Category: Kesehatan

  • Program IVF di Primaya Evasari Hospital Jadi Jawaban Penantian 9 Tahun Rifky Alhabsyi & Istri

    Program IVF di Primaya Evasari Hospital Jadi Jawaban Penantian 9 Tahun Rifky Alhabsyi & Istri

    Mediakawasan.id, Jakarta – Kebahagiaan tengah menyelimuti pasangan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani. Setelah sembilan tahun menanti dan melalui perjuangan panjang menghadapi infertilitas, pasangan ini akhirnya menyambut kelahiran putra pertama mereka, Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi, dengan berat 2,45 kg dan panjang 45 cm, melalui program bayi tabung (IVF) bersama Smart Fertility Clinic dan proses persalinan di Primaya Evasari Hospital.

    Pasangan ini memilih program IVF karena Yulia mengalami gangguan pada saluran reproduksi hingga harus menjalani operasi pengangkatan kedua tuba (salpingektomi). Kondisi tersebut menyebabkan kehamilan secara alami maupun inseminasi tidak memungkinkan, sehingga program bayi tabung menjadi satu-satunya harapan untuk memperoleh kehamilan.

    Keputusan untuk menjalani program IVF sebenarnya sudah dipertimbangkan sejak tahun 2022. Namun, Rifky dan Yulia baru benar-benar mempersiapkan mental dan memulai proses tersebut pada tahun 2025. Program IVF Yulia dimulai pada Februari 2025 melalui prosedur Ovum Pick Up (OPU) dan dilanjutkan dengan Frozen Embryo Transfer (FET) pada September 2025. Dua minggu kemudian, kantong kehamilan mulai terlihat sebagai tanda awal kehidupan baru.

    “Perjalanan kami untuk mendapatkan buah hati bukan proses yang mudah. Selama bertahun-tahun kami belajar untuk tetap kuat, pasrah namun tidak menyerah, dan saling mendukung satu sama lain. Setelah operasi pengangkatan tuba falopi, kami sempat mencari referensi ke 7 dokter dan 1 profesor untuk menjalani program IVF, dan alhamdulillah akhirnya berjodoh dengan Smart Fertility Clinic. Kami juga memilih Primaya Evasari Hospital sebagai tempat persalinan karena sejak awal datang sudah terasa homey, nyaman, dan memiliki layanan yang lengkap. Yang paling membuat kami tenang adalah kami merasa benar-benar didampingi sejak awal program kehamilan hingga proses persalinan,” ujar Rifky.

    Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Primaya Evasari Hospital, dr. Darma Syanty, Sp.OG., Subsp. FER., menjelaskan bahwa setiap pasangan memiliki tantangan fertilitas yang berbeda, namun peluang kehamilan tetap dapat diupayakan melalui pendekatan medis yang tepat.

    “Pada kasus dengan kerusakan tuba yang sudah tidak dapat berfungsi, IVF menjadi pilihan terbaik untuk memperoleh kehamilan. Yang sangat berkesan dari perjalanan Rifky dan Yulia adalah bagaimana mereka menjalani seluruh proses dengan penuh kepasrahan, tetapi tidak pernah kehilangan harapan. Mereka juga mendapat dukungan positif dari keluarga dan orang-orang terdekat, yang sangat berpengaruh terhadap kondisi emosional selama program berlangsung. Padahal dalam kasus ini, hanya ada satu embrio yang berhasil, sehingga kehamilan yang terjadi benar-benar menjadi anugerah yang sangat berarti,” jelasnya.

    CEO Smart Fertility Clinic, dr. Laura Leandra Setiawan, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari perjalanan Rifky dan Yulia dalam mewujudkan impian memiliki buah hati. “Terima kasih kepada Rifky dan Yulia yang telah mempercayakan Smart Fertility Clinic dalam perjalanan mereka. Alhamdulillah, perjuangan panjang tersebut akhirnya berbuah kebahagiaan. Kami berharap kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi para pejuang garis dua bahwa harapan untuk memiliki buah hati selalu ada,” ujarnya.

    Selain keberhasilan program IVF, proses persalinan Yulia juga didukung melalui layanan maternal terintegrasi di Primaya Evasari Hospital. Dalam proses persalinan, pasien mendapatkan metode ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) yang dikombinasikan dengan TAP Block (Transversus Abdominis Plane block) untuk membantu mengurangi nyeri pasca persalinan dan mempercepat proses pemulihan ibu.

    “Saya bahkan bisa ikut mendampingi proses persalinan, sehingga menjadi momen yang sangat berharga bagi kami berdua. Setelah persalinan pun, istri saya tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan selama masa pemulihan, termasuk layanan spa & facial, sehingga Yulia bisa menjalani proses recovery dengan lebih nyaman. Kami sangat bersyukur akhirnya bisa melewati semua proses ini dan menyambut kehadiran buah hati kami,” tambah Rifky.

    Direktur Primaya Evasari Hospital, dr. Wily Kurniady, MARS, menegaskan bahwa layanan kesehatan ibu dan anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Sebagai bagian dari layanan maternal terintegrasi, Primaya Evasari Hospital juga menghadirkan edukasi laktasi, pemeriksaan OAE (Otoacoustic Emissions) untuk bayi baru lahir, vaksinasi awal bayi, hingga pendampingan keluarga selama proses persalinan dan masa pemulihan ibu. “Kami percaya pengalaman pasien tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan tindakan medis, tetapi juga oleh kualitas pendampingan yang diberikan selama proses perawatan. Oleh karena itu, Primaya Hospital Group terus memperkuat layanan Women & Child Center sebagai salah satu layanan unggulan. Kehadiran layanan maternal dan fertility terintegrasi ini diharapkan dapat menjadi harapan baru bagi lebih banyak pasangan yang tengah berjuang mendapatkan buah hati,” tutupnya. (Red/*)

  • RS Premier Bintaro Edukasi Media soal Bedah Bariatrik–Metabolik sebagai Solusi Penanganan Obesitas

    RS Premier Bintaro Edukasi Media soal Bedah Bariatrik–Metabolik sebagai Solusi Penanganan Obesitas

    Mediakawasan.id, Jakarta – Obesitas kini semakin dipahami bukan sekadar persoalan berat badan berlebih atau gaya hidup, melainkan kondisi medis kronis yang berisiko memicu berbagai penyakit serius. Untuk meningkatkan pemahaman tersebut, RS Premier Bintaro menggelar media gathering bertajuk “Mengenal Bedah Bariatrik–Metabolik untuk Obesitas” di PUJA Bumi Kenduri The Trunojoyo, Jakarta Selatan.

    Kegiatan ini menghadirkan dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif konsultan, Dr. dr. Errawan Wiradisuria, yang memaparkan perkembangan penanganan obesitas melalui pendekatan bedah bariatrik–metabolik. Turut hadir pula CEO RS Premier Bintaro, dr. Relia Sari.

    Dalam paparannya, dr. Errawan menjelaskan bahwa obesitas telah dikategorikan sebagai penyakit kronis oleh berbagai organisasi kesehatan dunia, seperti American Medical Association dan Canadian Medical Association. Meski demikian, di Indonesia obesitas masih kerap dipandang sebatas akibat pola makan atau kurang aktivitas fisik.

    “Obesitas bukan hanya persoalan penampilan. Ini adalah penyakit kronis yang dapat memicu komplikasi serius seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, gangguan tidur, hingga menurunkan kualitas hidup seseorang,” jelasnya.

    Ia menerangkan, bedah bariatrik–metabolik merupakan prosedur pembedahan yang bertujuan membantu menurunkan berat badan sekaligus memperbaiki gangguan metabolisme tubuh. Metode ini dinilai lebih efektif dalam jangka panjang, khususnya pada pasien obesitas berat yang tidak mendapatkan hasil optimal melalui diet, olahraga, maupun terapi obat.

    Beberapa manfaat dari tindakan bedah bariatrik di antaranya adalah penurunan berat badan yang signifikan dan bertahan lama, perbaikan kualitas hidup pasien, menurunkan risiko penyakit penyerta, serta membantu mengontrol diabetes, hipertensi, dan kadar kolesterol tinggi.

    Adapun pasien yang dapat menjadi kandidat operasi bariatrik adalah mereka dengan indeks massa tubuh (BMI) di atas 35, atau BMI di atas 30 yang disertai penyakit penyerta terkait obesitas berisiko tinggi. Selain itu, pasien juga perlu memiliki komitmen untuk menjalani perubahan pola hidup sehat serta kontrol kesehatan secara berkelanjutan setelah operasi.

    Dalam sesi edukasi, dr. Errawan juga memaparkan sejumlah teknik bedah bariatrik yang saat ini berkembang, di antaranya Sleeve Gastrectomy, Roux-en-Y Gastric Bypass, One Anastomosis Gastric Bypass, Biliopancreatic Diversion with Duodenal Switch, hingga Sleeve Gastrectomy with Proximal Jejunal Bypass.

    Salah satu prosedur yang banyak dipilih saat ini adalah Laparoscopic Sleeve Gastrectomy (LSG). Teknik ini dinilai relatif lebih sederhana, minim komplikasi, memberikan penurunan berat badan yang cepat, serta masa pemulihan yang lebih singkat.

    Meski demikian, keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada tindakan operasi. Pasien tetap perlu menjalani pola makan yang teratur, konsumsi vitamin sesuai anjuran dokter, olahraga rutin, dan perubahan gaya hidup sehat secara menyeluruh.

    Dr. Errawan juga menyoroti bahwa hingga kini tindakan bedah bariatrik masih belum sepenuhnya didukung pembiayaan asuransi maupun BPJS. Salah satu penyebabnya karena prosedur ini masih sering dianggap sebagai tindakan kosmetik. Padahal, sejak 2013 World Health Organization telah menegaskan bahwa obesitas merupakan penyakit yang hampir selalu berkaitan dengan berbagai penyakit penyerta seperti hipertensi, obstructive sleep apnea, diabetes, hiperlipidemia, gangguan hormonal, batu empedu, hingga nyeri sendi.

    Melalui kegiatan ini, RS Premier Bintaro berharap masyarakat semakin memahami bahwa obesitas merupakan kondisi medis yang dapat ditangani secara tepat melalui pendekatan multidisiplin, termasuk teknologi bedah modern.

    Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat yang mengalami obesitas atau memiliki risiko penyakit penyerta untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis agar mendapatkan evaluasi serta penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing. (Red/*)

  • Primaya Hospital Perkuat Ekosistem Layanan Kesehatan Terintegrasi di Tengah Pertumbuhan Positif 2025 Hingga Kuartal 1 2026 

    Primaya Hospital Perkuat Ekosistem Layanan Kesehatan Terintegrasi di Tengah Pertumbuhan Positif 2025 Hingga Kuartal 1 2026 

    Mediakawasan.id, Jakarta – Primaya Hospital Group (PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk; IDX: PRAY) melanjutkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025 hingga Kuartal 1 2026. Pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi jaringan rumah sakit, peningkatan kapasitas layanan, inovasi medis, serta transformasi digital yang semakin memperluas akses kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

    Disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada 22 Mei 2026, Primaya Hospital mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 16% sepanjang 2025, dengan EBITDA tumbuh 20% dan laba bersih meningkat 9%. Pertumbuhan ini didukung peningkatan layanan rawat inap dan rawat jalan, pengembangan rumah sakit baru seperti Primaya Hospital Kelapa Gading, RS Ukrida Jakarta, dan RS FMC Bogor, serta penguatan kinerja sejumlah rumah sakit existing di berbagai wilayah Indonesia.

    Selain memperluas jaringan rumah sakit, Primaya Hospital terus memperkuat ekosistem layanan kesehatan melalui pengembangan layanan telemedicine LinkSehat, homecare KavaCare, Smart Fertility Clinic, EyeQu Lasik & Eye Center, serta sistem informasi rumah sakit Sismedika. Hingga akhir 2025, Primaya Hospital Group telah mengelola 20 rumah sakit, 11 laboratorium klinik, dan berbagai layanan kesehatan terintegrasi di Indonesia.

    Transformasi digital dan penguatan keberlanjutan terus dilakukan. Melalui Primaya Apps, Sasya (AI Chatbot), integrasi sistem dengan berbagai mitra strategis, serta implementasi program ESG seperti efisiensi energi dan pemanfaatan PLTS. Di sisi lain, Primaya Hospital tetap mengedepankan layanan berpusat pada pasien melalui berbagai pilihan akses layanan, termasuk Contact Center 1 500-007 untuk komunikasi langsung sesuai kebutuhan pasien.

    Momentum pertumbuhan berlanjut pada Kuartal 1 2026, dengan Primaya Hospital mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 27% dan EBITDA 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan rumah sakit baru, peningkatan kinerja sejumlah rumah sakit existing, serta pertumbuhan unit non-rumah sakit seperti Westerindo dan Smart Fertility Clinic.

    Leona A. Karnali, CFA, FRM selaku CEO Primaya Hospital Group, mengatakan “Kami percaya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, terpercaya, dan mudah diakses akan terus berkembang. Karena itu, Primaya Hospital terus memperkuat kapasitas layanan, menghadirkan inovasi medis dan digital, serta membangun ekosistem layanan kesehatan yang semakin terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.”

    Di sisi layanan medis, Primaya Hospital terus memperkuat kualitas layanan melalui inovasi dan pengembangan teknologi kesehatan. Di tahun 2025, Primaya Hospital Bekasi Timur telah mengantongi predikat Diamond. Lalu pada Kuartal 1 2026, beberapa rumah sakit meraih penghargaan World Stroke Organization (WSO) Angels Awards, yaitu Primaya Hospital Bekasi Barat (Diamond), Primaya Hospital Depok (Platinum), dan Primaya Hospital Bekasi Utara (Gold), yang semakin memperkuat komitmen Primaya Hospital sebagai rumah sakit yangstroke-ready.

    Selain itu, Primaya juga menghadirkan layanan rehabilitasi robotik untuk cedera menggunakan teknologi Cyberdyne HAL, serta layanan HIPEC (Hyperthermic Intraperitoneal Chemotherapy) untuk penanganan kanker rongga perut sebagai bagian dari pengembangan layanan unggulan berbasis teknologi medis terkini.

    Primaya Hospital juga telah dipercaya oleh lebih dari 50 perusahaan asuransi dan menjadi jaringan Preferred Hospitalbagi berbagai perusahaan asuransi terkemuka, seperti Prudential, Allianz, AIA, Manulife, MSIG Life, BCA Life, Panin Dai-ichi Life, Equity Life hingga Yakes Pertamina.

    Dari sisi sumber daya manusia, Primaya Hospital Group kembali meraih predikat Great Place to Work selama dua tahun berturut-turut dari tahun 2025. Pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang positif, kolaboratif, dan mendukung pertumbuhan karyawan secara berkelanjutan.

    Ke depan, Primaya Hospital menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15–20% dan EBITDA sebesar 20–25% pada tahun 2026, seiring fokus perusahaan pada ekspansi jaringan rumah sakit, penguatan layanan unggulan, dan transformasi digital. Sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan, Primaya Hospital juga akan melanjutkan ekspansi melalui pembukaan gedung baru Primaya Hospital PGI Cikini dan Primaya Hospital BSD.

    “Melalui penguatan layanan, inovasi berkelanjutan, dan pengembangan ekosistem kesehatan yang terintegrasi, Primaya Hospital berkomitmen untuk terus tumbuh bersama kebutuhan masyarakat Indonesia,” tutup Leona. (Red/rlls)

  • Bedah Onkologi Hadir di RSU Tangsel, Pasien Kanker Kini Bisa Ditangani dengan BPJS

    Bedah Onkologi Hadir di RSU Tangsel, Pasien Kanker Kini Bisa Ditangani dengan BPJS

    Mediakawasan.id, Pamulang – Warga Tangerang Selatan kini tak perlu lagi jauh-jauh mencari layanan operasi kanker. RSU Kota Tangerang Selatan resmi membuka pelayanan bedah onkologi yang sudah dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan mulai 25 Mei 2026. Kehadiran layanan ini diharapkan mempermudah pasien kanker mendapatkan penanganan lebih cepat tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.

    Pelayanan tersebut ditangani langsung dokter subspesialis bedah onkologi, dokter Randi Dwiyanto. Ia mengatakan, layanan bedah onkologi sebenarnya sudah mulai dipersiapkan sejak akhir 2025, namun baru bisa berjalan penuh setelah seluruh proses kredensial BPJS Kesehatan rampung.

    “Mulai hari ini pelayanan bedah onkologi sudah bisa dilakukan dan sudah bisa ditangani menggunakan BPJS Kesehatan,” ujar dokter Randi.

    Ia menjelaskan, layanan tersebut menangani berbagai jenis tumor solid, baik jinak maupun ganas. Beberapa kasus yang paling sering ditemui di antaranya kanker payudara, tumor tiroid atau gondok, kanker kelenjar ludah, kanker rongga mulut seperti kanker lidah, kanker kulit, hingga kanker jaringan lunak atau sarkoma.

    Menurutnya, selama ini banyak pasien kanker asal Tangsel harus menjalani rujukan ke rumah sakit besar di luar daerah seperti RS Fatmawati maupun RS Dharmais untuk mendapatkan tindakan operasi kanker.

    Dengan hadirnya layanan bedah onkologi di RSU Tangsel, pasien diharapkan dapat memperoleh penanganan lebih dekat dan lebih mudah dijangkau.

    “Selama ini banyak pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain seperti Fatmawati atau Dharmais. Mudah-mudahan sekarang bisa membantu masyarakat Tangsel agar tidak perlu jauh-jauh berobat,” katanya.

    Dokter Randi menyebut dirinya menjadi dokter subspesialis bedah onkologi pertama di lingkungan RSUD Kota Tangsel. Ke depan, layanan tersebut juga akan terintegrasi dengan RSU Serpong Utara dan RSU Pondok Aren melalui sistem rujukan pelayanan kesehatan.

    Ia menambahkan, saat ini pasien bahkan sudah bisa memperoleh rujukan langsung dari puskesmas menuju layanan bedah onkologi di RSU Tangsel karena sistem BPJS telah terhubung secara daring.

    “Kalau sebelumnya harus lewat spesialis bedah umum dulu, sekarang sudah bisa langsung dirujuk ke bedah onkologi,” jelasnya.

    Selain membuka layanan operasi kanker, RSU Tangsel juga tengah dipersiapkan menjadi rumah sakit rujukan program KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi) dari Kementerian Kesehatan.

    Melalui program tersebut, rumah sakit nantinya akan mendapat tambahan fasilitas penunjang penanganan kanker, mulai dari alat imunohistokimia, mammografi, hingga layanan kemoterapi.

    Saat ini, pelayanan yang sudah tersedia meliputi tindakan operasi kanker dengan dukungan fasilitas penunjang seperti CT Scan serta dokter spesialis patologi anatomi.

    Dokter Randi turut mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan benjolan yang muncul pada tubuh. Sebab, deteksi dini menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker.

    “Semakin cepat terdeteksi dan ditangani pada stadium awal, maka angka harapan hidup pasien akan semakin baik,” ungkapnya.

    Untuk pelayanan poli bedah onkologi, dokter Randi membuka praktik di RSU Tangsel setiap Senin dan Kamis mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. (Adv)

  • Kecepatan Menjadi Kunci Penyelamatan Nyawa pada Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern

    Kecepatan Menjadi Kunci Penyelamatan Nyawa pada Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern

    Mediakawasan.id, Tangerang – Penyakit aorta merupakan salah satu kondisi kardiovaskular paling berbahaya yang membutuhkan diagnosis dan penanganan cepat. Keterlambatan penanganan dalam hitungan jam dapat meningkatkan risiko kematian secara signifikan, terutama pada kasus acute aortic dissection. Melihat tantangan tersebut, Siloam Hospitals Lippo Village terus memperkuat kapabilitas layanan penanganan aorta kompleks melalui pendekatan multidisiplin dan teknologi bedah modern.

    Dalam media gathering bertajuk “Kecepatan Menyelamatkan Nyawa: Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern”, dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV(K), FIHA, FICA, Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak & Vaskular Siloam Hospitals Lippo Village menjelaskan bahwa penyakit aorta sering kali datang sebagai kondisi gawat darurat dengan risiko fatal yang sangat tinggi apabila tidak segera ditangani.

    Aortic dissection merupakan kondisi ketika lapisan dinding aorta robek dan darah masuk ke lapisan pembuluh darah. Pada fase akut, risiko kematian dapat meningkat sekitar 1–2% setiap jam dalam 24–48 jam pertama apabila tidak mendapatkan penanganan,” jelas dr. Dicky.

    Aorta sendiri merupakan pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Gangguan pada aorta seperti aneurisma aorta maupun diseksi aorta dapat berkembang tanpa gejala yang jelas hingga akhirnya menimbulkan kondisi yang mengancam jiwa. Secara global, insidensi acute aortic syndromes mencapai sekitar 4,8 per 100.000 orang per tahun, sementara beban penyakit aneurisma aorta di Indonesia juga terus meningkat.

    Di Indonesia, dari lebih dari 2.500 rumah sakit, hanya sekitar 120–150 rumah sakit yang memiliki layanan bedah jantung. Namun, untuk penanganan aorta kompleks, hanya sedikit rumah sakit yang memiliki kemampuan komprehensif dan pengalaman menangani kasus dengan tingkat kesulitan tinggi. Siloam Hospitals Lippo Village menjadi salah satu rumah sakit yang mampu menangani kasus aorta kompleks, termasuk kondisi kritis yang membutuhkan tindakan cepat, teknologi modern, dan kolaborasi multidisiplin.

    dr. Dicky menekankan bahwa keberhasilan penanganan kasus aorta tidak hanya ditentukan oleh satu dokter atau satu prosedur, melainkan oleh kesiapan sistem pelayanan secara menyeluruh. Penanganan optimal membutuhkan koordinasi cepat antara Unit Gawat Darurat, radiologi, dokter bedah, anestesi, ICU, tim kardiologi hingga rehabilitasi dalam satu protokol yang terintegrasi. Memasuki lebih dari 30 tahun pelayanan kesehatan di Indonesia, Siloam Hospitals Lippo Village terus memperkuat kapabilitas layanan kardiovaskular kompleks dengan pengalaman menangani lebih dari 40.000+ kasus kompleks secara multidisiplin.

    Siloam Hospitals Lippo Village saat ini menjadi salah satu rumah sakit di Indonesia yang mengimplementasikan teknik Frozen Elephant Trunk (FET), sebuah teknik bedah modern untuk menangani kasus aorta kompleks yang melibatkan area dada hingga perut. Teknik ini menjadi salah satu standar emas terbaru dalam penanganan bedah aorta modern.

    Selain teknik bedah terbuka dan FET, Siloam Hospitals Lippo Village juga didukung oleh layanan Endovascular Aortic Repair (EVAR/TEVAR), ICU kardiovaskular khusus pascaoperasi, CT Scan kardiovaskular 24 jam, serta tim multidisiplin terintegrasi yang terdiri dari spesialis bedah, kardiologi, anestesi, radiologi, dan intensive care.

    Melalui penguatan layanan Aortic & Advanced Cardiovascular Center, Siloam Hospitals Lippo Village berharap dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan penanganan aorta kompleks berstandar tinggi di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat pada penyakit kardiovaskular yang mengancam jiwa. (Red/*)

  • Revolusi Penanganan Nyeri Tanpa Bedah: Klinik Utama GP+ Hadirkan Standar Emas Singapore Paincare ke Indonesia

    Revolusi Penanganan Nyeri Tanpa Bedah: Klinik Utama GP+ Hadirkan Standar Emas Singapore Paincare ke Indonesia

    Mediakawasan.id, Jakarta – Nyeri kronis seringkali menjadi “penjara” fisik yang menghambat produktivitas dan kualitas hidup setiap pribadi aktif. Menjawab tantangan tersebut, Klinik Utama GP+ Medical & Paincare (managed by Singapore Paincare) resmi meluncur hari ini, menghadirkan terobosan medis yang mendefinisikan ulang standar penanganan nyeri di Indonesia: solusi tuntas tanpa operasi melalui metodologi minimal invasif yang telah teruji secara global.

    Sebagai klinik nyeri berstandar Singapura yang kini hadir di Kebon Jeruk, Klinik Utama GP+ Medical & Paincare siap melayani pasien dengan gejala nyeri sendi atau otot, baik akut maupun kronis. Layanan spesialisasi mencakup penanganan presisi untuk saraf kejepit, nyeri punggung bagian bawah (low back pain), nyeri lutut (knee pain), nyeri leher & bahu (Neck & Shoulder Pain), serta berbagai gangguan nyeri sendi, otot, dan tulang lainnya.

    Kemitraan strategis ini membawa langsung seluruh sistem dan keahlian dari Singapore Paincare sebagai pemimpin pasar manajemen nyeri di Asia ke Indonesia. Seluruh protokol medis dikembangkan secara eksklusif oleh Dr. Bernard Lee, MBBS, Pendiri dan Group CEO Singapore Paincare, konsultan dan pakar paincare yang dikenal luas dalam mentransformasi cara dunia menangani nyeri.

    Dalam sambutannya, Prof. DR. dr. James Tangkudung, Sportmedicine Sp., M.Pd., Autogenic Therapy, Hypnotherapist. selaku Non Executive Director Chairman Medical Board, mengagumi dan mengakui skil “kung fu” Dr. Bernard Lee, MBBS serta menyambut baik dan mendukung skil tersebut untuk memberikan pilihan solusi bagi lansia dan pasien lainnya yang mengharapkan kesembuhan dengan metode minimal invasif tanpa pembedahan

    ​“Kami hadir bukan hanya untuk menawarkan perawatan, tetapi memberikan kembali kebebasan bergerak bagi pasien tanpa rasa takut akan meja operasi. Melalui Klinik Utama GP+ Medical & Paincare, masyarakat kini memiliki akses langsung ke metodologi manajemen nyeri tingkat lanjut dari Singapura yang mengedepankan keamanan dan pemulihan tanpa masa penyembuhan yang panjang,” tegas Dr. Bernard Lee, MBBS.

    Dr. dr. Rudy Susanto, BSBio, MD, DBA-HCML, FSPCA, Direktur Eksekutif dan Chief of Trainer Dokter Paincare Klinik Utama GP+ Medical & Paincare menambahkan, “Kehadiran kami di Kebon Jeruk adalah jawaban bagi individu dinamis yang menolak berkompromi dengan rasa sakit. Dengan membawa standar emas Singapore Paincare, kami menghadirkan harapan baru bahwa hidup bebas nyeri kronis kini bisa dicapai tanpa prosedur bedah invasif.”

    Klinik Utama GP+ Medical & Paincare membedakan diri melalui akurasi diagnosis menggunakan metode Painostic untuk mengidentifikasi sumber nyeri hingga ke titik terdalam. Setiap tindakan dijalankan oleh Paincare Doctor profesional yang telah menyelesaikan program Fellowship resmi di Singapore Paincare Academy.

    Beberapa metode unggulan yang ditawarkan meliputi: Painostic, merupakan sistem asesmen nyeri mutakhir untuk mengidentifikasi sumber nyeri hingga ke titik terdalam secara akurat; ​Myospan & Injeksi Coreflex, yaitu metode presisi untuk mengeliminasi ketegangan otot kronis dan memulihkan fungsi saraf yang terganggu) dan ​Injeksi Intra Artikular & PRP (Platelet Rich Plasma) yaitu sinergi terapi regeneratif untuk mengatasi peradangan sendi dan mempercepat pemulihan jaringan secara alami.

    Sosok health enthusiast Shahnaz Haque, yang turut hadir, menekankan, “Mobilitas adalah aset terbesar saya.” Shahnaz merupakan pelanggan setia yang telah merasakan dan membuktikan sendiri manfaat dari metode penanganan di Klinik Utama GP+ Medical & Paincare. “Solusi minimal invasif di klinik ini adalah game-changer bagi siapa pun yang ingin tetap aktif di segala usia tanpa batasan rasa nyeri,” tutup sang presenter kenamaan dan pemerhati gaya hidup sehat yang tetap memiliki mobilitas tinggi dalam menjalankan berbagai perannya sebagai tokoh publik serta aktivis kemanusiaan. (Red/rlls)

  • Kalyce Aesthetic Clinic Resmi Dibuka di RS Tria Dipa, Utamakan Keamanan dan Layanan Estetika Terintegrasi

    Kalyce Aesthetic Clinic Resmi Dibuka di RS Tria Dipa, Utamakan Keamanan dan Layanan Estetika Terintegrasi

    Mediakawasan.id, Jakarta – Tren perawatan estetika yang terus berkembang di Indonesia mendorong kebutuhan masyarakat terhadap layanan kecantikan yang tidak hanya modern, tetapi juga aman dan terstandarisasi. Menjawab kebutuhan tersebut, Kalyce Aesthetic Clinic resmi hadir di kawasan Rumah Sakit Tria Dipa, Jakarta Selatan, menghadirkan konsep klinik estetika premium yang terintegrasi dengan fasilitas rumah sakit.

    Kehadiran Kalyce menawarkan kombinasi layanan plastic surgery, dermatologi, dan aesthetic treatment dengan dukungan teknologi terkini serta pemeriksaan medis menyeluruh sebelum tindakan. Konsep ini diklaim menjadi nilai lebih karena pasien dapat menjalani konsultasi, pemeriksaan laboratorium, hingga tindakan dalam satu lokasi tanpa perlu berpindah tempat.

    Menurut dr. Kevin Leonard Suryadinata, Sp.BP-RE, keamanan pasien menjadi prioritas utama dalam setiap prosedur yang dilakukan.

    “Pemeriksaan sebelum operasi bukan hanya formalitas. Kami memastikan pasien benar-benar dalam kondisi aman, mulai dari cek laboratorium, jantung, hingga penyakit bawaan yang harus terkontrol sebelum tindakan,” ujarnya.

    Berlokasi di Jl. Raya Pasar Minggu No.3A, Pancoran, Jakarta Selatan, Kalyce menjadi klinik pertama yang beroperasi eksklusif di lingkungan RS Tria Dipa dengan dukungan fasilitas medis lengkap.

    Kalyce menghadirkan berbagai prosedur bedah estetik seperti rhinoplasty, blepharoplasty, facelift, liposuction, tummy tuck, hingga breast augmentation. Sementara layanan non-bedah mencakup perawatan dermatologi modern dengan teknologi seperti CO2 Laser, Potenza RF Microneedling, Ultraformer MPT, Pico Laser, hingga XERF, teknologi lifting terbaru dari Korea Selatan yang diklaim pertama hadir di Jakarta.

    Didukung lima dokter spesialis bedah plastik dan dermatologi berpengalaman, Kalyce menargetkan menjadi pilihan baru bagi masyarakat yang mencari layanan estetika premium dengan standar medis tinggi dan pendekatan hasil natural. (Red/*)

  • Tantangan Terbesar Penanganan Turner Syndrome Ada pada Keterlambatan Diagnosis

    Tantangan Terbesar Penanganan Turner Syndrome Ada pada Keterlambatan Diagnosis

    Mediakawasan.id, Jakarta – Dalam penanganan Turner Syndrome, musuh terbesar sering kali bukan kondisi genetiknya, melainkan waktu yang terlewat. Banyak pasien baru terdiagnosis saat memasuki usia remaja, ketika peluang intervensi optimal sudah semakin sempit.

    Hal ini menjadi sorotan dalam Patient Gathering Turner Syndrome bertema “Mengenali Lebih Dini, Merawat Lebih Baik” yang digelar Rumah Sakit Pondok Indah bersama Yayasan Kesehatan Anak Global. Para dokter menekankan bahwa keterlambatan diagnosis berdampak langsung pada efektivitas terapi, terutama terkait pertumbuhan dan perkembangan pubertas.

    dr. Ghaisani Fadiana, Sp.A, Subsp.End (K) menjelaskan bahwa tanda-tanda Turner Syndrome sebenarnya sudah bisa dikenali sejak dini, bahkan sejak bayi. Namun, kurangnya kesadaran membuat banyak kasus luput dari perhatian.

    “Sering kali anak dianggap pendek karena faktor keturunan, atau ditunggu sampai pubertas dengan harapan akan mengejar. Padahal itu tidak selalu terjadi,” ujarnya.

    Padahal, fase anak-anak menyumbang porsi terbesar dalam pertumbuhan tinggi badan, yakni sekitar 40 persen. Ketika intervensi terlambat, peluang untuk mengoptimalkan tinggi badan pun ikut menyusut.

    Menurutnya, terapi hormon pertumbuhan dapat memberikan tambahan tinggi badan sekitar 5 hingga 8 cm, terutama jika dimulai sejak usia dini dan dilakukan dalam jangka waktu yang cukup panjang.

    “Semakin cepat dimulai, hasilnya akan semakin optimal. Bahkan idealnya sebelum usia dua tahun jika sudah terlihat adanya perlambatan pertumbuhan,” jelasnya.

    Namun di lapangan, banyak pasien baru datang pada usia sekitar 15 tahun. Pada fase ini, pilihan terapi menjadi lebih kompleks karena pertumbuhan mulai terbatas, sementara pubertas belum terjadi.

    Situasi ini, menurut Prof. Dr. Aman Pulungan, Sp.A, Subsp.End (K), menuntut dokter untuk mengambil pendekatan yang lebih adaptif.

    “Kita harus melihat kondisi secara menyeluruh. Selama masih ada kecepatan pertumbuhan, terapi hormon pertumbuhan tetap bisa diberikan, tapi tidak bisa disamakan dengan pasien yang datang lebih awal,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pemberian hormon seks seperti estrogen juga tidak boleh ditunda terlalu lama, karena berperan penting tidak hanya dalam perkembangan pubertas, tetapi juga kesehatan tulang.

    “Banyak orang tua khawatir estrogen akan langsung menutup pertumbuhan. Padahal pada fase awal, justru bisa membantu meningkatkan pertumbuhan sebelum akhirnya menutup lempeng tulang,” jelasnya.

    Sementara itu, Dr. dr. Kanadi Sumapradja, Sp.OG, Subsp.FER, M.Sc mengingatkan bahwa Turner Syndrome bukan kondisi yang bisa disembuhkan, sehingga penanganannya harus berkelanjutan.

    “Ini bukan terapi jangka pendek. Kita berbicara tentang kualitas hidup pasien dalam jangka panjang, termasuk aspek reproduksi dan kesehatan secara keseluruhan,” katanya.

    Ia juga menekankan pentingnya pemahaman yang tepat di masyarakat agar terapi hormon tidak disalahartikan sebagai upaya “penyembuhan”.

    “Yang kita lakukan adalah menggantikan hormon yang tidak bisa diproduksi tubuh, bukan memperbaiki kromosomnya,” tegasnya.

    Melalui forum ini, para ahli berharap masyarakat dan tenaga medis dapat lebih peka terhadap tanda-tanda awal Turner Syndrome, sehingga tidak lagi kehilangan waktu berharga dalam penanganannya.

    Sebab dalam kasus ini, setiap tahun yang terlewat bukan sekadar angka, melainkan peluang yang ikut memudar. (Red/*)

  • Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

    Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

    Mediakawasan.id, Jakarta – Inovasi terbaru di bidang kesehatan pendengaran, Cochlear Ltd dengan bangga menghadirkan teknologi ini ke Indonesia, yang dapat memberikan manfaat bagi para pengguna implan koklea selama bertahun-tahun ke depan.

    Karena implan koklea pintar terbaru, Cochlear™ Nucleus® Nexa™ System, memungkinkan pengguna untuk tetap terhubung dengan perkembangan teknologi masa depan melalui pembaruan perangkat lunak langsung pada alat implan.

    Berbeda dengan teknologi sebelumnya, sistem ini merupakan implan koklea pertama yang dilengkapi dengan memori internal dan firmware yang dapat diperbarui. Sehingga pengguna dapat mengakses inovasi baik melalui prosesor suara maupun implan itu sendiri, dan memungkinkan akses terhadap lebih banyak inovasi seiring waktu.

    Ashish Joshi — Marketing Director, Cochlear (Asian Growth Markets), menyampaikan: “Nexa System merupakan implan koklea pintar pertama dan satu-satunya di dunia yang menghadirkan terobosan signifikan dalam solusi pendengaran. Cochlear bangga dapat menghadirkan inovasi ini di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperluas akses terhadap teknologi pendengaran yang lebih canggih dan berkelanjutan.”

    Melalui inovasi ini, kami berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para pengguna, sekaligus mendukung transformasi dalam penanganan gangguan pendengaran di Indonesia.

    Sebagai distributor resmi di Indonesia, Kasoem Hearing Center menyambut hadirnya inovasi ini sebagai langkah besar dalam meningkatkan layanan bagi masyarakat dengan gangguan pendengaran.

    Adanya sistem yang dapat terus diperbarui, pasien tidak hanya mendapatkan solusi untuk saat ini, tetapi juga akses terhadap inovasi di masa depan. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik dan berkelanjutan bagi pasien di Indonesia.

    Salah satu keunggulan utama dari Nucleus Nexa System ini adalah kemampuan untuk menyimpan pengaturan prosesor suara secara personal (MAP’s) di dalam implan sehingga pasien dapat kembali terhubung dengan cepat jika membutuhkan prosesor suara baru atau pengganti.

    Di Indonesia, implementasi teknologi ini telah dilakukan melalui prosedur operasi pertama di Siloam Hospitals Lippo Village.

    dr. Eko Teguh Prianto, Sp.THT-KL, sebagai dokter yang melakukan tindakan operasi, menjelaskan: “Nucleus Nexa System merupakan inovasi terbaru implan koklea yang dapat memberikan kualitas pendengaran yang lebih optimal untuk jangka panjang pada pasien dengan gangguan pendengaran. Hal ini tentunya dapat meningkatkan kualitas hidup para pengguna. Tidak kalah penting, sistem ini didukung oleh tingkat keandalan implan yang telah terbukti tinggi, mencapai 99,76%, sehingga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi pengguna.”

    Sementara itu, perwakilan dari Siloam Hospitals Lippo Village, Alexander Mutak menjelaskan: “Kami bangga dapat menjadi bagian dari pengenalan teknologi implan koklea pintar di Indonesia. Inovasi ini membuka peluang lebih luas bagi pasien dengan gangguan pendengaran untuk mendapatkan penanganan yang lebih modern dan efektif.”

    Secara global, gangguan pendengaran masih menjadi tantangan besar, dengan ratusan juta orang terdampak. Teknologi implan koklea berperan penting dalam membantu meningkatkan kejelasan suara dengan cara merangsang langsung saraf pendengaran, berbeda dengan alat bantu dengar yang hanya memperkuat suara.

    Hadirnya Cochlear™ Nucleus® Nexa™ System di Indonesia diharapkan membuka peluang baru bagi pasien untuk mendapatkan kualitas pendengaran yang lebih modern dan efektif. (Red/rlls)

  • FS Regenera Resmi Hadir sebagai Global Ultra-Premium Aesthetic dan Regenerative Clinic Pertama di Indonesia

    FS Regenera Resmi Hadir sebagai Global Ultra-Premium Aesthetic dan Regenerative Clinic Pertama di Indonesia

    Mediakawasan.id, Jakarta – FS Regenera resmi hadir sebagai global clinic estetika dan kesehatan regeneratif ultra-premium pertama di Indonesia, menghadirkan standar layanan regeneratif kelas dunia yang selama ini hanya tersedia di pusat medis global. Berlokasi di Biomedical Campus, BSD City, dalam kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) BSD, FS Regenera mengintegrasikan keahlian medis terdepan dari Jerman, Korea Selatan, dan Singapura dalam satu ekosistem perawatan berbasis sains.

    Mengusung pendekatan menyeluruh untuk reverse aging, regenerative medicine, dan optimalisasi kualitas hidup jangka panjang, FS Regenera menjawab meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan lanjutan dan solusi longevity. Pergeseran gaya hidup global kini tidak lagi berfokus pada usia kronologis semata, melainkan pada kualitas hidup, vitalitas, dan fungsi biologis jangka panjang yang dapat dicapai melalui pendekatan medis berbasis bukti ilmiah.

    Sejalan dengan visi tersebut, dr. Fredi Setyawan, Founder FS Regenera, menegaskan bahwa kehadiran FS Regenera berangkat dari kebutuhan akan standar layanan regeneratif kelas dunia yang dapat diakses langsung di Indonesia.

    “FS Regenera dibangun di titik pertemuan antara kebutuhan akan longevity, perawatan regeneratif, dan kepemimpinan medis global. Kami ingin membawa standar perawatan internasional yang selama ini dicari ke luar negeri, kini hadir di Indonesia,” ujar dr. Fredi Setyawan.

    Indonesia saat ini tengah memasuki fase transformasi demografi, dengan proporsi penduduk berusia di atas 60 tahun mendekati 12 persen dan terus meningkat seiring bertambahnya angka harapan hidup. Di sisi lain, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat outbound medical tourism yang tinggi. Hampir dua juta warga Indonesia tercatat melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mendapatkan layanan medis dan estetika pada 2022, berkontribusi pada kebocoran ekonomi nasional. Secara global, pasar medical tourism diproyeksikan tumbuh signifikan dari USD 144,5 miliar pada 2024 menjadi USD 704,8 miliar pada 2033.

    Menjawab tantangan tersebut, FS Regenera menghadirkan global clinic standard melalui model layanan terintegrasi yang mencakup diagnostik komprehensif, program regeneratif yang dipersonalisasi, estetika regeneratif, hingga opsi bedah tingkat lanjut. Seluruh layanan didukung fasilitas medis berstandar internasional, mulai dari laboratorium terapi stem cells dan regeneratif, ruang operasi berstandar rumah sakit global, hingga ruang perawatan estetika lanjutan.

    Keahlian estetika regeneratif non-bedah kelas dunia turut diperkuat melalui kolaborasi dengan Dr. Kwon Han Jin dari Korea Selatan, yang dikenal akan pendekatan presisi dalam peremajaan kulit, stimulasi kolagen, dan hasil natural tanpa prosedur invasif. Kolaborasi ini diperluas melalui kerja sama dengan VLif Plastic Surgery, klinik bedah plastik ternama asal Korea Selatan yang berfokus pada structural rejuvenation dan vitalitas jangka panjang.

    Melengkapi spektrum layanan tersebut, keahlian bedah plastik kelas dunia dari Singapura dihadirkan melalui Dr. Matthew Yeo, Direktur Medis Picasso Plastic Surgery. Dengan sertifikasi dewan bedah Singapura dan Eropa serta pengalaman pelatihan internasional, Dr. Yeo memastikan setiap prosedur estetika dan rekonstruktif di FS Regenera dijalankan sesuai standar global tertinggi.

    Seluruh pengalaman perawatan di FS Regenera dilengkapi dengan layanan VIP dan concierge eksklusif, tingkat kerahasiaan tinggi, serta standar privasi internasional. Pendekatan ini dirancang khusus bagi individu ultra-high-net-worth dari Indonesia maupun mancanegara yang mengutamakan optimalisasi kesehatan, longevity, dan kualitas hidup berbasis sains.

    Dengan menghadirkan layanan terintegrasi kelas dunia di dalam negeri, FS Regenera tidak hanya menjawab kebutuhan pasien Indonesia yang selama ini mencari perawatan ke luar negeri, tetapi juga membuka peluang bagi international medical tourism, memperkuat ekosistem kesehatan nasional, serta mendukung ambisi Indonesia menjadi pusat regional layanan medis berstandar internasional.

    Menutup pernyataannya, dr. Fredi Setyawan menegaskan bahwa FS Regenera hadir sebagai penanda era baru layanan kesehatan di Indonesia.

    “Dengan mengintegrasikan kepemimpinan medis dari Jerman, Korea Selatan, dan Singapura di KEK BSD, FS Regenera bukan sekadar klinik, melainkan destinasi kesehatan dan longevity kelas dunia yang memang sudah selayaknya dimiliki Indonesia,” pungkasnya. (Red/*)