Category: Kesehatan

  • Hadirkan Pakar Bedah Bahu Terkemuka Dunia, Dr. Laurent Lafosse, Siloam Hospitals Kebon Jeruk Jadi Pusat Rujukan Ortopedi Berstandar Global

    Hadirkan Pakar Bedah Bahu Terkemuka Dunia, Dr. Laurent Lafosse, Siloam Hospitals Kebon Jeruk Jadi Pusat Rujukan Ortopedi Berstandar Global

    Mediakawasan.id, Jakarta — Siloam Hospitals Kebon Jeruk menyelenggarakan Simposium Ortopedi atau Siloam Orthopedic Sympsium di Jakarta, Rabu – Kamis (10  – 11 Desember 2025). Simposium dihadiri salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia bedah bahu internasional sekaligus pendiriAlps Surgery InstituteDr. med. Laurent Lafosse.
    
    Dr. Lafosse memimpin simposium ilmiah berjudul35 Tahun Mengembangkan Seni dan Ilmu Bedah & Rekonstruksi Bahu.  Pakar yang menjadi pencetus dan penyelenggara kursus lanjutan bedah bahu internasional Annecy Live Surgery sejak 2005 ini juga mengisi sesi diskusi interaktif tentang artroskopi bahu (bedah minimal invasif), artroplasti(operasi memperbaiki atau mengganti sendi rusak), dan kasus-kasus rekonstruksi kompleks. Pakar bedah ternama di dunia yang menulis lebih dari 90 publikasi ilmiah berpengaruh, ratusan presentasi internasional, dan kontributor berbagai buku referensi global ini juga memimpin diskusi mendalam tentang teknik operasi, evaluasi kasus, dan komplikasi bedah bahu.
    
    Andal Menangani Bedah Bahu

    Dikenal sebagai salah satu pelopor utama artroskopi bahu, Dr. Laurent Lafosse adalah ahli bedah ortopedi yang telah mendedikasikan lebih dari 35 tahun kariernya pada pembedahan ekstremitas atas, terutama bahu. Dia merupakan pelopor teknik-teknik kunci seperti prosedur latarjet arthroscopic, perbaikan tendon rotator cuff dua baris, jahitan lasso-loop, pelepasan saraf endoskopik, dan berbagai inovasi rekonstruksi bahu lainnya. Selain itu, Lafosse menjadi pembicara dan instruktur di lebih dari 380 konferensi internasional di 31 negara.
    
    Prestasi dan inovasi Dr. Lafosse menjadikannya salah satu ahli yang paling dicari di dunia untuk pelatihan bedah bahu, serta menjelaskan mengapa kehadirannya di Indonesia menjadi tonggak penting bagi komunitas ortopedi nasional. Oleh sebab itu, kehadiran Lafosse dalam Siloam Orthopedic Sympsium menjadi kesempatan berharga bagi para dokter ortopedi Indonesia untuk mengakses pengetahuan langsung dari ahli kelas dunia tanpa harus mengikuti pelatihan di Eropa atau Amerika.
    
    Kunjungan ini menjadi momen bersejarah karena pertama kalinya Lafosse melakukan visitasi klinis, pengajaran, dan diskusi bedah secara langsung di Indonesia—khusus melalui Siloam Hospitals Kebon Jeruk.
    
    Pusat Rujukan Ortopedi Standar Global

    Melalui simposium ini, Siloam Hospitals Kebon Jeruk menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat rujukan ortopedi berstandar global untuk dokter-dokter Indonesia. Program ini berfokus pada edukasi mendalam mengenai perkembangan terkini dalam artroskopi dan artrosplasti bahu, rekonstruksi bahu, dan teknik-teknik endoskopik tingkat lanjut, termasuk inovasi hasil pengembangan langsung Dr. Lafosse.
    
    “Menghadirkan Dr. Laurent Lafosse ke Indonesia, khususnya ke Siloam Hospitals Kebon Jeruk, adalah bagian dari visi kami untuk memastikan bahwa dokter-dokter Indonesia dapat belajar langsung dari inovator global dan mengadopsi standar praktik terbaik dunia,” ujar Inge Samadi, Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk saat membuka Siloam Orthopedic Sympsium, Rabu (10/12/2025).
    
    Sebagai salah satu pusat layanan ortopedi terdepan, Siloam Hospitals Kebon Jerukberkomitmen untuk: 1) Menghadirkan pembelajaran berkelanjutan bagi dokter Indonesia. 2) Membangun center of excellence untuk bedah bahu dan teknik minimal invasif yang canggih dan modern. 3)  Mengundang pakar internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan pasien. 4) Mendorong adopsi teknologi modern dan standar bedah global.
    
    Dengan kehadiran Dr. Lafosse, Siloam Hospitals Kebon Jeruk memperkuat posisinya sebagai rumah sakit yang tidak hanya memberikan pelayanan terbaik kepada pasien, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pelatihan bagi tenaga medis nasional. (Red/*)

  • Siloam Hospitals Lippo Village Hadirkan Edukasi Persalinan Nyaman Menyambut Hari Ibu

    Siloam Hospitals Lippo Village Hadirkan Edukasi Persalinan Nyaman Menyambut Hari Ibu

    Mediakawasan.id, Tangerang — Menyambut Hari Ibu yang diperingati pada 22 Desember, Siloam Hospitals Lippo Village mengadakan talkshow bertajuk “Menuju Hari Ibu: Persalinan Nyaman di Siloam Hospitals Lippo Village”. Kegiatan ini bertujuan mengajak para calon ibu untuk memahami perjalanan kehamilan dengan aman dan nyaman, serta memberi ketenangan bagi ibu dalam menyambut buah hati.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Siloam Hospitals untuk memastikan setiap ibu di Indonesia mendapatkan pengalaman persalinan yang lebih baik. Siloam percaya bahwa rasa aman dan nyaman menjadi kunci perjalanan kehamilan dan persalinan. Para calon ibu pun diharapkan mampu teredukasi dengan baik, sesuai perkembangan terkini dalam bidang kebidanan, serta mendapatkan pendampingan profesional yang diperlukan.

    Dalam sesi ini, dr. Julita D. L. Nainggolan, Sp.OG memaparkan perkembangan metode persalinan modern, termasuk ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery). Teknik persalinan sesar modern ini menawarkan proses pemulihan lebih cepat, risiko nyeri lebih rendah, dan durasi rawat inap lebih singkat. “Dengan metode ERACS, ibu bisa pulih lebih cepat dan nyaman, dapat beraktivitas ringan lebih cepat, dan tentunya memberikan keamanan bagi ibu dan bayinya. Ini penting bagi ibu di era modern yang aktif,” ujar dr. Julita.

    Sementara itu, dr. C. Herawati Sri Riana Dewi, Sp.OG menjelaskan pentingnya pemeriksaan NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing) dengan teknologi Golden Standard dalam prenatal screening modern yang aman. “Di masa kini, pemeriksaan NIPT memberikan keamanan, ketepatan, dan kenyamanan, serta dapat dilakukan sejak usia kehamilan yang masih dini, memberikan ketenangan pikiran bagi calon orang tua.”

    Layanan Kehamilan & Persalinan yang Lengkap di Siloam Hospitals Lippo Village

    Acara ini turut menegaskan bahwa Siloam Hospitals Lippo Village menyediakan rangkaian layanan maternal care yang terintegrasi, mulai dari:

    ‌ANC (Antenatal Care)

    ‌Pemeriksaan kehamilan rutin

    ‌USG 4D

    ‌Skrining prenatal seperti NIPT

    ‌Konsultasi laktasi

    ‌Fasilitas persalinan modern dengan dukungan perawat terlatih

    Siloam ingin memastikan bahwa Persalinan Nyaman di Setiap Langkah bukan sekadar slogan, melainkan kenyamanan sesungguhnya bagi setiap ibu. (Red/*)

  • Profesor di Eka Hospital Raih Penghargaan Internasional di Filipina

    Profesor di Eka Hospital Raih Penghargaan Internasional di Filipina

    Mediakawasan.id, BSD City – Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, yang juga menjabat sebagai Chairman Diabetes Connection Care di Eka Hospital, menerima Penghargaan Augusto D. Litonjua Pillars in Diabetes Education Award Lecture dari Philippine Center for Diabetes Education Foundation, Inc.

    Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi luar biasa Prof. Sidartawan dalam bidang edukasi dan pemberdayaan pasien diabetes, serta dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan profesional di seluruh Asia.

    Penyerahan penghargaan dilakukan dalam acara tahunan National Assembly of Diabetes Educators (NADE) yang digelar pada 12 November 2025 di Makati Diamond Residences, Makati City, Filipina.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sidartawan juga diundang untuk memberikan kuliah ilmiah dengan topik “Diabetes in Asians: Unique Aspects Impacting Diagnosis and Care”, yang disambut antusias oleh para peserta dari berbagai negara.

    “Penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi, kerja keras, dan dedikasi seluruh tim dalam meningkatkan kualitas edukasi dan penanganan diabetes, khususnya di Asia. Saya merasa terhormat dan berharap pencapaian ini bisa menjadi inspirasi bagi tenaga medis dan masyarakat Indonesia,” ujar Prof. Sidartawan dalam sambutannya.

    Penghargaan yang diraih Prof. Sidartawan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Eka Hospital, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di mata dunia, khususnya dalam bidang kedokteran dan manajemen penyakit kronis seperti diabetes. (Red/*)


  • Brawijaya Hospital Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Ajak Masyarakat Selamatkan Nyawa Sejak Dini

    Brawijaya Hospital Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Ajak Masyarakat Selamatkan Nyawa Sejak Dini

    Mediakawasan.id, Jakarta— Beberapa tanaga medis BraveHeart Brawijaya Hospital tampak cekatan melakukan pertolongan pada kasus pingsan mendadak. Sementara beberapa orang memperhatikan, dan dengan antusias mengikuti gerakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diperagakan pada sebuah manekin manusia. Pelatihan dilakukan berulang-ulang hingga para peserta paham dan mengerti tata laksana menolong korban henti jantung mendadak, hingga bisa menyelamatkan nyawa korban.

    Kegiatan pelatihan BHD yang dilakukan tim medis BraveHeart Brawijaya Hospital merupakan rangkaian program untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025. Kegiatan yang bertajuk “Peduli Jantung Sehat, “Selamatkan Nyawa Sejak Dini” ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi gawat darurat, khususnya kasus henti jantung mendadak.

    Ditemui disela pelatihan, Chief Commercial Officer Brawijaya Hospital Group, drg. Hestiningsih, SE, MARS, pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Brawijaya untuk membangun masyarakat yang tanggap darurat dan sadar kesehatan jantung.

    “Penanganan cepat dalam hitungan menit bisa menyelamatkan nyawa korban henti jantung. Melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat awam memiliki pengetahuan dan keberanian untuk bertindak sebelum tenaga medis datang,” ujar Hesti, pada Minggu 9 November 2025.

    Dalam kesempatan itu, Hesti juga menyarankan agar masyarakat sadar akan jantung sehat dengan mendeteksi dini risiko penyakit jantung.

    “Deteksi dini adalah langkah penting untuk mencegah komplikasi serius, dan sudah saatnya masyarakat sadar akan hal itu,” tambahnya.

    Dalam sesi edukasi, dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI, FAPHRS, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah BraveHeart, turut memberikan pemaparan mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui gaya hidup sehat dan pengelolaan stres.

    Ia juga menjelaskan pentingnya pemeriksaan EKG dan Holter untuk mendeteksi gangguan irama jantung yang berisiko menyebabkan stroke atau gagal jantung.

    Dalam kesempatan itu, dr. Yamin juga mengungkapkan pentingnya pelatihan BHD bagi masyarakat awam. Sebab, lima menit pertama merupakan waktu yang sangat berharga bagi korban henti jantung mendadak.

    “Jika sesorang paham atau sudah pernah mengikuti pelatihan BHD, dia harusnya bisa dengan cepat melakukan pertolongan, sehingga korban bisa terselamatkan. Untuk itu pelatihan BHD ini adalah hal yang sangat penting dilakukan, sayangnya tidak semua orang atau masih banyak masyarakat awam yang tidak mengetahui tentang BHD, oleh karena itu ini menjadi tanggungjawab moral bagi para medis juga pemerintah untuk mensosialisasikannya. Semakin banyak orang paham BHD maka akan semakin banyak nyawa tertolong,” tegas dr. Yamin.

    Hal senada juga dikatakan oleh dr. Sugisman, Sp.BTKV (K), Konsultan Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular, BraveHeart Brawijaya Hospital, dia bahkan mengapresiasi inisiatif BraveHeart Brawijaya Hospital dalam mengedukasi masyarakat mengenai BHD.

    “Saya sangat mengapresiasi tim BraveHeart Brawijaya Hospital yang sudah berinisiatif menggelar pelatihan BHD bagi masyarakat awam. Pelatihan BHD seharusnya menjadi agenda rutin di masyarakat. Pertolongan pertama oleh orang di sekitar sering kali menjadi penentu hidup dan mati seseorang sebelum bantuan medis datang,” tutupnya. (Red/*)

  • Mengenal Kaki Diabetes dan Cara Tepat Menangani Lukanya

    Mengenal Kaki Diabetes dan Cara Tepat Menangani Lukanya

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia). Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi serius pada organ vital seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf. Salah satu komplikasi yang paling ditakuti adalah Kaki Diabetes (Diabetic Foot).

    Menurut dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD, MSc, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital BSD, deteksi dini sangat penting agar komplikasi berat seperti amputasi dapat dicegah.

    “Kaki diabetes adalah kondisi yang muncul akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah pada penderita diabetes yang tidak terkontrol. Luka kecil bisa berkembang menjadi infeksi berat jika tidak dirawat dengan benar,” jelas dr. Jimmy, pada Kamis, (6/11).

    Apa Itu Kaki Diabetes?

    Kaki diabetes merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gangguan pada kaki akibat komplikasi diabetes. Kondisi ini mencakup infeksi, luka terbuka (ulkus), kerusakan jaringan, hingga perubahan bentuk kaki.

    Dua penyebab utama kondisi ini adalah:

    1. Neuropati perifer (kerusakan saraf) – Penderita kehilangan sensasi nyeri, panas, atau dingin, sehingga luka kecil sering kali tidak disadari.
    2. Penyakit vaskular perifer (kerusakan pembuluh darah) – Aliran darah ke kaki berkurang sehingga proses penyembuhan luka terhambat.

    Mengapa Luka di Kaki Diabetes Bisa Berbahaya?

    Luka pada kaki diabetes seringkali bermula dari hal sepele, seperti lecet karena sepatu sempit atau menginjak benda tajam. Namun, karena sirkulasi darah buruk dan daya tahan tubuh menurun akibat gula darah tinggi, luka tersebut sulit sembuh dan mudah terinfeksi.

    “Gula darah tinggi juga mengganggu fungsi sel darah putih, membuat tubuh sulit melawan bakteri. Akibatnya, infeksi bisa cepat menyebar dan menyebabkan kematian jaringan (nekrosis),” tutur dr. Jimmy.

    Perawatan dan Penanganan Luka Kaki Diabetes

    Perawatan luka kaki diabetes harus dilakukan secara rutin dan disiplin. Tujuannya adalah menghilangkan infeksi, mempercepat penyembuhan, dan mencegah amputasi.
    Langkah-langkah penanganan antara lain:

    Menjaga kadar gula darah tetap stabil melalui obat, diet, dan gaya hidup sehat.

    Membersihkan luka setiap hari dengan cairan steril (NaCl 0,9%) dan menutupnya dengan pembalut luka modern yang menjaga kelembapan.

    Menghilangkan jaringan mati (debridement) oleh dokter untuk merangsang pertumbuhan jaringan baru.

    Mengurangi tekanan pada luka (offloading) dengan alat bantu, sepatu khusus, atau kruk.

    Mengatasi infeksi dengan antibiotik sesuai hasil kultur bakteri.

    Langkah Pencegahan Kaki Diabetes

    Pencegahan menjadi kunci utama agar luka tidak muncul atau kambuh kembali. dr. Jimmy menyarankan beberapa langkah penting berikut:

    Periksa kondisi kaki setiap hari, termasuk sela-sela jari.

    Jaga kebersihan kaki dengan mencuci dan mengeringkan secara menyeluruh.

    Gunakan alas kaki yang nyaman dan tertutup, jangan bertelanjang kaki.

    Potong kuku dengan hati-hati dan hindari kuku tumbuh ke dalam.

    Kendalikan gula darah melalui pengobatan dan gaya hidup sehat.

    Segera ke Dokter Jika…

    Penderita diabetes disarankan segera memeriksakan diri jika menemukan luka yang tidak membaik dalam 24–48 jam, muncul tanda infeksi seperti bengkak dan nanah, atau jika kaki terasa dingin dan menghitam.

    “Penanganan cepat dapat menyelamatkan jaringan kaki bahkan nyawa pasien. Jangan tunggu luka memburuk,” tegas dr. Jimmy.

    Konsultasi dengan Spesialis

    Untuk mendapatkan penanganan optimal terkait pengelolaan diabetes dan perawatan luka kaki diabetes, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD, MSc, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Eka Hospital BSD. (Red/rlls)

  • RSU Tangerang Selatan Gelar Donor Darah Serentak dalam Rangka HUT Arsada dan Hari Kesehatan Nasional

    RSU Tangerang Selatan Gelar Donor Darah Serentak dalam Rangka HUT Arsada dan Hari Kesehatan Nasional

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan — Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang Selatan menggelar kegiatan donor darah sebagai bagian dari peringatan hari lahir Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional. Kegiatan yang berlangsung pada hari ini, Senin, (3/11), ini juga menjadi bagian dari aksi donor darah serentak secara nasional yang digagas Arsada dengan target pencapaian rekor MURI.

    Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Tangerang Selatan, dr. Lanna Marita, MARS., menjelaskan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan agenda rutin yang setiap tahun diselenggarakan oleh pihak rumah sakit. “Insya Allah, setiap tahun kami melaksanakan kegiatan donor darah. Kalau tahun-tahun sebelumnya dalam rangka Hari Kesehatan Nasional dan HUT Kota Tangerang Selatan,” ujar dr. Lanna.

    Untuk tahun ini, pihak RSU Tangerang Selatan menargetkan 200 pendonor, sesuai dengan ketentuan Arsada yang menetapkan target serupa bagi setiap rumah sakit daerah peserta. Secara nasional, kegiatan donor darah serentak ini menargetkan 6.000 pendonor agar dapat tercatat dalam rekor MURI.

    “Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh RSUD di Indonesia. Harapannya, total hasil donor darah dari setiap rumah sakit bisa mencapai 6.000 kantong darah dan berhasil mencatatkan rekor MURI,” tambahnya.

    Pendaftaran peserta donor darah dibuka untuk pegawai rumah sakit dan masyarakat umum, baik melalui formulir daring (Google Form) maupun secara langsung di lokasi kegiatan. “Masyarakat umum juga boleh ikut. Silakan datang langsung ke RSU Tangsel di lantai 8 mulai pukul 08.00 sampai 12.00 siang,” jelas dr. Lanna.

    Hingga akhir pelaksanaan, tercatat ada 113 orang pendaftar, namun sayangnya hanya 55 pendaftar yang lolos mendonor. Sehingga untuk donor darah kali ini RSU Tangsel mendapat 55 Kantong Darah.

    Lebih lanjut, dr. Lanna menuturkan bahwa pemilihan kegiatan donor darah ini tidak hanya untuk mendukung pencapaian rekor nasional, tetapi juga memiliki nilai sosial dan kesehatan yang tinggi.

    “Dari sisi kesehatan, donor darah bermanfaat untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima dan fit. Dari sisi sosial, kegiatan ini bentuk kepedulian terhadap sesama karena kita membantu orang-orang yang membutuhkan darah,” tuturnya.

    Sebagai penutup, dr. Lanna menyampaikan harapan agar momentum HUT Arsada kali ini menjadi ajang memperkuat sinergi dan kolaborasi antar rumah sakit daerah di seluruh Indonesia. “Semoga kegiatan ini bisa mempererat kerja sama antar RSUD dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red/*)

  • Waspadai Mitos Stroke: Dokter Tegaskan Penanganan Cepat dalam 4,5 Jam Pertama Jadi Penentu Kesembuhan

    Waspadai Mitos Stroke: Dokter Tegaskan Penanganan Cepat dalam 4,5 Jam Pertama Jadi Penentu Kesembuhan

    Mediakawasan.id, Jakarta — Masih banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang cara menangani stroke, padahal penanganan yang keliru justru dapat memperparah kondisi pasien. Dalam rangka peringatan Hari Stroke Sedunia di Siloam Hospitals Lippo Village, dokter spesialis saraf Dr. dr. Pricilla Yani Gunawan, Sp.N, Subsp.E.N.I.K (K) menegaskan pentingnya mengenali gejala awal stroke dan segera membawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap penanganan stroke (stroke-ready hospital) dalam waktu emas, yakni 4,5 jam pertama sejak gejala muncul.

    “Masih ada anggapan kalau orang mengalami kelumpuhan mendadak cukup ditusuk jarum di ujung jari agar darah keluar dan sumbatan hilang. Itu sama sekali tidak berdasarkan bukti ilmiah,” ujar dr. Pricilla. Ia menekankan, tindakan seperti menusuk jari, memijat, mengompres wajah, atau mengoleskan bahan-bahan tertentu justru dapat membuang waktu berharga yang menentukan peluang kesembuhan pasien.

    Menurutnya, waktu merupakan faktor paling krusial dalam penyelamatan pasien stroke. “Ada masa keemasan, yakni 4,5 jam pertama. Kalau pasien datang dalam waktu itu, kita masih bisa memberikan obat peluruh sumbatan,” jelasnya. Ia menambahkan, pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI juga penting untuk memastikan jenis dan lokasi sumbatan, terutama pada kasus yang tidak diketahui waktu pasti munculnya gejala, seperti pasien yang mendadak lemah saat bangun tidur.

    Selain faktor waktu, ukuran dan lokasi pembuluh darah yang tersumbat turut memengaruhi peluang kesembuhan. “Kalau yang tersumbat pembuluh besar, dampaknya lebih luas. Tapi baik pembuluh besar maupun kecil, tindakan tetap harus segera,” ujar dr. Pricilla. Ia menegaskan bahwa menunda penanganan, misalnya hingga enam atau sepuluh jam setelah gejala muncul, dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak yang lebih luas dan menurunkan kemungkinan pemulihan total.

    Dokter juga menjelaskan pentingnya membedakan gejala stroke dengan kondisi lain. “Kalau seseorang jatuh dulu baru lemah, mungkin bukan stroke. Tapi kalau tiba-tiba lemah lalu jatuh, besar kemungkinan itu stroke dan harus segera dibawa ke rumah sakit,” tegasnya.

    Lebih lanjut, dr. Pricilla mengingatkan bahwa pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam mencegah stroke. Tekanan darah tinggi, kadar gula dan kolesterol yang tidak terkontrol, serta kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko utama. “Olahraga memang penting, tapi bukan satu-satunya. Semua faktor risiko harus dikontrol bersamaan,” katanya.

    Ia juga menyoroti faktor usia yang tak bisa dihindari, namun dapat dikelola. “Kita bisa menua dengan sehat. Caranya dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, menjaga pola makan, dan tetap aktif bergerak. Lebih baik mencegah sejak dini daripada menyesal setelah terkena stroke,” ujarnya.

    Menariknya, dr. Pricilla juga mengingatkan bahaya mendengkur keras yang sering dianggap sepele. “Mendengkur yang disertai rasa ngantuk di siang hari bisa jadi tanda gangguan tidur yang berisiko meningkatkan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Itu bisa berujung pada stroke,” jelasnya.

    Selain itu, gangguan irama jantung (aritmia) disebut sebagai faktor risiko tersembunyi yang dapat meningkatkan risiko stroke hingga tujuh kali lipat, bahkan pada orang dengan tekanan darah, gula, dan kolesterol normal. Oleh karena itu, ia menganjurkan masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan medis menyeluruh, termasuk USG pembuluh darah leher dan kepala, agar potensi risiko dapat dideteksi lebih dini.

    “Screening jangan dilakukan setelah ada keluhan. Justru ketika merasa sehat, itu waktu terbaik untuk memeriksa kondisi tubuh,” pungkas dr. Pricilla. (Red/*)

  • Siloam Hospitals Lippo Village Ajak Masyarakat Waspadai Stroke: Every Minute Counts, Every Life Matters

    Siloam Hospitals Lippo Village Ajak Masyarakat Waspadai Stroke: Every Minute Counts, Every Life Matters

    Mediakawasan.id, Tangerang – Dalam rangka memperingati World Stroke Day, Siloam Hospitals Lippo Village menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap penanganan cepat dan tepat pada kasus stroke melalui tema “Every Minute Counts, Every Life Matters.”

    Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Namun, dengan deteksi dini dan penanganan yang cepat, pasien memiliki peluang pemulihan yang jauh lebih baik. Setiap menit sangat berarti karena setiap keterlambatan penanganan dapat menyebabkan hilangnya jutaan sel otak yang berakibat pada gangguan fungsi tubuh secara permanen.

    Sebagai rumah sakit yang telah diakui sebagai Stroke Ready Hospital, Siloam Hospitals Lippo Village berkomitmen memberikan layanan penanganan stroke yang terpadu, cepat, dan berbasis teknologi modern. Rumah sakit ini memastikan bahwa proses diagnosis dan tindakan medis dilakukan dalam waktu kurang dari 45 menit sejak pasien tiba di IGD — mulai dari pemeriksaan CT Scan otak, pemberian obat trombolitik (jika memenuhi kriteria), hingga koordinasi dengan tim multidisiplin.

    Komitmen Siloam Hospitals Lippo Village dalam memberikan pelayanan stroke yang unggul telah mendapatkan pengakuan internasional melalui perolehan Diamond Award dari ANGELS Initiative, sebuah penghargaan internasional bergengsi yang diberikan kepada rumah sakit dengan standar penanganan stroke terbaik di dunia. Penghargaan ini menjadi bukti nyata dedikasi Siloam Hospitals Lippo Village dalam menyediakan layanan yang cepat, akurat, dan menyeluruh bagi pasien stroke.

    Tim Stroke Unit Siloam Hospitals Lippo Village terdiri dari dokter spesialis saraf, dokter radiologi, spesialis rehabilitasi medis, perawat terlatih, dan tenaga pendukung yang bekerja secara kolaboratif untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan optimal dari fase akut hingga rehabilitasi pasca-stroke.

    Selain layanan darurat, Siloam Hospitals Lippo Village juga terus melakukan program edukasi publik dan skrining stroke guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan gaya hidup tidak sehat.

    “Kami percaya bahwa edukasi, deteksi dini, dan respon cepat adalah kunci dalam menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat stroke. Di Siloam Hospitals Lippo Village, kami tidak hanya fokus pada penyembuhan, tetapi juga pada pencegahan dan pemulihan kualitas hidup pasien,” ujar dr. Erick Prawira Suhardhi, MARS, Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Village. (Red/*)

  • Hari Jantung Sedunia: Siloam Hospitals Simatupang Ajak Waspada Atrial Fibrilasi, Pemicu Stroke Mematikan

    Hari Jantung Sedunia: Siloam Hospitals Simatupang Ajak Waspada Atrial Fibrilasi, Pemicu Stroke Mematikan

    Mediakawasan.id, Jakarta — Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia 2025, Siloam Hospitals TB Simatupang menggelar kegiatan edukasi kesehatan jantung dengan menyoroti bahaya atrial fibrilasi (AF), salah satu gangguan irama jantung yang berisiko tinggi memicu stroke.

    Dalam acara yang berlangsung pada Selasa (30/9), Prof. Dr. dr. Yoga Yuniardi, Sp.JP (K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Siloam Hospitals TB Simatupang, menekankan bahwa atrial fibrilasi bukan sekadar detak jantung tidak teratur, melainkan masalah serius yang dapat mengancam nyawa.

    “Pada atrial fibrilasi, aliran darah di left atrial appendage atau kuping jantung bisa berhenti. Di situlah gumpalan darah terbentuk, dan 90 persen trombus pada AF memang muncul di area ini,” jelas Prof. Yoga.

    Gumpalan darah tersebut berpotensi terbawa aliran darah menuju otak dan menyumbat pembuluh darah utama, sehingga menyebabkan stroke iskemik yang berat. Data penelitian menunjukkan, atrial fibrilasi berkontribusi pada 18 hingga 58 persen kasus stroke, menjadikannya salah satu penyebab utama stroke di seluruh dunia.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yoga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala yang tampak sepele namun bisa berakibat fatal.

    “Jangan tunggu sampai gejala berat muncul. Bila Anda merasa jantung berdebar tidak teratur, mudah lelah, atau sering pusing, segera lakukan pemeriksaan. Deteksi dini atrial fibrilasi sangat penting untuk mencegah stroke dan menyelamatkan nyawa. Mari kita jaga jantung dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan hentikan kebiasaan merokok,” tegasnya.

    Melalui rangkaian kegiatan edukasi ini, Siloam Hospitals TB Simatupang berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung semakin meningkat. Momentum Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan jantung merupakan investasi seumur hidup yang tidak bisa ditunda. (Red/*)

  • Hari Jantung Sedunia: Eka Hospital BSD Ajak Masyarakat Mengenal Aritmia Jantung Lebih Dalam

    Hari Jantung Sedunia: Eka Hospital BSD Ajak Masyarakat Mengenal Aritmia Jantung Lebih Dalam

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Dalam momentum Hari Jantung Sedunia, dr. Daniel Tanubudi, SpJP-FIHA, Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Eka Hospital BSD, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap aritmia jantung, salah satu gangguan irama jantung yang sering terabaikan namun berpotensi berbahaya.

    Apa itu Aritmia?

    Aritmia adalah kondisi ketika irama jantung tidak normal, bisa terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak beraturan. Gangguan ini terjadi akibat sinyal listrik jantung tidak bekerja sebagaimana mestinya.

    Beberapa jenis aritmia yang umum terjadi, antara lain:

    Fibrilasi atrium (AFib): irama cepat dan tidak teratur, meningkatkan risiko stroke.

    Takikardia supraventrikular (SVT): detak jantung sangat cepat dari bilik atas.

    Bradikardia: detak jantung lambat, di bawah 60 denyut per menit.

    Ventricular fibrillation (VFib): irama kacau dari bilik bawah jantung yang bisa menyebabkan henti jantung mendadak.

    Gejala yang Sering Diabaikan

    Gejala aritmia kerap dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda bahaya, seperti:

    Jantung berdebar tidak beraturan

    Pusing hingga pingsan

    Nyeri dada

    Sesak napas

    Kelelahan tanpa sebab jelas

    Faktor Risiko

    Aritmia dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:

    Gaya hidup: konsumsi kafein berlebih, alkohol, merokok, stres kronis.

    Genetik: riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

    Penyakit penyerta: hipertensi, diabetes, penyakit tiroid, hingga jantung koroner.

    Perbedaan Aritmia Ringan dan Berat

    Tidak semua aritmia berbahaya.

    Ringan: biasanya tidak menimbulkan gejala parah.

    Berat: seperti ventricular fibrillation yang dapat menyebabkan henti jantung mendadak.

    Diagnosis tepat memerlukan pemeriksaan EKG dan tes penunjang lainnya.

    Pentingnya Gaya Hidup Sehat

    dr. Daniel menegaskan, pengobatan aritmia tidak hanya mengandalkan obat-obatan. Olahraga teratur, pola makan sehat rendah lemak, gula, dan garam, serta menjaga berat badan sangat berperan menjaga stabilitas irama jantung dan mencegah komplikasi.

    Konsultasi Sejak Dini

    Jika mengalami gejala mencurigakan, masyarakat diimbau segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung. Deteksi dan penanganan dini menjadi kunci mencegah risiko serius.

    Untuk informasi dan konsultasi lebih lanjut, pasien dapat menemui dr. Daniel Tanubudi, SpJP-FIHA di Eka Hospital BSD. (Red/rlls)