Tag: Benyamin Davnie

  • Benyamin Dorong SDM Tangsel Tembus Pasar Kerja Global, Apresiasi Kolaborasi Kampus dan Dunia Industri

    Benyamin Dorong SDM Tangsel Tembus Pasar Kerja Global, Apresiasi Kolaborasi Kampus dan Dunia Industri

    Mediakawasan.id, Serpong – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengapresiasi kolaborasi antara PT Dwi Tunggal Jaya Abadi dan Universitas Ichsan Satya (UIS) yang menghadirkan program pelatihan hingga penempatan kerja ke luar negeri.

    Benyamin mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) Kota Tangerang Selatan yang kompeten dan berdaya saing global, sekaligus menekan angka pengangguran dan membuka peluang kerja internasional bagi masyarakat.

    Hal itu disampaikan Benyamin saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan pembukaan Pelatihan Kerja Luar Negeri di Galeri UMKM Tangerang Selatan, Senin (13/7/2026).

    “Hari ini kita menyaksikan sebuah momentum yang sangat luar biasa bagi peningkatan kualitas SDM di wilayah kita. Secara khusus, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Dwi Tunggal Jaya Abadi bersama Universitas Ichsan Satya (UIS) atas terselenggaranya kerja sama strategis ini,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut tidak hanya menghadirkan pelatihan kerja, tetapi juga membuka akses penempatan tenaga kerja ke berbagai negara melalui jalur resmi dan legal.

    “Ini merupakan langkah nyata dalam memperluas peluang kerja internasional sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan,” jelasnya.

    Program dijalankan melalui tiga tahapan utama, yakni dilatih, disertifikasi, dan bekerja.

    Pada tahap awal, sebanyak 69 pendaftar telah direkrut dan saat ini sedang menjalani proses verifikasi. Pelatihan bahasa Jepang dan bahasa Inggris dijadwalkan dimulai pada awal pekan depan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan (medical check up), pengurusan paspor, hingga pengajuan visa.

    Sektor kesehatan dan perhotelan (hospitality) menjadi prioritas program ini karena memiliki permintaan tenaga kerja tertinggi di pasar kerja internasional.

    “Peserta dibekali keahlian teknis, kemampuan bahasa, serta pemahaman budaya negara tujuan. Kurikulum dirancang khusus agar sesuai dengan kebutuhan nyata di pasar kerja global,” ujar Benyamin.

    Tim Kerja Peningkatan Kapasitas dan Perlindungan Pekerja Migran (PKP2M) Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan juga telah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap tiga perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia yang legal dan berkantor di Tangerang Selatan.

    Program ini turut diperkuat melalui nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dalam membangun jejaring kelas industri bersama sejumlah SMK. Hingga saat ini, sosialisasi program telah menjangkau seluruh 78 kelurahan di Kota Tangerang Selatan.

    Selain itu, website khusus pendaftaran juga tengah disiapkan agar calon pekerja migran dapat memilih perusahaan penempatan secara mandiri dan transparan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga sedang menyusun regulasi daerah untuk memfasilitasi dukungan pembiayaan pemeriksaan kesehatan (medical check up) bagi calon pekerja migran.

    Benyamin turut mengapresiasi keterlibatan sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari perguruan tinggi hingga SMK di Tangerang Selatan, yang ikut menandatangani kerja sama tersebut.

    Ia menambahkan, sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri menjadi fondasi penting agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.

    “Ini adalah wujud nyata link and match antara dunia pendidikan dengan industri global. Kolaborasi sinergis antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga pelatihan seperti inilah yang menjadi kunci agar proses penempatan kerja ke luar negeri berjalan dengan aman, legal, dan prosedural,” katanya.

    Pemkot Tangsel juga berkomitmen mengawal proses ini dari hulu hingga hilir, mulai dari pelatihan, pemberangkatan, hingga pengawasan saat bekerja di luar negeri, sebagai upaya melindungi warga Tangsel dari risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) maupun penipuan tenaga kerja. (Red/*)

  • Benyamin Perkuat Kapasitas Lebih dari 5.000 Kader Posyandu Tangsel, Kini Layani Kesehatan dari Remaja hingga Lansia

    Benyamin Perkuat Kapasitas Lebih dari 5.000 Kader Posyandu Tangsel, Kini Layani Kesehatan dari Remaja hingga Lansia

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas lebih dari 5.000 kader Posyandu yang tersebar di tujuh kecamatan agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin komprehensif.

    Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat menghadiri kegiatan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu di Kecamatan Setu, Senin (6/7/2026).

    Benyamin mengatakan, kegiatan serupa dilaksanakan secara serentak di tujuh kecamatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi kader Posyandu yang kini memiliki peran lebih luas dibandingkan sebelumnya.

    “Hari ini kami menggelar pertemuan dengan lebih dari 5.000 kader Posyandu yang tersebar di tujuh kecamatan,” ujar Benyamin.

    Menurutnya, transformasi Posyandu membuat layanan yang diberikan tidak lagi hanya berfokus pada penimbangan balita. Kini, Posyandu menjadi pusat pelayanan kesehatan berbasis siklus kehidupan, mulai dari remaja, ibu hamil, bayi, balita, usia produktif, hingga lanjut usia.

    “Tugas Posyandu sekarang bukan lagi hanya penimbangan balita, tetapi berkembang menjadi pelayanan kesehatan berbasis siklus kehidupan masyarakat,” katanya.

    Benyamin mengapresiasi dedikasi ribuan kader Posyandu yang selama ini aktif mendampingi masyarakat. Menurutnya, kontribusi para kader turut berperan dalam meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Kota Tangerang Selatan.

    “Alhamdulillah, lebih dari 5.000 kader Posyandu telah menunjukkan kinerja yang baik. Karena itu, angka harapan hidup masyarakat Tangerang Selatan kini mencapai 76 tahun, yang juga merupakan hasil kerja keras para kader,” tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan kegiatan di Kecamatan Setu diikuti oleh perwakilan kader dari seluruh Posyandu di wilayah tersebut. Di Kecamatan Setu terdapat 53 Posyandu dengan total sekitar 401 kader.

    “Yang hadir hari ini merupakan perwakilan dari setiap Posyandu. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas kader agar mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar Allin.

    Menurut Allin, peningkatan kompetensi kader menjadi kebutuhan penting seiring semakin luasnya cakupan pelayanan Posyandu setelah transformasi layanan primer.

    Selain itu, Posyandu kini juga berperan dalam mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Oleh karena itu, kader dituntut memiliki kemampuan yang semakin baik dalam memberikan edukasi, melakukan deteksi dini, serta mendampingi masyarakat dalam berbagai aspek pelayanan kesehatan.

    “Karena Posyandu saat ini mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal, kapasitas kader harus terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ucap Allin. (Red/*)

  • Benyamin Sebut Gerakan Jumantik Jadi Kunci Tangsel Capai Nol Kematian DBD

    Benyamin Sebut Gerakan Jumantik Jadi Kunci Tangsel Capai Nol Kematian DBD

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyebut Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik menjadi salah satu kunci keberhasilan Kota Tangsel dalam mencapai nol kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak 2024 hingga pertengahan 2026. Melalui gerakan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat tersebut, Pemkot Tangsel terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian DBD di lingkungan permukiman.

    Hal itu disampaikan Benyamin saat menghadiri peringatan ASEAN Dengue Day (ADD) Kota Tangerang Selatan Tahun 2026 di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Kamis (25/6/2026). Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tangsel Bambang Noertjahjo bersama jajaran perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta para Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pencegahan DBD di lingkungan masyarakat.

    “Sejak tahun 2024, 2025, dan sampai hari ini tingkat kematian akibat DBD itu sudah nol di Tangsel, dan ini merupakan hasil berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat,” ujar Benyamin.

    Benyamin mengatakan, keberhasilan menekan angka kematian akibat DBD merupakan hasil kolaborasi panjang antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader kesehatan, hingga masyarakat yang secara aktif melakukan pencegahan di lingkungan masing-masing.

    Ia menjelaskan, upaya pengendalian DBD di Tangsel telah dilakukan secara sistematis sejak lama. Bahkan, gerakan pemberantasan sarang nyamuk bermula dari inisiatif masyarakat melalui pembentukan kelompok Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di wilayah Pamulang sejak 2016.

    Menurutnya, meskipun angka kasus DBD tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya, pemerintah terus berupaya menekan jumlah kasus dan mempertahankan capaian nol kematian akibat penyakit tersebut.

    “Alhamdulillah saat ini angka keterjangkitan DBD di Tangsel terus cenderung menurun, dan itu memang tidak bisa kita nolkan, hanya bisa kita batasi. Tetapi, yang bisa kita nolkan adalah tingkat kematian akibat DBD-nya,” jelasnya.

    Benyamin menegaskan, keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Karena itu, Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik terus didorong menjadi budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

    Melalui gerakan tersebut, warga diajak rutin memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk *Aedes aegypti*, seperti bak mandi, wadah penampungan air, bagian bawah dispenser, hingga tempat-tempat lain yang dapat menampung air bersih.

    “Saya harapkan bahwa gerakan satu rumah satu Jumantik ini terus menjadi sebuah kebiasaan masyarakat kita, kesadaran penuh dari masyarakat kita untuk memeriksa tempat-tempat di mana jentik nyamuk *Aedes aegypti* itu bersarang,” tegasnya.

    Selain itu, Pemkot Tangsel juga menjalankan program RW Bebas Jentik sebagai bentuk apresiasi bagi lingkungan yang berhasil menjaga wilayahnya bebas dari jentik nyamuk. Penilaian dilakukan melalui survei mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya.

    “Sudah banyak RW yang mendapatkan sertifikasi RW Bebas Jentik. Ini menjadi motivasi bagi wilayah lain agar semakin aktif melakukan pencegahan bersama penyakit DBD ini,” kata Benyamin.

    Ia menambahkan, capaian sejumlah wilayah yang telah berhasil mempertahankan status bebas jentik akan menjadi bahan evaluasi bagi kecamatan dan kelurahan yang masih memiliki tingkat temuan jentik cukup tinggi.

    Namun, Benyamin optimistis upaya kolaboratif tersebut akan terus menekan angka kasus DBD di Tangsel dalam beberapa tahun ke depan.

    “Saya optimistis, sekarang saja sudah lebih baik. Memang kalau bebas jentik nyamuk tidak, tetapi nol kematian akibat DBD angkanya terus kita tekan dan itu sangat mungkin,” pungkasnya. (Red/*)

  • Tahap I Bedah Rumah Tangsel Rampung Akhir Juni, 186 Unit Capai Progres 100 Persen

    Tahap I Bedah Rumah Tangsel Rampung Akhir Juni, 186 Unit Capai Progres 100 Persen

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RUTLH) atau bedah rumah yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) menunjukkan progres signifikan. Dari target 329 unit rumah yang akan diperbaiki sepanjang tahun 2026, sebanyak 186 unit pada pelaksanaan tahap pertama telah mencapai progres rata-rata 100 persen dan ditargetkan selesai seluruhnya pada akhir Juni.

    Kepala Disperkimta Kota Tangsel, Aries Kurniawan mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah agar lebih layak, sehat, dan aman untuk ditempati.

    “Untuk tahun 2026 total ada 329 unit rumah yang menjadi sasaran program. Tahap pertama sebanyak 186 unit dan progresnya rata-rata sudah mencapai 100 persen. Penyelesaiannya ditargetkan akhir Juni,” kata Aries.

    Pada tahap pertama, perbaikan rumah dilakukan di seluruh kecamatan yang ada di kota dengan tujuh kecamatan ini. Kecamatan Pondok Aren menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 40 unit rumah. Disusul Serpong sebanyak 31 unit, Ciputat 27 unit, Pamulang 25 unit, Serpong Utara 23 unit, serta masing-masing 20 unit di Kecamatan Setu dan Ciputat Timur.

    Setelah tahap pertama selesai, Disperkimta akan melanjutkan pekerjaan tahap kedua yang mencakup 143 unit rumah. Pelaksanaan tahap kedua direncanakan dimulai pada awal Juli 2026 setelah dilakukan evaluasi terhadap hasil pekerjaan tahap pertama.

    Menurut Aries, evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat penerima bantuan.

    “Setelah evaluasi tahap pertama, kami lanjutkan pelaksanaan tahap kedua sebanyak 143 unit. Rencananya mulai awal Juli dan ditargetkan selesai pada awal September,” ujarnya.

    Pada tahap kedua, Pondok Aren kembali menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak yakni 37 unit rumah. Selanjutnya Serpong 25 unit, Ciputat 22 unit, Ciputat Timur 17 unit, Pamulang dan Serpong Utara masing-masing 15 unit, serta Setu sebanyak 12 unit.

    “Dengan demikian, seluruh target pembangunan dan rehabilitasi 329 unit rumah tidak layak huni di Kota Tangsel pada tahun 2026 diharapkan dapat tuntas sebelum berakhirnya triwulan ketiga tahun ini,” Aries menambahkan.

    Pada bagian lain, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan program bedah rumah menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat. Pada tahun 2026, Pemkot Tangsel mengalokasikan perbaikan sebanyak 329 unit rumah berdasarkan sistem prioritas dan tingkat kelayakan bangunan yang diusulkan masyarakat.

    Melalui program tersebut, Pemkot Tangsel berharap semakin banyak warga yang dapat menempati rumah yang sehat, aman, dan memenuhi standar kelayakan hunian sehingga kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat.

    “Yang diajukan lebih dari 1.000 unit, namun tahun ini kami mendapat pagu anggaran untuk 329 unit,” kata Benyamin. (Red/*)

  • Hari Anak Nasional 2026, Pemkot Tangsel Perkuat Peran Kader Kesehatan dan Ngider Sehat Premium

    Hari Anak Nasional 2026, Pemkot Tangsel Perkuat Peran Kader Kesehatan dan Ngider Sehat Premium

    Mediakawasan.id, Ciputat – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), kader kesehatan, dan layanan kesehatan berbasis masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak.

    Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat menghadiri pemberian apresiasi kepada kader kesehatan dan petugas Ngider Sehat yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Senin (22/6/2026).

    Benyamin mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi kesempatan untuk mengevaluasi berbagai program kesehatan yang telah dijalankan sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

    “Hari Anak Nasional ini menjadi momentum untuk mengevaluasi apa saja yang sudah kita kerjakan. Ada dua pilar penting, yakni Ngider Sehat Premium dan kader kesehatan Posyandu yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam meningkatkan berbagai indikator kesehatan masyarakat,” ujar Benyamin.

    Menurut Benyamin, Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi peringatan tahunan, tetapi juga pengingat bagi seluruh pihak untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak atas kesehatan, gizi yang baik, pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya.

    “Anak-anak adalah aset bangsa yang paling berharga. Masa depan Tangerang Selatan ada di tangan mereka. Karena itu, kita harus memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing untuk masa depan,” katanya.

    Ia menjelaskan, Tim Ngider Sehat Premium bersama kader Posyandu akan terus melakukan pendampingan dan identifikasi kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan kesehatan anak.

    “Kedua tim ini kita dorong untuk terus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat. Misalnya pemberian makanan tambahan (PMT), pemeriksaan kesehatan anak, dan berbagai kebutuhan lain yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Seluruh infrastruktur yang menunjang penurunan stunting, termasuk ketersediaan pangan, gizi, hingga lingkungan yang sehat harus terus diperkuat,” jelasnya.

    Benyamin juga menyampaikan apresiasi kepada kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium yang selama ini berperan aktif mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

    Menurutnya, kedua kelompok tersebut menjadi ujung tombak pemerintah dalam memberikan edukasi kesehatan, memantau tumbuh kembang anak, mendampingi ibu hamil, mendukung pelaksanaan Posyandu, serta menjalankan berbagai upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat.

    “Keberhasilan program kesehatan tidak mungkin dicapai pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium yang selama ini bekerja langsung di lapangan,” ungkapnya. (Red/*0

  • Benyamin Ajak Warga Tangsel Dukung Sensus Ekonomi 2026, Berikan Data yang Akurat

    Benyamin Ajak Warga Tangsel Dukung Sensus Ekonomi 2026, Berikan Data yang Akurat

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut dan mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang Selatan. Ia meminta warga memberikan informasi yang akurat dan sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas sensus yang akan melakukan pendataan secara langsung.

    Benyamin menyampaikan bahwa dirinya telah lebih dahulu mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif demi mendukung tersedianya data ekonomi yang akurat.

    “Saya sudah didata dalam rangka Sensus Ekonomi Tahun 2026,” ujarnya pada Selasa (16/6/2026).

    Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Pendataan ini menyasar rumah tangga, pelaku usaha, hingga pelaku UMKM dengan tujuan menghimpun data ekonomi yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional.

    Karena itu, Benyamin berharap masyarakat dapat menerima dengan baik kehadiran petugas sensus yang datang ke rumah maupun tempat usaha mereka. Menurutnya, keterbukaan dalam memberikan informasi akan membantu menghasilkan data yang lebih valid dan bermanfaat.

    “Tolong diterima apabila ada petugas Sensus Ekonomi dari Badan Pusat Statistik Tangerang Selatan datang ke rumah Ibu dan Bapak. Berikan informasi yang akurat, apa adanya, tidak ada yang ditutupi karena tidak ada kepentingan lain selain pelaksanaan sensus ekonomi,” katanya.

    Ia menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dalam kegiatan ini digunakan untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan. Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu ragu untuk memberikan informasi yang benar kepada petugas yang bertugas.

    Partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, mulai dari rumah tangga, pelaku usaha, hingga UMKM, menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Dengan data yang lengkap dan akurat, pemerintah dapat memperoleh gambaran kondisi ekonomi yang sebenarnya sehingga berbagai program pembangunan dapat disusun secara lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (Red/*)

  • Hadapi Era AI, Pemkot Tangsel Siapkan ASN yang Adaptif dan Kompetitif

    Hadapi Era AI, Pemkot Tangsel Siapkan ASN yang Adaptif dan Kompetitif

    Mediakawasan.id, Ciputat – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) agar adaptif dan kompetitif di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop AI Empowerment for Government yang menghadirkan pakar teknologi informasi Indonesia, Prof. Onno W. Purbo, serta diikuti ratusan ASN dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkot Tangsel, Senin (15/6/2026).

    Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan Workshop AI Empowerment for Government: Breaking the Limits, Mengakselerasi Kinerja ASN Masa Kini dengan Artificial Intelligence, yang diikuti analis kebijakan, perencana, hingga pelaksana teknis dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, dan puskesmas di lingkungan Pemkot Tangsel.

    Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, perkembangan teknologi saat ini menuntut pemerintah untuk beradaptasi lebih cepat agar mampu memberikan pelayanan publik yang semakin efektif dan responsif.

    “Sekarang dunia sudah berubah, teknologi juga berkembang sangat cepat. Jadi, kita yang juga harus berubah dan menyesuaikan diri. Maka dari itu, saya minta seluruh ASN dari semua OPD bisa memahami dan memanfaatkan kecerdasan buatan ini secara tepat,” ujar Benyamin saat membuka workshop tersebut.

    Menurut Benyamin, AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan instrumen yang dapat membantu pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pengambilan keputusan, hingga memperkuat daya saing daerah.

    Ia pun menegaskan, pemanfaatan AI harus dilakukan secara bijak dan tetap memperhatikan berbagai regulasi yang berlaku, mulai dari keterbukaan informasi publik, perlindungan data, hingga aturan terkait transaksi elektronik.

    “Teman-teman harus tahu mana yang bisa digunakan dan mana yang tidak boleh. Jangan sampai penggunaan AI justru menimbulkan persoalan hukum atau pelanggaran aturan. AI atau kecerdasan buatan ini bisa bermanfaat, tetapi juga dapat berdampak negatif jika digunakan melampaui batas. Harap diingat itu,” kata dia.

    Workshop yang digelar Diskominfo Kota Tangerang Selatan itu dirancang dengan konsep 100 persen outcome based, di mana peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan AI untuk menghasilkan dokumen kerja nyata.

    Peserta diminta membawa laptop, data, dokumen, dan regulasi yang berkaitan dengan instansinya masing-masing untuk diolah menggunakan teknologi AI.

    Salah satu target kegiatan tersebut adalah menghasilkan rekomendasi kebijakan sektoral berbasis AI yang dapat disampaikan langsung kepada Wali Kota Tangerang Selatan.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan Tb. Asep Nurdin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk membangun budaya kerja pemerintahan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

    “Pak Wali ingin teknologi digital tidak hanya digunakan untuk pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga membantu pekerjaan internal pemerintahan agar lebih cepat, efektif, dan produktif,” kata Asep.

    Menurut Asep, kemampuan menggunakan AI kini menjadi kebutuhan baru bagi semua orang, termasuk ASN. Teknologi tersebut dapat membantu menghemat waktu dalam pekerjaan administratif sehingga ASN dapat lebih fokus pada pengambilan keputusan dan penyelesaian persoalan masyarakat.

    Meski demikian, ia mengingatkan bahwa AI tetap harus digunakan secara kritis dan bertanggung jawab. ASN tidak boleh hanya menerima hasil yang diberikan teknologi tanpa melakukan verifikasi terhadap data dan informasi yang dihasilkan.

    “Teknologi ini adalah alat bantu. Semakin baik data yang dimiliki, semakin baik pula hasil yang diberikan. Yang paling penting, kemampuan berpikir dan analisis ASN tetap menjadi yang utama,” ucapnya. (Red/*)

  • Buka KMD di Ciputat Timur, Benyamin Dorong Pembina Pramuka Ciptakan Metode yang Disukai Generasi Muda

    Buka KMD di Ciputat Timur, Benyamin Dorong Pembina Pramuka Ciptakan Metode yang Disukai Generasi Muda

    Mediakawasan.id, Ciputat Timur – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mendorong para pembina Pramuka untuk terus berinovasi dalam mengembangkan metode pembelajaran dan pembinaan yang sesuai dengan karakter generasi muda saat ini. Menurutnya, pembaruan metode kepramukaan menjadi penting agar Gerakan Pramuka tetap relevan, menarik, dan mampu membentuk karakter generasi penerus di tengah perkembangan zaman.

    Hal tersebut disampaikan Benyamin saat membuka kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) Kecamatan Ciputat Timur yang digelar di Aula Kecamatan Ciputat Timur, Senin (8/6/2026).

    “Kursus Mahir Dasar ini menjadi penting dalam kerangka selalu memperbarui teknik-teknik kepramukaan. Supaya anak-anak dan seluruh anggota Pramuka menjadi cinta kepada Pramuka, karena Pramuka ini sudah mendunia, bukan saja di Indonesia,” ujar Benyamin.

    Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Gerakan Pramuka memiliki peran besar dalam membangun karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta semangat kebersamaan generasi muda. Karena itu, para pembina dituntut mampu menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif dan adaptif agar kegiatan kepramukaan tetap diminati oleh anak-anak dan remaja.

    Benyamin menilai, perkembangan teknologi dan perubahan pola interaksi sosial menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi kepemudaan, termasuk Pramuka. Oleh sebab itu, diperlukan berbagai inovasi dalam proses pembinaan tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.

    Ia berharap para peserta KMD yang berasal dari berbagai sekolah dapat melahirkan gagasan-gagasan baru dalam mengembangkan Gerakan Pramuka di Kota Tangerang Selatan. Dengan demikian, kegiatan kepramukaan dapat terus menjadi wadah pembentukan karakter sekaligus sarana menumbuhkan rasa cinta tanah air.

    “Harapan saya, para peserta yang terdiri dari guru-guru sekolah ini memiliki pemikiran-pemikiran inovatif dalam mengembangkan Gerakan Pramuka melalui Kursus Mahir Dasar. Nanti ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada adik-adik peserta didik, terutama anggota Pramuka Siaga, agar semakin tumbuh kecintaan mereka kepada Pramuka dan secara otomatis kecintaan kepada Indonesia,” jelasnya.

    Benyamin menambahkan, pelaksanaan KMD merupakan langkah strategis untuk memperbarui wawasan dan meningkatkan kapasitas para pembina Pramuka dalam mendampingi peserta didik. Melalui pelatihan tersebut, para pembina diharapkan mampu menghadirkan kegiatan yang edukatif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan Mukroni mengatakan, KMD merupakan program rutin yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi pembina Pramuka di setiap kecamatan.

    Menurutnya, KMD menjadi bagian penting dalam proses pembinaan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

    “KMD ini dilaksanakan di lima kecamatan dan menjadi bagian dari upaya mencetak generasi berkualitas melalui pendidikan kepramukaan. Kegiatan ini juga menjadi standar dasar kualifikasi bagi para pembina Pramuka di Kota Tangerang Selatan,” ujar Mukroni.

    Tahun ini, KMD Kecamatan Ciputat Timur diikuti 45 peserta yang berasal dari berbagai gugus depan sekolah. Selama tujuh hari, para peserta akan mengikuti pelatihan intensif yang mencakup penguatan karakter, kepemimpinan, pembangunan mental, serta teknik pembinaan peserta didik dalam kegiatan kepramukaan.

    Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta juga akan mengikuti berbagai kegiatan penguatan kebersamaan, kerja sama tim, dan refleksi diri yang menjadi bagian penting dari pendidikan kepramukaan.

    Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir pembina-pembina Pramuka yang kompeten, kreatif, dan mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman, sehingga Gerakan Pramuka tetap menjadi sarana efektif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan cinta tanah air. (Red/*)

  • Pemkot Tangsel Raih Penghargaan Kemendagri, Masuk Tiga Besar Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting

    Pemkot Tangsel Raih Penghargaan Kemendagri, Masuk Tiga Besar Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting

    Mediakawasan.id, Yogyakarta – Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kota Tangerang Selatan berhasil meraih penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia Tahun 2026.

    Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menanggulangi kemiskinan serta mempercepat penurunan stunting secara terpadu dan berkelanjutan. Selain memperoleh penghargaan, Pemkot Tangsel juga menerima dana apresiasi sebesar Rp1 miliar dari Kementerian Dalam Negeri.

    Penghargaan diserahkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait kepada Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dalam rangkaian kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 di Yogyakarta, pada Kamis (4/6/2026).

    Dalam penilaian kategori tersebut, pemerintah daerah dinilai berdasarkan komitmen dan capaian kinerja dalam penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting. Aspek yang menjadi perhatian meliputi konvergensi program lintas sektor, capaian layanan dasar, efektivitas intervensi di tingkat desa atau kelurahan, hingga laju penurunan angka kemiskinan dan stunting sebagai hasil nyata pembangunan.

    Sebelumnya, Kota Tangsel sempat menyentuh angka 19,9 persen terkait prevalensi stunting. Angka tersebut berhasil ditekan hingga sempat berada di 9 persen. Ditargetkan di 2027, angka prevalensi stunting di Tangsel menjadi 7.05 persen. Sedangkan angka kemiskinan di Tangsel berada di 2,36 persen menjadi yang terendah se-Provinsi Banten.

    Selain itu, inovasi daerah juga menjadi nilai tambah yang menunjukkan kemampuan pemerintah daerah menghadirkan solusi yang kreatif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

    Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga.

    “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di Kota Tangerang Selatan. Ini bukan hanya prestasi pemerintah daerah, tetapi juga hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat yang selama ini turut mendukung berbagai program pembangunan,” ujar Benyamin.

    Ia menegaskan bahwa Pemkot Tangsel akan terus mengoptimalkan program-program yang menyasar kelompok rentan, meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, serta memperkuat intervensi yang terintegrasi hingga tingkat wilayah.

    “Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan kita belum selesai. Kami akan terus memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

    Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada daerah-daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pembangunan.

    Mendagri menambahkan, penghargaan tersebut juga menjadi sarana untuk menampilkan berbagai capaian positif Pemda kepada masyarakat. Mendagri menilai masih banyak kepala daerah yang berhasil menunjukkan prestasi dan kinerja yang baik dalam menjalankan pemerintahan sehingga perlu mendapatkan ruang apresiasi.

    “Ini (pemberian penghargaan) akan berlanjut terus, berlanjut terus gelombang kedua nanti di enam region lagi, tapi nanti mungkin topiknya berbeda, bisa saja topiknya nanti mungkin kota bersih, atau mungkin pengelolaan layanan publik, dan lain-lain,” tutupnya. (Red/*)

  • Tinjau SMAN 1 Tangsel, Wali Kota Benyamin dan Gubernur Andra Soni Pastikan MBG serta SPMB Berjalan Optimal

    Tinjau SMAN 1 Tangsel, Wali Kota Benyamin dan Gubernur Andra Soni Pastikan MBG serta SPMB Berjalan Optimal

    Mediakawasan.id, Ciputat – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mendampingi Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta proses verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Tangerang Selatan, Selasa (2/6/2026).

    Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai program pendidikan yang dijalankan pemerintah dapat berlangsung dengan baik serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para pelajar.

    Benyamin menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan SPMB dan MBG akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Program tersebut juga diharapkan dapat mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah masyarakat yang saat ini mencapai 12,6 tahun serta harapan lama sekolah sebesar 14,5 tahun.

    “Kami memastikan semua program-program pendidikan yang dijalankan pemerintah dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Benyamin.

    Selain meninjau pelaksanaan MBG, rombongan juga melihat langsung proses verifikasi pra-SPMB yang sedang berlangsung di SMAN 1 Tangerang Selatan.

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi makanan kepada siswa berlangsung lancar dan tepat sasaran.

    Namun, pada kunjungan tersebut Andra mendapati pihak sekolah melakukan penyesuaian jadwal pengantaran makanan karena para siswa tengah menjalani ujian sehingga waktu kepulangan lebih cepat dibandingkan hari biasa.

    “Kami mendapat informasi dari kepala sekolah bahwa hari ini siswa sedang ujian, sehingga makanan diminta datang lebih awal. Ini merupakan bentuk penyesuaian agar program tetap berjalan dengan baik dan kebutuhan siswa tetap terpenuhi,” ujarnya.

    Menurut Andra, fleksibilitas pelaksanaan di lapangan menjadi bagian penting agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar.

    Selain memantau pelaksanaan MBG, Andra juga meninjau proses verifikasi pra-SPMB. Ia melihat langsung pelayanan yang diberikan panitia kepada para orang tua calon peserta didik yang sedang melakukan verifikasi data.

    Dari sejumlah pendaftar yang telah masuk, terdapat delapan calon peserta didik yang memerlukan proses verifikasi lanjutan. Seluruh proses tersebut dilayani langsung oleh panitia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Andra menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB harus berlangsung secara transparan, adil, dan bebas dari segala bentuk intervensi.

    “Harapan kita agar semua merasa atau semua mendapatkan pelayanan yang sama, adil dan transparan. Nah sesuai dengan harapan kita, tidak ada lagi titip-menitip anak ke sekolah, enggak boleh ada intervensi kepada kepala sekolah dan panitia. Biarkanlah sistem yang saat ini kita percaya, yakini itu berjalan dengan baik dan mohon dukungannya dari masyarakat,” jelasnya.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama Pemerintah Provinsi Banten berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan Sistem Penerimaan Murid Baru dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan, serta menciptakan akses pendidikan yang semakin merata dan berkualitas.

    Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas generasi muda di masa mendatang. (Red/*)