Category: Kesehatan

  • Tangkas Menghadapi Polio Sebagai Bentuk Kewaspadaan Terhadap Kesehatan Anak

    Tangkas Menghadapi Polio Sebagai Bentuk Kewaspadaan Terhadap Kesehatan Anak

    Mediakawasan.id, BSD Tangsel-Peningkatan kasus polio yang baru-baru ini terjadi telah menimbulkan kekhawatiran banyak orangtua di seluruh Indonesia. Kasus virus polio sendiri bukanlah sebuah penyakit baru dan keberadaanya diperkirakan sudah ada semenjak 1580-1350 sebelum masehi pada zaman mesir kuno. Namun peningkatan yang baru-baru ini terjadi di provinsi Aceh menjadi sebuah panggilan kesadaran agar para orangtua mulai mengantisipasi hal tersebut sehingga buah hati bisa terhindar dari paparan virus tersebut.

    dr. Amar Widhiani Adisasmito, Sp.A (K)
    Subspesialis Infeksi dan Penyakit Tropis Eka Hospital BSD, memberikan edukasinya seputar polio sebagai berikut:

    Polio merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus polio yang dapat menyebabkan permasalahan pada saraf dan berisiko menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, hingga kematian. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, namun polio akan lebih rentan untuk menyerang anak-anak terutama di usia dibawah 5 tahun.

    Melihat hal itu, ada baiknya untuk para orangtua mulai lebih serius dan tanggap dalam menjaga kesehatan anak sehingga terhindar dari paparan virus polio.

    Penularan Virus Polio

    Virus polio dapat ditransmisi melalui fecal-oral, yang artinya virus dapat berkembang biak di sistem pencernaan, dan dikeluarkan melalui feses (tinja), kemudian menyebar melalui saluran air. Risiko penyebaran akan menjadi semakin besar jika sanitasi air tidak bekerja dengan baik yang bisa diakibatkan oleh perilaku buang air besar sembarangan di sungai. 

    Itulah sebabnya daerah-daerah terpencil yang belum memiliki sistem drainase atau saluran air yang baik akan jauh lebih rentan untuk terpapar virus tersebut.

    Gejala dari Virus Polio

    Ketika seseorang dan anak-anak terinfeksi virus polio, mereka bisa saja menunjukan gejala yang sangat sedikit. Bahkan kebanyakan orang yang terkena virus ini tidak menunjukan gejala sama sekali. Gejala virus polio telah dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

    Polio non-paralisis, yang menyebabkan muntah, lemah otot, demam, meningitis, letih, sakit tenggorokan, sakit kepala serta kaki, tangan, leher dan punggung terasa kaku dan sakit

    Polio paralisis, yang menyebabkan migrain (sakit kepala), demam, lemah otot, kaki dan lengan terasa lemah, dan kehilangan refleks tubuh.

    Sindrom pasca-polio, yang menyebabkan orang akan kesulitan dalam bernapas atau menelan, kesulitan berkonsentrasi, otot melemah, depresi, gangguan tidur, mudah lelah dan massa otot tubuh menurun.

    Penanganan Virus Polio

    Dalam menangani atau mencegah penyebaran virus polio dalam skala luas, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan instruksi baru yang bisa dilakukan. Menindaklanjuti hal tersebut, orangtua dan masyarakat dihimbau untuk segera mengambil sikap.

    Yang pertama untuk melengkapi imunisasi anak sesuai dengan kebutuhan di usia mereka. Jenis vaksin yang beredar saat ini adalah Polio Oral (bOPV) atau vaksin polio tetes yang bekerja efektif melawan virus polio tipe 1 dan 3 yang berguna mengaktivasi kekebalan di usus. Sementara Polio Suntik (IPV) melindungi terhadap polio tipe 1, 2 dan 3 dan tidak membentuk kekebalan di usus.

    Jadwal Imuniasi Polio sesuai usia dari rekomendasi Kemenkes dan IDAI

    Berdasarkan Kemenkes anjuran vaksinasi polio sebagai berikut:
    Lahir sampai 1 bulan = Polio tetes 1
    2 bulan = Polio tetes 2
    3 bulan = Polio tetes 3
    4 bulan = Polio tetes 4 dan Polio suntik (IPV) 1
    9 bulan = Polio suntik (IPV) 2

    Sedangkan berdasarkan IDAI anjuran vaksinasi polio sebagai berikut:
    Lahir sampai 1 bulan = Polio 0 (tetes)
    2 bulan = Polio 1
    3 bulan = Polio 2
    4 bulan = Polio 3
    18 bulan = Polio 4
    *Dengan catatan sebelum usia 1 tahun harus diberikan 2 kali vaksin IPV

    Anda juga harus mewaspadai adanya komplikasi berbahaya jika anak terinfeksi virus polio. Sehingga orangtua dapat mengantisipasi terjadinya kondisi yang bisa saja mengancam nyawa sang buah hati. Jangan lupa untuk mengajak orang sekitar untuk ikut serta dalam imunisasi virus polio sehingga meminimalisir adanya penularan dalam jangkauan yang luas.

    Selain dari tips tersebut, pastikan juga untuk memperhatikan akses air bersih yang akan digunakan, terutama pada anak. Karena virus polio dapat memasuki tubuh melalui mulut melalui air atau bahkan makanan yang telah terkontaminasi dengan kandungan feses dari orang yang telah terinfeksi. Yuk, lengkapi vaksin buah hati Anda. (red/rlls)

  • Kenali PCOS dan Bahaya yang Mengintai Kesuburan Wanita

    Kenali PCOS dan Bahaya yang Mengintai Kesuburan Wanita

    Mediakawasan.id, Ambon Maluku – Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik (SOPK) merupakan, gangguan hormonal yang paling sering dialami oleh wanita usia reproduksi. Bahaya PCOS Pada Kesehatan Wanita menjadi tema Health Talk Siloam Hospitals Ambon. Acara yang dihelat pada 23 November 2022 tersebut, menghadirkan dr. Irene Leha Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekolog Siloam Hospitals Ambon.

    Angka kejadiannya sekitar 10-15% (1 di atara 10 wanita menderita PCOS) Sindrom PCOS merupakan kondisi kompleks yang didiagnosis dengan terdapat 2 dari 3 kriteria, sebagai berikut: Kelebihan Kadar Hormon Androgen.

    Gangguan OvulasiGambaran ovarium dengan folikel (rumah sel telur) yang kecil-kecil seperti untaian kalung mutiara pada pemeriksaan usg transvaginal. Sehingga perlu anamnesis riwayat, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosisnya.

    Gangguan Endokrin menjadi salah satu gangguan yang diakibatkan oleh sindrom PCOS. Gangguan ketidak seimbangan hormon ini menyebabkan sel telur tetap kecil dan tidak berkembang menjadi sel telur yang besar dan matang. Sehingga tidak dapat dibuahi oleh sperma yang dapat mengakibatkan gangguan pada proses kehamilan.

    Faktor Risiko dan Penyebabnya

    Penyebab PCOS hingga saat ini belum diketahui pasti. Teori primer pada kelainan metabolisme menunjukan bahwa kompensasi gangguan fungsi insulin, dengan akibat kadar hormon insulin yang berlebihan menjadi penyebab utama dari gambaran sindrom ini. Beberapa penyebab lain dari PCOS adalah karena faktor Genetik dan Lingkungan.

    Pada wanita dengan PCOS, folikel kecil yang berdiameter 4 hingga 9 mm menumpuk di ovarium. Folikel ini tidak dapat berkembang ataupun tumbuh hingga menjadi ukuran normal, dan akan memicu ovulasi. Akibatnya, kadar estrogen, progesteron, LH dan FSH menjadi tidak seimbang. Androgen dapat meningkat pada wanita yang mengidap PCOS karena tingginya kadar LH dan Insulin yang biasanya terlihat pada pasien.

    Gejala Klinis dan Dampaknya

    “Gejala yang umumnya terjadi adalah gangguan siklus haid, gambaran kelebihan hormon androgen seperti pertumbuhan rambut berlebih dan di tempat yang tidak biasanya, jerawatan, kebotakan.” Jawab dr. Irene Leha Sp.OG., Rabu (23/11) melalui edukasi Live Instagram Siloam Hospitals Ambon.

    PCOS yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang berisiko, antara lain: Gangguan pola haid, Infertilitas, Kanker endometrium, Gangguan metabolik (resistensi insulin/DM, hipertensi, dislipidemia) Gangguan Tidur dan makan, Kecemasan berlebihan, Keguguran, persalinan prematur, dan komplikasi lain seperti hipertensi atau DM dalam kehamilan.

    “Diperlukan kesadaran untuk melakukan pencegahan sedini mungkin dengan melakukan pola hidup sehat. Mengubah pola makan dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan rendah gula, berolahraga secara teratur, Mengendalikan berat badan dan memeriksakan diri sedini mungkin jika mengalami keluhan perubahan/ gangguan pola haid serta gejala-gejala yang disebutkan sebelumnya,” tutup dr Irene Leha Sp.OG, yang jadwal prakteknya dapat dilihat di aplikasi My Siloam. (red/*)

  • Tiba-tiba Nyeri Punggung! Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit

    Tiba-tiba Nyeri Punggung! Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit

    Mediakawasan.id, BSD Tangsel- Nyeri punggung adalah suatu kondisi dimana punggung atau bagian belakang tubuh mengalami rasa sakit atau ngilu sehingga membuat seseorang kesulitan untuk beraktivitas. Kondisi ini biasanya dapat terjadi karena beberapa faktor serta mengindikasikan adanya suatu penyakit yang mungkin saja dimiliki seseorang.

    Nyeri punggung merupakan salah satu penyakit yang paling sering dijumpai oleh masyarakat. Kondisi ini sering kali menyerang bagian bawah tulang belakang tubuh kita. Hal ini dikarenakan area tersebut merupakan area yang paling rentan untuk terkena nyeri karena paling banyak memikul beban dari berat badan kita sendiri. Tapi meski begitu, nyeri punggung sering kali dianggap sepele oleh banyak orang terutama orang dewasa yang sering melakukan aktivitas fisik.

    Kebanyakan orang biasanya akan beristirahat dan tidur jika mengalami kondisi ini. Meski terkadang kondisi ini bisa saja sembuh hanya dengan beristirahat, nyeri punggung juga bisa saja menandakan adanya suatu keabnormalan pada tubuh kita jika rasa sakitnya tidak kunjung hilang.

    Jika tidak segera ditangani, nyeri punggung bisa menjadi suatu masalah yang serius loh, salah satunya yaitu saraf kejepit atau hernia nukleus pulposus (HNP). Lebih jauh dengan Saraf Kejepit, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine
    Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD menjelaskan sebagai berikut:

    Apa penyebab dari saraf kejepit ini?Penyebab Saraf Kejepit, Apa Karena Angkat Galon?

    Apakah kalian pernah merasa sakit pada bagian punggung setelah mengangkat galon? Banyak orang yang sering merasakan nyeri pada bagian punggungnya setelah mereka mengangkat galon atau beban yang berat. Kondisi ini terjadi karena galon merupakan salah satu benda yang memiliki berat yang cukup besar, yaitu 19 kilogram.

    Mungkin mengangkat galon tidak akan menyebabkan saraf kejepit secara langsung. Namun jika kalian mungkin terlalu sering mengangkat galon dengan cara yang salah, hal ini bisa meningkatkan risiko kalian untuk terkena saraf kejepit. Karena terlalu sering mengangkat beban berat bisa mempengaruhi bentuk postur tubuh seseorang. Dan jika postur tubuh berubah, ini bisa menyebabkan terjadinya saraf kejepit.

    Adapun beberapa penyebab lain yang bisa meningkatkan risiko orang mengalami saraf kejepit, diantaranya: Mengangkat beban/barang melebihi kemampuan Cedera tulang belakang saat aktivitas (misal, badan terjatuh dengan menghadap bagian belakang). Terlalu lama beristirahat di tempat tidur dengan posisi postur yang burukNamun untuk memastikan kondisi tersebut hanya bisa dilakukan setelah menemui dokter dan mendapatkan diagnosa secara resmi.

    Faktor dan Gejala yang Timbul Dari Saraf Kejepit

    Gejala yang ditimbulkan dari saraf kejepit mungkin akan menimbulkan rasa tidak nyaman yang berkepanjangan. Pada saat mengalami kondisi ini, seseorang akan merasakan sakit yang menyengat ketika mereka menggerakan tubuh mereka, seperti membungkuk, memutar badan, atau bahkan saat sedang berjalan. Selain itu, seseorang juga bisa mati rasa atau kesemutan pada beberapa bagian tubuh. Kondisi ini memiliki beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko untuk terkena nyeri punggung, seperti Faktor usia, Postur tubuh Jarang berolahraga, Kelebihan berat badan atau Obesitas, Merokok

    Kapan harus pergi ke Dokter?

    Dalam menghadapi nyeri punggung akibat saraf kejepit, ada baiknya jika kita segera memeriksakan diri kepada dokter untuk mengantisipasi jika adanya masalah serius untuk ditangani. Biasanya, kondisi ini secara perlahan bisa mereda dalam jangka waktu beberapa hari setelah beristirahat yang cukup. Namun jika gejala tak kunjung hilang setelah berhari-hari, maka segera periksakan diri kalian ke dokter ortopedi terdekat. Hal ini dikarenakan saraf kejepit dapat berpotensi untuk merusak saraf secara permanen, dan itu dapat mengancam kesehatan kalian.

    Jika dokter menyarankan kalian untuk segera melakukan penanganan lebih lanjut, maka kamu tidak perlu khawatir! Karena penanganan saraf kejepit kini juga bisa dilakukan tanpa harus melakukan prosedur operasi yang membutuhkan bedah yang besar. Perkembangan teknologi kini telah memungkinkan dokter untuk menangani masalah nyeri punggung dengan metode minimal invasif yang lebih meminimalkan luka sayatan dan rasa nyeri pada pasien dengan risiko komplikasi yang lebih rendah dan masa pemulihan yang lebih singkat.

    Salah satu metode yang biasa digunakan dalam menangani masalah nyeri punggung yaitu BESS. Apa itu Metode BESS?

    Metode BESS atau Biportal Endoscopic Spine Surgery merupakan suatu teknik operasi yang menggunakan teknologi endoskopi untuk mengatasi masalah tulang belakang. Prosesnya pun dapat dilakukan dalam waktu cepat melalui sayatan kecil.Proses ini hanya perlu mengandalkan kamera kecil yang dimasukan ke dalam tubuh sehingga proses pembedahan bisa dilakukan tanpa berisiko merusak jaringan lain yang ada di dalam tubuh kita.

    Proses pemulihan pasca operasi pun juga akan berlangsung dengan cepat, sehingga memungkinkan pasien untuk bisa segera kembali beraktivitas setelah melakukan operasi. Proses BESS juga memiliki tingkat keberhasilan tinggi, sehingga sangat aman bagi pasien.

    Ayo jaga kesehatan tulang belakangmu dari sekarang! Kamu bisa melakukan perawatan tulang belakangmu dengan mengunjungi pusat ortopedi Gatam Institute di Eka Hospital. Yuk, kunjungi websitenya untuk informasi lebih lanjut. (red/rlls).

  • Peluncuran Pedoman Injeksi Toksin Botulinum Pertama di Indonesia, Jamin Keamanan Pasien

    Peluncuran Pedoman Injeksi Toksin Botulinum Pertama di Indonesia, Jamin Keamanan Pasien

    Mediakawasan.id, Kelompok Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia (KSDKI), hari ini meluncurkan buku Pedoman Injeksi Toksin Botulinum yang pertama di Indonesia. Melalui buku pedoman tersebut, KSDKI memberikan informasi kepada praktisi estetika dalam memberikan pelayanan terbaik dan aman kepada pasien. Buku pedoman yang dipublikasikan secara umum akan menjadi panduan tatalaksana terapi injeksi toksin.

    Sejak 1999, injeksi Toksin Botulinum telah menjadi prosedur estetika yang paling banyak dilakukan di dunia. Selain itu, ini juga merupakan pilihan perawatan lini pertama untuk berbagai kondisi medis seperti distonia leher dan kekakuan tungkai. Secara global, penggunaan Toksin Botulinum dalam estetika telah meningkat karena semakin banyak pasien yang mencari perawatan dan perluasan indikasi off-label. Khususnya di Indonesia, dimana pertumbuhan tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya tren pasien estetika dari generasi yang lebih muda. Perawatan Toksin Botulinum bersifat sementara dan dapat berkurang seiring waktu, injeksi berulang diperlukan untuk mempertahankan efek perawatan.

    Selama ini para praktisi estetika menggunakan pedoman Barat yang sudah ditetapkan dalam penggunaan Toksin Botulinum yang beredar. Namun khususnya di Indonesia, setiap orang memiliki kekhasan anatomi wajah sendiri dan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dalam penggunaan Toksin Botulinum dalam perawatan estetika mereka.

    Berlatar belakang tersebut, Pedoman
    Injeksi Toksin Botulinum ditujukan
    untuk meningkatkan pengetahuan para praktisi estetika tentang teknik-teknik klinis dalam injeksi, cara kerja, indikasi, kontraindikasi, efek samping Toksin Botulinum serta imunogenitasnya.
    Imunogenisitas ini berkaitan dengan pengurangan atau tidak adanya efek terapeutik setelah perawatan awal yang berhasil, karena injeksi berulang Toksin Botulinum yang merangsang pembentukan antibodi; termasuk antibodi netralisasi (NAbs) yang dapat melawan aktivitas biologisnya.

    Mengingat meningkatnya tren saat ini dalam penggunaan Toksin Botulinum untuk perawatan estetika, penting bagi praktisi untuk melakukan penilaian klinis menyeluruh, menginformasikan pasien tentang risiko perawatan, mengembangkan rencana perawatan Toksin Botulinum untuk meminimalkan resistensi imun dan mempertahankan pilihan Toksin Botulinum sebagai perawatan lanjutan dengan hasil yang memuaskan. Diharapkan Pedoman Injeksi Toksin Botulinum yang pertama di Indonesia ini dapat memberikan pengetahuan secara penuh kepada praktisi estetika dalam menjalankan prosedur injeksi Toksin Botulinum kepada pasien secara efektif dan aman terutama pencegahan terhadap komplikasi.

    dr. Lilik Norawati, Sp.KK, FINSDV, FAADV selaku Ketua Kelompok Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia (KSDKI) mengatakan bahwa saat ini belum ada pedoman penatalaksanaan injeksi Toksin Botulinum di Indonesia. ”Berdasarkan hal tersebut, kami dari Kelompok Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia (KSDKI) yang merupakan bagian dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) menghimpun para pakar yang ahli di bidang kosmetik dermatologi membuat pedoman ini,” imbuhnya.

    Dirinya juga menambahkan, prosedur pembuatan pedoman penatalaksanaan ini didukung oleh MERZ AESTHETICS Indonesia. ”Semoga bersamaan dengan terciptanya pedoman ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para praktisi kosmetik dermatologi sehingga dapat mencegah efek samping dan komplikasi yang dapat terjadi,” sambungnya lagi.

    Disamping itu, Dr. dr. M. Yulianto Listiawan, Sp.KK, FAADV, Ketua Perdoski Pusat periode 2022-2024 menambahkan bahwa puluhan tahun terakhir saat toksin botulinum masuk dan didistribusikan di Indonesia belum ada keseragaman atau pedoman mengenai hal ini. Sampai akhirnya lahirlah “Pedoman Injeksi Toksin Botulinum” sebagai pedoman toksin botulinum pertama yang diterbitkan oleh KSDKI dan PERDOSKI. Selain itu, adanya Toksin Botulinum dengan berbagai macam brand berbeda yang tentunya dapat memberikan outcome yang berbeda merupakan masalah lain yang harus dihadapi dalam praktik kedokteran Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin.

    “Terbitnya buku pedoman ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para praktisi dalam melakukan pemilihan toksin botulinum yang tepat dan terbukti efektif dalam mengatasi masalah di bidang kosmetik estetik maupun medik seperti penuaan (keriput), dan yang off label seperti hiperhidrosis (keringat berlebih), kulit berminyak, jaringan parut (keloid), dan nyeri paska herpes (Neuralgia paska herpes),” jelasnya.

    Dia pun menambahkan, melalui buku ini dapat juga dipelajari teknis-teknis klinis yang disesuaikan dengan tipe anatomi orang Indonesia khususnya, dan orang Asia pada umumnya. Sehingga pada akhirnya, dapat menumbuhkan kewaspadaan dan pengetahuan tentang pencegahan komplikasi pada pasien, dan pada akhirnya akan meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kepuasan pasien, serta memajukan Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin di Indonesia.

    Untuk itu, demi mendukung hal tersebut Heidy Sembung, Chief Representative, Merz Aesthetics Indonesia, menyampaikan bahwa Merz Aesthetics® hadir sebagai mitra para dokter di dunia Medical Aesthetic untuk mendorong kepercayaan diri dengan membantu dokter termasuk para pasien agar bisa terlihat lebih baik, merasa lebih baik, dan hidup lebih baik (look better, feel better and live better).

    “Salah satunya kami mendukung dengan cara peluncuran Pedoman Injeksi Toksin Botulinum pertama di Indonesia bersama Kelompok Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia (KSDKI),” tuturnya lebih lanjut.

    Disamping itu, dirinya menjelaskan Merz Aesthetics® memastikan bahwa selain produknya yang selalu memenuhi standar keamanan dan kualitas (termasuk) efektivitas yang tinggi, pihaknya juga memberi dukungan Pendidikan Berkelanjutan kepada para dokter, meningkatkan awareness dan edukasi tentang produk estetik terkini, contohnya toksin botulinum yang bekerja sama dengan organisasi kedokteran seperti Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). (red/*)

  • Kenali Gejala Kelainan pada Hidung, Ini Penjelasan Dokter THT Brawijaya Hospital Depok

    Kenali Gejala Kelainan pada Hidung, Ini Penjelasan Dokter THT Brawijaya Hospital Depok

    Mediakawasan.id, Depok- Seringkali dianggap remeh, mimisan dan mendengkur saat tidur bisa jadi adalah gejala Septum Deviasi atau kelainan pada tulang hidung (tulang hidung bengkok). Meski bukan penyakit dengan resiko kematian, namun Septum Deviasi bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman karena deviasi septum dapat memblokir satu sisi hidung dan mengurangi aliran udara, sehingga menyebabkan kesulitan bernapas.

    Lebih jauh dengan Septum Deviasi, Dokter Spesialis THT Brawijaya Hospital Depok, dr. Lidya Sabig, Sp.T.H.T.B.K.L., secara rinci menjelaskan sebagai berikut:
    “Tulang hidung bengkok atau istilah medisnya yaitu septum deviasi adalah bentuk sekat hidung yang tidak lurus di tengah sehingga membentuk deviasi (pembengkokan) ke salah satu rongga hidung atau kedua rongga hidung sehingga mengakibatkan penyempitan pada rongga hidung. Gejala utama yg dirasakan adalah hidung tersumbat pada satu atau kedua sisi lubang hidung. Gejala tersebut juga bisa disertai gejala lainnya seperti nyeri hidung, mimisan, nyeri kepala dengan derajat yang bervariasi dan infeksi sinus,” papar dr. Lidya.

    Lanjutnya dr. Lidya, “Penyebab Septum Deviasi yang paling sering adalah trauma wajah. Penyebab lainnya adalah adanya ketidakseimbangan pertumbuhan tulang rawan hidung. Perlu diketahui bahwa tulang rawan septum hidung terus mengalami pertumbuhan meskipun batas atas dan dasar hidung telah menetap, dengan demikian terjadilah deviasi pada septum hidung.”

    Selain bawaan, Septum Deviasi juga bisa diakibatkan oleh beberapa aktivitas yang memiliki resiko besar terjadinya septum deviasi, “Antara lain kegiatan olahraga, misalnya olahraga kontak langsung seperti tinju, karate, judo dan sejenisnya, pada pengendara motor yang tidak menggunakan helm atau pengendara mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman ketika berkendara,” papar dr. Lidya.

    Untuk kasus hidung bengkok ini, dr. Lidya menyarankan agar seseorang yang mengalami gangguan pernafasan atau gejala Septum Deviasi segera memeriksakan diri ke dokter THT.

    “Jika kita mengalami beberapa gejala seperti yang dijelaskan sebelumnya dan dirasakan mengganggu, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter THT untuk dilakukan pemeriksaan. Beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan yaitu: pengamatan langsung pada batang hidung, pemeriksaan rongga hidung, endoskopi hidung dan pemeriksaan radiologi berupa rontgen atau MSCT scan hidung,” jelas dr. Lidya.

    Lalu bagaimana penanganannya? “Penanganannya dapat dilakukan dengan terapi obat-obatan untuk mengurangi keluhan. Namun untuk meluruskan septum deviasi hanya dapat dilakukan dengan tindakan operasi,” imbuhnya.

    “Jenis tindakan operasi pada septum deviasi yaitu septoplasti dan reseksi submukosa. Tindakan operasi apa yg akan dilakukan disesuaikan dengan tipe septum deviasi, fasilitas RS dan kebijakan dokter operator yang menangani. Untuk kasus Septum Deviasi atau hidung bengkok, saat ini Brawijaya Hospital Depok telah dilengkapi dengan fasilitas medis modern seperti Endoscopy dan CT Scan 128 Slice, yang dapat secara detail melihat kelainan pada organ termasuk organ pada bagian wajah,” tutup dr. Lidya. (red/as)

  • Kenali Tanda dan Gejala Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak Melalui Warna dan Produksi Urine

    Kenali Tanda dan Gejala Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak Melalui Warna dan Produksi Urine

    Mediakawasan.id, Jakarta – Gagal ginjal akut misterius pada anak menjadi masalah yang menimbulkan kekhawatiran di Indonesia. Setelah melewati berbagai investigasi dan penelitian, penyebab terjadinya gagal ginjal akut misterius ini mengarah kepada keracunan bahan pelarut obat sirup. Ethylene Glycol, Diethylene Glycol, Ethylene Glycol Butyl Ether merupakan penemuan kandungan berbahaya yang beredar pada obat sediaan sirup.

    Melihat masih banyaknya kekhawatiran para orang tua dan sekaligus sebagai pencegahan di masa mendatang, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi turut mengadakan edukasi bertajuk : ‘Kenali Gejala dan Penanganan Gagal Ginjal Akut Pada Anak’, Rabu (16/10/2022).

    Pada edukasi tersebut, Dokter Spesialis Anak dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Rizqi A Wicaksana Sp.A., mengatakan bahwa ginjal yang utamanya sebagai organ ekskresi yang membuang sisa metabolisme di tubuh, dan membantu memproduksi sel darah merah perlahan rusak karena adanya kandungan senyawa kimia berbahaya yang masuk ke tubuh.

    Sebagai pemahaman dasar, dalam mengenali gejala gagal ginjal pada anak adalah produksi urine kurang dari 1 mililiter per kilogram berat badan per jam selama 6 jam dan tentunya keluhan penyerta seperti demam, muntah, tidak nafsu makan dan lainnya. “Jika ditemukan salah satu dari gejala tersebut segera periksakan kepada faskes atau rumah sakit yang bisa melakukan pemeriksaan darah sederhana, seperti ureum, kreatinin dan urinalisis”, tutur dr. Rizqi A Wicaksana.

    Pencegahan
    Konsumsi air putih turut membantu menurunkan resiko gagal ginjal akut. Urine yang baik adalah yang berwarna kuning jernih. Jika ditemukan urin berwarna lain ataupun berwarna merah darah menunjukan pertanda bahwa ada masalah pada kesehatan tubuh.

    Pada anak, laju filtrasi glomerulus (LFG) sering menjadi indikator utama dalam memantau fungsi ginjal, yaitu kecepatan filtrasi volume plasma melalui ginjal per unit waktu perluas permukaan tubuh. Pre-renal dan Post- renal. Normalnya, lebih besar atau sama dengan 100%, dan apabila ditemui dibawah atau sama dengan 60%, dokter akan melakukan tindakan atau pengobatan lanjutan atau bahkan dapat menegakkan diagnosa.

    “Dengan tetap menerapkan pola hidup sehat pada anak, salah satunya dengan pencegahan, melalui cuci tangan secara berkelanjutan, istirahat yang cukup dan konsumsi makanan sehat, bersih dan bergizi. Perhatikan pula produksi urin anak, dan menggunakan resep dokter yang terpercaya dari apotik resmi atau di rumah sakit,” pungkas dr. Rizqi A Wicaksana.

    dr. Rizqi A Wicaksana Sp.A., Dokter Spesialis Anak MRCCC Siloam Hospitals Semanggi dengan jam praktek Senin dan Rabu atau dapat dilihat di Aplikasi My Siloam. (red/*)


  • Melahirkan Lebih Nyaman dengan Metode ERACS di Brawijaya Hospital Depok

    Melahirkan Lebih Nyaman dengan Metode ERACS di Brawijaya Hospital Depok

    Mediakawasan.id, Depok- Brawijaya Hospital Bojongsari Depok, hadirkan metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS). Metode ini dikenal sebagai pengurang rasa nyeri saat operasi caesar untuk ibu hamil ketika melahirkan. ERACS juga mengoptimalkan kesehatan dan keamanan bagi ibu dan bayi baik sebelum, selama dan setelah menjalani operasi caesar.

    “Metode ini tentunya memberikan banyak kelebihan, tentunya baik ibu dan bayi akan jauh lebih nyaman,” ujar Dokter Spesialis Kandungan Brawijaya Hospital Depok dr. Nivi Chandiawati. Sp. OG.

    Nivi menuturkan, bagi ibu hamil yang akan menggunakan metode ERACS di Brawijaya Hospital Depok akan didampingi oleh dokter kandungan, dokter anestesi, dokter anak, dokter gizi, bidan dan perawat. Baik sebelum, selama dan sesudah operasi akan didampingi sehingga proses persiapan, pelaksanaan dan penyembuhan bisa lebih cepat. Jika lebih cepat, artinya akan mengurangi biaya persalinan di rumah sakit.

    Proses melahirkan dengan metode ERACS hanya butuh satu hari, proses penyembuhan setelah melahirkan. Tidak seperti pada proses operasi caesar yang biasa, dimana bisa hingga tiga hari perawatan.

    “Secara waktu bisa lebih cepat namun para pendamping dokternya lebih lengkap,” ungkapnya.

    Metode ERACS yang dilakukan disini menggunakan obat yang khusus. Sehingga ketika proses sebelum, selama dan sesudah operasi akan lebih cepat dan optimal.

    Kenyamanan ibu dan bayi setelah dilakukan ERACS juga menjadi perhatian. Misalnya saja suhu ruang yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan ibu, dan bayi yang baru lahir.

    “Pendekatan psikologis terhadap ibu yang baru melahirkan melalui operasi caesar ERACS juga lebih intens, sehingga pasien akan merasa lebih nyaman,” tutup dr. Nivi. (red/*)

  • Waspada Kepikunan, Siloam Hospitals Yogyakarta Edukasi Penyebab dan Penanganannya

    Waspada Kepikunan, Siloam Hospitals Yogyakarta Edukasi Penyebab dan Penanganannya

    Mediakawasan.id, Yogyakarta – Kata demensia menggambarkan serangkaian gejala, yaitu kehilangan memori, kesulitan berpikir dan pemecahan masalah bahkan bahasa. Demensia terjadi ketika otak mengalami penurunan kondisi karena penyakit, seperti Alzheimer, serangan stroke dan trauma kepala.

    “Secara detail, demensia merupakan kondisi penurunan fungsi otak seperti hilangnya memori dan kemampuan menilai atau juga daya ingat, pola berpikir dan akan menggangu kemandirian aktifitas penderita. Dari banyak tipe Demensia, data menunjukkan yang sering ditemukan adalah Alzheimer yang akan berhubungan dengan perubahan genetik dan protein di otak. Ada juga tipe lain seperti Demensia Vaskular yang diakibatkan gangguan pada pembuluh darah otak”, tutur dr. Lothar Matheus M. V Silalahi M.Sc, Sp.N., Dokter spesialis neurologi di Siloam Hospital Yogyakarta, Kamis (10/11) melalui bincang sehat pada aplikasi live Instagram.

    “Faktor resikonya antara lain, pertambahan usia, genetik keluarga, pola makan tidak sehat, jarang berolahraga, dan dapat juga karena merokok dan kecanduan alkohol”, ungkap dr. Matheus.

    Faktor resiko dipicu dengan beberapa kondisi seperti depresi, down syndrom, sleep apnea, hipertensi, obesitas maupun diabetes.

    Ditambahkan dokter Matheus, gejala utama penderita demensia adalah penurunan memori dan perubahan pola pikir yang tampak pada perilaku dan cara bicara, dan cenderung memburuk seiring waktu.

    Penanganan Demensia

    Screening dan deteksi dini menjadi penting, karena tindakan medis ataupun pengobatan medis modern belum dapat menjamin kesembuhan atau kembali normal pada penderita demensia. Apabila sudah ditahapan tertentu, penanganan akan dioptimalkan agar tidak memburuk atau ke tingkat keparahan selanjutnya dengan tujuan penderita dapat beradaptasi dengan kondisinya dengan kualitas hidup yang maksimal.

    Pemeriksaan saraf, mental dan yang dikenal dengan tes fungsi luhur akan mengawali tindakan diagnosa dan dilanjutkan pemindaian otak, CT scan, MRI atau PET scan dan tindakan pendukung lainnya. Beberapa terapi khusus dan penting adanya dukungan keluarga dan support lingkungan.

    “Diibaratkan sebuah rumah itulah dimensia dan salah satu ruangan di dalamnya adalah alzheimer. Dapat diartikan alzheimer adalah salah satu tipe demensia paling umum”, ungkap dr. Matheus.

    Secara berkelanjutan, konsultasi merupakan langkah tepat guna memantau perkembangan dengan penangangan yang ideal. Termasuk menjalankan pola hidup sehat, berolahraga rutin, asupan nutrisi cukup sekaligus melatih otak secara berkala. Termasuk mengelola penyakit penyerta seperti diabetes, kolesterol, hipertensi yang merupakan hal yang dapat dilakukan dalam mencegah keluhan penyakit Demensia.

    Dokter Lothar Matheus M. V Silalahi M.Sc, Sp.N., Dokter spesialis neurologi ( saraf) di Siloam Hospital Yogyakarta yang jadwal lengkapnya dapat dilihat di aplikasi MySiloam. (red/*)


  • Pentingnya Cardiac Imaging Untuk Menjaga Kesehatan Jantung

    Pentingnya Cardiac Imaging Untuk Menjaga Kesehatan Jantung

    Mediakawasan.id, BSD Tangsel- Pencitraan kardiovaskular atau cardiac imaging adalah suatu hal yang fundamental dalam mendiagnosis adanya penyakit jantung. Perkembangan teknologi di era modern kini telah memungkinkan orang tak hanya mendeteksi, namun juga mencegah dan menangani berbagai penyakit pembuluh darah yang bisa saja kita miliki. Namun sayangnya, kebanyakan orang masih berpikir bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang tua atau lansia, padahal bukan itu faktanya.

    Berdasarkan laporan dari Kemenkes RI, penyakit jantung adalah penyebab kematian terbanyak kedua di Indonesia setelah penyakit stroke. Kesehatan jantung merupakan hal yang cukup krusial dalam kesehatan manusia, karena jantung memiliki peran besar yaitu memompa darah ke seluruh tubuh kita. Bayangkan saja jika satu-satunya organ yang menjadi pusat sistem peredaran darah kita terganggu fungsinya karena suatu penyakit? Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bisa mengambil tindakan cardiac imaging sebelum hal itu bisa terjadi. Lebih jauh dengan cardiac imaging, dr. Celly Anantaria Atmadikoesoemah, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, MMedED., Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Eka Hospital Cibubur dan BSD akan menjelaskan secara rinci, namun sebelum membahas hal tersebut, ayo kita cari tahu apa saja sih faktor-faktor yang bisa menyebabkan adanya penyakit jantung?

    Faktor Penyebab Penyakit JantungBerikut adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan penyakit jantung, diantaranya:

    • Usia Penelitian telah menemukan seiring bertambahnya umur, risiko untuk terkena penyakit jantung juga akan meningkat. Biasanya, risiko penyakit jantung akan bertambah ketika kita menginjak usia 40 tahun, dan risiko tersebut akan meningkat seiringnya bertambah umur.

    • Jenis KelaminDiketahui pria lebih cenderung untuk mengalami penyakit jantung daripada wanita pada usia muda. Namun saat usia lanjut, wanita diketahui memiliki risiko lebih tinggi dari pada pria untuk terkena penyakit jantung setelah masa menopause.

    • Gaya HidupBeberapa faktor gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, hingga konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko kita dalam terkena penyakit jantung. Selain itu, pola hidup yang buruk juga dapat meningkatkan risiko kita dalam terkena penyakit-penyakit lain seperti diabetes yang bisa saja berpotensi menyebabkan timbulnya penyakit jantung.

    • GenetikMenurut American Heart Association, faktor genetik merupakan salah satu penyebab dari penyakit genetik yang tidak bisa kita hindari. Faktor ini akan diturunkan secara menurun oleh orang tua atau kakek-nenek yang memiliki riwayat penyakit jantung atau pembuluh darah.

    Mengenal Apa itu Cardiac Imaging

    Tindakan cardiac imaging adalah tes yang dilakukan untuk mendeteksi, mencegah, serta menangani penyakit jantung yang ada di dalam tubuh kita. Ada beberapa macam pencitraan kardiovaskular atau jantung yang bisa dilakukan secara non-invasif maupun invasif, yaitu:

    1. Magnetic Resonance Imaging (MRI) Cardiac ScanMRI scan adalah tindakan cardiac imaging yang menggunakan teknologi magnet dan gelombang radio dalam menganalisis serta memberikan gambaran struktur jantung. Melakukan MRI jantung dapat mengantisipasi adanya kejadian sudden death atau kematian mendadak pada pasien gagal jantung, serta pasien-pasien yang memerlukan pemasangan ICD.

    2. Computerized Tomography (CT) Cardiac ScanPada cardiac imaging CT scan, dokter akan menggabungkan serangkaian gambar sinar X yang diambil dari berbagai sudut di sekitar tubuh dan memprosesnya dengan komputer dan menghasilkan gambaran jantung dan pembuluh darah di dalam tubuh kita. CT scan jantung dapat mendeteksi adanya sumbatan dalam pembuluh darah koroner dengan keakuratan hingga 99%.

    3. EchocardiographyDigunakan untuk mengevaluasi struktur dan fungsi jantung dengan dengan menggunakan gelombang suara ultrasonik.

    4. Tomografi Emisi Positron (PET)Dan PET merupakan tindakan cardiac imaging secara invasif yang dilakukan dengan menyuntikan sejumlah pelacak radioaktif kecil ke dalam pembuluh darah. Pelacak tersebut dilepaskan untuk menghasilkan gambar komputer jantung kita dengan mendeteksi radiasi yang dilepaskan oleh pelacak. Tes ini dilakukan untuk mencari tahu kerusakan jantung setelah serangan jantung serta seberapa baik rencana perawatan jantung yang telah kita lakukan dalam perawatan.

    Yuk, sudah saatnya kita mengetahui kondisi jantung kita dengan tindakan cardiac imaging. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ketika mulai merasakan gejala-gejala dari penyakit jantung. Semoga kalian bisa hidup sehat, panjang, dan terbebas dari penyakit jantung ya! (red/*)

  • Kurangi Risiko Diabetes dengan Mengetahui Asupan Kalori Harianmu

    Kurangi Risiko Diabetes dengan Mengetahui Asupan Kalori Harianmu


    Mediakawasan.id, BSD Tangsel-Diabetes sering kali menjadi kekhawatiran banyak orang karena kehadirannya yang datang secara tiba-tiba. Penyakit ini terjadi karena meningkatnya kadar gula yang ada dalam darah melebihi batas normal. 

    Diabetes atau penyakit kencing manis bisa disebabkan akibat pola hidup tidak sehat, seperti jarangnya melakukan aktivitas fisik dan terlalu sering mengkonsumsi makanan dengan kadar kalori yang tinggi. Makanan seperti, nasi putih, telur, susu, dan selai yang biasanya kita konsumsi sehari-hari tersebut ternyata berpotensi untuk meningkatkan risiko kita dalam terkena diabetes.

    Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bisa mencegah diabetes dengan mengontrol asupan kalori kita, yaitu dengan menjaga dan menakar makanan yang kita konsumsi.

    dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, Dip.TH
    Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital BSD,
    berbagi tips untuk menjaga kadar gula dalam darah sebagai berikut:

    Berapa Asupan Kalori yang Kita Butuhkan Dalam Sehari?

    Pada dasarnya, kebutuhan kalori setiap orang itu berbeda-beda. Untuk orang dewasa, umumnya laki-laki membutuhkan 2.000 – 2.650 kalori per harinya, sedangkan perempuan membutuhkan 1.800 – 2.250 kalori per harinya. 

    Tapi untuk mengetahui pasti, kebutuhan kalori harian dapat ditemukan berdasarkan dari berat badan ideal yang kalian miliki, dengan anjuran 25 – 30 kalori per kilogram berat badan ideal kalian. Misalnya, jika kalian memiliki berat badan ideal sebesar 65 kilogram, maka anjuran kalori yang kalian butuhkan yaitu dikisaran 1.625 – 1.950 kalori per harinya.

    Namun untuk penderita diabetes, batas kalori harian biasanya dibatasi hingga 500 kalori dari total asupan kalori harian yang mereka butuhkan. 

    Bagaimana Kita Bisa Menakar Kalori Pada Makanan Kita?

    Untuk menakar jumlah kalori yang ada di dalam makanan, kita perlu mengetahui seberapa besar jumlah kalori pada makanan yang kita akan konsumsi. Jika asupan kalori harian kita berada di 1.800 per harinya, dengan mengambil asumsi kita makan tiga kali sehari, maka kita perlu setidaknya 600 kalori dalam satu kali makan. 

    Saat akan mengkonsumsi makan, perhatikan takaran antara makanan pokok, lauk, hingga cemilan yang biasa kita konsumsi. Jika perhitungan kalori harian telah mencapai batas maksimal, maka sebaiknya kita mengurangi konsumsi makanan-makanan dengan nilai kalori yang tinggi.

    Namun, takaran pangan yang paling umum bisa dikategorikan sebagai berikut:

    Makanan Pokok (Karbohidrat)
    Makanan pokok yang paling umum di Indonesia adalah nasi. Berdasarkan data dari kemenkes, jumlah kalori nasi putih per porsi yang umum yaitu 175 kalori per penyajian, dengan 1 centong nasi putih bernilai 129 kalori. 

    Ambil nasi secukupnya, setidaknya 1½ – 2 centong pada setiap penyajian. Namun untuk makanan pokok lainnya seperti roti dan jagung memiliki penakaran yang berbeda karena nilai kalorinya yang lebih rendah dibandingkan nasi putih.

    Lauk Tinggi Protein
    Pada umumnya, seorang laki-laki membutuhkan 55 gram protein dan perempuan membutuhkan 45 gram protein per harinya. 

    Dalam menakar makanan yang tinggi akan protein seperti daging, ikan, dan kacang-kacangan, kalian bisa menggunakan telapak tangan untuk menentukan besar porsi lyang akan kalian konsumsi. Untuk perempuan, samakan porsi dengan besar satu genggaman tangan, dan untuk laki-laki sebesar dua genggaman tangan pada setiap penyajian.

    Sayur-sayuran
    Penyajian sayuran juga berperan penting pada kesehatan kita, terutama jika mereka memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. 

    Sayur sendiri juga terbagi menjadi tiga jenis; yang pertama yaitu sayuran berkalori rendah yang bisa dikonsumsi bebas seperti timun dan tomat , lalu sayuran yang setiap 100 gramnya mengandung 25 kalori seperti brokoli dan wortel, dan sayuran dengan kalori tinggi seperti daun nangka dan daun singkong.

    Saran penakaran sayur itu adalah 250 gram per harinya. Oleh karena itu, kalian bisa membaginya dengan mengkonsumsi 1 mangkuk/cup kecil untuk setiap penyajian.

    Buah-buahan dan Gula
    Buah pada dasarnya memiliki kandungan gula alami yang baik untuk kesehatan tubuh kita. Namun setiap penyajiannya kita tetap harus menentukan takaran agar kebutuhan kalori kita dapat terpenuhi dengan pas.

    Penakaran kebutuhan buah kita berada di 150 gram per harinya. Nilai ini telah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selagi menjaga kadar kalori yang kita butuhkan setiap harinya.

    Untuk buah berukuran sedang seperti apel, kalian bisa mengkonsumsi 1 butir pada setiap penyajian makanan, namun untuk buah besar seperti melon dan pepaya cukup konsumsi ½ hingga ¾ buah pada setiap penyajian.

    Itu dia beberapa tips dalam mengatur takaran makanan untuk memenuhi kebutuhan kalori kalian. Yuk jauhi risiko diabetes mulai dari sekarang dengan melacak asupan kalori yang kita konsumsi setiap harinya. Karena hidup sehat dan panjang cukup dimulai dengan langkah kecil.

    Konsultasikan juga kebutuhan kalorimu dalam sehari bersama kami! (red/*)