Category: Kesehatan

  • Bahaya Diabetes dan Penyakit Jantung, Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan yang Tepat Jadi Kunci

    Bahaya Diabetes dan Penyakit Jantung, Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan yang Tepat Jadi Kunci

    Mediakawasan.co,id, Jakarta – Dalam rangka Hari Diabetes Nasional yang diperingati setiap 18 April, Siloam Heart Hospital mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya diabetes yang tidak hanya berkaitan dengan kadar gula darah, tetapi juga berperan besar dalam meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Kondisi ini diketahui berkaitan erat dengan meningkatnya risiko serangan jantung, stroke, hingga gagal jantung, bahkan menjadi salah satu penyebab utama kematian pada pasien diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat proses penyempitan arteri, terutama jika disertai dengan risiko lain seperti hipertensi, kolesterol tidak terkontrol, obesitas, serta kurangnya aktivitas fisik. Kombinasi ini menjadikan diabetes dan penyakit jantung sebagai ancaman serius yang kerap berkembang tanpa gejala di tahap awal.

    Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Giovanno Rachmanda Maulana, Sp.JP, FIHA dalam kegiatan health talk bertajuk “Diabetes & Penyakit Jantung: Kombinasi Berbahaya yang Mengancam Nyawa”. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa banyak pasien belum menyadari keterkaitan erat antara kedua kondisi ini hingga komplikasi terjadi. Ia juga mengingatkan bahwa fokus penanganan tidak boleh hanya berhenti pada pengendalian gula darah semata. “Diabetes bukan hanya soal gula darah, tetapi juga tentang kesehatan jantung. Tanpa disadari, kondisi ini dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan. Oleh karena itu, penanganan diabetes perlu dilakukan secara komprehensif, tidak hanya mengontrol gula darah, tetapi juga faktor risiko lain seperti tekanan darah, kolesterol, dan gaya hidup,” jelasnya.

    Seiring dengan meningkatnya kompleksitas kondisi pasien, khususnya yang memiliki lebih dari satu faktor risiko, penanganan yang terintegrasi menjadi semakin penting. Pendekatan ini mencakup deteksi dini, evaluasi menyeluruh, serta pemantauan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

    Menjawab kebutuhan tersebut, Siloam Heart Hospital sebagai rumah sakit unggulan di bidang jantung di Indonesia, menghadirkan layanan jantung yang komprehensif, mulai dari skrining dan diagnosis hingga penanganan lanjutan yang didukung oleh tim dokter spesialis dan subspesialis berpengalaman serta teknologi medis modern. Pendekatan multidisiplin ini menjadi kunci dalam menangani pasien dengan kondisi kompleks, termasuk pasien penderita diabetes. Melalui kegiatan edukasi ini, Siloam Heart Hospital terus berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan pengelolaan penyakit jantung sejak dini. (Red/rlls)

  • Siloam Heart Hospital Dianugerahi Specialty Hospital of the Year (Cardiology) – Indonesia pada Healthcare Asia Awards 2026

    Siloam Heart Hospital Dianugerahi Specialty Hospital of the Year (Cardiology) – Indonesia pada Healthcare Asia Awards 2026

    Mediakawasan.id, Jakarta –  Siloam Heart Hospital, bagian dari jaringan Siloam International Hospitals, meraih penghargaan bergengsi Healthcare Asia Awards 2026 sebagai Specialty Hospital of the Year (Cardiology) – Indonesia di Singapura, Kamis (26/3). Penghargaan ini mengukuhkan posisi Siloam Heart Hospital sebagai pusat layanan jantung terkemuka yang mampu menangani berbagai kasus kardiovaskular kompleks melalui pendekatan tim medis multidisiplin yang mencakup kardiologi intervensi, kardiologi pediatrik, elektrofisiologi, hingga bedah jantung yang terintegrasi untuk kondisi gawat darurat jantung. 

    Didukung teknologi medis modern dan protokol klinis berstandar internasional, Siloam Heart Hospital terus menghadirkan tingkat keberhasilan tindakan yang tinggi serta mempercepat proses pemulihan pasien.  Penghargaan ini juga menjadi satu dari empat penghargaan yang diterima Siloam International Hospitals dari Healthcare Asia Awards 2026.

    Sejak didirikan pada 2006 di Cinere, Siloam Heart Hospital telah berkembang sebagai pusat layanan jantung terintegrasi dengan kapabilitas klinis yang kuat dalam penanganan berbagai kasus kardiovaskular, termasuk kasus berisiko tinggi, melalui pendekatan yang berfokus pada keselamatan dan kualitas hidup pasien. Hospital Director Siloam Heart Hospitals, dr. Karina Arifiani, MSc menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan refleksi dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan bagi pasien.

    “Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, tetapi mencerminkan meningkatnya kualitas penanganan pasien jantung di Indonesia. Dengan dukungan teknologi dan pendekatan minimal infasif, pasien kini memiliki peluang pemulihan yang lebih optimal dan dapat kembali beraktivitas dalam waktu relatif lebih singkat,” papar dr. Karina, Kamis (26/3)

    Setiap tahunnya, lebih dari 3.000 prosedur dilakukan di Cath Lab Siloam Heart Hospital, mendukung deteksi dan penanganan dini penyakit kardiovaskular. Untuk tindakan Coronary Artery Bypass Grafting (CABG), Siloam Heart Hospital mencatat tingkat keberhasilan 98,8%, yang melampaui rata-rata keberhasilan operasi jantung di Singapura berdasarkan jurnal internasional. Kapabilitas layanan juga terlihat dari kenaikan proporsi prosedur kardiovaskular kompleks dari 17% pada 2023 menjadi 30% pada 2025. Layanan ini didukung oleh tim dokter spesialis dan subspesialis jantung, serta berbagai kapabilitas prosedur lanjutan seperti intervensi koroner kompleks dan tindakan berbasis teknologi pencitraan canggih. Pemanfaatan teknologi modern termasuk teknik bedah minimal invasif, memungkinkan tindakan yang lebih presisi dengan risiko komplikasi lebih rendah sehingga membantu mempercepat pemulihan pasien.

    Layanan utama antara lain kateterisasi jantung, pemasangan stent jantung, ablasi jantung, pemasangan alat pacu jantung, prosedur minimal infasif untuk kelainan katup, prosedur untuk pembuluh darah aorta dan perifer, bedah jantung minimal invasif, serta pemeriksaan jantung komprehensif.

    Sebagai pusat layanan jantung terintegrasi, Siloam Heart Hospital menyediakan berbagai layanan komprehensif mulai dari pencegahan, diagnosis, tindakan intervensi dan bedah hingga rehabilitasi jantung yang didukung oleh kelengkapan fasilitas berupa Lab Kateterisasi (Cath Lab), CT-Scan, Unit Perawatan Jantung Intensif (ICCU), Ekokardiografi, Elektrokardiografi, Treadmill test, Holter, dan Cardio Pulmonary Exercise Testing (CPET).

    Pendekatan menyeluruh ini memastikan kesinambungan perawatan bagi pasien dengan berbagai tingkat risiko kardiovaskular. Ke depan, Siloam Heart Hospital berkomitmen untuk terus memperluas akses layanan jantung berstandar internasional di Indonesia, sehingga semakin banyak pasien dapat memperoleh penanganan optimal tanpa harus ke luar negeri. (Red/rlls)

  • Lansia Diminta Prioritaskan Pencegahan Jatuh untuk Kurangi Risiko Patah Tulang

    Lansia Diminta Prioritaskan Pencegahan Jatuh untuk Kurangi Risiko Patah Tulang

    Mediakawasan.id, Jakarta – Dokter spesialis bedah ortopedi dan penggantian sendi, Dr. Shrujal Shah, menekankan pentingnya pencegahan cedera pada kelompok lanjut usia (lansia) sebagai langkah utama mengurangi risiko patah tulang.

    Menurutnya, seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang secara alami akan menurun dan meningkatkan kemungkinan terjadinya osteoporosis. Kondisi ini membuat lansia lebih rentan mengalami patah tulang, bahkan akibat benturan ringan.

    “Risiko patah tulang dipengaruhi oleh kekuatan benturan dibandingkan dengan kepadatan tulang. Pada lansia, kepadatan tulang yang menurun membuat risiko tersebut semakin tinggi,” jelasnya.

    Pencegahan Lebih Penting dari Pemeriksaan

    Dr. Shah menyampaikan bahwa pada lansia, fokus utama sebaiknya bukan hanya pada pemeriksaan kepadatan tulang, tetapi pada upaya pencegahan jatuh dan cedera dalam aktivitas sehari-hari.

    Ia merangkum prinsip utama dalam satu pesan sederhana: selalu berhati-hati dalam setiap aktivitas.

    Langkah Pencegahan Cedera

    Beberapa langkah yang disarankan untuk mengurangi risiko jatuh antara lain:

    Menghindari berdiri di atas kursi atau bangku, bahkan yang rendah

    Membatasi aktivitas di luar rumah saat kondisi hujan atau licin

    Berhati-hati saat berada di kamar mandi untuk mencegah terpeleset

    Mengenakan pakaian dalam di tempat yang aman seperti kamar tidur, bukan di kamar mandi

    Memastikan lantai kamar mandi kering dan menggunakan pegangan tambahan

    Membersihkan barang-barang di lantai yang berpotensi menyebabkan tersandung

    Duduk sejenak sebelum berdiri saat bangun tidur, terutama di malam hari

    Menyediakan pencahayaan yang cukup dan akses bantuan darurat di rumah

    Mengenakan pakaian dalam posisi duduk untuk menjaga keseimbangan

    Selain itu, jika terjatuh, disarankan untuk menggunakan tangan sebagai penopang guna mengurangi risiko cedera serius pada panggul.

    Peran Aktivitas Fisik dan Nutrisi

    Dr. Shah juga menekankan pentingnya aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki secara rutin untuk menjaga kekuatan otot dan keseimbangan tubuh.

    Dari sisi nutrisi, ia menganjurkan konsumsi makanan kaya kalsium seperti produk susu, kedelai, serta makanan laut. Paparan sinar matahari juga dinilai penting untuk membantu pembentukan vitamin D yang berperan dalam penyerapan kalsium.

    Menjaga berat badan tetap ideal juga menjadi faktor penting, terutama bagi lansia wanita, untuk mengurangi tekanan pada tulang dan sendi.

    Lingkungan Aman untuk Lansia

    Lingkungan rumah yang aman menjadi faktor kunci dalam pencegahan cedera, seperti penggunaan lantai anti-selip di kamar mandi serta pegangan pada tangga.

    Dr. Shah mengingatkan bahwa satu kejadian jatuh pada lansia dapat berdampak besar terhadap kualitas hidup, bahkan mempercepat penurunan kondisi fisik secara signifikan.

    “Pencegahan jatuh harus menjadi prioritas utama dalam perawatan lansia,” tegasnya. (Red/*)

  • Pentingnya Menjaga Kesehatan Kulit

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Kulit

    Mediakawasan.id, Jakarta – Menjaga kesehatan kulit itu ibarat merawat “tameng” tubuh paling luar—kalau dirawat dengan benar, dia akan membalas dengan glow yang tenang, bukan drama jerawat. Berikut tips simpel tapi ampuh untuk menjaga kesehatan kulit.

    1. Bersihkan Wajah dengan Lembut & Rutin

      Cuci wajah 2x sehari (pagi & malam)

      Gunakan cleanser sesuai jenis kulit (kering, berminyak, sensitif)

      Hindari sabun yang terlalu keras karena bisa merusak skin barrier

      Tips dokter: jangan over-cleansing, kulit bisa “memberontak” dengan produksi minyak berlebih.

      2, Wajib Pakai Sunscreen Setiap Hari

      Gunakan minimal SPF 30

      Pakai bahkan saat mendung atau di dalam ruangan

      Reapply tiap 2–3 jam kalau beraktivitas di luar

      Ini rahasia kulit awet muda—matahari adalah “villain halus” yang sering diremehkan.

      3. Jaga Kelembapan Kulit

      Gunakan moisturizer sesuai jenis kulit

      Kulit berminyak tetap butuh pelembap (pilih yang ringan/gel)

      Kulit yang lembap = skin barrier kuat = lebih tahan jerawat & iritasi.

      4. Perhatikan Pola Makan

        Perbanyak buah & sayur (antioksidan tinggi)

        Minum air putih cukup

        Kurangi gula & makanan olahan

        Dokter kulit sering bilang: skincare mahal kalah sama pola makan berantakan.

        5/ Tidur Cukup & Kelola Stres

          Tidur 7–9 jam per malam

          Stres bisa memicu jerawat dan kulit kusam

          Kulit juga “butuh libur”—dan itu terjadi saat kamu tidur

          6. Jangan Sembarangan Coba Produk

            Lakukan patch test sebelum pakai produk baru

            Jangan ikut-ikutan tren tanpa tahu kondisi kulit

            Ingat: yang viral belum tentu cocok.

            7. Konsultasi ke Dokter Kulit

              Jika jerawat parah, iritasi, atau masalah kulit lain

              Dokter bisa memberi perawatan yang tepat & aman

              Jangan tunggu parah baru konsultasi—kulit juga butuh “check-up”.

              Kesimpulan

              Kulit sehat itu bukan soal banyaknya produk, tapi konsistensi + kebiasaan baik. Anggap saja kulit seperti tanaman—cukup air, cahaya yang tepat, dan perawatan rutin, dia akan tumbuh cantik tanpa dipaksa.

            1. Tetap Bugar Usai Berpuasa

              Tetap Bugar Usai Berpuasa

              Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Menjaga kebugaran setelah berpuasa itu seperti “menyalakan mesin lagi setelah lama idle” 🚗💨—harus pelan, teratur, dan penuh perhatian. Tubuhmu baru saja melewati ritme yang berbeda, jadi kuncinya adalah adaptasi, bukan langsung gas pol!

              Berikut tips yang bisa kamu lakukan:

              1. Atur Pola Makan Secara Bertahap

              Setelah puasa, jangan langsung “balas dendam” makan berlebihan.
              Mulailah dengan:

              Porsi kecil tapi sering

              Perbanyak sayur, buah, dan protein

              Kurangi makanan berlemak dan terlalu manis

              Tubuh butuh waktu untuk kembali ke pola makan normal, jadi perlakukan dia dengan lembut.

              2. Rehidrasi yang Cukup

                Selama puasa, tubuh terbiasa dengan asupan cairan terbatas. Setelahnya:

                Minum minimal 8 gelas air per hari

                Bisa tambahkan infused water atau buah tinggi air (semangka, jeruk)

                Hindari terlalu banyak minuman manis atau berkafein

                Air adalah “reset button” paling sederhana tapi powerful

                3. Kembali ke Aktivitas Fisik Secara Bertahap

                  Jangan langsung olahraga berat seperti sebelum puasa. Mulai dari:

                  Jalan kaki atau jogging ringan

                  Stretching atau yoga

                  Durasi 20–30 menit dulu

                  Anggap ini seperti “warming up kehidupan normal”

                  4. Perbaiki Pola Tidur

                  Selama Ramadan, pola tidur biasanya berubah. Setelahnya:

                  Kembalikan jam tidur ke normal

                  Usahakan 7–8 jam per malam

                  Kurangi begadang

                  Tidur yang cukup itu seperti “charger cepat” untuk tubuh

                  5. Jaga Keseimbangan Mental

                  Puasa bukan cuma fisik, tapi juga mental. Setelahnya:

                  Tetap lakukan refleksi diri

                  Luangkan waktu untuk relaksasi

                  Hindari stres berlebihan

                  Pikiran yang tenang bikin tubuh ikut “ringan”

                  Penutup

                  Kebugaran setelah puasa bukan soal seberapa cepat kamu kembali “fit”, tapi seberapa bijak kamu mendengarkan tubuhmu. Pelan-pelan saja, seperti matahari terbit—nggak terburu-buru, tapi pasti

                1. Jangan Anggap Remeh Gangguan Irama Jantung (Aritmia)

                  Jangan Anggap Remeh Gangguan Irama Jantung (Aritmia)

                  Mediakawasan.id, Jakarta – Berdasarkan data WHO tahun 2022 penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian di dunia, yaitu dengan estimasi sebesar 19,8 juta kematian. Salah satu penyakit jantung adalah gangguan irama jantung (aritmia) dimana Atrial Fibrilation (AF) merupakan aritmia yang paling umum. AF yang tidak terdeteksi dan tidak tertangani dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke atau gagal jantung dan meningkatkan risiko suddent cardiac death. Oleh karena itu, sejalan dengan Pulse Day Campaign yang diselenggarakan oleh Asia-Pacific Heart Rhytm Society (APHRS) dan Indonesian Heart Rythm Society (InaHRS), Siloam Hospitals TB Simatupang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, meluncurkan kampanye edukatif Lets Check The Beat untuk mengajak masyarakat mengenal aritmia, faktor risikonya dan melakukan deteksi dini dengan EKG Screening.

                  Atrial Fibrilasi yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko stroke hingga 5 kali, risiko gagal jantung hingga 5 kali, risiko serangan jantung hingga 2 kali, risiko kematian jantung mendadak hingga 2,5 kali.1 Di Asia sendiri diprediksi akan ada 75 juta kasus pada tahun 2050. Pada 2024 – 2025, Siloam Hospitals TB Simatupang menemukan fakta bahwa 33% dari pasien stroke yang dilakukan deteksi dengan monitor ambulatori (holter) terbukti memiliki aritmia. 37% dari pasien stroke di Siloam Hospitals TB Simatupang merupakan usia produktif. Selain itu, saat ini sudah ada sekitar 1723 pasien aritmia yang berhasil dideteksi dan ditangani dengan baik. Pemantauan kondisi jantung secara berkelanjutan sangat penting karena atrial fibrilasi (AF) terdeteksi pada lebih dari 20% penyintas stroke dalam tiga tahun dibandingkan sekitar 2.5% melalui pelayanan reguler.

                  Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Ibu Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, dalam sambutannya menyampaikan, “Penyakit jantung sudah menjadi tantangan besar kesehatan global dan nasional.. Seperti diketahui, penyakit jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Karena itu, pengendaliannya menjadi prioritas dalam kebijakan transformasi kesehatan, khususnya pada penguatan upaya promotif, dan preventif. Salah satu bentuk gangguan jantung yang perlu mendapat perhatian serius adalah Atrial Fibrilasi (AF). Sekitar sepertiga pasien AF tidak menunjukkan gejala, sehingga banyak kasus tidak terdeteksi sampai terjadi komplikasi seperti stroke atau gagal jantung. Padahal, AF yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko stroke secara signifikan. Inilah mengapa skrining dan deteksi dini menjadi sangat penting. Pemerintah telah melakukan berbagai langkah konkret, antara lain penguatan edukasi masyarakat melalui kampanye gaya hidup sehat dengan pesan CERDIK, pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk meningkatkan skrining dan deteksi dini faktor risiko dan penyakit jantung serta penyediaan alat EKG di Puskesmas guna mendukung diagnosis penyakit jantung di layanan primer. Upaya ini diperkuat dengan peningkatan kapasitas dokter agar mampu melakukan interpretasi awal dan tata laksana sesuai kewenangan. Berdasarkan data ASIK CKG sejak Februari s/d Desember 2025 tercatat sudah 2.415.198 peserta usia ≥ 40 tahun dengan hipertensi dan/atau DM dari 11.033.438 peserta atau sudah melampaui target program sebesar 20% atau 2.206.687 orang  yang dilakukan pemeriksaan EKG. Kami memandang kampanye Lets Check TheBeat yang akan dilakukan oleh Siloam Hospitals TB Simatupang sebagai inisiatif yang sejalan dengan arah kebijakan nasional, karena menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk mengenali irama jantungnya dan melakukan pemeriksaan sejak dini. Harapannya, program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat terus berlanjut serta berkontribusi nyata dalam menurunkan angka prevalensi kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung dan stroke, termasuk mencegah terjadinya stroke pada usia yang semakin muda.”

                  dr. Erika Maharani, Sp.JP(K) – Ketua Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) dalam sambutannya mengatakan, ”Data menunjukkan bahwa jumlah pasien aritmia terus meningkat, sementara sistem pelayanan masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur, distribusi tenaga subspesialis aritmia yang belum merata, akses terhadap terapi definitif seperti ablasi jantung dan perangkat implan yang masih terbatas, serta dukungan pembiayaan yang belum sepenuhnya optimal. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Perhimpunan Aritmia Indonesia (PERITMI/InaHRS) menyusun Cetak Biru Rencana Pengembangan Aritmia Nasional yang selaras dengan enam pilar Transformasi Kesehatan, dengan fokus pada penguatan deteksi dini, perluasan akses layanan, pembentukan registri nasional berbasis data, penguatan pembiayaan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi digital. Inisiatif ini diharapkan dapat menghadirkan layanan aritmia yang lebih merata, mudah diakses, dan berbasis bukti di seluruh Indonesia, sehingga berkontribusi pada penurunan angka stroke dan kematian jantung mendadak sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional. Sejalan dengan semangat Pulse Day 2026, kami juga menyampaikan apresiasi kepada Siloam Hospitals atas inisiatif kampanye kesadaran aritmia “Let’s Check The Beat”, yang menunjukkan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi dan penyedia layanan kesehatan dalam meningkatkan deteksi dini serta edukasi masyarakat.”

                  dr Grace Frelita, MM, Chief of Medical Officer Siloam International Hospitals, menyampaikan komitmen Siloam International Hospitals terhadap penyakit jantung, “Kami berkomitmen memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat melalui ketersediaan layanan komprehensif kelas dunia, teknologi canggih dan terkini, serta tim multidisipliner untuk layanan jantung. Kami memiliki 14 pusat pelayanan jantung terpadu, lebih dari 250 dokter spesialis dan subspesialis jantung, dan telah melakukan lebih dari 2.100 operasi jantung dan lebih dari 15.800 prosedur Cath Lab setiap tahunnya. Komitmen ini terus kami jaga sebagai upaya mendukung masyarakat Indonesia lebih sehat. Kami bangga, salah satu pusat pelayanan jantung ada di Siloam Hospitals TB Simatupang yang fokus pada artimia.”

                  Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan Kepala Staf Medis Fungsional Bidang Kardiologi Siloam Hospitals TB Simatupang serta ahli aritmia di Indonesia, menjelaskan, ““Secara global data menunjukkan hingga 40% pasien stroke iskemik berhubungan dengan AF.[1] Khususnya stroke pada orang muda, umumnya berkaitan dengan AF. Data studi Optima yang dilakukan di 25 senter di seluruh Indonesia, menemukan bahwa penderita AF di Indonesia lebih muda dibanding negara maju, dan cakupan pencegahan stroke bagi mereka masih sangat rendah. Terapi AF meliputi tata laksana faktor risiko dan komorbid, pencegahan stroke, kendali laju atau irama jantung, dan evaluasi berkala karena dinamisitas AF. Kendali irama yaitu mengembalikan irama AF ke irama normal (irama sinus) merupakan upaya ideal yang menjadi pilihan para ahli aritmia. Ablasi kateter pada AF terbukti lebih efektif dan aman dari pada obat-obatan. Melakukan ablasi pada AF dini yaitu kurang dari 1 tahun terbukti bukan hanya memperbaiki kualitas hidup tetapi juga dapat mencegah stroke dan memperpanjang harapan hidup. Di Siloam Hospitals TB  Simatupang, prosedur ablasi dengan teknologi terkini seperti RFA (Radio Frequency Ablation), CBA (Cryo Ballon Ablation) dan PFA (Pulse Field Ablation) telah menjadi prosedur standar dalam tata laksana aritmia. Sebaliknya, ablasi juga kini bermanfaat untuk pasien dengan laju jantung yang terlalu rendah yang sering menyebabkan sinkop/pingsan karena aktivitas saraf vagus yang berlebihan. Dulu pasien seperti ini memerlukan pemasangan alat pacu jantung.”

                  Siloam Hospitals TB  Simatupang telah melakukan penanganan berbagai prosedur diagnosis dan intervensi pada jantung dan pembuluh darah. Meskipun belum lama berdiri, pusat aritmia SHTB telah berhasil melakukan tindakan ablasi pada 110 kasus aritmia kompleks, Terobosan terkini pada tata laksana aritmia SHTB adalah ablasi tanpa pemakaian X-ray yaitu  non fluoroscopic ablation. Prosedur ini mengeliminasi paparan radiasi sehingga lebih aman bagi pasien.

                  Aritmia bisa dideteksi dan dapat ditangani sejak dini. Untuk itu, edukasi menjadi sangat penting. Hal ini yang menjadi latar belakang kampanye edukatif Let’s Check The Beat.

                  Ibu Mada Shinta Dewi- CEO Siloam Hospitals TB Simatupang, menjelaskan, “Tujuan kampanye Let’s Check The Beat adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam menurunkan beban yang ditimbulkan akibat aritmia. Pada 2024 – 2025, Siloam Hospitals TB Simatupang menemukan fakta bahwa 33% dari pasien stroke yang dilakukan deteksi dengan monitor ambulatori(holter) terbukti memiliki aritmia. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk lebih paham mengenai aritmia supaya tidak memandang remeh kondisi ini karena mempunyai risiko yang tinggi terhadap stroke bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak.”

                  Kampanye Lets Check The Beat menyediakan deteksi dini risiko aritmia melalui EKG Screening setiap hari Kamis dan Jumat jam 10.00 – 12.0 WIB dan Sabtu di jam 09.00 – 11.00 WIB di Siloam Hospitals TB Simatupang. Selain itu, juga akan ada edukasi ke masyarakat dan dokter-dokter spesialis mengenai terobosan terkini penanganan aritmia. Kampanye ini dimulai sejalan dengan Global Arrhythmia Awareness Week pada Maret hingga berakhir di September 2026, bertepatan dengan World Heart Day.  

                  Iwet Ramadan, Penyintas Stroke dan Campaign Ambassador mengatakan, “Sebagai penyintas stroke, saya sangat berhati-hati dalam menjaga kesehatan. Mengetahui fakta bahwa stroke bisa berulang dan aritmia bisa menyebabkan stroke berulang, maka saya berinisiatif melakukan deteksi dini aritmia. Saya mengajak semua yang berisiko maupun yang tidak berisiko stroke untuk mencari informasi mengenai artimia, lakukan deteksi dini artimia terutama di RS yang memberikan layanan komprehensif untuk artimia, seperti manfaatkan EKG Screening gratis yang ada di Siloam Hospitals TB Simatupang.”

                  “Siloam Hospitals TB Simatupang sebagai Pusat Artimia didukung oleh berbagai layanan seperti CT Scan 512 Slice generasi terbaru, Cath Lab yang dilengkapi dengan intracardiac echocardiography (ICE) yang mendukung tindakan non-fluoroscopic cardiac ablation dan dokter ahli aritmia terbaik di Indonesia serta perawat-perawat yang tersertifikasi.  Dengan unggulan tersebut, kami berharap bisa menjadi mitra kesehatan bagi masyarakat serta rujukan bagi rumah sakit sekitar dalam penanganan artimia yang tepat dan cepat,” tutup Ibu Mada. (Red/rlls)


                   

                2. Manfaat Puasa bagi Diabetesi, Ini Penjelasan Prof. dr. Hari Hendarto dari Eka Hospital BSD

                  Manfaat Puasa bagi Diabetesi, Ini Penjelasan Prof. dr. Hari Hendarto dari Eka Hospital BSD

                  Mediakawasan.id, Tangerang – Puasa Ramadan kerap menimbulkan kekhawatiran bagi penyandang diabetes. Banyak diabetesi bertanya, apakah mereka boleh berpuasa dan adakah manfaatnya bagi kesehatan? Menurut Prof. dr. Hari Hendarto, Sp.PD, Subsp.EMD (K), Ph.D, MARS, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes di Eka Hospital BSD, puasa justru dapat memberikan manfaat apabila dilakukan dengan persiapan dan pengawasan medis yang tepat.

                  “Jika dilakukan dengan benar dan berdasarkan pantauan dokter, puasa bisa menjadi momen reset bagi tubuh, termasuk bagi penyandang diabetes tipe 2 yang terkontrol,” jelas Prof. Hari.

                  Tantangan Puasa bagi Penyandang Diabetes

                  Diabetes merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) tinggi akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Saat berpuasa, tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan kadar gula darah agar tidak terlalu rendah (hipoglikemia) atau terlalu tinggi (hiperglikemia).

                  Hipoglikemia terjadi ketika gula darah turun di bawah 70 mg/dL, yang dapat memicu pusing, gemetar, lemas, hingga pingsan. Kondisi ini umumnya terjadi pada siang hari.

                  Sementara itu, hiperglikemia adalah lonjakan gula darah akibat konsumsi karbohidrat atau gula berlebih, yang sering terjadi saat berbuka puasa.

                  “Jika tidak dipersiapkan dengan baik, kedua kondisi ini bisa terjadi. Namun bukan berarti penyandang diabetes tidak bisa berpuasa,” tegasnya.

                  Apakah Diabetesi Boleh Berpuasa?

                  Secara medis, mayoritas penyandang diabetes tipe 2 dengan gula darah terkontrol diperbolehkan berpuasa. Namun, keputusan tersebut harus melalui konsultasi dan evaluasi dokter.

                  Pasien dengan risiko sangat tinggi, seperti diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol, penderita gagal ginjal, atau ibu hamil dengan diabetes, memerlukan penilaian khusus sebelum memutuskan berpuasa.

                  Prof. Hari menyarankan agar diabetesi melakukan pemeriksaan kesehatan setidaknya 2–4 minggu sebelum Ramadan untuk evaluasi menyeluruh dan penyesuaian terapi.

                  Manfaat Puasa bagi Kesehatan Diabetesi

                  Jika dijalankan dengan pola yang benar, puasa dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan bagi penyandang diabetes, antara lain:

                  1. Meningkatkan sensitivitas insulin
                    Puasa membantu sel tubuh menjadi lebih peka terhadap insulin sehingga pengelolaan gula darah menjadi lebih optimal.
                  2. Mengontrol berat badan dan lemak visceral
                    Penurunan berat badan selama puasa dapat mengurangi lemak visceral, yang merupakan faktor risiko utama pada diabetesi.
                  3. Memperbaiki kadar HbA1c
                    Dengan pola makan teratur dan terkontrol, puasa dapat membantu menurunkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir (HbA1c).
                  4. Menjaga kesehatan jantung
                    Puasa juga berperan dalam menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil kolesterol, sehingga mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular.

                  Cara Aman Berpuasa bagi Penyandang Diabetes

                  Agar puasa tetap aman dan sehat, berikut beberapa langkah yang direkomendasikan:

                  Rutin memantau gula darah, termasuk pagi, siang, dan sore hari. Tes gula darah tidak membatalkan puasa secara medis maupun agama.

                  Cukupi kebutuhan cairan dengan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam, 2 gelas saat sahur) untuk mencegah dehidrasi.

                  Segera batalkan puasa jika gula darah di bawah 70 mg/dL atau di atas 300 mg/dL.

                  Ikuti anjuran dokter terkait penyesuaian dosis obat atau insulin. Jangan mengubah dosis secara mandiri.

                  “Biasanya akan ada penyesuaian dosis obat saat sahur untuk mencegah hipoglikemia di siang hari dan penyesuaian saat berbuka. Konsultasi medis adalah wajib,” ujar Prof. Hari.

                  Menu Sahur dan Berbuka yang Dianjurkan

                  Pola makan sangat menentukan keberhasilan puasa bagi diabetesi.

                  Saat sahur, konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum utuh, dan sayuran, serta protein berkualitas agar rasa kenyang bertahan lebih lama.

                  Saat berbuka, awali dengan air putih dan maksimal 1–3 butir kurma. Hindari gorengan serta makanan manis berlebihan agar tidak terjadi lonjakan gula darah mendadak.

                  Pendampingan Medis Jadi Kunci

                  Prof. Hari menegaskan bahwa setiap penyandang diabetes memiliki kondisi yang berbeda, sehingga strategi puasa harus dipersonalisasi.

                  “Pendampingan dokter sangat penting agar pasien dapat beribadah dengan aman dan nyaman tanpa mengorbankan kesehatan,” katanya.

                  Melalui evaluasi menyeluruh dan pengaturan strategi nutrisi serta pengobatan yang tepat, diabetesi tetap dapat menjalani Ramadan dengan tenang dan penuh manfaat kesehatan. (Red/rlls)

                3. Siloam Hospitals Asri Berhasil Capai 500 Transplantasi Ginjal, Perkuat Posisi sebagai Pusat Rujukan Berstandar Internasional

                  Siloam Hospitals Asri Berhasil Capai 500 Transplantasi Ginjal, Perkuat Posisi sebagai Pusat Rujukan Berstandar Internasional

                  Mediakawasan.id, Jakarta – Siloam Hospitals Asri, rumah sakit dengan layanan unggulan urologi dan nefrologi dalam jaringan Siloam International Hospitals, mencatatkan sejarah penting dalam pengembangan layanan kesehatan di Indonesia dengan merayakan pencapaian 500 tindakan transplantasi ginjal dalam hampir 10 tahun terakhir. Pencapaian ini menegaskan posisi Siloam Hospitals Asri sebagai pusat transplantasi ginjal berstandar internasional dengan volume terbanyak rumah sakit swasta di Indonesia serta memperkuat peran dan komitmen Siloam sebagai pusat rujukan nasional dan regional bagi layanan transplantasi ginjal yang aman, komprehensif, dan berstandar internasional.

                  Keberhasilan transplantasi ginjal ke-500 dicapai Siloam Hospitals Asri pada pertengahan Januari 2026. Selain itu, Siloam Hospitals Asri juga mencatat tingkat keberhasilan pascaoperasi yang melampaui rata-rata transplantasi ginjal di rumah sakit Eropa, dengan fungsi ginjal mencapai 97,9% dalam satu tahun dan 95,7% dalam lima tahun, dibandingkan 96,7% dan 88,1% (berdasarkan data European Renal Association Registry Annual Report 2020). Pencapaian ini mencerminkan dedikasi, inovasi, serta kolaborasi tim multidisiplin Siloam Hospitals Asri dalam memberikan layanan transplantasi ginjal berkualitas tinggi.

                  Dalam sambutannya pada acara perayaan pencapaian 500 transplantasi ginjal Siloam Hospitals Asri: Beyond 500 Kidney Transplants: A Journey of Care, Courage & Hope, Dokter Spesialis Urologi Siloam Hospitals Asri, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, SpU(K), menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dedikasi, kolaborasi lintas disiplin untuk menjawab kepercayaan pasien. “Setiap tindakan transplantasi ginjal bukan sekadar prosedur medis, melainkan harapan baru bagi pasien dan keluarganya. Pencapaian 500 transplantasi ini mencerminkan dedikasi dan komitmen kami terhadap keselamatan pasien, kualitas klinis, serta keberlanjutan hasil transplantasi,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, dr. Grace Frelita, MM, Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, menyampaikan bahwa, “Pencapaian 500 transplantasi ginjal ini mencerminkan kekuatan sistem dan ketangguhan tim kami dalam mengelola seluruh proses secara end‑to‑end—mulai dari advokasi donor, skrining pra‑transplantasi, prosedur perioperatif, hingga pemantauan jangka panjang. Keunggulan Siloam Hospitals Asri tidak hanya terlihat dari volume tindakan, tetapi juga dari kemampuan kami menangani berbagai kasus kompleks. Dengan kualitas yang diakui hingga tingkat regional, kami bangga menunjukkan bahwa layanan transplantasi ginjal di Indonesia mampu bersaing dan menjadi rujukan di Asia Tenggara.”

                  Layanan Transplantasi Ginjal Komprehensif

                  Siloam Hospitals Asri mengembangkan layanan transplantasi ginjal melalui pendekatan multidisiplin terintegrasi dengan kolaborasi para dokter spesialis dan subspesialis, tim keperawatan transplantasi berkompetensi khusus, serta fasilitas dan teknologi medis yang memadai. Salah satu keunggulan utama layanan ini adalah patient registry terstruktur yang memungkinkan pemantauan jangka panjang terhadap kondisi donor dan resipien, evaluasi hasil klinis secara menyeluruh, serta peningkatan mutu layanan berbasis data. Setiap pasien dipastikan akan mendapatkan perawatan yang dipersonalisasi dan tindak lanjut yang konsisten sesuai standar internasional.

                  Tim multidisplin transplantasi ginjal Siloam Hospitals Asri dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Endang Susalit, SpPD-KGH, FINASIM) sebagai dokter spesialis nefrologi. Tim bedah urologi resipien terdiri dari Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, SpU(K) dan dr. Arry Rodjani, SpU (K), sementara tim bedah urologi donor melibatkan Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, SpU (K), PhD, Prof. Dr. dr. Irfan Wahyudi, SpU (K), Prof. dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, SpU (K), FICRS, serta dr. Fina Widia, Sp.U, Subsp.F.F.N(K). Mereka didukung pula oleh tim anestesi dan tim advokasi transplantasi.

                  Komunitas Sahabat Ginjal Asri

                  Selain itu, Siloam Hospitals Asri meluncurkan “Sahabat Ginjal Asri” sebagai sarana edukasi serta ruang berbagi pengalaman nyata pasien dan penyintas transplantasi ginjal. Komunitas ini juga menjadi platform pemberdayaan pasien dan peningkatan kesadaran publik mengenai transplantasi ginjal.

                  “Sejak tahap pemeriksaan awal, persiapan, pelaksanaan transplantasi, hingga tiga bulan pascatransplantasi, seluruh proses berjalan lancar. Saat ini kondisi saya sangat baik, dengan perubahan positif pada tubuh dan fungsi organ yang juga tercermin dari hasil pemeriksaan laboratorium. Saya sangat bersyukur, terlebih di saat banyak pasien harus bergantung pada cuci darah seumur hidup, Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk menjalani transplantasi,” ujar Ali Murtadho, pasien asal Jakarta yang menjalani transplantasi ginjal di Siloam Hospitals Asri pada 15 Oktober 2025.

                  Perayaan pencapaian 500 transplantasi ginjal Siloam Hospitals Asri adalah apresiasi kepada seluruh tim yang telah berkontribusi pada pencapaian itu serta pengakuan atas keberanian dan perjuangan para pasien transplantasi ginjal. Momentum ini juga menegaskan komitmen Siloam Hospitals Asri untuk terus mengembangkan layanan transplantasi ginjal berkelanjutan, berbasis evidence-based medicine, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (Red/*)

                4. Perkuat Sinergi dengan APINDO, Brawijaya Hospital Depok dan BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Komitmen Perlindungan Pekerja

                  Perkuat Sinergi dengan APINDO, Brawijaya Hospital Depok dan BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Komitmen Perlindungan Pekerja

                  Mediakawasan.id, Depok – Brawijaya Hospital Depok bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok kembali menegaskan komitmen kolaborasi strategis yang telah terjalin sejak 2019 dan akan terus berlangsung hingga 2027. Sinergi ini dikemas dalam rangkaian acara yang digelar di The Margo Hotel, Rabu (10/2/2026), dan dihadiri unsur pemerintah, asosiasi pengusaha, serta perwakilan perusahaan anggota APINDO Kota Depok.

                  Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, S.Kom., M.T. Turut hadir Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok, Novarina Azli, S.Kom., M.Msi., Ketua APINDO Kota Depok Wahyu Isnaini, S.E., M.M., Ketua Baznas Kota Depok Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., Kepala BPS Kota Depok Agus Marzuki Prihantoro, Chief Commercial Officer Brawijaya Hospital Group drg. Hestiningsih, S.E., MARS., serta Hospital Director Brawijaya Hospital Depok dr. Andri Firman Saputra, MMR.

                  Dalam sambutannya, Novarina Azli membuka dengan kisah nyata seorang petugas SPPG di Kota Depok yang mengalami kecelakaan kerja akibat ledakan mesin pengering ompreng yang digunakan sebagai wadah makan bergizi gratis. Insiden tersebut menyebabkan luka bakar serius. Beruntung, pekerja tersebut telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sehingga seluruh biaya pengobatan ditanggung, pekerja memperoleh santunan selama tidak mampu bekerja, dan keluarganya tetap memiliki kepastian ekonomi.

                  “Tidak ada penggalangan dana, tidak ada beban tambahan bagi perusahaan maupun pemerintah daerah. Inilah makna perlindungan pekerja yang sesungguhnya: hadir sebelum risiko terjadi, bukan setelah musibah datang,” ujarnya.

                  Ia menambahkan, Kota Depok merupakan wilayah dengan dinamika ekonomi dan ketenagakerjaan yang tinggi. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Depok, sektor jasa kemasyarakatan menjadi lapangan usaha terbesar yang telah memberikan perlindungan kepada tenaga kerjanya. Namun, perlindungan tersebut belum sepenuhnya merata.

                  “Masih terdapat pekerja di sektor UMKM, konstruksi swasta, dan pekerja harian yang bekerja tanpa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, padahal justru di sektor-sektor inilah risiko kerja dan kerentanan ekonomi paling tinggi,” jelasnya.

                  Hingga tahun 2025, BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok telah melindungi sekitar 342 ribu peserta aktif, dengan sekitar 26 persen di antaranya merupakan pekerja informal. Angka tersebut dinilai masih jauh dari target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) tahun 2045 sebesar 99,5 persen.

                  Sepanjang tahun 2025, klaim manfaat yang dibayarkan di Kota Depok mencapai lebih dari Rp743 miliar. Nilai tersebut mencakup Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja tanpa batas plafon sesuai indikasi medis, Jaminan Kematian, Jaminan Kehilangan Pekerjaan, serta manfaat beasiswa bagi ahli waris pekerja yang masih bersekolah.

                  “Angka ini adalah bukti konkret kehadiran negara dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi tenaga kerja,” tegasnya.

                  Dalam kesempatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng Baznas Depok untuk mengajak pelaku usaha mengintegrasikan program CSR dan ZIS perusahaan sebagai instrumen perlindungan pekerja rentan, seperti pekerja informal dan sektor jasa kecil.

                  “Skema ini bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi investasi sosial yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi lokal dan reputasi keberlanjutan perusahaan,” tambah Novarina.

                  Ia juga menekankan bahwa kepatuhan terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan seharusnya dipandang sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, serta tanggung jawab kepemimpinan, bukan semata beban biaya.

                  Menutup sambutannya, Novarina menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan Depok telah memperpanjang kerja sama dengan Brawijaya Hospital Depok sejak awal 2026 guna memastikan pekerja yang mengalami kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas.

                  Rangkaian acara ditutup dengan sesi health talk oleh dr. Paramita Dyah Lasmana, Sp.OT., yang mengangkat topik penanganan cedera kerja dari sisi ortopedi.

                  “Melalui kerja sama ini, seluruh kasus kecelakaan kerja mendapatkan penanganan komprehensif tanpa batasan biaya, mulai dari tindakan medis hingga after care pasca perawatan. Cakupan layanan meliputi sistem muskuloskeletal (orthopaedi), trauma dada oleh bedah thoraks dan kardiovaskular, trauma mata (ophthalmology), serta bedah umum termasuk penanganan luka bakar, debridement, dan tindakan medis lainnya,” tutur drg. Hestiningsih.

                  Ia menambahkan, apabila ditemukan komplikasi dalam proses perawatan, pasien dapat dirujuk ke unit Brawijaya Hospital lainnya guna memastikan penanganan optimal dan berkelanjutan.

                  “Harapannya, kolaborasi yang telah terjalin sejak 2019 ini dapat terus memberikan perlindungan maksimal bagi para pekerja serta mendukung terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, aman, dan produktif di Kota Depok,” tutup Hestiningsih. (Red/*)

                5. Dorong Transformasi Layanan Kesehatan, Medistra Hospital Resmikan CT Scan Revolution Apex Terbaru dan Aplikasi Digital

                  Dorong Transformasi Layanan Kesehatan, Medistra Hospital Resmikan CT Scan Revolution Apex Terbaru dan Aplikasi Digital

                  Mediakawasan.id, Jakarta – Medistra Hospital terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan menghadirkan teknologi medis serta digital terbaru melalui kegiatan perilisan CT Scan dan Aplikasi Medistra Hospital. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Medistra Hospital dalam menjawab tantangan layanan kesehatan di era digital, khususnya terkait kebutuhan akan diagnosis yang cepat, tepat, dan mudah diakses oleh masyarakat.

                  Penyakit jantung dan berbagai penyakit kronis lainnya hingga saat ini masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas, baik secara global maupun nasional. Di Indonesia, keterlambatan diagnosis masih kerap terjadi, antara lain disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap pemeriksaan penunjang yang andal serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam sistem layanan kesehatan.

                  Menjawab tantangan tersebut, Medistra Hospital menghadirkan CT Scan Revolution Apex dari GE Healthcare sebagai fasilitas diagnostik unggulan. Dengan teknologi 512 slices dan dosis radiasi yang lebih rendah, CT Scan ini mendukung diagnosis yang lebih cepat dan akurat. Fitur 1-beat cardiac imaging memungkinkan pemindaian jantung hanya dalam satu denyut, sementara teknologi Metal Artifact Reduction (MAR) menghasilkan gambar yang tetap jernih meski terdapat implan logam.

                  Untuk kasus stroke, fitur Smart Stroke mempercepat proses pemindaian hingga pelaporan hasil. Pemeriksaan juga dirancang aman dan nyaman, termasuk bagi anak-anak tanpa sedasi, pasien obesitas, serta didukung ruang pemeriksaan dengan ambient lighting untuk mengurangi kecemasan pasien.

                  Dalam sesi pemaparannya, dr. Ardian Jahja Saputra, Sp.JP menekankan pentingnya pemeriksaan diagnostik dalam mendukung upaya deteksi dini, khususnya pada penyakit jantung dan pembuluh darah.

                  “Banyak penyakit jantung berkembang tanpa gejala yang jelas. Pemeriksaan penunjang seperti CT Scan berperan penting dalam membantu deteksi dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diatasi,” ujarnya.

                  Sejalan dengan hal tersebut, dr. Monica Mangkuwerdojo, Sp.Rad, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi CT Scan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas penegakan diagnosis.

                  “Dengan teknologi CT Scan terkini, kami dapat memperoleh hasil pencitraan yang lebih detail dan akurat dalam waktu yang lebih singkat. Hal ini sangat membantu dokter dalam menentukan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat bagi pasien,” jelasnya.

                  Selain penguatan layanan diagnostik, Medistra Hospital juga meluncurkan Aplikasi Medistra sebagai bagian dari transformasi digital layanan kesehatan. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan rumah sakit secara terintegrasi, mulai dari pendaftaran, informasi layanan, hingga akses hasil pemeriksaan secara lebih praktis dan efisien.

                  Melalui kegiatan ini, Medistra Hospital bertujuan untuk memperkenalkan layanan CT Scan terbaru sebagai fasilitas diagnostik unggulan, mensosialisasikan pemanfaatan Aplikasi Medistra kepada masyarakat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kegiatan ini sekaligus memperkuat positioning Medistra Hospital sebagai rumah sakit yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi. (Red/*)