Category: Kesehatan

  • Laparoskopi Jadi Pilihan, Dokter Spesialis Obgyn Brawijaya Hospital Depok Menjelaskan

    Laparoskopi Jadi Pilihan, Dokter Spesialis Obgyn Brawijaya Hospital Depok Menjelaskan

    Mediakawasan.id, Depok- Laparoskopi menjadi alternative pembedahan minimal invansif. Metode bedah yang sering disebut dengan operasi lubang kunci ini, hanya membutuhkan sayatan kecil pada perut sekitar 3-4 sayatan kecil. Secara estetik, metode Laparoskopi tidak menimbulkan guratan yang berarti pada perut pasien. Tak heran jika metode Laparoskopi kini menjadi trend operasi, bagi mereka ingin tetap memiliki tampilan perut yang cantik dengan minimal resiko kejadian keloid.

    “Laporoskopi itu berasal dari kata Laparo (Abdomen/perut) dan Oskopi (Melihat melalui scope kamera). Operasi Laporoskopi dilakukan hanya dengan membuat sayatan kecil pada bagian perut, sekitar 0,5-1 cm berbeda dengan operasi bedah konvensional dimana sayatannya cukup besar pada perut hingga sepanjang belasan sentimeter. Melalui sayatan kecil ini akan dimasukan alat berupa tabung yang nanti nya diproyeksikan pada monitor video untuk melihat seluruh rongga dalam bagian perut pasien, mulai dari panggul, rahim, hingga bagian atas rongga perut. Melalui monitor, dokter akan melakukan proses tindakan pengobatan ataupun diagnosis pasien. Karena sayatannya kecil, maka resiko yang ditimbulkannya juga sangat kecil, untuk itu metode ini juga sering dikatakan dengan istilah, minimal invansif,” tutur dr. Indra Gazali Sp.OG. FMAS. DMAS. F.ART. FICRS, dokter spesialis Obgyn Brawijaya Hospital Depok, saat dikunjungi di ruang prakteknya, pada Rabu (29/06).

    Menurut dr. Indra, Ada banyak keuntungan bagi pasien yang mengambil tindakan Laparoskopi, kenapa? “Karena dilakukan dengan sayatan kecil maka resiko infeksi menjadi lebih kecil, yang biasanya diakibatkan oleh terpaparnya organ dalam perut dengan lingkungan luar berupa bakteri dari luar ke dalam perut yang terbuka. Disamping itu sayatan yang kecil mengurangi resiko pendarahan, sehingga angka kejadian anemia dan kebutuhan transfusi darah selama dan sesudah pembedahan pun berkurang. Dan dengan sayatan kecil tersebut, rasa nyeri setelah operasi cukup minimal dan tidak lama, sehingga lebih sedikit analgesia (obat penahan sakit) yang diperlukan.

    Berbeda dengan proses Laparotomi atau operasi bedah konvensional, proses pemulihan pada pasien tindakan Laparoskopi lebih cepat. “Tidak terlalu lama dan pasien sudah bisa mobilisasi sekitar 2-6 jam setelah tindakan. Untuk proses perawatannya pun sangat cepat, umumnya 2-3 hari pasien sudah bisa beraktifitas seperti biasanya,” jelas dokter obgyn yang sangat cekatan dan ramah kepada semua pasiennya.

    Meski saat ini sudah ada alat Laparoskopi 3D, namun menurut dr. Indra, alat tersebut tidak berpengaruh pada pasien. “Mau 2D atau 3D alat Laparoskopi tidak berpengaruh pada pasien, pasien tetap mendapatkan perawatan dan waktu kesembuhan yang sama, alat hanya untuk mempermudah kerja dokter saja,” jelas dr. Indra.

    Menurut dr. Indra tindakan yang bisa dilakukan dengan Laparoskopi sangat banyak terutama pada bagian ginekologi di antaranya adalah, diagnosis infertilitas (sulit hamil), pengangkatan kista, miom, tubektomi (sterilisasi/kontrasepsi mantap), penyakit radang panggul, kehamilan diluar kandungan (kehamilan ektopik). hingga pengangkatan rahim.

    “Tehnik Laparoskopi saat ini bisa dilakukan di Brawijaya Hospital Depok. Brawijaya Hospital Depok terus berupaya meningkatkan layanan bagi masyarakat, termasuk layanan Obgyn,” ucap drg. Hestiningsih, MARS, Direktur Brawijaya Hospital Depok. (Red/*)

  • Imunoterapi Memberi Harapan Baru Bagi Pasien Kanker

    Imunoterapi Memberi Harapan Baru Bagi Pasien Kanker

    Mediakawasan.id, Jakarta – Dalam rangka bulan Penyintas Kanker, MSD Indonesia bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) meluncurkan kampanye #HarapanBaru untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tiga penyakit  kanker terbesar di Indonesia, yaitu kanker paru, payudara dan serviks. Menurut laporan Global Burden of Cancer Study (Globocan) 2020, jumlah kasus baru kanker paru, kanker payudara dan kanker serviks di seluruh dunia mencapai lebih dari 5 juta dengan lebih dari 2,8 juta kematian.  Sementara jumlah kasus baru ketiga jenis kanker tersebut di Indonesia menurut laporan yang sama mencapai 137.274 dengan jumlah kematian 74.276 -artinya, setiap hari terdapat lebih dari 200 keluarga kehilangan anggota keluarganya akibat jenis kanker tersebut. 

    Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP mengatakan, “Kita perlu menyikapi tingginya kasus baru dan kematian akibat kanker paru, kanker payudara dan kanker serviks di Indonesia, dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tersebut, pencegahannya, termasuk semua opsi terapi sistemik.”

    George Stylianou, Managing Director MSD Indonesia, mengatakan, “Kami merasa terhormat memiliki kesempatan ini bersama dengan Yayasan Kanker Indonesia, untuk meluncurkan kampanye edukasi mengenai kanker, Berbagi #HarapanBaru.  Bulan ini, saat para penyintas dirayakan dan dihormati, penting untuk mengingat peran penting memiliki harapan dalam upaya melawan kanker. Harapan adalah pendorong utama untuk menjaga semangat  mempertahankan hidup dan keinginan untuk hidup.”

    “Di MSD, kami berkomitmen untuk memberikan harapan kepada pasien kanker melalui penelitian dan obat inovasi kami di bidang onkologi. Kami bekerja dengan urgensi untuk mengutamakan pasien dan memastikan obat kanker inovatif kami dapat diakses oleh pasien yang membutuhkan. Kami masing-masing didorong oleh visi bersama untuk memberikan harapan kepada semua pasien kanker—harapan akan lebih banyak cara untuk mengobati kanker mereka, harapan akan lebih banyak kualitas dalam hidup mereka, harapan untuk lebih banyak waktu,” ujar George.

    Lebih lanjut Prof. Aru Sudoyo menjelaskan bahwa salah satu terobosan di dunia medis yang merupakan harapan baru  bagi pasien kanker paru, kanker payudara dan kanker serviks adalah adanya terapi pengobatan imunoterapi.Imunoterapi merupakan bentuk inovasi pengobatan kanker terbaru yang  dapat meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh individu untuk mengenali dan  menyerang sel kanker. Sel kanker memiliki  kemampuan ‘menyamarkan’ diri sehingga sulit dihancurkan oleh sistem  kekebalan tubuh. Dengan imunoterapi, sistem kekebalan tubuh dapat  ditingkatkan sehingga bisa mendeteksi sel kanker untuk dihancurkan.Imunoterapi merupakan salah satu modalitas terapi kanker selain pembedahan, radioterapi, terapi hormonal, terapi target dan kemoterapi. Untuk menentukan terapi yang tepat, dilakukan berbagai tes seperti Programmed Death-ligand 1 (PD-L1). PD-L1 adalah protein transmembran yang berperan penting dalam menekan dukungan adaptif dari sistem kekebalan selama peristiwa atau kondisi tertentu.Tes dengan PD-L1 imunohistokimia pada pasien akan menunjukkan tingkat ekspresi PD-L1 pada jaringan tumor.  Semakin tinggi ekspresi PD-L1, respon akan semakin baik terhadap imunoterapi. Hasil uji klinis menunjukkan pengobatan imunoterapi dapat membantu  menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker, mencegah  kanker menyebar ke bagian tubuh lain dan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik dalam menghancurkan sel kanker.

    Prof. Aru Sudoyo menjelaskan bahwa imunoterapi sebagai terapi lini pertama pada pasien dengan kanker paru bukan sel kecil  (KPBSK) metastatik dan ekspresi PD-L1 dengan nilai tertentu, memberikan manfaat angka harapan hidup dua kali lipat lebih panjang dibandingkan standar pengobatan kemoterapi saja.Pasien kanker paru stadium lanjut dan memiliki ekspresi PD-L1 dengan nilai tertentu, yang diterapi dengan  imunoterapi memiliki angka harapan hidup 5-tahun hingga 31,9%. Artinya, imunoterapi memberikan angka  harapan hidup 5-tahun sebesar empat kali lebih tinggi dibandingkan standar pengobatan kemoterapi dan  menurunkan angka resiko terjadinya efek samping berat (derajat 3 – 5) hingga 22%.  

    Mengenai kanker payudara subtipe triple negative (TNBC), Prof. Aru Sudoyo menyampaikan bahwa dengan perkembangan inovasi pengobatan, mulai tahun 2022 imunoterapi telah disetujui oleh Badan POM  untuk terapi TNBC stadium lanjut. Data uji klinis menunjukan bahwa satu dari dua pasien kanker TNBC  mendapatkan manfaat dari terapi kombinasi imunoterapi dan kemoterapi.

    “Kombinasi imunoterapi dengan kemoterapi sebagai pengobatan lini pertama bagi pasien TNBC  dengan tumor yang memiliki nilai ekspresi PD-L1 tertentu dapat mengurangi resiko kematian hingga 27% dibandingkan dengan pemberian kemoterapi saja,” lanjut Prof. Aru Sudoyo.

    American Society of Clinical Oncology (ASCO) baru-baru ini menerbitkan pedoman medis bagi pasien kanker serviks yang telah mengalami kekambuhan atau metastatis, dimana data uji klinis  dari kombinasi imunoterapi dengan standar pengobatan sebelumnya dapat memberikan manfaat 35% lebih  baik dimana penyakit tidak mengalami perburukan dan memberikan angka harapan hidup 33% lebih lama dibandingkan dengan standar pengobatan sebelumnya saja.Mulai tahun 2022 di Indonesia, imunoterapi bagi pengobatan kanker serviks telah tersedia, khususnya bagi pasien yang didiagnosis dengan kanker serviks stadium lanjut. 

    Menurut Prof. Aru Sudoyo, imunoterapi telah tersedia di rumah sakit yang melayani pengobatan kanker. Namun, tidak semua jenis kanker paru, kanker payudara maupun kanker serviks dapat diterapi dengan imunoterapi. Pasien perlu berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan terbaik sesuai kondisi masing-masing pasien.“

    Dalam perjuangan melawan kanker, pasien harus terus menjaga harapan, semangat, kesehatan mental dan emosional, didukung oleh keluarga dan lingkungan, serta tertib dalam menjalankan terapi dan pengobatan kanker sesuai arahan dokter agar kualitas dan harapan hidup dapat terus terjaga,” tutup Prof. Aru Sudoyo.

    Tentang MSD

    Selama lebih dari satu abad, MSD telah menciptakan penemuan yang berkontribusi untuk kehidupan banyak orang, memajukan obat-obatan dan vaksin untuk penyakit-penyakit yang paling berbahaya di dunia. Saat ini, MSD terus menjadi yang terdepan dalam penelitian untuk memberikan solusi kesehatan yang inovatif dan memajukan pencegahan dan pengobatan penyakit yang mengancam manusia dan hewan di seluruh dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.msd-indonesia.com atau www.msd.com.

    Tentang Yayasan Kanker Indonesia

    Yayasan Kanker Indonesia (YKI) adalah organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker. Tujuan YKI adalah mengupayakan penanggulangan kanker dengan menyelenggarakan kegiatan di bidang promotif, preventif dan suportif. Menyadari bahwa penanggulangan kanker hanya mungkin berhasil bila dilakukan oleh semua pihak, maka YKI melaksanakan kegiatannya dengan bekerjasama dengan semua pihak, baik pemerintah, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, swasta dan dunia usaha baik di dalam maupun luar negeri. YKI memiliki lebih dari 100 cabang di seluruh Indonesia.  Lebih lanjut mengenai YKI kunjungi http://yayasankankerindonesia.org/ dan IG @yayasankankerid. (Red/*)

  • Beri Dukungan Pembangunan Pariwisata di NTT, Siloam Resmikan International Medical Centre di Labuan Bajo

    Beri Dukungan Pembangunan Pariwisata di NTT, Siloam Resmikan International Medical Centre di Labuan Bajo

    Mediakawasan.id, NTT– Siloam Labuan Bajo International Medical Centre (LIMC) hadir pada saat yang tepat ketika Indonesia memegang Presidensi Group of 20 (G20). Kehadiran LIMC dengan fasilitas modern yang akan memberikan kenyamanan lebih bagi para wisatawan mancanegara dan nusantara dinilai penting untuk mendukung pemulihan pariwisata dan mendongkrak jumlah wisatawan ke Labuan Bajo pada masa mendatang.

    “Kami mengapresiasi Siloam Hospitals yang sudah memberikan kontribusi besar dalam hal pelayanan kesehatan, baik bagi para wisatawan maupun masyarakat Kabupaten Manggarai Barat dan Flores,” kata Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, M.Kes. saat peresmian LIMC, Kamis (16/6/2022).

    Wabup mengakui, sejak 2016 RS Siloam Labuan Bajo sudah banyak berkontribusi dan mendukung pariwisata Labuan Bajo serta mengembangkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat lokal. Dengan kesiapan tenaga medis yang profesional dan tersedianya peralatan kesehatan mutakhir di RS Siloam Labuan Bajo, para wisatawan mancanegara dan nusantara dapat semakin nyaman berlibur di Labuan Bajo. Sementara itu, kemudahan perawatan kesehatan semakin dekat bagi masyarakat Manggarai Barat dan sekitarnya sehingga tak perlu mencari perawatan di luar Flores. Terlebih, RS Siloam Labuan Bajo telah menjalin kemitraan dengan BPJS Kesehatan sejak awal dibuka.

    Saat pandemi COVID-19 melanda, RS Siloam Labuan Bajo yang merupakan bentuk kemitraan swasta dan pemerintah, menunjukkan kesiapannya menjadi pusat rujukan fasilitas layanan kesehatan. Selain itu, RS Siloam Labuan Bajo juga tetap menyiagakan layanan gawat darurat bagi wisatawan yang mengalami kecelakaan atau jatuh sakit saat berada di Labuan Bajo.

    Siloam Hospitals Group berinvestasi besar dalam hal talenta medis, teknologi, dan infrastruktur untuk RS Siloam Labuan Bajo yang dilengkapi dengan pelayanan gawat darurat 24 jam, ICU, HCU, NICU (Neonatal Intensive Care Unit), 3 kamar operasi, CT-Scan, X-Ray, mesin fakoemulsifikasi untuk operasi katarak, ruang hemodialisis dan rehabilitasi medik, serta turut didukung pula oleh lebih dari 100 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, dan perawat yang berpengalaman.

    Sebagai layanan kesehatan terpadu bagi wisatawan, kehadiran LIMC juga sejalan dengan pengembangan Labuan Bajo sebagi destinasi super prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat sejak 2019. Selain itu, momen ini juga bertepatan dengan posisi Indonesia sebagai pemegang Presidensi G20 yang mengangkat tema “Recover Together, Recover Stronger”. Pemulihan ekonomi Indonesia dan dunia harus dilakukan bersama-sama dan melibatkan semua pihak, lapisan masyarakat, dan lintas sektor, di antaranya sektor pariwisata.

    “Kami optimis kehadiran LIMC akan membantu peningkatan angka kunjungan wisatawan yang ke Labuan Bajo dan Labuan Bajo dapat semakin maju sebagai destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia,” pungkas Wakil Bupati dr. Yulianus.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam kesempatan terpisah memberikan pesan, “Selamat atas dibukanya LIMC. Terima kasih kepada Siloam Hospitals yang telah mengambil peran dan berkontribusi secara nyata membangun pariwisata nasional, khususnya di destinasi pariwisata seperti Bali dan Labuan Bajo. Pemerintah sangat menghargai inisiatif yang akan menunjang suksesnya G20, B20, dan event-event internasional lainnya.”

    LIMC dilengkapi dengan talenta medis, teknologi, dan infrastruktur yang dikelola sesuai dengan sistem pengelolaan klinis dan operasional Siloam Hospitals Group yang sudah teruji selama lebih dari 25 tahun. LIMC dilengkapi fasilitas kamar rawat inap serta ruang konsultasi dan pemeriksaan rawat jalan. Fasilitas utama lainnya adalah hyperbaric oxygen chamber yaitu ruang terapi oksigen murni yang sangat penting dan dibutuhkan oleh pecinta diving, terutama untuk pemulihan penyakit dekompresi akibat menyelam.

    Hyperbaric oxygen chamber di Siloam Hospitals Labuan Bajo merupakan yang pertama di kawasan Nusa Tenggara Timur. Selain untuk pemulihan penyakit dekompresi akibat menyelam, terapi oksigen murni juga bisa digunakan untuk penyembuhan luka terkait penyakit diabetes melitus, patah tulang, gangguan pendengaran, gangguan saraf dan stroke, serta untuk kebugaran dan kecantikan.

    Wisata kesehatan telah menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir dan merupakan segmen pasar yang berkembang di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Demi mewujudkan hal tersebut, Siloam Hospitals bergandeng tangan dengan pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung kesiapan Indonesia menjadi tujuan wisata medis internasional yaitu dengan memastikan tersedianya infrastruktur dan fasilitas kesehatan yang memadai.

    Data Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) menunjukkan, pariwisata Labuan Bajo sudah mulai bangkit setelah pada tahun 2020 hanya dikunjungi 44.543 wisatawan atau turun 481,8% dari tahun 2019. Pada tahun 2019, Labuan Bajo dikunjungi 259.171 wisatawan. Sebagaimana laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisnus dan wisman kembali meningkat sejak kuartal keempat 2021. Seperti yang disampaikan oleh Menparekraf Sandiaga Uno di acara Media Briefing: Deep Dive Into Save COVID-19 Tourism di Maret 2022 lalu, Indonesia optimistis jumlah wisman tahun 2022 bisa mencapai 3,6 juta.

    Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group Caroline Riady mengatakan, “Dengan dibukanya LIMC, wisatawan mancanegara dan nusantara bisa berlibur menikmati keindahan Taman Nasional Komodo dan Pulau Flores dengan nyaman dan sehat. Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah yang telah memberi semangat dan dukungan sehingga terbangun public-private partnership yang bersinergi baik. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia sebagai wujud komitmen kami untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara.”

    Lebih lanjut ia menjelaskan pihaknya optimistis kehadiran RS Siloam mampu memajukan wisata medis di Labuan Bajo. Apalagi, RS Siloam sudah berpengalaman dalam memenuhi kebutuhan wisman di Jakarta dan Bali akan layanan kesehatan yang baik.

    Untuk memberikan pengalaman pasien yang prima, Siloam Hospitals Labuan Bajo telah menggunakan semua saluran digital untuk pasien yang telah dikembangkan oleh Siloam Hospitals Group selama 3 tahun terakhir. Pasien dapat dengan mudah mengakses situs Siloam Hospitals, aplikasi MySiloam yang memungkinkan pasien untuk melakukan banyak hal, antara lain membuat janji temu dengan dokter, booking dan membeli paket pemeriksaan kesehatan, cek hasil tes laboratorium dan radiologi, akses ke riwayat kesehatan di Siloam Hospitals, serta memantau proses pemulangan dan rincian biaya saat rawat inap. (Red/rlls)

  • RS St. Carolus Summarecon Serpong Luncurkan Bernadette’s Clinic Woman and Child Centre

    RS St. Carolus Summarecon Serpong Luncurkan Bernadette’s Clinic Woman and Child Centre

    Mediakawasan.id, Serpong Tangsel- Meningkatkan pelayanan kepada pasien wanita dan anak-anak, Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong hari ini membuka secara resmi Bernadette’s Clinic Woman and Child Centre, Rabu (15/06/2022). Gedung baru yang khusus melayani pasien wanita dan anak ini didukung oleh enam (6) dokter kebidanan dan kandungan, serta tujuh (7) spesialis anak.

    Selain mengedepankan konsep bangunan modern yang ramah lingkungan, gedung ini juga memiliki berbagai fasilitas ramah anak. Bernadette’s Clinic Woman and Child Centre dibangun sebagai upaya privacy layanan bagi wanita dan anak-anak. Klinik ini sengaja dibangun terpisah dengan layanan spesialis medis lain, agar wanita dan anak-anak yang ingin konsul ke spesialis obsgyn dan spesialis anak bisa merasa lebih aman dan nyaman.

    “Pusat layanan untuk wanita dan anak Bernadette’s Clinic Woman and Child Centre sengaja dipisahkan gedung pelayanannya dari Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong. Kita tahu bahwa biasanya wanita dan anak-anak merasa takut jika harus ke rumah sakit, untuk itu kami sengaja memisahkan pelayanan bagi ibu dan anak dengan layanan spesialis lainnya. Hal ini agar pasien wanita dan anak-anak merasa lebih nyaman, dan tidak takut lagi bila harus konsul ke dokter,” tutur dr. Indra MARS., Direktur Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong, di sela peresmian.

    Bernadette’s Clinic Woman and Child Centre dirancang dengan memadukan unsur arsitektur modern dan masa lampau, seperti penempatan jendela yang dapat dibuka pada setiap ruang, ada juga sebagian yang menggunakan kaca nako, kaca jendela jaman lampau yang bisa dibuka atau ditutup sesuai keinginan. “Namun demikian, kami juga meletakkan fasilitas penyaring udara berupa air purifier dan exhaust fan di setiap ruangan sebagai penunjang. Dengan begitu pasien atau orang yang berada di dalam gedung merasa lebih nyaman, karena adanya sirkulasi udara yang baik,” ucap dr. Indra menambahkan.

    Tidak hanya ramah lingkungan, Bernadatte’s Clinic Woman and Child Centre juga dirancang menjadi klinik ramah anak dengan desain tata ruang yang cozy, serta dilengkapi dengan fasilitas bermain untuk anak-anak.

    “Ruang pelayanan pasien anak kami buat sedemikian menarik dengan warna, desain tata ruang yang cozy dengan gambar karakter anak-anak, mulai dari darat, laut maupun udara. Seperti gambar taman yang indah dengan karakter kartun yang lucu, atau gambar perahu atau balon udara pada ruang pelayanan. Ruang tunggu pun dirancang dengan nuansa alam yang indah, serta dilengkapi dengan boneka berwujud binatang lucu. Yang menarik, gedung ini juga memiliki ruang bermain dan belajar bagi anak-anak, sehingga pasien anak tidak merasa bosan, justru malah senang berada di klinik meski harus menunggu giliran konsultasi,” papar dr. Indra.

    Selain ramah anak dan ramah lingkungan, Bernadette’s Clinic Woman and Child Centre juga dilengkapi dengan peralatan medis terbaru yang lebih canggih dan modern. Salah satunya adalah kursi ginekologi dan meja observasi modern, yang bisa dinaik turunkan sesuai kebutuhan dokter dan pasien.

    dr. Novi Handoko, Penanggungjawab Unit Rawat Jalan Bernadette’s Clinic Woman and Child Centre menjelaskan, bahwa jam buka dan praktek dokter di Bernadette’s Clinic Woman and Child Centre masih tetap merujuk pada jadwal lama, yakni jadwal layanan Gedung Utama atau Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong. “Masih sama, untuk tarifnyapun masih tetap sama, yang berubah hanya tempat pelayanan dan fasilitasnya saja, saat ini sudah memiliki gedung sendiri, lebih nyaman dengan fasilitas lebih baik.”

    Bernadattes Clinic Woman and Child Centre merupakan layanan Ibu dan Anak dari Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong yang saat ini telah memiliki gedung sendiri. “Sebelumnya juga sudah tersedia, karena awal dibuka Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong adalah Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA), dan seiring berjalannya waktu, Rumah Sakit Ibu Anak St. Carolus Summarecon Serpong mengalami peningkatan status menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) yang fokus melayani berbagai spesialis di gedung lama. Kini untuk layanan ibu dan anak, Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong telah memiliki Bernadette’s Clinic Woman and Child Centre,” tutup dr. Indra. (Red/*)

  • Eka Hospital Bekasi Hadirkan Pusat Layanan Kaki Diabetes

    Eka Hospital Bekasi Hadirkan Pusat Layanan Kaki Diabetes

    Mediakawasan.id, Bekasi- Eka Hospital Bekasi menghadirkan layanan terbaru yaitu Diabetes Connection Care yang merupakan salah satu layanan terintegrasi dalam penanganan kaki diabetes. Diabetes Connection Care Eka Hospital memiliki tim dokter spesialis multidisiplin yang bekerja sama dengan tim dokter spesialis endokrin guna menangani berbagai masalah yang ditimbulkan oleh penyakit diabetes, salah satunya luka kaki diabetes.

    Prof. DR. Dr. Sidartawan Soegondo selaku Chairman of Diabetes Connection Care Eka Hospital, memaparkan bahwa penanganan komplikasi diabetes salah satunya adalah menangani kaki diabetes. “Kami mengingatkan masyarakat bahwa dalam menangani diabetes salah satu komplikasinya adalah menangani kaki diabetes. Penanganan kaki pada pasien diabetes memerlukan perhatian karena masalah ini paling sering terjadi, dengan mencegah dan mengatasi secara konsisten, risiko kecacatan akan berkurang. Tim dokter Diabetes Connection Care bekerja sama dengan tim bedah (vascular, ortopedi, rekonstruksi) dan spesialis jantung pembuluh darah akan merawat luka tersebut untuk mencegah terjadinya amputasi”, ungkapnya dalam acara Launching Diabetes Connection Care Eka Hospital Bekasi, pada Selasa (14/6).

    Menurut Dr. I Gusti Ngurah Adhiarta, Sp.PD-KEMD, FINASIM, Spesialis Penyakit Dalam- Konsultan Endokrinologi Metabolik Diabetes Eka Hospital Bekasi, penyakit kaki diabetes adalah penyakit abnormalitas atau kelainan pada kaki penyandang diabetes. Kondisi penyakit kaki diabetes bisa beragam mulai dari kelainan bentuk yang biasa, sampai infeksi yang berisiko pada amputasi. Banyak faktor penyebab kaki diabetes, salah satunya faktor gula darah. Namun yang tidak kalah penting adalah faktor pembuluh darah. Jadi jika tidak ada pasokan darah ke ujung kaki, maka kaki dapat mudah luka dan penyembuhannya menjadi lebih lama, terlebih jika ditambah gula darah, maka kakinya akan sulit sembuh. Keadaan tersebut umumnya terjadi pada pasien yang tidak mengendalikan gula darah dengan baik. Deteksi sedini mungkin menjadi salah satu pencegahan agar tidak ada amputasi pada pasien kaki diabetes. Begitu ada luka sebaiknya pasien segara langsung memeriksakan ke dokter.

    “Jangan anggap remeh, luka pada penyandang kaki diabetes itu harus diangap serius. Banyak kasus yang terjadi pasien dengan kaki diabetes sudah tidak dapat diselamatkan karena infeksi berat juga gangguan pembuluh darah yang tinggi”, tegas ahli endokrin tersebut dalam health talk bertajuk Mengenal Diabetes Melalui Kaki yang digelar bersamaan dengan launching Diabetes Connection Care.

    Pada kesempatan yang sama juga Chief Operating Officer Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati menambahkan bahwa Layanan Diabetes saat ini sudah bisa dilakukan di seluruh cabang Eka Hospital. “Diabetes Connection Care di Eka Hospital Bekasi melengkapi layanan unggulan kami yang sebelumnya sudah lebih dulu hadir di BSD, Cibubur dan Pekanbaru.

    Melalui kehadiran pusat layanan Diabetes Connection Care, Eka Hospital menjadi rumah sakit swasta pertama yang memiliki pusat layanan terintegrasi untuk diabetes melitus. Kami berharap dapat membantu lebih banyak lagi pasien dengan masalah diabetes, mendapatkan penanganan dan tindakan secara komprehensif hingga melakukan perawatan secara berkala”, katanya. (Red/rlls)

  • Kerjasama dengan BPJS Naker, Brawijaya Hospital Tangerang Berikan Pelayanan Maksimal pada Pasien Kecelakaan Kerja

    Kerjasama dengan BPJS Naker, Brawijaya Hospital Tangerang Berikan Pelayanan Maksimal pada Pasien Kecelakaan Kerja

    Mediakawasan.id, Tangerang- Upaya memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, Brawijaya Hospital Tangerang bersinergi dengan Badan Pengelola Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Naker) dalam hal penanganan karyawan yang mengalami kecelakaan kerja. Kerjasama ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Brawijaya Hospital dan BPJS Naker Cabang Cikokol Tangerang, pada hari ini, Rabu 8 Juni 2022 di Resto Michel Garden Alam Sutera Tangerang Selatan. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Direktur Brawijaya Tangerang, dr. Akmal Yadi MARS dan Kepala Cabang BPJS Naker Cikokol Tangerang, Ishak, dan disaksikan oleh drg. Hestiningsih MARS, Direktur Brawijaya Hospital Depok, yang juga Business Development Brawijaya Tangerang beserta jajaran managemen BPJS Naker dan Brawijaya Hospital.

    Direktur Brawijaya Tangerang, dr. Akmal Yadi MARS., dalam kesempatan tersebut mengatakan, “Melalui kerjasama ini kami sosialisasikan peningkatan pelayanan yang telah dilakukan oleh Brawijaya Hospital. Para peserta BPJS Naker yang mengalami kecelakaan kerja baik itu di tempat kerja ataupun di jalan, bisa langsung mendapatkan penanganan di Brawijaya Hospital. Sebelumnya ini adalah RS Permata Ibu, yang juga sudah melayani BPJS Naker, namun per Juni 2022 RS Permata Ibu berganti menjadi Brawijaya Hospital, yang menawarkan pelayanan yang lebih baik, dengan fasilitas lebih lengkap.”

    Tidak hanya itu, guna memberikan pelayanan cepat, Brawijaya Hospital juga tengah menjajaki layanan jemput pasien. “Pasien kecelakaan kerja tentunya membutuhkan pelayanan yang cepat, untuk itu saat ini Brawijaya Hospital sedang menjajaki layanan jemput pasien, karena saat ini kami telah memiliki ambulance yang dilengkapi dengan fasilitas medis yang mumpuni. Agar pertolongan bisa dilakukan dilakukan dengan cepat tanda kendala, makan Brawijaya Hospital akan mengirimkan ambulance beserta dokter ahli, seperti dokter ortopedi, dokter bedah juga dokter spesialis,” papar dr. Akmal.

    Layanan jemput pasien ini tentunya akan menjadi terobosan baru bagi Brawijaya Hospital yang bisa menjadi nilai tambah bagi BPJS Naker dalam melayani peserta BPJS Naker.

    “Selain itu, kami juga berencana untuk menggelontorkan dana CSR Brawijaya Hospital, untuk membantu UMKM yang macet dalam membayar iuran kepesertaan BPJS Naker karyawannya. Kita tahu, akibat pendemi banyak UMKM yang mengalami kemerosotan pendapatan, bahkan tidak sedikit UMKM yang tidak mampu lagi membayar iuran BPJS Naker karyawannya, untuk itu Brawijaya Hospital dan BPJS Naker mencoba mencari solusi, salah satunya adalah dengan memberikan dana CSR tahunan kepada UMKM yang nantinya akan dipergunakan untuk membayar iuran BPJS Naker karyawannya,” ungkap dr. Akmal.

    Menurut dr. Akmal dengan program bantuan CSR tersebut, bisa merecovery UMKM sehingga bisa kembali berproduksi. “Jika tahun tahun sebelumnya dana CSR kami berikan untuk mensuport berbagai kegiatan sosial masyarakat, kali ini kami akan coba alokasikan untuk membantu UMKM tentunya dengan dijembatani oleh BPJS Naker, semoga kerjasama yang saling menguntungkan ini bisa membantu pemulihan ekonomi nasional,” ucap dr. Akmal.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Brawijaya Hospital Depok, yang juga sebagai Business Development Brawijaya Tangerang, drg. Hestiningsih MARS, menyampaikan harapannya. “Ini adalah sebuah langkah positif baik bagi rumah sakit maupun BPJS Naker, kami berharap kerjasama ini bisa terus terjalin, dan saling mendukung untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Hesti. (Red/rlls)

  • Rokok Ancam Lingkungan, IPPNU: Saatnya Kaum Muda Bersuara

    Rokok Ancam Lingkungan, IPPNU: Saatnya Kaum Muda Bersuara

    Mediakawasan.id, Jakarta- Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang diperingati setiap tanggal 31 Mei, tahun ini mengangkat tema “Tembakau: Ancaman bagi Lingkungan”. HTTS ini pun berdekatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati pada tanggal 5 Juni dengan tema “Satu Bumi untuk Masa Depan”. Menyoroti adanya dampak rokok terhadap lingkungan, Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) bersama dengan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) menyelenggarakan workshop dengan topik “Ancaman Rokok Terhadap Lingkungan: Pentingnya Kaum Muda Bersuara” melalui pertemuan yang diadakan secara online.

    Selain itu, dalam memperingati HTTS dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PKJS-UI dan PP IPPNU mengadakan aktivitas media sosial lainnya seperti Instagram Reels Competition serta Live Instagram di beberapa cabang IPPNU. Berfokus pada isu lingkungan yang disebabkan oleh rokok, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong serta meningkatkan minat kaum muda untuk berpartisipasi dalam gerakan pengendalian konsumsi rokok di Indonesia.

    Indonesia masih menyimpan berbagai aspek persoalan akibat rokok mulai dari peningkatan jumlah perokok, lemahnya sisi pengendalian, hingga ancaman lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan data Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2021 yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah perokok usia 15 tahun ke atas selama 10 tahun terakhir, dari 60,3 juta pada tahun 2011 menjadi 69,1 juta pada tahun 2021. Masih lemahnya pengendalian konsumsi rokok & tembakau menjadi faktor utama meningkatnya prevalensi merokok di Indonesia. Alhasil, dampak konsumsi rokok menjalar di berbagai aspek.

    Isu lingkungan merupakan salah satunya dan menjadi topik utama HTTS tahun ini. Sudah menjadi rahasia umum bahwa paparan asap rokok dan puntung rokok menjadi permasalahan lingkungan selama bertahun-tahun. Namun lebih dari itu, dibalik produksi rokok yang menghasilkan ratusan miliar batang per tahun, terdapat ancaman berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.

    Nurul H. Ummah (Ketua Umum IPPNU) menyoroti bahwa saat yang tepat untuk kaum muda mendukung dan berpartisipasi dalam meningkatkan kewaspadaan mengenai pentingnya pengendalian konsumsi rokok yang tepat sasar serta progresif atas dampak yang ditimbulkan oleh rokok, salah satunya terhadap lingkungan.

    “Di momen HTTS dan Hari Lingkungan Hidup ini, kami telah melaksanakan workshop dengan tujuan untuk penguatan kapasitas dan pengetahuan IPPNU. Kami menghadirkan pembicara yang memang kompeten dibidangnya. Sebagai organisasi pelajar yang mendukung terhadap pengendalian konsumsi rokok, permasalahan lingkungan yang ditimbulkan oleh rokok ini menjadi satu kesatuan yang juga harus diatasi, mulai dari upaya preventif yaitu menekan konsumsi rokok dan mencegah perokok pemula baik rokok konvensional maupun rokok elektronik agar melindungi lingkungan dari limbah dan sampah produk tembakau, serta upaya lainnya yaitu harus ada regulasi yang tegas dari pemerintah khususnya terhadap industri rokok untuk bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang dihasilkan dari life cycle produk rokok. Di sinilah peran IPPNU untuk turut memberikan informasi yang jelas dan benar kepada publik,” tambah Nurul.

    Salah satu pembicara workshop, Sarah Rauzana selaku perwakilan dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) dan Indonesian Youth Council for Tobacco Control (IYCTC) memaparkan 6 tahap life cycle produk rokok yaitu Tobacco Cultivation (penanaman tumbuhan tembakau), Tobacco Curing (pengeringan tembakau), Primary Processing (proses dasar), Cigarette Manufacturing (produksi rokok), Cigarette Distribution (distribusi rokok), dan Use and Final Disposal (bekas puntung rokok).

    Setiap proses menghasilkan gas emisi rumah kaca yang berpengaruh pada menipisnya lapisan ozon. Contohnya pada proses Tobacco Cultivation, terjadi deforestasi besar-besaran dikarenakan tembakau membutuhkan lahan yang cukup besar. Belum lagi, ternyata industri rokok menghasilkan gas emisi yang 35% lebih besar dibandingkan industri lainnya. “Jumlah puntung rokok juga merupakan variabel penting dalam krisis iklim. Puntung rokok menjadi sampah terbanyak yang ditemukan di lautan. Dalam puntung rokok terdapat partikel plastik yang menyumbang 3-5 kali lipat gas metana. Belum lagi mempertimbangkan kandungan nikotin dan zat berbahaya lainnya dalam rokok,” jelas Sarah.

    Sarah menambahkan rokok elektronik juga tidak dapat dikecualikan. Dikategorikan sebagai sampah elektronik, sampah plastik dan sampah B3, rokok elektronik sangat sulit untuk dipilah dan didaur ulang. Industri rokok seharusnya bertanggung jawab atas sampah produk rokoknya baik konvensional maupun elektronik karena dapat menjadi ancaman serius bagi ekosistem dan membutuhkan solusi jangka panjang untuk menanganinya. Masyarakat juga dihimbau agar semakin aware terhadap solusi palsu yang ditawarkan oleh industri rokok seperti greenwashing yang mengatasnamakan “pro lingkungan”, yang sebenarnya tidak sepadan dengan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh industri rokok itu sendiri. Demikian juga dengan dampak toksisitas lingkungan dan bahaya yang ditimbulkan oleh membuang limbah sampah rokok konvensional dan elektronik ke tempat pembuangan sampah. Kaum muda harus bergerak bersama dalam menyuarakan isu pengendalian tembakau.

    Rama Tantra, Sekretaris Jenderal IYCTC, menyampaikan bahwa kaum muda bukanlah sekedar usia. ”Kita (kaum muda) bukan sekedar tentang usia. Kita harus sadar dan menjadi role model yang baik bagi lingkungan sekitar. Peran kaum muda tidak cukup sampai sosialisasi atau edukasi. Namun juga melakukan advokasi agar terwujud peraturan yang tepat dan kita kawal. Sebagai calon penerus masa depan, kita harus menjadi solusi. Maka dari itu mari kita suarakan yang benar kepada pemerintah untuk melindungi diri kita dari hal-hal yang berbahaya. Salah satunya bahaya zat adiktif rokok,” tutur Rama.

    Fadhilah Rizky Ningtyas, sebagai Program Officer PKJS-UI menambahkan bahwa rokok jelas berdampak multidimensi, baik kesehatan, ekonomi, maupun lingkungan. Dibutuhkan regulasi yang komprehensif untuk menangani permasalahan rokok di Indonesia. “Sudah dipaparkan bahwa pemerintah diharapkan dapat membuat regulasi atas dampak yang ditimbulkan oleh rokok ke lingkungan. Hal ini juga harus terus dibarengi dengan regulasi lainnya seperti menaikkan harga rokok setinggi-tingginya melalui kenaikan cukai rokok dan penyederhanaan struktur tarif cukai rokok, menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di seluruh Kabupaten/Kota, melarang total iklan, promosi, dan sponsor rokok, serta yang tidak kalah penting melarang penjualan rokok secara batangan. Hal ini bertujuan untuk menekan prevalensi perokok atau mencegah perokok pemula agar lingkungan lebih terlindungi dari kuantitas sampah produk rokok yang dikonsumsi, apalagi pemerintah memiliki target penurunan prevalensi perokok anak di tahun 2024 menjadi 8,7%,” tutup Fadhilah. (Red/rlls)

  • Pfizer Indonesia Tambah Layanan Komunikasi Digital Baru untuk Tenaga Kesehatan dan Masyarakat Luas

    Pfizer Indonesia Tambah Layanan Komunikasi Digital Baru untuk Tenaga Kesehatan dan Masyarakat Luas

    Mediakawasan.id, JAKARTA- Pfizer Indonesia menambah layanan digital baru bagi tenaga kesehatan profesional, pelanggan, pasien dan masyarakat di Indonesia sejalan dengan transformasi perusahaan sebagai inovator dan perusahaan biofarmasi yang berfokus pada pasien dan pelayanan berbasis terapi inovatif.

    Ditandai dengan peluncuran video kampanye #SelaluHadirDisampingmu pada tanggal 8 Juni 2022 di kanal-kanal digital Pfizer Indonesia, dan akan diikuti dengan penayangannya di televisi nasional dan media digital lainnya, Pfizer Indonesia bermaksud untuk semakin meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi pelayanannya bagi berbagai pemangku kepentingan. Beberapa layanan digital baru yang telah diluncurkan meliputi:PfizerPro, platform khusus untuk tenaga kesehatan profesional yang menawarkan berbagai informasi tentang terapi inovatif dan layanan Pfizer.

    Melalui platform ini, nakes dapat mengakses berbagai informasi mulai dari indikasi dan penggunaan obat-obatan, data-data uji klinis dan real-world data (RWD), hingga program-program bantuan pasien Pfizer di Indonesia.

    Sahabat Peduli #SelaluHadirDisampingmu merupakan platform informasi dan edukasi bagi masyarakat umum yang dapat diakses melalui situs www.sahabatpeduli.co.id, www.selaluhadirdisampingmu.com dan akun Instagram @pfizer_id.

    Melalui saluran-saluran digital baru ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat memperoleh informasi yang lebih luas tentang penyakit dengan opsi-opsi pencegahan dan pengobatannya seperti 1) Pencegahan dan Pengobatan COVID-19 & Pengobatan Penyakit Infeksi; 2) Pencegahan Pneumonia; 3) Pengobatan Kanker; 4) Pengobatan Penyakit Jantung; dan 5) Pengobatan Hemofilia.

    Country Manager PT Pfizer Indonesia, Nora T. Siagian, melalui siaran persnya hari ini, Rabu, (08/06) mengatakan, Pandemi COVID-19 telah mengubah pola interaksi dan konsumsi informasi kesehatan di Indonesia di dunia digital. Pfizer Indonesia merespon perubahan ini dengan menginisiasi  program-program komunikasi dan edukasi digital yang tepat, relevan dan fleksibel bagi nakes profesional dan masyarakat.”

    “Pfizer berkomitmen untuk terus mengembangkan saluran-saluran digital baik yang dikelola perusahaan maupun mitra perusahaan dalam bentuk konten serta materi pendidikan lainnya, dalam bentuk tulisan, infografis, video, podcast dan lain-lain yang akan terus diperbarui sesuai dinamika perkembangan teknologi kedepannya,” jelas Nora.

    Untuk menyajikan pengalaman digital yang lebih baik, Pfizer Indonesia telah meningkatkan jumlah karyawan berlatar belakang pendidikan medis guna memperkuat program-program edukasi ilmiah, sehingga memungkinkan penyampaian informasi ilmiah yang relevan, termasuk kegiatan uji klinis dan studi RWD.

    Selain itu, Pfizer Indonesia memperluas peran dari karyawan dengan spesialisasi dan fungsi manajemen pelanggan, sehingga memungkinkan pembahasan mengenai pengobatan maupun terapi dengan lebih optimal. Selain itu, perusahaan merekrut tenaga ahli baru yang bertugas memperkuat Patient Healthcare Experience yang didukung oleh Pfizer Digital dan Channel & Content Specialist yang mumpuni. (Red/rlls)

  • Berikan Pelayanan Terbaik, BPJS Ketenagakerjaan Jamin Pemasangan Protese Tangan Robotik Pekerja Yang Alami Kecelakaan Kerja

    Berikan Pelayanan Terbaik, BPJS Ketenagakerjaan Jamin Pemasangan Protese Tangan Robotik Pekerja Yang Alami Kecelakaan Kerja

    Mediakawasan.id, Semarang- Risiko kecelakaan kerja dapat menimpa siapa saja dan kapan saja. Seorang pekerja bernama Eko Suryao yang bekerja sebagai operator maintenance di PT. Sinar Agung Selalu Sukses yang sedang membersihkan mesin conveyor, mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tanganny tergilas roda conveyor. Akibat kejadian itu tangan Eko Suryanto harus diamputasi.

    Eko Suryanto yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) mendapatkan perawatan kecelakaan kerja sampai dirinya sembuh, sekaligus mendapat bantuan protese tangan robotik atau bisa disebut filly hand tanpa mengenakan biaya sepeserpun.

    Jumat lalu (3/6), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) bersama Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo dan juga Direktur Utama Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Sutopo Patria Jati melihat langsung pemasangan protese tangan robotik tersebut di rumah sakit RSND, Semarang.

    Anggoro Eko Cahyo dalam keterangannya mengatakan, kehadirannya di Semarang tersebut untuk menyaksikan langsung bagaimana proses pemasangan hingga penggunaan filly hand yang merupakan hasil inovasi dan karya terbaik anak-anak bangsa.

    “Kita perlu mengapresiasi Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND), yang telah banyak membuat protese untuk membantu masyarakat yang membutuhkan alat-alat bantu. Ini akan menambah semangat dan motivasi pasien kecelakaan kerja dalam menjalani kehidupannya ke depan,” jelas Anggoro.

    Filly hand ialah inovasi yang dikembangan para ahli di Universitas Diponegoro. Tangan palsu jenis ini memiliki sejumlah keunggulan yakni mudah dioperasikan, harganya jauh lebih murah dan 90 persen suku cadangnya tersedia di dalam negeri. RSND sendiri merupakan salah satu rumah sakit kerja sama BPJS Ketenagakerjaan yang menangani kecelakaan kerja atau biasa dikenal Pusat Pelayanan Kecelakaan Kerja (PLKK).

    “Ini merupakan salah satu fokus kami untuk memberikan fasilitas-fasilitas terbaik bagi peserta, sehingga jika risiko terjadi, pekerja akan langsung tertangani dengan optimal,” ungkap Anggoro.Selanjutnya, Eko Suryanto yang terlihat semangat dan antusias saat mendapatkan filly hand menyampaikan, bahwa dirinya tetap mensyukuri apapun yang terjadi di dalam hidupnya walaupun itu merupakan sebuah cobaan.

    “Saya sangat berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang sejak awal sangat membantu. Saya berterima kasih dan bersyukur banget walaupun kehilangan tangan satu tapi masih diberi kesempatan untuk hidup,” ucap Eko.

    Sementara itu Wagub Gus Yasin kembali mengingatkan akan pentingnya perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi setiap profesi pekerjaan. Dirinya siap bersinergi untuk mensosialisasikan manfaat dari semua program BPJAMSOSTEK.

    “Kami berharap masyarakat juga aware terhadap ini, masih banyak loh seperti nelayan, juga ada petani, juga memiliki risiko yang sampai saat ini masih minim mereka ini benar-benar memikirkan bagaimana nanti bila mengalami kecelakaan kerja dan seterusnya. Dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan atas nama pribadi, ayok bareng-bareng kita sosialisasikan ini, yuk kita jaga diri kita masing-masing ikut ke BPJS Ketenagakerjaan,” pungkas Gus Yasin.

    Hal senada juga dikatakan Yasaruddin, selaku Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten. Ia mengaku bahwa melalui program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan seluruh peserta dapat terlindungi dengan baik.

    “Ini merupakan bentuk hadirnya negara dalam memberikan kepastian akan jaminan sosial kepada seluruh pekerja Indonesia. Melalui program jaminan sosial BPJAMSOSTEK seluruh pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat terlindungi,” ucapnya.

    “Adapun program BPJAMSOSTEK yang dapat dirasakan bagi pekerja dan keluarganya ialah program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan yang terbaru Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP),” lanjut Yasaruddin.

    Terakhir, Yasaruddin juga mengajak kepada seluruh pekerja dan pemberi kerja yang belum menjadi peserta BPJAMSOSTEK agar segera bergabung. Sehingga seluruh pekerjaan Indonesia dapat terlindungi. “Untuk itu, kami mengajak kepada seluruh pekerja dan pemberi kerja untuk memastikan dirinya terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan, karena dengan memiliki perlindungan, pekerja yang sedang bekerja hingga keluarganya yang menanti di rumah dapat menjalaninya dengan tenang,” tutup Yasaruddin. (Red/*)

  • PMI Tangsel Luncurkan Kartu Berbasis Elektronik Pilar : Ini Memudahkan Masyarakat

    PMI Tangsel Luncurkan Kartu Berbasis Elektronik Pilar : Ini Memudahkan Masyarakat

    Mediakawasan.id, Serpong Tangsel- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan kembali melahirkan inovasi baru dengan menghadirkan sistem berbasis elektronik bagi masyarakat, khususnya para pendonor darah. Inovasi anyarnya kali ini, yakni berupa pembaharuan lembar donor menjadi kartu elektronik yang dapat digunakan oleh seluruh anggota dan para pendonor. Peluncuran tersebut berlangsung di Kantor Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Tangsel, Senin (6/6). Dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan.

    Dalam kesempatannya, Pilar mengapresiasi dan menyambut baik dengan hadirnya kartu berbasis elektronik yang akan membantu para pendonor. “Ini akan memudahkan pendonor karena akan mengetahui kapan terakhir kali melakukan donor darah, dan adanya kartu ini tidak perlu lagi isi-isi formulir untuk melakukan donor darah.” ujar Pilar.

    Lebih lanjut Pilar menjelaskan bahwa setiap hari PMI menerima informasi bahwa masih banyak rumah sakit yang mengajukan permohonan darah. Dan jumlahnya terus bertambah.

    ”Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kami selaku pemerintah berusaha untuk memberikan fasilitas agar PMI bisa memberikan sosialisasi mengenai pentingnya melakukan donor darah,” ujarnya.

    Ditambahkan bahwa sebagai salah satu pemangku kepentingan di Kota Tangsel, dirinya melakukan donor darah. Dengan harapan bisa berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan darah di rumah sakit.

    Selain itu, dengan mencontohkan hal yang baik, dia berharap ASN juga bisa ikut berpartisipasi dan bisa memberikan contoh yang baik. Dan memberikan motivasi kepada masyarakat. ”Masyarakat perlu diedukasi. Terutama mendonorkan darah membuat sirkulasi atau sistem kerja organ tubuh semakin baik,” tutup Pilar.

    Sementara itu, Ketua PMI Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany menerangkan, kartu berbasis elektronik ini diluncurkan agar dapat memudahkan para pendonor. Kartu ini akan menggantikan lembar manual jadwal donor yang biasa dibawa setiap kali hendak mendonorkan darah.

    “Kalau pengalaman saya, kadang-kadang kalau mau donor kita lupa kapan terakhir mendonorkan darah. Padahal ada ketentuan yang mengatur kapan saatnya kita boleh mendonorkan darah kembali. Nah nanti bisa dilihat dengan kartu ini,” terang Airin dalam peluncuran tersebut. Airin mengatakan, kartu ini akan menyimpan berbagai data yang dibutuhkan oleh setiap pendonor. Mulai dari golongan darah, nama pendonor, hingga jadwal donor darah.

    “Jadi ini menyimpan data. Makanya penting, dari kartu yang dulu manual sekarang bisa terintegrasi menjadi kartu elektronik,” imbuhnya. Kartu elektronik ini, kata Airin, juga memiliki sejumlah fitur. Seperti barcode yang akan diintegrasikan ke dalam sistem digital.

    “Jadi akan memudahkan kita jika ingin mendonorkan darah, bisa di Tangsel, atau kabupaten/kota lainnya. Lalu bisa dimasukan ke dalam aplikasi handphone, karena biasanya kartu suka ketinggalan, tapi kalau handphone kan biasanya enggak akan ketinggalan,” ujar mantan Wali Kota Tangsel dua periode tersebut.

    Dengan inovasi barunya ini, Airin berharap agar animo masyarakat untuk mendonorkan darahnya dapat meningkatkan kembali. “Jadi kalau teman-teman ada yang belum punya, sampaikan, silakan datang ke kita (Kantor PMI) ya,” ungkapnya.

    Kepala UDD Kota Tangsel, Suhara Manullang menambahkan bahwa di Banten, baru ada tiga wilayah yang menerapkan dan menyediakan kartu elektronik ini. “Untuk di Provinsi Banten ini, baru ada 3 yang sudah menerapkan kartu elektronik ini. Termasuk Kota Tangsel,” paparnya.

    Bersamaan dengan peluncuran Kartu Elektronik tersebut, PMI Kota Tangsel juga melakukan kick off atau langkah perdana dalam penyerahan sebanyak 7.700 kantung darah dalam rangka peringatan HUT RI, 17 Agustus 2022 mendatang. (Red/rlls)