Category: Kesehatan

  • Waspadai Benjolan pada Tubuh, Ini Kata Dokter Spesialis Bedah Brawijaya Hospital Depok

    Waspadai Benjolan pada Tubuh, Ini Kata Dokter Spesialis Bedah Brawijaya Hospital Depok

    Mediakawasan.id, Depok- Sebagian masyarakat awam beranggapan bahwa benjolan (tumor) pada tubuh bukanlah sesuatu yang membahayakan. Padahal, benjolan bisa menjadi cikal bakal kanker. Jika tumbuh tidak normal atau lebih cepat dari perkiraan, maka benjolan tersebut dapat dicurigai sebagai tumor ganas atau kanker. Untuk itu, perlu mengenali perbedaan antara benjolan yang sifatnya jinak dan yang ganas agar dapat mengambil langkah tepat selanjutnya.

    Memahami benjolan yang tumbuh di tubuh, tentunya perlu dipahami terlebih dulu tanda awalnya. dr. Feyona Sp.B, Dokter Spesialis Bedah Brawijaya Hospital Depok menjelaskan secara rinci yang dimaksud dengan benjolan (tumor) jenis, serta penanganannya.

    “Benjolan dapat ditemukan pada seluruh bagian tubuh kita mulai dari kepala sampai kaki. Yang harus diwaspadai pertama adalah bentuk benjolannya, warna dan ukurannya. Kemudian perlu diketahui juga, apakah benjolan tersebut bertumbuh secara cepat atau lambat, karena dari ciri-ciri benjolan tersebut biasanya dokter dapat menilai apakah mengarah ke keganasan atau tumor jinak,” tutur dr. Feyona.

    Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tumor merupakan suatu benjolan tidak normal, yang tumbuh di tubuh akibat adanya perubahan pertumbuhan sel-sel tubuh yang berlangsung terlalu cepat. Tumor tersebut dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yakni tumor jinak dan tumor ganas. Berikut perbedaan dan tanda awal antara keduanya:

    1.Tumor Ganas atau Kanker
    Tumor ganas (Kanker) biasanya tumbuh pesat dan cepat. Sifatnya invasif atau merusak bagian tubuh di sekitarnya. Dalam banyak kasus, bahkan bermetastasis atau menjalar ke bagian tubuh lain dan jika tidak ditangani secara tepat dan efektif akan menyebabkan kematian bagi penderitanya.

    2.Tumor Jinak
    Tumor jinak punya sifat daya tumbuh yang terbatas di daerah tertentu saja, biasanya tumbuh secara ekspansif lokal. Laju pertumbuhan tumor juga relatif lambat serta tidak menginfiltrasi atau merusak jaringan sekitarnya. Sifat tumor jinak yang tidak menjalar dan menyebar ke bagian tubuh lainnya membuat jenis tumor ini memiliki bahaya yang relatif kecil.

    “Setiap benjolan yang tumbuh di tubuh memiliki karakteristik tertentu. Anda perlu lebih waspada jika benjolan tak kunjung hilang dalam waktu lama, ukurannya semakin membesar seiring waktu, serta menyebar di bagian sekitar tumbuhnya benjolan,” ujar dr. Feyona, menjelaskan.

    Karena sifat suatu benjolan yang mengarah pada keganasan adalah agresif dan invasif, maka suatu benjolan yg mengarah pada keganasan akan bertumbuh dengan cepat, biasanya dalam hitungan bulan, kemudian juga akan menyerang organ sekitar , sehingga pada perabaan benjolan akan terasa keras dan akan menempel pada jaringan sekitar sehingga sulit digerakkan.

    dr. Feyona juga menjelaskan bahwa isi benjolan biasanya dapat berupa cairan yang kita sebut dengan kista, contohnya seperti kista ateroma yaitu suatu benjolan yang diakibatkan oleh penyumbatan kelenjar keringat. Atau dapat juga berupa jaringan padat.

    “Penting untuk memeriksakannya sedini mungkin agar dokter bisa menyarankan tindakan pengobatan selanjutnya yang tepat sesuai kondisi dan perkembangan benjolan. Hal ini dikarenakan beberapa benjolan yang merupakan tumor jinak sekalipun bisa menjadi keganasan di kemudian hari,” tutup dr. Feyona. (red/*)

  • Pertama Kalinya, RSIA Bina Medika Gelar Kompetisi Dokter Cilik 2022

    Pertama Kalinya, RSIA Bina Medika Gelar Kompetisi Dokter Cilik 2022

    Mediakawasan.id, Bintaro Tangsel-RSIA Bina Medika menyelenggarakan Grand Final Kompetisi Dokter Cilik antar Sekolah Dasar se-Tangerang Selatan (Tangsel) yang berlokasi di Transpark Mall Bintaro, Tangsel pada Rabu (2/11/2022).

    Kompetisi tersebut bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel serta Dinas Kesehatan Tangsel dalam memperebutkan Piala Dindikbud Tangsel.

    Direktur RSIA Bina Medika, Irma Rismayanty mengatakan, ada 4 sekolah yang terpilih dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara daring sejak Oktober sampai November 2022 adalah sekolah yang luar biasa. Sehingga kegiatan ini akan rutin dilakukan.

    “Dengan harapan semakin banyak sekolah yang berpartisipasi dan dokter cilik dapat dikenal luas oleh masyarakat, sehingga bisa menyebarkan penerapan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) baik di sekolah ataupun di lingkungan tempat tinggal,” ujarnya.

    Kompetisi perdana tersebut lanjut Irma, merupakan tantangan dalam menjawab soal cerdas cermat yang bervariasi. Mulai dari pengetahuan seputar Kota Tangsel, Kesehatan, UKS dan pengetahuan umum lainnya.

    “Alhamdulillah anak-anak pintar dan semangat sekali dalam menjawab soal, ditambah supporter yang luar biasa. Semoga kegiatan dokter cilik ini dapat terus berjalan ditahun-tahun berikutnya, demi terciptanya Generasi Sehat, Harapan Bangsa,” ungkap Irma.

    Head of Sales dan Marketing RSIA Bina Medika, Helky Nugroho menyampaikan, tahapan sosialisasi kegiatan telah diikuti oleh 245 Sekolah Dasar, Pelatihan Dokter Cilik dan Penyisihan Kompetisi yang di ikuti oleh 115 Sekolah Dasar (Negeri dan Swasta) se-Tangsel dan 4 Sekolah Dasar Berhasil lolos ke Babak Final yaitu SDI Cikal Harapan 1, Candle Tree School, SD Al-Fath Cirendeu dan SDIT Nur Fatahillah. Dengan pemenang adalah sebagai berikut:

    Juara 1: SDIT Nur Fatahillah
    Juara 2 : SD Al-Fath Cirendeu
    Juara 3 : SDI Cikal Harapan 1
    Juara 4 : Candle Tree School

    Pemenang Kompetisi Dokter Cilik 2022 akan menjadi Brand Ambassador RSIA Bina Medika 2022-2023, uang pembinaan, tes minat bakat, Pemeriksaan gigi dan mata, serta Pemeriksaan kesehatan umum secara gratis di RSIA Bina Medika. Juga mendapatkan fasilitas bermain sambil belajar di INAGRO a Cultural & Educational Park.

    “Pelatihan dan Kompetisi Dokter Cilik ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat dalam menerapkan pola hidup sehat dan ikut aktif dalam kegiatan UKS disekolah, serta proses kegiatan dokter cilik yang secara berkala akan terus dilakukan oleh RSIA Bina Medika. (red/rlls)

  • Pelayanan Cepat dan Akurat Bagi Pasien Penyakit Dalam dengan CT Scan 128 Slice

    Pelayanan Cepat dan Akurat Bagi Pasien Penyakit Dalam dengan CT Scan 128 Slice

    Mediakawasan.id, Depok- Penegakkan diagnosis menjadi hal penting dalam dunia medis. Untuk itu, fasilitas layanan CT Scan sangat dianjurkan ketersediaannya pada sebuah rumah sakit. Melengkapi pelayanan paripurna kepada masyarakat, Brawijaya Hospital Depok telah memiliki fasilitas CT Scan 128 Slice. Sebuah fasilitas penunjang dalam menegakkan diagnosis pada pasien yang membutuhkan. CT Scan 128 Slice merupakan alat pendeteksi terbaik/advance.

    Hal ini dikatakan oleh dr. Aru Ariadno, SpPD KGEH, dokter spesialis penyakit dalam dan ahli gastro Brawijaya Hospital Depok.”Dengan CT Scan 128 Slice dapat mendeteksi secara detail kelainan pada organ dalam seperti Paru, Jantung, rongga dada, rongga perut, pencernaan, otot, termasuk juga kelainan pada tulang. Jadi alat ini memang sangat dibutuhkan para dokter khususnya dokter spesialis penyakit dalam,” papar dr. Aru.

    Dokter ahli gastro ini juga menjelaskan bahwa, fasilitas CT Scan 128 Slice yang dimiliki Brawijaya Hospital akan semakin mempercepat proses pengobatan pada pasien tertentu. “Hasil diagnosis yang akurat akan mempercepat proses pengobatan atau penanganan pada pasien, sebab dengan diketahui lebih cepat kelainan pada organ tersebut, maka dengan cepat dokter mengambil tindakan penanganannya,” ujar dr. Aru.

    Namun demikian, dr. Aru mengatakan bahwa tidak semua pasien harus menjalani CT Scan. Tindakan CT Scan dibutuhkan pada kasus-kasus tertentu. “Dokter akan melihat masalah pada pasien tersebut, jika sudah menjalani rontgen belum tampak jelas apa masalahnya, maka dokter akan menganjurkan CT Scan. Karena rontgen hanya memotret bagian padat pada organ, sedangkan CT Scan dapat memotret secara detail hingga kebagian rongga organ,” jelas dr. Aru.

    Kesimpulannya, lanjut dr. Aru, “Fasilitas CT Scan ini merupakan alat penunjang terpenting dalam dunia kesehatan. Dengan alat ini dokter bisa dengan cepat menangani kelainan organ, pada pasien dengan gejala tertentu. Kami di Brawijaya Hospital Depok siap membantu menangani pasien dengan cepat dan akurat dengan fasilitas CT Scan 128 Slice,” tutup dr. Aru. (red/*)

  • RS Siloam MRCCC Resmikan BCCA, Pusat Layanan Kanker Payudara Komprehensif

    RS Siloam MRCCC Resmikan BCCA, Pusat Layanan Kanker Payudara Komprehensif

    Mediakawasan.id, Jakarta – Bulan Oktober diperingati sebagai Bulan Kesadaran Kanker Payudara atau Breast Cancer Awareness Month. Menurut data Globocan dan Kemenkes RI, Indonesia mencatat lebih dari 390 ribu kasus kanker baru di tahun 2020 dan sekitar 17% diantaranya adalah kasus kanker payudara. Tingginya angka kanker payudara di Indonesia membuat praktisi kesehatan mengimbau pada masyarakat untuk rutin melakukan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) dan Periksa Payudara Klinis (SADANIS) di instansi kesehatan seperti rumah sakit.

    Siloam Hospitals Group merupakan salah satu rumah sakit yang menyediakan layanan perawatan kesehatan terlengkap di Indonesia. Salah satu rumah sakit Siloam dengan layanan onkologi paling komprehensif adalah Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC) yang berlokasi di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan. Rumah sakit ini didirikan pada tahun 2011 dengan visi untuk menjadi rumah harapan (the building of hope) bagi semua pasien kanker di Indonesia. Berbagai investasi telah dilakukan di MRCCC untuk mendukung sarana, pra-sarana, dan program medis seputar penanganan kanker.

    Jumat (28/10/2022) Siloam Hospitals Group meresmikan Breast Cancer Clinic Alliance (BCCA) di MRCCC. Dengan fokus terhadap patient experience, klinik ini dibangun dengan tujuan memberikan akses yang lebih terjangkau untuk para pasien yang mencari perawatan akan kanker payudara. Klinik ini juga menyediakan layanan komprehensif seputar penanganan kanker payudara mulai dari tim dokter multidisiplin, layanan kedokteran nuklir, onkologi radiasi, klinik paliatif, serta tumor board discussions.

    Salah satu layanan unggulan di MRCCC adalah laboratorium immunohistochemistry, layanan ini hanya tersedia di 2 rumah sakit di Indonesia. Layanan laboratorium immunohistochemistry di MRCCC dapat menentukan diagnosis, terapi, dan prognosis kanker dalam waktu yang cukup singkat selama 5 hari. Sejak berdirinya, Breast Cancer Clinic Alliance telah melayani sekitar 6.000 pasien dan telah melakukan lebih dari 1.000 tindakan operasi.

    Peresmian klinik ini dihadiri oleh Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group Caroline Riady, Hospital Director MRCCC dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, MARS, Ketua Breast Cancer Care Alliance (BCCA) Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B (K) Onk, dan Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP. Acara ini juga dimeriahkan dengan talk show dan beauty demo seputar kesadaran akan kesehatan dan kualitas hidup.

    Dalam sambutannya, Caroline Riady mengatakan, “Dengan bertambahnya kasus kanker di Indonesia, fokus kami di MRCCC juga telah berubah dari specialist focused ke disease focused atau berarti berfokus pada kesembuhan pasien. Saat ini, MRCCC telah memiliki spesialisasi dan sub-spesialisasi di bidang kanker yang lengkap, didukung dengan talenta medis, teknologi, dan infrastruktur. Ke depannya, kami juga akan terus berupaya untuk menghadirkan teknologi baru demi prognosis yang lebih baik serta menyediakan perawatan yang personal, akurat, dan penuh kasih bagi setiap pasien.”

    Lebih lanjut dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, MARS mengatakan, “Kasus kanker payudara merupakan salah satu kasus kanker terbanyak yang kami rawat di MRCCC. Dengan diresmikannya Breast Cancer Clinic Alliance ini, kami berharap dapat terus mengembangkan layanan onkologi kami dengan program yang inovatif sehingga dapat memberikan layanan yang terjangkau bagi para pasien. Peresmian klinik ini juga mendukung tujuan kami untuk menyediakan layanan onkologi dengan one-stop service yang paling komprehensif di Indonesia.” (red/*)


  • Tegakkan Diagnosis, Brawijaya Hospital Depok Lengkapi Layanan dengan CT Scan 128 Slice

    Tegakkan Diagnosis, Brawijaya Hospital Depok Lengkapi Layanan dengan CT Scan 128 Slice

    Mediakawasan.id, Brawijaya Hospital Depok berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan pelayanan berkualitas. Di antaranya adalah dengan penambahan jenis fasilitas kesehatan sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan lebih lengkap, dan dapat memberikan kepuasan pada masyarakat. Brawijaya Hospital Depok saat inu telah memiliki CT Scan sebagai fasilitas kesehatan baru, untuk penegakkan diagnosis, dan melihat hasil terapi pengobatan yang telah dilakukan.

    dr. Iin indra pertiwi Sp.PD., spesialis penyakit dalam Brawijaya Hospital Depok menyatakan rasa syukur dengan kehadiran fasilitas baru tersebut. Dia mengatakan bahwa, CT Scan sangat diperlukan, terutama untuk penyakit dalam yang sulit didiagnosis pada pemeriksaan fisik, atau ronsen biasa.

    “Dengan ct scan kita bisa melihat lebih detail kelainan pada organ tersebut, CT Scan juga bisa dilakukan secara serial untuk melihat keberhasilan terapi yang dilakukan,” ujar dr. Iin menambahkan.

    Menurut dr. Iin, yang berpraktek di Brawijaya Hospital Depok, CT Scan 128 Slice yang dimiliki oleh Brawijaya Hospital Depok merupakan fasilitas terbaik, dengan tingkat akurasi yang sangat tajam.

    “Dengan alat ini kami bisa melihat kasus kelainan pada seluruh organ, baik itu kepala, dada, perut dengan sangat detail. Jadi jika ada tumor bisa dilihat seberapa besar tumornya, dan sudah menyebar ke organ mana saja. Selain itu, dengan ct scan juga bisa dilihat hasil terapi yang dilakukan apakah berhasil atau tidak.”

    Agar pemeriksaan melalui CT Scan bisa berjalan maksimal, menurut dr. Iin, pasien akan diberi tahu tentang tata laksana penggunaan CT Scan. Untuk pasien dewasa atau anak yang takut berada ruang sempit, maka sebaiknya pasien akan dianestesi atau dibius terlebih dahulu. Namun, untuk pemeriksaan CT Scan di Brawijaya Hospital, pasien tidak usah khawatir karena ruangan dan fasilitas penunjang layanan tersebut dirancang senyaman mungkin, dengan gambar dinding, alunan musik dan suhu ruang yang terjaga dengan baik, sehingga pasien akan merasa nyaman dan tidak takut, ” papar dr. Iin yang juga menyebutkan durasi pemeriksaan CT Scan yakni sekitar 30 menit. (red/*)

  • Waspada Kanker Payudara dengan SADARI

    Waspada Kanker Payudara dengan SADARI

    Mediakawasan.id, Serpong Tangsel-Payudara sangat identik dengan wanita, perkembangan organ tubuh pada payudara biasanya terjadi bersamaan dengan seorang anak gadis memulai menstruasi pertama kali. Namun sayangnya hal ini tidak dibarengi dengan edukasi pentingnya menjaga dan memperhatikan kesehatan payudara, seperti pemeriksaan payudara sendiri atau biasa dikenal dengan istilah SADARI (PerikSA PayuDAra SendiRI). Tak jarang benjolan yang ditemukan di daerah payudara terabaikan sehingga telah mengganas dan menyebar ke organ lain karena ketidaktahuan adanya bahaya yang mengintai di balik itu.

    Kanker payudara merupakan kanker dengan jumlah angka kejadian tertinggi pada perempuan di dunia. Di Indonesia sendiri, penyakit ini memiliki angka kejadian dan angka kematian yang cukup tinggi, sehingga menempati urutan pertama dari sepuluh penyakit kanker terbanyak. Faktanya bahwa setiap jam terjadi 6 kasus kanker payudara di Indonesia.

    Tingkat keganasan dari kanker payudara dibagi menjadi 4 stadium (tingkat). Semakin rendah stadiumnya, semakin mudah untuk diobati dan semakin tinggi tingkat kesembuhannya. Sebaliknya adalah semakin tinggi stadiumnya, menandakan penyebaran kanker telah meluas, seperti ke area payudara yang lainnya, tulang, hati bahkan dapat menyebar ke tempat yang terjauh sekalipun, misalnya otak.

    Menurut Dr. Febriyanto Kurniawan, Sp.B(K) Onk, Konsultan Bedah Kanker Eka Hospital BSD, metastasis kanker payudara adalah stadium paling lanjut dari kanker payudara. Pada kondisi ini, sel kanker sudah menyebar ke area lain, seperti tulang, otak, hati, atau paru-paru. Penyebab dari terjadinya metastasis kanker payudara adalah menyebarnya sel kanker melalui kelenjar getah bening atau pembuluh darah di dekatnya.

    Dokter Febri menambahkan dewasa ini era pengobatan kanker sudah sangat jauh berbeda, jika pada tahun 80an pasien yang menderita kanker payudara pasti operasi, kemoterapi dan radiasi.

    “Saat ini kita bisa memilah milih spesifikasi pengobatan kanker. Dampaknya adalah tidak semua pasien kanker harus dilakukan kemoterapi, jadi pengobatannya yang dilakukan tergantung pada stadium yang diderita, semakin dini stadium, makin ringan pengobatannya. Bahkan ada yang cukup hanya dengan operasi tanpa harus diberikan therapi lanjutan lainnya, cukup observasi”, katanya menjelaskan.

    Dokter Febri juga kembali mengingatkan bahwa, sudah seharusnya edukasi dasar tentang kesehatan payudara telah dipahami oleh kaum wanita dan menjadi penting untuk mengetahui ciri-ciri dari kanker payudara. Karena semakin dini diketahui, semakin mudah untuk diobati.

    Ada beberapa ciri-ciri ketika seseorang mengalami keadaan payudara abnormal:

    1. Munculnya benjolan di payudaraDengan rutin melakukan SADARI, seorang wanita akan memahami apabila terjadi benjolan pada payudaranya. Apabila penderita memiliki faktor risiko tertentu hal ini menjadi perlu untuk diwaspadai, apalagi bila benjolan terasa cepat membesar pada periode tertentu, meski terkadang tanpa rasa sakit juga nyeri.

    2. Perubahan pada kulit payudaraBiasanya kulit payudara akan menjadi kemerahan seperti terjadi iritasi, dengan tekstur seperti kulit jeruk dan permukaan kulit tertarik ke arah dalam.

    3. Perubahan pada putingKeluarnya cairan atau darah pada puting yang tidak kunjung sembuh, juga puting tertarik masuk ke dalam.

    Dokter Febri menyarankan deteksi dini dengan melakukan SADARI dapat dilakukan secara mandiri pada hari ke 7-10 setelah menstruasi setiap bulannya. Juga yang tak kalah penting melakukan pemeriksan USG payudara bagi setiap wanita yang memiliki keluhan.

    Bagi wanita usia 40 tahun dan memiliki faktor risiko sebaiknya rutin menjalani pemeriksan USG payudara atau mammografi. Karena dengan pemeriksan teratur sedini mungkin penanganannya bisa efektif dan juga bisa disembuhkan secara tuntas.

    Saat ini Eka Hospital telah memiliki Pusat Kanker Terpadu Eka Hospital yang bernama Eka Tjipta Widjaja Cancer Center (ETWCC). Pusat Kanker Terpadu Eka Hospital didukung oleh tim dokter onkologi yang sangat lengkap. Berbagai subspesialisasi di bidang onkologi seperti dokter bedah onkologi, onkologi medis, onkologi anak, onkologi kandungan hingga onkologi urologi siap membantu pasien dalam memberikan pilihan terapi terbaiknya.

    Tim dokter onkologi Eka Hospital ini sudah terhubung dalam satu Center of Excellence bernama ETWCC yang dipimpin langsung oleh seorang chairman, Dr.dr.Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk, M.Epid, MARS. Dengan kehadiran Pusat Kanker Terpadu, Eka Hospital percaya bahwa pasien kanker memiliki harapan kesembuhan yang tinggi apabila ditangani dengan segera dan diiringi dukungan medis yang baik. Bila Anda atau keluarga mengalami gejala seperti di atas, segera periksakan diri Anda. (red/rlls)

  • Pfizer Mendorong Kemajuan Pendidikan Bioteknologi Kesehatan di Indonesia

    Pfizer Mendorong Kemajuan Pendidikan Bioteknologi Kesehatan di Indonesia

    Mediakawasan.id, Jakarta- Pfizer Indonesia, bersama dengan Ikatan Program Studi Bioteknologi Indonesia (IPSBI), hari ini membahas berbagai upaya dengan Pemerintah dan stakeholder terkait untuk mendorong kemajuan pendidikan bioteknologi kesehatan di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan sebagai pembuka dari rangkaian program HigherHeight 2022 yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, tenaga pengajar serta mahasiswa yang unggul dalam bidang bioteknologi kesehatan di Indonesia.

    Program HigherHeight berupaya untuk mengakselerasi transformasi talenta kesehatan dalam kerangka transformasi kesehatan nasional melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi dosen dan mahasiswa bioteknologi kesehatan di Indonesia.

    Pada tahun ini, program Higher Height difokuskan pada penguatan kapasitas dosen dan peneliti bioteknologi kesehatan di mana 14 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia akan mengikuti program ini. Para dosen dan peneliti akan mendapatkan pelatihan dan kesempatan bertukar pikiran terkait berbagai topik, mulai dari advanced genomics, real world data hingga rantai pasok vaksin dengan lembaga riset dan industri bioteknologi kesehatan tingkat dunia.

    Saat diluncurkan tahun lalu, program HigherHeight diikuti oleh lebih dari 120 mahasiswa dan dosen dari 10 perguruan tinggi di Indonesia. Tenaga pengajar dan peneliti merupakan ujung tombak dalam mencetak generasi penerus yang unggul untuk mendorong kemajuan bioteknologi kesehatan di Indonesia. Kami berharap HigherHeight sebagai platform kolaborasi industri dan perguruan tinggi dapat turut mendorong dan menginspirasi penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan, serta inovasi-inovasi yang transformatif, ungkap Dr. Listya Utami Karmawan, Ketua IPSBI, dalam paparannya di seminar yang digelar pada 14 Oktober 2022.

    Lebih lanjut Listya menyoroti masih terbatasnya alokasi anggaran penelitian dan pengembangan di Indonesia. Idealnya, dana riset suatu negara ialah 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Tapi pada 2018, pengeluaran dana riset di Indonesia hanya 0,2 persen terhadap PDB nasional. Sementara pengeluaran dana riset negara-negara lain seperti Malaysia sudah mencapai 1,3 persen terhadap PDB nasional mereka.

    Nora T. Siagian, selaku Presiden Direktur Pfizer Indonesia, berharap bahwa HigherHeight sebagai platform kolaborasi biotekologi kesehatan Indonesia dapat menjadi wadah bagi dosen dan peneliti bioteknologi kesehatan di tanah air untuk berjejaring dengan komunitas global.

    Di Pfizer, kami percaya bahwa pengembangan sumber daya manusia sama pentingnya dengan penekanan pada penguatan penelitian dan pengembangan. Kami berharap pelatihan yang didapat melalui program ini, serta tukar pengalaman dengan pakar-pakar dunia bisa bermanfaat untuk kemajuan bioteknologi kesehatan di Indonesia.

    Turut hadir membuka program HigherHeight tahun ini secara daring, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan berbagai terobosan di bidang bioteknologi kesehatan telah banyak kita rasakan manfaatnya, seperti dalam pengembangan obat, terapi, dan juga alat deteksi.

    Aset terpenting yang harus kita jaga dan kita tingkatkan adalah kualitas sumber daya manusia. Diperlukan talenta terbaik Indonesia yang mampu memanfaatkan teknologi ini. Memanfaatkan datanya, menciptakan pembaruan dan menjadi produk yang dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, kata Menteri Budi Gunadi dalam sambutannya.

    Dalam seminar tersebut, beberapa tokoh nasional juga turut hadir mengisi diskusi seperti Direktur Ketahanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Roy Himawan, F.arm., Vice President, Global Innovation Policy, the Information Technology & Innovation Foundation Stephen Ezel, serta Direktur Eksekutif International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) Inge Sanitasia Kusuma, M.M. (red/rlls)

  • Sinergi dengan Persatuan Diabetes, Siloam Hospitals Balikpapan Beri Edukasi Cegah Luka Diabetes

    Sinergi dengan Persatuan Diabetes, Siloam Hospitals Balikpapan Beri Edukasi Cegah Luka Diabetes

    Mediakawasan.id, Kalimantan Timur-Persatuan Diabetes Cabang Balikpapan bersama Siloam Hospitals menggelar serangkaian kegiatan yang bermanfaat bagi kesehatan, Minggu (16/10) di Siloam Hospitals Balikpapan, jalan Mt. Haryono 23, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

    Selain edukasi kesehatan, giat sehat yang diikuti lebih dari 100 peserta komunitas senam diabetes ini juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan, di antaranya, deteksi dini kadar gula darah, pemeriksaan mata, konsultasi gizi dan konsultasi penyakit dalam.

    Dalam sambutannya, Ketua PERSADIA Balikpapan dr. Lukman Hatta S, Sp.PD dan Direktur Siloam Hospitals Balikpapan dr. Danie Poluan M. Kes., menyambut positif sinergi dari dua institusi ini. Sinergi diharapkan sebagai momentum guna menunjukkan semangat positif untuk hidup lebih sehat, melalui adanya edukasi dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

    Perawatan Luka Pada Pasien Diabetes

    Penyakit Diabetes, umum dikenal sebagai penyakit gula (kencing manis), merupakan penyakit kronis dengan kondisi peningkatan kadar gula darah (glukosa) dibatas ambang normal, yang berlangsung secara periodik dan disertai dengan berbagai gejala penyerta.

    Dokter Arie Wibisono Sp.BP-RE., dari Siloam Hospitals Balikpapan dalam edukasinya bertema ‘Perawatan Luka Pada Pasien Diabetes’ mengatakan bahwa, penyakit kronis ini umumnya diidap masyarakat dengan beberapa faktor resiko, antara lain usia di atas 40 tahun, riwayat keluarga, kegemukan, stress psikologi, dan lain sebagainya.

    “Gula digunakan tubuh untuk diolah menjadi energi, pengolahan gula darah memerlukan insulin yang cukup untuk menghasilkan energi. Pola hidup dan konsumsi gula berlebih ditambah dengan faktor resiko tersebut dapat menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah, sehingga kadar insulin tidak mencukupi untuk bisa mengolah gula menjadi energi, sehingga memaksa pankreas sebagai sumber insulin bekerja lebih keras. Apabila kondisi ini berlangsung lama, pada kondisi tertentu pankreas akan mengalami kondisi kelelahan. Akibatnya, insulin tidak bekerja maksimal dan masih banyak gula yang tidak terserap,” tutur dr. Arie Wibisono.

    Lanjutnya, “Selain dapat berdampak pada komplikasi organ dalam tubuh, pengidap Diabetes harus mewaspadai timbulnya luka terbuka pada kulit, khususnya luka di kaki,” imbuhnya.

    Ulkus diabetikum adalah luka terbuka mirip borok yang muncul di bagian bawah kaki penderita diabetes yang tidak terkontrol. Apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat, luka diabetes di kaki dapat terjadi infeksi dan mengalami komplikasi sampai parahnya harus dilakukan amputasi.

    Kabar baiknya, luka diabet masih bisa dicegah dan disembuhkan tergantung derajat lukanya. Dengan perawatan luka yang adekuat disertai dengan kontrol gula darah rutin dan pola hidup sehat dapat membuat luka diabet sembuh secara normal.

    Menurut dr. Arie Wibisono yang merupakan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik ini, penanganan luka diabetes secara optimal dapat dilakukan melalui Konsultasi rutin dengan dokter, yang salah satunya akan menjelaskan derajat luka diabetes dan penanganannya.

    “Secara umum, timbulnya luka pada kaki penderita diabetes disebabkan karena kedua kaki kerap dipakai beraktifitas/ bergerak. Gangguan fungsi akibat rusaknya syaraf tepi pada penderita diabetes menyebabkan penurunan hingga hilangnya sensasi nyeri pada kaki, sehingga bila terbentuk luka di kaki akan berpotensi terjadi infeksi dan semakin berat,” ungkap dr. Arie Wibisono.

    “Yang harus kita pahami, yakni dasar penanganan secara sederhana dari pasien luka diabetes yaitu dengan membersihkan lukanya, kemudian dikeringkan dan dilembabkan, termasuk rutin merawat dan membersihkan kuku, serta memakai alas kaki dimanapun berada, dengan bahan kaos kaki dan pakaian yang tidak sempit atau ketat”, jelas dr. Arie Wibisono dihadapan 100 peserta edukasi.

    Dia juga menganjurkan pasien untuk menutup luka dengan perban, kontrol kadar gula secara rutin, memperhatikan luka, jika terjadi tanda timbulnya infeksi segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

    Pada akhir sesi edukasinya, dr. Arie Wibisono menjelaskan mengenai derajat luka dengan skala 0 hingga 5, yaitu : Skala 0, luka masih belum tampak terlihat. Skala 1, kulit kaki berwarna Kemerahan. Skala 2, Kulit tidak utuh seperti berdaging berwarna merah. Skala 3, kulit kaki lebih dalam atau tebal, terlihat jaringan lemak berwarna kuning. Skala 4, kulit kaki lebih dalam terlihat tendon berwarna putih mengkilap dengan tulang terlihat berwarna krem. Dan Skala 5, yang merupakan tingkat kerusakan tertinggi, luka pada kulit terlihat tertutup oleh jaringan mati bahkan timbulnya nanah yang menutupi dasar luka.

    “Prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati sangat berlaku kepada luka diabetik. Kontrol gula darah, dan ketahuilah ada fase dimana kadar gula darah turun dan naik, mengelola stress diimbangi konsumsi makanan sehat dan berolahraga teratur, termasuk hindari merokok dan minuman beralkohol adalah pola hidup sehat yang dianjurkan”, pungkas dr. Arie Wibisono, yang jadwal prakteknya dapat dilihat dengan mendownload aplikasi MySiloam. (red/rlls)

  • Eka Hospital Gelar Health Talk Kehamilan Risiko Tinggi

    Eka Hospital Gelar Health Talk Kehamilan Risiko Tinggi

    Mediakawasan.id, Bekasi- Kehamilan merupakan salah satu kondisi yang digunakan untuk menggambarkan periode saat janin berkembang dalam rahim. Biasanya, proses kehamilan berlangsung selama 40 minggu atau lebih dari sembilan bulan. Namun, tak jarang ibu hamil juga memiliki komplikasi yang bisa mengakibatkan proses kelahiran menjadi lebih cepat.

    Menyikapi sejumlah masalah yang terjadi pada kehamilan, Eka Hospital Cibubur menggelar Health Talk secara online dan offline. Health Talk membahas mengenai Kehamilan Risiko Tinggi dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya masing- masing, antara lain dr. Purnawan Senoaji, Sp.OG, KFM (Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Konsultan Fetomaternal), dr. Markz Rolland Mulia Pargomgom Sinurat, Sp.JP, FIHA (Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah), dr. Felix Firyanto, Sp.PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam).

    Pada kesempatan tersebut dr. Purnawan membawakan materi mengenai kehamilan risiko tinggi, yaitu kehamilan yang bisa berpotensi masalah pada ibu dan janin, yang jika tidak termonitoring dan tertangani dengan baik maka akan menyebabkan komplikasi pada ibu dan janin.

    “Pada sesi ini saya akan membahas terkait sejumlah kondisi pada ibu yang bisa menyebabkan kehamilan berisiko tinggi. Tentunya hal ini bertujuan agar ibu hamil mengetahui dan mengerti kemungkinan-kemungkinan yang bisa membahayakan ibu dan janin. Dengan mengenal faktor risiko ini, maka dokter dan pasien akan bisa berusaha mengatasi setiap kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi,” jelas dokter Purnawan di sela- sela Health Talk, pada Sabtu (15/10).

    Tidak hanya dari sisi kandungan, dampak dari komplikasi kehamilan juga berisiko pada jantung seperti aritmia pada ibu hamil. Seperti yang dipaparkan oleh dr. Markz bahwa aritmia adalah penyakit gangguan irama jantung dimana denyut jantung berdetak terlalu pelan, terlalu cepat bahkan tidak teratur. Aritmia bisa terjadi pada semua golongan umur, mulai dari bayi, anak, dewasa dan pasien lansia.

    Pasien aritmia pada wanita hamil kadang mengalami beberapa keluhan, seperti berdebar akibat denyut jantung tambahan atau denyut jantung yang tinggi, pandangan gelap, pingsan hingga membutuhkan evaluasi dan penanganan lebih lanjut,” ungkap dokter spesialis jantung tersebut.

    Sementara itu, dr. Felix menambahkan terkait diabetes gestasional. Diabetes pada ibu hamil atau yang lebih dikenal dengan diabetes gestasional adalah kondisi serius yang bisa menyebabkan komplikasi kehamilan.

    Seperti diabetes pada umumnya, kondisi ini ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Diabetes yang terjadi saat hamil bukan hanya dapat mempengaruhi ibu namun juga janin dalam kandungan.

    Seperti diketahui diabetes gestasional rata-rata terjadi minggu ke-24 dan ke-28 usia kehamilan. Ibu hamil yang terkena diabetes, biasanya tidak menunjukkan gejala. Kalaupun ada, gejala diabetes gestasional tersebut sangatlah jarang terjadi.

    Pada sebagian orang, ciri-ciri gula darah tinggi pada ibu hamil yang bisa menjadi tanda diabetes saat hamil adalah sering merasa haus, mudah kelelahan, sering lapar, banyak makan, sering buang air kecil, penglihatan kabur hingga mulut kering.

    Dokter Felix menekankan, jika tidak ditangani dengan benar, mengidap diabetes saat hamil dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol yang bisa berbahaya untuk ibu dan janin.

    Apabila seorang Ibu Hamil sudah mengalami penyakit penyerta sebelum masa kehamilan, ada baiknya cermat dalam memilih dokter spesialis kandungan seperti memilih konsultan fetomaternal. Dokter fetomaternal akan berkolaborasi dengan dokter-dokter spesialis lainnya dan dapat membantu sang ibu melewati proses kehamilan. (red/rlls)

  • Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Siloam Hospitals Ambon Gelar Edukasi Kesehatan Jiwa Agar Sehat Produktif

    Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Siloam Hospitals Ambon Gelar Edukasi Kesehatan Jiwa Agar Sehat Produktif

    Mediakawasan.id, Ambon Maluku- Eksistensi dan manfaat kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik dan mental setiap manusia. Keberadaan mental/jiwa yang sehat tidak mungkin didapatkan dengan tubuh yang sakit, begitu pula sebaliknya. Kesehatan mental/jiwa yang terganggu lama berdampak pada kesehatan tubuh dan sangat mempengaruhi produktivitas dan kenyamanan dari si penderita.

    Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dari Siloam Hospitals Ambon, dr David Santosa Tjoei SpKJ MARS FISQua., mengatakan, kesehatan jiwa manusia dapat dipengaruhi oleh pola perilaku, sensitivitas dan cara pandang/Pola berpikir. Ketiga hal mendasar ini mencakup kesehatan emosional, psikologis, dan sosial budaya, dari periode tumbuh kembang manusia sejak kecil hingga dewasa

    “Tahapan kehidupan seseorang dilengkapi oleh hadirnya jiwa sekaligus tahapan kehidupan ini sangat membutuhkan kesehatan mental (jiwa) dalam menjalaninya”, tutur dr. David Santosa, pada Senin (10/10/2022), melalui edukasi kesehatan jiwa dalam momentum Hari Kesehatan Jiwa Internasional setiap tanggal 10 Oktober.

    Melalui edukasi kesehatan jiwa ini disampaikan pula bahwa, Kesehatan Jiwa merupakan suatu penyakit yang dapat menjadi kronis dan menimbulkan konflik kehidupan jika tidak ditangani oleh setiap manusia atau lingkungan keluarga dari si penderita.

    “Akan menjadi penyakit jika sejumlah faktor ini tidak ditangani akibat ketidaktahuan seseorang dalam menyerap informasi tentang kesehatan jiwa atau kesehatan mental seseorang”, ungkap dr. David Santosa.

    Disampaikan dr. David, sejumlah faktor yang akan berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang adalah :

    1. Biologis (genetik, gangguan otak dan lainnya)

    2. Edukatif (Pola asuh dan traumatik)

    3. Social Culture, melalui peran Lingkungan dan kehadiran Sosial Media pada peran teknologi.

    Dokter Spesialis Jiwa ini menambahkan, gejala awal gangguan kesehatan mental dapat diketahui melalui perubahan pola makan dan tidur, cenderung menutup diri dari interaksi dengan orang lain, tubuh dirasakan sering lemah letih lesu, keluhan kesehatan di banyak ‘titik’ dalam tubuhnya.

    Dan beberapa tampilan fisik yang mendukung diagnosis seperti : Pupil pada organ Mata, raut wajah, sikap yang tidak konsisten, interpersonal buruk dan lain sebagainya.

    Penanganan

    Menjaga kesehatan mental sebenarnya tidak sulit jika menerapkannya secara rutin. Banyak hal-hal yang perlu dilakukan dan dihindari agar kesehatan mental/kesehatan jiwa terjaga, yaitu mengelola faktor biologis, sosial dan menerapkan pola asuh secara rutin berkualitas.

    dr. David Santosa mengatakan bahwa faktor biologis dapat dicegah dengan farmakologi, asupan gizi seimbang dan menghindari pemakaian obat terlarang atau narkoba. Adapun turut diimbangi dengan kualitas dari Faktor edukatif.

    “Peran penting Orangtua memberi didikan dengan kasih sayang pada anak, namun tidak terlalu dimanja atau ada ketegasan dalam menyikapinya. Faktor kenyamanan lingkungan dan pola interaksi turut berperan menjaga kesehatan jiwa ini”, ungkap dr. David Santosa.

    Penanganan kesehatan jiwa secara medis dapat dilakukan melalui diagnosis mengacu pada, The Diagnostic and Statical manual ofental Disorders (DSM) diiringi pemeriksaan fisik penunjang, farmakologi, pengadaan sejumlah terapi termasuk stimulasi otak maupun saraf.

    Dalam edukasi sesi tanya jawab, dr. David Santosa menyampaikan bahwa Gangguan jiwa tidak menyeluruh disebabkan oleh persoalan karakter dan akibat Genetik (turunan) dapat disembuhkan meskipun tidak secara keseluruhan.

    “Gangguan ini pada harfiahnya dapat ditangani. Seseorang bisa memotifasi dirinya atau mengikuti motivasi dari orang lainnya, misalnya dari para penyandang disabilitas. Ikuti keinginan untuk ‘move on’ dari rasa trauma dan perbanyak beribadah berinteraksi dengan doa dan rohani”, pungkas dr. David Santosa di akhir edukasinya yang bertajuk “Make Mental Health and Well Being For All a Global Priority”.

    Guna mengikuti jadwal praktek dr David Santoso Tjoei SpKJ MARS FISQua., Spesialis Kedokteran Jiwa di Siloam Hospital Ambon dapat dilakukan pafa hari Senin Dan Kamis Sore atau dapat dilihat di Aplikasi MySiloam.

    Siloam Hospital Ambon, rumah sakit berlokasi di bilangan Sultan Hasanudin, Hative kecil, Sirimau Kota Ambon, Maluku. (red/rlls)