Category: Kesehatan

  • Eka Hospital Tawarkan Penanganan Saraf Terjepit dengan Teknik PELD

    Eka Hospital Tawarkan Penanganan Saraf Terjepit dengan Teknik PELD

    Mediakawasan.id, BSD Tangsel- Ada beberapa penyebab ketika seseorang mengalami nyeri pinggang atau low back pain bisa saja karena infeksi pada otot atau tulang belakang, trauma atau benturan hebat pada pinggang, kelainan tulang belakang atau lainnya. Penanganan pun sangat beragam, mulai dari pemijatan, fisioterapi, akupuntur, bahkan mengkonsumsi obat pereda nyeri. Bagaimana bila nyeri pinggang berlangsung lama bahkan lebih dari 6 hingga 8 minggu? Artinya masalah otot perlu dikesampingkan dan dicari penyebab lainnya, karena bisa saja Anda mengalami Herniated Nucleus Pulposus atau biasa dikenal dengan istilah HNP. dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K) Spine- Dokter Spesialis Orthopedi, Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD, menjelaskannya sebagai berikut:

    Apa itu HNP?
    HNP merupakan suatu keadaan dimana bantalan sendi tulang belakang menonjol, sehingga menyebabkan keadaan saraf terjepit. Dalam banyak kasus, lokasi HNP paling sering terjadi di bagian lumbal (pinggang) dan cervical (leher).

    Sementara yang paling jarang terjadi adalah bagian thoracal atau punggung. Penyebab HNP bisa terjadi karena cara duduk yang salah, cara mengangkat barang yang salah, batuk terlalu lama hingga merokok.

    Keluhan yang dirasakan akibat saraf kejepit sangat beragam, mulai dari kesemutan yang menjalar ke tangan atau kaki, nyeri leher atau pinggang, kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak, hingga sulit menahan buang air besar atau kecil.

    Bagaimana Cara Mengatasi HNP?
    Banyak cara mengatasi sakit pinggang atau leher akibat saraf terjepit, baik dengan cara operasi ataupun tanpa operasi. Teknik yang akhir-akhir ini berkembang di dunia kedokteran salah satunya adalah teknik Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD), dimana penanganan HNP tanpa operasi dengan teknik minimal invasive.
    Proses PELD terbilang sangat sederhana, aman dan cepat. Pasien akan dibius lokal, kemudian dokter akan melakukan sayatan sebesar 8mm dan proses dilanjutkan dengan memasukkan alat endoskopi yang terdapat kamera dan tersambung ke layar monitor, sehingga saraf dapat terlihat jelas juga terhindar dari cidera. Dengan alat ini dokter akan memotong dan mengambil tonjolan gel nucleus yang menekan saraf, dengan begitu saraf akan terbebas dari jepitan dan nyeri akan segera mereda.

    Keuntungan PELD
    Penggunaan teknik PELD memiliki beberapa keuntungan, selain waktu operasi yang cukup singkat sekitar 40 menit tanpa pemasangan alat implant, pendarahan dan rasa nyeri usai operasi yang ditimbukan sangat minimal, serta pasien tidak memerlukan rawat inap atau one day care sehingga pasien dapat lebih cepat beraktifitas kembali.

    Perlu diketahui bahwa level yang sering terkena HNP pada daerah lumbal pada L45 dan 5S1. Pada operasi level L45 dan L5S1, sudah tidak dijumpai saraf yang menggerakkan otot paha dan lutut, sehingga secara teoritis pun hampir tidak mungkin terjadi kelumpuhan setengah badan bawah seperti yang ditakutkan pasien pada umumnya. Dengan indikasi tepat serta teknik pengerjaan yang baik, angka keberhasilan operasi PELD dapat mencapai 98%.

  • Autoimun.id Ajak Masyarakat Jaga Vitamin D dalam Darah

    Autoimun.id Ajak Masyarakat Jaga Vitamin D dalam Darah

    Mediakawasan.id, Jakarta – Pada hari ini diselenggarakan webinar bertajuk “Peran Vitamin D pada COVID-19 bagi Orang Dengan Auto Imun (ODAI)”, yang digelar oleh Marisza Cardoba Foundation (MCF).

    ODAI adalah sebutan untuk orang-orang yang hidup dengan kondisi autoimunitas. ODAI adalah kelompok yang rentan terkena COVID-19 karena tubuhnya mengalami gangguan imunologi serta mudah terjadi peradangan atau inflamasi.

    Dewan Pakar Medis Marisza Cardoba Foundation (MCF), Prof. Dr.dr. Zakiudin Munasir SpA(K), mengatakan, “Banyak data yang melaporkan bahwa infeksi COVID-19 yang fatal maupun kondisi autoimunitas terjadi pada orang-orang dengan kadar vitamin D yang rendah. Bisa dimengerti karena vitamin D berperan pada respon imun dan pengaturan sistem imun untuk mengatasi reaksi inflamasi yang hebat.”

    Prof. Zaki juga menjelaskan bahwa vitamin D merupakan salah satu jenis vitamin yang berfungsi sebagai hormon yang mengatur metabolisme kalsium dan pertumbuhan tulang. Vitamin D juga berperan dalam pengaturan sistem imun. Sumber Vitamin D berasal dari sinar UV matahari yang  mengubah  prekursor provitamin D di kulit menjadi vitamin D. Sekitar 20% berasal dari makanan seperti susu, ikan, dan lainnya.

    “Dosis vitamin D bergantung kadar vitamin D pada pasien, tidak bisa dirata-ratakan. Kalau sumbernya cukup setiap harinya, mungkin tidak perlu mengonsumsi suplemen. Tetapi kebanyakan kita kurang sinar matahari walau sinar matahari berlimpah. Dari makanan hanya menyumbang 20%,” jelas Prof. Zaki.

    “Usahakan kadar vitamin D cukup terutama dari sinar matahari, sekitar jam 10 pagi sampai jam 2 siang. Kalau pagi sekitar 15 menit, kalau siang 5 menit cukup. Jangan lupa juga terapkan pola makan yang memenuhi gizi seimbang, cukup protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral,” ujar Prof Zaki.

    Marisza Cardoba, pendiri MCF yang juga ODAI menambahkan, “Kekurangan vitamin D pada infeksi COVID-19 tentu menyebabkan respon imunnya tidak berjalan dengan baik dan infeksinya bisa fatal. Oleh karena itu MCF membentuk media AUTOIMUN.ID untuk terus mengkampanyekan dan mengajak masyarakat agar memperhatikan kadar vitamin D dalam darah guna meminimalisir risiko autoimunitas dan gejala COVID-19 yang fatal. AUTOIMUN.ID dapat diakses melalui YouTube, Instagram dan Website dan berisi banyak informasi dari pakar mengenai autoimunitas serta penerapan pola hidup sehat”.

    Autoimun adalah sebuah kondisi kesehatan di mana sistem kekebalan tubuh kehilangan kemampuan untuk membedakan antara zat asing yang dianggap asing dan membahayakan tubuh dengan bagian tubuh penderitanya, sehingga menyebabkan masalah kesehatan kronis, bahkan kematian jika menyerang organ yang memiliki peran vital.

    Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, Sp.PD, KHOM, salah satu Pendiri dan Ketua Dewan Pengawas Marisza Cardoba Foundation, mengatakan, “Autoimun memang penyakit yang bisa mematikan namun bisa dikendalikan. Penyebabnya antara lain akibat terpapar bahan-bahan kimia atau yang dianggap tidak natural oleh tubuh”.

    “Sumber bahan-bahan kimia itu antara lain dalam makanan yang ada di sekitar kita, yang , sangat logis menjadi perangsang rusaknya antibodi dalam tubuh. Dua generasi lalu, penyakit autoimun sangat langka. Tapi sekarang, jumlahnya meningkat tajam. Kebanyakan generasi muda yang menderitanya,” jelas Prof. Aru lebih lanjut.

    Marisza Cardoba menyampaikan, “Autoimun adalah ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia. Orang dengan autoimun produktivitasnya menurun, hanya mampu beraktivitas 5-6 jam sehari dengan keluhan seperti nyeri sendi, mudah lelah, rambut rontok, sering sariawan, demam yang tidak beraturan, dan sebagainya, sementara penyakit ini belum dapat disembuhkan.”

    Penderita Autoimun di Amerika Serikat berjumlah 50 juta orang, 80 persennya adalah perempuan usia produktif. “Jumlah penderita autoimun di Indonesia yang berhasil kami himpun dan dukung baru mencapai sekitar 15.000 orang. Hal ini bisa jadi disebabkan karena gejala autoimun mirip dengan penyakit lainnya, dan masyarakat juga enggan memeriksakan penyakitnya secara menyeluruh,” jelas Marisza Cardoba.

    Marisza Cardoba menghimbau masyarakat untuk Lima Dasar Hidup Sehat, atau pola hidup sehat menyeluruh, dan memastikan asupan Vitamin D yang memadai, sebab telah terbukti berhasil meningkatkan kualitas hidup para ODAI hingga dapat kembali beraktivitas normal.

    Marisza Cardoba menghimbau masyarakat untuk Lima Dasar Hidup Sehat, atau pola hidup sehat menyeluruh, dan memastikan asupan Vitamin D yang memadai, sebab telah terbukti berhasil meningkatkan kualitas hidup para ODAI hingga dapat kembali beraktivitas normal.

    5 Dasar Hidup Sehat untuk ODAI adalah:1. Gaya Hidup Sehat (pilih makanan sehat periksa kesehatan berkala, menjaga kebersihan);2. Aktif Mandiri (olahraga 30 menit setiap hari, menanam bahan pangan sendiri);3. Pengendalian stres (ibadah, komunikasi positif, manajemen waktu);4. Terus belajar (bergabung dengan komunitas pembelajar, ketahui hak dan kewajiban pasien, ketahui informasi obat (polifarmasi), mengelola keuangan dengan baik; 5. Hidup Positif (menyeimbangkan otak, bekerja cerdas, tersenyum setiap saat). (red/*)

  • Momentum Hari Jantung Internasional, Dokter Siloam Hospitals Ingatkan Pentingnya Berolahraga

    Momentum Hari Jantung Internasional, Dokter Siloam Hospitals Ingatkan Pentingnya Berolahraga

    Mediakawasan.id, Medan Sumut- Olahraga tubuh merupakan cara yang paling sehat dan ideal bagi pasien penderita jantung guna menjaga ritme kesehatan tubuh secara keseluruhan. Tapi, manfaat ini tidak bisa dilepaskan dari intensitas waktu berolahraga yang ideal.

    Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Siloam Hospitals Dhirga Surya, dr Abdul Halim Reynaldo Sp.JP (K)., mengatakan, bagi orang dewasa sebaiknya melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 menit atau aktivitas fisik intensitas tinggi sekitar 75 menit per minggu.

    “Berolahraga dapat mengurangi atau menghilangkan stress pada otak manusia. Sebab stress berdampak sangat buruk pada kesehatan jantung”, tutur Abdul Halim Reynaldo, Kamis (29/09) melalui edukasi live Instagram dalam momentum Hari Jantung Dunia bertajuk : ‘Sport and Cardiovascular Prevention’yang dihelat manajemen Siloam Hospitals Dhirga Surya di kota Medan.

    Menurut Abdul Halim, aktifitas olahraga fisik intensitas sedang dapat dilakukan melalui gerak jalan cepat, senam ringan atau kebiasaan membersihkan rumah. Adapun olahraga intensitas tinggi melalui joging, bermain tenis hingga berenang.

    “Manfaatnya sangat berarti. Bagi orang sehat, berolahraga dapat mengurangi resiko penyakit sebanyak 10 persen. Sedangkan bagi penderita jantung, berolahraga teratur dapat mengurangi 17 persen risiko penyakit”, ungkap dr Abdul Halim Reynaldo Sp.JP (K).

    Menyesuaikan Kondisi saat Berolahraga

    Bagi pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung, ritme berolahraga harus disesuaikan dengan keadaan tubuh. Bahkan dianjurkan melakukan konsultasi kepada dokter.

    Abdul Halim mengatakan, dalam berolahraga terdapat dua hal yang harus diingat pasien pemilik riwayat jantung, yaitu mencegah potensi terjadinya Injury (cedera) Recurrent atau timbulnya keluhan penyakit yang sama. Dan poin ke dua adalah ‘Over training’ atau tidak melakukan olahraga secara berlebihan.

    “Secara awam, ‘over training juga bisa ditilik dengan melihat apakah pada kondisi lelah atau capek. Dan sebaiknya denyut nadi sebelum berolahraga, semisal, 70/ menit hanya bertambah dibatasan 30- 40 / menit semisal menjadi 100/ menit adalah ideal sebagai acuannya”, pungkas Abdul Halim mengingatkan.

    Pada pelaksanaan berolahraga dianjurkan pula untuk melakukan pemanasan olah tubuh selama 5 hingga 10 menit kemudian berolahraga selama 30 hingga 45 menit dan ditutup dengan pendinginan/relaksasi dengan durasi dibawah 10 menit. Dan tidak dianjurkan sebelum berolahraga untuk mengkonsumsi kopi.

    Penyakit pada jantung terdiri dari penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, kelainan irama jantung, kelainan katup atau klep jantung dan gagal jantung. Penyakit ini disebabkan dua resiko utama, yaitu faktor usia, gender dan keturunan dan memang tidak dapat ‘dimodifikasi’. Dan Faktor resiko yang bisa dicegah pada Hipertensi,Obesitas, Diabetes, Kolesterol, Merokok, Minum alkohol, stress dan ‘last but not least’ melalui perubahan gaya hidup dan rutin berolahraga secara teratur dan benar. (red/rlls)


  • Tindakan Kateter Ablasi Solusi Bagi Pengidap Aritmia

    Tindakan Kateter Ablasi Solusi Bagi Pengidap Aritmia

    Mediakawasan.id, BSD Tangsel – Penanganan penyakit gangguan irama pada jantung atau dalam istilah medis disebut aritmia, umumnya tidak membutuhkan pengobatan. Terlebih jika gejalanya ringan, serta frekuensi kejadiannya amat jarang, dan tidak memiliki faktor risiko apa pun.

    Gangguan irama jantung yang terjadi bisa saja lebih lambat (bradiaritmia), lebih cepat (takiaritmia), atau tidak beraturan (irregular) namun minimnya pengetahuan tentang aritmia serta ketakutan pasca vonis adanya gangguan irama jantung justru membuat stress meningkat dan memperburuk keadaan, padahal dengan penanganan yang tepat yakni dengan terapi kateter ablasi penderita gangguan irama pada jantung dapat disembuhkan.

    Ada beberapa keluhan yang dituturkan dan dialami oleh penderita aritmia seperti jantung yang berdebar lebih cepat (palpitasi) disaat tidak melakukan aktivitas berat bahkan disaat istirahat atau tidur yang berdampak pada rasa tidak nyaman serta rasa sesak ketika frekuensi detak jantung sangat lama.

    Menurut dr. Ignatius Yansen NG., Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, biasanya keawaman pengetahuan penderita aritmia kemudian berinisiatif untuk mengambil tindakan dengan memeriksa menggunakan alat oximeter dan hasilnya detak jantungnya yang semula 70 langsung turun drastis di 40 atau sangat cepat bahkan sampai lebih dari 200, walaupun setelahnya stabil kembali. Jika dilihat dari kasus bergejala, terdapat pula penderita aritmia yang tidak mengalami gejala apapun, beberapa penderita aritmia mengaku bahwa mengetahui adanya kelainan saat melakukan kegiatan Medical Check Up (MCU).

    Walau tak bergejala, apabila tidak diberikan penanganan akan menimbulkan efek jangka panjang untuk jantung dan adanya kemungkinan dapat menimbulkan pingsan berulang bahkan risiko kematian mendadak.

    Dokter Yansen menuturkan bahwa, dengan penanganan khusus yang dilakukan bagi penderita aritmia dengan gejala berkali-kali dan berisiko menimbulkan komplikasi, penderita aritmia dapat berhasil sembuh total dan menjalani kehidupan normal dengan pengobatan dan perawatan yang tepat.

    “Penderita dengan penyakit aritmia gejala berat disarankan untuk mendapatkan pertolongan terapi kateter ablasi. Prosedur ablasi bahkan dapat menyembuhkan beberapa jenis aritmia hingga sepenuhnya. Dengan terapi kateter ablasi ini keuntungannya bisa menyembuhkan secara sempurna dan kalau berhasil tindakannya tidak perlu minum obat lagi. Penderita aritmia mengungkapkan satu hari pasca tindakan terapi ablasi detak jantung telah kembali normal dan tidak ada gangguan lagi,” ungkap Dokter yang berpraktik di Eka Hospital BSD ini, Kamis (29/09).

    Konsultan Kardiologi Intervensi dan Aritmia yang aktif memberikan edukasi tentang aritmia ini, juga menegaskan bahwa lebih dari 80% penderita aritmia bisa disembuhkan secara sempurna dengan terapi kateter ablasi.“Kateter ablasi itu seperti kita mencari kelainan di listrik jantungnya, kemudian kita perbaiki konsletnya supaya gangguan iramanya itu tidak muncul lagi. Adanya kelainan aritmia itu seperti adanya punya dua kabel, normalnya hanya punya satu kabel. Akibatnya ketika terjadi konslet re-entry dia bisa berputar makanya bisa berdebar-debar, denyutnya bisa sampai 180 bisa sampai 200 kali permenit. Nah, solusinya kabel tambahannya itu kita cari kemudian kita lakukan ablasi atau kita putus supaya tidak muncul lagi,” ujar Dokter Yansen.

    Dokter Yansen menambahkan, aritmia tidak menyebabkan kematian jantung langsung atau kematian mendadak namun dalam jangka panjang sangat berbahaya pasalnya jenis aritmia seperti Supraventricular Tachycardia (SVT) atau gangguan irama jantung menjadi lebih cepat dapat menyebabkan pingsan secara tiba-tiba, dan kejadian ini bisa muncul tiba-tiba dalam waktu yang sangat tidak menentu sehingga bisa mengganggu aktifitas dan menyebabkan kekhawatiran yang berlebih saat hendak melakukan perjalanan atau aktifitas olah raga. Tidak jarang pasien merasa sangat cemas dan menjadi sangat khawatir dengan kondisi penyakitnya.

    Penyakit aritmia dapat menyerang manusia tanpa mengenal usia. Sebagian besar penderita aritmia merupakan kelainan bawaan namun bukan penyakit keturunan. Namun aritmia juga dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa kondisi pemicu khusus, seperti akibat dari aktivitas fisik seperti olahraga atau stres emosional. Dalam kejadian ini gejala aritmia ini dapat disembuhkan secara otomatis dengan mengistirahatkan tubuh atau melakukan manuver tertentu sampai detak jantung kembali normal. (red/*)

  • Ngider Sehat Lakukan Evaluasi, Pilar Minta Pelayanan Terus Ditingkatkan

    Ngider Sehat Lakukan Evaluasi, Pilar Minta Pelayanan Terus Ditingkatkan

    Mediakawasan.id, Serpong- Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan memberikan arahan dalam kegiatan evaluasi pelayanan Ngider Sehat yang digelar di Resto Kampoeng Anggrek, Serpong, Kamis (22/9).

    Pilar menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petugas Ngider Sehat yang telah bekerja keras untuk melayani masyarakat di Tangerang Selatan. Dimana, dampak program ini secara nyata dapat dirasakan oleh masyarakat.

    “Alhamdulillah sesuai data, sudah ada 90 persen RW yang sudah dikunjungi oleh petugas Ngider Sehat dan kunjungan rumah sampai 75 persen,” ujar Pilar.

    Dia menekankan program ini harus terus ditingkatkan. Karena dengan Ngider Sehat pelayanan Kesehatan semakin mudah. Masyarakat bisa mendapatkan pelayanan di rumahnya masing-masing.

    “Inilah bukti kita turun ke masyarakat, kita tidak menunggu lagi. Karena bagaimana pun juga masalah penyakit ini harus ada langkah preventifnya,” kata Pilar.

    Pelayanan kesehatan yang maksimal akan meningkatkan Angka Harapan Hidup itu sendiri di Tangerang Selatan. Dimana, hal ini akan berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia.

    “IPM kita ini tertinggi se-Provinsi Banten, jadi kita terus tingkatkan, yang mana dalam indikatornya ada kualitas kesehatan.”pungkas Pilar.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan dr.Allin mengatakan program Ngider Sehat bertujuan untuk terus memastikan warga yang sehat agar tetap sehat, dan warga yang sakit dan memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan dapat terbantu dari adanya Ngider Sehat.

    “Insyaallah dan saya yakin teman-teman petugas Ngider Sehat selalu bekerja ikhlas dan tuntas untuk membantu masyarakat.” ucapnya.

    dr Allin juga melaporkan penyakit yang paling banyak ditemui di tengah masyarakat.

    “Penyakit hipertensi paling sering ditemui, jadi kita cegah juga untuk memberikan pemahaman langsung dan penanganannya,” terang dr. Allin. (red/*)

  • Tangani Skoliosis, Eka Hospital Miliki Teknologi Canggih O-Arm

    Tangani Skoliosis, Eka Hospital Miliki Teknologi Canggih O-Arm

    Mediakawasan.id, BSD Tangsel-Berbagai inovasi terus dihadirkan Eka Hospital dalam upaya meningkatkan pelayanan, khususnya spine (tulang belakang) yang tentunya sangat mendukung serta memudahkan dalam melakukan tindakan operasi di Indonesia. Seperti diketahui, Eka Hospital telah memiliki teknologi berkelas dunia berupa robot navigasi untuk operasi tulang belakang yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara. Melalui penggunaan robot navigasi ini, akurasi penempatan  screws (implan) bisa mencapai 99,9 persen. Risiko misplacement screw yang tadinya mencapai 15% khususnya pada kasus skoliosis yang bentuk tulangnya banyak mengalami perubahan bentuk, dapat ditekan hingga dibawah 1 persen.

    Setelah menjadi pioneer dalam menghadirkan operasi tulang belakang dengan teknik robotik, kini Eka Hospital kembali menghadirkan O-arm untuk mendukung operasi tulang belakang, khususnya untuk kasus skoliosis. O-arm di Eka Hospital merupakan satu-satunya mesin yang ada di Indonesia saat ini dan seri yang dimiliki adalah seri O-arm 2 yang merupakan seri tercanggih dari O-arm.

    Fungsi O-arm pada dasarnya mirip dengan fungsi CT Scan tetapi memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan CT Scan. O-arm ini bersifat portable sehingga pemeriksaan bisa dilakukan di tengah-tengah operasi sedang berlangsung. Hal ini sangat penting karena meberikan gambaran yang lebih real dibandingkan CT Scan yang dilakukan saat pasien masih sadar dan dalam posisi terlentang.

    Perbedaan posisi, pengaruh obat-obatan selama operasi, dan tarikan otot dapat mempengaruhi susunan tulang belakang sehingga akurasi O-arm jauh lebih tinggi daripada CT Scan.

    Keunggulan lain yang ditawarkan oleh O-arm adalah beamnya yang bersifat conical sehingga radiasi yang ditimbulkan juga jauh lebih kecil dibandingkan CT Scan. Bahkan dengan pilihan low-dose, radiasi yang ditimbulkan oleh satu kali scan dengan menggunakan O-arm setara dengan satu kali ronsen lumbar. Dengan radiasi yang hanya setara ronsen, kita mendapatkan gambaran sedetail CT Scan.

    Menurut dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine, Dokter Spesialis Ortopedi, Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD, ada banyak keunggulan dari penggunaan O-arm ini, seperti tidak perlunya CT Scan praoperasi, biaya yang lebih terjangkau, gambar yang detail dan lebih real-time, serta dosis radiasi yang jauh lebih rendah.

    Dokter Phedy bahkan menyebut O-arm ini sebagai perfect partner untuk melakukan operasi robotik. Tanpa gambar yang berkualitas, akurasi robot akan menurun sehingga pada kasus skoliosis terkadang cukup menyusahkan dan bahkan pada kasus berat berbahaya.

    “Bahaya sekali bila kita menggunakan robot tapi gambaran imagingnya tidak jelas. Robot mendapatkan input anatomi tulang pasien dari imaging. Tanpa imaging yang jelas, jangan sekali-kali menggunakan robot untuk operasi, apalagi untuk kasus skoliosis.” ujar dokter Phedy.

    Selain meningkatkan akurasi robot, pemeriksaan dengan O-arm juga hanya memakan waktu 25 detik sehingga operasi skoliosis robotic kini menjadi semakin cepat. Dengan operasi yang semakin cepat, perdarahan selama operasi juga semakin sedikit. Pemulihan juga berlangsung cepat.

    “Salah satu tujuan dari operasi skoliosis adalah mencapai keseimbangan tubuh pasien, yang biasanya hanya dapat dinilai setelah operasi selesai dengan melakukan ronsen whole spine. Dengan adanya alat ini, keseimbangan sudah dapat dinilai oleh tim dokter saat operasi masih berlangsung. Ini merupakan satu-satunya alat di Indonesia yang bisa melakukan hal itu.” ungkap dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine.

    Dengan sedemikian banyaknya kelebihan yang ditawarkan oleh O-arm, dikombinasikan dengan penggunaan robotic, operasi skoliosis dapat dilakukan dengan sangat aman dengan tingkat keberhasilan mendekati 100 %.

    Sementara itu, Chief Operating Officer Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati menambahkan dengan peralatan baru yaitu O-Arm yang dimiliki Eka Hospital serta robot navigasi yang sebelumnya sudah ada serta didukung oleh tim dokter profesional, Eka Hospital berhasil melengkapi dan mengawinkan penanganan tulang belakang khususnya skoliosis dengan aman, cepat dan tepat,” katanya menjelaskan. (red/rlls)

  • Kenali Gejala dan Penanganan Autoimun Lewat Edukasi Kesehatan Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang

    Kenali Gejala dan Penanganan Autoimun Lewat Edukasi Kesehatan Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang

    Mediakawasan.id, Palembang- Setiap manusia memiliki sistem kekebalan tubuh (sistem imun) yang bekerja sistematis mencari dan menghancurkan ‘agen’ yang berpotensi menyerang kekebalan tubuh. Pada situasi normal sistem Imun ini dapat mengenali sel tubuh dan atau sel asing yang berpotensi membahayakan tubuh manusia.

    Pada edukasi bertajuk : ‘Penyakit Autoimun, Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya’ yang diselenggarakan manajemen Siloam Hospitals Sriwijaya, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Alergi Imunilogi di Siloam Hospital Sriwijaya Palembang, dr. Masdianto Musai, Sp.PD-KAI, FINASIM., mengatakan bahwa penyakit autoimun merupakan sistem imun yang mengubah targetnya dan menyerang sejumlah sel tubuh dengan melepaskan protein (disebut autoantibodi). Hampir semua organ didalam tubuh manusia dapat menjadi lokasi berkembangnya penyakit autoimun.

    “Ada lebih dari 100 jenis keluhan penyakit yang dapat dikategorikan kumpulan penyakit autoimun. Beberapa penyakit autoimun hanya menargetkan satu organ. Sementara ada pula dampak dari autoimun ini yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh”, tutur dr. Masdianto Musai, Sp.PD-KAI, FINASIM., Senin (19/09), melalui aplikasi Live Instagram Siloam Hospitals Sriwijaya di kota Palembang.

    Dikatakan Masdianto Musai pada edukasinya, penyakit autoimun belum teridentifikasi secara pasti penyebabnya. Namun terdata jelas seperti layaknya penyakit penyakit lain, faktor penyebab cenderung dikarenakan oleh faktor genetik (keturunan), lingkungan tempat tinggal, gaya hidup yang tidak sehat, termasuk perubahan hormon dan Infeksi.

    “Merokok tembakau, konsumsi alkohol dan adanya obesitas dan atau penyakit penyerta lain merupakan faktor resiko. Data valid pun menunjukkan adanya faktor resiko tinggi pada wanita rentan usia 20-50 tahun”, imbuh Masdianto Musai.

    Penyakit Autoimun bahkan dimulai dengan sejumlah gejala ringan, misalnya; kelelahan, pegal otot, demam ringan dan lainnya. Namun gejala ini berkepanjangan atau dalam kurun waktu yang cukup lama.

    Pencegahan dan Pengobatan Autoimun

    Dijelaskan oleh dr. Masdianto Musai, pencegahan autoimun dapat dengan melakukan pemeriksaan ‘Immune Risk’ yaitu pemeriksaan genomik, yaitu mengidentifikasi berdasarkan faktor genomik seseorang, dengan mengacu pada faktor resiko kepada penyakit autoimun.

    Dokter Masdianto turut mengingatkan dalam pencegahannya, dilengkapi dengan perbaikan faktor lingkungan tempat tinggal dan perbaikan gaya hidup yang sehat, sebagai pencegahan terbaik terhadap penyakit autoimun.

    Diawal pencegahan autoimun, Dokter akan mendiagnosa penyakit ini tentunya diawali dengan wawancara, pemeriksaan fisik, tes ANA ( antinuclear antibodi) yang berfungsi guna mengetahui aktifitas antibodi yang menyerang tubuh, dan dilanjutkan melakukan tes Autoantibody untuk mendeteksi karateristik antibodi dalam tubuh. Tes darah dan lainnya.

    “Dan pahami, bahwa sebagian besar atau banyak keluhan penyakit autoimun belum dapat disembuhkan dengan obat. Akan tetapi apabila gejala timbul dapat diringankan dan dicegah agar tidak memburuk atau flare. Pengobatannya pun akan merujuk kepada penyakit yang diderita pasien”, pungkas dr. Masdianto Musai.

    Adapun pencegahan penyakit autoimun dapat dilayani di salah satu faskes Siloam Hospital Group di bilangan, POM IX Lorok Pakjo Kota Palembang.

    Pada edukasi sesi tanya jawab, dr. Masdianto mengatakan bahwa penyakit autoimun sangat bisa berkomplikasi serius ke penyakit atau keluhan seperti : Jantung, kerusakan syaraf atau organ seperti; hati, ginjal, depresi atau gangguan kecemasan.

    Adapun bagi wanita yang terdiagnosis autoimun dengan rencana kehamilan, umumnya mengacu data terdiri akan kondisi 6 bulan stabil, dokter akan mengijinkan untuk melanjutkan proses kehamilan. Namun dokter tetap akan menjelaskan tiga kemungkinan penyakit autoimun yang diderita selama kehamilan yaitu, terjadi perburukan, stabil atau sama saja, dan tentunya terjadinyanya perbaikan karena kehamilannya.

    Menutup sesi edukasinya yang diikuti puluhan peserta dari berbagai komunitas kesehatan di kota Palembang, dr. Masdianto Musai, kembali mengingatkan bahwa meski pencegahan penyakit autoimun secara medis dapat dilakukan, namun pencegahan terbaik adalah menerapkan pola hidup sehat dan rutin berolahraga dan dilengkapi konsultasi pun pemeriksaan secara berkala melalui deteksi ‘immunerisk’ yang direkomendasikan untuk menghindari keluhan penyakit automin dan komplikasinya.

    Jenis Penyakit Autoimun

    Banyak jenis jaringan dan hampir semua organ dalam tubuh, bisa menjadi lokasi berkembangnya penyakit autoimun. Lebih dari 100 penyakit autoimun yang dibedakan dalam dua jenis. Di antara lebih dari 100 penyakit autoimun, terdapat tujuh penyakit yang paling umum dikeluhkan, yaitu : 1. Diabetes tipe 1 yakni sistem imun menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin di pankreas. 2. Artritis reumatoid (RA), yakni penyakit autoimun pada sendi. 3. Psoriasis/artritis psoriatik, yakni penyakit autoimun pada kulit karena sistem imun memengaruhi terbentuknya penumpukan sel-sel kulit ekstra dan bercak merah yang meradang. 4. Sklerosis multipel, yaitu sistem imun merusak selubung mielin, lapisan pelindung yang mengelilingi sel-sel saraf di sistem saraf pusat manusia. 5. Lupus eritematosus sistemik (LES), yakni penyakit autoimun yang terjadi karena sistem imun mempengaruhi jaringan ikat dan dapat menyerang semua sistem organ tubuh. 6. Penyakit radang usus, yaitu penyakit autoimun yang terjadi karena sistem imun Anda menyerang lapisan dinding usus.7. Penyakit Addison, yakni penyakit autoimun yang terjadi karena sistem imun memengaruhi kelenjar adrenal, yang menghasilkan hormon kortisol, aldosteron, serta androgen. (red/rlls)

  • BKGN 2022 Ajak Masyarakat Pulihkan Kebiasaan Merawat KesehatanGigi dan Mulut

    BKGN 2022 Ajak Masyarakat Pulihkan Kebiasaan Merawat Kesehatan
    Gigi dan Mulut

    Mediakawasan.id, Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional, hari ini PT Unilever Indonesia, Tbk. melalui Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meresmikan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2022 di Gelora Bung Karno. Mengangkat tema “Pulih Bersama dengan Senyum Sehat Indonesia”, BKGN 2022 menyoroti isu pentingnya memulihkan kebiasaan menyikat gigi pagi dan malam hari, serta rutin berkonsultasi ke dokter gigi, yang mengalami penurunan selama pandemi. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat kembali bangkit, hidup lebih sehat dan produktif dengan senyum Indonesia.

    Acara peresmian yang turut disaksikan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI dan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta secara daring ini diramaikan oleh lebih dari 500 siswa/i Sekolah Dasar di wilayah Jabodetabek dan ribuan siswa/i yang berasal dari 210 kota/kabupaten di berbagai wilayah Indonesia untuk melakukan kegiatan sikat gigi bersama secara langsung maupun virtual, sebagai simbol komitmen meningkatkan kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut dengan tepat.

    Dalam sambutannya, Budi Gunadi Sadikin menyatakan, “Kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk dijaga terutama di masa anak-anak, sehingga ketika tua gigi tetap dalam kondisi yang baik. Terlebih lagi, kondisi gigi dan mulut ini berdampak pada asupan gizi anak. Kalau gigi dan mulut tidak sehat, maka asupan gizinya jadi berkurang dan akhirnya kondisi kesehatan bisa menurun. Oleh karenanya, mari menggunakan momentum hari ini untuk menggugah kesadaran kita semua terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut, mulai dari gigi kita sendiri, dan tidak usah takut untuk secara rutin memeriksakan gigi dan mulut. Dengan demikian, kesehatan gigi dan mulut anak-anak bisa terjaga, asupan nutrisinya bisa terjaga, dan mereka bisa tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, manusia yang produktif, dan bisa membangun Indonesia yang lebih baik dan keluarga yang lebih baik dari kita.”

    Hadir pula Ainul Yaqin, Personal Care Director, PT Unilever Indonesia, Tbk. untuk menyampaikan sambutan, “Tidak hanya menumbuhkan bisnis, Unilever Indonesia juga mendorong seluruh brand-nya untuk terus memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan. Dukungan Pepsodent dalam kegiatan tahunan BKGN merupakan wujud nyata dari salah satu pilar strategi ‘The Unilever Compass’: meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Di pelaksanaannya yang ke-13 ini, kami percaya dengan kolaborasi berbagai pihak BKGN 2022 akan semakin memperkuat konsistensi Pepsodent dalam melindungi senyum Indonesia.”

    Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia menanggapi, “Sebagai brand perawatan kesehatan gigi dan mulut yang telah hadir lebih dari 75 tahun di Indonesia, Pepsodent terus mewujudkan purpose untuk mendukung edukasi dan perawatan gigi dan mulut. Hal ini menjadi semakin krusial karena survei Pepsodent memperlihatkan adanya peningkatan permasalahan gigi dan mulut pada masyarakat selama pandemi, seperti kemunculan gigi berlubang baru pada 25% responden akibat menurunnya kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut.”

    “Dari survei ini terlihat bahwa di masa pandemi kebiasaan orang tua menyikat gigi pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur telah menurun sebesar 5%, bahkan pada anak penurunannya dua kali lebih besar, yaitu 11%. Memprihatinkan bahwa meski pandemi sudah mereda, kebiasaan yang terlanjur terbentuk ini belum berubah signifikan,” lanjut drg. Mirah.drg.

    Usman Sumantri, MSc, Ketua Pengurus Besar PDGI menanggapi, “Beberapa risiko yang dapat timbul di balik kebiasaan buruk ini adalah masalah gigi berlubang, infeksi gusi, hingga rasa sakit yang sangat mengganggu kenyamanan dan produktivitas. Bahkan di masa pandemi 60% dari orang yang mengalami sakit gigi tetap menghindari berkunjung ke dokter gigi. Untuk itu, diperlukan intervensi segera untuk memulihkan kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka.

    ”Menyikapi hal ini, Pepsodent bersama PDGI, AFDOKGI, dan ARSGMPI telah menghadirkan berbagai program untuk terus melindungi kesehatan gigi dan mulut masyarakat sekaligus mendukung pemerintah dalam mentransformasi sistem kesehatan di Indonesia. Salah satu inovasi terbesarnya adalah pemanfaatan teknologi digital melalui layanan teledentistry “Tanya Dokter Gigi by Pepsodent” yang sejak 2020 hingga sekarang telah melayani lebih dari 41.000 masyarakat.

    Layanan yang dilengkapi dengan fitur video call ini didukung oleh dokter gigi dari 28 Fakultas Kedokteran Gigi dan 107 PDGI cabang. Selain itu, BKGN adalah program tahunan yang digelar Pepsodent dan seluruh mitranya sejak tanggal 12 September 2010 – yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Gigi Nasional oleh Kemenkes RI di tahun 2011. Setelah sepenuhnya dilaksanakan secara virtual melalui layanan teledentistry selama dua tahun terakhir, tahun ini BKGN kembali hadir secara langsung untuk memberikan perawatan gigi gratis di 28 FKG dan RSGM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga Desember 2022.

    Ananda Omesh dan Dian Ayu Lestari, pasangan selebriti dengan tiga orang anak ikut berbagi cerita, “Sebagai orang tua, kami selalu memberikan contoh dan menjadikan menyikat gigi pagi dan malam hari sebagai kebiasaan yang menyenangkan. Namun, rutinitas berkonsultasi ke dokter gigi secara langsung memang jadi terkendala selama pandemi. Untuk itu, kami senang sekali BKGN kembali hadir dan mengajak keluarga Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan ini karena masalah gigi dan mulut kita akan langsung ditangani oleh dokter gigi.”

    BKGN 2022 mengajak masyarakat untuk bangkit lebih kuat, bebas gigi berlubang dengan rutin menyikat gigi pagi dan malam, serta rutin berkonsultasi ke dokter gigi. Ajakan ini ditandai dengan pemecahan rekor MURI untuk “Sikat Gigi Secara Daring di Lokasi dan Peserta Terbanyak” sebagai awal peresmian BKGN 2022, yang diikuti secara serentak oleh 701.009 masyarakat.

    drg. R. Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp. Pros, Ketua AFDOKGI berpendapat, “Memulihkan kebiasaan dalam merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan tanggung jawab bersama, termasuk kami dari kalangan akademisi. Setelah sekian lama para calon dokter gigi menghadapi keterbatasan untuk memberikan perawatan gigi dan mulut secara langsung, BKGN 2022 menjadi momen yang sangat baik untuk kembali melakukan pengabdian masyarakat, dan memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut.”

    Dr. drg. Yulita Hendrartini, M.Kes, AAK, Ketua ARSGMPI turut menyatakan antusiasmenya, “Di tengah situasi pandemi, seluruh Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan yang terlibat siap memastikan bahwa rangkaian kegiatan BKGN 2022 akan dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan, mulai dari screening kesehatan yang ketat, menjamin kehigienisan semua perangkat pendukung, mencegah kerumunan, hingga memonitor jumlah pasien yang dapat dilayani.”

    “Selain memberikan perawatan gigi gratis secara langsung, BKGN 2022 juga akan tetap mengoptimalkan edukasi ke sekolah dan konsultasi kesehatan gigi dan mulut melalui layanan teledentistry ‘Tanya Dokter Gigi by Pepsodent’ yang dapat diakses dengan mudah melalui QR code yang tertera di kemasan Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang. Semoga pelaksanaan BKGN 2022 dapat membantu memulihkan kebiasaan merawat gigi dan mulut agar masyarakat Indonesia bisa hidup lebih sehat, bangkit lebih kuat, bebas gigi berlubang,” tutup drg. Mirah. (red/*)

  • barebliss Body Care Calming Series untuk Mengatasi Kulit Kusam dan Berjerawat

    barebliss Body Care Calming Series untuk Mengatasi Kulit Kusam dan Berjerawat

    Mediakawasan.id, Jakarta- barenbliss pada hari ini meluncurkan rangkaian body care pertamanya yaitu Into Glow! Brightening Series untuk mengatasi kulit kusam dan Cheerio Acne! Calming Series untuk mengatasi kulit berjerawat. Dua rangkaian body care ini dipersembahkan barenbliss untuk perempuan Indonesia mendapatkan cantik yang seutuhnya, bukan hanya pada wajah, namun juga seluruh tubuh.

    Sama seperti wajah Kamu, tubuhmu layak mendapatkan rutinitas perawatan kulit terbaik. Menggunakan body wash dan body serum kini menjadi sama pentingnya. Memiliki kulit tubuh yang sehat dan cantik akan membangun kepercayaan diri dan aura positif pada diri Kamu orang-orang di sekitarmu.

    Fivyola Hendra, Marketing Director barenbliss Indonesia mengungkapkan, body serum mampu memberikan konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi daripada lotion, krim, dan scrub karena diformulasikan dan dikemas secara khusus menjadikan bahan aktif serum tetap efektif pada saat mereka mencapai kulit kita. Body serum dapat meningkatkan siklus pembaruan alami kulit tubuh dari waktu ke waktu.

    “Into Glow! Brightening Series dan Cheerio Acne! Calming Series dipersembahkan barenbliss untuk selalu menemani perawatan diri pecinta K-Beauty di Indonesia. Kami ingin Kamu menjadi sehat dan cantik yang seutuhnya sehingga Kamu bisa feel confident dan feel good about yourself bersama produk-produk barenbliss,” ujar Fivyola.

    Fivyola mengatakan ada 2 hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih body serum. Pertama, pertimbangkan masalah kulit yang Kamu miliki. Pilihlah body serum yang menawarkan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan Kamu.

    Kedua, pertimbangkan jenis kulit Kamu. Jika Kamu memiliki kulit kering dan kusam, gunakan body serum yang mengandung niacinamide, vitamin C derivative, dan amino acid surfactants yang membantu mencerahkan kulit kusam. Jika Kamu memiliki kulit berjerawat, pilihlah body serum yang mengandung AHA, BHA, PHA yang bekerja secara sinergis untuk mengangkat sel kulit mati.

    Into Glow! Brightening Series diformulasikan khusus untuk membantu mencerahkan kulit kusam. Produk ini mengandung 2X brightening factors dan fruity floral scent yang mampu mencerahkan, melembabkan, dan menyegarkan kulit tubuhmu. Into Glow! Brightening Series terdiri dari produk body wash dan body serum.

    Into Glow! Mon Paris Brightening Body Wash merupakan sabun mandi beraroma buah dan bunga yang diperkaya Niacinamide, Vitamin C Derivative, dan Amino Acid Surfactants yang membersihkan, menyegarkan, melembutkan, dan mencerahkan kulit dari waktu ke waktu. Body wash ini berupa liquid gel berwarna pearlescent-pink yang mengandung surfaktan asam amino yaitu Disodium Cocoyl Glutamate dan Sodium Cocoyl Glutamate yang minim iritasi. Produk ini membantu mencerahkan kulit dengan bantuan Niacinamide dan Ascorbyl Glucoside serta memiliki efek menenangkan dengan bantuan AQP Free yang mengandung 5 macam ekstrak tumbuhan. Memiliki aroma buah-bunga yang mirip dengan parfum high end YSL Mon Paris. Into Glow! Mon Paris Brightening Body Wash memiliki 3 keunggulan utama 2X Brightening Factors, Amino Gentle Cleansing, Invigorating Mon Paris Scent.

    Nah berikutnya mari kita mengenal rangkaian produk Into Glow! Mon Paris Brightening berikutnya, yaitu body serum. Into Glow! Mon Paris Brightening Body Serum merupakan body serum beraroma buah dan bunga yang diperkaya dengan Niacinamide, Tangerine Extract, dan 8D Hyaluronic yang membantu mencerahkan kulit dan membuat kulit lembab dan segar. Teksturnya berupa lotion ringan dengan butiran merah muda. Produk ini membantu mencerahkan kulit dengan bantuan ekstrak Niacinamide dan Tangerine serta memiliki kemampuan melembabkan secara mendalam dengan 8D hyaluronic. Memiliki aroma buah-bunga yang mirip dengan parfum high end YSL Mon Paris.

    Into Glow! Mon Paris Brightening Body Serum telah teruji secara dermatologi dan cocok untuk semua jenis kulit dan tidak menimbulkan efek samping pada semua jenis kulit. Namun, jika Kamu memiliki kulit yang lebih sensitif dan kondisi kulit tertentu seperti dermatitis, eksim, dll, disarankan untuk memeriksa kembali bahan-bahan yang terkandung dalam produk atau berkonsultasi dengan dokter kulit. Into Glow! Mon Paris Brightening Body Serum memiliki 3 keunggulan utama 2X Brightening Factors, Deep Comfort Moisturizing, Invigorating Mon Paris Scent.

    Selanjutnya mari kita mengenal Cheerio Acne! Calming Series yang diformulasikan khusus untuk merawat kulit berjerawat. Produk ini mengandung amber vanilla scent dan 3X gentle exfoliator yang yang bekerja secara sinergis untuk mengatasi jerawat, mengelupas, dan mencegah body breakout. Cheerio Acne! Calming Series terdiri dari produk body wash dan body serum.

    Cheerio Acne! Black Opium Calming Body Wash merupakan sabun mandi yang diperkaya Niacinamide, Vitamin C Derivative, dan Amino Acid Surfactants yang membersihkan, menyegarkan, melembabkan dan mencerahkan kulit dari waktu ke waktu. Teksturnya berupa liquid gel berwarna pearlescent-green dengan aroma Black Opium: Amber vanilla scent.

    Produk ini mengandung AHA, BHA, PHA yang bekerja secara sinergis untuk mengatasi jerawat, mengelupas, dan mencegah body breakout. Selain itu, apalagi produk ini mengandung Madagascar Centella dan CalmYang yang membantu meredakan kulit yang teriritasi. Produk ini memiliki tekstur gel cair berwarna hijau dengan shimmer, memiliki banyak busa namun tidak menimbulkan efek iritasi dan tetap melembabkan kulit Anda. Cheerio Acne! Black Opium Calming Body Wash memiliki 3 keunggulan utama 3X Gentle Exfoliator Calm Skin, Amino Gentle Cleansing, Enchanting Black Opium Scent.

    Selanjutnya mari kita mengenal rangkaian produk Cheerio Acne! Calming Series berikutnya, yaitu body serum. Cheerio Acne! Black Opium Calming Body Serum merupakan body serum dengan kandungan AHA, BHA, PHA yang bekerja secara efektif dan harmonis untuk membantu kulit bermasalah mencapai kulit impian yang sehat, mulus, dan harum menawan. Teksturnya berupa lotion ringan dengan butiran hijau. Produk ini membantu mencegah jerawat muncul dengan bantuan natural AHA, BHA, PHA dan dapat menenangkan kulit dengan kandungan Madagascar Centella, dan membantu memperkuat skin barrier dengan bantuan Ceramides complex. Memiliki aroma vanilla amber yang mirip dengan YSL Black Opium. Produk ini memiliki tekstur lotion yang ringan dengan butiran hijau yang meleleh di kulit Anda. Produk ini cepat diserap tetapi membuat kulit Anda lembab dan wangi untuk waktu yang lama.

    Cheerio Acne! Black Opium Calming Body Serum telah teruji secara dermatologi dan cocok untuk semua jenis kulit dan tidak menimbulkan efek samping pada semua jenis kulit. Namun, jika Kamu memiliki kulit yang lebih sensitif dan kondisi kulit tertentu seperti dermatitis, eksim, dll, disarankan untuk memeriksa kembali bahan-bahan yang terkandung dalam produk atau berkonsultasi dengan dokter kulit. Cheerio Acne! Black Opium Calming Body Serum memiliki 3 keunggulan utama 3X Gentle Exfoliator Smooth Skin, Improve Barrier & Calm Skin, Enchanting Black Opium Scent.

    Menggunakan body serum akan membantu menutrisi kulit lebih efektif dibandingkan body lotion biasa. Untuk hasil lebih maksimal Oleskan body serum ke kulit kering setelah mandi dengan body wash.

    Penggunaan body wash dan body serum untuk tipe kulit dan masalah yang tepat bisa memberikan hasil lebih optimal. Into Glow! Mon Paris Brightening Body Wash & Body Serum dan Cheerio Acne! Black Opium Calming Body Wash & Body Serum bisa Kamu dapatkan di official store barenbliss di Shopee, Lazada, Tokopedia, Tiktok Store dan Sociolla. Tersedia juga di Offline store kecantikan terdekat di kotamu KKV, Guardian, Watson dan Transmart. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi BNB di Website, Facebook, Instagram, Youtube dan Tiktok. (red/rlls)

  • Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2022: Strategi Pencegahan Bunuh Diri Nasional Dirumuskan

    Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2022: Strategi Pencegahan Bunuh Diri Nasional Dirumuskan

    Mediakawasan.id, Jakarta- Dalam rangka Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang diperingati pada tanggal 10 September setiap tahunnya, Emotional Health for All Foundation (EHFA), sebuah yayasan kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri berbasis riset terdepan, menemukan bahwa bunuh diri merupakan salah satu isu penting kesehatan publik dunia yang mengakibatkan kematian orang muda terbanyak di berbagai negara.EHFA menyebutkan bahwa 77% bunuh diri terjadi di negara berpendapatan rendah dan menengah seperti di Indonesia, dimana belum ada strategi nasional, sementara situasi riil bunuh diri masih belum banyak diketahui karena terbatasnya akses terhadap data statistik tersebut.

    Ketua EHFA, Dr. Sandersan Onie, mengatakan, “Untuk mengembangkan strategi pencegahan bunuh diri secara nasional di Indonesia, kami bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan WHO Indonesia sejak 2021, dimana kami menemukan sejumlah data yang cukup mengejutkan.”Pengembangan program “Strategi Pencegahan Bunuh Diri Nasional” yang dimulai pada tahun 2021 dilaksanakan secara kolaboratif antara Direktorat Kesehatan Jiwa dan Pengendalian NAPZA.

    Kementerian Kesehatan RI, WHO Indonesia dan EHFA, dengan panitia yang diketuai oleh Dr. Sandersan Onie dengan Jessica Felisa Nilam, Ashra Daswin, Stephanie Onie dan Kezia Taufik dari EHFA; beserta Prof. Juneman Abraham dari Universitas BINUS, Dr. Diana Setiyawati dari Universitas Gadjah Mada, dan Prof. Erminia Colucci dari Middlesex University.Studi komprehensif terbesar tentang bunuh diri di Indonesia dilaksanakan, dengan lebih dari 100 jam wawancara mendalam untuk menginvestigasi beragam aspek bunuh diri di Indonesia.

    “Kami menganalisis data dari pemerintah, termasuk survei desa potensi, dan data kepolisian, dimana hasil dan rekomendasinya kami sampaikan pada kesempatan ini,” ujar Dr. Sandersan.

    Hasil PenelitianHasil temuan menunjukkan bahwa masih banyak angka bunuh diri yang tidak dilaporkan di setiap negara, dan yang tercatat merupakan angka resmi vs. angka perkiraan. Tingkat pelaporan yang kurang sebesar 50% menunjukkan bahwa perkiraan tingkat adalah 150% dari tingkat resmi. Sementara, rata-rata tingkat laporan yang tidak tercatat adalah antara 0 – 50% di dunia.

    “Namun, ditemukan bahwa angka kejadian bunuh diri di Indonesia yang tidak dilaporkan diperkirakan lebih dari 300%, atau angka sesungguhnya bisa minimal 4 kali lipat dari yang dilaporkan, dan hal ini merupakan prosentase tertinggi dari jumlah kejadian yang dilaporkan secara nasional di dunia,” ungkap Dr. Sandersan.

    Lebih lanjut Dr. Sandersan menjelaskan bahwa tingkat laporan yang tidak tercatat karena beragam alasan termasuk perbedaan standar dan sistem pencatatan bunuh diri di rumah sakit, sementara banyak keluarga masih menyembunyikan kejadian bunuh diri akibat rasa malu dan stigma masyarakat. Hasil riset menunjukkan bahwa provinsi dengan kejadian bunuh diri tertinggi ditemukan di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Maluku Utara dan Kepulauan Riau, sedangkan provinsi dengan tingkat upaya bunuh diri tertinggi ditemukan di Sulawesi Barat, Gorontalo, Bengkulu, Sulawesi Utara dan Kepulauan Riau.

    “Untuk setiap kematian akibat bunuh diri, kemungkinan terdapat 8 hingga 24 kali upaya percobaan bunuh diri, dengan penyebab tertinggi diakibatkan oleh tekanan psikologis, penyakit kronis dan masalah keuangan,” jelas Dr. Sandersan.

    Dr. Sandersan menuturkan bahwa faktor risiko bunuh diri termasuk masalah keluarga, masalah keuangan, dan kesepian. “Meski demikian, terdapat sejumlah faktor protektif yang dapat mencegah terjadinya bunuh diri, meliputi komunitas, akses ke perawatan psikologis, serta agama,” Dr. Sandersan menambahkan.

    Penelitian menemukan bahwa terdapat kelompok-kelompok independen yang juga berperan dalam beberapa upaya pencegahan bunuh diri, namun mayoritas upaya tersebut tidak maksimal, tidak terkoordinasi dan seringkali tidak didasarkan pada penelitian kontekstual yang baik.

    Rekomendasi Dr. Sandersan menyampaikan bahwa sebagai upaya pengembangan program “Strategi Pencegahan Bunuh Diri Nasional”, Tim Peneliti merekomendasikan sejumlah langkah. Adapun rekomendasi tersebut meliputi: perlunya kebijakan nasional melalui kerjasama dengan institusi terkait; pengentasan moralisasi bunuh diri dari sisi agama; peningkatan penelitian akademis secara terlatih dan sistemik; pembentukan asosiasi lintas disiplin sebagai pengawasan upaya pencegahan bunuh diri; melakukan intervensi dengan pembatasan sarana bunuh diri; meningkatkan kesadaran dan pengetahuan akademis tentang bunuh diri sebagai upaya pencegahan bunuh diri berdasarkan situasi, kondisi dan kearifan lokal setempat.

    “Rekomendasi ini dibuat berdasarkan temuan data yang baru,” jelas Dr. Sandersan.

    Tindak LanjutTim Peneliti merumuskan “Strategi Pencegahan Bunuh Diri Nasional” melalui dua langkah utama yaitu membentuk Asosiasi Indonesia untuk Pencegahan Bunuh Diri (Indonesian Association for Suicide Prevention – INASP) dan mengangkat tema bunuh diri sebagai stigma berbagai agama. Saat ini sudah tersedia situs INASP di www.inasp.id. Dr. Sandersan menjelaskan bahwa Asosiasi Indonesia untuk Pencegahan Bunuh Diri akan menjadi sarana membangun jaringan para pemangku kepentingan di seluruh Indonesia, sebagai badan perwakilan nasional untuk Pencegahan Bunuh Diri Indonesia di Panggung Internasional, dan sebagai pusat data tentang bunuh diri yang andal, kini dapat dilihat pada situs Inasp.id, termasuk tingkat bunuh diri dan pencobaan bunuh diri setiap provinsi, dan data krusial lainnya yang belum pernah dibuka untuk umum.

    Dr. Sandersan Onie selaku Ketua Strategi Nasional Pencegahan Bunuh Diri akan menjadi Presiden Asosiasi tersebut, dengan wakilnya, dr. Damba Bestari, yang sudah banyak mengerjakan proyek pencegahan bunuh diri nasional maupun internasional.

    “Asosiasi ini akan menjadi kumpulan peneliti, dokter, orang-orang dengan pengalaman langsung, pemimpin teknologi, jurnalis, dan banyak lagi, dimana para anggota akan berkumpul dalam konferensi nasional tahunan guna menyajikan penelitian, data baru, dan pendekatan untuk pencegahan bunuh diri,” jelas Dr. Sandersan.

    Lebih lanjut Dr. Sandersan menguraikan,”Untuk mengatasi stigma agama tentang bunuh diri, kami mengadakan acara pada tanggal 29 Oktober, dimana kami akan menandatangani dan membaca pernyataan tentang kesehatan dari kacamata agama, yang menguraikan bagaimana setiap agama di Indonesia memandang bunuh diri dan kesehatan mental. Kegiatan ini merupakan yang pertama kali di dunia”.

    Tentang EHFAEmotional Health for all Foundation (EHFA) adalah sebuah organisasi kesehatan mental berbasis riset terdepan yang terdiri dari berbagai pemimpin industri yang didirikan dengan satu keyakinan, yaitu bahwa kesehatan emosional adalah hak setiap orang dan kalangan. Oleh karena itu, EHFA terus menciptakan solusi inovatif dalam mengatasi isu besar seperti upaya bunuh diri dan gangguan kesehatan mental di Indonesia. Dilengkapi dengan keahlian dalam inovasi penelitian, implementasi strategis, dan misi untuk menjangkau setiap orang – EHFA menggunakan metode berbasis riset dan sains yang kreatif untuk mencapai perubahan yang berjangka panjang dan memiliki dampak berskala besar.Lebih lanjut tentang EHFA atau jika Anda mengalami krisis ingin bunuh diri, kunjungi situs ehfa.id untuk sumber dan informasi terkait. (red/*)