Category: Kesehatan

  • Eka Hospital Jadi Official Medical Partner APPI Bagi Para Pesepakbola Profesional Indonesia

    Eka Hospital Jadi Official Medical Partner APPI Bagi Para Pesepakbola Profesional Indonesia

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan– Eka Hospital resmi menjadi medical partner Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mewadahi lebih dari 800 pesepakbola yang bermain untuk liga 1, liga 2, liga 3, dan timnas putri. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh drg. Rina Setiawati selaku Chief Operating Officer (COO) Eka Hospital Group dan Andritany Ardhiyasa selaku Presiden Eksekutif Komite serta M. Hardika Aji selaku CEO APPI. Disaksikan oleh dr. Donny Kurniawan, Sp.K.O, Subsp. ALK (K) dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Eka Hospital BSD sekaligus Anggota Eksekutif Komite APPI serta pesepakbola profesional untuk klub Bali United FC, Ramdani Lestaluhu.

    “Saya berharap kerjasama ini dapat membantu para atlet sepak bola Indonesia untuk menggunakan haknya dalam mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik, tepat dan cepat. Dengan mengusung tagline #selalusiap menjadikan bukti nyata bahwa Eka Hospital Group selalu siap untuk membantu serta memberikan solusi pengobatan dan kesehatan para atlet”, ujar drg. Rina Setiawati.

    CEO APPI M. Hardika Aji menjelaskan bahwa kerjasama yang terjalin merupakan harapan bagi para atlet sepak bola untuk mendapatkan perlindungan kesehatan agar siap bertanding dan kembali berkompetisi di lapangan serta siap untuk memenangkan setiap pertandingan. “APPI sangat concern pada kesehatan para atlet karena kesehatan merupakan aset penting, dengan cara memberikan jaminan kesehatan yang bernilai bagi setiap anggotanya. Kedepannya kami juga akan menggarap fasilitas kesehatan tidak hanya bermanfaat bagi para atlet, tapi juga untuk keluarga”, ungkap Aji.

    Sebelumnya Eka Hospital juga merupakan Official Medical Partner klub sepak bola Persija Jakarta dan  klub sepakbola PSPS Riau dalam bentuk pelayanan kesehatan berupa perawatan atlet yang mengalami cedera serta layanan Pre-Competition Medical Assessment, juga layanan Medical Check Up rutin.

    Para atlet sepak bola anggota APPI akan mendapatkan pelayanan kesehatan dengan layanan fasilitas khusus bagi atlet yang menggunakan BPJS Ketenagakerjaan. Eka Hospital sendiri telah bekerjasama baik dengan BPJS Ketenagakerjaan yang selama ini berkomitmen penuh mendukung para atlet yang membutuhkan penanganan khusus.

    Eka Hospital telah menangani puluhan tindakan bagi atlet sepakbola yang seringkali mengalami cedera tulang belakang, lutut, dan bahu. Para atlet akan ditangani oleh para dokter profesional dan berpengalaman yang terdiri dari konsultan tulang belakang, lutut dan panggul serta konsultan kedokteran olahraga. Digawangi oleh Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine, Gatam Institute siap melayani kebutuhan para atlet Indonesia dengan menerapkan digitalisasi dan teknologi modern yang saling terintegrasi.

    Setelah menjadi pionir dalam menghadirkan operasi tulang belakang dengan teknik robot navigasi kelas dunia, Eka Hospital juga menghadirkan O-arm untuk mendukung operasi tulang belakang, khususnya untuk kasus skoliosis. O-arm 2 merupakan teknologi baru di Indonesia yang berfungsi seperti CT Scan portable. Mesin ini dapat diintegrasikan dengan robot navigasi exelcius GPS, sehingga akurasi robot GPS semakin tinggi. Keunggulan lain dari penggunaan O-arm ini, tidak perlunya CT Scan pra-operasi, gambar detail dan real-time, serta dosis radiasi yang jauh lebih rendah sehingga O-arm merupakan perfect partner dalam melakukan operasi robotik. Tak hanya itu Pro Axis Table akan mempersingkat waktu operasi serta memperkecil risiko terjadinya cedera pada pasien.

    Sementara itu, dalam rangka mewujudkan visi dan misi Eka Hospital menjadi pusat rujukan kedokteran olahraga yang membantu para atlet mencapai performa maksimum, Rina Setiawati dalam kesempatan yang sama juga memperkenalkan layanan barunya yakni Sport Medicine Eka Hospital dimana fasilitas berupa gym center, functional training area, running track, weight training area, fitness test, dan new building akan dibuka Senin hingga Sabtu mulai pukul 08.00-20.00 WIB didampingi langsung oleh dr. Donny Kurniawan, Sp.K.O, Subsp.ALK (K), dr. Mochamad Zulfar Aufin, Sp.K.O, dan dr. Maria Lestari, B.Med.Sc, PGDip.SEM, Sp.K.O yang semuanya merupakan dokter spesialis kedokteran olahraga. Sehingga mulai dari penanganan cedera hingga pasca pengobatan, kerjasama dilakukan secara sinergi dan kolaboratif yang tentunya akan mengurangi rasa kecemasan para atlet.

    “Selain penanganan bagi para atlet yang mengalami cedera, nantinya kami akan berkolaboasi juga untuk melakukan gelaran kampanye kesehatan secara rutin dalam bentuk kelas edukasi dengan topik kesehatan yang berbeda-beda pada setiap musim sesuai dengan kebutuhan para atlet dan diselenggarakan secara berkala,” tambah Aji.

    Dalam pelayanan kesehatan bagi para atlet sepakbola anggota APPI nantinya para atlet akan menggunakan platform digital SehatQ, untuk bisa melakukan konsultasi dengan dokter-dokter yang ada di Eka Hospital secara daring (online) dan terhubung langsung dengan aplikasi APPI, sehingga memudahkan para atlet untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesegera mungkin. (Red/*)

  • Sambut Usia 12 Tahun Komitmen Siloam Hospitals Jambi Tingkatkan Kualitas Layanan

    Sambut Usia 12 Tahun Komitmen Siloam Hospitals Jambi Tingkatkan Kualitas Layanan

    Mediakawasan.id,  Jambi – Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi kebutuhan primer bagi semua lapisan masyarakat. Tidak hanya layanan maupun tindakan yang dapat mempengaruhi kenyamanan para pasien pun keluarga pasien, tetapi manajemen dengan sistem informasi rumah sakit yang terorganisir sesuai dengan Visi dan Misi perusahaan, juga sangat diperlukan. Hal ini yang mendasari perjalanan Rumah Sakit Silom Jambi hingga memasuki usia ke 12 tahun pada Sabtu 19 Februari 2023.

    Perayaan HUT Rumah Sakit Siloam Jambi kali ini mengangkat tema Bright Future Begins Here. Diharapkan, melalui HUT ke 12 tahun ini dapat membawa Siloam Hospitals Jambi semakin lebih baik lagi.

    CEO RS Siloam Jambi,  Andry Sjamsu EMBA.MM.MARS., mengatakan bahwa Pandemi covid 19 yang melanda Indonesia sejak tiga tahun yang lalu, menjadi pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga, khususnya secara medis dan lingkup manajemen rumah sakit siloam Jambi.

    “Karenanya, tema yang kita angkat pada HUT Siloam kalo ini yakni ‘Bright Future Begins Here’, yaitu bahwa kita harus menyongsong masa depan yang lebih baik. Terutama pasca badai covid yang bisa kita lalui. Dari pengalaman tersebut, ada banyak hal yang kita peroleh guna peningkatan kualitas layanan”, tutur Andry Sjamsu.

    Dikatakannya bahwa ke depan ada banyak rencana dalam pengembangan RS Siloam yang tentunya butuh dukungan dari berbagai pihak.

    “Ada banyak hal yang akan kita tingkatkan secara kualitas dan layanan. Tentunya ini butuh dukungan dari semua aspek. Baik nakes, dokter, dokter spesialis dan semua pihak agar RS Siloam semakin baik lagi,” imbuh Andry menambahkan.

    Dimeriahkan Siloam Fashion Week
    Sementara itu, dr. Dini Paramita Defrin.MMRS,  Direktur RS Siloam mengatakan bahwa HUT RS Siloam kali ini turut dimeriahkan melalui acara bertajuk Siloam Fashion Week. Yakni, setiap tamu undangan dan karyawan Siloam yang hadir menggunakan pakaian terbaik. Tujuannya jelas, agar kualitas layanan kelak diiringi dengan penampilan terbaik.

    Pada momen HUT Siloam ini, juga diberikan penghargaan kepada dokter dan karyawan yang dianggap telah berkontribusi dengan sangat baik dalam pengembangan RS Siloam diantaranya Best Doctor 2022, best medical employee, best non medical employee.

    “Tentunya apresiasi ini kami berikan untuk memotivasi dokter dan karyawan agar terus memberikan pelayanan terbaik kepada pasien yang telah memilih RS Siloam sebagai tempat pelayanan kesehatan. RS Siloam juga memberikan apresiasi kepada dr.Sutomo Talkah.Sp.A., sebagai longest services doctor in Siloam Hospitals Jambi karena dedikasi beliau sampai dengan usia pensiun mengabdikan diri memberikan pelayanan kesehatan di RS Siloam Jambi”, pungkasnya.

    Rumah Sakit Siloam Jambi merupakan salah satu rumah sakit yang memiliki fasilitas terlengkap di Jambi dan mengusung konsep penangan kesehatan terkini bagi masyarakat di Sumatera Tengah. Rumah sakit tersebut dilengkapi dengan peralatan modern seperti 64 Slice CT Scan, 1.5 Tesla MRI, mamograf, dan enam unit dialisis sejak tahun 2011.

    Letaknya yang strategis di samping Bandara Sultan Thaha, Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Siloam Jambi siap melayani pasien-pasien yang memerlukan perawatan dan evakuasi medis darurat.

    Bahkan, ada beberapa fasilitas kesehatan terbaru yang ada di siloam untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, seperti cath lab untuk pasien penyakit jantung dan pembuluh darah, bedah minimal invasif untuk tindakan Bedah, Urologi,dan Ortopedi dan Perimetri untuk menunjang fasilitas di Medical Check Up, serta fasilitas lainnya seperti klinik nyeri (pain clinic). Selain itu juga adanya pengembangan pelayanan untuk mom and child, termasuk vaksin anak serta layanan home visit

    Siloam Hospitals Jambi memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan hadirnya aplikasi ‘my siloam’, yaitu masyarakat bisa membuat janji temu dengan dokter yang diinginkan, memantau kesehatan dan berbagai informasi lainnya. (Red/*)

  • Gandeng RSPI Bintaro, BinPlaz Jaya Gelar Talkshow Kesehatan Gizi dan Olahraga

    Gandeng RSPI Bintaro, BinPlaz Jaya Gelar Talkshow Kesehatan Gizi dan Olahraga

    Mediakawasan.id, Bintaro -Plaza Bintaro Jaya menggelar seminar kesehatan tentang gizi dan olahraga, dengan tema

    dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT (K) Hip and Knee memaparkan tips menjaga kesehatan sendi kepada pengunjung Plaza Bintaro Jaya, Sabtu 11 Februari 2023.

    Marketing Communication Plaza Bintaro Jaya, Deviena Sagala mengatakan acara tanya jawab seputar masalah kesehatan gizi dan olahraga ini sengaja digelar bagi pengunjung Plaza Bintaro Jaya dan sejumlah komunitas.

    Menurut Deviena, pihaknya bekerjasama dengan Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro dengan menghadirkan dua dokter spesialis gizi dan dokter spesialis ortopedi, traumatologi, konsultan panggul dan lutut.

    Pada sesi pertama acara, pengunjung mendengarkan edukasi dari dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK yang berbicara banyak mengenai asupan gizi seimbang dan pentingnya menjaga pola makan yang sehat.

    Lalu sesi kedua ada dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT (K) Hip and Knee yang berbicara mengenai kiat-kiat berolahraga demi menghindari cidera pada persendian, terutama bagi usia lanjut.

    “Jadi event ini adalah salah satu dari kalender event Plaza Bintaro Jaya untuk menjawab kebutuhan beberapa followers kita di Instagram, yang memang menginginkan adanya acara kesehatan. Dan ini adalah acara perdana kami yang bekerjasama dengan RSPI Bintaro,” ucap Deviena, Sabtu, 11 Februari 2023.

    Menurutnya, Plaza Bintaro Jaya berharap dengan terselenggaranya talkshow ini dapat memberi pengetahuan baru bagi pengunjung dan melaksanakan anjuran dari dua dokter spesialis tersebut, demi hidup yang lebih sehat.

    “Kami berharap pengunjung Plaza Bintaro Jaya merasakan manfaat dari acara ini dan pengunjung bisa belajar mencintai diri dengan memperhatikan kesehatan tubuh,” tandasnya.

    Sementara itu salah seorang pengunjung yang ikut dalam talkshow, Berti Tilarso mengapresiasi acara tersebut. Menurutnya, acara bertemakan kesehatan seperti ini bermanfaat bagi pengunjung, terutama juga buat pengunjung usia lanjut.

    “Saya melihat acaranya bagus, menambah pengetahuan dan jadi lebih semangat dalam menjaga kesehatan,” ujar Berti. (red/*)

  • Dokgi Dental Clinic BSD Dipercaya Sebagai Tempat Perawatan Gigi Finalis Puteri Indonesia Daerah Banten

    Dokgi Dental Clinic BSD Dipercaya Sebagai Tempat Perawatan Gigi Finalis Puteri Indonesia Daerah Banten

    10 finalis Puteri Indonesia Daerah Banten saat melakukan pengecekan gigi di Dokgi Dental Clinic BSD, Minggu (29/01).

    Mediakawasan.id, BSD City- Dipercaya menjadi klinik gigi yang akan menjaga kesehatan dan estetika gigi finalis Puteri Indonesia Daerah Banten 2023, Dokgi Dental Clinic BSD City berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.“Kami sangat bangga karena terpilih sebagai klinik yang akan melakukan perawatan kesehatan dan estetika gigi dan gusi para finalis Puteri Indonesia Daerah Banten 2023. Tentunya kami mendukung penuh event ini, dan akan memberikan pelayanan terbaik bagi para puteri,” tutur drg. Alexander Bryan dan drg. Indriani Kusno, owner Dokgi Dental Clinic BSD, Minggu (29/01/2023).

    Lebih lanjut Indriani menjelaskan bahwa para puteri akan mendapatkan perawatan gigi seperti meratakan gigi tanpa pemasangan kawat gigi, scaling hingga bleaching atau pemutihan gigi untuk pemenang pertama Puteri Indonesia Banten.

    Pemenang pertama Puteri Indonesia Banten, Salsabila Dinitasari (tengah) berfoto dengan drg. Indriani Kusno DiplClinDent (Orth), MSc Orth (UK) dan drg. Alexander Bryan.

    “Di sini para Puteri akan mendapatkan perawatan dengan nyaman dan tanpa rasa nyeri, karena Dokgi dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang akan membuat pasien merasa tenang, didukung oleh tenaga medis yang handal, alat teknologi yang canggih dan teknik pengerjaan khusus yang akan membuat pasien merasa relax, hingga akan melupakan rasa sakitnya,” ujar drg. Indri.

    Selain didukung oleh dokter gigi berpengalaman, Dokgi Dental Clinic juga sangat memperhatikan kenyamanan pasien.

    Pemenang pertama Puteri Indonesia Daerah Banten, Salsabila Dinitasari, saat melakukan perawatan gigi di Dokgi Dental Clinic BSD.

    “Disini pasien akan merasa nyaman dan tidak takut ke dokter gigi, karena mereka bisa tiduran sambil mendengarkan musik atau menonton film dari youtube premium atau netflix yang sengaja kami sediakan, untuk menambah kenyamaan pasien, kami juga sangat memperhatikan kebersihan dan sterilisasi, di antara dengan menyiapkan 1 APD untuk 1 pasien. Jadi saat pasien kedua masuk, dokter, asisten dokter itu harus mengganti APD, untuk ruang perawatan pun kami bersihkan dahulu baru kemudian mempersilahkan pasien kedua masuk, dan begitu seterusnya,” papar drg. Indri.

    Sementara itu, pemenang pertama Puteri Indonesia Daerah Banten, Salsabila Dinitasari menyatakan rasa terimakasih kepada Dokgi Dental Clinic BSD. ” Baru pertama kesini, menurut saya Dokgi Dental Clinic sangat nyaman, bersih, sejuk, harum, dan ruang perawatannya sangat baik, serta pelayanannya sangat memuaskan,” ujar Salsabila. (red/*)

  • Kenali Gejala Stroke Dini dan Pengobatannya

    Kenali Gejala Stroke Dini dan Pengobatannya

    Mediakawasan.id, Jawa Timur – Health Talk yang bertajuk Gejala Stroke Dini dan Pengobatannya oleh dr Suwito Pantoro Sp.S, FINS,FINA yang dihelat oleh Siloam Hospitals Surabaya pada 12 Januari 2023.

    Stroke adalah manifestasi klinis akut disfungsi neurologis akibat gangguan aliran darah ke sebagian sel otak, medulla spinalis atau retina. yang dapat menimbulkan kematian dan sering menimbulkan kecacatan seumur hidup. Kenali Gejala Stroke Dini dan pengobatannya agar dapat mencegah dampak penyakit stroke yg dapat menimbulkan kematian dan kecacatan stroke .

    Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi nasional stroke adalah 13,5 per 1000 penduduk. Data yang diperoleh tahun 2012-2014, jumlah stroke iskemik sebesar 80%, dan sisanya sebesar 20% adalah stroke hemoragik.

    Data kemenkes 2021 bahkan menyebutkan bahwa stroke sekarang merupakan penyebab kematian no 1 di indonesia dan kecacatan no 1 di dunia , dan WHO pada hari stroke dunia th 2022 mengatakan bahwa 1 orang diantara 4 orang akan mengalami kejadian serangan stroke sepanjang hidupnya.

    Stroke secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu stroke sumbatan dan pendarahan. ”Stroke sumbatan secara umum dapat dikelompokkan menjadi stroke iskemik trombosis dan emboli. sedangkan stroke perdarahan dapat disebabkan pecahnya pembuluh darah karena hipertensi, aneurisma, dan AVM ( kelainan pembuluh darah).”

    Gejala Stroke

    Manifestasi stroke ataupun gejala stroke yang muncul sangat tergantung kepada daerah otak yang terganggu aliran darahnya. WHO mengenalkan akronim / singkatan BEFAST agar masyarakat lebih cepat tanggap / kenal gejala stroke lebih dini agar bisa mendapat pengobatan seawal dan semaksimal mungkin sehingga kematian dan kecacatan akibat stroke dapat di cegah. B adalah pusing, sakit kepala, kehilangan keseimbangan ; E adalah gangguan penglihatan ; F adalah wajah nya mencong A, adalah kelemahan tangan / kaki / keduanya S adalah bicaranya pelo, tidak jelas / tidak dapat bicara; dan T adakah kapan waktu mulai timbul gejala dan harus segera ke sarana kesehatan untuk mendapat kepastian penyakit dan mendapat pengobatan secara cepat dan tepat.

    Lanjut dr Suwito, “Pengobatan Stroke akut secara umum dapat dibagi dalam beberapa aspek ,yaitu: pengobatan terhadap stroke nya sendiri, penanganan variabel fisiologi yang terjadi setelah stroke, seperti tekanan darah, gula darah dan suhu tubuh, penanganan masalah medis yg terjadi akibat adanya stroke, termasuk penanganan saluran napas, jantung, kecukupan cairan dan metabolik, pencegahan luka, peningkatan tekanan intrakranial dan serta rehabilitasi.”

    “Pengobatan stroke iskemik akut secara spesifik sendiri meliputi : 1. Reperfusi (mengalirkan darah kembali) 2. mencegah perluasan kerusakan sel. 3. mencegah serangan stroke berulang sesegera mungkin,” tutup dr Suwito Pantoro Sp.S, FINS,FINA Neurology dari Siloam Hospital Surabaya yang jadwal prakteknya juga dapat dilihat di aplikasi My Siloam. (red/*)

  • Dibalik Ginjal yang Sehat, Terdapat Tubuh yang Kuat

    Dibalik Ginjal yang Sehat, Terdapat Tubuh yang Kuat

    Mediakwasan.co.id, Mataram NTB- Siloam Hospitals Mataram Nusa Tenggara Barat kembali menggelar Health Talk (bincang sehat), dalam rangka sosialisasi Kelamatan dan Kesehatan Kerja (K3), (17/12). Bincang sehat kali ini mengangkat tema “Ginjal Sehat Bebas Batu dan Tubuh Kuat”. Hadir sebagai nara sumber dr. Pebrian Jauhari Sp.U.

    Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) mendefinisikan Batu Saluran Kemih sebagai pembentukan batu di saluran kemih, yang dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebab dan gejalanya. Batu Saluran Kemih atau dalam bahasa ilmiahnya Urolithiasis akan menghambat peredaran yang berasal dari ginjal hingga uretra.

    Batu pada saluran Kemih akan menyebabkan antara lain; Gangguan Saluran Urin, Gangguan Metabolik, Infeksi Saluran Kemih, Dehidrasi dan Idiopatik.

    Menurut dr Pebrian Jauhari, faktor resiko batu ginjal dapat terdiagnosis pada rentan usia 30 – 50 tahun dan dengan perbandingan resiko 3:1 antara laki-laki dan perempuan.

    Dia juga menjelaskan tatalaksana penanganan batu ginjal, yang dapat dilakukan melalui pemeriksaan penunjang Laboratorium dan Radiologi, yakni Tindakan ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsy) dan PCNL ( Percutaneous Nephro Litholapaxy).

    “Tatalaksana untuk menurunkan rasa nyeri adalah dengan melakukan terapi konservatif ataupun ekspulsif medikamentosa, ESWL, Endourologi dan Pembedahan,” tegas dr. Pebrian.

    “Data menunjukan angka rata rata kekambuhan adalah 7% atau kurang lebih 50% pada kurun waktu 10 tahun terakhir. Adapun untuk pencegahannya dengan menghindari dehidrasi dan memenuhi kebutuhan air putih harian 2-3 Liter, melakukan diet rendah protein, oksalat, garam dan purin. Serta medikamentosa pada pengidapnya yaitu dengan terapi sebagai pengobatan atau minum obat secara oral, pil, kapsul, suntik hingga infus,” tutup dr. Pebrian yang jadwal prakteknya dapat dilihat di aplikasi My Siloam. (red/*)


  • Operasi Jantung Minimal Invasif, Kurangi Resiko Nyeri Berlebih

    Operasi Jantung Minimal Invasif, Kurangi Resiko Nyeri Berlebih

    Mediakawasan.id, Saat ini ada dua metode yang digunakan untuk melaksanakan operasi jantung, yakni metode operasi jantung terbuka dan operasi jantung dengan metode minimal invasif.

    Metode operasi jantung terbuka merupakan pendekatan tradisional, di mana dokter bedah akan membuat sayatan panjang vertikal pada dada. Kemudian, dokter akan membuka rusuk untuk mendapatkan akses ke jantung. Sedangkan pada metode bedah minimal invasif dokter hanya menggunakan sayatan kecil untuk menyisipkan alat bedah khusus.

    Minimal invasif pada kasus bedah jantung adalah operasi dengan rendah risiko, seperti nyeri, bekas luka parut, infeksi, dan perdarahan berlebih. Namun penting untuk diketahui bahwa operasi jantung minimal invasif tidak dapat dilakukan. Salah satu contohnya adalah pada prosedur transplantasi jantung. Prosedur ini membutuhkan sayatan besar untuk mengangkat dan mengganti jantung yang sakit.

    Dokter biasanya mengevaluasi apakah pasien dapat menjalani operasi jantung minimal invasif atau tidak. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk memastikan operasi jantung minimal invasif adalah pilihan terbaik bagi pasien. Jika bukan, maka dokter akan memilih operasi jantung terbuka.

    Hadir pada seminar kardiologi yang digelar Siloam Hospotals sebagai peringatan Hari Kesehatan Nasional pekan lalu, dokter spesialis jantung Rumah Sakit Jantung Diagram (Siloam Hospitals Cinere) , dr. Heston G.B. Napitupulu SpBTKV (K)., menjelaskan tentang operasi jantung dengan metode minimal invasif, adalah sebagai berikut:

    “Umumnya dapat dilakukan pada kondisi: 1. Perbaikan atau penggantian katup jantung – Operasi jantung minimal invasif dilakukan bila salah satu katup telah menyempit atau mengeras.

    2. Perbaikan lubang di jantung – Beberapa orang memiliki lubang di antara kedua bilik jantung mereka. Ada juga yang memiliki lubang di antara atrium kiri dan kanan mereka. Kedua kondisi tersebut memengaruhi aliran darah di jantung. Keduanya diobati dengan menutup lubang menggunakan patch.

    3. Operasi bypass arteri koroner (CABG) – Operasi jantung minimal invasif dapar digunakan pada pasien dengan arteri yang tersumbat. Operasi ini dilakukan untuk mengembalikan aliran darah normal ke otot jantung. Dengan vena sehat yang dicangkokkan dari bagian tubuh yang lain dan kemudian dihubungkan ke arteri yang tersumbat. Operasi ini memberi darah rute lain untuk sampai ke otot jantung. Sehingga, mengurangi risiko gagal jantung dan serangan jantung.

    Tatalaksana Operasi Jantung dengan metode Menimal Invasif

    Menurut dr. Heston, sebelum prosedur dipilih dan dilaksanakan, pasien perlu menjalani tes darah dan urin serta rontgen dada. Ketiganya memberikan informasi kepada dokter bedah status terkini dari jantung dan kesehatan pasien.

    “Pasien akan dicek kondisinya, termasuk kondisi gigi, karena infeksi gigi adalah salah satu penyebab sakit pada jantung,” ucap dr. Heston.

    “Setelah itu, pasien akan dihubungkan ke monitor EKG. Mereka juga diberi anestesi yang membuat pasien tertidur selama operasi. sehingga tidak akan merasakan sakit. Pasien juga akan dihubungkan dengan sejumlah tabung. Ada tabung yang terhubung ke respirator untuk membantu pasien bernapas. Ada juga digunakan untuk mencegah udara dan cairan mengumpul di perut. Ini membantu memastikan, pasien tidak akan merasa sakit dan kembung, saat terbangun. Tabung tipis juga dimasukkan ke dalam kandung kemih. Ini mengumpulkan urin selama operasi,” papar dr. Heston.

    Setelah memastikan semua baik, dokter bedah akan memulai dengan membuat sejumlah sayatan kecil di dada. Dokter bisa menggunakan alat yang disebut thoracoscope dalam bedah torakskoskopik. Alat ini adalah tabung panjang dengan yang terpasang di ujungnya. Kamera bertugas mengambil gambar area bedah. Gambar kemudian diproyeksikan ke monitor di ruang operasi.

    “Dengan cara itu dokter bisa melihat jantung dengan jelas. Kemudian, alat bedah kecil disisipkan melalui sayatan lainnya. Dokter bedah akan menggunakan alat tersebut untuk melakukan perbaikan yang diperlukan,” kata dr. Heston.

    “Dokter bedah juga bisa menggunakan lengan robot dalam bedah jantung berbantu robot. Dokter akan mengendalikan lengan robot menggunakan konsol komputer. Manfaat utama dari metode ini adalah memungkinkan ahli bedah melakukan operasi dengan lebih presisi dan terkontrol,” jelas dr. Heston.

    “Pasca operasi, pasien akan tetap terhubung ke mesin yang memantau fungsi jantungnya. Pasien juga akan diberikan obat, nutrisi, dan cairan melalui jalur intravena, diberikan oksigen untuk membantu mereka bernapas dengan benar, dan setelah iti baru pasien bisa dipindahkan ke unit perawatan intensif di mana mereka akan menerima perawatan yang dibutuhkan,” tutup dr. Heston. (red/*)

  • Peringati Hari Kesehatan Nasional, Siloam Hospitals Gelar Seminar Kardiologi

    Peringati Hari Kesehatan Nasional, Siloam Hospitals Gelar Seminar Kardiologi

    Mediakawasan.id, Jakarta- Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada November, Siloam Hospitals mengadakan seminar kardiologi dengan tema ‘Advances Clinical in Cardiology’.

    Salah satu narasumber terkait topik Advance Management on Cardiac Surgery, dr. Maizul Anwar, SpBTKV (K) menyampaikan, tindakan bedah jantung yang dapat dilakukan di Siloam sebagian dilakukan dengan metode minimal invasive procedure pada torakotomi kiri.

    “Dengan metode ini, tingkat mortalitas untuk tindakan CABG di Siloam sebesar 1,6%’,” kata Maizul dalam seminar itu.

    Narasumber lain, dr. Dicky Aligheri, SpBTKV (K) di topik yang sama juga menyampaikan, seringkali hasil prosedur yang kurang baik disebabkan oleh kesalahan diagnostik yang berujung pada prosedur pengobatan yang kurang tepat untuk pasien, bahkan dikontradiksikan pada tindakan diseksi pada aorta.

    “Dengan pesatnya kemajuan manajemen dalam bedah jantung, kami berharap kecepatan dan ketepatan diagnostik pasien dapat meningkat sehingga yang akhirnya dapat meningkatkan kesempatan untuk sembuh sebesar 1% per jam,” jelas Dicky.

    Wakil Presiden Direktur Siloam, Caroline Riady menyampaikan, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional dan merayakan pencapaian Siloam terkait tindakan kardiologi.

    “Kami berharap banyak masyarakat Indonesia yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan jantung dan pembuluh darah. Siloam Hospitals akan terus berinvestasi dan melayani seluruh masyarakat Indonesia untuk mencegah dan menangani penyakit kardiovaskular dan menuju Indonesia yang lebih sehat,” ungkapnya.

    Seminar ini dihadiri oleh spesialis kardiologi ternama yang tergabung di dalam jaringan rumah sakit Siloam, antara lain dari Siloam Lippo Village, Siloam Kebon Jeruk, Siloam TB Simatupang, RS Jantung Diagram, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) dan Siloam Agora.(red/*)

  • Dukung Program Kesehatan Masyarakat, KTKI Gelar Pertemuan Hybrid

    Dukung Program Kesehatan Masyarakat, KTKI Gelar Pertemuan Hybrid

    Mediakawasan.id, Surabaya– Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 31/M Tahun 2022 diantaranya adalah Konsil Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Konsil Teknik Biomedik, Konsil Kebidanan, Konsil Keperawatan, dan Konsil Keterapian Fisik, mengadakan pertemuan pada, Jum’at, 2 Desember 2022, di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Jl. Ahmad Yani No. 118, Ketintang, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertemuan tersebut dikoordinasi oleh dr. Riswahyuni Widhawati, M.Si yang biasa disapa sebagai dr. Riris (Kepala Divisi Keprofesian Konsil Kesmas).

    Pertemuan dihadiri 4 Konsil KTKI yang mewakili tugas masing-masing Konsil, Tenaga Kesehatan yang terkait dalam menjalankan tugas dan fungsi Konsil masing-masing Tenaga Kesehatan, yaitu memfasilitasi dukungan pelaksanaan tugas konsil masing-masing Tenaga Kesehatan, melakukan evaluasi tugas Konsil masing-masing tenaga kesehatan dan membina dan mengawasi konsil masing-masing tenaga kesehatan.

    Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Mahkota Dewa, di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Lantai 3 ini, dihadiri 11 orang anggota KTKI hadir didampingi oleh Tim Ses KTKI sebanyak 3 orang. 11 orang yang mewakili 5 Konsil yang hadir adalah dr. Riswahyuni Widhawati, M.Si (Konsil Kesmas), Winda Wirasa, S.T.,M.T. (Konsil Teknik Biomedika), Dr.Untung Sujianto, S.Kp., M.Kes (Konsil Keperawatan), Her Basuki, S.Kp.,M.Kes (Konsil Keperawatan), Ahmad Syakib, SKM., S.Ft., MKM (Konsil Keterapian Fisik), Dhanny Widhata Mahardika, B.Sc.PO (Konsil Teknik Biomedika), Asep Fihtri Hilman, S.Si,M.Pd (Konsil Teknik Biomedika), Arin Supriyadi,Ftr, M.Fis (Konsil Keterapian Fisik), Rahayu Astuti, S.K.M., MKM (Konsil Kebidanan), Ida Ayu Citarasmi, SST, MKM (Konsil Kebidanan), Jatmiko Rinto Wahyudi, S.ST, M.P.H (Konsil Keterapian Fisik). Tim Ses KTKI yang mendampingi saat ini adalah Mas Peri Padli, Mas Hilman dan Mas Sigit.

    Kegiatan kali ini diselenggarakan secara hybrid, dihadiri oleh sebanyak 90 orang peserta luring dan 50 orang peserta daring. Unsur peserta yang diundang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota seluruh Jawa Timur, Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Tepadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten/Kota Jawa Timur, Organisasi Profesi (OP) (dihadiri oleh 5 Konsil), dan Perguruan Tinggi Kesehatan seluruh Jawa Timur.

    Pembukaan dilakukan oleh Kasi Sumber Daya Manusia Kesehatan : Evie Effendi Tri Cahyono, SKM, M.Kes., yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

    dr Riris mewakili anggota KTKI yang hadir mengatakan, “Pertemuan ini harus dimaknai sebagai hal yang sangat penting, sosialisasi harus sampai ke anggota OP dan dimanfaatkan sebaik mungkin, untuk memajukan program kesehatan Indonesia dan membantu masyarakat dengan menciptakan tenaga kesehatan yang berkompeten dan terlegalisasi dalam pelayanan kesehatan seluruh Indonesia. Pembinaan dan pengawasan merupakan salah satu upaya meningkatkan penyelenggaraan kinerja.”

    Ia juga berharap seluruh OP dapat bekerja sama sehingga proses pembinaan dan pengawasan dapat berjalan dengan baik. (red/@RWd)

  • Waspada Aritmia Jantung! Kondisi yang Bisa Menyerang Kapan Saja Bahkan Saat Tidur

    Waspada Aritmia Jantung! Kondisi yang Bisa Menyerang Kapan Saja Bahkan Saat Tidur

    Mediakawasan.id, BSD Tangsel – Kematian mendadak atau Sudden Adult Death Syndrome (SADS) belakangan ini menjadi perbincangan banyak orang setelah jumlahnya meningkat semenjak pandemi COVID-19. Beberapa pesohor diketahui mengalami kematian mendadak bahkan di usia muda.

    Kondisi ini diketahui menjadi penyebab kematian nomor satu di Amerika Serikat dan banyak menyerang orang dewasa, terutama laki-laki di umur 30-40an.Meski terdapat banyak faktor, SADS sering diasosiasikan dengan gangguan irama jantung atau aritmia jantung. Hal ini dikarenakan diduga banyak kasus kematian mendadak seperti saat tidur disebabkan karena adanya gangguan irama jantung fatal (maligna) yang tidak terdeteksi sebelumnya. Jumlah pasien dengan gangguan irama jantung yang fatal sangat sedikit sekali dibandingkan dengan jumlah pasien aritmia, tetapi akibatnya sangat fatal dan bisa menyebabkan kematian mendadak.

    Dalam kondisi jantung sehat, aritmia jantung mungkin tidak akan mengganggu kesehatan Anda. Namun jika Anda memiliki suatu kondisi atau kelainan yang bisa menyebabkan aritmia jantung terjadi terus menerus, maka gangguan ini bisa saja menyebabkan masalah kesehatan dan terburuknya henti detak jantung mendadak yang menyebabkan kematian.

    Dokter Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA, Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia Eka Hospital BSD, memberikan edukasinya terkait aritmia jantung sebagai berikut:

    Apa itu Aritmia Jantung?

    Aritmia jantung merupakan gangguan yang menyebabkan gangguan pada detak jantung dimana interval detaknya bisa menjadi lebih cepat, lebih lambat atau tidak teratur. Aritmia adalah penyakit yang tergolong sebagai silent killer, yaitu penyebab kematian yang minim atau hampir tidak menunjukan gejala sama sekali

    Bahkan, penderita penyakit ini bisa saja akan terlihat dalam keadaan sehat dan bugar sebelum akhirnya menyerang mereka. Akibatnya, banyak orang yang terlambat untuk mendapatkan pertolongan karena penyakit ini menyerang di saat yang tidak terduga, seperti saat tidur.

    Penyebab dan Faktor Risiko Aritmia Jantung

    Aritmia jantung disebabkan oleh aktivitas sinyal listrik yang tidak normal dan menyebabkan irama detak jantung menjadi tidak stabil. Kondisi tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor, mulai dari bawaan genetik, penyakit jantung koroner, kelainan otot jantung, gangguan elektrolit, penyakit bawaan lainnya seperti diabetes, hingga penggunaan obat-obatan dan gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi alkohol.

    Gejala dari Aritmia Jantung

    Meskipun sebagian besar kasus Aritmia tidak menunjukan gejala, ada beberapa gejala awal dari Aritmia yang bisa Anda waspadai, seperti: Sakit kepala,
    Detak jantung tidak beraturan (bisa lebih cepat, bisa lebih lambat), Sering kelelahan, Pingsan/ pandangan gelap,
    Nyeri dada, Sesak napas, Kejang.

    Beberapa gejala lain yang tidak disebutkan mungkin juga bisa dirasakan tergantung dari kondisi penderitanya. Gejala-gejala tersebut bisa timbul kapan saja, baik itu saat penyakit masih ringan atau saat penyakit sudah memburuk. 

    Mendeteksi Aritmia Jantung

    Mendeteksi aritmia mungkin akan sulit jika dilakukan secara mandiri. Selain gejalanya yang tidak menentu, sifatnya yang silent killer membuat kondisi ini semakin sulit untuk dideteksi dan bisa menyerang kapan saja. Maka, cara yang paling efektif dalam mendeteksi apakah Anda memiliki kelainan pada irama detak jantung adalah dengan memeriksakan diri kepada dokter. 

    Dalam mendeteksi aritmia jantung, dokter dapat menganalisis aktifitas listrik jantung Anda secara langsung dengan menggunakan alat seperti elektrokardiogram (EKG) atau holter, pemeriksaan penunjang lain berupa ekokardiografi, tes treadmill atau melakukan pemeriksaan invasif berupa pemeriksaan listrik jantung (studi elektrofisiologi), yang merupakan standard baku emas untuk diagnosa gangguan aritmia. Anda juga bisa melakukan pemeriksaan skrining genetik melalui tes DNA untuk mengetahui apakah tubuh Anda memiliki mutasi genetik yang berpotensi untuk menimbulkan terjadinya aritmia jantung walaupun pemeriksaan ini belum bisa dikerjakan di negara kita.

    Namun ada 1 hal yang bisa Anda lakukan secara mandiri untuk mengantisipasi aritmia jantung, yaitu dengan menghitung denyut nadi Anda. Caranya yaitu dengan menempelkan 2 jari pada denyut nadi di pergelangan tangan atau bagian leher samping Anda, lalu hitung denyut nadi selama 1 menit dengan bantuan stopwatch. 

    Detak jantung yang normal umumnya akan berdetak sebanyak 60 – 100 kali dalam 1 menit, sehingga jika Anda menemukan jumlah detak jantung Anda berada di atas, di bawah normal atau tidak beraturan, segera periksakan diri Anda kepada dokter.

    Pencegahan Aritmia Jantung

    Sayangnya, aritmia saat ini tidak bisa dicegah dan diobati. Namun Anda dapat mengantisipasi dan menurunkan risikonya dengan rutin memeriksakan diri Anda kepada dokter, terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kematian mendadak yang disebabkan oleh aritmia atau riwayat keluarga dengan kematian di usia muda.

    Selain itu, penerapan hidup sehat juga sebaiknya dilakukan untuk menurunkan risiko dari aritmia, seperti:

    *Menghindari konsumsi alkohol, 
    Mengurangi asupan makanan berlemak tinggi.

    *Mengelola stres dengan bijak
    Rutin melatih jantung dengan berolahraga.

    Mari waspadai kehadiran aritmia jantung dari sekarang, karena tindakan kecil yang Anda lakukan sekarang dapat menentukan masa depan Anda di kemudian hari.