Category: Kesehatan

  • Tren Kebugaran Bergeser, Membangun Otot Kini Menjadi Investasi Kesehatan Jangka Panjang

    Tren Kebugaran Bergeser, Membangun Otot Kini Menjadi Investasi Kesehatan Jangka Panjang

    Mediakawasan.id, Jakarta – Ketika berbicara tentang olahraga, banyak orang masih mengaitkannya dengan penurunan berat badan atau penampilan fisik yang lebih ideal. Padahal, para ahli kesehatan kini semakin menyoroti manfaat yang jauh lebih besar dari aktivitas fisik, yaitu menjaga dan membangun massa otot sebagai fondasi kesehatan jangka panjang.

    Perhatian terhadap kesehatan otot menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya gaya hidup sedentari secara global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan hampir sepertiga populasi dewasa dunia atau sekitar 1,8 miliar orang tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup, sebuah kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, demensia, hingga berbagai jenis kanker.

    Kurangnya aktivitas fisik juga mempercepat penurunan massa otot seiring bertambahnya usia, atau yang dikenal sebagai age-related muscle loss. Penurunan ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga berdampak pada kekuatan tubuh, postur, keseimbangan, metabolisme, kesehatan tulang, dan kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

    Menurut American College of Sports Medicine (ACSM), latihan kekuatan secara rutin merupakan salah satu cara paling efektif untuk mempertahankan massa otot, menjaga fungsi fisik, serta mendukung proses penuaan yang sehat.Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan otot, perhatian pun bergeser dari sekadar ukuran otot menuju kualitas massa otot yang dimiliki seseorang. Konsep inilah yang dikenal sebagai lean muscle.

    Lean muscle tidak melulu diartikan sebagai tubuh yang besar dan berotot. Sebaliknya, kondisi ini menggambarkan otot yang kuat dengan komposisi lemak yang sehat, sehingga membantu tubuh bergerak lebih efisien, menopang sendi, memperbaiki postur, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

    Manfaat latihan kekuatan pun jauh melampaui aspek estetika. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa resistance training dapat membantu memperbaiki suasana hati, mengurangi gejala stres dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. Sejalan dengan temuan tersebut, dokter dan pakar kesehatan jangka panjang (longevity), Peter Attia, menekankan bahwa kekuatan dan massa otot merupakan faktor penting yang mendukung kesehatan, fungsi fisik, dan kemandirian seseorang seiring bertambahnya usia.

    Perubahan cara pandang terhadap olahraga tersebut juga mendorong pertumbuhan industri wellness global. Menurut Global Wellness Institute, nilai ekonomi wellness dunia telah mencapai 6,3 triliun dolar AS pada 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi hampir 9 triliun dolar AS pada 2028. Hal tersebut dipengaruhi oleh semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif, healthy aging, dan kualitas hidup jangka panjang.

    Tren ini turut melatarbelakangi hadirnya Bodyform, studio kebugaran baru di bilangan Senopati, Jakarta Selatan, yang mengusung metode pilates-inspired strength training. Pendekatan ini mengombinasikan prinsip presisi, alignment, dan body awareness dari Pilates dengan latihan resistensi secara terkontrol untuk membangun massa otot dan mengembangkan tubuh yang lebih kuat.

    Selain membangun kekuatan, pemulihan tubuh juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Menurut dr. Angela Dalimarta, Sp.GK dari CellScience, tubuh memerlukan keseimbangan antara aktivitas fisik dan pemulihan yang optimal agar dapat berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.

    “Masyarakat sering berfokus pada penurunan berat badan, padahal menjaga kekuatan otot dan kemampuan tubuh untuk pulih juga merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas hidup seiring bertambahnya usia,” ujarnya.

    Bodyform Sajikan Dua Jenis Latihan Utama: Bodyformer dan Inferno

    Sebagai kelas unggulan Bodyform, Bodyformer mengadopsi pendekatan Slow Resistance Training (SRT), sebuah metode latihan yang pertama kali populer di Los Angeles, Amerika Serikat, dan dirancang untuk membangun kekuatan serta kualitas gerak melalui latihan yang presisi.

    Menggunakan mesin yang dirancang secara khusus, Bodyformer menerapkan konsep time under tension untuk membantu membangun massa otot, meningkatkan kekuatan otot inti (core), sekaligus memperbaiki keseimbangan, postur, dan kualitas gerak.

    Sebagai pelopor studio Pilates-inspired di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi pemantauan detak jantung secara real-time dalam setiap sesi latihan, Bodyform menghadirkan pengalaman berlatih yang lebih terukur dan berbasis data. Teknologi tersebut telah diterapkan pada setiap kelas Bodyformer, sehingga peserta dapat memantau metrik latihan seperti detak jantung, estimasi kalori yang terbakar, serta zona dan intensitas latihan.

    Melengkapi pendekatan tersebut, Bodyform juga menghadirkan Inferno untuk mendukung proses pemulihan tubuh melalui latihan low-impact berbasis matras di ruangan dengan teknologi panas infrared. Teknologi tersebut tidak hanya meningkatkan intensitas latihan, tetapi juga memberikan manfaat tambahan bagi proses pemulihan tubuh.. dr. Angela menambahkan, paparan panas inframerah dapat membantu peningkatan sirkulasi darah. Akibatnya, distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh menjadi lebih optimal, sekaligus membantu meningkatkan energi dan mendukung proses pemulihan tubuh. Dipadukan dengan gerakan fungsional dan latihan kekuatan, Inferno menghadirkan pengalaman olahraga yang tidak hanya efektif, tetapi juga restoratif.

    Sebagai studio pertama di Indonesia yang menghadirkan kelas SRT dan infrared hot mat di bawah satu atap, Bodyform menawarkan pengalaman kebugaran yang lebih praktis dengan menghadirkan kedua kelas tersebut dalam satu lokasi.

    Stefanny Tam, Founder dari Bodyform, menjelaskan bahwa lewat pendekatan low-impact dan high-intensity, Bodyform menghadirkan latihan yang efektif namun tetap aman bagi sendi. Setiap kelas di Bodyform dirancang untuk saling melengkapi dan menciptakan pengalaman latihan yang menyeluruh untuk memaksimalkan hasil body sculpting.

    “Di Bodyform, kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap olahraga. Berolahraga bukan hanya tentang bagaimana kita terlihat hari ini, tetapi tentang bagaimana kita dapat bergerak, berfungsi, dan menikmati hidup dengan lebih baik dalam puluhan tahun ke depan. Membangun kekuatan adalah investasi bagi kualitas hidup jangka panjang,” jelas Stefanny.

    Didirikan dengan visi untuk membantu masyarakat mencapai kebugaran dan bentuk tubuh terbaiknya melalui gerakan dan gaya hidup sehat, Bodyform menghadirkan lingkungan premium dengan instruktur profesional, ukuran kelas yang lebih kecil untuk pendampingan yang lebih personal, serta berbagai fasilitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman berolahraga yang nyaman dan berkelanjutan. (Red/rlls)

  • Bina Dermacare RS Bina Medika Bintaro Hadirkan Promo Perawatan Kulit di Fombex Debindo 2026 ICE BSD, Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

    Bina Dermacare RS Bina Medika Bintaro Hadirkan Promo Perawatan Kulit di Fombex Debindo 2026 ICE BSD, Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Poly Dermatologi Bina Dermacare di RS Bina Medika Bintaro menghadirkan berbagai promo perawatan kulit dan wajah hingga 15 persen diajang Fombex Debindo yang digelar di Hall 3 ICE BSD Tangerang, mulai Kamis hingga Minggu, 9 hingga 12 Juli 2026. Selama event pameran tersebut, pengunjung dapat menikmati potongan harga menarik untuk berbagai treatment sekaligus mendapatkan konsultasi dokter secara gratis. Bina Medicare Bina Media Bintaro merupakan adalah Poly Dermatologi yang aman bagi ibu hamil ataupun menyusui.

    Dijumpai disela pameran, dr. Syara Agriyani, Aesthetic Doctor Bina Demacare Bina Medika Bintaro menjelaskan bahwa promo tersebut berlaku untuk sejumlah layanan unggulan seperti botox, Intense Pulsed Light (IPL), chemical peeling, hingga skin booster. Menariknya, masyarakat yang belum sempat menjalani perawatan selama pameran tetap dapat melakukan treatment di klinik RS Bina Medika Bintaro dengan harga promo, asalkan telah melakukan konsultasi saat pameran berlangsung.

    “Kalau di rumah sakit biasanya konsultasi berbayar, tetapi selama event ini konsultasi gratis. Bahkan jika belum sempat treatment di lokasi pameran, pasien tetap bisa datang ke rumah sakit dan mendapatkan harga promo yang sama,” ujarnya.

    Promo diskon 15 persen tersebut berlaku untuk seluruh pengunjung tanpa batasan usia tertentu. Namun, untuk tindakan estetika tertentu, pasien umumnya harus berusia minimal 16 tahun setelah melalui pemeriksaan dokter.

     Botox Mulai Terlihat dalam Sekali Tindakan

    Salah satu treatment yang paling diminati adalah botox. Menurut dr. Syara, prosedur ini bertujuan mengencangkan otot-otot wajah yang mulai mengendur sehingga wajah tampak lebih segar dan memberikan efek glowing.

    “Hasilnya sudah mulai terlihat setelah satu kali tindakan, tetapi hasil maksimal biasanya baru terlihat sekitar dua minggu kemudian,” jelasnya.

    Proses pengerjaan botox relatif singkat. Tahap anestesi membutuhkan waktu sekitar 30 menit, sedangkan proses penyuntikan botox hanya sekitar 10 menit sehingga keseluruhan prosedur berlangsung sekitar 40 menit.

    Efek botox umumnya dapat bertahan selama enam hingga delapan bulan. Namun, daya tahannya dipengaruhi gaya hidup pasien.

    “Kalau sering mandi air hangat atau sering terpapar panas, efeknya bisa lebih cepat hilang, sekitar tiga sampai empat bulan. Tetapi kalau dirawat dengan baik bisa bertahan hingga delapan atau sembilan bulan,” katanya.

    Untuk efek samping, dr. Syara mengatakan tindakan botox relatif aman. Pasien hanya akan mengalami bentol kecil pada area suntikan yang biasanya menghilang dalam satu hari.

     Harga Botox Mulai Rp2,295 Juta

    Dalam promo pameran, Korean Botox sebanyak 50 unit ditawarkan seharga Rp2.295.000 sebelum potongan promo.

    Menurut dr. Syara, penggunaan botox disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

    “Botox 50 unit biasanya digunakan untuk area dahi dan sekitar mata. Sedangkan 100 unit biasanya untuk full face sampai area rahang,” jelasnya.

     IPL dan Peeling Berikan Hasil Instan

    Selain botox, Bina Dermacare juga menawarkan treatment IPL yang berfungsi mencerahkan kulit, mengurangi rambut halus pada wajah, sekaligus memberikan efek glowing segera setelah tindakan dilakukan.

    Pilihan lainnya adalah chemical peeling yang berfungsi mengangkat sel kulit mati. Keunggulan peeling di Bina Dermacare adalah pasien dapat langsung menggunakan make up setelah treatment tanpa masa pemulihan (downtime).

     Skin Booster Salmon DNA untuk Regenerasi Kulit

    Bagi pasien yang memiliki masalah warna kulit tidak merata, pori-pori besar, atau kulit kusam, tersedia pula treatment skin booster dengan kandungan Salmon DNA.

    Perawatan ini bertujuan meratakan warna kulit, mengecilkan pori-pori, serta merangsang produksi kolagen sehingga kondisi kulit menjadi lebih sehat dan tampak lebih muda.

     Vitamin C Injection

    Selain perawatan wajah, Bina Dermacare juga menyediakan layanan Vitamin C Injection dengan harga Rp725.000 bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kebugaran sekaligus membantu menjaga kesehatan kulit.

    Pada hari pertama pameran, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Tercatat sekitar 25 pengunjung telah memanfaatkan layanan konsultasi maupun treatment yang tersedia.

    Layanan Profesional Bina Dermacare Bina Medika Bintaro

    Menutup wawancara, dr. Syara mengingatkan bahwa penggunaan skincare saja belum tentu memberikan hasil optimal apabila tidak disertai perawatan profesional sesuai kondisi kulit.

    “Basic skincare memang penting, tetapi facial dan treatment juga dibutuhkan agar skincare bekerja lebih maksimal. Untuk kondisi tertentu seperti kulit kering atau pori-pori besar, biasanya perlu dibantu dengan skin booster agar hasilnya lebih optimal,” pungkasnya.

    Bina Dermacare merupakan klinik estetika yang berada di Lantai 2 RS Bina Medika Bintaro dan telah beroperasi sekitar tiga bulan.

    Klinik melayani pasien setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WIB.

    Bina Dermacare Bina Medika Bintaro memiliki dokter kecantikan profesional diantaranya, dr. Syara Agriyani, Aesthetic Doctor, dr. Kusuma Dewi, M.Sc.,Sp.DVE., Dermatologist Venereologist Aesthetic Doctor, dr. Cyntya Sari, Sp.DVE., Dermatologist Venereologist Aesthetic Doctor. (Red/*)

  • Dokter Jantung Ingatkan Cacar Api Bisa Picu Stroke hingga Perburuk Penyakit Jantung, Vaksinasi Jadi Upaya Pencegahan

    Dokter Jantung Ingatkan Cacar Api Bisa Picu Stroke hingga Perburuk Penyakit Jantung, Vaksinasi Jadi Upaya Pencegahan

    Mediakawasan.id, Jakarta – Penyakit cacar api atau herpes zoster tidak hanya menyebabkan ruam dan nyeri pada kulit, tetapi juga dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, hingga memperburuk kondisi pasien yang telah memiliki penyakit jantung. Karena itu, masyarakat, terutama kelompok lanjut usia dan penderita penyakit kronis, diimbau meningkatkan kewaspadaan serta mempertimbangkan vaksinasi sebagai langkah pencegahan.

    Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Siloam Heart Hospital dr. Glovanno Rachmanda Maulana, Sp.JP, FIHA , menjelaskan herpes zoster merupakan penyakit akibat reaktivasi virus varicella-zoster, yaitu virus penyebab cacar air yang tetap berada di jaringan saraf setelah seseorang sembuh dari infeksi pertama.

    Menurutnya, risiko herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia karena sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan. Meski gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga dan menjaga pola makan bergizi dapat membantu mempertahankan daya tahan tubuh, proses penuaan tetap menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko munculnya kembali virus tersebut.

    “Semakin bertambah usia, daya tahan tubuh semakin menurun. Meski gaya hidup sehat seperti olahraga rutin dan nutrisi yang baik dapat membantu menjaga imunitas, risiko tetap meningkat seiring proses penuaan,” ujarnya dalam Media Gathering Heart Care Day 2026 di Siloam Heart Hospital Sabtu (4/6).

    Ia menjelaskan, gejala herpes zoster biasanya diawali demam, nyeri, atau rasa gatal pada area tertentu, kemudian muncul ruam berisi cairan yang umumnya hanya terdapat pada satu sisi tubuh mengikuti jalur saraf. Ruam dapat muncul di dada, wajah, leher, ketiak, maupun selangkangan.

    Yang perlu diwaspadai, kata dr. Glovanno, bukan hanya ruamnya. Sebagian pasien masih mengalami nyeri hebat meski ruam telah sembuh. Nyeri pasca-herpes zoster bahkan dapat berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dan sering digambarkan seperti sensasi terbakar, tersengat listrik, atau tertusuk-tusuk sehingga mengganggu aktivitas, produktivitas, dan kualitas tidur.

    Selain menyerang kulit dan saraf, herpes zoster juga dapat mengenai mata maupun telinga sehingga berisiko menyebabkan gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, hingga Ramsay Hunt Syndrome. Bahkan, infeksi tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.

    “Peradangan yang dipicu infeksi virus dapat menyebabkan inflamasi pada pembuluh darah maupun otot jantung atau miokarditis. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, hingga gagal jantung, terutama pada pasien yang telah memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan ginjal, maupun kanker,” jelasnya.

    Sementara itu, Konsultan Kardiologi Intervensi Siloam Heart Hospital, DR. dr. Sidhi Laksono, Sp.JP, Subsp.KI (K), FIHA, MARS, MH, CPHM, FISQUA, menegaskan infeksi herpes zoster dapat memberikan beban tambahan bagi pasien yang telah memiliki penyakit jantung.

    Menurutnya, nyeri hebat akibat herpes zoster membuat tubuh melepaskan respons stres yang meningkatkan kerja jantung. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk penyakit jantung koroner maupun gagal jantung yang telah diderita pasien.

    “Virus ini memang menyerang jaringan saraf. Selain menimbulkan ruam dan lepuhan pada kulit, rasa nyeri yang ditimbulkan dapat meningkatkan beban kerja jantung, terutama pada pasien yang sudah memiliki penyakit jantung,” katanya.

    Dr. Sidhi menambahkan, sejumlah penelitian dari Korea Selatan menunjukkan adanya peningkatan risiko serangan jantung setelah seseorang mengalami herpes zoster. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa vaksinasi herpes zoster semakin digencarkan di negara tersebut, khususnya bagi kelompok berisiko.

    Meski demikian, ia menegaskan bahwa pada individu berusia muda tanpa faktor risiko penyakit jantung, herpes zoster umumnya tidak secara langsung memicu gangguan jantung. Risiko akan meningkat pada usia lanjut maupun mereka yang memiliki hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, atau penyakit kronis lainnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa virus penyebab herpes zoster tetap berada di dalam tubuh sehingga penyakit tersebut dapat kambuh lebih dari satu kali. Bahkan setelah ruam menghilang, sebagian pasien masih mengalami nyeri saraf berkepanjangan atau post-herpetic neuralgia yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan.

    “Nyeri pasca-herpes bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan lebih lama. Kondisi ini tentu dapat menurunkan kualitas hidup dan memperberat kondisi pasien dengan penyakit jantung,” ujarnya.

    Untuk menekan risiko tersebut, kedua dokter sepakat bahwa vaksinasi herpes zoster menjadi salah satu langkah pencegahan yang efektif, terutama bagi orang dewasa berusia di atas 50 tahun maupun individu dengan penyakit penyerta.

    Dr. Glovanno menjelaskan vaksin diberikan dalam dua dosis. Pada kelompok usia di atas 50 tahun, dosis kedua diberikan sekitar enam bulan setelah dosis pertama. Sementara pada kelompok usia dewasa yang lebih muda dengan indikasi khusus, dosis kedua dapat diberikan sekitar dua bulan setelah penyuntikan pertama.

    Senada, dr. Sidhi mengatakan vaksin tidak hanya menurunkan risiko seseorang terkena herpes zoster, tetapi juga mengurangi tingkat keparahan penyakit apabila infeksi tetap terjadi, termasuk menekan risiko kekambuhan bagi mereka yang sebelumnya pernah mengalami cacar api.

    Meski dapat menimbulkan efek samping ringan seperti demam, pegal, atau rasa tidak nyaman selama satu hingga dua hari setelah penyuntikan, menurutnya kondisi tersebut merupakan respons normal tubuh terhadap vaksin. Ia juga mengingatkan vaksinasi sebaiknya dilakukan ketika kondisi kesehatan pasien stabil dan ditunda pada pasien yang sedang mengalami serangan jantung akut, gagal jantung berat, atau masih menjalani perawatan intensif.

    Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi menganggap cacar api sebagai penyakit kulit biasa. Mengenali gejala sejak dini, segera berkonsultasi dengan dokter saat muncul keluhan, serta menjalani vaksinasi sesuai rekomendasi menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius sekaligus melindungi kesehatan jantung. (Red/*)

  • Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Harapan Baru bagi Pasien Kebocoran Katup Jantung Berisiko Tinggi

    Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Harapan Baru bagi Pasien Kebocoran Katup Jantung Berisiko Tinggi

    Mediakawasan.id, Jakarta – Primaya Hospital Kelapa Gading kembali memperkuat layanan Cardiac & Vascular Center dengan menghadirkan MitraClip, terapi minimal invasif untuk menangani kebocoran katup jantung (mitral regurgitation/MR) pada pasien yang berisiko tinggi menjalani operasi jantung terbuka. Kehadiran layanan ini ditandai dengan keberhasilan pelaksanaan prosedur MitraClip perdana di Primaya Hospital Group melalui kegiatan Live Case: A New Milestone in Cardiac Innovation – The First MitraClip Procedure at Primaya Hospital.

    Kehadiran MitraClip menjadi semakin relevan mengingat kebocoran katup mitral merupakan salah satu penyebab gagal jantung yang dapat menurunkan kualitas hidup sekaligus meningkatkan risiko kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Studi menunjukkan prevalensi mitral regurgitation sedang mencapai 6,3% dan kasus berat sekitar 1,7%, dengan angka kematian dalam lima tahun yang dapat mencapai 68% pada pasien dengan kebocoran katup berat. Risiko kematian juga meningkat hingga 2,36 kali lipat dibandingkan individu tanpa kelainan tersebut.

    Sayangnya, banyak pasien baru datang ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut. Gejala seperti sesak napas, cepat lelah, atau bengkak pada tungkai kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan atau kelelahan biasa, sehingga kesempatan memperoleh penanganan yang lebih optimal menjadi terlewat. Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dan Konsultan Aritmia Primaya Hospital Kelapa Gading sekaligus salah satu pengurus Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), menjelaskan bahwa keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan utama dalam penanganan kebocoran katup jantung di Indonesia.

    “Banyak pasien datang ketika keluhan sudah berat, padahal gejala bukanlah penentu utama kapan tindakan harus dilakukan. Ketika pasien mulai mengalami sesak saat beraktivitas, mudah lelah, atau kaki mulai bengkak, sebaiknya segera memeriksakan diri. Semakin dini kebocoran katup diketahui, semakin besar peluang memberikan terapi yang optimal sebelum fungsi jantung mengalami penurunan,” jelas Prof. Yoga.

    Pada kesempatan tersebut, tim dokter Primaya Hospital Kelapa Gading menangani pasien berusia 72 tahun dengan kebocoran katup mitral berat yang telah berulang kali mengalami gagal jantung serta memiliki kemampuan pompa jantung hanya sekitar 25 persen. Kondisi tersebut membuat risiko operasi jantung terbuka menjadi sangat tinggi sehingga MitraClip dipilih sebagai alternatif terapi yang lebih aman.

    MitraClip merupakan prosedur berbasis kateter yang dilakukan melalui pembuluh darah di lipat paha tanpa perlu membuka dada. Alat berbentuk clip dipasang untuk menyatukan bagian katup mitral yang bocor sehingga aliran darah kembali lebih optimal. Dibandingkan operasi konvensional, prosedur ini menawarkan risiko yang lebih rendah, waktu tindakan yang relatif singkat, lama rawat inap sekitar 2–3 hari, serta memungkinkan pasien kembali beraktivitas lebih cepat dengan kualitas hidup yang lebih baik.

    Menurut Prof. Yoga, MitraClip menjadi harapan baru terutama bagi pasien dengan functional mitral regurgitation, yaitu kebocoran katup yang terjadi akibat gangguan fungsi jantung dan bukan karena kerusakan struktur katup. Kelompok pasien ini sebelumnya memiliki pilihan terapi yang terbatas karena tingginya risiko menjalani operasi jantung terbuka.

    Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua, mengatakan bahwa kehadiran MitraClip merupakan bagian dari strategi rumah sakit dalam menghadirkan layanan jantung struktural berstandar internasional di Indonesia.

    “Hadirnya MitraClip menambah kapabilitas Cardiac & Vascular Center Primaya Hospital Kelapa Gading dalam memberikan layanan jantung yang komprehensif, mulai dari diagnosis yang akurat hingga tindakan intervensi yang kompleks. Didukung Cathlab modern, tim multidisiplin, serta dokter-dokter berpengalaman, kami ingin memastikan masyarakat Indonesia dapat memperoleh terapi jantung berteknologi tinggi tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri,” ujar dr. Ferry.

    Pelaksanaan prosedur MitraClip perdana ini juga melibatkan kolaborasi dengan pakar jantung struktural dari Ramathibodi Hospital, Mahidol University, Thailand, sebagai bagian dari transfer pengetahuan dan penguatan kompetensi dalam pengembangan layanan jantung modern di Indonesia.

    Melalui penguatan layanan ini, Primaya Hospital Kelapa Gading menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi medis yang memberikan manfaat nyata bagi pasien, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat layanan jantung modern dengan pendekatan minimal invasif dan berstandar internasional di Indonesia. (Red/rlls)

  • Istilah PCOS Resmi Berganti Menjadi PMOS, Diagnosis Kini Lebih Fokus pada Gangguan Metabolik

    Istilah PCOS Resmi Berganti Menjadi PMOS, Diagnosis Kini Lebih Fokus pada Gangguan Metabolik

    Mediakawasan.id, Tangerang – Istilah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) yang selama ini dikenal sebagai salah satu gangguan hormon pada perempuan kini resmi berganti menjadi PMOS (Penyakit Metabolik Ovarium Sindrom). Perubahan istilah ini merupakan hasil kesepakatan para pakar kesehatan dunia untuk mencerminkan kondisi penyakit secara lebih akurat sekaligus meningkatkan ketepatan diagnosis dan penanganan pasien.

    Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi di Eka Hospital BSD, dr. Agus Heriyanto, Sp.OG, Subsp. FER, MARS, MM, menjelaskan bahwa istilah PCOS dinilai kurang tepat karena terlalu menekankan keberadaan kista pada ovarium, padahal kondisi tersebut bukanlah inti dari penyakit.

    “Selama ini banyak pasien maupun tenaga medis berfokus pada ditemukannya kista kecil melalui pemeriksaan USG. Padahal, banyak penderita mengalami gangguan hormon dan metabolik tanpa memiliki gambaran ovarium polikistik,” ujarnya.

    Menurut dr. Agus, kondisi tersebut menyebabkan banyak kasus tidak terdiagnosis sejak dini. Diperkirakan sekitar 70 persen pasien mengalami keterlambatan diagnosis karena tidak ditemukan kista saat pemeriksaan USG.

    Dengan perubahan istilah menjadi PMOS, pendekatan diagnosis kini lebih menitikberatkan pada gangguan metabolik dan hormonal dibandingkan tampilan ovarium. Dokter akan mengevaluasi kondisi seperti resistensi insulin, obesitas sentral, gangguan kadar kolesterol, serta gangguan ovulasi dan siklus menstruasi.

    Sebelumnya, diagnosis PCOS mengacu pada Kriteria Rotterdam, yaitu pasien dinyatakan mengalami PCOS apabila memenuhi sedikitnya dua dari tiga kriteria, yakni gangguan menstruasi atau ovulasi, peningkatan hormon androgen yang ditandai gejala seperti jerawat berat atau pertumbuhan rambut berlebih, serta adanya gambaran ovarium polikistik pada pemeriksaan USG.

    Dalam pendekatan PMOS, hasil USG yang normal tidak lagi menyingkirkan kemungkinan diagnosis. Seorang perempuan tetap dapat didiagnosis mengalami PMOS apabila memiliki gangguan menstruasi kronis disertai masalah metabolik dan hormonal.

    Perubahan ini diharapkan memungkinkan pasien memperoleh penanganan lebih cepat sehingga dapat mencegah berbagai komplikasi jangka panjang, antara lain infertilitas, Diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung dan pembuluh darah, hingga gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

    Dr. Agus mengimbau perempuan yang mengalami siklus haid tidak teratur, kesulitan menurunkan berat badan, atau sedang menjalani program kehamilan agar tidak hanya mengandalkan hasil USG, tetapi juga menjalani pemeriksaan hormon dan metabolik secara menyeluruh.

    “Perkembangan ilmu kedokteran terus mengarah pada diagnosis yang lebih tepat sehingga pasien dapat memperoleh terapi yang sesuai sejak dini. Pemeriksaan menyeluruh menjadi kunci untuk menentukan penanganan terbaik,” katanya.

    Dengan perubahan istilah ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa PMOS bukan sekadar persoalan adanya kista pada ovarium, melainkan gangguan metabolik dan hormonal yang memerlukan deteksi dini serta penanganan komprehensif.

  • Sering Bangun Malam untuk Buang Air Kecil? Bisa Jadi Pembesaran Prostat Gangguan prostat

    Sering Bangun Malam untuk Buang Air Kecil? Bisa Jadi Pembesaran Prostat Gangguan prostat

    Mediakawasan.id, Jakarta – Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil kerap dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), gangguan yang dialami sekitar 50% pria berusia di atas 50 tahun dan meningkat hingga 80–90% pada usia 80 tahun ke atas.

    Karena gejalanya berkembang perlahan, banyak pria menunda pemeriksaan hingga kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari terganggu. Tak jarang, pasien baru datang ketika sudah mengalami komplikasi seperti infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, hingga gangguan fungsi ginjal.

    Menurut dr. Elita Wibisono, Sp.U, Dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, pembesaran prostat merupakan salah satu masalah kesehatan pria yang paling sering ditemukan, tetapi masih kerap dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan.

    “Banyak pasien menganggap pancaran urine yang melemah atau sering terbangun malam hari untuk buang air kecil sebagai hal yang wajar karena faktor usia. Akibatnya, mereka baru datang ke dokter ketika sudah mengalami komplikasi, bahkan hingga tidak bisa buang air kecil sama sekali,” jelas dr. Elita.

    Pembesaran prostat terjadi ketika kelenjar prostat membesar dan menekan saluran kemih. Akibatnya, pria dapat mengalami pancaran urine melemah, rasa tidak tuntas saat berkemih, hingga urine menetes di akhir buang air kecil yang sering kali dianggap sepele.

    Secara medis, kondisi sering terbangun di malam hari untuk berkemih dikenal sebagai nokturia. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan. “Bayangkan jika seseorang harus bangun tiga hingga lima kali setiap malam untuk ke toilet. Kualitas tidurnya akan terganggu, tubuh menjadi mudah lelah, konsentrasi menurun, dan produktivitas sehari-hari ikut terdampak,” ujarnya.

    Lebih jauh, dr. Elita menekankan bahwa dampak pembesaran prostat tidak berhenti pada gangguan fisik. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kualitas hidup dan hubungan pasangan. Gangguan tidur kronis akibat sering buang air kecil pada malam hari tidak hanya dirasakan pasien, tetapi juga pasangan yang tidur di sampingnya. Selain itu, rasa frustasi akibat gangguan berkemih dapat mempengaruhi suasana hati, menurunkan rasa percaya diri, sehingga berdampak pada kedekatan dengan pasangan.

    “Kesehatan prostat erat kaitannya dengan kualitas hidup dan kebahagiaan pasangan. Ketika gejala terus mengganggu aktivitas sehari-hari, rasa percaya diri pria dapat menurun dan berdampak pada hubungan interpersonal maupun kehidupan seksual,” kata dr. Elita.

    Meski faktor usia tidak dapat dihindari, perkembangan penyakit dapat diperlambat melalui gaya hidup sehat. “Aktif bergerak, menjaga berat badan ideal, memperbanyak konsumsi sayuran hijau dan tomat yang kaya likopen, serta membatasi konsumsi daging merah olahan dapat membantu menjaga kesehatan prostat dalam jangka panjang,” jelasnya.

    Kabar baiknya, penanganan prostat kini semakin nyaman melalui prosedur minimal invasif seperti TURP dan Rezum yang dilakukan tanpa sayatan pada perut dengan masa pemulihan lebih cepat.

    Seseorang disarankan segera berkonsultasi apabila mulai mengalami perubahan pada pancaran urine, merasa tidak tuntas saat buang air kecil, terbangun lebih dari dua kali setiap malam untuk berkemih, atau muncul nyeri maupun darah saat buang air kecil.

    “Jangan menunggu hingga tidak bisa buang air kecil atau muncul komplikasi pada ginjal. Gangguan prostat bukan bagian yang harus diterima begitu saja saat menua. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, pria tetap dapat menjaga kualitas hidup, produktivitas, dan keharmonisan bersama pasangan. Karena pada akhirnya, prostat yang sehat membantu menjaga hubungan tetap hangat,” tutup dr. Elita. (Red/*)

  • RS Premier Bintaro Edukasi Masyarakat, Tumor Otak Bisa Ditangani Optimal Jika Terdeteksi Sejak Dini

    RS Premier Bintaro Edukasi Masyarakat, Tumor Otak Bisa Ditangani Optimal Jika Terdeteksi Sejak Dini

    Mediakawasan.id, Jakarta – Kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala tumor otak sejak dini dinilai masih perlu ditingkatkan. Padahal, dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, banyak kasus tumor otak dapat ditangani secara optimal sehingga pasien tetap memiliki kualitas hidup yang baik.

    Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering bertajuk “Tumor Otak Dapat Ditangani dengan Optimal Jika Dideteksi Sejak Dini” yang diselenggarakan RS Premier Bintaro di PUJA Bumi Kenduri The Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, dokter spesialis bedah saraf RS Premier Bintaro, dr. Moch. Evodia Slamet R., Sp.BS, menjelaskan bahwa tumor otak terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni tumor primer yang berasal dari jaringan otak atau selaput otak, serta tumor sekunder atau metastasis yang merupakan penyebaran kanker dari organ lain, seperti payudara, paru-paru, dan tiroid.

    “Berdasarkan data internasional, sekitar 72 persen tumor otak primer bersifat jinak, sedangkan 28 persen lainnya bersifat ganas. Masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwa semua tumor otak pasti ganas, padahal sebagian besar justru bersifat jinak,” ujar dr. Evodia.

    Meski demikian, baik tumor jinak maupun ganas tetap dapat menimbulkan risiko serius. Hal ini karena pertumbuhan tumor terjadi di dalam rongga kepala yang memiliki ruang terbatas, sehingga dapat menekan jaringan otak dan mengganggu fungsi-fungsi vital tubuh.

    Menurut dr. Evodia, terdapat sejumlah gejala yang patut diwaspadai sebagai tanda kemungkinan adanya tumor otak, di antaranya nyeri kepala kronis yang semakin memberat dan disertai pandangan kabur, kejang pertama kali pada usia dewasa, gangguan keseimbangan dan koordinasi, kelemahan pada tangan atau kaki, penurunan pendengaran, perubahan kepribadian, hingga muntah menyemprot dan penurunan kesadaran.

    Pada kondisi tertentu, tumor otak juga dapat berkembang menjadi keadaan gawat darurat, seperti hidrosefalus atau penumpukan cairan otak, maupun perdarahan pada tumor. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera untuk mencegah kerusakan otak permanen bahkan kematian.

    Untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan pencitraan seperti CT Scan dan MRI dengan kontras sering kali diperlukan. Pemeriksaan tanpa kontras belum tentu dapat memberikan gambaran tumor secara optimal.

    RS Premier Bintaro menyediakan layanan penanganan tumor otak yang komprehensif dan melibatkan berbagai disiplin ilmu. Pilihan terapinya meliputi pemberian obat-obatan untuk mengurangi gejala dan pembengkakan otak, operasi bedah saraf secara terbuka, mikroskopik maupun endoskopik, radioterapi termasuk Gamma Knife Radiosurgery, serta kemoterapi pada kasus tertentu seperti glioblastoma.

    Salah satu teknologi yang tersedia adalah Gamma Knife Radiosurgery, yakni prosedur tanpa sayatan yang menggunakan radiasi terfokus untuk mengendalikan pertumbuhan tumor, terutama pada tumor berukuran kecil. Metode ini hanya memerlukan satu kali tindakan dan tidak meninggalkan luka operasi.

    Melalui kegiatan ini, RS Premier Bintaro mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala neurologis yang berlangsung kronis dan semakin memburuk. Pemeriksaan sejak dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan terapi sekaligus mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat.

    RS Premier Bintaro berharap edukasi kepada masyarakat mengenai tumor otak dapat terus ditingkatkan, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini dan mengetahui bahwa perkembangan teknologi medis saat ini telah menyediakan berbagai pilihan terapi yang efektif dan aman bagi pasien. (Red/*)

  • Tiga Rumah Sakit Primaya Dianugerahi WSO Angels Award atas Keunggulan Layanan Stroke

    Tiga Rumah Sakit Primaya Dianugerahi WSO Angels Award atas Keunggulan Layanan Stroke

    Mediakawasan.id, Bekasi – Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini berkontribusi terhadap sekitar 11,2% kasus kecacatan dan 18,5% kematian di Indonesia, sehingga membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat untuk meningkatkan peluang keselamatan dan pemulihan pasien.

    Dalam dunia stroke dikenal prinsip Time is Brain. Setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan sekitar 1,9 juta sel saraf otak mati secara permanen. Karena itu, kecepatan diagnosis dan terapi menjadi faktor yang menentukan peluang keselamatan dan pemulihan pasien. Komitmen terhadap standar penanganan inilah yang mengantarkan tiga rumah sakit di bawah naungan Primaya Hospital Group memperoleh WSO Angels Award 2026.

    Penghargaan tersebut diberikan kepada Primaya Hospital Bekasi Barat dengan predikat Diamond, Primaya Hospital Depok dengan predikat Platinum, serta Primaya Hospital Bekasi Utara dengan predikat Gold. Sebelumnya, pada 2025, Primaya Hospital Bekasi Timur juga berhasil memperoleh predikat Diamond.

    Leona A. Karnali, CFA, FRM, CEO Primaya Hospital Group, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh tim multidisiplin yang berperan dalam penanganan pasien stroke.

    “Brain & Neuro merupakan salah satu Center of Excellence (COE) atau layanan unggulan Primaya Hospital Group, dengan layanan stroke sebagai salah satu fokus utama. Dalam kasus stroke, setiap menit sangat berarti sehingga dibutuhkan respons yang cepat, dan koordinasi yang baik. Pengakuan ini merupakan apresiasi atas dedikasi dokter, perawat, dan tenaga kesehatan kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Tentunya pencapaian ini juga menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar semakin banyak pasien dapat pulih dan kembali hidup secara mandiri,” ungkapnya. WSO Angels Award diberikan berdasarkan berbagai indikator mutu layanan stroke, mulai dari kecepatan identifikasi pasien, kepatuhan terhadap protokol klinis, kualitas tata laksana, hingga komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan.

    dr. Muhammad Fiarry Fikaris, M.Sc., ANGELS Consultant Wilayah Jawa Tengah, DIY, dan Bekasi, mengatakan, “Dalam penanganan stroke, waktu sangat menentukan. Pasien perlu mendapatkan penanganan di rumah sakit yang memiliki kesiapan layanan stroke agar terapi dapat diberikan secara tepat dan cepat. Di Bekasi, hanya lima rumah sakit yang berstatus stroke-ready hospital, dan tiga di antaranya adalah Primaya Hospital. Ditambah dengan pencapaian Primaya Hospital Depok, hal ini menunjukkan komitmen kuat Primaya Hospital dalam membangun layanan stroke yang terintegrasi. Saya optimistis semakin banyak rumah sakit di bawah naungan Primaya Hospital Group yang akan meraih pengakuan serupa di masa mendatang,” jelas dr. Fiarry

    dr. Fakhrunnisa, Sp.N., FNK., AIFO-K, dokter spesialis neurologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat yang turut memberikan pemaparan dalam acara tersebut mengatakan, “Salah satu tantangan yang masih sering kami temui adalah pasien yang menunda datang ke rumah sakit karena berbagai alasan, termasuk menunggu anggota keluarga. Padahal, pada stroke setiap menit sangat berarti. Kami juga melihat tren pasien yang semakin muda, bahkan ada yang berusia 37 tahun. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala stroke dan segera mendapatkan pertolongan medis,” ujarnya.

    Untuk menjawab tantangan tersebut, Primaya Hospital didukung oleh Sistem Code Stroke, yaitu protokol terintegrasi yang memastikan pasien mendapatkan penanganan secara cepat dan terkoordinasi sejak tiba di instalasi gawat darurat hingga pemberian terapi dengan target door-to-needle time kurang dari 60 menit. Melalui sistem ini, proses diagnosis dan pengambilan keputusan klinis dapat dilakukan lebih efisien sehingga peluang pemulihan pasien menjadi lebih optimal. Layanan stroke komprehensif di Primaya Hospital ditunjang fasilitas neuroimaging seperti CT Scan dan MRI serta tim multidisiplin yang bekerja secara terintegrasi mulai dari diagnosis, terapi, hingga rehabilitasi medik untuk membantu pasien mencapai pemulihan yang optimal. (Red.*)

  • Brawijaya Hospital Masifkan Empat Center of Excellence, Perkuat Layanan Kesehatan Unggulan

    Brawijaya Hospital Masifkan Empat Center of Excellence, Perkuat Layanan Kesehatan Unggulan

    Mediakawasan.id, Jakarta – Brawijaya Hospital kembali membumikan empat layanan unggulan berbasis Center of Excellence (CoE) sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang komprehensif, modern, dan berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia. Empat pusat layanan unggulan tersebut adalah BraveHeart Center, Orthopedic Center Brawijaya, Jakarta Gynecology Center (JGC), dan Benih IVF Center, digaungkan Brawijaya Hospital bersamaan dengan digelarnya acara Patner Gathering, pada hari ini Kamis, (11/6) di Jakarta.

    Empat Center of Excellence tersebut menjadi langkah strategis Brawijaya Hospital dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik yang semakin kompleks melalui pendekatan pelayanan terintegrasi, pemanfaatan teknologi modern, serta dukungan tim medis multidisiplin yang berpengalaman.

    Tokoh nasional Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan apresiasinya terhadap hadirnya berbagai layanan unggulan tersebut.

    “Saya senang melihat Brawijaya Hospital menghadirkan berbagai layanan unggulan melalui Center of Excellence untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia. Mulai dari BraveHeart Center, Orthopedic Center, Jakarta Gynecology Center, hingga Benih In Vitro Fertilization (IVF). Semuanya didukung oleh dokter berpengalaman, teknologi modern, dan pelayanan yang mengutamakan kenyamanan pasien. Be brave, be safe, and be loved,” ujarnya di tempat terpisah.

    Center of Excellence atau layanan unggulan ini juga menjadi bagian dari upaya Brawijaya Hospital Group untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan nasional sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengurangi jumlah masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri.

    Chief Commercial Officer (CCO) Brawijaya Hospital, drg. Hestiningsih, S.E., M.A.R.S. menegaskan bahwa kualitas tenaga medis dan teknologi kesehatan yang tersedia di Indonesia saat ini mampu bersaing dengan negara-negara tujuan medical tourism lainnya.

    “Brawijaya Hospital memiliki dokter dengan kapasitas dan kapabilitas yang sama, bahkan lebih baik, dan juga teknologinya pun kita tidak kalah,” ujar Hesti saat ditemui disela acara.

    Menurutnya, seluruh kebutuhan layanan kesehatan pasien sebenarnya dapat ditangani di dalam negeri dengan standar yang tinggi dan didukung oleh tenaga medis yang kompeten.

    BraveHeart Center Jawab Tantangan Penyakit Jantung di Indonesia

    Salah satu layanan yang menjadi sorotan adalah BraveHeart Center, pusat layanan jantung yang hadir untuk menjawab tingginya angka penyakit kardiovaskular di Indonesia. Penyakit jantung hingga saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Tanah Air sehingga diperlukan layanan yang mampu memberikan penanganan menyeluruh mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi.

    BraveHeart Center menghadirkan layanan komprehensif yang meliputi pencegahan, deteksi dini, intervensi jantung, bedah jantung, hingga rehabilitasi kardiovaskular. Seluruh layanan didukung oleh tim multidisiplin dengan teknologi terkini guna memastikan pasien memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan terintegrasi.

    Salah satu keunggulan layanan ini adalah Minimal Invasive Cardiac Surgery (MICS) atau operasi jantung minimal invasif. Teknik ini memungkinkan tindakan dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil dibandingkan operasi konvensional sehingga nyeri pascaoperasi lebih minimal, masa rawat lebih singkat, pemulihan lebih cepat, dan pasien dapat kembali beraktivitas dalam waktu yang lebih singkat.

    BraveHeart Center diperkuat oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah terkemuka, Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI, FAPHRS, FHRS, yang memiliki kompetensi sebagai konsultan intervensi jantung dan aritmia.

    Dalam kesempatan itu, dr. Yamin menjelaskan bahwa meningkatnya kasus penyakit jantung pada usia produktif dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti merokok, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan stres. Karena itu, masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

    “Ke depan, BraveHeart Center menargetkan diri menjadi pusat layanan jantung unggulan yang terpercaya dan berstandar internasional melalui pengembangan layanan kardiovaskular modern, inovasi teknologi, serta pelayanan yang berfokus pada keselamatan dan kualitas hidup pasien,” ucapnya.

    Orthopedic Center Brawijaya Hadirkan Layanan Muskuloskeletal Terintegrasi

    Selain layanan jantung, Brawijaya Hospital juga menghadirkan Orthopedic Center Brawijaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan sistem gerak yang semakin berkembang.

    Center of Excellence ini menawarkan layanan ortopedi yang komprehensif dan terintegrasi mulai dari diagnosis, tindakan medis, hingga rehabilitasi. Orthopedic Center didukung oleh tim dokter ortopedi subspesialis yang lengkap, teknologi medis terkini, fasilitas operasi modern, serta layanan rehabilitasi yang terintegrasi.

    Salah satu dokter yang memperkuat layanan ini adalah dr. Nicko Perdana Hardiansyah, Sp.OT, Subsp.OTB, dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi yang berpengalaman menangani berbagai kasus muskuloskeletal.

    Orthopedic Center menangani berbagai kasus mulai dari cedera olahraga, trauma dan patah tulang, gangguan sendi, gangguan tulang belakang, kelainan tangan dan ekstremitas atas, hingga penyakit degeneratif yang memengaruhi fungsi gerak dan kualitas hidup pasien.

    “Perkembangan teknologi ortopedi saat ini memungkinkan diagnosis yang lebih akurat dan tindakan yang lebih presisi. Berbagai teknik modern, termasuk prosedur minimal invasif pada kasus tertentu, mampu mengurangi nyeri pascatindakan, mempercepat pemulihan, dan membantu pasien kembali beraktivitas lebih cepat,” jelas dr. Nicko.

    Melalui layanan ini, Brawijaya Hospital berharap dapat membantu masyarakat Indonesia tetap aktif, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik melalui kesehatan sistem gerak yang optimal.

    Jakarta Gynecology Center Dukung Kesehatan Perempuan di Setiap Tahap Kehidupan

    Berlokasi di Brawijaya Hospital Antasari, Jakarta Gynecology Center (JGC) hadir dengan konsep Comprehensive Woman’s Care Beyond Cure. Konsep ini menekankan bahwa layanan kesehatan wanita tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan, deteksi dini, serta pendampingan kesehatan reproduksi di setiap tahap kehidupan.

    Keunggulan utama JGC terletak pada pendekatan Multidisciplinary Team (MDT), di mana berbagai dokter spesialis dan subspesialis bekerja secara terintegrasi untuk menentukan penanganan terbaik bagi pasien.

    JGC menyediakan layanan lengkap mulai dari screening dan deteksi dini, konsultasi ginekologi, tindakan ginekologi, hingga prosedur minimal invasif seperti laparoskopi dan histeroskopi.

    Layanan ini diperkuat oleh dr. Med. Firman Santoso, Sp.OG, spesialis ginekologi onkologi dan laparoskopi tingkat lanjut yang memiliki pengalaman dalam menangani berbagai kasus ginekologi kompleks.

    Menurut dr. Firman banyak gangguan ginekologi tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan terapi apabila ditemukan kelainan sejak dini.

    Benih IVF Center Wujudkan Harapan Pasangan Memiliki Buah Hati

    Center of Excellence lainnya yang diperkenalkan adalah Benih IVF Center, pusat fertilitas modern yang berlokasi di Brawijaya Hospital Antasari.

    Benih IVF Center didukung oleh tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas, dokter spesialis andrologi, urologi, psikolog, konselor laktasi, embriolog, serta tenaga kesehatan berpengalaman yang mendampingi pasangan selama menjalani program kehamilan.

    dr. M. Haekal, Sp.OG.Subsp.FER, FICS, MIGS., adalah salah satu dokter ahli dan berpengalaman yang ada di Benih IVF Center Brawijaya Hospital.

    Untuk memastikan kualitas layanan sesuai standar internasional, Benih IVF Center juga bekerja sama dengan Dr. Robert Fischer dari Jerman sebagai Medical Advisor.

    Pusat fertilitas ini menghadirkan berbagai teknologi reproduksi modern seperti Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI), Time-Lapse Incubator, Laser Assisted Hatching, dan Microfluidic Technology untuk seleksi sperma.

    Selain program bayi tabung (IVF), Benih IVF Center menyediakan berbagai layanan penunjang seperti Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A), Endometrial Receptivity Test, Embryo Glue, cryopreservation embrio dan sperma, hingga tindakan fertilitas pria seperti TESA, PESA, dan MESA.

    “Setiap pasangan terlebih dahulu menjalani fertility screening dan evaluasi kesuburan yang komprehensif untuk menentukan program yang paling sesuai, mulai dari program hamil alami, inseminasi, hingga IVF,” ujar dr. Firman.

    Dalam menangani infertilitas pria, termasuk kasus kompleks seperti azoospermia, Benih IVF Center didukung dokter spesialis andrologi berpengalaman dan teknologi reproduksi yang lengkap. Tingkat keberhasilan program IVF di pusat ini berada pada kisaran 40 hingga 50 persen, sejajar dengan pusat fertilitas berkualitas lainnya, meskipun keberhasilan tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor medis dan kondisi masing-masing pasien.

    Didukung Teknologi Modern dan Ekspansi Jaringan

    Dari sisi teknologi, Brawijaya Hospital telah mengoperasikan berbagai perangkat medis mutakhir, termasuk teknologi laparoskopi canggih dan MRI yang diperkuat kecerdasan buatan (AI), guna meningkatkan akurasi diagnosis dan efektivitas terapi.

    Seiring penguatan layanan medis, Brawijaya Hospital Group juga tengah menjalankan strategi ekspansi untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas.

    “Tahun ini memang kita berfokus pada pendalaman untuk menyiapkan pipeline tersebut, tapi di saat yang sama kita sedang melakukan beberapa pengembangan ekspansi di enam existing hospital kita. Kita sedang me-develop planning untuk lokasi yang sudah kita dapatkan. Jadi dari sisi kapasitas, pelayanan, dan juga akses, itu akan lebih banyak lagi untuk pasiennya,” pungkas Hesti.

    Hesti menambahkan bahwa salah satu kekuatan Brawijaya Hospital terletak pada kualitas sumber daya manusianya. Saat ini jaringan rumah sakit tersebut didukung lebih dari 500 dokter spesialis, termasuk para ahli yang memiliki pengalaman praktik yang mumpuni.

    “Perlu diingat juga bahwa patient journey itu selalu dimulai dengan screening, diagnosis, treatment, hingga recovery dan kontrol berikutnya, kami memastikan siap melayani semua kebutuhan pasien,” papar Hesti.

    BraveHeart Center, Orthopedic Center Brawijaya, Jakarta Gynecology Center, dan Benih IVF Center, serta pengembangan jaringan rumah sakit yang berkelanjutan, Brawijaya Hospital mempertegas komitmennya menghadirkan layanan kesehatan unggulan yang menggabungkan keahlian medis, teknologi modern, dan pelayanan berorientasi pasien.

    Dengan konsep Center of Excellence, Brawijaya Hospital berharap dapat menjadi mitra kesehatan terpercaya bagi masyarakat Indonesia, meningkatkan kualitas hidup pasien, sekaligus memperkuat kepercayaan publik. (Red/*)

  • Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan

    Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan

    Mediakawasan.id, Jakarta – Banyak orang tua mengira gangguan ginjal pada anak baru dapat diketahui setelah bayi lahir. Padahal, sejumlah kelainan saluran kemih dan ginjal bawaan sebenarnya sudah dapat terdeteksi sejak dalam kandungan melalui pemeriksaan kehamilan rutin. Kondisi ini menjadi penting karena keterlambatan diagnosis dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal permanen yang berdampak pada tumbuh kembang anak hingga masa dewasa.

    Menurut dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.U.A (K), FIAPS Dokter Spesialis Bedah Anak Konsultan Urologi Anak yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital PGI Cikini, kemajuan teknologi pencitraan saat ini memungkinkan berbagai kelainan urologi kongenital dikenali lebih awal, bahkan sebelum bayi dilahirkan.

    “Banyak kelainan saluran kemih dan ginjal pada anak sebenarnya sudah bisa diketahui sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan khusus USG fetomaternal. Semakin dini kondisi ini terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan ginjal permanen dan mempertahankan fungsi ginjal anak dalam jangka panjang,” jelas dr. Ronald.

    Berbagai kelainan yang dapat ditemukan sejak masa janin, salah satu kasus yang paling sering ditemukan adalah hidronefrosis kongenital, yaitu pelebaran ginjal akibat gangguan aliran urine. Kondisi ini sering kali pertama kali terlihat saat pemeriksaan USG kehamilan.

    Keterangan foto: dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.U.A (K), FIAPS Dokter Spesialis Bedah Anak Konsultan Urologi Anak yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital PGI Cikini

    Meski demikian, dr. Ronald menegaskan bahwa tidak semua temuan hidronefrosis memerlukan tindakan operasi. “Banyak orang tua langsung panik ketika mendengar adanya pelebaran ginjal pada janin. Padahal tidak semua kasus harus dioperasi. Penting untuk melakukan pemantauan yang tepat, evaluasi fungsi ginjal secara berkala, dan menentukan waktu intervensi yang sesuai bila memang diperlukan,” ungkapnya.

    Setelah bayi lahir, dokter akan melakukan evaluasi lanjutan melalui berbagai pemeriksaan, seperti USG traktus urinarius, renogram atau skintigrafi ginjal, serta pemeriksaan radiologi lainnya sesuai kebutuhan. Pemeriksaan tersebut membantu menentukan apakah fungsi ginjal masih baik, risiko kerusakan ginjal, dan kebutuhan tindakan lebih lanjut.

    Menurut dr. Ronald, penanganan kelainan urologi anak idealnya tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter fetomaternal, obstetri dan ginekologi, neonatologi, radiologi, urologi anak, bedah anak, hingga rehabilitasi medik.
    Pendekatan ini memungkinkan perencanaan penanganan dimulai sejak masa kehamilan, proses persalinan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak setelah lahir. “Ketika kelainan sudah diketahui sejak dalam kandungan, orang tua memiliki waktu untuk memahami kondisi anaknya, memilih fasilitas kesehatan yang tepat, serta mempersiapkan langkah penanganan sejak awal. Ini akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan jika diagnosis baru diketahui setelah muncul komplikasi,” ujarnya.

    Selain membantu menentukan tempat dan metode persalinan yang sesuai, deteksi prenatal juga memungkinkan dokter memantau perkembangan ginjal, kandung kemih, serta kondisi cairan ketuban yang menjadi indikator penting kesehatan janin.

    Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan anak sejak dini, dr. Ronald mengingatkan bahwa pemeriksaan kehamilan rutin bukan hanya bertujuan memantau pertumbuhan janin, tetapi juga menjadi kesempatan penting untuk mendeteksi berbagai kelainan bawaan yang dapat memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan.

    “Tujuan utama kami bukan sekadar melakukan operasi. Yang paling penting adalah menjaga fungsi ginjal anak tetap optimal sepanjang hidupnya. Dengan deteksi dini, monitoring yang tepat, dan kolaborasi multidisiplin, banyak anak dapat tumbuh sehat dan terhindar dari komplikasi serius di kemudian hari,” tutup dr. Ronald. (Red/*)