Tag: Benyamin Davnie

  • Pemkot Tangsel Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026

    Pemkot Tangsel Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026

    Mediakawasan.id, Ciputat – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Puspemkot Tangsel), Senin (1/6/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    Pesan tersebut disampaikan Benyamin saat memimpin upacara sekaligus membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

    Menurutnya, Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, melainkan ideologi yang hidup dan terus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Di tengah ketidakpastian global, disrupsi teknologi, serta dinamika geopolitik yang terus berkembang, Pancasila dinilai mampu menjadi jangkar moral yang menjaga Indonesia tetap kokoh. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi landasan dalam menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

    “Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bahwa keberagaman yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnis dapat disatukan dalam ikatan satu kebangsaan,” ujar Benyamin.

    Ia menambahkan, keberhasilan Indonesia menjaga persatuan dalam keberagaman menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Karena itu, penguatan ideologi Pancasila harus terus dilakukan secara konsisten di seluruh lapisan masyarakat.

    Selain menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa, Pancasila juga menjadi pijakan Indonesia dalam menjalankan perannya di tingkat global. Sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

    Nilai musyawarah mufakat yang menjadi ruh Pancasila dinilai sangat relevan dalam membangun dialog dan menjembatani berbagai perbedaan. Pendekatan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai di berbagai kawasan dunia.

    Kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam berbagai upaya mediasi konflik regional, hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi penindasan disebut sebagai wujud nyata pengamalan sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

    “Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” katanya.

    Lebih lanjut, Benyamin mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam setiap tindakan dan keputusan sehari-hari. Menurutnya, pengamalan Pancasila harus diwujudkan melalui sikap toleran, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.

    Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan senantiasa berlandaskan nilai-nilai keadilan sosial. Pelayanan publik harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.

    Pada saat yang sama, upaya memperkuat toleransi, menjaga kerukunan, serta menangkal berbagai bentuk intoleransi dan radikalisme harus terus dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

    Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Benyamin berharap semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan atau hafalan semata, melainkan harus hadir dalam setiap tindakan, kebijakan, dan kehidupan sehari-hari.

    “Demi mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan bermartabat.” tutupnya. (Red/*)

  • Benyamin Serahkan Banmas Presiden berupa Sapi Kurban di Tangsel

    Benyamin Serahkan Banmas Presiden berupa Sapi Kurban di Tangsel

    Mediakawasan.id, Pamulang – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyerahkan bantuan kemasyarakatan (Banmas) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berupa sapi kurban kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

    Penyerahan dilakukan di Masjid Darul Hikmah, Pamulang, pada Rabu (27/05/2026).

    Benyamin menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat Tangerang Selatan melalui bantuan hewan kurban tersebut. Menurutnya, bantuan itu menjadi simbol kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat di momentum Iduladha.

    “Alhamdulillah hari ini bantuan kemasyarakatan Presiden berupa sapi kurban telah kami serahkan kepada masyarakat di Tangerang Selatan. Ini menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” ujar Benyamin.

    Ia menjelaskan, sapi kurban bantuan Presiden tersebut akan disalurkan kepada masyarakat melalui pengelolaan panitia kurban agar distribusi daging dapat berjalan tertib dan tepat sasaran.

    Selain itu, Pemkot Tangsel juga memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi setelah melalui pemeriksaan kesehatan oleh petugas dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tangsel.

    “Seluruh hewan kurban dipastikan sehat dan memenuhi syarat untuk dikurbankan, sehingga masyarakat dapat menerima dan mengonsumsinya dengan aman,” katanya.

    Benyamin menuturkan, momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah semata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial, kepedulian, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

    “Semangat kurban mengajarkan kita tentang keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang terus kita perkuat di Kota Tangerang Selatan,” tuturnya.

    Ia berharap, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mempererat hubungan sosial antarwarga di lingkungan masing-masing.

    “Semoga membawa keberkahan dan semakin memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Red/*)

  • Raih WTP ke-14 Kali, Benyamin: Ini Buah Kebersamaan dan Kepercayaan Masyarakat

    Raih WTP ke-14 Kali, Benyamin: Ini Buah Kebersamaan dan Kepercayaan Masyarakat

    Mediakawasan.id, Serang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-14 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Banten atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

    Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Banten, Firman Nurcahyadi kepada Wali Kota Benyamin Davnie yang didampingi Ketua DPRD Tangerang Selatan Abdul Rasyid di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Banten, Serang, pada Selasa (26/05/2026).

    Capaian WTP ini merupakan yang kelima di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan. Bahkan, yang lebih membanggakan Kota Tangsel mendapatkan nilai terbaik untuk Tindaklanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Banten.

    Dimana, Kota Tangerang Selatan meraih persentase penyelesaian tindak lanjut sebesar 97,20 persen, mengungguli jauh kabupaten/kota lainnya di Provinsi Banten.

    Bagi Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan administrasi, melainkan simbol dari kerja bersama, dan kepercayaan masyarakat yang terus dijaga dalam membangun Kota Tangsel.

    Penyerahan opini WTP tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Tangsel dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang semakin baik dari tahun ke tahun.

    Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP hingga 14 kali merupakan hasil dari budaya kerja kolaboratif yang terus dibangun di lingkungan Pemerintah Kota Tangsel.

    “Penghargaan ini bukan milik satu orang, bukan juga hasil kerja satu institusi saja. Ini adalah hasil dari kebersamaan seluruh perangkat daerah, DPRD, stakeholder, dan tentu masyarakat Kota Tangerang Selatan yang terus mengawal pembangunan dengan penuh kepercayaan,” ujar Benyamin.

    Ia menegaskan, setiap proses pembangunan dan pengelolaan anggaran daerah harus dilandasi tanggung jawab serta kesadaran bahwa anggaran yang digunakan merupakan amanah dari masyarakat.

    “Di balik laporan keuangan yang baik, ada kerja keras banyak orang yang mungkin tidak terlihat. Ada ASN yang bekerja hingga malam, ada proses panjang yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dan ada semangat melayani yang terus dijaga. Karena pada akhirnya, yang ingin kami hadirkan bukan hanya prestasi, tetapi rasa percaya masyarakat kepada pemerintahnya,” katanya.

    Menurut Benyamin, capaian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah daerah tidak dapat dicapai melalui kerja sendiri-sendiri. Ia menilai, semangat saling mendukung dan menjaga amanah menjadi fondasi penting dalam membangun kota yang maju dan dipercaya masyarakat.

    “Kalau hari ini Tangsel kembali meraih WTP, itu karena kita mau berjalan bersama. Saling menguatkan, saling mengingatkan, dan saling menjaga amanah. Prestasi ini menjadi milik seluruh warga Tangsel,” ungkapnya.

    Benyamin juga berharap raihan opini WTP ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Tangsel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempertahankan integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.

    “Kepercayaan masyarakat adalah penghargaan tertinggi bagi kami. Maka WTP ini harus menjadi semangat untuk terus bekerja lebih baik, lebih terbuka, dan lebih hadir untuk masyarakat,” tutupnya. (Red/*)

  • Tangsel Siapkan 10 Ribu Wadah Ramah Lingkungan untuk Kurban, Benyamin Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik

    Tangsel Siapkan 10 Ribu Wadah Ramah Lingkungan untuk Kurban, Benyamin Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Perayaan Iduladha 1447 Hijriah di Kota Tangerang Selatan tahun ini tak hanya diwarnai dengan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga gerakan peduli lingkungan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan membagikan hampir 10.000 wadah kurban ramah lingkungan berupa kantong kain dan besek bambu untuk mendukung distribusi daging kurban tanpa plastik sekali pakai.

    Wali Kota Benyamin Davnie mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangsel dalam menekan volume sampah plastik saat momentum Iduladha yang biasanya meningkat tajam.

    Usai melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Baitul Rahmi, pada Rabu, (27/5), Benyamin secara simbolis menyerahkan hewan kurban sapi limosin kepada masyarakat. Ia menyebut Pemkot Tangsel tahun ini menyalurkan total 97 hewan kurban yang terdiri dari 37 sapi dan 60 kambing ke berbagai wilayah.

    “Selain hewan kurban, kami juga menyalurkan kantong kain dan besek bambu hampir 10 ribu buah ke lokasi-lokasi penyembelihan hewan kurban. Harapannya distribusi daging lebih ramah lingkungan dan penggunaan plastik bisa dikurangi,” ujar Benyamin.

    Menurutnya, hewan kurban yang didistribusikan tidak hanya disalurkan ke masjid, tetapi juga ke madrasah, pondok pesantren, tokoh agama, serta sejumlah titik lain di wilayah Tangerang Selatan.

    Di sisi lain, Pemkot Tangsel juga memastikan seluruh hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat. Berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Pertanian selama sepekan terakhir, tidak ditemukan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun lumpy skin disease (LSD) pada hewan kurban yang dijual.

    “Seluruh hewan sudah diperiksa dokter hewan secara menyeluruh dan dinyatakan layak untuk dikurbankan,” jelasnya.

    Pemkot juga mengimbau panitia kurban di seluruh wilayah untuk memperhatikan pengelolaan limbah hasil penyembelihan, mulai dari darah, kotoran, hingga saluran pembuangan air, agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

    Benyamin berharap distribusi daging kurban kepada masyarakat penerima manfaat dapat berjalan tertib, tepat sasaran, dan telah melalui pendataan sebelumnya, sehingga pelaksanaan Iduladha di Tangsel berlangsung lancar sekaligus tetap menjaga kebersihan lingkungan kota. (Red/*)

  • Pemkot Tangsel Luncurkan Aplikasi Sanset, Benyamin Dorong Tata Kelola Aset Lebih Modern dan Terintegrasi

    Pemkot Tangsel Luncurkan Aplikasi Sanset, Benyamin Dorong Tata Kelola Aset Lebih Modern dan Terintegrasi

    Mediakawasan.id, Ciputat – Pemerintah Kota Tangerang Selatan resmi melakukan soft launching aplikasi SANSET (Sistem Administrasi dan Monitoring Aset) dalam kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) Tahun 2027 di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangerang Selatan, Senin (18/5/2026).

    Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, aplikasi Sanset hadir untuk mempermudah penataan dan pengelolaan aset daerah secara terpadu berbasis data digital dan tanda tangan elektronik.

    “Ini untuk mempermudah penataan pengelolaan aset pencatatan dan penarikan data di Tangerang Selatan baik berupa aset bergerak terutama aset tanah, dan aset tidak bergerak,” ujar Benyamin.

    Ia menjelaskan, sistem tersebut akan membantu pemerintah daerah dalam pencatatan hingga monitoring aset milik daerah agar lebih akurat, cepat dan efisien.

    Menurutnya, digitalisasi pengelolaan aset menjadi langkah penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan modern di Kota Tangerang Selatan.

    “Jadi nanti akan menuju kepada data aset yang terpadu, dan sehingga kita kedepannya dalam pengelolaan ini dimudahkan,” kata dia.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fathoni memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan Pemkot Tangsel melalui aplikasi SANSET ini.

    “Kami dari Kementerian Dalam Negeri memberikan apresiasi atas inovasi ini. Dengan Sanset ini, nanti aset yang ada di Tangerang Selatan bisa lebih terdata lagi, tata kelola yang bisa diperbaiki dan bahkan bisa dimonitor, kemudian bisa dilakukan evaluasi,” ujarnya.

    Menurutnya, digitalisasi aset daerah menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang akuntabel sekaligus mendukung optimalisasi sumber pembiayaan daerah melalui pemanfaatan aset.

    Ia juga menekankan, pentingnya creative financing atau strategi pendanaan inovatif di luar anggaran negara bagi pemerintah daerah, termasuk memaksimalkan pemanfaatan aset daerah dan peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

    “Kami mendorong daerah ini agar melakukan creative financing, mengoptimalkan kinerja BUMD, dan juga melakukan inovasi di bidang pajak dan integrasi daerah,” jelasnya.

    Agus Fatoni menyebut ada lima langkah penting yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan dan tata kelola pemerintahan, yakni intensifikasi, ekstensifikasi, peningkatan kualitas SDM, digitalisasi, dan inovasi.

    Menurutnya, penerapan sistem digital seperti Sanset dapat mempercepat pelayanan, meningkatkan akuntabilitas, hingga meminimalkan potensi kebocoran anggaran dan praktik korupsi.

    “Jadi kalau Tangerang Selatan bisa terus mengoptimalkan dengan melakukan inovasi, melakukan digitalisasi ini, maka kinerjanya bisa lebih baik, lebih cepat, akuntabel, bisa mengurangi kebocoran, mengurangi korupsi, dan juga bisa lebih mudah dalam mengambil keputusan, karena datanya pun bisa terhimpun menjadi satu,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Agus Fatoni menilai inovasi aplikasi Sanset menjadi salah satu terobosan yang layak dicontoh oleh pemerintah daerah lain di Indonesia.

    “Ini termasuk terobosan yang bagus, yang bisa ditiru oleh daerah lain. Jadi daerah lain bisa meniru bagaimana bisa membuat aplikasi di internal pemerintah daerah,” kata dia. (Red/*)

  • Kadin Tangsel Fokus Digitalisasi Pasar Tradisional, Pasar Jengkol Jadi Contoh Awal

    Kadin Tangsel Fokus Digitalisasi Pasar Tradisional, Pasar Jengkol Jadi Contoh Awal

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Kepengurusan baru Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan periode 2025-2030 mulai memetakan agenda besar penguatan ekonomi lokal dengan fokus pada digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pasar tradisional.

    Komitmen itu ditegaskan Ketua Kadin Tangsel, Marhadi, usai pelantikan 229 pengurus di She La Via Grand Ballroom, The Flavor Bliss Complex, Serpong Utara, Senin (18/5/2026).

    Menurut Marhadi, digitalisasi menjadi langkah strategis agar pelaku UMKM di Tangsel tidak tertinggal di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengandalkan platform digital.

    “Kita ingin UMKM di Tangsel punya daya saing lebih kuat. Bukan hanya pelaku usaha kuliner atau fashion, tapi juga pedagang pasar, usaha rumahan, sampai jasa seperti tukang las,” ujar Marhadi.

    Salah satu program yang tengah disiapkan ialah pengembangan konsep pasar digital untuk pasar tradisional. Dalam tahap awal, Kadin Tangsel menjadikan Pasar Jengkol sebagai contoh implementasi digitalisasi perdagangan berbasis platform.

    Marhadi menjelaskan, nantinya masyarakat dapat mengakses informasi pedagang dan produk melalui satu platform khusus, sehingga aktivitas belanja menjadi lebih praktis sekaligus memperluas pasar bagi pedagang.

    “Pasar Jengkol misalnya, nanti dibuatkan platform. Jadi masyarakat bisa melihat seluruh pedagang yang ada di sana, produk apa saja yang tersedia, dan lebih mudah bertransaksi,” katanya.

    Selain pembangunan platform, Kadin Tangsel juga menyiapkan pelatihan digital marketing dan pengembangan usaha berbasis teknologi. Pelatihan tersebut akan melibatkan mentor berpengalaman untuk membekali pelaku UMKM memahami strategi pemasaran digital.

    “Nanti kita kumpulkan pelaku UMKM, kita beri pemahaman dan menghadirkan mentor-mentor yang sudah berhasil di bidang digital marketing,” lanjutnya.

    Marhadi optimistis program digitalisasi ini dapat berjalan karena didukung sumber daya internal Kadin, termasuk tim teknologi informasi yang dinilai mampu membangun ekosistem digital untuk UMKM lokal.

    Di sisi lain, Kadin Tangsel juga menegaskan akan memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dan sektor swasta, termasuk mengawal investasi yang masuk ke wilayah Tangerang Selatan agar memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

    “Kita ingin investasi yang masuk juga membuka peluang kerja untuk warga, baik di sektor formal maupun informal,” ucapnya.

    Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyambut baik langkah Kadin yang langsung menyusun program kerja usai pelantikan. Menurutnya, penguatan UMKM dan sektor jasa menjadi langkah relevan karena struktur ekonomi Tangsel masih banyak ditopang investasi swasta.

    “Kadin harus memperkuat sektor swasta, terutama UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi Tangsel,” kata Benyamin.

    Ia menambahkan, Tangsel memiliki kekuatan pada sektor kuliner, fashion, dan kerajinan yang perlu terus didorong agar naik kelas dan mampu menghasilkan omzet besar.

    Dengan agenda digitalisasi pasar dan pembinaan UMKM, Kadin Tangsel berharap ekosistem usaha lokal dapat lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah. (Red/*)

  • Tangsel Konsisten Tangani HIV/AIDS, Benyamin Dorong Kolaborasi dan Hilangkan Diskriminasi

    Tangsel Konsisten Tangani HIV/AIDS, Benyamin Dorong Kolaborasi dan Hilangkan Diskriminasi

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menunjukkan konsistensinya dalam menangani dan mencegah penyebaran HIV/AIDS melalui berbagai program edukasi, layanan kesehatan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

    Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS harus dilakukan bersama-sama dengan mengedepankan kepedulian dan menghilangkan stigma maupun diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

    Menurut Benyamin, HIV/AIDS bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kesadaran masyarakat, edukasi, dan dukungan sosial yang berkelanjutan.

    “Penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, komunitas, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganannya berjalan maksimal,” ujar Benyamin pada Senin (11/05/2026).

    Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui fasilitas pelayanan kesehatan terus memperkuat akses pemeriksaan dan skrining HIV, layanan konseling, hingga pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Selain itu, edukasi juga terus dilakukan kepada masyarakat, khususnya kelompok usia produktif dan generasi muda, agar memiliki pemahaman yang benar terkait pencegahan HIV/AIDS dan pentingnya pola hidup sehat.

    “Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHA. Mereka harus mendapatkan dukungan dan akses layanan kesehatan yang baik untuk menjalani kehidupan secara optimal,” katanya.

    Pemkot Tangsel juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari komunitas, organisasi masyarakat, hingga institusi pendidikan dalam memperkuat kampanye kesadaran HIV/AIDS di tengah masyarakat.

    Menurut Benyamin, keterlibatan semua pihak menjadi langkah penting untuk membangun lingkungan yang lebih peduli, sehat, dan inklusif.

    “Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sekaligus memberikan dukungan kepada sesama. Dengan begitu, upaya penanganan HIV/AIDS bisa berjalan lebih efektif,” tutupnya. (Red/*)

  • Program Bedah Rumah di Tangsel Berlanjut, Benyamin Targetkan 329 Unit Diperbaiki pada 2026

    Program Bedah Rumah di Tangsel Berlanjut, Benyamin Targetkan 329 Unit Diperbaiki pada 2026

    Mediakawasan.id, Serpong Utara – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam melanjutkan program bedah Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) dengan target 329 unit rumah diperbaiki sepanjang tahun 2026.

    Komitmen tersebut disampaikan usai serah terima rumah milik Tomasrulloh, warga penerima bantuan program bedah rumah di kawasan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Kamis (7/5/2026).

    Benyamin mengatakan, program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menyediakan hunian yang layak, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Pada tahun ini, Pemkot Tangsel menargetkan sebanyak 329 unit rumah akan dibedah.

    “Tahun ini kita rencanakan akan dibedah 329 unit rumah se-Tangsel berdasarkan pengajuan, sistem prioritas, serta skala kelayakan rumah. Yang diajukan itu lebih dari 1.000 unit, namun untuk tahun ini kami akhirnya mendapat pagu anggaran untuk 329 unit,” ujar Benyamin.

    Ia menjelaskan, anggaran perbaikan per unit rumah pada tahun ini meningkat menjadi Rp75 juta dari sebelumnya Rp71 juta. Dengan anggaran tersebut, rumah yang direnovasi akan dilengkapi dua kamar tidur, satu ruang tamu, fasilitas listrik, lantai keramik, hingga pompa air.

    “Awalnya Rp71 juta, kemudian naik menjadi Rp75 juta,” tuturnya.

    Benyamin menambahkan, proses pembangunan satu unit rumah diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan, termasuk proses pembongkaran bangunan lama yang berlangsung sekitar satu pekan.

    Menurut dia, pengajuan program bedah rumah dilakukan melalui ketua RT dan kelurahan sebelum diverifikasi lebih lanjut oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel.

    Lebih lanjut, kata dia, Pemkot Tangsel memprioritaskan aspek kelayakan hunian, kesehatan lingkungan, serta kondisi ekonomi keluarga penerima manfaat.

    “Kami tidak melihat aspek selain kelayakan dan kesehatan, serta tentunya status ekonomi keluarga yang bersangkutan,” terang Benyamin.

    Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disperkimta Kota Tangsel Robby Cahyadi mengatakan, penilaian utama rumah yang masuk kategori tidak layak huni meliputi aspek sanitasi dan keamanan konstruksi bangunan.

    “Untuk rumah tidak layak huni ada kriterianya, seperti sanitasi dan konstruksi yang membahayakan keselamatan penghuninya,” jelasnya.

    Selain dua aspek tersebut, salah satu syarat lainnya adalah status kepemilikan tanah yang harus dimiliki secara pribadi.

    “Yang paling utama harus punya tanah sendiri atau hak milik sendiri. Jangan sampai kita membangun rumah, ternyata tanahnya milik orang lain atau bangunan liar,” tutur Robby.

    Hingga tahun 2026, setidaknya sudah ada 2.800 unit rumah yang diperbaiki Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui program bedah RUTLH di seluruh wilayah Tangsel. Pemerintah kota terus berkomitmen menciptakan ruang tinggal yang sehat dan layak huni bagi masyarakat. (Red/*)

  • Helita Jadi Asisten Digital Warga Tangsel, Percepat Akses Layanan Publik

    Helita Jadi Asisten Digital Warga Tangsel, Percepat Akses Layanan Publik

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Helita (Helo Kita Tangsel) dihadirkan sebagai asisten digital yang memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan publik, mulai dari memperoleh informasi pemerintahan, menjawab pertanyaan, menyampaikan aspirasi dan pengaduan, hingga mengarahkan kebutuhan layanan secara cepat dalam satu platform terpadu berbasis Chat Artificial Intelligence (AI).

    Wali Kota Tangerang Selatan menegaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah nyata dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

    “Hari ini bukan hanya tentang meluncurkan sebuah aplikasi, tetapi tentang menegaskan komitmen bahwa pelayanan publik harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya dalam peresmian pada Kamis (30/04/2026).

    Ia menambahkan, pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan lebih cepat dan mudah diakses.

    “Pemerintah tidak lagi cukup hanya hadir secara fisik, tetapi juga harus hadir secara digital, kapan pun dan di mana pun masyarakat membutuhkan,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin menjelaskan bahwa Helita dirancang sebagai layanan digital yang responsif dan mudah digunakan oleh masyarakat.

    “Helita hadir untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui teknologi yang lebih cepat, praktis, dan interaktif. Kami ingin masyarakat cukup melalui satu pintu layanan digital untuk mendapatkan informasi maupun menyampaikan kebutuhan layanan publik,” ujar Asep.

    Menurutnya, kehadiran Helita juga menjadi bagian dari transformasi digital yang terus dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern dan terintegrasi.

    “Ke depan, Helita akan terus dikembangkan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga pelayanan publik di Tangsel semakin efektif, transparan, dan mudah diakses kapan saja,” katanya.

    Dengan hadirnya Helita dalam Tangsel One, Pemkot Tangsel berharap pelayanan publik menjadi lebih efisien, terintegrasi, dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat.

    Masyarakat dapat memanfaatkan inovasi Tangsel One dan asisten digital bernama Helita dengan mengunjungi terlebih dahulu website tangerangselatankota.go.id lalu akan terhubung melalui kanal WhatsApp Helita. (Red/*)

  • Lewat Tangsel One, Pemkot Tangsel Hadirkan Layanan Publik Berbasis AI Terintegrasi

    Lewat Tangsel One, Pemkot Tangsel Hadirkan Layanan Publik Berbasis AI Terintegrasi

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat transformasi digital melalui peluncuran Tangsel One, sebuah platform layanan terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu sistem.

    Wali Kota Tangerang Selatan menyampaikan bahwa inovasi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan tanpa harus melalui proses yang berbelit.

    “Melalui satu pintu, masyarakat dapat memperoleh informasi pemerintahan, menyampaikan aspirasi, melakukan pengaduan, hingga mengakses layanan lainnya secara lebih praktis dan efisien,” ujarnya pada Kamis (30/04/2026).

    Menurutnya, pendekatan yang digunakan dalam Tangsel One mengedepankan konsep chat-first berbasis kecerdasan buatan, sehingga lebih mudah digunakan oleh masyarakat.

    “Teknologi ini memungkinkan warga cukup berinteraksi melalui pesan, termasuk melalui WhatsApp, tanpa harus memahami sistem yang rumit,” jelasnya.

    Ia menegaskan bahwa pemerintah harus mampu menyesuaikan diri dengan kebiasaan masyarakat dalam mengakses layanan.

    “Pelayanan publik ke depan harus terasa lebih manusiawi, lebih responsif, dan lebih sederhana untuk digunakan oleh siapa pun,” ungkapnya.

    Dengan inovasi ini, Pemkot Tangsel berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik.

    Sementara itu, disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Tb. Asep Nurdin, terobosan layanan publik digital menuju satu ekosistem percakapan.

    “Dari portal terpadu menuju orkestrasi penuh berbasis AI yang bisa diakses siapa saja lewat WhatsApp,” katanya.

    Tangsel One hadir bersama asisten digital bernama Helita (Helo Kita Tangsel). Bukan sekadar chatbot, Helita adalah Ai Agent yang memahami kebutuhan warga, mengarahkan ke layanan yang tepat dan mengeksekusi proses, semuanya dari satu chat. (Red/*)