Category: Kesehatan

  • RS Tria Dipa Perkuat Health Sovereignty dengan Teknologi CT Scan dan Cath Lab pertama di Asia Tenggara

    RS Tria Dipa Perkuat Health Sovereignty dengan Teknologi CT Scan dan Cath Lab pertama di Asia Tenggara

    Mediakawasan.id, Jakarta – Memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Rumah Sakit (RS) Tria Dipa menegaskan komitmennya untuk turut memperkuat Health Sovereignty atau kedaulatan kesehatan Indonesia melalui pengembangan teknologi medis dan layanan kesehatan berstandar tinggi.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui Grand Launching CT Scan Photon Counting dan Cath Lab Angio Artis Genio, yang menjadi bagian dari langkah strategis RS Tria Dipa dalam menghadirkan pelayanan kesehatan modern, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.

    Mengusung semangat “Kemerdekaan Indonesia ke-81: Health Sovereignty untuk Ketahanan Kesehatan Indonesia”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi momentum peresmian fasilitas baru, tetapi juga menandai langkah RS Tria Dipa dalam berkontribusi memperkuat ekosistem kesehatan nasional.

    Direktur RS Tria Dipa, dr. Hartono Tanto, MARS, FISQua, mengatakan ketahanan sebuah bangsa tidak dapat dipisahkan dari ketahanan kesehatan masyarakat.

    “Kemerdekaan Indonesia harus terus kita maknai melalui kontribusi nyata. Salah satu fondasi negara yang kuat adalah masyarakat yang sehat dan sistem kesehatan yang tangguh. Health Sovereignty merupakan bagian dari ketahanan nasional, dan RS Tria Dipa ingin mengambil bagian dalam membangun kekuatan tersebut melalui layanan kesehatan yang berkualitas dan teknologi yang mutakhir.”

    Menghadirkan Teknologi Diagnostik Generasi Terbaru

    Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam Grand Launching adalah CT Scan NAETOM Alpha.Prime, teknologi CT berbasis Photon-Counting yang menghadirkan kemampuan pencitraan medis generasi terbaru.

    Kehadiran teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya RS Tria Dipa meningkatkan kemampuan diagnostik, menyediakan informasi klinis yang lebih komprehensif, serta membantu dokter dalam menentukan keputusan medis secara lebih tepat.

    RS Tria Dipa juga menghadirkan Photon Counting CT Single Source sebagai bagian dari pengembangan layanan diagnostik dan kardiovaskular yang semakin terintegrasi.

    Investasi pada teknologi tersebut menjadi wujud komitmen rumah sakit untuk memastikan kemajuan teknologi medis dapat memberikan manfaat nyata bagi pasien dan masyarakat.

    Cathlab Perkuat Layanan Kardiovaskular

    Selain memperkuat layanan diagnostik melalui CT Scan, RS Tria Dipa juga menghadirkan Cardiac Catheterization Laboratory (Cathlab) Angio Artis Genio untuk memperkuat layanan jantung dan pembuluh darah.

    Cathlab memiliki peran penting dalam mendukung pemeriksaan diagnostik maupun tindakan intervensi kardiovaskular. Kehadiran fasilitas ini diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap layanan jantung yang komprehensif dengan dukungan teknologi modern dan tenaga medis kompeten.

    Pengembangan CT Scan dan Cathlab secara bersamaan menjadi bagian dari visi RS Tria Dipa dalam membangun layanan kesehatan yang terintegrasi, mulai dari deteksi, diagnosis, hingga penanganan.

    Health Sovereignty, Kontribusi Rumah Sakit untuk Indonesia

    Bagi RS Tria Dipa, Health Sovereignty bukan sekadar kemampuan memiliki teknologi kesehatan modern. Lebih dari itu, kedaulatan kesehatan merupakan upaya membangun kemampuan bangsa dalam menyediakan pelayanan kesehatan berkualitas, meningkatkan akses masyarakat terhadap teknologi medis, memperkuat sumber daya manusia kesehatan, serta menghadirkan sistem pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

    Dalam konteks tersebut, rumah sakit memiliki posisi strategis sebagai salah satu bagian penting dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

    “Kami ingin RS Tria Dipa menjadi bagian dari ekosistem kesehatan Indonesia yang semakin kuat. Teknologi yang kami hadirkan bukan hanya untuk menjadi sebuah pencapaian rumah sakit, tetapi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semakin cepat penyakit terdeteksi, semakin tepat diagnosis dilakukan, dan semakin baik pelayanan diberikan, maka semakin kuat pula fondasi kesehatan masyarakat kita,” ujar dr. Hartono Tanto.

    Teknologi sebagai Wujud Semangat Kemerdekaan

    Momentum Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi kesempatan bagi RS Tria Dipa untuk menerjemahkan semangat kemerdekaan dalam konteks kesehatan.

    Jika kemerdekaan dimaknai sebagai kemampuan bangsa menentukan masa depannya sendiri, maka Health Sovereignty menjadi bagian dari upaya Indonesia membangun kemampuan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakatnya.

    Melalui pengembangan fasilitas, pemanfaatan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan layanan unggulan, RS Tria Dipa berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam perjalanan tersebut.

    Grand Launching CT Scan dan Cathlab menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.

    “Kami percaya bahwa rumah sakit bukan hanya tempat untuk mengobati pasien. Rumah sakit juga merupakan bagian dari kekuatan bangsa. Karena itu, kami ingin terus bergerak maju, menghadirkan teknologi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan kesehatan Indonesia,” tutur dr. Hartono Tanto, MARS, FISQua.

    RS Tria Dipa: Taking Part in Indonesia’s Health Sovereignty

    Dengan semangat Kemerdekaan Indonesia ke-81, RS Tria Dipa menegaskan kembali komitmennya untuk:

    • Menghadirkan teknologi kesehatan terkini.
    • Memperkuat layanan kesehatan yang terintegrasi.
    • Meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan medis berkualitas.
    • Memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
    • Menjadi bagian dari upaya mewujudkan Health Sovereignty Indonesia.

    Karena Indonesia yang kuat membutuhkan masyarakat yang sehat, dan masyarakat yang sehat membutuhkan sistem kesehatan yang tangguh. (Red/*)

  • Jangan Sepelekan Nyeri Sendi di Usia Muda, Bisa Jadi Tanda Rheumatoid Arthritis

    Jangan Sepelekan Nyeri Sendi di Usia Muda, Bisa Jadi Tanda Rheumatoid Arthritis

    Mediakawasan.id, Tangerang – Nyeri sendi sering dianggap sebagai keluhan ringan akibat kelelahan, aktivitas berlebih, atau cedera. Padahal, nyeri sendi yang berlangsung lama, berulang, atau disertai bengkak dan kekakuan, terutama pada pagi hari, dapat menjadi tanda adanya penyakit reumatik yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

    Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah Rheumatoid Arthritis (RA), penyakit reumatik autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan pada sendi. Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan dan pada tahap awal sering kali diabaikan karena gejalanya terlihat sederhana.

    Menurut dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, tidak semua nyeri sendi disebabkan oleh kondisi yang sama. Penyakit reumatik sendiri mencakup lebih dari 80 jenis penyakit, mulai dari gangguan jaringan lunak, penyakit non-autoimun seperti gout dan osteoarthritis, hingga penyakit autoimun seperti Rheumatoid Arthritis, lupus, dan penyakit reumatik lainnya.

    “Nyeri sendi yang berkepanjangan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai keluhan biasa. Kita perlu mengetahui penyebabnya karena setiap penyakit memiliki penanganan yang  berbeda.  Pada  Rheumatoid  Arthritis,  peradangan  yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan sendi dan pada akhirnya mengganggu fungsi serta kualitas hidup,” jelas dr. Sandra.

    Kenali Pola Nyeri yang Perlu Diwaspadai

    Salah satu ciri yang dapat mengarah pada Rheumatoid Arthritis adalah nyeri dan kekakuan yang terutama dirasakan pada tangan. Kekakuan biasanya lebih terasa pada pagi hari dan dapat membaik setelah tubuh mulai bergerak atau beraktivitas. Sendi yang paling sering terkena adalah jari dan pergelangan tangan, dengan pola yang dapat terjadi secara simetris pada sisi kanan dan kiri.

    Pada tahap awal, keluhan dapat terasa sederhana. Pasien mungkin merasa sulit bergerak ketika bangun tidur, membutuhkan waktu sebelum dapat beraktivitas seperti biasa, atau merasakan jari tangan lebih bengkak dan cincin menjadi lebih ketat pada pagi hari. Karena keluhan dapat membaik setelah mandi atau mulai beraktivitas, kondisi ini sering kali dianggap sebagai bagian dari kelelahan sehari-hari.

    “Pasien sering datang setelah cukup lama mengalami keluhan karena merasa nyerinya masih bisa ditahan. Padahal, jika nyeri dan kaku terus berulang, terutama disertai pembengkakan pada beberapa sendi, kita perlu mencari tahu penyebabnya,” ujar dr. Sandra.

    Jika peradangan terus berlangsung, RA dapat berkembang dan mengenai lebih banyak sendi, termasuk lutut, bahu, siku, dan pergelangan kaki. Pada kondisi yang terlambat ditangani, kerusakan sendi dapat menyebabkan perubahan bentuk dan kecacatan permanen.

    Jangan Hanya Mengandalkan Obat Penghilang Nyeri

    Sakit sendi yang berulang membuat sebagian orang memilih mengonsumsi obat penghilang nyeri atau obat tradisional agar keluhan cepat mereda. Menurut dr. Sandra, obat penghilang nyeri dapat membantu mengurangi gejala untuk sementara, tetapi tidak menjawab penyebab utama dari keluhan tersebut.

    “Kalau nyeri sendi hanya sesekali, obat penghilang nyeri mungkin dapat digunakan satu atau dua kali. Namun, jika nyeri terus berulang, jangan bergantung pada obat penghilang nyeri saja. Kita perlu mencari tahu diagnosisnya agar mendapatkan terapi yang sesuai,” jelas dr. Sandra.

    Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap obat alami atau tradisional yang tidak memiliki bukti keamanan dan efektivitas yang jelas. Beberapa produk dapat mengandung obat seperti kortikosteroid atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang tidak disebutkan secara jelas pada kemasan dan dapat menimbulkan efek samping bila digunakan tanpa pengawasan medis.

    Diagnosis Tidak Cukup dari Satu Pemeriksaan

    Rheumatoid Arthritis tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan satu gejala atau satu hasil pemeriksaan laboratorium. Dokter akan menilai riwayat keluhan, melakukan pemeriksaan fisik, serta mempertimbangkan pemeriksaan penunjang yang sesuai.

    Pemeriksaan dapat mencakup penilaian tanda peradangan pada sendi, pemeriksaan darah seperti Rheumatoid Factor (RF) dan Anti-Citrullinated Protein Antibody (ACPA), termasuk anti-CCP, serta pemeriksaan pencitraan bila diperlukan.

    “Rheumatoid Factor yang negatif tidak otomatis berarti seseorang tidak mengalami Rheumatoid Arthritis. Ada kondisi yang disebut Rheumatoid Arthritis seronegative. Karena itu, diagnosis tetap harus berdasarkan kombinasi gejala klinis, pemeriksaan dokter, dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan,” kata dr. Sandra.

    Untuk pasien yang mengalami nyeri sendi dengan kecurigaan penyakit reumatik autoimun, pemeriksaan oleh dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi atau Rheumatologist dapat membantu menentukan penyebab dan langkah penanganan yang tepat.

    Deteksi Dini Membantu Mencegah Kerusakan Sendi

    Diagnosis dan terapi sejak dini menjadi bagian penting dalam pengelolaan Rheumatoid Arthritis. Semakin cepat penyakit dikenali, semakin cepat pula dokter dapat menentukan strategi pengobatan untuk mengendalikan penyakit, mempertahankan fungsi sendi, dan membantu mencegah kerusakan sendi permanen.

    Setelah diagnosis RA ditegakkan, Rheumatologist dapat menentukan terapi sesuai kondisi pasien. Pengobatan bertujuan untuk mengendalikan penyakit, mencegah kecacatan sendi permanen, dan meningkatkan kualitas hidup. Selain terapi medis, pengelolaan RA juga dapat mencakup edukasi, menjaga berat badan, pengaturan pola makan, istirahat yang cukup, pengelolaan stres, serta olahraga teratur sesuai kondisi pasien.

    “Tujuan pengobatan Rheumatoid Arthritis bukan sekadar menghilangkan rasa nyeri. Kita perlu mengendalikan penyakit dan mencegah kerusakan sendi agar pasien tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik,” tutur dr. Sandra.

    Masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami nyeri sendi yang menetap atau berulang, terutama jika disertai pembengkakan, kekakuan pada pagi hari, keterbatasan gerak, atau keluhan pada beberapa sendi secara bersamaan. Keluhan yang berat, kemerahan dan pembengkakan pada sendi, demam, atau riwayat trauma juga menjadi alasan untuk segera mendapatkan pemeriksaan medis.

    “Jangan menunggu sampai bentuk sendi berubah atau aktivitas sehari-hari terganggu. Cari tahu penyebab nyeri sendi sejak awal. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan sendi dan menjaga kualitas hidup,” tutup dr. Sandra. (Red/*)

  • Diabetes Connection Care Eka Hospital BSD Perkuat Layanan Terapi Diabetes dan Obesitas

    Diabetes Connection Care Eka Hospital BSD Perkuat Layanan Terapi Diabetes dan Obesitas

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Pengelolaan diabetes kini berkembang dari sekadar menjaga kadar gula darah. Ketika diabetes disertai kelebihan berat badan atau obesitas, penanganan perlu mencakup pengendalian berat badan dan berbagai faktor metabolik untuk membantu menekan risiko komplikasi dalam jangka panjang. Menjawab kebutuhan tersebut, Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital BSD menghadirkan layanan terpadu dengan dukungan dokter spesialis dan konsultan endokrinologi, metabolik, dan diabetes.

    Diabetes Connection Care merupakan layanan yang dirancang untuk membantu pasien mendapatkan penanganan diabetes dan penyakit metabolik secara lebih menyeluruh. Pendekatan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada angka gula darah, tetapi juga mempertimbangkan berat badan, kondisi metabolik, faktor risiko kardiovaskular, serta kebutuhan terapi masing-masing pasien.

    Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes sekaligus Chairman Diabetes Connection Care (DCC), ditemui hari ini, Sabtu, (8/8), mengatakan, obesitas perlu dipahami sebagai kondisi medis yang dapat berkaitan erat dengan munculnya berbagai gangguan metabolik, termasuk diabetes melitus tipe 2.

    Penumpukan lemak berlebih, terutama di area perut, dapat menyebabkan tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin tersebut membuat pankreas harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kadar gula darah tetap normal.

    Jika berlangsung terus-menerus, kemampuan pankreas dalam memenuhi kebutuhan insulin dapat menurun. Akibatnya, kadar glukosa semakin sulit dikendalikan dan risiko berkembangnya diabetes tipe 2 meningkat.

    Terapi Diabetes Kini Berkembang

    Menurut Prof. Sidartawan, perubahan pola makan dan aktivitas fisik tetap menjadi fondasi utama dalam pengelolaan obesitas. Namun, tidak semua pasien mendapatkan hasil yang optimal hanya melalui perubahan gaya hidup.

    Pada kondisi tertentu, terapi obat dapat menjadi bagian dari strategi penanganan, terutama ketika obesitas disertai diabetes tipe 2, hipertensi, gangguan kolesterol, atau ketika upaya perubahan gaya hidup yang telah dilakukan secara konsisten belum menghasilkan penurunan berat badan yang bermakna.

    Perkembangan terapi diabetes juga menghadirkan pilihan pengobatan yang memiliki manfaat terhadap pengelolaan berat badan. Salah satunya berasal dari kelompok terapi berbasis hormon inkretin, seperti GLP-1 receptor agonist dan dual incretin.

    Pilihan terapi tersebut bekerja melalui mekanisme yang membantu mengendalikan kadar gula darah sekaligus mendukung pengaturan nafsu makan dan berat badan. Pemilihannya tetap harus dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

    DCC Hadirkan Terapi Tirzepatide

    Salah satu pilihan terapi yang kini tersedia dalam layanan Diabetes Connection Care Eka Hospital Group adalah tirzepatide.

    Dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD, FINASIM, Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes DCC Eka Hospital BSD, menjelaskan bahwa tirzepatide merupakan terapi yang bekerja sebagai dual agonist terhadap dua hormon inkretin, yakni GLP-1 dan GIP.

    “Obesitas merupakan kondisi kronis yang kompleks. Penanganannya tidak cukup hanya dengan menjalankan satu program diet, tetapi membutuhkan perubahan gaya hidup yang berkelanjutan dan, pada pasien tertentu, dapat dikombinasikan dengan terapi medis,” ujar dr. Dicky.

    Tirzepatide memiliki mekanisme yang membantu meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan. Terapi ini juga dapat memperlambat pengosongan lambung serta membantu meningkatkan respons insulin ketika kadar gula darah meningkat.

    Dengan mekanisme tersebut, tirzepatide dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien diabetes tipe 2 yang membutuhkan pengendalian gula darah lebih baik dan pasien dengan diabetes yang mengalami overweight atau obesitas, sesuai indikasi medis.

    Penggunaan Harus dalam Pengawasan Dokter

    Meski menawarkan pilihan terapi yang lebih modern, penggunaan tirzepatide tidak dapat dilakukan secara bebas. Pasien perlu menjalani evaluasi terlebih dahulu untuk menentukan apakah terapi tersebut sesuai dengan kondisi kesehatannya.

    Seperti terapi medis lainnya, tirzepatide juga dapat menimbulkan efek samping, terutama yang berkaitan dengan saluran pencernaan. Beberapa di antaranya adalah mual, muntah, diare, sembelit, perut kembung, serta rasa tidak nyaman pada ulu hati.

    Karena itu, pemilihan pasien dan penyesuaian dosis perlu dilakukan oleh dokter. Pemantauan secara berkala juga diperlukan untuk mengevaluasi respons tubuh terhadap terapi sekaligus mengantisipasi efek samping yang mungkin muncul.

    Dr. Dicky menekankan bahwa pengelolaan obesitas dan diabetes sebaiknya tidak hanya mengejar angka ideal pada timbangan. Tujuan yang lebih luas adalah memperbaiki kesehatan metabolik secara keseluruhan dan membantu pasien mencapai kontrol penyakit yang lebih baik.

    Melalui Diabetes Connection Care Eka Hospital BSD, pasien dapat memperoleh evaluasi dan perencanaan terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Layanan ini didukung oleh dokter berpengalaman di bidang endokrinologi, metabolik, dan diabetes, termasuk Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo dan dr. Dicky Levenus Tahapary.

    Dengan semakin beragamnya pilihan terapi, pengelolaan diabetes yang disertai obesitas kini dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih komprehensif. Perubahan gaya hidup tetap menjadi fondasi, sementara terapi medis dapat menjadi bagian dari strategi penanganan bagi pasien yang memenuhi indikasi.

    Diabetes Connection Care Eka Hospital BSD hadir untuk membantu pasien mendapatkan pengelolaan diabetes, obesitas, dan penyakit metabolik secara terintegrasi, dengan terapi yang di sesuaikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing pasien. (Red/*)

  • Benarkah Kista Endometriosis Bisa Menyebabkan Sulit Hamil? Ini Penjelasan Dokter

    Benarkah Kista Endometriosis Bisa Menyebabkan Sulit Hamil? Ini Penjelasan Dokter

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan– Kista endometriosis menjadi salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesuburan perempuan. Kondisi ini umumnya muncul sebagai tanda endometriosis yang sudah berkembang ke tahap yang lebih berat dan berpotensi menurunkan peluang kehamilan.

    Kista endometriosis atau yang sering disebut kista cokelat (endometrioma) merupakan kista yang terbentuk di ovarium akibat pertumbuhan jaringan endometrium di luar rongga rahim. Berbeda dengan jaringan endometrium normal yang akan luruh saat menstruasi, jaringan yang tumbuh di ovarium tidak dapat keluar sehingga darah menumpuk dan membentuk kista.

    Selain menimbulkan rasa nyeri, keberadaan kista endometriosis juga dapat mengganggu fungsi ovarium dan memengaruhi proses pembuahan.

    Gejala yang Perlu Diwaspadai

    Pada ukuran kecil, kista endometriosis sering kali tidak menimbulkan keluhan. Namun ketika ukurannya membesar, penderita dapat mengalami berbagai gejala, seperti:

    Nyeri hebat di perut bagian bawah atau panggul.

    Nyeri saat berhubungan seksual.

    Nyeri saat buang air kecil atau buang air besar.

    Sering ingin buang air kecil.

    Nyeri punggung bawah.

    Perut terasa kembung.

    Mual dan muntah.

    Gejala tersebut umumnya dialami oleh perempuan yang sebelumnya telah mengalami endometriosis.

    Bagaimana Kista Endometriosis Memengaruhi Kesuburan?

    Endometriosis diketahui menjadi salah satu penyebab infertilitas pada perempuan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penyakit ini dapat menurunkan peluang kehamilan, baik melalui pembuahan alami maupun program kehamilan berbantu.

    Kista endometriosis dapat mengganggu kesuburan melalui beberapa mekanisme, di antaranya:

    1. Menyebabkan perlengketan pada organ reproduksi

      Kista dapat memicu terbentuknya jaringan parut dan perlengketan pada ovarium maupun tuba falopi. Kondisi ini menghambat pertemuan antara sel telur dan sperma sehingga proses pembuahan menjadi lebih sulit.

      2. Mengganggu proses ovulasi

        Keberadaan kista dapat menghambat pelepasan sel telur dari ovarium. Akibatnya, ovulasi tidak terjadi secara optimal sehingga peluang terjadinya kehamilan menurun.

        3. Memengaruhi keseimbangan hormon

          Endometriosis juga dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan keseimbangan hormon. Dampaknya, proses pematangan sel telur hingga kemampuan embrio menempel pada dinding rahim setelah pembuahan dapat terganggu.

          Apakah Penderita Masih Bisa Hamil?

          Memiliki kista endometriosis bukan berarti seorang perempuan tidak dapat hamil. Peluang kehamilan tetap ada, meski umumnya lebih rendah dibandingkan perempuan tanpa kondisi tersebut.

          Diperkirakan sekitar 30 hingga 50 persen perempuan dengan endometriosis mengalami gangguan kesuburan. Karena itu, pemeriksaan dan penanganan sejak dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kehamilan.

          Diagnosis dan Penanganan

          Untuk memastikan adanya kista endometriosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan panggul yang dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang seperti USG atau MRI.

          Pilihan terapi akan disesuaikan dengan usia pasien, ukuran kista, tingkat keparahan gejala, serta rencana kehamilan. Penanganannya dapat berupa:

          Pemantauan, apabila kista berukuran kecil dan tidak menimbulkan keluhan.

          Pemberian obat-obatan, terutama terapi hormonal untuk mengurangi gejala dan menghambat pertumbuhan kista.

          Operasi, terutama bila ukuran kista lebih dari 4 sentimeter atau menimbulkan nyeri berat serta mengganggu kesuburan.

          Segera Periksa Jika Mengalami Gejala

          Masyarakat dianjurkan segera berkonsultasi ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi apabila mengalami nyeri panggul berkepanjangan atau gejala lain yang mengarah pada endometriosis.

          Penanganan medis juga harus segera dilakukan apabila muncul tanda-tanda kista pecah, seperti nyeri perut hebat yang muncul mendadak, pusing hingga hampir pingsan, demam, atau muntah.

          Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, pasien dapat berkonsultasi dengan dr. Agus Heriyanto, Sp.OG, Subsp. FER, MARS, MM, dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas di Eka Hospital BSD. Pemeriksaan dini dan terapi yang sesuai dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi sekaligus meningkatkan peluang kehamilan bagi perempuan yang mengalami endometriosis. (Red/rlls)

        1. Brawijaya Hospital Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Teknologi, Dari Bedah Jantung Modern hingga Program Bayi Tabung

          Brawijaya Hospital Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Teknologi, Dari Bedah Jantung Modern hingga Program Bayi Tabung

          Mediakawasan.id, Jakarta – Transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi terus dilakukan Brawijaya Hospital Group melalui pengembangan berbagai layanan unggulan, mulai dari operasi jantung minim invasif, terapi ablasi untuk penanganan gangguan irama jantung (aritmia), hingga layanan fertilitas modern melalui Benih IVF Center. Inovasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan edukasi kesehatan bertajuk Saving Time, Saving Organ, Saving Future yang digelar di Jakarta, Kamis (30/7/2026), dan dihadiri lebih dari 50 perwakilan perusahaan asuransi serta mitra bisnis.

          Dalam kegiatan tersebut, Brawijaya Hospital menghadirkan sejumlah dokter spesialis, yakni Dr. dr. Ismail Dilawar, MARS, Sp.BTKV, Subsp.JD(K), dr. Simon Salim, Sp.PD-KKV, M.Kes., AIFO, FINASIM, FICA, FHRS, FACC, dr. Niken P. Pangastuti, Sp.OG, Subsp.FER, serta dr. Med. Firman Santoso, Sp.OG, yang memaparkan perkembangan layanan kesehatan jantung, kesehatan ibu dan kandungan, hingga teknologi reproduksi berbantu.

          Chief Commercial Officer Brawijaya Hospital Group, drg. Hestiningsih, S.E., M.A.R.S., mengatakan pihaknya terus meningkatkan mutu pelayanan melalui pemanfaatan teknologi medis sekaligus memperluas jaringan rumah sakit di berbagai wilayah.

          “Brawijaya Hospital senantiasa meningkatkan mutu dan pelayanan dengan meluncurkan inovasi-inovasi terbaru di bidang kesehatan. Selain itu, kami juga akan terus berekspansi dengan berencana membuka beberapa rumah sakit di beberapa tempat,” ujarnya.

          Operasi Jantung dengan Sayatan Kecil

          Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular Brawijaya Hospital Taman Mini, Dr. dr. Ismail Dilawar, menjelaskan rumah sakit kini mengembangkan layanan Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), yaitu teknik operasi jantung menggunakan sayatan kecil tanpa perlu membelah tulang dada.

          Menurutnya, metode tersebut memberikan sejumlah keuntungan bagi pasien, seperti rasa nyeri yang lebih ringan, masa perawatan yang lebih singkat, serta proses pemulihan yang lebih cepat sehingga pasien dapat segera kembali beraktivitas.

          “Pasien tidak lagi harus dibelah tulang dadanya. Kami hanya menggunakan sayatan kecil di sisi kanan dada, bahkan di bawah ketiak, dengan bantuan kamera. Operasi menjadi lebih kecil, pemulihan lebih cepat, pasien lebih cepat pulang dan kembali bekerja,” jelasnya.

          Teknik MICS kini dapat diterapkan pada berbagai kasus, mulai dari penyakit jantung koroner, kelainan katup jantung hingga penyakit jantung bawaan seperti jantung bocor. Namun, menurut Ismail, operasi konvensional tetap menjadi pilihan yang efektif, terutama bagi pasien dengan keterbatasan biaya.

          Ia juga mengungkapkan tren meningkatnya kasus penyakit jantung koroner pada kelompok usia produktif.

          “Dulu pasien operasi bypass umumnya usia 60 tahun ke atas. Sekarang usia 33, 34 bahkan 38 tahun sudah ada yang menjalani operasi bypass. Salah satu penyebabnya adalah perubahan gaya hidup yang semakin kurang bergerak,” katanya.

          Ismail mengingatkan bahwa pemasangan ring maupun operasi bypass bukan berarti pasien bebas dari risiko penyakit jantung. Karena itu, menjaga pola hidup sehat, rutin mengonsumsi obat, melakukan kontrol berkala, dan berhenti merokok tetap menjadi langkah penting untuk mencegah kekambuhan.

          Ablasi Menjadi Terapi Utama Aritmia

          Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Brawijaya Hospital Saharjo, dr. Simon Salim, menjelaskan aritmia merupakan gangguan irama jantung yang dapat menimbulkan gejala ringan hingga menyebabkan henti jantung mendadak.

          Ia mengatakan Brawijaya Hospital Saharjo telah memiliki fasilitas penanganan aritmia dengan teknologi mutakhir yang setara dengan rumah sakit di kawasan ASEAN.

          Menurut Simon, terapi obat hanya berfungsi mengendalikan gejala, sedangkan tindakan ablasi menjadi terapi utama untuk menghilangkan sumber gangguan irama jantung.

          “Kalau targetnya adalah sembuh atau cure, maka golden standard-nya adalah ablasi. Obat hanya menekan, tetapi tidak menghilangkan sumber gangguannya,” ujarnya.

          Simon juga mendorong masyarakat memanfaatkan perangkat seperti smartwatch sebagai alat skrining awal aritmia, meskipun diagnosis tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan elektrokardiografi (EKG).

          Ia juga menegaskan bahwa olahraga yang dilakukan dengan benar justru membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk aritmia.

          “Belum ada bukti bahwa olahraga yang dilakukan dengan benar meningkatkan risiko aritmia. Sebaliknya, olahraga membantu menurunkan risiko diabetes, hipertensi, penyakit jantung koroner hingga aritmia,” katanya.

          Pentingnya Mengendalikan Diabetes Saat Hamil

          Dalam sesi kesehatan ibu, dr. Med. Firman Santoso menjelaskan Brawijaya Hospital menyediakan layanan komprehensif untuk berbagai penyakit ginekologi, seperti miom, kista ovarium, adenomiosis hingga kanker organ reproduksi.

          Ia juga mengingatkan ibu hamil agar tetap aktif bergerak serta menghindari konsumsi daging mentah yang berisiko membawa bakteri maupun parasit seperti Salmonella dan Toxoplasma.

          Firman menyoroti meningkatnya kasus diabetes gestasional yang dapat meningkatkan risiko kelainan jantung bawaan pada janin.

          “Diabetes yang tidak terkontrol pada ibu hamil meningkatkan risiko kelainan jantung bawaan pada bayi. Selain itu bayi bisa lahir dengan berat badan berlebih dan mengalami hipoglikemia sesaat setelah lahir,” jelasnya.

          Karena itu, pemeriksaan kadar gula darah secara berkala sejak trimester pertama hingga ketiga menjadi bagian penting dalam pemantauan kehamilan.

          Benih IVF Center Tawarkan Teknologi Fertilitas Modern

          Dalam kesempatan yang sama, Brawijaya Hospital juga memperkenalkan Benih IVF Center sebagai pusat layanan fertilitas yang memadukan teknologi bayi tabung (IVF), pendekatan perawatan yang dipersonalisasi, serta pendampingan dokter spesialis fertilitas.

          Menurut dr. Niken P. Pangastuti, Benih IVF Center mencatat tingkat keberhasilan mencapai 66,7 persen pada pasien berusia 41 hingga 42 tahun melalui prosedur Frozen Embryo Transfer (FET) sejak 2024 hingga saat ini.

          “Keberhasilan program bayi tabung menjadi fokus utama kami. Capaian ini menunjukkan komitmen kami dalam menghadirkan hasil terbaik bahkan untuk kelompok usia yang menantang,” ujarnya.

          Selain program bayi tabung, Benih IVF Center juga menyediakan layanan egg freezing atau pembekuan sel telur sebagai solusi bagi perempuan yang ingin mempertahankan kualitas sel telur untuk kehamilan di masa mendatang.

          “Egg freezing adalah proses mengambil, membekukan, dan menyimpan sel telur wanita pada suhu sangat rendah agar dapat digunakan untuk kehamilan di masa depan. Saat ini sudah semakin banyak perempuan modern yang memanfaatkan metode ini, termasuk di Brawijaya Hospital,” tutup dr. Niken. (Red/*)

        2. Siloam Hospitals TB Simatupang Hadirkan Layanan Mom & Child Terintegrasi, Dampingi Keluarga dari Kehamilan hingga Tumbuh Kembang Anak

          Siloam Hospitals TB Simatupang Hadirkan Layanan Mom & Child Terintegrasi, Dampingi Keluarga dari Kehamilan hingga Tumbuh Kembang Anak

          Mediakawasan.id,  Jakarta – Perjalanan setiap keluarga dimulai dari masa kehamilan, proses persalinan, hingga tumbuh kembang anak. Sebagai bentuk komitmen untuk mendampingi perjalanan keluarga dan berdekatan dengan Hari Anak Nasional 2026, Siloam Hospitals TB Simatupang memperkenalkan layanan Mom and Child yang komprehensif dengan konsep baru yang terintegrasi. Layanan Mom and Child ada di lantai 5 untuk poli anak dan poli obstetri & ginekologi, serta lantai 12 untuk rawat inap khusus Ibu dan Anak.

          Hospital Director Siloam Hospital TB Simatupang, dr. Dewi Wiguna, M.Sc mengatakan, “Dengan mengusung tema: “Growing Together-From First Heartbeats to First Steps”, Siloam Hospitals TB Simatupang hadir mendampingi keluarga dalam setiap fase kehidupan, mulai dari detak jantung pertama saat kehamilan hingga langkah-langkah awal tumbuh kembang anak. Kami percaya bahwa perjalanan ini membutuhkan pelayanan yang berkualitas secara klinis, dan tetap memberikan rasa nyaman, hangat, dan berpusat pada pasien serta keluarga. Keberhasilan tidak hanya diukur dari kesembuhan pasien, tetapi juga dari kepercayaan keluarga yang memilih tumbuh bersama kami. Oleh karena itu, kami akan terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menghadirkan pengalaman terbaik. Setiap detak pertama, setiap senyuman, dan setiap langkah pertama adalah perjalanan berharga yang ingin kami dampingi bersama.”

          Lebih lanjut dr Dewi menjelaskan, “Layanan Mom and Child juga didukung oleh berbagai paket kesehatan seperti paket maternity, paket vaksinasi untuk anak usia 0 – 6 bulan, 6 – 12 bulan  dan 12 – 24 bulan, dan ketersediaan alat diagnostik yang modern dilengkapi dengan USG Fetomaternal dan pemeriksaan lab TEG, dimana ketersediaan TEG ini menjadikan Siloam Hospitals TB Simatupang sebagai rumah sakit swasta pertama yang memiliki alat diagnostik ini. Konsep area terbaru juga hadir lewat posisi area poli obstetri dan ginekologi serta pediatrik berada di area yang berdekatan.”

          Executive Director, Mada Shinta Dewi, dalam sambutannya menyampaikan, “Layanan terintegrasi dalam satu area meliputi layanan spesialis dan sub spesialis untuk layanan ibu dan anak dengan didukung oleh spesialis lainnya yang berada dalam area yang berdekatan. Kami memiliki porto folio dokter spesialis anak dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi termasuk dokter sub spesialis yang lengkap. Dengan demikian, kapanpun Ibu dan keluarga membutuhkan layanan kesehatan, tim dokter kami siap melayani setiap hari.”

          “Pada kesempatan ini juga kami memperkenalkan area ramah anak dengan edugames interaktif berbasis augmented reality. Terobosan ini merupakan yang pertama dilakukan oleh rumah sakit di Indonesia. Edugames interaktif ini dirancang dengan tetap memperhatikan standar keamanan, baik dari sisi waktu permainan edugames yang singkat hingga kemudahan akses dengan browser yang aman. Selain itu, kami juga tetap memastikan edugames tetap higenis karena hanya dapat diakses menggunakan gawai masing-masing orang tua sehingga minim pertukaran alat permainan dan menjamin hygine sesuai standar medis. Untuk kemudahan bagi para ibu, Siloam Hospitals TB Simatupang juga memberikan nursing area yang lengkap. Semua hal tersebut ditujukan untuk menghadirkan suasana nyaman dan menyenangkan selama di Siloam Hospitals TB Simatupang.”

          Kepala Staf Medis Fungsional Obstetri dan Ginekologi Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Natassa Zefanya Darsana, Sp.OG dalam sesi talkshow menyelaskan, “Tim obstetri dan ginekologi Siloam TB Simatupang terdiri dari obstetri ginekologi umum yang didukung oleh sub spesialis Fetomaternal, Onko Ginekologi,  dan Fertilitas Endokrinologi dan Reproduksi (FER). Dalam pelayanan kami kepada pasien tidak terlepas berbagai pemeriksaan laboratorium seperti TEG, hingga pemeriksaan USG Fetomaternal yang merupakan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan ibu hamil untuk menilai kesehatan ibu dan janin. Tentunya pemeriksaan tidak berhenti setelah melahirkan, namun akan terus berkelanjutan sehingga kami juga berkomitmen memberikan layanan medis yang terbaik untuk mendampingi ibu dan para perempuan untuk terus sehat di setiap tahapnya.”  

          Dokter spesialis anak Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Jessica Sugiarto, Sp.A mengatakan, “Bersama dengan tim obstetri dan ginekologi, yang akan menjaga ibu dan janin ketika masih dalam kandungan, kami tim pediatrik memastikan Si Kecil tumbuh dengan baik dari ketika dilahirkan sampai dengan tumbuh dewasa. Tidak hanya mengobati anak sakit tapi yang terpenting justru menjaga anak tetap sehat melalui vaksinasi dari vaksinasi wajib sampai vaksinasi yang disarankan oleh dokter anak sebagai pencegahan penyakit. Melakukan skrining tumbuh kembang anak untuk memastikan nutrisi yang diperlukan anak tercukupi untuk perubahan secara fisik, mental dan sosial. Hal ini tidak terlepas dengan edukasi keluarga sekitar agar tercipta lingkungan yang sehat. Mari kita galakkan momen dimana anak dibawa ke RS Siloam TB Simatupang untuk pencegahan penyakit, sehingga tumbuh kembang anak dapat terjaga dengan baik”  

          Salah satu pasien maternity di Siloam Hospitals TB Simatupang Harly Valentina menceritakan pengalaman menjalani pemeriksaan kehamilan, melahirkan hingga membesarkan Si Kecil bersama Siloam Hospitals TB Simatupang, “Perjalanan kehamilan dan melahirkan saya merupakan perjalanan yang menyenangkan bersama Siloam Hospitals TB Simatupang. Saya masih ingat betul kunjungan-kunjungan ke poli kandungan dan semua saran-saran agar bisa menjalani kehamilan dengan baik. Kemudian dokter anak terus mendampingi sejak anak saya lahir hingga saat ini berusia 2 tahun lebih. Saya tidak hanya sakit saja ke Siloam Hospitals TB Simatupang, tapi untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga dengan vaksinasi dan medical check up. Karena bagi saya dan keluarga, sehat itu lebih penting.” “Merupakan komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik bagi ibu dan anak. Dengan peluncuran layanan mom and child dengan konsep baru ini, kami berharap Siloam Hospitals TB Simatupang dapat menjadi pilihan pertama sebagai fasilitas kesehatan bagi Ibu dan Keluarga,” tutup Mada. (Red/*)

        3. Jangan Anggap Sepele Berat Badan Anak Sulit Naik, Bisa Menjadi Sinyal Penyakit Jantung Bawaan

          Jangan Anggap Sepele Berat Badan Anak Sulit Naik, Bisa Menjadi Sinyal Penyakit Jantung Bawaan

          Mediakawasan.id, Jakarta – Berat badan anak yang tidak kunjung bertambah sering kali dianggap sebagai akibat kurang makan atau masalah nutrisi. Namun, kondisi tersebut juga dapat menjadi tanda adanya penyakit serius, termasuk penyakit jantung bawaan. Karena itu, orang tua perlu mewaspadai gangguan tumbuh kembang anak dan tidak menunda pemeriksaan medis apabila disertai gejala lain seperti napas cepat, mudah lelah, atau bibir membiru.

          Dokter Spesialis Anak Siloam Heart Hospital, dr. Ambarsari, MSc., Sp.A, mengatakan tumbuh kembang anak merupakan indikator penting untuk menilai kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Gangguan pertumbuhan maupun perkembangan tidak selalu disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, tetapi dapat dipengaruhi berbagai penyakit yang mendasarinya.

          “Tumbuh kembang anak dapat dipantau melalui dua aspek, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala yang dibandingkan dengan kurva pertumbuhan sesuai usia. Sedangkan perkembangan dinilai dari kemampuan motorik, bahasa, hingga interaksi sosial anak,” ujar dr. Ambarsari.

          Pada aspek pertumbuhan, orang tua perlu waspada apabila berat badan anak sulit bertambah, tinggi badan berada di bawah standar usianya, atau ukuran lingkar kepala tidak normal. Sementara itu, pada aspek perkembangan, tanda bahaya dapat berupa bayi yang terlambat menegakkan kepala, belum mampu duduk atau merangkak sesuai usia, hingga keterlambatan berjalan dan berbicara.

          Menurut dr. Ambarsari, kasus yang paling sering dijumpai adalah berat badan yang sulit naik serta keterlambatan bicara.

          Ia menjelaskan, penyebab gangguan tumbuh kembang sangat beragam, mulai dari kurangnya asupan nutrisi, minimnya stimulasi, infeksi berulang, gangguan penyerapan nutrisi, bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah, kelainan genetik, cerebral palsy, hingga penyakit jantung bawaan.

          “Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula intervensi yang tepat dapat diberikan sehingga peluang anak mencapai tumbuh kembang yang optimal menjadi lebih besar,” katanya.

          Salah satu kondisi yang kerap tidak disadari adalah penyakit jantung bawaan atau Congenital Heart Disease (CHD). Kelainan struktur jantung sejak lahir ini membuat jantung bekerja lebih keras sehingga energi yang seharusnya digunakan untuk tumbuh justru dipakai mempertahankan fungsi jantung.

          Akibatnya, anak mudah lelah saat menyusu atau makan, berat badan sulit bertambah, hingga lebih rentan mengalami infeksi saluran pernapasan berulang.

          “Kami cukup sering menangani bayi yang datang dengan keluhan sesak napas sejak lahir, tampak kebiruan, atau memiliki kadar oksigen rendah saat dilakukan pemeriksaan,” ungkap dr. Ambarsari.

          Ia mengimbau orang tua segera memeriksakan anak apabila mengalami napas cepat meski sedang beristirahat, mudah lelah, sering tersedak saat menyusu, berat badan sulit naik, pertumbuhan dan perkembangan terhambat, infeksi saluran pernapasan berulang, bibir atau kuku tampak kebiruan, maupun ujung jari yang membulat.

          Menurutnya, penyakit jantung bawaan sebenarnya dapat dideteksi sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan USG pada usia kandungan sekitar 18 hingga 20 minggu. Setelah bayi lahir, skrining menggunakan pulse oximetry dan pemeriksaan kesehatan rutin juga berperan penting untuk menemukan kelainan sejak dini.

          Selain melakukan pemeriksaan berkala, orang tua juga dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dengan memberikan gizi seimbang, mendorong anak aktif bergerak, membatasi konsumsi gula dan garam, mengurangi penggunaan gawai, menghindarkan anak dari paparan asap rokok, melengkapi imunisasi, serta memastikan waktu tidur yang cukup.

          “Apabila orang tua menemukan adanya tanda bahaya pada tumbuh kembang anak, jangan menunda untuk berkonsultasi ke dokter. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, peluang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal akan semakin baik,” tutup dr. Ambarsari. (Red/*)

        4. Enam Pekan Sumbatan Batu Ginjal Bisa Rusak Ginjal, Dokter Tekankan Pentingnya Deteksi Dini

          Enam Pekan Sumbatan Batu Ginjal Bisa Rusak Ginjal, Dokter Tekankan Pentingnya Deteksi Dini

          Mediakawasan.id, Jakarta – Batu ginjal kerap dianggap sebagai penyakit yang baru perlu ditangani ketika menimbulkan nyeri hebat. Padahal, keterlambatan diagnosis dapat berdampak serius. Spesialis Urologi RS Premiere Bintaro, dr. Teguh Risesa Djufri, mengingatkan sumbatan saluran kemih akibat batu ginjal yang berlangsung lebih dari enam minggu dapat mulai merusak fungsi ginjal, sedangkan jika mencapai 12 minggu kerusakan berpotensi menjadi permanen. Karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi.

          Dalam Media Gathering RS Premiere Bintaro di Jakarta, Rabu (22/7/2026), dr. Teguh menjelaskan gejala batu ginjal tidak selalu muncul pada tahap awal. Sekitar 60 persen kasus baru menimbulkan keluhan setelah batu menyebabkan penyumbatan saluran kemih atau infeksi.

          Keluhan yang paling sering dirasakan berupa nyeri hebat di pinggang yang menjalar ke perut bagian depan hingga selangkangan, disertai mual, muntah, demam, urine berdarah, maupun gangguan saat buang air kecil.

          “Banyak pasien yang mengira hanya mengalami sakit lambung karena mual terus-menerus. Setelah diperiksa menggunakan USG, ternyata terdapat batu di ginjal,” ujarnya.

          Menurut dr. Teguh, pemeriksaan ultrasonografi (USG) menjadi langkah awal untuk mendeteksi batu ginjal karena aman dan tidak menggunakan radiasi. Sementara pada kondisi tertentu, CT Scan tanpa kontras masih menjadi standar emas karena mampu mendeteksi batu dengan akurasi lebih tinggi.

          Ia menegaskan penanganan batu ginjal saat ini tidak selalu memerlukan operasi. Batu berukuran kecil umumnya masih dapat ditangani dengan meningkatkan konsumsi cairan dan pemberian obat-obatan agar batu keluar secara alami.

          Adapun batu berukuran lebih besar dapat diatasi melalui tindakan minimal invasif, seperti Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL), Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) menggunakan laser, maupun Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) yang menghancurkan batu tanpa sayatan. Perkembangan teknologi tersebut membuat pemulihan pasien menjadi lebih cepat dibandingkan operasi terbuka.

          “Penanganan yang cepat dapat mencegah terjadinya kerusakan ginjal. Walaupun batu ginjal bukan penyebab utama gagal ginjal di Indonesia, deteksi dini tetap sangat penting agar fungsi ginjal tetap terjaga,” katanya.

          Selain deteksi dini dan penanganan, dr. Teguh mengingatkan bahwa perubahan gaya hidup merupakan langkah terbaik untuk mencegah terbentuknya batu ginjal maupun kekambuhannya.

          Ia menyarankan masyarakat memenuhi kebutuhan cairan sekitar 2,5 hingga 3 liter per hari hingga menghasilkan urine 2 sampai 2,5 liter per hari. Cara paling mudah mengetahui kecukupan cairan adalah memastikan urine berwarna jernih dan frekuensi buang air kecil sekitar enam hingga tujuh kali sehari.

          “Jika frekuensi buang air kecil sudah enam kali tetapi warnanya masih pekat, itu menandakan tubuh masih kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal,” jelasnya.

          Dr. Teguh juga menganjurkan penerapan timed drinking, yakni minum sekitar 300 mililiter air setiap dua hingga tiga jam agar tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari. Selain itu, masyarakat diminta mengurangi konsumsi garam dan makanan tinggi purin, memperbanyak makanan berserat, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta mengendalikan diabetes dan hipertensi.

          Untuk mencegah kekambuhan, ia juga merekomendasikan konsumsi buah atau minuman yang mengandung sitrat alami, seperti lemon, karena dapat membantu menghambat pembentukan kristal batu di saluran kemih.

          “Jangan menunggu sampai batu menjadi besar atau menimbulkan komplikasi. Semakin cepat dideteksi dan ditangani, semakin besar peluang fungsi ginjal tetap terjaga,” pungkasnya. (Red/*)

        5. Berkolaborasi dengan SMG dan Curie Oncology Singapura, CIHOS Citra Garden City Hadirkan Ciputra Cancer Center Layanan Kanker Bertaraf Internasional

          Berkolaborasi dengan SMG dan Curie Oncology Singapura, CIHOS Citra Garden City Hadirkan Ciputra Cancer Center Layanan Kanker Bertaraf Internasional

          Mediakawasan.id, Jakarta – Ciputra Group resmi meluncurkan Ciputra Cancer Center di Ciputra Hospital CitraGarden City, Jakarta Barat, Jumat (17/7/2026). Kehadiran pusat layanan kanker terpadu ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan onkologi di Indonesia melalui kolaborasi internasional bersama Singapore Medical Group (SMG) dan Curie Oncology dari Singapura.

          Ciputra Cancer Center Jakarta menjadi pusat layanan kanker kedua yang dimiliki Ciputra Group setelah Ciputra Cancer Center di Ciputra Hospital Surabaya yang telah beroperasi sejak pertengahan 2025. Melalui kemitraan tersebut, pasien di Indonesia kini dapat mengakses layanan diagnosis dan terapi kanker dengan standar internasional tanpa harus menjalani pengobatan ke luar negeri.

          Direktur Ciputra Group, Nararya Ciputra Sastrawinata, mengatakan kehadiran Ciputra Cancer Center merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat layanan Center of Excellence di Ciputra Hospital Jakarta.

          “Kami ingin membawa standar perawatan terbaik, karena itu layanan ini berpedoman langsung pada panduan penanganan kanker multidisipliner di Singapura. Kami mengkolaborasikan keunggulan standard protocol, international tumor board, dan tenaga medis Singapura dengan tim dokter ahli kami di Ciputra Hospital Jakarta. Lewat Ciputra Cancer Center ini, kami berharap pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar negeri. Mereka bisa mendapatkan protokol terapi internasional dan second opinion dengan segala kenyamanan perawatan di dalam negeri,” ujar Nararya.

          Menurutnya, kolaborasi tersebut memungkinkan pasien memperoleh layanan yang lebih komprehensif, mulai dari diagnosis, penyusunan terapi, hingga pendampingan medis berbasis pendekatan multidisiplin.

          Pemkot Jakarta Barat Apresiasi Kehadiran Ciputra Cancer Center

          Peresmian Ciputra Cancer Center turut dihadiri Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, yang memberikan apresiasi atas hadirnya pusat layanan kanker terintegrasi tersebut. Ia menilai keberadaan fasilitas ini akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan deteksi dini dan penanganan kanker yang berkualitas.

          “Hadirnya pusat layanan kanker terintegrasi di Jakarta Barat ini tentu sangat kami apresiasi. Pemeriksaan awal untuk kanker sebenarnya sangat mudah diakses oleh masyarakat luas, baik melalui fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun pusat layanan swasta yang lengkap seperti di Ciputra Cancer Center ini,” tutur Iin Mutmainnah.

          Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala karena deteksi dini menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker.

          Kolaborasi Indonesia-Singapura Hadirkan Precision Medicine

          Peluncuran Ciputra Cancer Center juga dihadiri CEO Singapore Medical Group (SMG), dr. Beng Teck Liang, dan Founder sekaligus Senior Medical Oncologist Curie Oncology, dr. John Chia.

          dr. Beng Teck Liang menjelaskan kerja sama tersebut menggabungkan kekuatan jaringan rumah sakit Ciputra dengan pengalaman klinis SMG dan Curie Oncology dalam penanganan kanker.

          “Kolaborasi ini hadir untuk memadukan jaringan kuat rumah sakit Ciputra dengan keunggulan klinis onkologi SMG dan Curie Oncology. Melalui sinergi ini, kami ingin mempermudah pasien di Jakarta dalam memperoleh terapi kanker yang presisi (precision medicine),” ujarnya.

          Sementara itu, dr. John Chia menekankan pentingnya pendekatan terapi yang tepat sasaran bagi setiap pasien kanker melalui sistem International Tumor Board.

          “Kunci kesembuhan pasien kanker ada pada ketepatan terapi. Melalui wadah International Tumor Board, integrasi tim ahli dari Curie Oncology, SMG, dan Ciputra Cancer Center akan memastikan setiap pasien mendapatkan pengobatan yang spesifik sesuai dengan kondisi medis pasien dan terpersonalisasi,” kata dr. John Chia.

          Dokter Singapura Akan Berkunjung Secara Berkala

          Direktur Ciputra Hospital CitraGarden City Jakarta, dr. Margaretha, mengatakan kolaborasi internasional tersebut tidak berhenti pada seremoni peluncuran, tetapi akan diterapkan dalam pelayanan sehari-hari melalui berbagai bentuk kerja sama klinis.

          “Sebagai komitmen nyata dalam memberikan pelayanan terbaik, para dokter spesialis dari Singapura dijadwalkan hadir dan berkunjung secara rutin ke Ciputra Cancer Center untuk membahas kasus bersama dokter subspesialis, spesialis, dan tenaga kesehatan di Ciputra Hospital dalam rangka transfer of knowledge. Selain kunjungan berkala tersebut, mereka juga memberikan layanan telekonsultasi dan multi-disciplinary team (MDT) tumor board meeting untuk berkolaborasi erat dengan tim dokter subspesialis dan spesialis lokal dalam mengevaluasi perkembangan kondisi medis pasien secara intensif,” jelas dr. Margaretha.

          Menurutnya, sistem kolaboratif tersebut memungkinkan pasien memperoleh penanganan yang lebih akurat karena setiap kasus dibahas bersama oleh tim multidisiplin dari Indonesia dan Singapura.

          Layanan Komprehensif dan Lokasi Strategis

          Selain menghadirkan akses terhadap pilihan obat-obatan onkologi dan regimen terapi terbaru, Ciputra Cancer Center juga memiliki lokasi yang strategis karena berada dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kondisi ini memudahkan pasien dari luar Jakarta maupun luar pulau untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan secara berkala.

          Sebagai pusat layanan kanker terpadu, Ciputra Cancer Center mengedepankan pendekatan precision medicine, yaitu terapi yang disesuaikan dengan karakteristik penyakit dan kondisi masing-masing pasien, sehingga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengobatan.

          Edukasi Publik dan Forum Ilmiah

          Rangkaian peluncuran Ciputra Cancer Center tidak hanya diisi dengan seremoni peresmian. Pada hari yang sama, masyarakat juga mendapatkan edukasi melalui sesi Health Talk mengenai pencegahan dan penanganan kanker.

          Selanjutnya, pada 18 Juli 2026 akan diselenggarakan forum diskusi ilmiah yang membahas perkembangan terbaru di bidang onkologi molekular. Forum tersebut menghadirkan praktisi medis dari Singapore Medical Group, Curie Oncology, serta pembicara dari RS Kanker Dharmais sebagai bentuk kolaborasi dengan pusat kanker nasional.

          Melalui kolaborasi lintas negara ini, Ciputra Group berharap Ciputra Cancer Center dapat menjadi salah satu rujukan layanan kanker berstandar internasional di Indonesia, sekaligus memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat terhadap penanganan kanker yang komprehensif, modern, dan berbasis kolaborasi multidisiplin. (Red/*)

        6. Sakit Gigi Tak Kunjung Sembuh? Root Canal Treatment Bisa Menjadi Solusi untuk Menyelamatkan Gigi Asli

          Sakit Gigi Tak Kunjung Sembuh? Root Canal Treatment Bisa Menjadi Solusi untuk Menyelamatkan Gigi Asli

          Mediakawasan.id, Jakarta – Sakit gigi yang terus berulang sering kali dianggap sebagai masalah sepele dan hanya diatasi dengan obat pereda nyeri. Padahal, jika rasa sakit disebabkan oleh infeksi pada saraf gigi, penanganan yang terlambat dapat menyebabkan infeksi semakin meluas hingga berujung pada pencabutan gigi.

          Salah satu prosedur yang menjadi standar dalam mempertahankan gigi yang terinfeksi adalah root canal treatment atau perawatan saluran akar gigi. Melalui tindakan ini, dokter akan membersihkan jaringan saraf yang terinfeksi, mensterilkan saluran akar, kemudian menutupnya kembali agar bakteri tidak masuk kembali.

          Dengan penanganan yang tepat, gigi yang sebelumnya terasa nyeri masih dapat dipertahankan sehingga pasien tidak harus kehilangan gigi aslinya.

          Jangan Menunggu Sampai Gigi Harus Dicabut

          Banyak pasien baru datang ke dokter ketika rasa sakit sudah tidak tertahankan atau muncul pembengkakan pada gusi. Padahal, semakin cepat infeksi ditangani, semakin besar peluang gigi dapat diselamatkan.

          Beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan antara lain:

          • Nyeri berdenyut yang berlangsung terus-menerus.
          • Gigi terasa sakit saat menggigit atau mengunyah.
          • Sensitif berkepanjangan terhadap makanan atau minuman panas maupun dingin.
          • Gusi bengkak atau muncul benjolan berisi nanah.
          • Warna gigi berubah menjadi lebih gelap.

          Menurut drg. Christine Hendriono, Sp.KG, spesialis konservasi gigi di J Smile Dental Clinic, tujuan utama perawatan bukan hanya menghilangkan rasa sakit, tetapi juga mempertahankan gigi asli selama kondisinya masih memungkinkan.

          “Banyak pasien mengira gigi yang sudah sakit harus dicabut. Padahal, melalui pemeriksaan yang tepat, banyak kasus masih dapat ditangani dengan root canal treatment sehingga fungsi gigi tetap terjaga,” jelasnya.

          Root Canal Treatment Kini Lebih Modern dan Nyaman

          Perkembangan teknologi membuat prosedur perawatan saluran akar menjadi jauh lebih nyaman dibandingkan anggapan masyarakat selama ini.

          Di J Smile Dental Clinic, setiap kasus diawali dengan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui tingkat infeksi dan menentukan rencana perawatan yang paling tepat. Proses diagnosis didukung teknologi digital sehingga dokter dapat melihat kondisi akar gigi secara lebih akurat sebelum tindakan dilakukan.

          Dalam proses perawatan, klinik juga menggunakan berbagai teknologi modern, antara lain:

          • Digital X-Ray untuk memperoleh gambaran kondisi gigi secara detail dengan paparan radiasi yang lebih rendah.
          • Electronic Apex Locator untuk membantu menentukan panjang saluran akar secara presisi sehingga proses pembersihan menjadi lebih akurat.
          • Rotary Endodontic System, teknologi instrumen modern yang membuat proses pembersihan saluran akar lebih efisien, nyaman, dan minim trauma pada jaringan gigi.
          • Restorasi pasca perawatan menggunakan material berkualitas agar gigi dapat kembali berfungsi secara optimal.

          Pendekatan ini membantu meningkatkan akurasi tindakan sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi pasien selama menjalani perawatan.

          Tidak Hanya Mengobati, tetapi Menjaga Gigi Bertahan Lebih Lama

          Keberhasilan root canal treatment tidak hanya bergantung pada tindakan saat perawatan berlangsung, tetapi juga pada evaluasi menyeluruh terhadap kondisi gigi setelah infeksi berhasil diatasi.

          Karena itu, setelah saluran akar selesai dirawat, dokter akan mengevaluasi apakah gigi memerlukan tambalan permanen atau mahkota gigi (dental crown) agar kekuatannya kembali optimal. Dengan restorasi yang tepat, gigi dapat kembali digunakan untuk mengunyah secara normal dan bertahan dalam jangka panjang.

          Pendekatan komprehensif inilah yang menjadi salah satu fokus pelayanan di J Smile Dental Clinic, yaitu tidak hanya menghilangkan keluhan pasien, tetapi juga menjaga fungsi gigi agar tetap optimal.

          Pentingnya Ditangani oleh Dokter yang Tepat

          Perawatan saluran akar merupakan prosedur yang membutuhkan ketelitian tinggi karena bentuk saluran akar setiap gigi dapat berbeda pada setiap orang. Oleh sebab itu, diagnosis yang akurat, teknologi yang memadai, serta pengalaman dokter menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan perawatan.

          J Smile Dental Clinic menghadirkan layanan konservasi gigi yang ditangani oleh dokter gigi spesialis, didukung peralatan modern serta pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing pasien. Setiap rencana perawatan dijelaskan secara menyeluruh sehingga pasien memahami pilihan terapi yang paling sesuai untuk menjaga kesehatan gigi mereka.

          Konsultasi Sejak Dini, Peluang Menyelamatkan Gigi Lebih Besar

          Semakin cepat infeksi ditemukan, semakin besar peluang gigi dapat dipertahankan tanpa tindakan yang lebih kompleks. Karena itu, pemeriksaan ke dokter gigi sebaiknya tidak menunggu hingga rasa sakit menjadi berat.

          Masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai root canal treatment maupun perawatan gigi lainnya dapat mengunjungi J Smile Dental Clinic yang tersedia di beberapa lokasi di Jakarta.

          J Smile Dental – Kemanggisan
          Jl. Kemanggisan Utama VII No. 68, Jakarta Barat
          📱 0819 270 20 200

          J Smile Dental – Citra Garden II
          Citra Garden II Blok I2 No. 1 (Seberang KFC Citra 2), Jakarta Barat
          📱 0812 8002 2393

          J Smile Dental – Melawai
          Lantai 1 WANGBI Medical Center
          Jl. Melawai Raya No. 67–68, Jakarta Selatan
          (Senin–Jumat pukul 13.00–19.00)
          📱 0818 070 20 200

          Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi konsultasi:
          📧 jsmiledentist@gmail.com

          (Red/Rlls)