauh mana pemerintah hadir melayani masyarakat,” tuturnya.

    Penghargaan LPPD merupakan evaluasi nasional yang dilakukan dengan melibatkan sembilan kementerian sebagai bagian dari mekanisme pengukuran akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. (Red/*)

  • Gebyar Lansia Tangsel, Benyamin Dorong Kelompok Rentan Ini Tetap Sehat, Aktif dan Produktif

    Gebyar Lansia Tangsel, Benyamin Dorong Kelompok Rentan Ini Tetap Sehat, Aktif dan Produktif

    Mediakawasan.id, Ciputat – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan lanjut usia (lansia) melalui berbagai program berkelanjutan, salah satunya dengan kegiatan Gebyar Lansia yang diselenggarakan di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel pada Rabu (22/4/2026).

    Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menegaskan lansia merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup di Kota Tangsel.

    “Kelompok usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun (lansia) masuk dalam kelompok rentan. Kelompok usia yang memiliki ketergantungan. Oleh karena itu, pemerintah mencoba hadir dengan terus memantau kesehatan semua kelompok ini tetap terjaga,” ujar Benyamin.

    Ia mengungkapkan, dari total lebih 1,4 juta penduduk Kota Tangerang Selatan, sekitar 170 ribu di antaranya merupakan lansia. Dengan angka harapan hidup mencapai 76,2 tahun, Kota Tangsel dinilai memiliki kualitas kesehatan masyarakat yang cukup baik. Bahkan, dalam kegiatan Gebyar Lansia ini hadir warga yang berusia hingga 80-90 tahun.

    Tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, Benyamin juga menekankan pentingnya menjaga produktivitas lansia agar tetap aktif dan berdaya.

    “Untuk kelompok lansia ini, produktivitas mereka harus tetap kita jaga, dan segala kegiatan yang menunjang kesehatan mereka tentunya juga kita upayakan untuk difasilitasi,” ujarnya.

    Untuk itu, Pemkot Tangsel juga mendorong berbagai program selain Gebyar Lansia, ada juga Sekolah Lansia di Lengkong Wetan dan pemberdayaan ekonomi melalui wadah seperti Koperasi Merah Putih. Program-program tersebut memungkinkan para lansia tetap beraktivitas bahkan dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    “Ini yang diinginkan oleh negara, yang diharapkan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Produktivitas kita perlu dijaga karena hidup kita tetap dipersembahkan untuk generasi berikutnya,” tuturnya.

    Dalam kegiatan ini turut hadir dua narasumber kompeten dari Perkumpulan Disiplin Herbal Medik Indonesia (PDHMI) dan Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (PERKEDWI) untuk memberikan sosialisasi terkait kesehatan herbal.

    Edukasi ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi layanan kesehatan tradisional yang aman dan bermanfaat bagi lansia. (Red/*)

  • 393 Jemaah Haji Kloter Pertama Tangsel Diberangkatkan, Benyamin Pastikan Fasilitas dan Pendampingan Optimal

    393 Jemaah Haji Kloter Pertama Tangsel Diberangkatkan, Benyamin Pastikan Fasilitas dan Pendampingan Optimal

    Mediakawasa.co.id, Serpong – Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelepasan jemaah haji Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Islamic Center Baiturrahmi, Rabu (22/4/2026). Sebanyak 393 jemaah yang tergabung dalam kloter pertama resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci.

    Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan, keberangkatan ini menjadi awal dari rangkaian perjalanan ibadah haji dengan total 1.102 jemaah asal Tangerang Selatan tahun 2026.

    Benyamin berharap, seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk, mengingat masa tunggu yang cukup panjang yang telah dilalui para calon jemaah.

    “Ini penantian yang tidak sebentar. Mudah-mudahan semua proses ibadah di sana berjalan lancar dan sepulangnya menjadi haji yang mabrur. Insya Allah nanti kloter kedua tanggal 24 April,” ujar Benyamin.

    Ia menegaskan, seluruh jemaah didampingi oleh empat petugas haji profesional yang telah memiliki bersertifikat, termasuk tenaga kesehatan, guna memastikan keamanan dan kenyamanan selama mereka menjalankan ibadah.

    Pemkot Tangsel, kata Benyamin, turut memastikan kesiapan fasilitas pendukung, khususnya transportasi menuju embarkasi dan saat kepulangan nanti.

    “Kalau dari Undang-Undang Haji, tugas kita (Pemkot Tangsel) menyiapkan transportasi untuk embarkasi dan debarkasi. Kita sudah siapkan sekali berangkat 10 bus, tergantung kebutuhannya kita siapkan,” jelasnya.

    Tangis haru keluarga yang melepas, doa yang mengiringi, hingga lambaian tangan jemaah menjadi gambaran kuat betapa momen ini sarat makna. Bagi para jemaah, keberangkatan ini bukan hanya perjalanan ibadah, tetapi juga puncak dari penantian panjang yang penuh harapan.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, menjaga kesehatan, serta kembali ke Tanah Air dengan selamat dan mabrur. (Red/*)

  • Bapenda–Dukcapil Tangsel Jadi “Ruang Publik Baru”: Bukan Sekadar Urus Dokumen, Tapi Pengalaman Warga

    Bapenda–Dukcapil Tangsel Jadi “Ruang Publik Baru”: Bukan Sekadar Urus Dokumen, Tapi Pengalaman Warga

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Jika dulu kantor pelayanan identik dengan antrean panjang dan wajah tegang, kini suasananya mulai berubah di gedung baru Bapenda dan Dukcapil Kota Tangerang Selatan. Tempat ini perlahan bertransformasi bukan hanya sebagai pusat administrasi, melainkan juga ruang publik yang lebih ramah bagi warganya.

    Sejak dioperasikan, gedung tujuh lantai di kawasan Cilenggang, Serpong, ini menghadirkan pengalaman yang berbeda. Warga tidak lagi datang dengan perasaan “harus siap lelah”, melainkan cukup mengikuti alur yang lebih sederhana dan cepat. Banyak proses administrasi bahkan sudah bisa diselesaikan dari rumah, sehingga kunjungan ke lokasi hanya tinggal tahap akhir.

    Perubahan ini terlihat saat Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, melakukan peninjauan langsung usai Apel Kesadaran Nasional, Senin (20/4/2026). Namun yang menonjol bukan sekadar infrastruktur, melainkan bagaimana pola interaksi antara pemerintah dan masyarakat ikut berubah.

    Alih-alih berfokus pada prosedur yang kaku, layanan kini mengarah pada efisiensi dan kenyamanan. Sistem pembayaran non-tunai menjadi salah satu contohnya. Warga tidak lagi bergantung pada uang fisik atau antre di loket, melainkan cukup menggunakan ponsel untuk menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik.

    Di sisi lain, pendekatan yang diambil tidak melulu soal digitalisasi. Gedung ini juga menghadirkan elemen-elemen yang lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari warga. Kehadiran ruang laktasi, area bermain anak, hingga lounge dengan fasilitas minuman gratis menciptakan suasana yang lebih santai dan inklusif.

    Fasilitas bagi penyandang disabilitas pun mendapat perhatian khusus, lengkap dengan pendamping layanan. Ini menunjukkan bahwa aksesibilitas mulai ditempatkan sebagai kebutuhan utama, bukan sekadar pelengkap.

    Menariknya, fungsi gedung ini juga diperluas. Selain layanan pajak dan administrasi kependudukan, tersedia pula fasilitas pencatatan pernikahan bagi non-muslim. Hal ini menjadikan gedung tersebut sebagai pusat layanan terpadu yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat urban.

    Kemudahan akses juga didukung oleh integrasi area parkir antara Bapenda dan Dukcapil, yang mempermudah mobilitas pengunjung tanpa harus berpindah lokasi.

    Meski serba digital, ritme pelayanan tetap dijaga secara langsung. Pemerintah kota bahkan membuka kemungkinan layanan akhir pekan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

    Transformasi ini memperlihatkan arah baru birokrasi di tingkat daerah. Pelayanan publik tidak lagi sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga membangun pengalaman yang lebih manusiawi.

    Gedung Bapenda–Dukcapil Tangsel kini berdiri sebagai gambaran perubahan tersebut: tempat di mana urusan selesai lebih cepat, dan warga pulang tanpa membawa beban antrean. (Red/*)

  • Lantik 6 Pejabat Baru, Wali Kota Tangsel Tekankan Integritas dan Tingkatkan Pelayanan

    Lantik 6 Pejabat Baru, Wali Kota Tangsel Tekankan Integritas dan Tingkatkan Pelayanan

    Mediakawasan.id, Ciputat – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie resmi melantik enam pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II.b) hasil seleksi terbuka, dalam sebuah prosesi yang digelar di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel pada Jumat (17/4/2026).

    Adapun enam pejabat yang dilantik yakni Hadi Widodo sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Mukroni sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Dahlan sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Mochamad Hardi sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ika sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, serta Cahyadi sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

    Benyamin menyampaikan, pelantikan tersebut merupakan hasil terbuka (open bidding) yang telah melalui tahapan sesuai ketentuan.

    “Ini eselon II dulu hasil seleksi, sudah dilantik. Nanti setelah ini akan kita bahas lagi bersama tim evaluasi kinerja untuk eselon berikutnya,” ujarnya.

    Kata Benyamin, pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja birokrasi di lingkungan Pemkot Tangsel.

    Ia menambahkan, proses penataan jabatan akan berlanjut ke level eselon di bawahnya, termasuk potensi promosi dari eselon III.b ke III.a, serta pengisian jabatan yang kosong akibat pensiun.

    Meski belum merinci waktu pelaksanaan berikutnya, Benyamin memastikan proses tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

    “Insya Allah secepatnya, saya tidak bisa memastikan kapan, tapi secepatnya,” kata dia.

    “Saya minta kepada seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menjaga integritas, bekerja sesuai aturan, dan mengedepankan pelayanan publik. Kita ini mengelola amanah, mengelola uang negara, sehingga harus betul-betul dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

    Dengan pelantikan ini, Pemkot Tangsel berharap kinerja organisasi perangkat daerah semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, seiring dengan penerapan sistem manajemen kepegawaian yang lebih profesional dan berbasis kompetensi.

    “Saya berharap teman-teman yang dilantik bisa langsung bekerja, beradaptasi, dan memberikan kinerja yang terbaik untuk masyarakat,” kata dia.

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ke depan Pemkot Tangsel akan mulai menerapkan sistem merit ASN dalam pengisian jabatan, khususnya untuk sejumlah posisi yang saat ini masih kosong.

    Menurutnya, sistem merit akan lebih memprioritaskan pegawai internal yang telah memiliki rekam jejak kinerja dan data yang terukur, sehingga proses penilaian dapat dilakukan lebih objektif.

    “Ke depan kita akan menggunakan merit system. Open bidding ini menjadi yang terakhir, selanjutnya kita gunakan sistem merit,” jelasnya. (Red/*)

  • Pemkot Tangsel dan Baznas Kolaborasi Bangun Kesejahteraan Masyarakat, Transparansi Jadi Hal Penting

    Pemkot Tangsel dan Baznas Kolaborasi Bangun Kesejahteraan Masyarakat, Transparansi Jadi Hal Penting

    Mediakawasan.id, Ciputat – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tangerang Selatan agar senantiasa tumbuh menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Hal ini disampaikan Benyamin dalam menyambut acara Halalbihalal Baznas Kota Tangsel dan Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Senin (13/04/2026).

    “Saya berharap ke depan bersama Baznas, kita (Pemkot Tangsel) bisa meningkatkan kinerja untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Benyamin.

    Di tengah capaian makro yang sukses diraih Kota Tangsel, pemerintah terus mengusahakan agar kesejahteraan masyarakat dapat diintervensi melalui gerakan sosial masyarakat. Salah satunya melalui program bedah rumah yang sukses merenovasi hampir dua ribu rumah diseluruh wilayah Kota Tangerang Selatan.

    Benyamin menyebutkan, meski Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) masih menjadi instrumen utama dalam pembangunan, namun di luar itu masih ada potensi-potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, salah satunya adalah Baznas, di samping CSR dari perusahaan-perusahaan swasta.

    Sepanjang tahun 2025, Baznas Tangsel berhasil menyalurkan dana sebesar Rp22 miliar dari target awal Rp17 miliar. Sementara, target pencapaian tahun 2026 ini diharapkan bisa sekitar Rp22 miliar.

    Benyamin berharap nilai dana yang disalurkan dapat melebihi angka yang tercapai di tahun sebelumnya. Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana.

    “Ini membutuhkan informasi yang terbuka, jelas, uang yang disedekahkan, diinfakkan, dizakatkan ke mana larinya,” ucapnya.

    Ia mengatakan bahwa rencananya akan ada aplikasi yang mengakomodir transparansi dana Baznas, di mana pengguna dapat mengetahui penerima manfaat dari bantuan yang diberikan.

    “Nanti mungkin akan lebih informatif lagi dan bisa diakses melalui media teknologi komunikasi,” ujar Benyamin.

    Kolaborasi antara instansi pemerintah dan lembaga-lembaga non-pemerintah menjadi hal krusial untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan Kota Tangerang Selatan, terutama dalam menggali potensi-potensi sosial ekonomi di luar anggaran pendapatan dan biaya daerah. (Red/*)

  • Benyamin: UMKM Kunci Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Tangsel

    Benyamin: UMKM Kunci Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Tangsel

    Mediakawasan.id, Tangrang Selatan – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Berbagai program strategis dijalankan, mulai dari pelatihan, digitalisasi pemasaran, hingga kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

    Langkah ini diyakini mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membuka lapangan kerja baru di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang. UMKM juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

    Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan penuh kepada pelaku UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas.

    “UMKM adalah usaha mandiri kreatif yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah di Tangerang Selatan ini. Oleh karena itu, pemerintah kota akan terus memberikan dukungan dan fasilitas bagi para pelaku UMKM,” ujarnya pada Senin (13/04/2026).

    Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk terus berinovasi serta memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan pemerintah, termasuk ruang promosi dan pengembangan produk.

    Menurutnya, dengan jumlah pelaku UMKM yang mencapai puluhan ribu, sektor ini memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, Bachtiar Priyambodo, menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat program pemberdayaan UMKM melalui berbagai pendekatan, baik dari sisi kapasitas sumber daya manusia maupun akses pasar.

    “Kami terus mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Salah satunya melalui pelatihan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi pemasaran berbasis digital agar produk UMKM Tangsel mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan stakeholder lainnya dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

    Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan optimistis UMKM dapat terus tumbuh, naik kelas, dan menjadi motor penggerak utama ekonomi kerakyatan di daerah. (Red/*)

  • Benyamin Beberkan Arah Pembangunan Tangsel 2027, Infrastruktur Diperkuat hingga Layanan Publik Berbasis Digital Dikebut

    Benyamin Beberkan Arah Pembangunan Tangsel 2027, Infrastruktur Diperkuat hingga Layanan Publik Berbasis Digital Dikebut

    Mediakawasan.id, Ciputat – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tangerang Selatan Tahun 2027, berdampingan dengan sektor pendidikan dan kesehatan.

    Hal tersebut disampaikan Benyamin usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Ruang Blandongan Puspemkot Tangsel, Kamis (9/4/2026).

    “Tahun 2027 kita masih akan tetap (fokus) kepada infrastruktur,” ujar Benyamin.

    Menurutnya, isu strategis atau fokus pembangunan infrastruktur akan diperluas dan diperdalam, tidak hanya pada pembangunan fisik semata, tetapi juga mencakup penanganan persoalan mendasar seperti sampah, jalan, jembatan, hingga sistem drainase.

    “Kita breakdown lagi infrastrukturnya, mulai dari pengelolaan sampah, transportasi, jalan, jembatan, sampai drainase. Semua ini masih menjadi perhatian utama,” jelasnya.

    Benyamin menekankan, pengelolaan sampah akan menjadi isu krusial, termasuk penguatan penanganan dari hulu di tingkat masyarakat hingga sistem distribusi dan pengangkutan.

    Sementara, dalam konteks penanganan banjir maka Pemkot Tangsel akan berfokus kepada bagaimana infrastruktur yang berkaitan seperti jalan, jembatan, sungai, dan drainasenya dilakukan pembangunan secara optimal.

    Selain infrastruktur, sektor kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    Di sisi lain, Pemkot Tangsel juga mulai mendorong transformasi layanan publik berbasis digital, salah satunya melalui pengembangan aplikasi terpadu “Tangsel One”. Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan dalam satu platform yang mudah diakses masyarakat.

    “Semua layanan nanti akan terhimpun dalam satu aplikasi. Masyarakat juga bisa menyampaikan aspirasi langsung melalui sistem tersebut,” jelasnya.

    Namun, ia mengakui penerapan teknologi di lingkungan pemerintahan tidak lepas dari tantangan, terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia yang harus tetap efisien tanpa menambah beban belanja pegawai.

    Selain itu, Benyamin juga menyoroti perlunya pembaruan regulasi nasional, khususnya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, agar lebih adaptif terhadap dinamika kebutuhan daerah.

    Regulasi ini sudah cukup lama, perlu disesuaikan dengan kondisi sekarang agar pemerintah daerah lebih fleksibel dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

    “Masyarakat hari ini ingin ditangani banjirnya, ingin ditangani sampahnya, kemacetannya dan sebagainya. Tapi, instrumen pemerintah kota itu hanya boleh melaksanakan kegiatan yang ada dalam aturan APBD-nya (sesuai UU), itu yang penting karena jangan sampai ada potensi terjadi pelanggaran hukum,” tuturnya.

    Musrebang ini merupakan tahapan lanjutan dari proses perencanaan yang telah dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga forum perangkat daerah.

    Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, Pemkot Tangsel menargetkan lahirnya perencanaan pembangunan yang lebih responsif, terukur, dan mampu menjawab berbagai persoalan perkotaan, terutama menjelang tantangan urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. (Red/*)

  • Benyamin Beberkan Arah Pembangunan Tangsel 2027, Infrastruktur Diperkuat hingga Layanan Publik Berbasis Digital Dikebut

    Benyamin Beberkan Arah Pembangunan Tangsel 2027, Infrastruktur Diperkuat hingga Layanan Publik Berbasis Digital Dikebut

    Mediakawasan.id, Ciputat – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tangerang Selatan Tahun 2027, berdampingan dengan sektor pendidikan dan kesehatan.

    Hal tersebut disampaikan Benyamin usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Ruang Blandongan Puspemkot Tangsel, Kamis (9/4/2026).

    “Tahun 2027 kita masih akan tetap (fokus) kepada infrastruktur,” ujar Benyamin.

    Menurutnya, isu strategis atau fokus pembangunan infrastruktur akan diperluas dan diperdalam, tidak hanya pada pembangunan fisik semata, tetapi juga mencakup penanganan persoalan mendasar seperti sampah, jalan, jembatan, hingga sistem drainase.

    “Kita breakdown lagi infrastrukturnya, mulai dari pengelolaan sampah, transportasi, jalan, jembatan, sampai drainase. Semua ini masih menjadi perhatian utama,” jelasnya.

    Benyamin menekankan, pengelolaan sampah akan menjadi isu krusial, termasuk penguatan penanganan dari hulu di tingkat masyarakat hingga sistem distribusi dan pengangkutan.

    Sementara, dalam konteks penanganan banjir maka Pemkot Tangsel akan berfokus kepada bagaimana infrastruktur yang berkaitan seperti jalan, jembatan, sungai, dan drainasenya dilakukan pembangunan secara optimal.

    Selain infrastruktur, sektor kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    Di sisi lain, Pemkot Tangsel juga mulai mendorong transformasi layanan publik berbasis digital, salah satunya melalui pengembangan aplikasi terpadu “Tangsel One”. Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan dalam satu platform yang mudah diakses masyarakat.

    “Semua layanan nanti akan terhimpun dalam satu aplikasi. Masyarakat juga bisa menyampaikan aspirasi langsung melalui sistem tersebut,” jelasnya.

    Namun, ia mengakui penerapan teknologi di lingkungan pemerintahan tidak lepas dari tantangan, terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia yang harus tetap efisien tanpa menambah beban belanja pegawai.

    Selain itu, Benyamin juga menyoroti perlunya pembaruan regulasi nasional, khususnya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, agar lebih adaptif terhadap dinamika kebutuhan daerah.

    Regulasi ini sudah cukup lama, perlu disesuaikan dengan kondisi sekarang agar pemerintah daerah lebih fleksibel dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

    “Masyarakat hari ini ingin ditangani banjirnya, ingin ditangani sampahnya, kemacetannya dan sebagainya. Tapi, instrumen pemerintah kota itu hanya boleh melaksanakan kegiatan yang ada dalam aturan APBD-nya (sesuai UU), itu yang penting karena jangan sampai ada potensi terjadi pelanggaran hukum,” tuturnya.

    Musrebang ini merupakan tahapan lanjutan dari proses perencanaan yang telah dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga forum perangkat daerah.

    Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, Pemkot Tangsel menargetkan lahirnya perencanaan pembangunan yang lebih responsif, terukur, dan mampu menjawab berbagai persoalan perkotaan, terutama menjelang tantangan urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. (Red/*)