Category: Kesehatan

  • Layanan Jantung Komprehensif dan Eksklusif BraveHeart Brawijaya Hospital Saharjo Luncurkan House of Rythm

    Layanan Jantung Komprehensif dan Eksklusif BraveHeart Brawijaya Hospital Saharjo Luncurkan House of Rythm

    Mediakawasan.id, Jakarta – Layanan jantung terpadu, Center of Excellence (COE) BraveHeart Brawijaya Hospital Saharjo senantiasa memberikan layanan terbaik penanganan pasien jantung. Pusat layanan yang mengusung Konsep “one stop solution” untuk kesehatan jantung dan bedah toraks yang menonjolkan eksklusivitas dan kelengkapan layanan di satu lokasi.

    Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP (K), Sp.PD, FACC, FSCAI, FAPHRS, FHRS, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Brawijaya Hospital sekaligus Chairman BraveHeart Brawijaya Saharjo menjelaskan, bahwa seluruh proses mulai dari registrasi, konsultasi, pemeriksaan penunjang seperti treadmill, echo, lab bahkan ruang katheterisasi (CAG) hingga pembayaran dapat dilakukan cukup di satu tempat, yakni di BraveHeart Brawijaya Hospital Lantai 8. “Pasien tidak perlu mobilitas tinggi ke lantai lain. Semua petugas yang datang kepada pasien,” ujarnya, saat ditemui pada Jumat, (27/01).

    Lanjutnya, layanan ini komprehensif karena mencakup penanganan untuk semua usia, mulai dari anak hingga dewasa, dengan tim yang terdiri dari: dokter spesialis anak konsultan jantung, dokter spesialis jantung dewasa, dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular (BTKV) anak dan dewasa, jadi seluruh range usia.

    “Total ada 14 dokter yang berasal dari institusi pendidikan dan kesehatan ternama seperti RSCM dan Harapan Kita,” imbuh dr. Yamin.

    “Selain itu, BraveHeart juga mengintegrasikan layanan jantung mulai dari pencegahan, pengobatan, tindakan hingga rehabilitasi jantung (kardio rehab) untuk orang sehat, atlet, maupun pasien pasca-operasi agar dapat kembali beraktivitas dengan optimal,” tambah dr. Yamin.

    Menurut dr. Yamin teknologi terkini menjadi salah satu keunggulan layanan BraveHeart Brawijaya Hospital Saharjo.

    “High Quality PCI (pemasangan ring pada penyakit jantung koroner) dengan modalitas lengkap. IVUS (seperti USG pembuluh darah), rotablator dan IVL (mengikis plak dan kalsifikasi kalsifikasi pembuluh darah). BraveHeart Brawijaya juga dilengkapi dengan fasilitas terbaru dengan mesin CT Scan dan MRI jantung dengan spesifikasi tercanggih di kelasnya,” ungkap dr. Yamin.

    Sejak berdiri pada 2024, BraveHeart telah menangani lebih dari 1.000 pasien rawat jalan dan melakukan 250 tindakan dalam 1,5 tahun. Tindakan terbanyak adalah pemasangan ring (PCI) diikuti oleh ablasi untuk gangguan irama jantung, intervensi vaskular, bypass, dan bedah jantung anak.

    Untuk pasien darurat jantung, layanan tersedia 24 jam melalui IGD rumah sakit yang akan ditangani langsung oleh tim BraveHeart. Poliklinik beroperasi dari pukul 08.00 hingga 21.00.

    House of Rythm Brawijaya Hospital Saharjo

    Kian melengkapi layanannya, BraveHeart Brawijaya Hospital Saharjo kembali meluncurkan program House of Rythm, yakni layanan khusus bagi pasien gangguan irama jantung seperti Atrial Fibrillation (AF) atau gangguan irama jantung lainnya.

    dr. Simon Salim, Konsultan Elektrofisiologi Brawijaya Hospital Saharjo, sekaligus director dari House of Rythm memperingatkan bahaya Atrial Fibrillation (AF) atau gangguan irama jantung yang bisa bergejala atau tanpa gejala, namun dapat meningkatkan risiko stroke hingga 3-5 kali lipat.

    Menurut dr. Simon. AF banyak terjadi pada usia lanjut juga dipengaruhi riwayat keluarga atau faktor genetik, jenis kelamin, riwayat penyakit seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, tiroid, obesitas, sleep apnea, sedentary lifestyle, serta kebiasaan buruk lainnya.

    Untuk penanganan, di BraveHeart Brawijaya Saharjo tersedia terapi ablasi terkini, termasuk teknologi terbaru Pulsed-Field Ablation (PFA) yang lebih aman dan minim risiko. “Alat dan prosedurnya sama persis dengan di luar negeri, dan dokter-dokter kami sudah terlatih,” tambahnya yang sudah menangani banyak pasien AF dengan teknologi PFA.

    Dengan kombinasi layanan komprehensif, teknologi mutakhir, dan tim dokter spesialis, BraveHeart Brawijaya Hospital Saharjo hadir sebagai solusi terpadu untuk kesehatan jantung masyarakat. (Red/*)

  • Tak Selalu Perlu Operasi, Miom dan Kista Bisa Ditangani dengan Deteksi Dini dan Pemantauan Rutin

    Tak Selalu Perlu Operasi, Miom dan Kista Bisa Ditangani dengan Deteksi Dini dan Pemantauan Rutin

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Mendengar diagnosis miom atau kista kerap membuat perempuan cemas dan langsung membayangkan tindakan operasi. Padahal, menurut dr. Budi Santoso, Sp.OG, FMAS, Dokter Spesialis Kandungan di Eka Hospital BSD, tidak semua kasus memerlukan pembedahan. Kunci utamanya adalah deteksi dini dan penanganan yang sesuai kondisi masing-masing pasien.

    “Banyak pasien datang dengan kekhawatiran berlebihan. Padahal, miom dan kista pada banyak kasus bersifat jinak dan bisa ditangani tanpa operasi, selama terpantau dengan baik,” jelas dr. Budi.

    Tidak Semua Miom dan Kista Berbahaya

    Miom atau fibroid rahim merupakan pertumbuhan jaringan otot di dinding rahim yang bersifat non-kanker. Sementara kista, yang paling sering muncul di ovarium, adalah kantong berisi cairan yang umumnya terbentuk secara alami selama siklus ovulasi.

    Menurut dr. Budi, ukuran dan lokasi menjadi faktor penentu apakah kondisi tersebut memerlukan tindakan medis lebih lanjut. “Jika ukurannya kecil dan tidak menimbulkan keluhan, biasanya cukup dipantau secara berkala. Namun jika menimbulkan nyeri hebat, gangguan menstruasi, atau mengganggu kesuburan, barulah dipertimbangkan terapi khusus,” ujarnya.

    Kenali Sinyal Tubuh Sejak Dini

    Salah satu tantangan terbesar adalah banyak perempuan mengabaikan gejala awal. Miom dapat memicu menstruasi sangat banyak atau berkepanjangan, nyeri haid hebat, perut bawah terasa penuh atau membuncit, hingga sering buang air kecil.

    Sementara itu, kista ovarium dapat menimbulkan nyeri panggul, perut terasa penuh, siklus menstruasi tidak teratur, hingga nyeri saat berhubungan intim.

    “Gejala sering dianggap hanya gangguan haid biasa. Padahal, jika berlangsung terus-menerus atau semakin berat, sebaiknya segera diperiksa,” kata dr. Budi.

    Peran Hormon dan Gaya Hidup

    Walau penyebab pasti miom belum diketahui, faktor hormon seperti estrogen dan progesteron diduga berperan besar. Risiko juga meningkat pada wanita dengan obesitas, riwayat keluarga serupa, atau menstruasi dini.

    Pada kista ovarium, selain proses ovulasi normal, kondisi seperti PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik), endometriosis, atau gangguan hormonal dapat menjadi pemicu.

    Menjaga berat badan ideal, menerapkan pola makan seimbang, serta rutin berolahraga menjadi langkah preventif sederhana yang dapat membantu menjaga keseimbangan hormon.

    Dampaknya pada Program Kehamilan

    Bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan, miom dan kista kerap menjadi kekhawatiran tersendiri. dr. Budi menegaskan bahwa tidak semua miom menyebabkan infertilitas. Namun, pada kondisi tertentu, miom bisa memengaruhi posisi janin atau meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur.

    Sementara itu, kista yang berkaitan dengan PCOS dapat mengganggu proses pematangan dan pelepasan sel telur, sehingga peluang kehamilan menurun.

    “Karena itu, bagi yang memiliki riwayat miom atau kista dan sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya melakukan evaluasi lebih awal agar bisa direncanakan penanganannya,” tambahnya.

    Pemeriksaan Rutin Jadi Investasi Kesehatan

    Deteksi dini melalui pemeriksaan ginekologi rutin dan USG menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi organ reproduksi. Dengan pemantauan berkala, risiko komplikasi dapat ditekan dan pilihan terapi bisa lebih sederhana.

    “Penanganan tidak selalu berarti operasi. Banyak kasus cukup dengan observasi atau terapi medis. Yang terpenting, jangan menunda pemeriksaan ketika tubuh sudah memberi sinyal,” pungkas dr. Budi Santoso.

    Untuk informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi, masyarakat dapat menghubungi dr. Budi Santoso, Sp.OG, FMAS di Eka Hospital BSD melalui Call Center 1500129 atau WhatsApp 08891500129 guna menjadwalkan pemeriksaan. (Red/rlls)

  • Medistra Hospital dan IHH Healthcare Singapore (IHH SG) Resmikan Kerja Sama Strategis melalui Diskusi Ilmiah Layanan Penyakit Hati

    Medistra Hospital dan IHH Healthcare Singapore (IHH SG) Resmikan Kerja Sama Strategis melalui Diskusi Ilmiah Layanan Penyakit Hati

    Mediakawasan.id, Jakarta – Medistra Hospital kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan melalui kolaborasi internasional dengan menyelenggarakan Round Table Discussion (RTD) sekaligus Signing Ceremony, kerja sama strategis bersama IHH Healthcare Singapore.

    Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kemitraan jangka panjang antara Medistra Hospital dan IHH SG, yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan klinis, keselamatan pasien, serta penguatan sistem layanan kesehatan berstandar internasional.

    Seiring dengan perkembangan layanan kesehatan global, rumah sakit dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan daya saing. Medistra Hospital memandang kolaborasi internasional sebagai strategi kunci dalam pengembangan layanan unggulan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan praktik terbaik dalam tata kelola klinis.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan presentasi dari Dr. C. Rinaldi A. Lesmana, PhD, Sp.PD, KGEH, FACP, FACG, FINASIM, spesialis penyakit dalam, konsultan Gastroentero-Hepatologi dari Medistra Hospital. Sebagai dokter dengan kompetensi mendalam di bidang penyakit hati dan saluran cerna, beliau memaparkan materi “New Perspective of Liver Diseases in Indonesia” yang menyoroti tantangan dan dinamika penyakit hati di Indonesia

    “Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati. Deteksi dini dan tata laksana komprehensif menjadi kunci untuk memperbaiki kesehatan pasien,” ujarnya.

    Sesi selanjutnya disampaikan oleh Dr.Tan Ek Khoon, General Surgeon, (HPB (Hepato-Pancreato-Biliary) & Transplant) dari Gleneagles Hospital Singapore yang dikenal memiliki pengalaman luas dalam bedah hepatobilier dan transplantasi hati.

    Dalam presentasinya bertema “Living Donor Liver Transplantation: Current Practice and Future Directions”, Dr. Tan Ek Khoon membahas perkembangan terkini serta arah masa depan transplantasi hati donor hidup sebagai solusi terapi penyakit hati stadium lanjut.

    Sesi ketiga dibawakan olehdr. Maria Mayasari, Sp.B-KBD, spesialis bedah konsultan bedah digestif dari Medistra Hospital, membawakan tema “The intriguing Evolution of Liver Surgery”. Dengan keahlian di bidang bedah digestif, dr. Maria menggarisbawahi peran inovasi dan kolaborasi lintas disiplin dalam meningkatkan luaran klinis pasien.

    “Dengan kemajuan teknologi dan teknik bedah, tindakan operasi hati kini dapat dilakukan dengan lebih aman dan memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien.”, jelasnya.

    Direktur Medistra Hospital, dr. Adhitya Wardhana, MARS, menyampaikan bahwa kerja sama ini mencerminkan komitmen jangka panjang rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan terbaik.

    “Kerja sama ini merupakan langkah Medistra Hospital dalam memperkuat layanan kesehatan berstandar internasional. Melalui kolaborasi dengan IHH SG, kami berharap dapat menghadirkan layanan yang semakin aman, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan pasien, khususnya dalam pengembangan layanan penyakit hati.”

    Sejalan dengan pernyataan Dr Adhitya, Chief Executive Officer Gleneagles Hospital Singapore, Mr. Thomas Wee, menyampaikan bahwa kesinambungan layanan ini menegaskan komitmen bersama dalam mengutamakan kesejahteraan, keselamatan, dan martabat pasien di setiap tahapan perawatan. Ia juga menekankan bahwa layanan kesehatan saat ini tidak lagi dibatasi oleh batas geografis.

    “Pariwisata medis tidak lagi semata-mata tentang merawat pasien yang bepergian lintas negara. Lebih dari itu, ini adalah tentang membangun ekosistem regional di mana rumah sakit saling berkolaborasi, pengetahuan dapat mengalir secara terbuka, dan pasien memiliki akses terhadap layanan kesehatan terbaik, di mana pun mereka berada,” ujar Mr Wee.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU sebagai bentuk komitmen resmi kedua institusi. Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan layanan klinis unggulan, second opinion dan rujukan internasional, pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan, transfer pengetahuan dan clinical governance, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, serta kerja sama penelitian dan inovasi layanan kesehatan.

    Mengusung tema “Liver Diseases in Indonesia: Current Challenges and the Evolving Role of Liver Transplantation”, acara ini diselenggarakan pada Kamis, 22 Januari 2026, di Medistra Hospital Jakarta, dan dihadiri oleh jajaran direksi, dokter spesialis, delegasi IHH SG, serta mitra jejaring rujukan.

    Melalui kerja sama ini, Medistra Hospital berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit yang menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. (Red/*)

  • 9 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental

    9 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental

    Mediakawasan.id, Jakarta – Halodoc.com, Untuk meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan, kamu tidak bisa hanya berfokus pada kesehatan fisik. Kesehatan mental juga memainkan peran yang besar dalam kehidupan. Kesehatan mental sebagai kemampuan diri sendiri untuk mengelola perasaan dan menghadapi kesulitan sehari-hari.

    Beberapa langkah sederhana bisa diterapkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental. Dengan melakukan perubahan ini, maka dapat dipastikan hal ini memengaruhi semua aspek kehidupan. Dengan menjaga kesehatan mental, maka kamu merasakan beberapa efeknya seperti suasana hati yang membaik, membangun ketahanan, dan membantu menikmati hidup secara keseluruhan.

    Nah, untuk kamu yang merasa mudah mengalami stres atau gangguan kecemasan, berikut ini beberapa hal sederhana yang dapat meningkatkan kesehatan mental:

    Katakan Hal Positif pada Diri Sendiri 

    Penelitian menunjukkan bahwa cara kamu berpikir tentang diri sendiri dapat memiliki efek yang kuat pada kejiwaan kamu. Ketika kita memandang diri kita dan hidup kita secara negatif, maka kita juga merasakan efek negatifnya. Sebaliknya, jika membiasakan diri menggunakan kata-kata yang membuat lebih positif, maka hal ini membuat kamu lebih optimis. 

    Tuliskan Hal-Hal yang Patut Disyukuri

    Rasa bersyukur dikaitkan dengan peningkatan kesejahteraan, kualitas kesehatan mental, serta kebahagiaan. Cara sederhana untuk meningkatkan rasa bersyukur adalah membuat jurnal dan menuliskan berbagai hal yang patut disyukuri setiap harinya. Secara umum merenungkan rasa terima kasih juga efektif, tetapi kamu perlu berlatih secara teratur untuk mendapatkan manfaat jangka panjang. Temukan sesuatu untuk disyukuri dan nikmati perasaan tersebut dalam hatimu.

    Fokus pada Satu Hal pada Satu Waktu

    Fokus kepada tujuan mampu melepaskan emosi negatif atau sulit dari pengalaman masa lalu yang membebani. Mulailah dengan membawa kesadaran bahkan untuk hal-hal sederhana seperti mandi, makan siang, atau berjalan pulang. Memberi perhatian pada sensasi fisik, suara, bau, atau rasa dari pengalaman ini membantu kamu untuk fokus. Ketika pikiran kamu terbang melayang hingga menyebabkan kamu overthinking, maka bawa saja kembali ke apa yang kini kamu tengah lakukan.

    Olahraga

    Tubuh akan melepaskan endorfin yang membantu menyingkirkan stres dan meningkatkan suasana hati kamu sebelum dan sesudah berolahraga. Itulah sebabnya olahraga adalah cara penangkal stres, kecemasan, dan depresi yang ampuh. Carilah cara-cara kecil untuk menambah aktivitas olahraga, seperti naik tangga, atau jalan kaki ke tempat yang dekat. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, lakukan olahraga setidaknya 30 menit setiap hari, dan coba melakukannya di luar ruangan. Paparan sinar matahari juga membantu tubuh menghasilkan vitamin D, yang meningkatkan tingkat serotonin di otak. 

    Makanlah Makanan yang Enak

    Selain memberikan nutrisi yang dibutuhkan, makan lezat dan sehat juga menyehatkan otak. Karbohidrat (dalam jumlah sedang) meningkatkan serotonin, bahan kimia yang terbukti memiliki efek menenangkan pada suasana hati. Sementara itu makanan kaya protein membantu kamu tetap waspada.

    Sayuran dan buah-buahan dipenuhi dengan nutrisi yang memberi makan setiap sel tubuh, termasuk yang mempengaruhi bahan kimia otak yang mengatur suasana hati. Sertakan makanan dengan asam lemak tak jenuh ganda Omega-3 (ditemukan dalam ikan, kacang-kacangan, dan biji rami). Nutrisi ini dapat meningkatkan suasana hati dan mengembalikan integritas struktural pada sel-sel otak yang diperlukan untuk fungsi kognitif.

    Terbukalah pada Seseorang

    Mengetahui bahwa kamu dihargai oleh orang lain adalah penting untuk membantu kamu berpikir lebih positif. Belajar terbuka kepada orang lain, yang membuat kamu lebih mampu berpikir positif dan semakin mengenal diri sendiri. 

    Lakukan Sesuatu untuk Orang Lain

    Penelitian menunjukkan bahwa membantu orang lain memiliki efek menguntungkan pada perasaan kamu tentang diri sendiri. Bersikap membantu dan ramah adalah cara yang baik untuk membangun harga diri. Makna yang ditemukan dalam membantu orang lain memperkaya dan memperluas hidupmu.

    Istirahat

    Pada saat-saat semua pekerjaan terasa seperti terlalu banyak, menjauhlah, dan lakukan apa pun kecuali hal yang membuat kamu semakin stres, setidaknya sampai kamu merasa sedikit lebih baik. Terkadang hal terbaik untuk dilakukan adalah latihan pernapasan sederhana: Tutup mata dan ambil 10 tarikan napas dalam-dalam. Untuk masing-masing tarikan napas, hitung sampai empat saat menarik napas, tahan selama empat hitungan, dan buang napas untuk empat hitungan. Hal ini bekerja baik untuk membantu kamu melawan stres. 

    Tidur Tepat Waktu

    Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur memiliki efek negatif yang signifikan pada suasana hati. Coba tidur pada waktu yang teratur setiap hari. Hindari bermain gadget sebelum waktu tidur dan membatasi minuman berkafein untuk pagi hari.

    Jadi mulai sekarang, kamu memiliki berbagai cara langkah-langkah positif sederhana untuk menjaga kesehatan mental kamu. Cara menjaga kesehatan mental seperti yang disebutkan diatas tidaklah sulit dilakukan, kamu hanya memerlukan menerapkannya secara bertahap dan penuh ketelatenan dalam menerapkannya supaya mendapatkan manfaat jangka panjang.  (Red/*)

  • Makanan Ultra-Proses (UPF) dan Masa Depan Kesehatan Anak: Pelajaran Kebijakan dari Amerika Serikat

    Makanan Ultra-Proses (UPF) dan Masa Depan Kesehatan Anak: Pelajaran Kebijakan dari Amerika Serikat

    Mediakawasan.id, Jakarta – Dalam periode akhir 2025 hingga awal 2026, Amerika Serikat menunjukkan pergeseran kebijakan yang signifikan dalam menangani persoalan gizi dan penyakit tidak menular, dengan secara eksplisit menempatkan praktik industri pangan sebagai bagian dari masalah struktural.

    Pada Desember 2025, Pemerintah Kota San Francisco mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan besar makanan dan minuman atas peran mereka dalam memproduksi dan memasarkan pangan ultra-proses yang berisiko bagi kesehatan publik. Gugatan ini menegaskan adanya pola pemasaran sistematis terhadap produk yang bersifat adiktif dan merugikan kesehatan, dengan kemiripan yang kuat terhadap praktik industri tembakau.

    Selanjutnya, pada 7 Januari 2026, pemerintah federal Amerika Serikat merilis pembaruan Dietary Guidelines yang menandai pergeseran paradigma kebijakan gizi. Pedoman tersebut menekankan pembatasan gula tambahan, lemak jenuh, dan natrium, serta mengintegrasikan dimensi tingkat pemrosesan pangan sebagai indikator utama kualitas diet.

    Berbagai studi menunjukkan bahwa konsumsi pangan ultra-proses (UPF) pada anak dan remaja berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolik. Pola makan tinggi UPF mendorong asupan gula, lemak jenuh, dan natrium yang berlebihan, meningkatkan resistensi insulin dan tekanan darah sejak usia dini, serta mempercepat munculnya penyakit tidak menular pada generasi muda.

    Bagi negara-negara Asia, termasuk Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi kebijakan yang krusial. Lingkungan pangan yang didominasi pangan ultra-proses, khususnya di sekitar sekolah, membatasi pilihan sehat bagi anak dan remaja dan mempercepat transisi epidemiologi menuju penyakit tidak menular di usia muda.

    “Intervensi berbasis edukasi saja tidak memadai jika lingkungan pangan tidak diatur. Kebijakan harus menargetkan sistem pangan, bukan hanya perilaku individu,” ujar Imas Arumsari, ahli gizi RUKKI.

    Lebih lanjut, pengetatan regulasi di negara maju berpotensi mendorong pergeseran strategi pemasaran industri ke negara berpendapatan rendah dan menengah. Tanpa kerangka regulasi yang kuat, Indonesia berisiko menjadi target utama ekspansi pangan ultra-proses.

    “Preseden pengendalian tembakau menunjukkan bahwa tanpa pembatasan yang tegas terhadap industri, kebijakan kesehatan akan terus terhambat. Indonesia memiliki dasar kuat untuk mengambil langkah serupa dalam kebijakan pangan,” kata Mouhamad Bigwanto, Ketua RUKKI.

    RUKKI mendesak Pemerintah Indonesia untuk memperkuat kebijakan pangan sekolah yang melindungi anak dari paparan pangan ultra-proses, termasuk dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, serta menerapkan Nutrient Profiling Model (NPM) sebagai dasar pembatasan pemasaran dan pelabelan pangan. Selain itu, penerapan cukai Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) tidak lagi dapat ditunda, mengingat meningkatnya prevalensi obesitas dan diabetes pada anak dan remaja di Indonesia.

  • Tetap Bugar di Musim Hujan, Pakar Kesehatan Bagikan Tips Penting untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

    Tetap Bugar di Musim Hujan, Pakar Kesehatan Bagikan Tips Penting untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

    Mediakawasan.id, Jakarta – Memasuki musim hujan, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap berbagai penyakit yang kerap muncul, mulai dari flu, batuk, demam, hingga infeksi saluran pernapasan. Perubahan cuaca, kelembapan tinggi, serta aktivitas di tengah hujan menjadi faktor yang dapat menurunkan daya tahan tubuh jika tidak diantisipasi dengan baik.

    Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andini Prameswari, Sp.PD, dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM), mengatakan bahwa menjaga kebugaran di musim hujan membutuhkan kombinasi pola hidup sehat yang konsisten.

    “Musim hujan membuat tubuh lebih rentan karena virus dan bakteri lebih mudah berkembang. Kunci utamanya adalah menjaga imunitas tubuh agar tetap optimal,” ujar dr. Andini.

    Ia membagikan sejumlah tips sederhana namun efektif agar tubuh tetap bugar dan tidak mudah sakit selama musim hujan.

    1. Jaga Asupan Nutrisi Seimbang
      Menurut dr. Andini, konsumsi makanan bergizi menjadi fondasi utama daya tahan tubuh. Perbanyak sayur dan buah yang kaya vitamin C, seperti jeruk, kiwi, brokoli, dan bayam. Asupan protein dari ikan, telur, dan kacang-kacangan juga penting untuk membantu pembentukan antibodi.
    2. Pastikan Tubuh Tetap Terhidrasi
      Cuaca dingin sering kali membuat rasa haus berkurang. Padahal, kebutuhan cairan tubuh tetap harus tercukupi.

    “Minum air putih minimal dua liter per hari tetap penting, meskipun tidak merasa haus,” jelasnya.

    1. Istirahat yang Cukup dan Berkualitas
      Kurang tidur dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Orang dewasa disarankan tidur 7–8 jam per malam agar proses regenerasi tubuh berjalan optimal.
    2. Tetap Aktif Berolahraga
      Meski hujan sering membatasi aktivitas luar ruangan, olahraga tetap bisa dilakukan di dalam rumah. Latihan ringan seperti yoga, peregangan, atau latihan kekuatan selama 20–30 menit dapat membantu menjaga kebugaran dan sirkulasi darah.
    3. Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan
      Dr. Andini juga menekankan pentingnya kebersihan, terutama mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di luar rumah dan segera mengganti pakaian basah akibat hujan untuk mencegah infeksi jamur maupun bakteri.

    “Langkah-langkah sederhana ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh dalam mencegah penyakit musiman,” tambahnya.

    Dengan menerapkan pola hidup sehat dan disiplin menjaga kebersihan, masyarakat diharapkan dapat tetap beraktivitas secara optimal dan terhindar dari gangguan kesehatan selama musim hujan. (Red/*)

  • Dokter Ingatkan Masyarakat Waspada Penyakit Musim Hujan

    Dokter Ingatkan Masyarakat Waspada Penyakit Musim Hujan

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Memasuki musim hujan, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan. Curah hujan yang tinggi disertai perubahan suhu dan kelembapan udara dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari flu, batuk, diare, hingga demam berdarah dengue (DBD).

    Dokter Umum dr. Andi Pratama menjelaskan bahwa musim hujan menjadi periode rawan penularan penyakit karena daya tahan tubuh cenderung menurun, sementara virus dan bakteri lebih mudah berkembang.

    “Pada musim hujan, tubuh lebih mudah terserang infeksi. Karena itu, menjaga imunitas dengan pola hidup sehat menjadi kunci utama pencegahan penyakit,” ujar dr. Andi saat ditemui, Jumat (2/1).

    Menurutnya, masyarakat disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak asupan buah dan sayur, serta mencukupi kebutuhan cairan harian. Istirahat yang cukup juga berperan penting dalam menjaga kebugaran tubuh.

    Selain itu, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir perlu terus diterapkan. “Cuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar rumah sangat efektif untuk mencegah penularan penyakit, terutama diare dan infeksi saluran pernapasan,” tambahnya.

    dr. Andi juga mengingatkan masyarakat untuk segera mengganti pakaian jika basah akibat hujan. Pakaian lembap dapat memicu masuk angin dan meningkatkan risiko infeksi. Penggunaan jaket, payung, atau jas hujan saat bepergian dinilai penting untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.

    Dari sisi lingkungan, ia menekankan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk. “Genangan air yang dibiarkan terlalu lama berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD. Masyarakat perlu rutin menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air,” jelasnya.

    Meski cuaca kerap tidak menentu, aktivitas fisik tetap perlu dilakukan. Olahraga ringan di dalam rumah seperti senam atau peregangan selama 15–30 menit dapat membantu menjaga stamina dan kebugaran.

    “Jika mengalami demam tinggi lebih dari dua hari, nyeri hebat, atau keluhan lain yang tidak membaik, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tutup dr. Andi.

    Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, masyarakat diharapkan dapat tetap beraktivitas dengan aman dan terhindar dari berbagai penyakit selama musim hujan. (Red/*)

  • 100 Operasi Lutut Robotik Tanpa Infeksi, Eka Hospital Buktikan Indonesia Tak Kalah dari Luar Negeri

    100 Operasi Lutut Robotik Tanpa Infeksi, Eka Hospital Buktikan Indonesia Tak Kalah dari Luar Negeri

    Mediakawasa.co.id, Tangerang Selatan – Indonesia kembali mencatatkan lompatan besar di bidang layanan kesehatan. Gatam Institute di bawah naungan Eka Hospital sukses menorehkan pencapaian membanggakan dengan menyelesaikan 100 operasi penggantian sendi lutut (Total Knee Replacement/TKR) berbasis teknologi robotik Velys hanya dalam waktu 1,5 tahun, dengan hasil 0 persen infeksi dan 0 persen mortalitas.

    Capaian ini tidak hanya menjadi tonggak penting bagi Eka Hospital, tetapi juga menegaskan bahwa layanan bedah ortopedi berteknologi tinggi di Indonesia kini setara dengan pusat-pusat medis kelas dunia. Keberhasilan tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa operasi lutut presisi hanya bisa diperoleh di luar negeri.

    CEO Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati, menegaskan bahwa keberhasilan 100 kasus TKR robotik ini merupakan hasil konsistensi, kesiapan sistem, dan kolaborasi tim medis multidisiplin yang solid.
    “Ini bukan sekadar pencapaian angka, tetapi bukti kematangan layanan, kompetensi SDM, dan komitmen kami terhadap keselamatan pasien. Pencapaian ini menjadi fondasi untuk membawa layanan ortopedi Indonesia ke level dunia,” ujarnya saat konferensi pers, Kamis (18/12).

    Senada dengan itu, Chairman Gatam Institute, Dr. dr. Luthfi Gatam, SpOT (K) Spine, menekankan bahwa keberhasilan tanpa infeksi dan kematian merupakan refleksi integrasi teknologi mutakhir dengan standar medis yang ketat.
    “Angka nol persen ini mencerminkan disiplin protokol keselamatan, kendali mutu yang kuat, serta kompetensi dokter yang terus dikembangkan di Gatam Institute,” jelasnya.

    Dampak positif dari capaian ini pun langsung terasa. Eka Hospital mencatat peningkatan signifikan pasien rujukan dari berbagai daerah di Indonesia, yang datang khusus untuk mendapatkan layanan ortopedi dengan teknologi robotik dan rekam jejak keselamatan yang terbukti.

    Sebagai rumah sakit pelopor, Eka Hospital menjadi yang pertama di Indonesia memiliki dua robot bedah untuk operasi tulang belakang dan penggantian sendi lutut. Tindakan TKR ditangani oleh tim dokter subspesialis berpengalaman, di antaranya dr. Ricky Hutapea, SpOT (K) Hip & Knee, dr. Jamot Silitonga, SpOT (K) Hip & Knee, dan dr. Muhammad Budimansyah, SpOT (K) Hip & Knee.

    Menurut dr. Ricky Hutapea, penggunaan teknologi Velys Robotic-Assisted Total Knee Replacement memungkinkan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibanding metode konvensional.
    “Teknologi ini membantu ahli bedah melakukan penyesuaian yang sangat akurat, sehingga mempercepat pemulihan dan meningkatkan kenyamanan pasien pascaoperasi,” ungkapnya.

    Dengan hadirnya teknologi robotik Velys, Indonesia kini sejajar dengan negara-negara tetangga dalam layanan operasi lutut berteknologi tinggi. Masyarakat tidak lagi harus ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan ortopedi modern, karena kualitas dan kompetensi dokter dalam negeri telah memenuhi standar internasional.

    Ke depan, Eka Hospital menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai pusat rujukan ortopedi terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara, melalui penguatan layanan subspesialis, kolaborasi global, serta perluasan akses masyarakat terhadap teknologi medis terkini.
    Lebih dari itu, Eka Hospital ingin menanamkan keyakinan bahwa berobat di dalam negeri kini tidak hanya setara, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional. (Red/*)

  • Brawijaya Hospital Antasari Beberkan Keunggulan Bedah Laparoskopi dalam Layanan Obgyn Komprehensif

    Brawijaya Hospital Antasari Beberkan Keunggulan Bedah Laparoskopi dalam Layanan Obgyn Komprehensif

    Mediakawasan.id, Jakarta – Brawijaya Hospital Antasari menggelar acara Comprehensive Obgyn Services yang mengulas layanan unggulan di bidang obstetri dan ginekologi, dengan fokus pada teknik bedah laparoskopi serta perannya dalam meningkatkan keberhasilan program bayi tabung (in vitro fertilization / IVF).

    Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya dr. Lucky Satria, Sp.OG, Subsp. FER., Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi; dr. Niken Pudji Pangastuti, Sp.OG KFER.; serta dr. Agatha Pradana, Sp.OG, M.Si.

    Dalam paparannya, dr. Lucky Satria menjelaskan bahwa laparoskopi merupakan teknik bedah minimal invasif yang kini menjadi standar modern dalam penanganan berbagai kasus ginekologi. “Laparoskopi adalah teknik operasi dengan sayatan sangat kecil, sekitar 1 sentimeter, sehingga trauma jaringan minimal, nyeri pascaoperasi lebih ringan, dan pemulihan pasien jauh lebih cepat,” ujarnya.

    Menurut dr. Lucky, teknik ini sangat bermanfaat untuk menangani berbagai kelainan organ reproduksi perempuan, termasuk gangguan pada saluran tuba, endometriosis, hingga kelainan lain yang berpotensi menurunkan peluang implantasi embrio pada program IVF. “Pada kasus tertentu seperti pembengkakan saluran tuba, penyumbatan perlu ditangani terlebih dahulu dengan laparoskopi agar peluang keberhasilan IVF meningkat,” jelasnya.

    Tidak hanya untuk kasus sederhana, Brawijaya Hospital Antasari disebut telah mampu melakukan bedah laparoskopi tingkat lanjut dan kompleks. Salah satunya adalah operasi endometriosis berat yang melibatkan organ lain di luar rahim, seperti usus dan saluran kemih. “Kasus-kasus kompleks ini kami tangani secara multidisiplin dalam satu tindakan operasi laparoskopi, melibatkan dokter kandungan, bedah digestif, hingga urologi,” kata dr. Lucky.

    Keunggulan lain dari laparoskopi adalah waktu pemulihan yang relatif singkat. Pasien umumnya sudah dapat pulang dalam waktu dua hingga tiga hari pasca operasi,” tambahnya.

    Dalam konteks fertilitas, dr. Lucky menegaskan bahwa usia tetap menjadi faktor penting dalam keberhasilan IVF. “Semakin muda usia pasien, peluang keberhasilannya semakin tinggi karena kualitas dan jumlah sel telur masih optimal. Di atas usia 45 tahun, tingkat keberhasilan hanya sekitar 5 persen,” ujarnya. Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap pasien tetap mendapatkan pendekatan menyeluruh, mulai dari perbaikan gaya hidup, pola makan, hingga manajemen stres.

    Brawijaya Hospital Antasari mencatat tingkat keberhasilan IVF secara keseluruhan berada di kisaran 50 persen, yang ditopang oleh kesiapan fasilitas, teknologi laparoskopi yang mumpuni, serta pendekatan tim medis yang komprehensif. “Kunci keberhasilan ada pada kerja tim, bukan hanya fokus pada pasien perempuan, tetapi juga evaluasi dan penanganan faktor dari pihak pria,” pungkas dr. Lucky.

    Melalui layanan Obgyn komprehensif ini, Brawijaya Hospital Antasari menegaskan komitmennya dalam menghadirkan penanganan ginekologi modern berbasis teknologi minimal invasif demi meningkatkan kualitas hidup dan peluang kehamilan bagi para pasien. (Red/*)

  • BrightHer 2025: Kolaborasi AI dan Kesehatan Perempuan Dorong Akses Skrining Kanker Serviks

    BrightHer 2025: Kolaborasi AI dan Kesehatan Perempuan Dorong Akses Skrining Kanker Serviks

    Mediakawasan.id, Jakarta – HerLens resmi menyelenggarakan BrightHer Talkshow 2025 sebagai penutup rangkaian program sepanjang tahun, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas skrining kanker serviks di Indonesia. Acara ini digelar di @america, Jakarta, baru-baru ini, dan menjadi momentum refleksi atas pencapaian, inovasi, serta perluasan dampak HerLens selama 2025.

    Talkshow ini menghadirkan empat pembicara lintas sektor, yaitu Dr. dr. Gatot Purwoto, Sp.OG, Subsp. Onk, MPH (Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Onkologi, RSCM FKUI), dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid (Direktur Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI), Syahda Maulida P (Associate Angin Advisory), serta Nidya Anifa (Co-Founder HerLens).

    Acara tersebut dihadiri oleh tenaga kesehatan, pemangku kebijakan, sektor swasta, mahasiswa, serta masyarakat umum. Melalui forum ini, HerLens memaparkan perjalanan program BrightHer selama setahun, mulai dari pengembangan teknologi berbasis AI, pelatihan tenaga kesehatan, roadshow skrining di berbagai daerah, hingga kolaborasi regional di Jakarta dan Bengkulu.

    Tantangan Kanker Serviks di Indonesia

    Kanker serviks hingga kini masih menjadi penyebab kematian kedua tertinggi pada perempuan di Indonesia. Data menunjukkan cakupan skrining nasional pada 2023 baru mencapai sekitar 7 persen, jauh dari target 70 persen pada 2030 sebagaimana ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Di lapangan, metode pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) masih banyak bergantung pada pengamatan visual manual yang berpotensi subjektif dan tidak konsisten. Melalui inovasi AI, HerLens mengembangkan teknologi VIA–DoVIA berbasis AI untuk membantu meningkatkan akurasi interpretasi hasil pemeriksaan, sehingga tenaga kesehatan dapat mengambil keputusan klinis yang lebih cepat dan tepat, baik di fasilitas kesehatan perkotaan maupun daerah dengan keterbatasan akses.

    Pencapaian HerLens Sepanjang 2025

    Sepanjang 2025, HerLens bersama mitra seperti FKUI–RSCM, puskesmas, politeknik kesehatan, dan jaringan komunitas berhasil mencatat sejumlah capaian penting. Lebih dari 390 perempuan mendapatkan layanan skrining IVA–DoVIA berbasis AI secara gratis di tiga wilayah, yakni Jabodetabek, Bengkulu, dan Bojonegoro.

    Selain itu, HerLens juga meningkatkan kapasitas lebih dari 75 tenaga kesehatan, termasuk dokter dan bidan, melalui pelatihan penggunaan teknologi AI HerLens yang mencakup materi klinis, praktik lapangan, hingga quality assurance.

    Pada tingkat global, HerLens mencatat tonggak penting dengan memperoleh pre-seed investment dari 22 Health Venture melalui NUS School of Medicine Digital Health Accelerator. Dukungan ini memperkuat posisi HerLens sebagai solusi teknologi kesehatan yang relevan secara global dan berpotensi diintegrasikan ke dalam sistem kesehatan nasional.

    Edukasi, Hibah, dan Kolaborasi Lintas Sektor

    Program BrightHer juga menghasilkan dua modul edukasi, yakni modul edukasi publik tentang kanker serviks dan modul pelatihan tenaga kesehatan terkait VIA–DoVIA dan penggunaan AI HerLens. Modul tersebut telah digunakan di berbagai kegiatan dan tersedia di sejumlah perpustakaan di Jakarta.

    Sepanjang tahun ini, HerLens turut menerima dukungan hibah internasional dan nasional, antara lain dari YSEALI Seeds for the Future (U.S. Department of State) serta Pikiran Terbaik Negeri dari Yayasan BUMN. Hibah ini memperkuat perluasan program skrining, edukasi, dan pelatihan di berbagai daerah, termasuk Bengkulu dan Bojonegoro.

    HerLens juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti FKUI–RSCM, POGI, Kementerian Kesehatan RI, ANGIN Advisory, Yayasan BUMN, U.S. Embassy Jakarta, @america, NUS School of Medicine, serta jaringan puskesmas dan dinas kesehatan daerah.

    Melalui BrightHer 2025, HerLens menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi teknologi dan kolaborasi multipihak guna mempercepat eliminasi kanker serviks serta meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia. (Red/Rlls)