Category: Kesehatan

  • Bakti Sosial Operasi Soft Tissue Tumor: Wujud Syukur dan Komitmen Pelayanan Primaya Hospital Pasar Kemis di Usia ke-4

    Bakti Sosial Operasi Soft Tissue Tumor: Wujud Syukur dan Komitmen Pelayanan Primaya Hospital Pasar Kemis di Usia ke-4

    Mediakawasan.id, Tangerang – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-4, Primaya Hospital Pasar Kemis menggelar kegiatan bakti sosial berupa tindakan bedah minor Soft Tissue Tumor (STT) secara gratis kepada 40 pasien. Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun rumah sakit sekaligus mencerminkan komitmen nyata Primaya Hospital Pasar Kemis dalam memberikan layanan kesehatan yang profesional dan bermutu kepada masyarakat.

    Soft Tissue Tumor atau benjolan jinak di bawah kulit merupakan kondisi yang umum dialami masyarakat, namun sering tidak tertangani karena keterbatasan biaya dan akses layanan kesehatan. Melalui kegiatan ini, Primaya Hospital Pasar Kemis berupaya menjembatani kebutuhan tersebut dengan mengoptimalkan keunggulan fasilitas Surgery Center, salah satu layanan unggulan rumah sakit.

    “Primaya Hospital Pasar Kemis memiliki tim dokter bedah yang lengkap untuk kelas rumah sakit tipe C. Ini adalah keunggulan kami, dan sudah sepatutnya dibagikan kepada masyarakat. Soft Tissue Tumor dipilih karena cukup sering ditemukan, mudah ditangani oleh tenaga ahli, dan berdampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujar dr. Novita Widyawaty, M.Sc., MARS, Direktur Primaya Hospital Pasar Kemis.

    Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan empat tahun rumah sakit, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial terhadap komunitas sekitar. Seleksi pasien dilakukan berdasarkan kebutuhan medis, dan operasi akan dilakukan secara bertahap oleh tim bedah berpengalaman dari Primaya Hospital Pasar Kemis.

    “Sebagai institusi layanan kesehatan, pengabdian kepada masyarakat adalah bagian dari fokus kami. Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat nyata dan menginspirasi pelayanan kesehatan lainnya,” tambah dr. Novita.

    Pada pelaksanaan kegiatan, Ketua Panitia Bakti Sosial, dr. Ridwan Tandiawan, Sp.PD, turut menjelaskan, “Soft Tissue Tumor merupakan kondisi medis yang sering diabaikan karena dianggap tidak berbahaya atau karena keterbatasan biaya. Padahal, jika dibiarkan, benjolan bisa membesar, mengganggu fungsi tubuh, bahkan menimbulkan infeksi. Melalui program ini, kami ingin memberikan intervensi dini yang efektif sekaligus edukasi kepada masyarakat.”

    Lebih lanjut, dr. Ridwan menambahkan bahwa sebagian besar peserta telah hidup bertahun-tahun dengan benjolan di tubuh mereka. “Beberapa pasien mengalami ketidaknyamanan hingga gangguan aktivitas. Dengan tindakan pengangkatan benjolan, mereka kini dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan percaya diri,” ungkapnya.

    Selain tindakan medis, kegiatan ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat bahwa:

    Tidak semua benjolan bersifat ganas, namun tetap perlu diperiksakan.

    Pemeriksaan dan penanganan sejak dini dapat mencegah komplikasi.

    Pemeriksaan STT dapat dilakukan di layanan primer, tanpa harus menunggu kondisi parah untuk dirujuk ke spesialis.

    “Kami berharap bakti sosial ini tidak hanya bermanfaat bagi 40 pasien yang menerima layanan, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat luas agar lebih proaktif menjaga kesehatan. Jangan tunggu benjolan membesar atau terasa sakit baru memeriksakan diri,” tutup dr. Ridwan Tandiawan, Sp.PD. (Red/rlls).

  • Brawijaya Hospital Saharjo Gelar Seminar Kesehatan Bersama Pakar Medis Terkemuka

    Brawijaya Hospital Saharjo Gelar Seminar Kesehatan Bersama Pakar Medis Terkemuka

    Mediakawasan.id, Jakarta – Brawijaya Healthcare menggelar Seminar Kesehatan di Brawijaya Hospital Saharjo Jakarta, pada Rabu, (7/5), sebagai bagian dari komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Brawijaya Healthcare, antara lain Dr. dr. Chamim, Sp.OG.SubSp.Onk selaku Direktur Utama Brawijaya Hospital Saharjo, Ibu Safalina Ganis selaku Chief Patient Officer, serta drg. Hestiningsih, MARS selaku Chief Commercial Officer.

    Dalam seminar tersebut, Brawijaya menghadirkan narasumber dari berbagai bidang spesialisasi, termasuk Dr. dr. Muhammad Yamin, Sp.JP (K), Sp.PD, FACC, FSCAI, FAPHRS, FHRS – dokter spesialis jantung senior dan Chairman of BraveHeart Center – serta dr. Sugisman, SpBTKV (K), spesialis bedah kardiotoraks dan vaskular dari BraveHeart Brawijaya Healthcare.

    drg. Hestiningsih menyampaikan bahwa Brawijaya Healthcare saat ini mengelola lima rumah sakit, yakni Brawijaya Hospital Antasari, Duren Tiga, Saharjo, Depok Sawangan, dan Tangerang. Selain itu, terdapat dua klinik utama di Kemang dan Bandung serta pengembangan satu rumah sakit baru di kawasan Jakarta Timur: Brawijaya Hospital Taman Mini.

    Layanan Unggulan BraveHeart Center

    Brawijaya Hospital Saharjo menjadi pusat layanan unggulan jantung melalui BraveHeart Center yang berlokasi di lantai 8. BraveHeart Center merupakan layanan jantung terpadu yang dilengkapi tim dokter spesialis dan subspesialis di bidang jantung. Pusat ini menangani berbagai tindakan medis canggih, seperti elektrofisiologi, ablasi aritmia, pemasangan pacu jantung permanen, angioplasti koroner (PTCA), kateterisasi pembuluh darah, operasi penggantian katup jantung, hingga tindakan bedah jantung anak dan intervensi jantung pediatrik seperti ASD closure dan PA banding.

    Didukung teknologi canggih seperti Hybrid Operating Theatre, BraveHeart Center memungkinkan prosedur bedah dan non-bedah dilakukan secara bersamaan dalam satu ruangan untuk kasus kompleks seperti diseksi aorta berat, yang memerlukan kolaborasi antara ahli bedah jantung dan ahli intervensi vaskular.

    Layanan Ortopedi dan Penanganan Saraf Kejepit

    Selain BraveHeart Center, Brawijaya Hospital Saharjo juga mengembangkan layanan traumatologi dan ortopedi. Dalam seminar tersebut, dr. Prima Rizky Oktari, Sp.OT, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, menjelaskan mengenai meningkatnya kasus saraf kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) pada usia produktif. Gaya hidup tidak sehat, kebiasaan mengangkat beban dengan teknik yang salah, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi pemicu utama.

    “HNP terjadi saat bantalan sendi di antara ruas tulang belakang tergencet dan menekan saraf, memicu gejala seperti nyeri menjalar ke kaki, kesemutan, atau mati rasa,” jelas dr. Prima.

    Penanganan HNP di rumah sakit ini dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari penggunaan korset dan fisioterapi hingga tindakan bedah minimal invasif menggunakan teknik endoskopi tulang belakang. Teknik ini memberikan luka yang lebih kecil, mengurangi nyeri, dan mempercepat pemulihan pasien.

    Tak hanya itu, layanan ortopedi juga mencakup penanganan cedera olahraga, perbaikan ligamen, hingga penggantian sendi lutut untuk pasien lansia dengan osteoartritis. Teknologi arthroscopy telah tersedia untuk operasi minimal invasif pada lutut, bahu, dan pergelangan kaki. Pemeriksaan MRI turut menjadi alat penting untuk diagnosis ortopedi secara akurat, meski keputusan terapi tetap disesuaikan dengan kondisi pasien secara menyeluruh.

    Dengan semangat menghadirkan pelayanan kesehatan yang holistik dan personal, Brawijaya Hospital Saharjo terus memperkuat posisinya sebagai pusat layanan medis unggulan, baik di bidang jantung maupun ortopedi, demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan modern dan terpercaya. (Red/*)

  • Organisasi Kesehatan dan Pakar Komunikasi Tekankan Pentingnya Kewaspadaan terhadap Klaim Rokok Elektronik Lebih Aman

    Organisasi Kesehatan dan Pakar Komunikasi Tekankan Pentingnya Kewaspadaan terhadap Klaim Rokok Elektronik Lebih Aman

    Mediakawasan.id, Jakarta – Sejumlah organisasi kesehatan dan pakar komunikasi menyuarakan keprihatinan terhadap maraknya upaya normalisasi penggunaan berbagai jenis rokok elektronik di Indonesia melalui klaim-klaim menyesatkan yang tidak didukung oleh bukti ilmiah independen. Mereka menegaskan bahwa klaim keliru tersebut berisiko meningkatkan penggunaan rokok elektronik di kalangan anak dan remaja, kelompok yang seharusnya mendapat perlindungan.

    Kritik tajam disampaikan oleh Prof. Dr. Eni Maryani, M.Si., Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Prof. Eni menyoroti narasi yang dibangun oleh sejumlah lembaga, termasuk Center of Excellence for the Acceleration of Harm Reduction (CoEHAR), Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP), dan Koalisi Indonesia Bebas Tar (KABAR), yang kerap mengklaim adanya potensi manfaat kesehatan dari produk rokok elektronik tanpa didukung bukti ilmiah yang kuat dari beragam sumber.

    Klaim-klaim semacam ini sangat berbahaya karena dapat mengaburkan persepsi publik tentang rokok elektronik. Terdapat bukti-bukti ilmiah yang independen dan justru menunjukkan bahwa rokok elektronik tetap membawa risiko serius terhadap kesehatan. Membuat kesimpulan yang terburu-buru seperti ini sangat berbahaya, apalagi menyangkut kesehatan publik. Mereka mengabaikan banyak bukti ilmiah lain yang justru menunjukkan bahaya rokok elektronik,” tegas Prof. Eni.

    Dari sisi medis, Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), M.Pd.Ked dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) memperingatkan bahwa penggunaan rokok elektronik tidak bebas dari bahaya. Menurutnya, paparan bahan kimia berbahaya dalam aerosol rokok elektronik dapat menyebabkan penyakit paru seperti bronchiolitis obliterans (popcorn lung), penurunan fungsi paru, dan risiko penyakit kardiovaskular.

    Selain itu, klaim bahwa rokok elektronik dapat membantu perokok berhenti merokok juga dinilai keliru oleh dr. Feni. Penelitian terbaru yang dirilis pada April 2025 oleh para peneliti dari Johns Hopkins University mengungkapkan bahwa hanya 0,08% pengguna yang berhasil berhenti menggunakan semua produk tembakau dengan bantuan rokok elektronik – angka yang sangat kecil. Sementara itu, risiko yang ditimbulkan dari penggunaan rokok elektronik bagi generasi masa depan sangat besar, di mana sebagian besar pengguna baru adalah anak muda, dan 77,8% di antaranya sebelumnya belum pernah menggunakan produk tembakau apa pun.

    “Bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan rokok elektronik jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya bagi generasi masa depan Indonesia,” tegas dr. Feni.

    Senada dengan PDPI, Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau (PPAT) Kementerian Kesehatan RI, Benget Saragih, menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan tidak menganggap rokok elektronik, termasuk produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product), sebagai solusi untuk berhenti merokok atau strategi efektif dalam menurunkan prevalensi perokok.

    “Fokus utama kami tetap pada pencegahan dan penghentian penggunaan semua produk tembakau, bukan pada substitusi antar produk yang tetap mengandung risiko seperti pendekatan pengurangan risiko (harm reduction),” ujar Benget.

    Lebih jauh, Mohammad Ainul Maruf, Sekretaris Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI), mengingatkan tentang potensi kuat campur tangan industri rokok dalam membentuk narasi publik.

    “Industri tembakau terus berupaya membentuk opini bahwa produk mereka lebih aman, padahal risiko kesehatannya tetap nyata. Kita harus waspada terhadap upaya manipulasi ini dan melindungi proses pembuatan kebijakan dari pengaruh korporasi yang hanya mengejar keuntungan,” tegas Maruf.

    Sejalan dengan temuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rokok elektronik tetap mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk nikotin, logam berat, dan senyawa karsinogenik. WHO juga memperingatkan bahwa produk ini dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk kemudian beralih ke penggunaan rokok konvensional.

    Organisasi kesehatan dan masyarakat sipil menekankan pentingnya menerapkan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) dalam seluruh kebijakan yang berkaitan dengan produk tembakau alternatif. Mereka menyerukan agar Indonesia tidak terjebak dalam narasi yang dibangun industri, dan tetap berkomitmen untuk melindungi generasi mudanya.

    “Generasi Emas Indonesia 2045 hanya dapat terwujud jika kita membangun manusia Indonesia yang sehat, bebas dari ketergantungan terhadap nikotin dan zat adiktif lainnya,” tutup Maruf. (Red/rlls).

  • Sukses Atasi Obesitas dan Diabetes, Prasasti Hikmah Turun 45 Kg Setelah Operasi Bariatrik di Tangan dr. Handy Wing

    Sukses Atasi Obesitas dan Diabetes, Prasasti Hikmah Turun 45 Kg Setelah Operasi Bariatrik di Tangan dr. Handy Wing

    Mediakawasan.id, BSD – Perjalanan Prasasti Hikmah (27) menuju hidup sehat bukanlah hal mudah. Di tahun 2023, dengan berat badan mencapai 110 kg, ia harus menghadapi berbagai masalah kesehatan serius, seperti diabetes, kadar gula darah tidak stabil, kolesterol tinggi, serta asam urat. Setelah berbagai metode diet yang dicoba tidak membuahkan hasil, ia akhirnya memutuskan untuk menjalani prosedur bariatrik bersama dr. Handy Wing, Sp. B, Subsp. BD (K), konsultan bedah digestif di Eka Hospital BSD.

    “Awalnya saya takut dan ragu. Tapi setelah konsultasi dengan dr. Handy, saya merasa lebih tenang. Proses operasinya sangat cepat, seperti tidur sebentar lalu bangun dan semuanya sudah selesai,” ujar Prasasti.

    Operasi yang dijalani Prasasti adalah prosedur bariatrik, yaitu pengecilan lambung (sleeve gastrectomy). Prosedur ini bertujuan untuk mengurangi kapasitas lambung serta hormon pemicu rasa lapar, sehingga pasien merasa kenyang lebih cepat. Hasilnya pun luar biasa.

    “Hanya bisa makan tiga sendok saja sudah kenyang. Di awal memang kaget karena mata masih pengen makan banyak, tapi lambung sudah nolak. Tapi seiring waktu, saya belajar menyesuaikan. Sekarang satu setengah tahun pasca operasi, berat badan saya turun jadi 65 kg,” katanya.

    Tak hanya berat badan yang menurun drastis, Prasasti juga merasakan peningkatan besar dalam kualitas hidup. Semua keluhan kesehatan seperti diabetes dan kolesterol tinggi mulai membaik dan stabil. Ia juga rutin berolahraga untuk mengencangkan tubuh dan menghilangkan gelambir sisa lemak.

    dr. Handy Wing menjelaskan bahwa prosedur bariatrik bukan sekadar soal estetika, tetapi solusi medis untuk menangani obesitas ekstrem yang sudah membahayakan kesehatan. “Kami selalu melakukan evaluasi menyeluruh terlebih dahulu, dan bariatrik hanya kami sarankan jika metode konvensional tidak berhasil dan pasien memiliki komitmen kuat untuk menjalani perubahan gaya hidup,” jelasnya.

    Prasasti adalah salah satu dari sekian banyak pasien yang berhasil mengubah hidupnya berkat pendekatan medis yang tepat. Ia berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang masih berjuang dengan obesitas dan dampaknya.

    “Operasi ini bukan jalan pintas, tapi awal dari perjuangan baru. Tapi saya bersyukur, karena sekarang hidup saya jauh lebih sehat dan bahagia,” tutup Prasasti. (Red/*)

  • Menghadirkan Harapan Baru untuk Pasien Penyakit Jantung Bawaan: Operasi MICS di Siloam Hospitals

    Menghadirkan Harapan Baru untuk Pasien Penyakit Jantung Bawaan: Operasi MICS di Siloam Hospitals

    Mediakawasan.id, Tangerang — Siloam Hospitals Lippo Village memperkenalkan layanan operasi jantung bawaan (Congenital Heart Disease) menggunakan teknik Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), sebuah inovasi medis yang menawarkan pendekatan bedah dengan sayatan minimal, pemulihan lebih cepat, dan hasil yang lebih estetis, pada Senin, (28/4).

    Congenital Heart Disease (CHD) adalah kelainan struktural pada jantung yang terjadi sejak lahir. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi jantung dalam memompa darah dan, bila tidak ditangani, berisiko menimbulkan komplikasi serius.

    Melalui teknik MICS, tindakan pembedahan dilakukan melalui sayatan kecil (4–6 cm) tanpa membuka seluruh tulang dada, berbeda dengan metode bedah konvensional yang membutuhkan pembedahan besar pada tulang dada (sternotomi). Teknik ini menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain:
    ● Minim trauma jaringan
    ● Risiko infeksi lebih rendah
    ● Waktu rawat inap lebih singkat
    ● Pemulihan aktivitas harian lebih cepat
    ● Bekas luka operasi yang lebih kecil dan estetik

    “Melalui pendekatan minimally invasive, kami ingin memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien dengan penyakit jantung bawaan,” ujar dr.Budi Rahmat,
    Sp.BTKV, Subsp.JPK (K).

    “Dengan MICS, pasien dapat kembali beraktivitas dengan lebih cepat, tanpa mengorbankan keamanan, efektivitas prosedur, dan keindahan.”

    Siloam Hospitals Lippo Village didukung oleh tim dokter bedah jantung berpengalaman, fasilitas ruang operasi modern, serta sistem pemulihan terpadu yang berpusat pada kebutuhan pasien.

    Tentang Siloam Hospitals Lippo Village

    Siloam Hospitals Lippo Village adalah bagian dari jaringan rumah sakit terkemuka di
    Indonesia, berfokus pada layanan kesehatan premium dengan teknologi mutakhir dan tim dokter spesialis berpengalaman untuk berbagai kebutuhan medis, termasuk bedah
    jantun. (Red/*)

  • Siloam Hospital Palangka Raya Peduli Pencegahan Kanker Payudara

    Siloam Hospital Palangka Raya Peduli Pencegahan Kanker Payudara

    Mediakawasan.id, Kalimantan Tengah – Siloam Hospital memperkenalkan program nasional bertajuk Semangat Melawan Kanker (SELANGKAH) sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan kanker payudara. Program ini diluncurkan dalam rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-53 yang digelar di Siloam Hospital Palangka Raya Jalan RTA Milono KM 4,5 pada Sabtu pagi (19/4).

    Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran beserta istri yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kalteng, serta para pejabat daerah, anggota PKK, dan masyarakat umum.

    Direktur Siloam Hospital Palangka Raya dr. Indriyani Wijaya, Sp.An-TI., MPH, menjelaskan bahwa program SELANGKAH telah diinisiasi oleh Siloam Hospitals Group sejak Maret 2023. Inisiatif ini lahir sebagai respons atas tingginya angka kasus kanker payudara di Indonesia, di mana sekitar 70% pasien baru terdiagnosis saat sudah memasuki stadium. “SELANGKAH hadir sebagai respons atas tingginya angka kanker payudara di Indonesia yang sayangnya 70% baru diketahui saat sudah stadium 3,” ujarnya dalam sambutan.

    Program SELANGKAH bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara. Melalui program ini Siloam Hospital menyediakan layanan pemeriksaan gratis menggunakan alat mamografi atau USG payudara. Hingga kini program ini telah menjangkau lebih dari 33 ribu perempuan di seluruh Indonesia.

    Selain pemeriksaan program ini juga memberikan edukasi menyeluruh terkait kanker payudara. Untuk dapat mengikuti program ini masyarakat hanya perlu mendaftarkan diri. Pemeriksaan akan dijadwalkan pada hari tertentu secara kolektif. “Selain pemeriksaan, kita juga akan memberikan edukasi tentang kanker payudara. Untuk jadwalnya, peserta akan dikumpulkan agar bisa diperiksa secara bersamaan,” tambah Indriyani.

    Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. “Ini pertama kalinya PKK Kalteng bekerja sama dengan pihak swasta, dan harapannya semoga kegiatan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Sebelumnya program SELANGKAH juga telah dilaksanakan di Barito Selatan dan di Lapas Wanita Palangka Raya.

    Lewat program SELANGKAH Siloam Hospital tidak hanya memberikan layanan kesehatan tetapi juga harapan. Harapan bahwa dengan deteksi dini, edukasi, dan sinergi lintas sektor kanker payudara bukanlah akhir melainkan awal dari perjuangan untuk hidup lebih sehat dan bermakna untuk perempuan Indonesia. (Red/*)

  • Peringatan Hari Diabetes Sedunia : Memahami Diabetes sebagai Penyakit Kronis

    Peringatan Hari Diabetes Sedunia : Memahami Diabetes sebagai Penyakit Kronis

    BSD City- Diabetes adalah penyakit yang disebut sebagai ibu dari segala penyakit karena risiko komplikasi yang ditimbulkannya. Menurut data International Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2021, Indonesia berada di urutan kelima dunia dengan kasus diabetes terbanyak, yakni sebanyak 19,5 juta.

    Umumnya, penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, pola makan, gaya hidup, dan pengobatan yang tepat bisa mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi yang mungkin timbul.

    Memperingati Hari Diabetes Sedunia yang diperingati setiap 19 April, Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Metabolik Endokrin dan Diabetes, Eka Hospital BSD menggelar edukasi kesehatan seputar penyakit Diabetes, pada Kamis, (17/4), berikut pemaparannya:

    Diabetes sebagai penyakit kronis

    Diabetes melitus (DM), adalah penyakit kronis. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat penyakit kronis adalah kondisi yang berlangsung selama satu tahun atau lebih dan membutuhkan penanganan medis atau perubahan pola hidup ataupun keduanya.

    Menurut American Diabetes Association (ADA) Diabetes adalah kelompok kelainan metabolisme glukosa dalam darah akibat kekurangan insulin secara relatif atau absolut.

    Insulin sendiri adalah hormon yang membantu mengatur kadar glukosa dalam darah. Dengan insulin yang cukup, glukosa yang ada dalam darah dapat masuk ke sel tubuh untuk kemudian diubah menjadi energi.

    Namun, ketika terjadi kekurangan insulin baik secara relatif maupun absolut tubuh, glukosa yang telah diserap dan ada di dalam darah akan menetap.

    Diabetes merupakan kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Target tatalaksana diabetes yang hendaknya dicapai adalah kondisi terkontrol dan dengan target yang sifatnya individual. Artinya, perubahan pola hidup dan pengunaan obat perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individual dengan tujuan optimalisasi kualitas hidup dan pencegahan komplikasi.

    Dengan disiplin yang baik, anda mungkin saja bisa menjaga kadar gula darah tetap normal hanya dengan menjaga pola makan dan olahraga, tanpa obat.

    Jenis diabetes

    Diabetes Melitus dibedakan 4 kelompok besar diantaranya adalah tipe 1, tipe 2, diabetes dalam kehamilan dan diabetes tipe lain.

    Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan tipe diabetes terbanyak di seluruh dunia dan di Indonesia (lebih dari 90% kasus). Penelitian terbaru mengatakan bahwa DMT2 terjadi karena 11 hal atau disebut juga egregious eleven, yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin dalam tubuh, artinya pada diabetes tipe ini insulin masih diproduksi namun kerjanya mejadi tidak maksimal kibat berbagai macam faktor. Disini menunjukan bahwa DMT2 adalah kondisi kompleks yang memerlukan tatalaksana menyerluruh dan perlu dikontrol secara berkala. Diabetes melitus tipe 2 adalah jenis diabetes yang dapat dicegah. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami diabetes tipe 2, antara lain gaya hidup sedenter (kurang olahraga, obesitas, dan genetik).

    Tipe kedua yang sering terjadi adalah diabetes melitus tipe 1 (DMT1), diabetes tipe ini merupakan kondisi autoimun yang tidak berhubungan dengan pola hidup, melainkan adanya autoantibodi yang menyerang sel beta pada pankreas yang tugasnya adalah untuk memproduksi insulin. Dengan terjadianya hal tersebut tubuh tidak dapat lagi menghasilkan insulin atau terjadi defisiensi insulin secara absolut sehingga metabolisme glukosa dalam darah tidak dapat terjadi. Pada diabetes tipe ini tatalaksana definitifnya adalah pemberian insulin eksternal (suntik).

    Diabetes melitus gestasional (DMG), seperti namanya yakni diabetes yang terjadi pada masa gestasional atau kehamilan, diabetes tipe ini biasanya akan menghilang setelah periode kehamilan berakhir namun akan meningkatkan risiko terjadinya DMT2 di kemudian hari.

    Kasus tingginya gula darah yang tidak dikategorikan dalam ke 3 kasus diabetes di atas akan dikategorikan sebagai diabetes tipe lain. Disini beberapa kasus yang sering terjadi adalah diabetes akibat penggunaan obat steroid, maturity onset diabetes of the young (MODY), late onset autoimmune diabetes in adult (LADA) dan lain-lain.

    Komplikasi akibat diabetes yang tidak terkontrol

    Ada alasan diabetes disebut sebagai ibu dari segala penyakit. Sebab, komplikasi yang dapat terjadi memang benar dapat melibatkan hampir seluruh bagian tubuh Anda.

    Pada orang dewasa, kadar gula darah normal saat puasa adalah di bawah 100 mg/dL atau memiliki nilai HbA1C di bawah 5,7%.

    Glukosa yang terus berada dalam aliran darah akan terus terbawa ke seluruh organ dan dapat merusak pembuluh darah dan organ sehingga akan menyebabkan komplikasi.

    Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat diabetes, antara lain:

    *Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), seperti serangan jantung, stroke, dan aterosklerosis.

    *Diabetik neuropati, yaitu kerusakan saraf akibat diabetes yang ditandai dengan sensasi kesemutan, mati rasa, atau terbakar. Biasanya biasanya bermula di ujung jari kaki dan tangan.

    *Disfungsi ereksi, akibat kerusakan saraf yang berada di penis.

    *Nefropati diabetik, yaitu kerusakan ginjal yang terjadi akibat rusaknya pembuluh darah dan sistem saraf di glomerulus dan menyebabkan fungsi filtrasi ginjal gagal.

    *Retinopati diabetes, yaitu kerusakan saraf yang mata yang terjadi akibat diabetes dan dapat berujung pada kebutaan.

    *Penyakit pembuluh darah tepi, penyumbatan pada pembuluh darah yang biasanya terjadi pada pembuluh darah kaki akan menyebabkan aliran darah ya buruk pada kaki sehingga jik terjadi luka, penyembuhan jaringan akan terhambat dan jika terjadi terus menerus akan mengakiatkan kematian jaringan. Hal ini bisa berujung pada amputasi kaki.

    *Masalah kulit. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan Anda juga memiliki masalah pada kulit, termasuk di area kelamin. Infeksi jamur adalah yang paling sering terjadi.

    *Penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer terjadi karena diabetes tipe 2 yang tidak dikendalikan dapat merusak saraf di otak.

    Pemeriksaan rutin untuk diabetes

    Di Indonesia, Hari Diabetes Nasional diperingati setiap tanggal 18 April. Ini adalah sebuah momen yang dibuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan diabetes, mulai dari pencegahan, gejala, diagnosis dini, pengelolaan diabetes, hingga gaya hidup sehat yang membantu mencegah sekaligus mengendalikan kondisi ini.

    Apabila Anda memiliki faktor risiko diabetes, seperti kelebihan berat badan, riwayat diabetes dalam keluarga, atau pola makan yang tidak sehat, Anda perlu mewaspadai beberapa gejala diabetes, seperti:

    1. Haus berlebihan dan mulut kering

    2. Sering buang air kecil

    3. Merasa selalu lapar

    4. Mengalami penurunan berat badan tanpa sebab

    5. Kelelahan

    6. Kesemutan atau mati rasa pada jari tangan dan kaki

    7. Luka yang sulit sembuh

    8. Infeksi jamur pada kulit dan kelamin yang berulang

    Apabila Anda memiliki gejala tersebut atau tidak memilikinya tapi mempunyai riwayat diabetes, Anda mungkin perlu melakukan beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis awal diabetes, seperti pemeriksaan gula darah rutin, yang meliputi:

    *Tes HbA1C

    *Tes gula darah puasa

    *Tes gula darah sewaktu

    *Tes gula darah 2 jam setelah makan

    Jika Anda memiliki riwayat diabetes dalam keluarga tanyakan pada dokter seberapa sering Anda perlu menjalani pemeriksaan rutin untuk diabetes.

    Selain itu, jangan lupa untuk melakukan kontrol secara rutin jika Anda memiliki diabetes, termasuk jika kadar gula darah Anda sudah berangsur normal. Ikuti selalu saran dokter terkait pengendalian diabetes sebab ini adalah kondisi kronis yang membutuhkan perhatian medis secara berkelanjutan.

    Terlebih, diabetes kadang tidak menimbulkan gejala sampai ia menyebabkan komplikasi. (red/rlls)

  • Ide Brilian, Ikatan Apoteker Indonesia Dukung Penuh Program Apotek Desa yang Digagas Presiden Prabowo

    Ide Brilian, Ikatan Apoteker Indonesia Dukung Penuh Program Apotek Desa yang Digagas Presiden Prabowo

    Mediakawasan.id, Jakarta – IKATAN Apoteker Indonesia menyambut gembira dan memberikan dukungan penuh terhadap program Apotek Desa yang digagas Presiden Prabowo dan dituangkan dalam Inpres No. 9 tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

    ‘’Di dalam Inpres No. 9 tahun 2025 disebutkan, Koperasi Desa Merah Putih ini akan melaksanakan kegiatan antara lain berupa Apotek  Desa/Kelurahan, yang akan tersebar di 80.000 desa/kelurahan di seluruh Indonesia,’’ tutur apt Noffendri Roestam, S.Si, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) di Jakarta, Selasa, 15 April 2025.

    Ketua Umum PP IAI menyampaikan hal itu dalam rapat Pengurus Harian PP IAI yang digelar untuk membahas Inpres No. 9 tahun 2025 yang disebutkan merupakan sebuah ide brilian, dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau hingga ke tingkat desa.

    ‘’Bagi IAI yang menjadi fokus perhatian kami adalah bagaimana Apotek Desa/Kelurahan ini nanti benar-benar dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan awalnya dapat tercapai. Jangan sampai menjadi program yang nantinya akan mangkrak karena tidak dikelola dengan baik,’’ tutur apt Noffendri Roestam.

    Oleh karena itu, dalam upaya mendukung program Apotek Desa/Kelurahan tersebut, apt Noffendri secara khusus menggelar rapat untuk mengumpulkan masukan dan usulan untuk suksesnya program tersebut.

    Apt Noffendri Roestam menggarisbawahi solusi yang ditawarkan Menkes Budi Gunadi Sadikin sebagai sebuah ide yang cerdas.

    ‘’Menkes menegaskan, tidak perlu dibuat regulasi baru, cukup mengoptimalkan sarana yang sudah ada. Menurut Menkes ada 54.000 sarana kesehatan baik berupa puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu yang dapat diintegrasikan mendukung program Apotek Desa/Kelurahan ini. Tugas IAI adalah bagaimana menyiapkan tenaga apoteker untuk mendukung program ini,’’ ungkap apt Noffendri.

    Dalam hal rencana Presiden Prabowo untuk menambah tenaga apoteker di puskesmas disambut hangat oleh apt Maria Ulfah, Ketua Hisfarkesmas (Himpunan Seminaat Farmasi Kesehatan Masyarakat) PP IAI.

    ‘’Ini sebuah angin segar, sangat kami dukung dan menjadi momentum luar biasa untuk pemenuhan apoteker di Puskesmas,’’ ungkap apt Maria Ulfah.

    Sebab berdasarkan penelitian yang dilakukan Hisfarkesmas tahun 2023 lalu, dari 10.300 Puskesmas di Indonesia, baru 68 persen yang memiliki apoteker. Sisanya masih diisi dengan Tenaga Vokasi Farmasi (TVF) atau nakes lain.

    Berkaitan dengan Apotek Desa/Kelurahan yang masih menyebutkan Tenaga Kefarmasian dalam kebutuhan SDM nya, apt Maria Ulfah menyebutkan kekhawatirannya.

    Sebagai penanggungjawab di apotek apalagi puskesmas dituntut untuk mampu memenuhi standar pelayanan kefarmasian, mampu mengelola rencana keuangan, pengelolaan dan pengadaan obat di Puskesmas yang sudah BLU atau BLUD, yang saat ini sudah menggunakan e-katalog versi 6 yang sangat rumit.

    ‘’Skill yang dibutuhkan sebagai penanggungjawab tersebut hanya dimiliki oleh apoteker dan tidak dimiliki oleh TVF. Karena itu sebagai penanggungjawab di Apotek Desa/Kelurahan nanti harusnya seorang apoteker dengan tenaga pendukung adalah TVF. Apoteker tidak mungkin bekerja seorang diri, pasti membutuhkan dukungan TVF,’’ tegas apt maria Ulfah.

    Dalam kesempatan tersebut, Dr apt Abdul Rahem, Wakil Ketua Umum Bidang Halal dan JKN, menyampaikan, hingga kini bagaimana bentuk Apotek Desa/Kelurahan ini masih belum jelas, sehingga menimbulkan bermacam spekulasi.

    Ia mengingatkaan, agar dalam pelaksanaannya nanti Apotek Desa/Kelurahan tetap dijalankan sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini.

    ‘’Bahwa apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian, tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker bukan tenaga kesehatan lain, adalah satu hal yang tidak dapat diganggu gugat,’’ tegas apt Abdul Rahem.

    Fungsinya tidak hanya sebagai tempat penjualan obat, tetapi juga merupakan pusat edukasi kesehatan masyarakat, termasuk pemahaman penggunaan obat yang rasional dan pencegahan penyakit bagi masyarakat.

    Hal senada disampaikan apt Nasrudin, Wakil Ketua Umum Bidang Advokasi dan Regulasi PP IAI yang menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan Apotek Desa/Kelurahan nanti aspek standar pelayanan, manajemen pengelolaan obat dan berbagai aspek teknik lain tidak ditinggalkan.

    ‘’Aspek norma dan etika juga sangat penting untuk tetap dijaga dengan baik,’’ tutur apt Nasrudin.

    Pada kesempatan yang sama, apt Dettie Yuliati menekankan pentingnya menjaga aspek pelayanan kefarmasian.

    ‘’Saya berharap Apotek Desa/Kelurahan ini nantinya tidak hanya akan bertumpu hanya pada aspek bisnis semata, tetapi juga aspek pelayanan,’’ tambah apt Dettie Yuliati, Wakil Ketua Umum Bidang Kerjasama.

    Hal ini diaminkan oleh Ketua Hisfarma (Himpunan Semintar Farmasi Komunitas), apt Surya Wahyudi yang menegaskan perlunya studi kelayakan yang matang, agar Apotek Desa/Kelurahan yang didirikan benar-benar mampu memenuhi aspek bisnis dan pelayanan secara berimbang.

    ‘’Dari 80.000 desa yang ada di Indonesia, saya rasa tidak dapat sekaligus dipaksakan semua memiliki apotek desa. Harus dilakukan studi kelayakan, desa mana yang sudah mampu memiliki apotek desa dan desa mana yang belum waktunya,’’ tuturnya.

    ‘’Selain memberikan support berupa SDM, Hisfarma juga siap memberikan dukungan berupa studi kelayakan penyelenggaraan apotek desa, bagaimana manajemen sistem keuangan, pengelolaan barang dan pelayanan farmasi klinik di Apotek Desa,’’ tutur apt Surya Wahyudi yang sempat bekerjasama dengan sejumlah BUMDes di Indonesia.

    Dalam diskusi yang juga dihadiri oleh Wakil Sekjen Dr apt Yusransyah dan apt Dra Tresnawati, serta Kepala Badiklat apt Totok Sudjianto ini juga menyoroti ketersediaan apoteker yang mau bekerja di desa.

    Menurut apt Noffendri, ia yakin apoteker akan bersedia ditempatkan didesa asalkan dijamin kesejahteraan dan keamanannya.

    ‘’Keberadaan apoteker sangat dibutuhkan hingga ke tingkat desa, karena sesuai Permenkes No. 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, disebutkan, apoteker dapat berperan meningkrak pencapaiakn cakupan dengan melakukan home care/farmasi klinik,’’ katanya.

    Dalam kesempatan itu Ikatan Apoteker Indonesia mengusulkan beberapa hal, agar program Apotek Desa/Kelurahan ini dapat berjalan optimal dan terpenuhi kebutuhan apotekernya.

    1. Pemerintah dapat menjalankan program apoteker desa melalui Tugas Khusus Apoteker bagi fresh graduate. IAI bersama APTFI akan memainkan peran dengan mendorong fresh graduate bersedia bekerja di desa.
    2. Formasi PPPK?CPNS langsung menggunakan lokus nama desa yang dituju, bukan nama kecamatan, sehingga saat mendaftar sebagai PPPK/CPNS apoteker sudah memahami lebih detil mengenai calon tempat tugasnya.
    3. Program Dagusibu menjadi pendekatan penguatan farmasi klinis sesuai permenkes. Ini merupakan dukungan IAI bagi pemerintah sebagai mitra.
    4. Integrasi Layanan Primer (ILP) akan menjadi alat bantu bagi program Apotek Desa/Kelurahan agar layanan tidak lagi terpusat di kecamatan.
    5. Apotek Desa sebaiknya berkolaborasi dengan Puskesmas Pembantu (Pustu), dengan penambahan tenaga apoteker selain bidan dan perawat.
    6. BPJS bersedia membuat MoU dengan Pustu/Apotek Desa dan tidak hanya dengan Puskesmas.
    7. Untuk memberikan dukungan pada pengadaan obat murah, PP IAI mendorong dimulainya lagi Program Obat Serbu (Serba Seribu) yang pernah dilaksanakan oleh Indofarma, agar obat murah dengan kualitas tinggi dapat tersedia.

    ‘’Untuk usulan terakhir, saya yakin BPOM akan bersedia memfasilitas demi kemasalahan masyarakat banyak. Disamping itu, Program Obat Serbu ini juga akan membantu BUMN dalam hal ini Indofarma untuk kembali bangkit,’’ tegas apt Noffendri Roestam. (Red/rlls)

  • Dinilai Sangat Inovatif, Siloam Hospitals Group Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Healthcare Asia Awards 2025

    Dinilai Sangat Inovatif, Siloam Hospitals Group Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Healthcare Asia Awards 2025

    Mediakawasan.id, Jakarta – Siloam Hospitals Group kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan memborong lima penghargaan bergengsi dalam ajang Healthcare Asia Awards 2025, yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 10 April 2025. Raihan ini adalah jumlah penghargaan terbanyak yang diraih oleh rumah sakit Indonesia tahun ini. Prestasi ini menjadi cerminan komitmen Siloam dalam menghadirkan layanan kesehatan berkelas dunia melalui inovasi teknologi, keunggulan klinis, dan pendekatan yang berpusat pada pasien. Mulai dari terobosan dalam layanan kanker dan transplantasi ginjal, digitalisasi layanan rawat jalan, hingga pengembangan wisata medis dan inisiatif penanganan stroke akut di berbagai kota, Siloam membuktikan bahwa rumah sakit Indonesia mampu bersaing dan memberikan layanan berkualitas tinggi tanpa harus berobat ke luar negeri.
    Kelima penghargaan yang diraih mencerminkan keberhasilan Siloam dalam berbagai aspek layanan kesehatan:

    Specialty Hospital of The Year
    Indonesia
    Diberikan kepada MRCCC Siloam Hospitals atas kiprahnya dalam merevolusi layanan kanker di Indonesia melalui teknologi mutakhir dan pendekatan multidisiplin. Dengan menggabungkan teknologi canggih PET dan SPECT scanner, brachytherapy, cyclotron, serta kemampuan transplantasi sumsum tulang dan prosedur kompleks lainnya, pendekatan tim multidisiplin yang kuat, dan inisiatif yang berpusat pada pasien, MRCCC terus menetapkan standar baru dalam layanan onkologi dan menegaskan posisinya sebagai pelopor perawatan kanker komprehensif di Indonesia. Komitmen terhadap mutu layanan tercermin melalui model tim multidisiplin (MDT) yang mengintegrasikan onkologi medis, bedah onkologi, onkologi radiasi, radiologi, patologi, kedokteran nuklir, serta berbagai spesialisasi terkait untuk memastikan pendekatan perawatan yang menyeluruh dan berpusat pada pasien.

    • Tertiary Hospital of the Year
      Indonesia
      Diberikan kepada Siloam Hospitals ASRI atas keberhasilannya menjadi pusat unggulan transplantasi ginjal di Indonesia, yang merupakan bagian dari layanan utama di Comprehensive Urology and Nephrology Center. Hingga Januari 2025, rumah sakit ini telah melakukan lebih dari 415 transplantasi ginjal, dengan tingkat kelangsungan hidup pasien mencapai 97% dalam satu tahun dan 91,7% dalam lima tahun, serta kelangsungan
      hidup ginjal sebesar 98,3% dan 93,8% — melebihi standar global. Keberhasilan ini didukung oleh tim berpengalaman yang terdiri dari 10 urolog dengan subspesialisasi di bidang seperti endourologi, uro-onkologi, urologi anak, andrologi, serta urologi fungsional dan neuro-urologi wanita. Pendekatan ini memungkinkan pemberian layanan yang komprehensif, terintegrasi, dan sesuai dengan praktik terbaik global.
    • Medical Tourism Hospital of the Year Indonesia
      Diberikan kepada BIMC Nusa Dua, salah satu destinasi unggulan wisata medis di Indonesia yang dikenal luas akan layanan bedah plastik berkualitas tinggi. Dalam kurun waktu tiga tahun, prosedur bedah plastik di rumah sakit ini mengalami pertumbuhan delapan kali lipat, dari 77 tindakan pada 2021 menjadi 627 pada 2024. Sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang meraih akreditasi dari Australian Council on Healthcare Standards International (ACHSI) pada 2014, BIMC Nusa Dua menjunjung tinggi keselamatan, etika, dan kualitas perawatan. Dilengkapi dengan sistem steril dan pengendalian infeksi mutakhir, pemantauan pascaoperasi 24 jam, serta ruang bedah modern dengan teknologi aliran udara laminar, rumah sakit ini memastikan pengalaman bedah yang aman dan nyaman.
      Untuk wisatawan medis, BIMC Nusa Dua juga menyediakan paket terpadu yang menggabungkan layanan bedah plastik dengan liburan tropis, lengkap dengan akomodasi, program pemulihan, dan layanan concierge untuk kenyamanan menyeluruh.
    • Service Delivery Innovation Initiative of the Year Indonesia
      Diberikan sebagai pengakuan atas transformasi layanan rawat jalan melalui Outpatient Digital Express Lane, yang sejak 2023 telah menghemat waktu tunggu pasien lebih dari
      144.000 jam. Sistem ini menawarkan digitalisasi menyeluruh dari awal kunjungan hingga pengiriman obat ke rumah dan telah digunakan oleh lebih dari 1,7 juta pasien. Inisiatif ini juga berhasil mengurangi waktu proses registrasi rata-rata sebesar 5,1 menit per pasien, menjadikannya salah satu inovasi digital paling berdampak dalam meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pasien di seluruh jaringan rumah sakit Siloam. Clinical Service Initiative of the Year
      Indonesia
      Diberikan atas inisiatif pengembangan Stroke-Ready Hospitals sebagai bagian dari peran Siloam Hospitals yang berada di garda terdepan dalam layanan stroke akut di Indonesia. Dari total jaringan 41 rumah sakit Siloam di 30 kota, sebanyak 25 unit telah dilengkapi penuh sebagai rumah sakit siap tanggap stroke. Sejak 2023, lebih dari 3.000 pasien stroke telah mendapatkan perawatan, dengan tingkat trombolisis meningkat lebih dari 10%. Inisiatif ini diperkuat dengan pelatihan rutin, simulasi emergensi, dan kolaborasi global yang telah diakui oleh World Stroke Organization, serta sistem perawatan terpadu yang mencakup ambulans, IGD, perawatan intensif, rehabilitasi, dan dukungan pasca- rawat untuk memastikan pemulihan optimal bagi pasien.

      ”Pencapaian ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menyatukan keunggulan teknologi, kolaborasi lintas disiplin, dan pendekatan yang berpusat pada pasien untuk terus meningkatkan mutu layanan,” ujar Caroline Riady, CEO Siloam Hospitals Group, melalui siaran persnya pada, Senin, (14/4). “Kami percaya bahwa, integrasi digital, perbaikan keberlanjutan serta fokus pada keselamatan dan kenyamanan pasien adalah kunci dalam membangun sistem layanan kesehatan yang unggul dan berkelanjutan,” imbuhnya.

    Siloam Hospitals Group akan terus mendorong inovasi strategis dan memperluas jangkauan layanan sebagai bagian dari komitmen terhadap keunggulan operasional dan pelayanan. Melalui kolaborasi dengan mitra global, investasi pada teknologi medis mutakhir, dan pengembangan tenaga medis profesional, Siloam memperkuat langkahnya untuk memimpin masa depan layanan kesehatan yang inovatif dan berkelanjutan di Asia. (Red/*)

  • Tips Sehat Ginjal Ala dr. Zaidul Akbar, Gaya Hidup Sehat Dimulai dari Hal Sederhana

    Tips Sehat Ginjal Ala dr. Zaidul Akbar, Gaya Hidup Sehat Dimulai dari Hal Sederhana

    Mediakawasan.id, Jakarta – Menjaga kesehatan ginjal ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Dalam sebuah tips sehat yang dibagikan oleh dr. Zaidul Akbar, ada tujuh langkah praktis yang bisa dilakukan siapa saja agar ginjal tetap sehat dan berfungsi optimal.

    Pertama, minum air putih harus jadi kebiasaan. Jangan pelit sama diri sendiri! Air putih berperan penting menyaring racun dalam tubuh, dan dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya dua liter per hari, kecuali ada anjuran medis lain.

    Kedua, waspadai konsumsi garam berlebihan. Menurut dr. Zaidul, garam bisa diibaratkan seperti mantan toxic—terlalu banyak bisa meningkatkan tekanan darah dan memperberat kerja ginjal. Mengurangi makanan asin, snack kemasan, dan micin berlebih sangat dianjurkan.

    Ketiga, jangan biasakan menahan buang air kecil. Kebiasaan ini bisa memicu infeksi saluran kemih dan berdampak pada kerusakan ginjal. Jika tubuh memberi sinyal, segera ke toilet.

    Keempat, hindari konsumsi obat-obatan sembarangan. Terlalu sering mengonsumsi obat warung tanpa petunjuk yang jelas bisa membahayakan ginjal. Organ ini bukan superhero yang bisa menangani semuanya.

    Kelima, terapkan gaya hidup sehat. Aktivitas fisik yang cukup, konsumsi buah dan sayur, serta menjaga berat badan ideal penting agar ginjal tidak bekerja terlalu keras.

    Keenam, lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kerusakan ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala di awal. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan urin secara berkala bisa menjadi langkah deteksi dini yang sangat penting.

    Terakhir, dr. Zaidul mengingatkan pentingnya mengontrol asupan protein. Mengonsumsi daging berlebihan dapat memperberat kerja ginjal. Ia menyarankan untuk menyeimbangkan pola makan dengan sayur dan karbohidrat kompleks.

    Tips-tips ini bukan hanya teori, tapi bisa menjadi panduan nyata untuk menjaga organ vital seperti ginjal agar tetap sehat dan kuat. (Red/*)