Category: Kesehatan

  • Siloam Hospitals Lippo Village Peringati World Heart Day dengan Apresiasi untuk Dokter dan Pasien

    Siloam Hospitals Lippo Village Peringati World Heart Day dengan Apresiasi untuk Dokter dan Pasien

    Mediakawasan.id, Tangerang – Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) memperingati World Heart Day dengan menggelar acara khusus yang menghadirkan para pasien yang telah berhasil sembuh serta tim dokter spesialis jantung. Kegiatan ini menjadi wujud apresiasi sekaligus refleksi pentingnya menjaga kesehatan jantung sebagai investasi hidup.

    Sebagai salah satu pusat layanan jantung (cardiovascular center) terkemuka di Indonesia, SHLV setiap tahunnya menangani lebih dari 1.500 prosedur kateterisasi jantung, 800 tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI), dan lebih dari 200 operasi bedah jantung, termasuk tindakan kompleks seperti operasi aorta. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan tim medis berpengalaman yang terdiri dari dokter subspesialis di berbagai bidang kardiologi, mulai dari intervensi, aritmia, gagal jantung, hingga kardiologi pediatrik.

    SHLV juga menghadirkan layanan jantung terpadu dengan teknologi mutakhir dan pendekatan multidisiplin. Layanan tersebut mencakup PCI, CABG (Coronary Artery Bypass Graft), operasi katup jantung & aorta, echocardiography 3D, rehabilitasi dan pencegahan penyakit jantung, hingga cardio-oncology. Dengan fasilitas lengkap, rumah sakit ini menegaskan komitmennya untuk menjadi rujukan utama dalam penanganan penyakit jantung di Indonesia.

    Dalam sambutannya, Jennifer Hendra, Executive Director Siloam Hospitals Lippo Village, menekankan bahwa keberhasilan layanan jantung bukan hanya ditentukan oleh teknologi modern, melainkan juga dedikasi dokter, perawat, serta kepercayaan pasien.

    “Hari Jantung Sedunia menjadi momen refleksi bahwa kesehatan jantung adalah investasi hidup. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan jantung yang holistik, inovatif, dan berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia,” ujar Jennifer.

    Acara peringatan ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada para dokter dan perawat spesialis jantung sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menangani ribuan kasus setiap tahun. Kehadiran para pasien yang telah pulih menjadi bukti nyata bahwa layanan jantung komprehensif di SHLV tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga mengembalikan harapan dan kualitas hidup yang lebih baik. (Red/*)

  • Program Inovatif Medistra Hospital: Stroke Ready Hospital untuk Penanganan Cepat dan Komprehensif

    Program Inovatif Medistra Hospital: Stroke Ready Hospital untuk Penanganan Cepat dan Komprehensif

    Mediakawasan.id, Jakarta — Medistra Hospital resmi meluncurkan program inovatif bertajuk Stroke Ready Hospital dalam acara Health Talk “Know the Signs of Stroke — BE FAST” yang digelar di lantai 6 Medistra Hospital, Jakarta. Program ini dirancang untuk memastikan pasien dengan gejala stroke mendapatkan penanganan medis yang cepat, tepat, dan komprehensif.

    Acara tersebut menghadirkan pakar saraf Medistra Hospital: Dr. Manfaluthy Hakim, SpS(K), dan dr. Ika Yulieta Sihombing, Sp.N, dengan moderator dr. Rimawati Tedjasukmana, Sp.S, RPSGT.

    Direktur Medistra Hospital, Adhitya Wardhana, MARS, menjelaskan bahwa program Stroke Ready Hospital menjadi langkah strategis dalam menghadapi tingginya angka kejadian stroke di Indonesia.

    “Kami siap memberikan perawatan terbaik dengan tim medis berpengalaman, fasilitas lengkap, dan sistem penanganan darurat yang efisien. Tujuannya adalah menyelamatkan nyawa sekaligus menekan angka kecacatan akibat stroke,” tegasnya.

    Ancaman Stroke yang Meningkat

    Stroke masih menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia dan penyebab utama kecacatan jangka panjang di Indonesia. Data WHO mencatat setiap enam detik, satu orang meninggal akibat stroke. Lonjakan kasus semakin terasa di perkotaan, seiring gaya hidup modern yang penuh tekanan.

    Adhitya menekankan pentingnya golden period atau masa emas 3–4,5 jam pertama setelah gejala muncul. Jika pasien ditangani dalam periode ini, peluang pemulihan bahkan hingga mendekati kondisi normal sangat besar. Namun keterlambatan akan berakibat pada kerusakan otak permanen.

    Keunggulan Stroke Ready Hospital

    Program ini hadir dengan sejumlah keunggulan dibandingkan penanganan standar, antara lain:

    • Fast Track: pasien stroke langsung ditangani tanpa prosedur administrasi panjang.
    • Tim Multidisiplin: melibatkan spesialis saraf, radiologi, rehabilitasi medis, serta perawat terlatih.
    • Fasilitas Medis 24 Jam: termasuk CT Scan untuk diagnosis cepat.
    • Terapi Trombolisis: penghancur bekuan darah yang efektif bila diberikan dalam golden period.

    Dukungan Rehabilitasi Pasca-Stroke

    Selain penanganan darurat, Medistra Hospital juga menyediakan layanan rehabilitasi pasca-stroke, mulai dari fisioterapi, terapi wicara, hingga rehabilitasi okupasi. Dr. Manfaluthy Hakim, SpS(K), menegaskan bahwa meski tidak semua pasien bisa pulih sepenuhnya, terapi yang tepat dapat membantu mereka tetap hidup mandiri.

    Dr. Ika Yulieta Sihombing, Sp.N, menambahkan bahwa keberhasilan terapi sangat dipengaruhi oleh kecepatan pasien tiba di rumah sakit. “Jika datang dalam golden period dan mendapat terapi trombolisis, peluang pulih tanpa gejala sisa sangat tinggi,” ujarnya.

    Edukasi Publik: Kenali Gejala FAST

    Masyarakat juga diingatkan untuk mengenali tanda-tanda stroke dengan metode FAST:

    • F (Face Drooping): wajah menurun atau tidak simetris,
    • A (Arm Weakness): kelemahan pada lengan,
    • S (Speech Difficulty): bicara pelo atau sulit dimengerti
    • T (Time to Call): segera hubungi layanan darurat.

    Gejala lain yang sering terlewat di antaranya pandangan kabur, pusing berputar, dan kehilangan keseimbangan mendadak.

    Komitmen Medistra untuk Indonesia Lebih Sehat

    Dengan hadirnya program Stroke Ready Hospital, Medistra Hospital menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam penanganan stroke di Indonesia.

    “Harapan kami, program ini bisa membantu masyarakat mengenali gejala sejak dini, datang ke rumah sakit tepat waktu, serta mendapatkan perawatan komprehensif agar risiko kecacatan dapat ditekan,” tutup Adhitya. (Red/*)

  • Rahasia Pencernaan Sehat: Tips dari Ahli Gastroenterologi & Institusi Medis Terkemuka

    Rahasia Pencernaan Sehat: Tips dari Ahli Gastroenterologi & Institusi Medis Terkemuka

    Mediakawasan.id, Jakarta – Ahli gastroenterologi dari Rockford Gastroenterology Associates menekankan pentingnya diet seimbang tinggi serat—buah, sayuran, biji utuh, kacang-kacangan—untuk mencegah sembelit dan mendukung mikrobioma usus .

    Selain itu, NHS merekomendasikan asupan serat sekitar 30 g per hari dari roti gandum, beras merah, buah, sayur, dan kacang-kacangan .

    1. Konsumsi Serat dan Makanan Seimbang
    2. Pastikan Cukup Hidrasi

    Air sangat penting untuk memfasilitasi perjalanan makanan dan melembutkan tinja. NHS merekomendasikan minum banyak cairan, terutama air putih, dan membatasi minuman berkafein .

    Rockford Gastroenterology juga menyarankan minimal delapan gelas air per hari dan mengurangi konsumsi kafein serta alkohol yang bisa menyebabkan dehidrasi .

    1. Konsumsi Probiotik dan Prebiotik

    Makanan fermentasi seperti yogurt atau kimchi menyediakan probiotik (bakteri baik) yang mendukung kesehatan pencernaan .

    Prebiotik seperti bawang putih dan bawang merah juga membantu meningkatkan bakteri baik .

    Menurut Dr. Will Bulsciewicz (gastroenterologist), kefir memiliki keunggulan dibanding yogurt karena mengandung lebih banyak jenis mikroba (lebih dari 50 spesies) sehingga sangat baik untuk mikrobioma usus .

    1. Gunakan Rempah-Rempah Tradisional

    Dr. Saurabh Sethi, gastroenterologi bertalenta Harvard/AIIMS/Stanford, menyarankan delapan rempah tradisional (seperti kunyit, jahe, adas manis, jintan, kayu manis, peppermint, bawang putih, dan ketumbar) untuk membantu pencernaan dan mengatasi kembung, gas, dan mual .

    Ia juga menyarankan kombinasi makanan seperti:

    Kunyit + lada hitam (meningkatkan penyerapan kurkumin),

    Sayuran cruciferous + biji mustard (meningkatkan kandungan anti-inflamasi),

    Lemon + teh hijau,

    Blueberry + walnut, dan

    Chia + biji basil + yogurt — semua kombinasi ini efektif memperkuat kesehatan pencernaan melalui sinergi nutrisi .

    1. Gaya Hidup: Olahraga dan Kurangi Stres

    Rockford Gastroenterology menyampaikan bahwa olahraga ringan (jalan kaki, yoga, bersepeda) membantu memperlancar gerakan usus dan stres dapat memperparah gangguan seperti IBS .

    Banyak gastroenterologis juga menyarankan berjalan kaki 30 menit tiap hari, memperhatikan pola makan, hidrasi, serta membatasi konsumsi alkohol dan NSAID untuk mencegah iritasi usus .

    1. Pantau Pola Buang Air Besar & Waspadai Perubahan

    American Medical Association (AMA) menyarankan untuk selalu memperhatikan perubahan kebiasaan BAB, karena bisa menjadi tanda kondisi serius seperti IBD atau IBS .

    Kebiasaan harian yang disarankan meliputi makan tepat waktu, minum cukup air (~64 oz atau ±1,9 liter), membatasi pemanis buatan, dan membatasi alkohol serta NSAID .

    1. Konsumsi Buah Kaya Magnesium yang Mendukung Pencernaan

    Menurut Dr. Joseph Salhab, ahli gastroenterologi AS, buah kaya magnesium — seperti semangka, alpukat, beri, nanas, dan kiwi — bisa membantu kelancaran BAB dan relaksasi otot usus .


    Ringkasan Tabel Tips Sehat Pencernaan dengan Sumber:

    Tips Utama Rekomendasi Praktis Sumber

    Diet tinggi serat & seimbang Buah, sayur, biji-bijian, kacang Rockford GI, NHS
    Hidrasi Minimal 8 gelas air, hindari kafein/alcohol NHS, Rockford GI
    Probiotik & Prebiotik Yogurt, kefir, kimchi, bawang putih dan bawang merah Gleneagles, EatingWell
    Rempah & kombinasi fungsional Kunyit, jahe, lada hitam, kombinasi tertentu menurut Dr. Sethi Times of India
    Olahraga & manajemen stres Jalan kaki, yoga, relaksasi Rockford GI, Time, Self
    Pantau BAB Deteksi dini kondisi seperti IBS/IBD AMA
    Buah magnesium kaya serat Semangka, alpukat, beri, nanas, kiwi Times of India

  • Siloam Hospitals Lippo Village Tangani Ratusan Kasus Gangguan Pembuluh Darah Otak dengan Teknologi DSA

    Siloam Hospitals Lippo Village Tangani Ratusan Kasus Gangguan Pembuluh Darah Otak dengan Teknologi DSA

    Mediakawasan.id, Tangerang – Gangguan pembuluh darah otak, seperti perdarahan maupun stroke iskemik, sering muncul tiba-tiba tanpa gejala awal yang jelas dan berisiko menyebabkan komplikasi serius hingga kematian. Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah kondisi yang lebih parah.

    Menjawab kebutuhan tersebut, Siloam Hospitals Lippo Village menghadirkan layanan Digital Subtraction Angiography (DSA) sejak awal berdirinya rumah sakit. Teknologi ini mampu menampilkan gambaran pembuluh darah otak secara detail dengan menghilangkan bayangan tulang dan jaringan sekitarnya, sehingga dokter dapat melihat aliran darah secara real-time dan menegakkan diagnosis lebih akurat.

    DSA memungkinkan deteksi dini berbagai kondisi, seperti penyempitan pembuluh darah, aneurisma yang berisiko pecah, hingga kelainan arteriovenous malformation (AVM). Prosedur dilakukan dengan injeksi zat kontras menggunakan kateter kecil, bersifat minimal invasif, dan memiliki risiko komplikasi lebih rendah.

    “Pemeriksaan DSA memberikan informasi sangat detail terkait kondisi pembuluh darah otak. Hal ini membantu kami merencanakan terapi terbaik, baik untuk pencegahan maupun penanganan kasus vaskular kompleks,” jelas Dr. dr. Harsan, Sp. BS, K, M. Kes, Dokter Spesialis Bedah Saraf Neurovaskular Siloam Hospitals Lippo Village. Di Tangerang, Selasa (27/8).

    Prosedur ini direkomendasikan bagi pasien dengan sakit kepala mendadak, riwayat stroke, kelemahan tiba-tiba pada salah satu sisi tubuh, temuan kelainan pada CT Scan/MRI, maupun riwayat keluarga dengan aneurisma atau kelainan vaskular otak.

    Dengan dukungan tim multidisiplin yang terdiri dari spesialis bedah saraf, neurologi, hingga radiologi intervensi, Neuroscience Center Siloam Hospitals Lippo Village berkomitmen memberikan layanan komprehensif bagi pasien.

    Sebagai bagian dari jaringan Siloam Hospitals Group, rumah sakit ini telah meraih akreditasi internasional Joint Commission International (JCI) sebanyak empat kali berturut-turut serta akreditasi nasional KARS, menjadikannya pusat rujukan terpercaya dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. (Red/*)

  • Siloam Hospitals Mampang Hadirkan Teknologi Robotik untuk Operasi Penggantian Sendi Lutut

    Siloam Hospitals Mampang Hadirkan Teknologi Robotik untuk Operasi Penggantian Sendi Lutut

    Mediakawasan.id, Jakarta – Siloam Hospitals Mampang resmi memperkenalkan teknologi terbaru dalam bidang ortopedi dengan menghadirkan Advance Robotic Orthopedic Procedures for Total Knee Replacement (TKR). Kehadiran teknologi ini menandai lompatan penting dalam pelayanan kesehatan modern, khususnya bagi pasien dengan kebutuhan operasi penggantian sendi lutut.

    Teknologi Robot TKR (Total Knee Replacement) merupakan sistem robotik canggih yang dirancang untuk membantu dokter bedah melakukan prosedur dengan tingkat presisi tinggi. Operasi TKR sendiri bertujuan menggantikan sendi lutut yang rusak akibat osteoartritis maupun cedera, kini dapat dilakukan dengan bantuan robot sehingga hasil lebih akurat dan minim invasif.

    “Penggunaan robot dalam TKR meningkatkan ketepatan dalam memotong tulang dan menempatkan implan sesuai anatomi masing-masing pasien. Teknologi ini terbukti mampu mempercepat pemulihan, mengurangi rasa nyeri pasca operasi, serta memperpanjang umur implan lutut,” jelas Prof. Dr. dr. Ismail Hadi Soebroto Dilogo, Sp.OT. Subsp.P.L (K), Subspesialis Panggul dan Lutut Siloam Hospitals Mampang.

    Dengan sistem navigasi real-time, robot berperan sebagai “asisten” yang memastikan setiap langkah operasi dilakukan sesuai standar terbaik. Meski demikian, keputusan klinis tetap berada di tangan dokter bedah. Kolaborasi antara keahlian medis dan kecanggihan teknologi ini menghasilkan kombinasi optimal untuk operasi yang lebih aman, efektif, dan berkualitas tinggi.


    Keunggulan Dibanding Metode Konvensional

    Teknologi robotic TKR menghadirkan sejumlah keunggulan signifikan, di antaranya:

    • Pemulihan lebih cepat – Pasien dapat mulai latihan pergerakan di hari yang sama pasca operasi, berbeda dengan metode konvensional yang membutuhkan waktu 1–2 hari.
    • Sayatan lebih kecil dan minim invasif – Risiko pendarahan dan infeksi lebih rendah.
    • Durasi operasi lebih efisien – Berkat perencanaan akurat serta navigasi real-time.
    • Nyeri pasca operasi lebih ringan – Karena trauma jaringan lebih minimal.

    Keunggulan-keunggulan ini menjawab kekhawatiran pasien terhadap rasa sakit, waktu pemulihan lama, hingga hasil operasi yang tidak optimal. Dengan dukungan teknologi robotik, prosedur TKR kini dapat dijalani dengan lebih nyaman, akurat, dan sesuai standar internasional.


    Komitmen Pelayanan Berstandar Internasional

    Siloam Hospitals Mampang menjadi salah satu pusat kesehatan di Indonesia yang mengadopsi teknologi robotik untuk operasi penggantian sendi lutut. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan ortopedi berstandar global.

    “Kami percaya, kehadiran teknologi robotik dalam TKR bukan hanya sekadar inovasi, melainkan sebuah lompatan besar menuju era perawatan kesehatan yang lebih personal, aman, dan efektif,” tutup manajemen Siloam Hospitals Mampang. (Red/*)

  • RS Brawijaya dan Medika Plaza Tandatangani Kerjasama, Perluas Layanan Kesehatan untuk Karyawan Sektor Migas dan Mineral

    RS Brawijaya dan Medika Plaza Tandatangani Kerjasama, Perluas Layanan Kesehatan untuk Karyawan Sektor Migas dan Mineral

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan– Rumah Sakit Brawijaya (RSB) telah resmi menjalin kerjasama dengan Medika Plaza, sebuah langkah strategis untuk memperluas layanan kesehatan bagi karyawan di industri migas dan mineral di Indonesia. Penandatanganan kerjasama ini berlangsung di Alam Sutera, Tangerang Selatan, Selasa (12/8/2025).

    Johandi Kumaheri, Direktur Utama Medika Plaza, menjelaskan bahwa Medika Plaza memiliki program khusus untuk merawat karyawan industri strategis, termasuk sektor minyak dan gas. Dalam kerjasama ini, karyawan dari perusahaan-perusahaan migas dapat mengakses layanan rawat inap dan rawat jalan di seluruh rumah sakit di Indonesia, diantaranya di RS Brawijaya, melalui aplikasi yang mereka miliki. Medika Plaza akan mengelola proses pendaftaran, perawatan, hingga pasca perawatan.

    “Kerjasama kami dengan RS Brawijaya berjalan dengan cukup baik dan kami berharap ini dapat terus berkembang. Saat ini, kami memiliki 80.000 anggota, termasuk karyawan dan keluarganya, yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Johandi.

    Di tempat yang sama, Devin Wirawan Presiden Direktur dan CEO RS Brawijaya, menambahkan bahwa RSB memiliki beberapa cabang di Jabodetabek, termasuk di Saharjo, Duren Tiga, Tangerang, Taman Mini, dan Antasari. Meski saat ini lebih fokus pada area Jabodetabek, RS Brawijaya berencana untuk memperluas jangkauan layanan ke Pulau Jawa, Pulau Timur, dan bahkan daerah di luar Pulau Jawa di masa depan.

    “Kami juga sedang mengembangkan spesialisasi baru, termasuk layanan jantung yang dipimpin oleh dokter Yamin. Kami ingin memastikan bahwa setiap stasiun layanan kami menyediakan tanggapan yang optimal untuk semua pasien,” kata Devin.
    Devin juga mengungkapkan bahwa Brawijaya Hospital dikenal luas sebagai spesialis di bidang obstetri-ginekologi (Obgyn) dan pediatrik, namun saat ini telah berkembang menjadi rumah sakit umum dengan banyak disiplin ilmu. Salah satu layanan unggulan yang sedang pesat berkembang adalah Brave Heart, pusat layanan jantung yang telah diakui sebagai pusat rujukan nasional.

    Devin meyakini bahwa memilih Brawijaya Hospital sebagai patner penyedia kesehatan bagi Medika Plaza adalah sebuah pilihan tepat. (Red/*)

  • Era Baru Bedah Lutut: Siloam Hospitals Surabaya Hadirkan Teknologi CUVIS Robotic Surgical Assistant

    Era Baru Bedah Lutut: Siloam Hospitals Surabaya Hadirkan Teknologi CUVIS Robotic Surgical Assistant

    Mediakawasan.id, Surabaya – Siloam Hospitals Surabaya resmi menghadirkan CUVIS Robotic Surgical Asisstant, teknologi bedah robotik mutakhir asal Korea Selatan untuk prosedur Total Knee Replacement (TKR). Teknologi ini dirancang untuk membantu pasien osteoarthritis (OA) stadium lanjut yang mengalami nyeri lutut kronis, dengan hasil operasi yang lebih presisi, minim nyeri, dan masa pemulihan yang lebih cepat.

    Operasi Lebih Presisi, Nyeri Lebih Ringan, Pulih Lebih Cepat
    CUVIS Robotic Surgical Assistant adalah satu-satunya sistem robotik untuk operasi lutut yang mampu melakukan pemotongan tulang secara otomatis dengan presisi tinggi, di bawah kendali penuh dan pengawasan langsung dokter bedah ortopedi. Teknologi ini membedakannya dari sistem robotik lain yang ada di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan dokter melakukan pemetaan struktur lutut secara menyeluruh melalui CT-scan dan perencanaan digital tiga dimensi. CUVIS Robotic Surgical Assistant bekerja secara real-time dengan tingkat akurasi tinggi, meminimalkan trauma jaringan, menurunkan risiko infeksi, dan mempercepat pemulihan pasca-operasi.

    “CUVIS membantu kami melakukan operasi secara lebih presisi, sehingga jaringan sehat bisa tetap terlindungi, rasa nyeri lebih ringan, dan pasien bisa kembali beraktivitas dalam waktu yang lebih singkat,” jelas dr. Teddy Heri Wardhana, SpOT, dokter spesialis ortopedi di Siloam Hospitals Surabaya. Lebih lanjut, Dr. dr. Kukuh Dwiputra Hernugrahanto, SpOT(K) menambahkan “Teknologi CUVIS memungkinkan kami menyesuaikan setiap langkah operasi sesuai anatomi unik pasien. Dengan dukungan perencanaan digital tiga dimensi, hasilnya lebih optimal dan risiko komplikasi dapat ditekan seminimal mungkin.”

    Peluncuran teknologi ini dilakukan dalam forum “Grand Launching Robotic Surgical Assistant for Knee Surgery” di Main Lobby New Building Raya Gubeng, yang dihadiri oleh manajemen PT Siloam International Hospitals Tbk, mitra korporasi, asuransi, dan instansi terkait. Inisiatif ini sejalan dengan pengembangan layanan ortopedi unggulan di Siloam, termasuk pengoperasian gedung baru yang dijadwalkan pada semester kedua tahun ini. Dalam sambutannya pada acara ini, Caroline Riady selaku CEO PT Siloam International Hospitals Tbk menyampaikan, “Peluncuran CUVIS Robotic System di Siloam Hospitals Surabaya menandai langkah penting dalam transformasi layanan kesehatan di Indonesia. Kami ingin memastikan pasien mendapatkan akses terhadap teknologi medis terkini tanpa harus ke luar negeri. Inovasi ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang lebih presisi, aman, dan cepat pulih, sehingga kualitas hidup pasien dapat meningkat secara signifikan.”

    Solusi Modern untuk Pasien Osteoarthritis
    Prosedur TKR dengan teknologi robotik seperti CUVIS umumnya direkomendasikan bagi pasien OA lanjut yang mengalami nyeri berangsur-angsur, kaku sendi di pagi hari, atau kaku sendi setelah istirahat. Sendi dapat mengalami pembengkakan, muncul suara (krepitus) saat digerakkan, serta keterbatasan gerak. Kondisi ini sering kali dipicu oleh usia lanjut, kelebihan berat badan, riwayat cedera, serta faktor hormonal dan genetik. Dibandingkan metode konvensional, robotic TKR menghasilkan fungsi sendi yang lebih optimal. Prosedur ini dirancang secara individual berdasarkan anatomi pasien, memungkinkan sayatan yang lebih kecil dan presisi tinggi, serta mengurangi intervensi pada jaringan sehat.

    Hasilnya, pasien mengalami nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, proses pemulihan yang lebih cepat, serta peningkatan fleksibilitas dan mobilitas lutut, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hidup yang lebih baik. Penting dipahami bahwa tidak semua pasien nyeri lutut harus menjalani operasi TKR berbantuan robot. Pasien OA stadium awal biasanya akan mendapatkan terapi non-bedah, seperti pengobatan farmakologis. Teknologi robotik direkomendasikan untuk kasus stadium lanjut ketika metode lain tidak lagi efektif.
    Cerita Pasien: Pemulihan Cepat Tanpa Alat Bantu Jalan

    Siloam Hospitals Surabaya telah berhasil melakukan prosedur Total Knee Replacement (TKR) berbasis robotic pada Ibu Rosemi (57 tahun), yang telah lama menderita nyeri lutut akibat osteoarthritis. CUVIS Robotic System memungkinkan pemasangan implan dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, sehingga meminimalkan nyeri pascaoperasi dan mempercepat proses pemulihan. Hanya dalam beberapa hari, Ibu Rosemi sudah dapat kembali beraktivitas tanpa menggunakan alat bantu jalan. “Pada saat awal tentu merasa takut ya, namun setelahnya saya puas sekali. Dengan dibantu CUVIS, operasinya sangat presisi dan pemulihannya cepat. Pelayanan dokter dan tenaga medis di Siloam Surabaya juga sangat luar biasa,” ungkapnya. Kesaksian ini mencerminkan potensi besar robotic surgery dalam meningkatkan hasil klinis dan kualitas hidup pasien.

    Kehadiran teknologi ini juga memperkuat komitmen Siloam Hospitals Surabaya dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional yang berbasis teknologi canggih. “Ini kabar baik. Kini pasien tidak perlu lagi bepergian ke luar negeri untuk menjalani operasi dengan sistem robotik. Bagi masyarakat yang membutuhkan tindakan bedah lutut presisi, bisa berobat di Surabaya saja.” tambah David Utama, Presiden Direktur PT Siloam International Hospitals Tbk.

    Akses Mudah untuk Konsultasi dan Informasi Lebih Lanjut
    Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi terkait keluhan lutut atau mencari informasi lebih lanjut mengenai teknologi ini, Siloam menyediakan akses mudah melalui: aplikasi MySiloam, situs resmi www.siloamhospitals.com/cari-dokter maupun WhatsApp: 0822 5744 3000. (Red/rlls)

  • Kemitraan Strategis Siloam Hospitals dan Syneos Health untuk Mendorong Inovasi Riset Klinis di Indonesia

    Kemitraan Strategis Siloam Hospitals dan Syneos Health untuk Mendorong Inovasi Riset Klinis di Indonesia

    Mediakawasan.id, Tangerang –Siloam Hospitals Group (Siloam), jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia dan Syneos Health, sebuah organisasi penyedia solusi biofarmasi global terkemuka yang berbasis di Amerika Serikat, menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk melakukan riset dan studi klinis sesuai dengan standar internasional. Penandatanganan ini dilakukan di Tangerang pada Rabu 30 Juli 2025 oleh masing-masing wakilnya, yaitu dr. Grace Frelita selaku Medical Managing Director Siloam Hospitals Group, dan Serena Chan selaku VP Clinical Development Syneos Health. Melalui kerja sama ini, pasien Siloam berpotensi mendapatkan akses lebih awal terhadap terapi dan metode pengobatan yang inovatif dan terbaru.

    dr. Grace Frelita, Medical Managing Director Siloam Hospitals Group, menyampaikan bahwa melalui kolaborasi antara Siloam Hospitals Group dan Syneos Health, kedua pihak berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata di bidang kesehatan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. “Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat infrastruktur riset kami, tetapi juga membuka peluang bagi pasien di Indonesia untuk mendapatkan akses terhadap pengobatan terkini melalui studi klinis. Kami bangga dapat bermitra dengan Syneos Health dan kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang untuk memberikan dampak terbaik di masa depan,” ujarnya.

    Selain itu, kualitas layanan kesehatan dan penguatan sistem kesehatan nasional ikut merasakan pengaruh atas peningkatan kapasitas riset tersebut. Kerja sama ini melibatkan dua institusi dengan kekuatan yang saling melengkapi dalam pengembangan riset klinis di Indonesia. Siloam Hospitals memiliki jaringan luas yang terdiri dari 41 rumah sakit dan 73 klinik, didukung oleh infrastruktur layanan kesehatan yang modern dan tenaga medis yang kompeten. Sementara itu, Syneos Health membawa keahlian global di dalam hal riset klinis, dengan rekam jejak kemitraan bersama sejumlah perusahaan farmasi terkemuka dunia.

    Selanjutnya, sebagai bagian dari Syneos Health Catalyst Network, Siloam akan menjadi mitra riset utama penyelenggaraan uji klinis yang difasilitasi oleh Syneos Health. Kemitraan ini juga memungkinkan Syneos Health untuk menjadikan jaringan rumah sakit Siloam sebagai lokasi riset pengembaangan klinis yang potensial berstandar internasional.

    Jaringan luas sponsor farmasi dan bioteknologi yang dimiliki Syneos Health juga dapat mengevaluasi kelayakan pelaksanaan uji klinis di rumah sakit Siloam di seluruh Indonesia dalam memperkenalkan terapi mutakhir. Hal ini membuka peluang untuk memberikan akses pada pasien yang lebih luas, efisiensi yang lebih tinggi, keahlian spesifik, serta akses terhadap populasi pasien yang beragam di seluruh area terapi dan fase penelitian.

    Langkah Strategis Menuju Integrasi Riset Berstandar Global

    Kesepakatan ini dinilai merupakan tonggak penting dalam visi jangka panjang Siloam untuk meningkatkan kapabilitas riset dan berpartisipasi dalam jaringan riset internasional. Hal ini nantinya memperkuat komitmen Siloam dalam menghadirkan inovasi medis berbasis bukti dan praktik riset yang etis.

    Mabel Tan selaku Associate Director Clinical Operation dari Syneos Health menekankan bahwa kerja sama dengan Siloam Hospitals Group ini merupakan langkah awal yang diyakini mampu menghadirkan harapan serta inovasi luar biasa di bidang kesehatan, khususnya di Indonesia. “Di Syneos Health, kami memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong inklusivitas dalam riset klinis, bukan hanya sebagai prinsip, tetapi juga sebagai jalan menuju ilmu pengetahuan yang lebih baik dan akses yang lebih luas. Indonesia, dengan keberagaman yang kaya dan infrastruktur kesehatan yang terus berkembang, memiliki potensi besar sebagai pusat riset global. Dengan bermitra bersama Siloam Hospitals, yang dikenal akan keunggulan klinis dan inovasinya, kami membuka peluang baru untuk membawa terapi transformatif kepada komunitas yang selama ini kurang terwakili dalam uji klinis.”

    Memperkuat Peran Indonesia dalam Riset Global

    Caroline Riady, CEO Siloam Hospitals Group yang turut hadir dalam acara ini menekankan bahwa kerja sama dengan Syneos Health merupakan kesempatan bagi Siloam Hospitals Group untuk mengeksplorasi berbagai potensi inovasi digital yang dapat dikembangkan di Indonesia demi memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.

    “Kami selalu percaya bahwa uji klinis memegang peran penting sebagai salah satu jalan untuk memberikan akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan. Melalui uji klinis, kami dapat menghadirkan inovasi medis yang berdampak nyata, sehingga masyarakat bisa mendapatkan solusi kesehatan yang lebih baik, aman, dan terpercaya. Kami berkomitmen mendukung sepenuhnya visi dan misi dari kerja sama ini, dengan memberikan energi dan semangat baru demi kemajuan dunia kesehatan di masa depan,” ujarnya. Dengan jaringan rumah sakit yang luas, volume pasien yang tinggi, serta reputasi yang terpercaya dalam keunggulan klinis, Siloam Hospitals berada dalam posisi strategis untuk mendukung riset klinis dalam skala besar. MoU ini memungkinkan Syneos Health untuk lebih jauh mengeksplorasi peluang riset klinis di Indonesia, mempercepat inovasi pengobatan, dan memperluas akses regional terhadap terapi lanjutan. Kolaborasi ini juga merupakan langkah strategis untuk mendukung tujuan nasional Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memperkuat reputasi negara sebagai destinasi riset klinis berkualitas tinggi. (Red/rlls)

  • Memahami Penyebab Saraf Terjepit pada Remaja dan Cara Terbaik Mengatasinya

    Memahami Penyebab Saraf Terjepit pada Remaja dan Cara Terbaik Mengatasinya

    Mediakawasan. Co. Id, Tangerang Selatan – Saraf terjepit dulunya lebih umum dikenal sebagai penyakit orang tua. Akan tetapi sekarang, banyak anak muda bahkan usia remaja yang sudah mengalami saraf terjepit. Kira-kira, apa yang menyebabkan jumlah kondisi ini justru meningkat pada usia muda? Metode mana yang paling baik untuk mengatasi saraf kejepit pada remaja?

    Apa itu Saraf Kejepit? Berikut pemaparan dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine – Spesialis Orthopedi Tulang Belakang Eka Hospital BSD, (25/7).

    Saraf kejepit adalah suatu istilah untuk menggambarkan saraf Anda yang terimpit dengan jaringan lunak lain, seperti diskus atau ligamen atau otot yang meradang dan bengkak. Penekanan saraf ini bisa menyebabkan rasa sakit pada bagian yang terdampak.

    Walau dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, saraf kejepit lebih umum terjadi di area saraf tulang belakang, leher, atau pergelangan tangan.

    Siapa Saja yang Dapat Mengalami Saraf Terjepit?

    Siapa pun dapat mengalami saraf terjepit. Namun, orang yang berada di usia 25 tahun ke atas cenderung lebih umum mengalaminya. Sebab, pada usia ini mereka akan mulai memiliki kebiasaan duduk lama karena bekerja.

    Postur dan kebiasaan yang tidak ergonomis inilah yang menyebabkan kelompok usia ini lebih rentan mengalami saraf kejepit.

    Meski demikian, kasus saraf kejepit pada remaja juga mengalami peningkatan. Terutama saraf terjepit di area lumbar (tulang belakang bagian bawah), yang menyebabkan sakit punggung bagian bawah.

    Jurnal Frontiers in Surgery mencatat setidaknya terdapat kenaikan kasus saraf kejepit sebanyak 6,8% pada anak berusia di bawah 21 tahun. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk kembali latihan dan olahraga setelah mengalami cedera?

    Penyebab Saraf Terjepit Pada Remaja

    Saraf terjepit terjadi ketika saraf Anda ataupun anak Anda tertekan oleh jaringan lunak atau bahkan tulang di sekitarnya. Jaringan yang menjepit saraf ini dapat berupa ligamen, otot, bantalan atau diskus tulang belakang, hingga pengapuran tulang.

    Pada anak remaja, beberapa faktor yang dapat menyebabkan risiko saraf terjepit meningkat, antara lain:

    Memiliki kelebihan berat badan, alias obesitas

    Posisi duduk yang tidak ergonomis

    Duduk terlalu lama

    Kebiasaan menggunakan gadget yang buruk

    Olahraga secara berlebihan

    Trauma atau kecelakaan

    Riwayat dalam keluarga

    Gejala Saraf Terjepit Pada Remaja

    Baik pada remaja ataupun orang dewasa, cenderung tidak terdapat perbedaan gejala yang signifikan. Gejalanya bisa jadi beda-beda tergantung dari area yang mengalami jepitan saraf.

    Berikut ini beberapa gejala saraf terjepit yang perlu orang tua waspadai:

    Kesemutan

    Rasa sakit yang menjalar ke bagian lain yang terdekat

    Sensasi panas terbakar

    Sensasi tajam seperti tersetrum

    Mati rasa

    Kelemahan area kaki atau tangan tergantung saraf yang terdampak

    Munculnya gejala akan membantu dokter menentukan di area mana saraf terjepit.

    Dampak Saraf Terjepit yang Tidak Ditangani

    Umumnya, saraf terjepit yang ringan dapat membaik dengan sendirinya dengan berbagai teknik konservatif, seperti fisioterapi, peregangan, memperkuat otot, dan beristirahat. Namun, jika kebiasaan buruk tetap berjalan dan tidak ditangani dengan serius, ada beberapa dampak yang dapat terjadi, seperti:

    Mati rasa atau kelumpuhan anggota gerak, seperti kaki dan tangan

    Sulit mengendalikan buang air kecil atau buang air besar

    Kehilangan sensasi di area kelamin

    Penangan Saraf Terjepit pada Remaja

    Untuk saraf terjepit ringan, anak Anda ataupun Anda mungkin tidak membutuhkan pengobatan khusus. Pengobatan konservatif di atas dapat membantu meringankan gejalanya. Meski demikian, pemantauan berkala tetap dibutuhkan untuk memastikan kondisinya tidak bertambah buruk.

    Sementara itu, untuk saraf terjepit berat pada remaja, operasi jadi salah satu opsi terbaik. Terutama jika berbagai metode konservatif tidak berhasil meredakan gejala yang dirasakan.

    Operasi minimal invasif adalah metode yang paling direkomendasikan mengingat keunggulannya dalam waktu pemulihan yang lebih cepat dan risiko yang lebih ringan. Sebab, hal ini sangat penting bagi pertumbuhan anak remaja.

    Metode BESS (Biportal Endoscopic Spine Surgery) adalah metode ultra-minimal invasif dengan menggunakan dua sayatan kecil (sekitar 0,5-0,8 cm) untuk mengatasi masalah tulang belakang dengan tingkat presisi yang cukup tinggi.

    Sifatnya yang ultra-minimal invasif inilah yang menjadi salah satu pilihan terbaik dokter dalam mengatasi masalah saraf terjepit, khususnya di area lumbar atau ruas tulang belakang lainnya.

    Keunggulan Metode BESS untuk Mengatasi Saraf Terjepit pada Remaja

    Metode BESS untuk mengatasi masalah saraf terjepit di tulang belakang pada remaja memiliki keunggulan dibandingkan endoskopi biasa. Ini karena metode BESS menggunakan dua sayatan sehingga memungkinkan dokter lebih leluasa dalam menggunakan instrumen bedah, dibandingkan endoskopi biasa yang hanya menggunakan satu sayatan.

    Beberapa keunggulan metode BESS lainnya, antara lain:

    Bekas luka sayatan yang lebih kecil

    Kerusakan jaringan lebih sedikit

    Proses pemulihan yang lebih cepat

    Rasa sakit pasca-operasi lebih ringan

    Lebih cepat kembali ke aktivitas normal

    Risiko komplikasi lebih rendah

    Risiko infeksi lebih rendah karena proses irigasi yang terus dilakukan selama prosedur

    Menentukan metode yang tepat untuk mengatasi masalah saraf terjepit pada remaja memerlukan pemeriksaan menyeluruh. Sebab, ini semua akan bergantung seberapa parah gejala yang muncul dan seberapa berat jepitan saraf yang terjadi.

    Untuk itu, Anda perlu berkonsultasi dulu dengan dokter secara intensif untuk mengetahui opsi apa saja yang tersedia untuk kondisi anak Anda. Apabila anak Anda mengalami nyeri punggung bawah yang tidak kunjung hilang meski dengan istirahat, Anda perlu membawanya untuk berkonsultasi ke dokter dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine – Spesialis Orthopedi Tulang Belakang. (red/*)

  • Mengenal Kaki Pengkor (Clubfoot) pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

    Mengenal Kaki Pengkor (Clubfoot) pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

    Mediakawasan.id, BSD – dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Sp.OT (K),
    Dokter Spesialis Ortopedi Pediatrik, Eka Hospital BSD memaparkan tentang kaki pengkor dan penanganannya.

    Kaki pengkor adalah kelainan bawaan yang menyebabkan bentuk kaki anak menjadi abnormal, yang berpotensi menghambat aktivitas seperti berjalan dan berdiri. Kondisi ini dikenal dengan istilah medis “congenital talipes equinovarus” dan termasuk dalam kelainan yang cukup langka. Pengobatan yang dilakukan sedini mungkin dapat memberikan hasil yang signifikan pada perkembangan kaki anak.

    Apa Itu Kaki Pengkor?

    Kaki pengkor terjadi ketika telapak kaki anak mengarah ke dalam, dengan posisi telapak kaki yang dapat menghadap ke samping atau ke atas. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu kaki atau keduanya. Terdapat dua tipe clubfoot yaitu:

    1. Clubfoot Idiopathic (Terisolasi): Terjadi tanpa penyebab yang jelas dan biasanya tidak terdapat gejala kesehatan lain.
    2. Non-Isolated Clubfoot: Terjadi bersamaan dengan kondisi medis lain, seperti spina bifida atau trisomi 18. Penyebab Kaki Pengkor

    Penyebab utama kaki pengkor hingga saat ini belum sepenuhnya dipahami, namun faktor genetik diyakini berperan besar. Selain faktor genetik, beberapa kondisi saat kehamilan juga dapat meningkatkan risiko, antara lain:

    • Volume air ketuban yang sedikit
    • Paparan virus Zika
    • Terpapar asap rokok atau alkohol secara intensif Ciri-Ciri dan Gejala

    Kaki pengkor biasanya terdeteksi saat pemeriksaan kehamilan atau saat bayi baru lahir. Ciri-ciri anak yang mungkin memiliki kaki pengkor meliputi:

    • Kaki atau telapak kaki menghadap ke dalam
    • Bentuk kaki menyerupai kacang merah atau ginjal
    • Otot betis di kaki yang terdampak lebih kecil
    • Kaki yang lebih pendek dan pergelangan kaki yang kaku Apakah Kaki Pengkor Dapat Sembuh dengan Sendirinya?

    Sayangnya, kaki pengkor tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pengobatan yang tepat dapat dilakukan tanpa operasi, salah satunya metode Ponseti.

    *Metode Pengobatan Tanpa Operasi:

    1. Pemasangan Gips: Dilakukan untuk mengembalikan bentuk kaki. Pemasangan gips dilakukan dalam beberapa sesi selama beberapa minggu setelah bayi lahir.
    2. Penggunaan Penyangga: Setelah posisi kaki diperbaiki, bayi akan menggunakan penyangga untuk menjaga posisi kaki selama 24 jam dalam tiga bulan pertama, kemudian hanya di malam hari selama beberapa tahun ke depan.

    Jika metode ini tidak efektif, maka tindakan operasi mungkin diperlukan.

    Dampak Kaki Pengkor yang Tidak Diobati

    Kaki pengkor yang tidak ditangani bisa mengakibatkan berbagai masalah, termasuk:

    • Kesulitan berjalan
    • Infeksi pada kaki
    • Pembentukan kapalan
    • Radang sendi (arthritis)
    • Penurunan kepercayaan diri anak Pencegahan dan Penanganan

    Karena penyebab kaki pengkor yang tidak jelas, fokus pada pengobatan dini sangat penting. Jika anak terdiagnosis kaki pengkor, segera konsultasikan dengan dokter spesialis ortopedi anak untuk penanganan yang lebih baik.

    Sebagai langkah awal, Anda dapat mencari dokter spesialis ortopedi yang berpengalaman menangani kelainan tulang pada anak, seperti dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Sp.OT (K) dari Eka Hospital BSD, yang dapat memberikan penanganan yang tepat untuk kondisi ini.

    Dengan penanganan yang cepat dan tepat, diharapkan anak dengan kaki pengkor dapat tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa hambatan yang berarti.