Category: Kesehatan

  • Dokter Spesialis Kulit Brawijaya Hospital Depok Beri Pesan Penting Antisipasi Keropeng Pasien Cacar Monyet

    Dokter Spesialis Kulit Brawijaya Hospital Depok Beri Pesan Penting Antisipasi Keropeng Pasien Cacar Monyet

    Mediakawasan.id, Depok- Belum lama ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengonfirmasi adanya kasus monkeypox atau cacar monyet pertama di Indonesia. Monkeypox (cacar monyet) adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus monkeypox. Meski secara umum, virus cacar monyet menyerang hewan seperti monyet dan tikus, namun virus tersebut juga bisa menyerang manusia.

    Dokter spesialis kulit dan kelamin, Brawijaya Hospital Depok, dr. Galih, SpKK., menjelaskan bahwa virus cacar monyet pada hewan menular melalui kontak cairan darah, cakaran, gigitan, mengkonsumsi daging yang terkontaminasi virus monkeypox.

    “Penularan pada manusia bisa terjadi melalui kulit, saluran pernafasan, luka, serta selaput lendir hidung, dan mulut,” ujarnya pada, Selasa, (30/08).

    Lanjut dr. Galih, gejala yang ditimbulkan akibat virus monkeypox sangat mudah dikenali di antaranya, demam, sakit kepala, lemas, nyeri otot punggung dan leher, serta terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher, ketiak dan selangkangan.

    “Masa inkubasi cacar monyet terjadi antara 6-12 hari, bahkan ada yang 5-21 hari, tergantung daya tahan tubuh pasien. Gejala awal seperti demam terjadi antara 1-3 hari, ini bisa juga disebut fase erupsi. Setelah demam akan tampak ruam pada kulit, seperti di wajah, punggung, dan telapak tangan,” jelas dr. Galih.

    Dia juga menjelaskan, “Ruam pada cacar monyet diawali dengan bercak kemerahan, lalu timbul vesicle atau lenting bening/lepuh, selanjutnya lenting bening tersebut akan berubah keruh atau menjadi nanah, ini terjadi setelah 5-7 hari setelah terserang virus monkeypox.

    Ruam kulit pada penderita cacar monyet akan menyebabkan rasa tidak nyaman, seperti gatal dan panas pada kulit yang disebut dengan infeksi sekunder.

    “Jika gatal dan vesicle atau lenting tidak pecah boleh ditaburi dengan bedak. Tetapi jika vesicle atau lenting pecah sebaiknya tidak ditaburi dengan bedak karena bedak akan menempel sehingga kerak keropeng akan menebal. Sebaiknya jika terjadi infeksi sekunder, segera konsultasikan dengan dokter agar dokter bisa segera memberi obat untuk menghilangkan rasa gatal dan panas pada keropeng cacar monyet,” papar dr. Galih.

    Menurut dr. Galih, keropeng pada pasien cacar monyet biasanya akan hilang setelah 1-2 bulan pasien dinyatakan sembuh dari cacar monyet. “Jika hanya terjadi hyperpegmentasi (flex kecoklatan pada kulit) setelah 1-2 bulan agar pudar dengan sendirinya, dan kulit akan kembali seperti semula. Yang disayangkan jika lepuh pada cacar monyet pecah dan menjadi keropeng, nah ini yang agak sulit penanganannya, harus dikonsultasikan ke dokter kulit untuk dicari solusi penyembuhan agat kulit yang keropeng kembali seperti semula,” ungkap dr. Galih.

    Bagaimana melindungi diri dari monkeypox?Melansir laman Centers for Disease Control and Prevention, berikut cara melindungi diri dari Monkeypox:

    1. Hindari kontak antar kulitHindari kontal dari kulit ke kulit dengan orang yang memiliki ruam seperti cacar monyet. Jangan menyentuh ruam atau koreng oarang yang terkena cacar monyet. Selain itu, Anda juga dilarang berpelukan, mencium, atau berhubungan seks dengan penderita cacar monyet.

    2. Hindari kontak dengan bedan yang digunakan penderita monkeypoxJangan berbagi peralatan makan atau cangkir dengan penderita cacar monyet.Anda juga dilarang memegang atau menyentuh tempat tidur, handuk, atau pakaian orang yang terkena cacar monyet.

    3. Sering mencuci tanganSering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan handsanitizer berbahan dasar alkohol, terutama sebelum makan atau menyentuh wajah dan setelah menggunakan kamar mandi.

    Brawijaya Hospital Depok senantiasa mendukung program pemerintah dalam mencapai kesehatan masyarakat, salah satunya adalah dengan memberikan edukasi kesehatan, tidak terkecuali kesehatan kulit.

    “Kulit yang sehat dan terawat merupakan cermin kesejahteraan masyarakat. Untuk mendapatkan kulit yang sehat, tentunya setiap orang harus banyak mengkonsumsi sayur, buah dan minum air putih. Perawatan kulit pun penting dilakukan, misal dengan rutin berolahraga, dan memakai cream anti aging bagi mereka yang lanjut usia. Agar tidak salah memilih produk anti aging yang sesuai, sebaiknya seseorang melakukan konsultasi ke dokter kulit,” tutup dr. Galih. (Red/*)

  • JIP Bersama Komunitas Rentan Mendorong Penanganan HIV yang Terintegrasi dengan Layanan Penanganan Kekerasan di Sektor Kesehatan

    JIP Bersama Komunitas Rentan Mendorong Penanganan HIV yang Terintegrasi dengan Layanan Penanganan Kekerasan di Sektor Kesehatan

    Mediakawasan.id, Tangerang Banten – Jaringan Indonesia Positif (JIP) bersama dengan beberapa komunitas rentan (Komunitas Orang Dengan HIV dan Kelompok resiko tinggi serta rentan terinfeksi HIV) dan CSO melakukan pendokumentasian kasus melalui diskusi terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dengan HIV di 13 kabupaten/kota di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat serta Banten.

    Sebanyak 203 perempuan dengan HIV mengalami kekerasan dari pasangan mereka (suami atau pacar) berdasarkan Catatan Tahunan (Catahu) yang dikeluarkan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) di tahun 2020.Data tersebut juga menunjukkan bahwa mereka sedang mengakses pengobatan Anti Retroviral (ARV) dan mereka juga kerap kali mengalami kasus kekerasan dalam bentuk fisik, psikis, seksual dan ekonomi.

    Pendokumentasian kasus kekerasan yang dialami perempuan dengan HIV menjadi hal penting “Iya ini menjadi sangat penting buat komunitas, jika kekerasan tersebut masih tetap terjadi dan tidak ada penanganan yang sesuai, maka kecemasan kami adalah ini akan berdampak buruk terhadap penyintas dan tentu menghambat rencana pemerintah dalam mengakselerasi penanganan HIV di Indonesia”, kata Timotius Hadi selaku Deputi Program JIP, Kamis (25/8/2022).

    Sejak 2 tahun terakhir JIP terus bersinergi dengan layanan kesehatan, dalam hal ini Rumah Sakit dan Puskesmas. JIP mendorong terbentuknya layanan kesehatan yang nyaman dan mudah diakses oleh komunitas orang yang hidup dengan HIV serta komunitas yang rentan terinfeksi HIV. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen JIP mendukung pemerintah untuk mencapai target Ending AIDS pada tahun 2030.

    “Bagaimana bisa kita mencapai target tersebut jika terjadi kekerasan dalam bentuk stigma dan diskriminasi yang dialami orang dengan HIV dan orang yang rentang terinfeksi HIV. Apalagi jika kekerasan tersebut menyebabkan keengganan mereka untuk melakukan tes maupun pengobatan”, tambah Hadi.

    Sejalan dengan pernyataan Hadi, fakta lain yang didapatkan dari serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh JIP bahwa mereka yang mengalami kekerasan enggan datang ke layanan kesehatan. Serta masih banyak petugas kesehatan di Puskesmas yang perlu mendapatkan peningkatan kapasitas konseling dan pemahaman KTPA (Kekerasan terhadap Perempuan & Anak), beberapa korban kekerasan seksual langsung mendapatkan rujukan untuk melakukan tes HIV.

    Adapun rekomendasi yang diusulkan oleh JIP bersama komunitas rentan terkait penanganan KTPA, antara lain; meminta Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk mendorong puskesmas membentuk Poli KTPA, mendorong peningkatan intensitas koordinasi di tingkat kecamatan, Standarisasi penanganan KTPA di puskesmas, Update media informasi dan direktori kontak layanan penanganan KTPA.

    “Semoga upaya kami bersama komunitas rentan lainnya dapat mendorong layanan KTPA yang ramah, khususnya buat orang yang hidup dengan HIV. Dan kami berkomitmen untuk tetap bekerjasama dan berkoordinasi dengan layanan kesehatan dan sektor terkait seperti Komnas Perempuan, P2TP2A dan institusi lainnya dalam penanganan KTPA pada sektor layanan kesehatan”, pungkas Hadi dalam acara temu media. (Red/*)

  • Siloam Hospital Ambon Berikan Kemudahan Layanan Kesehatan Bagi Peserta Asuransi Mandiri Inhealth Melalui Penyediaan Counter Khusus

    Siloam Hospital Ambon Berikan Kemudahan Layanan Kesehatan Bagi Peserta Asuransi Mandiri Inhealth Melalui Penyediaan Counter Khusus

    Mediakawasan.id, Ambon– Sinergi antara Siloam Hospitals Group dan PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) kembali diwujudkan melalui pembukaan counter khusus Mandiri Inhealth di Siloam Hospitals Ambon hari ini, Rabu (24/08). Penandatanganan perjanjian kerja sama dalam pembukaan counter tersebut dilakukan oleh Direktur Siloam Hospitals Ambon dr. Paulus Triaji Hadiwijaya dan Kepala Operasional Mandiri Inhealth Makassar, Ani Sri Winarti. Acara tersebut juga dihadiri oleh Andreas Krofan selaku Kepala Kantor Layanan Mandiri Inhealth Ambon, manajemen Siloam Hospitals, serta tamu undangan yaitu peserta badan usaha dari Mandiri Inhealth dan Siloam Hospitals Ambon.

    Penyediaan counter Mandiri Inhealth tersebut untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para peserta asuransi. Selain itu, counter tersebut juga akan berfungsi sebagai sumber informasi jadwal pelayanan, penanganan keluhan peserta, pengendalian pelayanan terpadu, serta meminimalisir waktu tunggu peserta.

    “Perluasan kemitraan lokal dalam bentuk jalinan kerja sama dengan Mandiri Inhealth merupakan salah satu wujud komitmen Siloam Hospitals untuk memperluas cakupan pelayanan kesehatan dalam rangka memberikan kemudahan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat Indonesia,” ujar dr. Paulus Triaji Hadiwijaya.

    Dalam kesempatan itu, Ani Sri Winarti juga menyampaikan harapannya agar Siloam Hospitals Ambon dapat memberikan pelayanan yang lebih mudah dan informatif bagi para peserta Mandiri Inhealth yang akan mendapatkan perawatan di Siloam Hospitals Ambon.

    Sinergi Siloam Hospitals Group dan Mandiri Inhealth sendiri sudah berjalan selama lebih dari sepuluh tahun. Khususnya di area Ambon, lebih dari 200 pasien pengguna Mandiri Inhealth telah datang ke Siloam Hospitals Ambon untuk mendapatkan kemudahan pelayanan kesehatan, sejak penandatangan kerja sama kedua pihak yang dilakukan di awal tahun 2022. Ketersediaan counter khusus ini diharapkan dapat membantu Siloam Hospitals Ambon untuk lebih maksimal lagi, dalam melayani 1.994 peserta jaminan Mandiri Inhealth yang memercayakan perawatan dan pemulihan kesehatannya.

    dr. Paulus Triaji Hadiwijaya menambahkan, “Rumah sakit kami memiliki standar internasional, tentunya kami berusaha menghadirkan kualitas layanan yang berbeda. Terima kasih kepada Mandiri Inhealth yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk kembali bekerja sama dalam hal pelayanan kesehatan.”

    Terletak di lantai 1 lobi rawat jalan Siloam Hospitals Ambon, counter khusus tersebut melayani peserta jaminan dengan produk-produk Mandiri Inhealth mulai dari Inhealth Gold, Inhealth Platinum, Inhealth Diamond, dan Inhealth Indemnity. Pasien yang membutuhkan perawatan dan pengobatan dengan menggunakan asuransi Mandiri Inhealth dapat melakukan klaim untuk penanganan kasus gawat darurat, rawat inap, dan berbagai penyakit sesuai dengan kesepakatan kerja sama.

    Tidak hanya itu, Siloam Hospitals Ambon juga terus berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan menghadirkan para dokter spesialis baru dan satu-satunya di Maluku seperti dokter spesialis bedah onkologi, dokter spesialis urologi, sub-spesialis ortopaedi, dokter bedah penuh waktu dan dokter anestesi yang dapat melayani operasi kapan pun dibutuhkan, serta pelayanan kebidanan dan kandungan yang terpadu. Semua hal itu dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada seluruh pasien Siloam Hospitals Ambon tanpa terkecuali.

    Rumah sakit yang mulai beroperasi pada Juni 2020 ini juga sudah membuka pelayanan operatif dan non-operatif dengan pelayanan spesialis umum dan subspesialis dan dilengkapi dengan fasilitas pelayanan kesehatan pendukung seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang HCU, ruang ICU, ruang isolasi, CT-Scan, x-ray, farmasi, dan laboratorium. Dalam pelaksanaannya, Siloam Hospitals Ambon juga telah terkoneksi dengan MySiloam, aplikasi mobile Siloam Hospitals Group yang memudahkan pasien untuk melakukan beberapa hal seperti pemesanan janji temu dengan dokter, pemesanan dan pembelian paket medical check up, pengecekan hasil tes laboratorium dan radiologi, akses riwayat medis di Siloam, serta monitor proses pemulangan dan jumlah tagihan berjalan selama rawat inap. (Red/rlls)


  • BPOM Indonesia Berikan Izin Penggunaan Darurat untuk Pengobatan Oral COVID-19 Pfizer di Indonesia

    BPOM Indonesia Berikan Izin Penggunaan Darurat untuk Pengobatan Oral COVID-19 Pfizer di Indonesia

    Mediakawasan.id, Jakarta- Pfizer hari ini mengumumkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui penggunaan darurat untuk Nirmatrelvir 150g/Ritonavir 100mg Film-Coated Tablets di Indonesia. Tablet antivirus Pfizer ini diindikasikan untuk penanganan COVID-19 pada orang dewasa yang tidak memerlukan oksigen tambahan serta mengalami peningkatan risiko perburukan COVID-19 yang menjadi lebih berat.

    Obat ini terdiri dari nirmatrelvir, yaitu penghambat protease 3CL (lebih dikenal dengan Protease Utama atau Mpro) yang secara khusus dikembangkan di laboratorium Pfizer untuk melawan SARS-CoV-2. Pengobatan oral ini harus dilakukan dalam lima hari pertama dari munculnya gejala infeksi dan setelah hasil positif dari tes virus SARS-CoV-2.

    “Persetujuan untuk penggunaan obat ini di Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjuangan kita melawan COVID-19. Terobosan ini diharapkan membuka jalan bagi penggunaan antivirus oral Pfizer, dimana pada saat yang sama perusahaan kami juga berusaha mengatasi ancaman COVID-19 varian baru. Kami memberikan apresiasi yang tinggi pada BPOM yang bekerja dengan cepat melalui penilaian jalur cepat untuk memberikan Izin Penggunaan Darurat,” kata Nora T. Siagian, Country Manager PT Pfizer Indonesia.

    “Meskipun vaksinasi tetap menjadi cara yang efektif untuk membantu mencegah COVID-19, terapi oral ini memberikan garis pertahanan penting, yaitu untuk mengurangi jumlah rawat inap dan membantu menyelamatkan nyawa. Mengurangi jumlah rawat inap dapat mengurangi biaya medis yang terkait dengan perawatan COVID-19 dan membantu meringankan beban yang dihadapi oleh anggota masyarakat yang berada di garis depan pandemi,” tambah Nora T. Siagian.

    Komitmen Pfizer untuk Akses yang SetaraPfizer berkomitmen dalam mengupayakan akses yang berkeadilan untuk pengobatan oral COVID-19 kami, yakni pengobatan oral antivirus Pfizer, untuk pasien berisiko tinggi yang membutuhkan, dengan tujuan memberikan terapi oral yang aman dan efektif sesegera mungkin dan dengan harga yang terjangkau. Jika diizinkan atau disetujui penggunaannya selama pandemi, Pfizer akan menawarkan terapi oral melalui pendekatan penetapan harga berjenjang berdasarkan tingkat pendapatan setiap negara untuk mempromosikan kesetaraan akses di seluruh dunia dimana negara berpenghasilan tinggi akan membayar lebih tinggi dari negara berpenghasilan rendah.

    Hingga saat ini, Pfizer memasok lebih dari 12 juta paket pengobatan ke 37 negara di seluruh dunia.Pfizer telah menetapkan strategi komprehensif dalam kemitraan erat dengan pemerintah di seluruh dunia, pemimpin kesehatan global internasional, termasuk Access to COVID-19 Tools Accelerator (ACT-A) WHO, dan produsen global untuk mengoptimalkan pasokan dan akses tablet antivirus Pfizer di seluruh dunia. Hal ini termasuk :

    Perjanjian Pasokan Multilateral: Perjanjian yang ditandatangani oleh UNICEF untuk memasok sebanyak 4 juta paket pengobatan oral COVID-19 untuk negara berpenghasilan mencegah dan rendah di tahun 2022; Menandatangani letter of intent dengan Global Fund (pendanaan global) untuk 6 juta paket pengobatan oral Pfizer yang akan dipasok ke 130 negara yang memenuhi syarat Global-Fund pada tahun 2022 dan 2023, sesuai dengan perjanjian definitif dan persetujuan regulator setempat.

    Memperluas Akses terhadap Obat Yang Dilindungi Paten di Negara Berpenghasilan Rendah: Pfizer meluncurkan “An Accord for a Healthier World”, sebuah inisiatif yang untuk pertama kalinya dicanangkan untuk memperbolehkan akses yang berkelanjutan dan berkeadilan terhadap obat-obatan dan vaksin berkualitas tinggi untuk 1,2 miliar orang yang tinggal di negara berpenghasilan rendah. Pfizer berkomitmen untuk menyediakan obat-obatan dan vaksin yang dilindungi paten yang tersedia di Amerika Serikat atau Uni Eropa, termasuk tablet oral Pfizer. Kami juga berkolaborasi dengan pemerintah dan pemimpin kesehatan global secara nirlaba dengan 45 negara berpenghasilan rendah di seluruh dunia untuk mengatasi hambatan yang membatasi akses di luar pasokan seperti diagnosa, pendidikan, infrastruktur, penyimpanan, dan lainnya.

    Mempercepat Pengujian dan Pengobatan: Menandatangani letter of intent untuk bergabung dengan COVID Global Accountability Platform (COVID GAP), sebuah inisiatif gabungan dari COVID Collaborative dan Universitas Duke, Bersama dengan Open Society Foundations dan Clinton Health Access Initiative (CHAI). Sambil menunggu tercapainya kesepakatan definitif, perusahaan akan memberikan paket pengobatan tablet antivirus Pfizer serta memberikan bantuan pendanaan dan tenaga ahli. Hal ini dilakukan untuk mendukung upaya konsorsium dalam mengakselerasi proses pengujian dan meningkatkan akses terhadap pengobatan di belahan dunia yang mengalami kekurangan sumber daya.

    Donasi Pengobatan: sebagai bagian dari respon kemanusiaan, Pfizer telah menyumbang 200.000 paket pengobatan oral ke UkrainaPemberian Lisensi Sukarela: Menandatangani perjanjian sukarela dengan Medicines Patent Pool (MPP) untuk mengizinkan pengembangan dan distribusi versi generik dari terapi oral Pfizer untuk memperluas pasokan dan akses global pada jangka panjang, MPP telah menandatangani perjanjian sublisensi dengan 38 produsen, yang nantinya akan memasok versi generik di 95 negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah.

    Tentang Pfizer:

    Terobosan Yang Mengubah Hidup PasienTMDi Pfizer, kami menerapkan ilmu pengetahuan dan beragam sumber daya global kami guna menciptakan terapi bagi masyarakat yang dapat memperpanjang dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan. Kami berusaha keras untuk menetapkan standar pada kualitas, keamanan dan nilai dalam penemuan, pengembangan dan pembuatan produk layanan kesehatan, termasuk obat-obatan dan vaksin yang inovatif. Setiap harinya, mitra kerja Pfizer di seluruh dunia bekerja di berbagai negara maju dan berkembang untuk meningkatkan kesehatan, pencegahan, perawatan dan penyembuhan yang mampu melawan berbagai penyakit yang paling ditakuti saat ini.

    Sejalan dengan tanggung jawab kami sebagai salah satu perusahaan biofarmasi inovatif perintis di dunia, kami berkolaborasi dengan penyedia layanan kesehatan, pemerintah, dan komunitas lokal untuk mendukung dan memperluas akses layanan kesehatan yang terpercaya dan terjangkau di seluruh dunia. Selama lebih dari 170 tahun, kami bekerja untuk membuat perubahan bagi semua yang mempercayai kami. Untuk mengetahui informasi tentang Pfizer di Indonesia, silakan kunjungi www.pfizer.co.id serta ikuti kami di Instagram dan YouTube @pfizer_id. (Red/*)

  • Dokgi Dental Clinic BSD, Tawarkan Program Unggulan Perawatan Gigi Anak

    Dokgi Dental Clinic BSD, Tawarkan Program Unggulan Perawatan Gigi Anak

    Mediakawasan.id, BSD City- Menambah jangkauan pelayanan agar lebih dekat dengan pasien, Dokgi Dental Clinic atau Klinik Gigi Dokgi membuka cabang kedua di Ruko Tol Boulevard BSD City. Dokgi Dental Care BSD yang resmi dibuka bertepatan dengan hari Kemerdekaan RI ke 77 tahun, yakni pada Rabu, 17 Agustus 2022, mengusung konsep Family Dental Care.

    “Family Dental Care, karena Dokgi tidak hanya melayani perawatan gigi orang dewasa tetapi juga gigi anak. Program dental kids ini ada karena kami melihat banyaknya pasangan muda di BSD City, yang tentunya membutuhkan klinik atau dokter gigi anak,” tutur drg. Alexander Bryan dan sang istri drg. Indriani Kusno, selaku owner Dokgi Dental Clinic.

    Lebih lanjut Indriani menjelaskan bahwa Dokgi Dental Clinic melayani semua jenis perawatan gigi mulai dari pengobatan sakit gigi, estetik, bedah mulut, rehabilitasi dan pemulihan gigi palsu. “Kami melayani semua jenis perawatan gigi, termasuk perawatan gigi anak,” ujar Indriani.

    Selain didukung oleh 9 dokter gigi dan dokter umum berpengalaman, Dokgi Dental Clinic juga sangat memperhatikan kenyamanan pasien. “Disini pasien akan merasa seperti di rumah sendiri, mereka bisa tiduran sambil mendengarkan musik atau menonton film dari youtube premium atau netflik yang sengaja kami sediakan, untuk menambah kenyamaan pasien, khususnya pasien anak. Kami juga sangat memperhatikan kebersihan dan sterilisasi, di antara sengan menyiapkan 1 APD untuk 1 pasien. Jadi saat pasien kedua masuk, dokter, asisten dokter itu harus mengganti APD, untuk ruang perawatan pun kami bersihkan dahulu baru kemudian mempersilahkan pasien kedua masuk, dan begitu seterusnya,” papar Indriani.

    Meski melayani dengan fasilitas modern dan pelayanan prima, tarif yang dikenakan kepada pasien masih terbilang kompetitif. “Bahkan jika dibandingkan dengan dental care lainnya, tarif Dokgi Dental Clinic jauh lebih ringan, padahal pelayanan dan fasilitas kami tidak kaleng-kaleng. Ini karena visi kami adalah ikut mendukung program pemerintah yakni menjaga kesehatan gigi masyarakat semaksimal mungkin,” tutup Bryan yang telah membantu merawat gigi di lebih dari 7000 orang pasien sejak tahun 2016. (Red/*)

  • Siloam Makassar Edukasikan Pengetahuan Wanita Merdeka Kanker

    Siloam Makassar Edukasikan Pengetahuan Wanita Merdeka Kanker

    Mediakawasan.id, Makassar- Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke-77, Siloam Makassar menghelat bincang sehat melalui Instagram Live dan Zoom Meeting pada Selasa, 16 Agustus 2022. Topik yang diangkat pada pembicaraan kali ini mengenai wanita dan kanker.

    Bersama dr. John S. L. A. Pieter, S. pB (K) Onk selaku Dokter Spesialis Bedah Onkologi di Siloam Makassar, edukasi kesehatan ini hendak mengingatkan para wanita untuk lebih mawas diri mengenali tanda-tanda kanker yang dapat menimpa siapapun.

    Perlu diketahui, kanker merupakan jenis tumor yang mengancam. Awal mula kehadiran kanker dalam diri dapat dikenali dengan adanya benjolan tidak normal dari suatu bagian tubuh yang tidak dapat dikendalikan oleh tubuh itu sendiri. Istilah ini kerap kali disebut juga sebagai tumor.

    “Tumor dibagi menjadi dua jenis, yaitu jinak dan ganas. Tumor dapat dikatakan jinak apabila tumbuh lambat, tidak berakar, bagian benjolan mudah digerakkan, tidak sakit, kenyal atau padat berkonsistensi dan permukaan rata dengan batas yang jelas.” Kata dr. John Pieter dalam sesi Instagram Live dan Zoom Meeting.

    Sebaliknya, tumor dapat dikatakan ganas jika tumbuh cepat, berakar sehingga sulit digerakan, konsistensi padat dan keras, dapat menyebar, hingga berpotensi mengakibatkan kematian.

    dr. John Pieter yang berpraktik setiap Senin, Selasa, dan Jumat pukul 13.00 – 14.00 WITA di Siloam Hospitals Makassar juga menuturkan, “Umumnya, bagian tubuh yang sering terkena kanker antara lain, leher rahim, payudara, paru, hati, darah, kulit, hidung, dan usus besar. Salah satunya yang perlu diwaspadai adalah kanker pada payudara”

    Kanker payudara (Carcinoma Mammae) menjadi ‘momok’ yang sering terjadi pada wanita. Penyakit ini jarang menimpa pria. Bila ada perubahan bentuk atau ada rasa sakit pada bagian sekitar, kondisi tersebut perlu diwaspadai.

    Deteksi dini penting dilakukan. Tak hanya berpatokan pada kanker payudara saja, melainkan jenis kanker lainnya yang berpotensi timbul dalam tubuh.

    Dilanjutkannya, “Diagnosis kanker dapat berupa tindakan anamnesis, pemeriksaan fisis, mammografi, dan USG. Secara lebih lanjut, terapi pengobatan penyakit ini meliputi, tindakan operasi, penyinaran, kemoterapi, hormonal terapi, dan immuno terapi.”

    Pada stadium dini (kuratif), tindakan pengobatan dapat dilakukan melalui BCT, MRM dengan adjuvant kemoterapi, radioterapi, hormonal terapi. Sedangkan pada stadium lanjut (paliatif), tindakan pengobatan yang utama adalah hormonal terapi dengan tambahan radioterapi atau kemoterapi, serta operasi.

    “Pentingya deteksi dini karena prognosis untuk kemungkinan hidup berkisar 5 tahun. Stadium 1 berkisar 90-95%, stadium 2 berkisar 70-75%, dan stadium 3 & 4 berkisar 10-25%” Ucap dr. John Pieter.

    Menutup sesi bincang sehat kali ini, dr. John Pieter turut menggencarkan slogan WASPADA agar wanita dapat melakukan deteksi dini mengenai kemunculan kanker, bahkan secara jangka panjang dapat terbebas dari kanker.

    Apa itu WASPADA?

    W = Waktu buang air besar atau kecil, apakah ada perubahan?
    A = Alat pencernaan, apakah terganggu atau ada kesulitan menelan?
    S = Suara serak atau batuk yang tidak kian sembuh.
    P = Payudara atau bagian lain, apakah ada benjolan?
    A = Andeng-andeng yang berubah sifatnya.
    D = Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh.
    A = Adanya luka atau koreng yang tidak kunjung sembuh. (Red/rlls)


  • Waspadai Infeksi Covid 19 pada Anak, Ini Saran Dokter Spesialis Anak Brawijaya Depok

    Waspadai Infeksi Covid 19 pada Anak, Ini Saran Dokter Spesialis Anak Brawijaya Depok

    Mediakawasan.id, Depok- Meski sudah melandai, kasus infeksi virus di antaranya virus covid 19 masih terus mengintai. Khusus pada anak-anak aktivitas atau mobilitas mereka saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM), menjadi penyebab penularan virus yang tinggi. Mewaspadai terjadinya infeksi virus termasuk virus Covid 19 pada anak-anak, dr. Dwi Kartika Putriasih, Sp.A., dokter spesialis anak Brawijaya Hospital Depok menjelaskan pentingnya mengetahui gejala dan penangannya, untuk mencegah komplikasi komplikasi serius.

    “Pada anak manifestasi klinis dari COVID-19 dapat meliputi manifestasi sistemik di luar gejala respirasi seperti demam yang disertai diare, muntah, ruam, syok, keterlibatan jantung dan organ lain yang dikenal sebagai multisystem inflammatory syndrome pada COVID-19 (MIS-C). Gejala Ini patut diwaspadai oleh orang tua,” tutur dr. Dwi Kartika disela jadwal prakteknya di Brawijaya Hospital Depok, belum lama ini.

    Lebih lanjut dr. Dwi Kartika memaparkan, “Penanganan kasus covid 19 pada anak-anak tergantung dari derajat gejala klinis, mulai dari tanpa gejala, ringan, sedang, berat, kritis bahkan sampai MIS-C.Tata laksana kasus COVID-19 pada anak meliputi tata laksana standar yang terdiri atas tata laksana suportif meliputi farmakologis dan non farmakologis serta tata laksana pemberian antivirus.”

    Menurut dr. Dwi Kartika, infeksi virus covid 19 pada anak-anak bisa berakibat fatal jika terdapat faktor komorbid seperti obesitas, TB, keganasan, malnutrisi, penyakit autoimun, dan kelainan jantung bawaan pada anak.”Untuk itu, begitu melihat gejala awal, sebaiknya anak tersebut segera dibawa ke dokter, agar bisa segera ditangani,” ungkap dr. Dwi Kartika.

    Tentang rentang waktu masa inkubasi virus, dr. Dwi Kartika mengatakan, “Tidak berbeda pada orang dewasa, masa inkubasi virus covid 19 pada anak tergantung dari varian atau jenis virus yang menular, tapi umumnya berkisar 1 sampai 14 hari.”

    Hal yang paling tepat untuk mengantisipasi agar buah hati kita terhindar dari virus, dr. Dwi Kartika menekankan agar orang tua memperhatikan kebiasaan pada anak.

    “Menjalankan protokol kesehatan yaitu memakai masker, tidak berkerumun di tempat ramai, jaga jarak, istirahat yang cukup, cuci tangan dengan air dan sabun, makan makanan bergizi, dan imunisasi untuk anak usia > 6 tahun, merupakan hal penting dan harus menjadi perhatian orang tua,” tegas dr. Dwi Kartika.

    Tentang Brawijaya Hospital Depok

    Diresmikan awal tahun 2018, Brawijaya Hospital Depok terus meningkatkan eksistensinya. Seiring bertambahnya usia, Brawijaya Hospital Depok saat ini telah dilengkapi dengan berbagai layanan kesehatan unggulan. Tidak hanya didukung oleh dokter-dokter spesialis berpengalaman, Brawijaya Hospital Depok juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas medis yang mumpuni.Berada di lingkungan perumahan elite dan berkembang, Brawijaya Hospital Depok menjadi alternatif rumah sakit berkualitas bagi masyarakat Depok dan sekitarnya.

    “Saat ini, di Brawijaya Hospital Depok telah tersedia berbagai layanan unggulan di antaranya : 1. Layanan IPM (Interventional Pain Management), oleh tim dokter ortopedi dan saraf : dr Ajiantoro Sp.Ot K spine, dan dr. Paramita Sp.Ot. 2. Layanan Endoskopi oleh dr. Aru Ariadmo Sp.Pd, KGEH. 3. Layanan Fetomaternal oleh dr. Reza Tigor Manurung Sp.Og KFM. 4. Layanan Laparoskopi Obgyn, dr. Indra Gazali Sp.OG. FMAS. DMAS. F.ART. FICRS, 5. Layanan Ibu dan Anak oleh dr. Nadine Shakina Tabit, Sp. A, M.Kes, dr. Dwi Kartika Sp.A., serta masih ada layanan lainnya,” tutur Direktur Brawijaya Hospital Depok, drg. Hestiningsih MARS.

    Hesti juga menyebutkan bahwa, Brawijaya Hospital Depok sudah bisa melayani secara advance bagi penanganan stroke dan kecelakaan kerja (trauma center), serta sudah bisa melakukan CT Scan sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit tertentu. (Red/*)

  • Waspada Cacar Monyet Mendunia, Simak Edukasi Penting dari Siloam Hospitals Yogyakarta

    Waspada Cacar Monyet Mendunia, Simak Edukasi Penting dari Siloam Hospitals Yogyakarta

    Mediakawasan.id, Yogyakarta – Peningkatan signifikan di pelbagai negara mengenai paparan ‘monkey pork’ juga menarik perhatian Badan Kesehatan dunia (World Health Organization) dengan penetapan darurat kesehatan global sejak Juli 2022 lalu, dan telah menyebar ke lebih dari 85 negara. Penyakit cacar monyet yang sejauh ini belum ada laporan kasus di Indonesia namun patut di waspadai karena juga disebabkan oleh virus dikenal dengan ‘monkeypox’ merupakan penyakit menular dari “human to human”.

    Selain itu, sebaran virus ini juga sudah ditemukan di sejumlah negara di benua Asia dan negara tetangga Indonesia.

    Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Siloam Hospitals Yogyakarta, dr. Ludhang Pradipta R M. Biotech Sp.MK., mengingatkan bahwa cara terbaik terhindar dari paparan cacar monyet adalah meminimalkan kontak antar manusia dengan penderita (karier). “Penularan virus ini melalui kontak erat, dan dari kasus yang ada didapatkan resiko lebih tinggi pada individu prilaku seks menyimpang (MSM)”, ungkap dr. Ludhang, Selasa (09/07/2022) melalui edukasi bincang sehat bertajuk : ‘Waspada Cacar Monyet Kenali Gejala dan Pencegahannya’ yang dihelat manajemen Siloam Hospital Yogyakarta.

    Dikatakan dr. Ludhang cacar monyet merupakan penyakit zoonosis, disebabkan virus monkeypox. Penyakit ini biasanya dimulai dengan fase inkubasi panjang (5-21 hari), kemudian fase demam (gejala yang mirip dengan flu, termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, kedinginan, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadinopati), kemudian berkembang fase ruam, dimana permukaan kulit muncul ruam kemerahan.

    “Infeksi virus ini ditandai dengan perubahan ujud kelainan di kulit yang sekilas hampir serupa dengan cacar air,” papar dr. Ludhang.

    Melanjutkan edukasi akan gejala terpapar virus monkeypox, dikatakan dr. Ludhang, “Pengobatan sebenarnya hanya untuk mengurangi gejala yang muncul, terutama nyeri dibagian kulit yang tampak ruam dan bintil. Adapun data tentang vaksin juga baru tersedia di beberapa negara endemi, belum sampai di Indonesia sejauh ini.”

    Penularan Antar Manusia, Protokol Kesehatan Berperan Penting
    Pada sesi edukasi selanjutnya, dr. Ludhang mengungkap bahwa virus cacar monyet dapat melalui perantara formites dipermukaan benda mati yang terkontaminasi virus tsb. Selain dapat menyebar melalui kontak erat, WHO dan CDC menyebutkan pula penularan dapat terjadi melalui percikan pernapasan (droplet) atau menyentuh luka, atau koreng saat pasien pada fase ruam.

    “Karenanya pencegahan efektif adalah menegakkan protokol kesehatan melalui penggunaan masker ditempat umum, cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh benda diluar area pribadi pun menjaga jarak ditempat kerumunan, dikontaminasi atau disinfeksi permukaan alat benda yang ada disekitar kita”, tutur dr. Ludhang, mengingatkan kepada puluhan peserta yang intens menyimak edukasi.

    Pada sesi tanya jawab, dokter Spesialis Mikrobiologi klinik ini menjawab bahwa, mengacu pada data yang menunjukan virus monkeypox ini merupakan disebut virus DNA yang mampu bertahan di lingkungan bahkan di udara dalam jangka waktu yang cukup lama.

    “Adapun bagi penderita gejala cacar monyet hendaknya segera ditangani medis di rumah sakit guna penanganan yang tepat dalam mencegah penularan ke orang lain”, ujar dr. Ludhang.

    Fakta Penting Penyakit Cacar Monyet
    Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kasus cacar monyet telah ditemukan di Singapura, yakni sebanyak 13 kasus hingga 3 Agustus 2022. Kemudian, ada Thailand dan Filipina yang telah melaporkan masing-masing 2 kasus dan 1 kasus cacar monyet. Sementara, di negara tetangga RI, Australia, telah melaporkan sebanyak 45 kasus cacar monyet. Per 3 Agustus 2022, jumlah kasus cacar monyet di dunia sebanyak 26.208 kasus di 87 negara. Kasus cacar monyet terbanyakmasih dipimpin oleh Amerika Serikat yakni sebanyak 6.616 kasus.

    Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia atau
    WHO menegaskan bahwa cacar monyet bukan penyakit menular seksual. Meski demikian, penyakit ini bisa ditularkan saat berhubungan seksual, seperti:

    • Seks oral, anal, dan vagina atau menyentuh alat kelamin atau anus orang yang terkena cacar monyet
    • Memeluk, memijat, mencium, atau berbicara dari jarak sangat dekat
    • Menyentuh kain dan benda saat berhubungan seks yang digunakan oleh penderita cacar monyet, seperti tempat tidur, handuk, dan mainan seks. (Red/*)

  • Siloam Hospitals Manado Gelar Edukasi Agar Organ Hati Berfungsi Normal

    Siloam Hospitals Manado Gelar Edukasi Agar Organ Hati Berfungsi Normal

    Mediakawasan.id, Manado – Organ Hati (liver) memegang peranan penting pada metabolisme tubuh manusia. Karenanya, fungsi hati yang terganggu, bisa berdampak pada terganggunya fungsi organ tubuh lainnya. Gangguan hati dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari perlemakan, infeksi virus, kecanduan alkohol, paparan senyawa kimia beracun (hepatitis toksik), gangguan pada sel hati (kolestatik), adanya kanker hati hingga gaya hidup tidak sehat yang merupakan penyebab kerusakan pada organ hati.

    Deteksi dini dan penanganan yang tepat perlu dilakukan, guna mencegah risiko komplikasi yang bersifat serius. Dari rangkaian momentum Hari Hepatitis Dunia, Siloam Hospitals Manado kembali mengingatkan kepada publik melalui edukasi bertajuk : ‘Jangan Sepelekan Sakit Hati’ dengan menghadirkan dokter Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospitals Manado, dr Andrew Waleleng Sp.PD.

    Dalam kesempatan itu, dr. Andrew Waleleng mengatakan akan sejumlah jenis kerusakan atau ‘sakit’ pada organ hati antara lain: perlemakan hati, Nekrosis hati, Kolestatis, Sirosis, dan Gagal hati.

    “Rusaknya organ hati ini dipicu oleh malasnya masyarakat melakukan deteksi dini dan terus melakukan gaya hidup yang tidak sehat,” tutur dr. Andrew Waleleng, Jumat (05/08/2022) melalui kanal zoom yang diikuti puluhan komunitas kesehatan dari kota Manado.

    Menurut dr. Andrew Waleleng, pada penderita terdapat sejumlah ciri dan gejala yang terjadi ketika organ hati mengalami kerusakan, yaitu mata menjadi berwarna kuning (Jaundice), kerap mengalami sakit perut dan bentuk perut semakin membesar (Swollen Abodemen), mual dan muntah secara berkelanjutan hingga mengalami penurunan berat badan secara drastis.

    “Jika sudah dalam tahap kerusakan, maka pengobatan dapat dilakukan berupa antivirus untuk penyakit hati yang disebabkan oleh virus atau menkonsumsi obat untuk gejala yang muncul, atau bahkan akan dilakukan pembedahan dan transplantasi jika sudah terjadi sirosis atau gagal hati,” ungkap dr. Andrew Waleleng.

    Tata Laksana Organ Hati

    Organ Hati merupakan organ yang sangat penting dalam pengaturan keseimbangan tubuh, mempunyai berat antara 1.2kg – 1.8kg atau dapat dikatakan berkisar 2.5% dari berat badan normal orang dewasa. Organ ini berwarna merah kecoklatan dan terletak dibawah diafragma kanan, dilindungi bagian bawah tulang iga kanan dengan kondisi normal, kenyal dan permukaan yang licin. Pada tatalaksana organ hati, dr. Andrew Waleleng mengatakan, bahwa tes (medis) fungsi hati dilakukan di dalam laboratorium pada Enzim SGOT/ AST dengan nilai normal 10-40 IU/L dan SGPT/ALT. Nilai normal yang berkisar 5 – 35 IU/L dengan interpretasi akan meningkat sesuai inflamasi dan atau nekrosis hepatosit, Biasanya tidak diperlukan untuk mengukur keduanya namun rasio AST : ALT lebih besar dari 2 akan terdiagnosis kecendrungan penyakit hepatitis alkoholik.

    Adapun tatalaksana pemeriksaan hati lanjutan yang tentunya sesuai indikasi meliputi, pemeriksaan viral marker, Albumin, Billirubin, Protrombin time, ALP GGT dan Pemeriksaan Radiologi seperti ; USG perut dan CTscan abdomenAdapun pada sesi akhir edukasi, diingatkan kembali akan fungsi organ hati antara lain sebagai detoksifikasi dan sebagai metabolisme lemak. Dan sejumlah jenis kerusakan atau ‘sakit’ pada hati antara lain: Perlemakan hati, Nekrosis hati, Kolestatis, Sirosis, dan Gagal hati.

    Dokter Andrew Waleleng menutup sesi singkatnya dengan mengatakan, jangan sampai keluhan penyakit hati berkomplikasi. Hal tersebut dapat dicegah dengan segera memulainya dalam pola hidup sehat, berolahraga yang cukup dan berkelanjutan, hindari asupan makanan berbahan pengawet, lemak dan lainnya yang bertujuan guna mempermudah kerja organ hati.

    “Tidur cukup dan teratur, lengkapi dengan rutin cek up ke dokter dan beberapa kasus sering terjadi belakangan ini adalah terjadi nya ‘Fatty Liver’ ( hati berlemak) dikarenakan kadar kolesterol yang berlebih dalam tubuh, fatty liver yang tidak ditangani akan berakhir dengan Sirosis hepatis atau gagal hati, Jadi secara keseluruhan jangan sepelehkan sakit hati,” pungkas dr. Andrew Waleleng.

  • Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Penanganan Stunting dan Gizi Buruk Dilakukan Secara Komprehensif

    Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Penanganan Stunting dan Gizi Buruk Dilakukan Secara Komprehensif

    Mediakawasan.id, Serang Banten- Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan Provinsi Banten mengambil langkah-langkah yang fokus untuk menurunkan angka stunting. Melibatkan para pemangku kepentingan dengan pendekatan program yang ada.

    “Fokus dilakukan dengan mengontrol semua agenda kerja pembiayaan baik itu APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Provinsi Banten maupun APBD Kabupaten/ Kota,” ungkapnya usai mengikuti Rapat Kerja Percepatan Penurunan Stunting bersama Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin untuk 12 Provinsi Prioritas di Istana Wakil Presiden Republik Indonesia Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6 Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2022).

    “Untuk terarah pada penanganan angka stunting dan gizi buruk sesuai dengan program kerja yang ada,” tambahnya.

    Dijelaskan, penanganan dilakukan secara struktur kelembagaan dalam rangka pendekatan penanganan stunting dan gizi buruk. Secara berjenjang dari Kabupaten/Kota, Provinsi.

    “Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi melibatkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Panglima Daerah Militer (Pangdam) dengan jajaran sampai Babinkamtibnas dan Babinsa di tingkat Desa/Kelurahan. Serta Kejaksaan Tinggi yang memiliki peran besar dalam penurunan stunting,” ungkap Al Muktabar.

    “Melibatkan stakeholder (para pemangku kepentingan) seperti lembaga usaha, universitas, serta masyarakat,” jelasnya.

    Ditambahkan, pihaknya secara komprehensif melakukan langkah-langkah bersama dalam penurunan angka stunting dan gizi buruk.”Arahan Bapak Menteri Dalam Negeri, kita perlu sungguh-sungguh memerankan PKK dan kader Posyandu. Digerakkan sebagai instrumen untuk melakukan pendekatan dalam rangka menurunkan stunting dan gizi buruk,” ungkapnya.

    “Pendekatan yang kita lakukan secara komprehensif dengan melibatkan semua stakeholder. Lalu instrumen pendekatannya mengacu pada apa yang menjadi arahan Menteri Kesehatan, BKKBN, Menteri Dalam Negeri, serta panduan yang disampaikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,” pungkas Al Muktabar. (Red/rlls)