Category: Kesehatan

  • Rs Siloam Bogor Hadirkan Pusat Jantung Pertama di Kota Bogor

    Rs Siloam Bogor Hadirkan Pusat Jantung Pertama di Kota Bogor

    Mediakawasan.id, Bogor – Rs Siloam Bogor kembali merealisasikan inovasi dan mewujudkan visi misinya kali ini dengan meluncurkan Heart Center atau pusat jantung pertama di kota Bogor, ini merupakan bagian dari dukungan dan pengabdian Siloam Hospitals Bogor terhadap layanan jantung di Kota Bogor dengan memperluas cakupan jenis Tindakan, salah satunya dengan layanan bedah jantung dewasa. Acara peresmian ini dikemas dengan seminar medis, bekerjasama dengan IDI Kota Bogor yang bertemakan “Optimalkan Fungsi Jantung Dengan Tindakan yang Komperhensif”, dihadiri oleh 100 peserta.

    Siloam Hospitals sendiri telah dilengkapi dengan fasilitas Cathlab, Cardiac MRI, MRA (Magnetic Resonance Angiography) dan telah berhasil melakukan berbagai pengembangan tindakan jantung seperti tindakan elektrofisiologi jantung.

    “Saya berharap dengan launching nya layanan heart center pertama di kota Bogor melalui Siloam Bogor ini dapat mendukung dan membuat kami melangkah lebih jauh dalam memberikan pelayanan Kesehatan jantung terbaik bagi Masyarakat khususnya bogor dan sekitarnya.

    Dengan tenaga medis terbaik dan fasilitas yang kita miliki diharapkan nantinya bisa menjawab masalah Masyarakat akan penyakit jantung yang bisa terjadi kapan saja sehingga memudahkan Masyarakat bogor mendapatkan pengobatan jantung yang tepat dan dekat serta terbaik, mendekatkan layanan Jantung kepada masyarakat sehingga tidak perlu jauh ke Jakarta lagi ” Ucap dr.Agus Tanjung, MHA., selaku Direktur Siloam Hospitals Bogor di hadapan puluhan dokter undangan wilayah kota Bogor.

    Bersamaan dengan digelarnya seminar medis ini, Siloam Hospitals Bogor juga memperkenalkan layanan bedah jantung dewasa yang kedepannya bisa dilayani di Siloam Hospitals Bogor dengan didukung oleh tim dokter yang terdiri dari dokter spesialis bedah thorax dan kardiovaskular (konsultan bedah jantung), spesialis bedah thorax & kardiovaskular, spesialis jantung konsultan intenvensi, dan juga dokter spesialis jantung & pembuluh darah.

    “Berdasarkan data secara global diprediksi 2030 penyakit jantung koroner akan menjadi penyebab kematian utama di dunia yaitu sebesar 23,3 % dan indonesia sebagai negara berkembang memiliki kontribusi besar dalam angka ini. Hal ini didukung dengan pola hidup Masyarakat saat ini yang semakin tidak sehat mulai dari makanan, merokok, alkohol dan masih banyak faktor lainnya sehingga penting untuk mencegah dan menjaga tubuh kita dari penyakit jantung.” Ungkap dr. Tengku Mohamad Budiansyah, Sp.JP memaparkan bahayanya penyakit jantung di era saat ini.

    Penyakit jantung tentu bukan hanya persoalan jantung koroner adapun beberapa penyakit jantung ringan yang gejalanya dapat dirasakan seperti yang biasa kita kenali yaitu angina, aritmia, penyempitan arteri coroner dan penyakit jantung katup.

    “Ada juga gangguan pembuluh darah yang biasanya masyarakat tidak tahu dampak bahaya nya jika tidak ditangani seperti varises, penyempitan pembuluh darah perifer di tungkai atau dalam bahasa medisnya kita sebut PAD, atau Peripheral Artery Disease, merupakan kondisi medis yang terjadi ketika arteri di luar jantung dan otak (biasanya arteri di kaki) menyempit atau tersumbat. Ini disebabkan oleh penumpukan plak aterosklerotik (plak lemak) di dalam arteri. Kondisi ini dapat menghambat aliran darah ke ekstremitas, seperti kaki yang dapat menyebabkan gejala seperti nyeri, kelemahan, dan kesemutan pada kaki.” Ungkap dr. Marcella, SpBTKV yang jadwal praktek lengkapnya dapat dicek melalui aplikasi MySiloam.

    Tindakan Medis dan Penanganan

    Dalam seminar medis ini disebutkan juga Tindakan Tindakan bedah jantung yang dapat menjadi solusi penyembuhan dari penyakit jantung yang memiliki banyak variasi.

    “Tindakan pertama yang dapat kita lakukan dalam mengobati penyakit jantung dengan PCI (Percutaneous Coronary Intervention) yang merupakan prosedur medis yang digunakan untuk merawat penyakit arteri koroner, yang biasanya disebut sebagai penyakit jantung koroner (PJK). Ini adalah jenis intervensi invasif yang dilakukan pada pasien dengan penyumbatan atau penyempitan arteri koroner, yang menyebabkan aliran darah yang terbatas ke otot jantung dan dapat mengakibatkan angina atau serangan jantung.” Tutur dr. Rifnaldi, SpJP (K), FIHA yang sudah sering memberikan edukasi kesehatan jantung kepada masyarakat.

    “Ada juga tindakan yang sudah biasa dikenal oleh masyarakat dalam menangani jantung coroner yaitu Operasi bypass jantung, juga dikenal sebagai operasi bypass koroner atau CABG (Coronary Artery Bypass Grafting), ini merupakan prosedur bedah yang dilakukan untuk mengobati penyakit arteri koroner.

    Penyakit arteri koroner terjadi ketika pembuluh darah koroner yang memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan atau sumbatan total karena penumpukan plak aterosklerotik yang keras dan tidak dapat ditangani dengan tindakan jantung intervensi. Hal ini berbahaya karena menyebabkan kurangnya aliran darah ke jantung sehingga dapat menyebabkan kematian otot jantung.” Tambah dr. Widya Trianita Suwatri, Sp.BTKV

    Semakin berkembangnya teknologi juga mendukung adanya tindakan media yang lebih canggih dalam menangani Tindakan bedah jantung serta dapat memberikan pengobatan yang lebih baik kepada penderita penyakit jantung.

    “Kita juga dapat memberikan tindakan MICS jantung (Minimally Invasive Cardiac Surgery) atau Bedah Jantung Minimal Invasif. Ini adalah pendekatan bedah yang lebih canggih dan kurang invasif dibandingkan dengan prosedur bedah jantung tradisional. Dalam MICS, dokter bedah menggunakan teknik khusus dan peralatan untuk melakukan operasi jantung dengan luka sayatan yang lebih kecil dan merusak jaringan sekitar yang lebih sedikit. Tujuan dari MICS adalah untuk meminimalkan rasa sakit pasien, mengurangi waktu pemulihan, dan mengurangi risiko komplikasi.” ungkap dr. Dudy Arman Hanafy, SpBTKV (K)-D,MARS yang terbiasa menyelesaikan 400 operasi jantung per tahunnya di RS Siloam ini. (Red/*)

  • Hari Cuci Tangan Sedunia : Lifebuoy Bagikan Board Game Edukatif ke Lebih Dari 1.000 Sekolah Dasar di Berbagai Wilayah Indonesia

    Hari Cuci Tangan Sedunia : Lifebuoy Bagikan Board Game Edukatif ke Lebih Dari 1.000 Sekolah Dasar di Berbagai Wilayah Indonesia

    Mediakawasan.id, JAKARTA – Menyambut Hari Cuci Tangan Sedunia yang dicanangkan PBB setiap 15 Oktober, Lifebuoy menggelar acara seru untuk menyebarluaskan edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di 5 Momen Penting, yaitu: sebelum makan, setelah bermain, setelah batuk atau bersin, setelah dari toilet, dan setelah bepergian, dengan cara yang kreatif dan menyenangkan bagi anak, yaitu bermain. Bertempat di Cilandak Town Square, acara yang turut didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sejumlah komunitas ibu ini merupakan bagian dari kampanye SIAGA (SIap Amankan KeluarGA) sebagai perwujudan komitmen Lifebuoy untuk melindungi, mengedukasi dan memfasilitasi keluarga Indonesia agar terhindar dari berbagai resiko penyakit.

    Dalam sambutannya, Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang diwakili oleh drg.Widyawati, MKM selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI menyatakan, “Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia merupakan momentum merayakan kebiasaan sederhana yang memiliki dampak luar biasa pada kesehatan dan kehidupan kita. Mencuci tangan dengan sabun tidak mengenal batas dan bersifat global sebagai panggilan kepada seluruh umat manusia untuk bersatu dalam upaya nyata mengurangi jumlah penyakit, menghentikan penyebaran wabah, dan memastikan masa depan yang lebih sehat untuk generasi mendatang. Kementerian Kesehatan mengapresiasi Unilever Indonesia yang telah berkontribusi aktif dalam berbagai program berkelanjutan untuk mendukung upaya memutus rantai penularan penyakit melalui berbagai kegiatan seperti kampanye, penggerakan dan penyediaan sarana prasarana pendukung perilaku cuci tangan pakai sabun kepada masyarakat Indonesia.”

    Erfan Hidayat, Head of Skin Cleansing Unilever Indonesia menerangkan, “Data menunjukkan, hanya 50% penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun yang melakukan CTPS di 5 momen penting. Di tengah berbagai acaman penyakit, khususnya yang mengintai anak, Lifebuoy – sahabat keluarga dalam memberikan perlindungan dari kuman dan menjaga agar anak tidak mudah jatuh sakit – terus melakukan edukasi kebiasaan CTPS secara berkelanjutan sejak 2004, salah satunya di Hari Cuci Tangan Sedunia yang kami peringati tiap tahunnya.”

    Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), M. TropPaed., seorang pakar penyakit infeksi dan tropis anak menjelaskan bahwa di Indonesia ada banyak infeksi penyakit menular yang belum sepenuhnya tertanggulangi, terutama yang menyerang anak. “Misalnya, jumlah kasus diare pada anak tercatat masih sekitar 9,8% dan menjadi penyebab kematian anak tertinggi kedua setelah pneumonia. Selain itu, Indonesia adalah salah satu negara hotspot yang berisiko tinggi terhadap kemunculan penyakit infeksi baru, sehingga kita harus waspada terhadap potensi penyakit menular di masa mendatang. Di tengah fakta ini, menurut teori Swiss Cheese Model for Infectious Disease, CTPS adalah langkah pertama untuk melindungi diri dari ancaman penyakit infeksi, setelah vaksin,” terang Prof. Hinky. 

    Terkait hal tersebut, Erfan menanggapi, “Lifebuoy menyoroti kebiasaan CTPS yang mulai menurun pasca pandemi COVID-19. Kelengahan atau kejenuhan untuk terus melakukan CTPS membuat masyarakat – terutama anak-anak – menjadi rentan menderita sakit akibat infeksi atau penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Kami percaya bahwa siaga lebih baik daripada mengobati, oleh karena itu di Hari Cuci Tangan Sedunia 2023 Lifebuoy mendorong urgensi CTPS di 5 Momen Penting melalui kebiasaan yang dekat dengan keseharian anak, yaitu bermain.”

    Irma Gustiani Andriani, S.Psi, M.Psi, Psikolog anak dan keluarga berpendapat, “Bermain dapat menunjang perkembangan optimal anak, baik secara fisik maupun sosial emosi. Dengan bermain, anak akan mendapatkan banyak cara dan kesempatan untuk belajar, dan membantu mengembangkan daya pikir kritis, manajemen waktu, kolaborasi, serta pemahaman akan konsekuensi dan risiko, sehingga sangat tepat dijadikan sebagai sarana untuk menanamkan kebiasaan baik sejak dini. Namun perlu diingat, para orang tua harus tetap mengawasi, baik dari segi keamanan dan keselamatan anak saat melakukan aktivitas permainan; konten permainan – jika terkait dengan gadget; maupun waktu yang dihabiskan untuk bermain.”

    Untuk itu, Lifebuoy menghadirkan kemeriahan perayaan ”Hari Cuci Tangan Sedunia 2023” di Cilandak Town Square pada 14-15 Oktober 2023 melalui sebuah playground berupa kastil interaktif yang mengajak anak bermain sambil berpetualang melawan kuman melalui beberapa tantangan seru. Lifebuoy juga memperkenalkan empat board game yang membantu anak mengatasi kejenuhan melakukan CTPS dengan membuat edukasi mencuci tangan pakai sabun lebih mengasyikkan dan menjadi bagian dari permainan sehari-hari. Nantinya, board game ini akan didistribusikan secara gratis ke lebih dari 1.000 Sekolah Dasar yang terlibat di dalam Program Sekolah Sehat Unilever Indonesia untuk mendorong perubahan perilaku CTPS di 5 Momen Penting di sekolah. 

    Nagita Slavina, Celebrity Mom yang turut hadir bersama Raffi Ahmad dan Rayyanza ikut bercerita, “Dengan berbagai tantangan yang dihadapi orang tua, khususnya aku sebagai ibu, pasti butuh banget support system dalam menjaga kesehatan keluarga. Senang sekali ada Lifebuoy yang selalu punya cara yang bisa menginspirasi aku untuk menanamkan kebiasaan CTPS pada Rafathar dan Rayyanza dengan cara seru. Selain jadi quality time dengan suami dan anak-anak, permainan-permainan yang dihadirkan Lifebuoy juga punya manfaat positif dan mereka jadi lebih excited untuk cuci tangan tanpa merasa sedang digurui!”

    Selain permainan yang dilakukan secara langsung, Lifebuoy juga melihat bahwa saat ini tren bermain telah mengarah ke ranah digital. Kini 89,3% anak Indonesia menggunakan ponsel atau gadget, dan 75,34% menggunakannya untuk hiburan, termasuk bermain game online. Menanggapi tren tersebut, Lifebuoy turut menghadirkan tokoh Non-Player Character (NPC) LIFEBUOY di salah satu game online yang paling digemari anak Indonesia, yaitu Roblox. Di dalam game ini, NPC Lifebuoy siap berinteraksi dengan para pemain untuk mengingatkan mereka melakukan CTPS di 5 Momen Penting.

    Keseluruhan kegiatan dan fasilitas yang dihadirkan di Hari Cuci Tangan Sedunia 2023 ini merupakan bagian dari kampanye SIAGA (SIap Amankan KeluarGA) yang terdiri dari tiga pilar utama: 

    1. SIAGA Melindungi: Komitmen Lifebuoy untuk melahirkan rangkaian inovasi produk yang dapat secara efektif melindungi keluarga Indonesia dari kuman. Inovasi yang terbaru adalah Lifebuoy dengan Multivitamin yang 100% lebih kuat melawan kuman berbahaya
    2. SIAGA Mengedukasi: Lifebuoy secara konsisten menyebarluaskan edukasi mengenai pentingnya CTPS di 5 Momen Penting melalui berbagai program, termasuk peringatan ”Hari Cuci Tangan Sedunia” setiap tahunnya
    3. SIAGA Memfasilitasi: Menyediakan berbagai fasilitas yang mendekatkan masyarakat pada akses informasi dan layanan kesehatan

    “Semoga melalui rangkaian aktivitas dan permainan seru dari Lifebuoy dapat mendorong anak-anak menjadi agen perubahan untuk menerapkan CTPS di 5 Momen Penting. Kedepannya, Lifebuoy akan terus menggencarkan kampanye SIAGA melalui berbagai program dan fasilitas yang akan membantu keluarga Indonesia terhindar dari berbagai risiko penyakit – karena siaga lebih baik daripada mengobati,” tutup Erfan. (Red/*)

  • RS Siloam Silampari Lakukan Launching Klinik Inseminasi untuk Mendukung Layanan Ibu dan Anak di Sumatera Selatan

    RS Siloam Silampari Lakukan Launching Klinik Inseminasi untuk Mendukung Layanan Ibu dan Anak di Sumatera Selatan

    Mediakawasan.id, Sumatera Selatan – Masalah kelahiran merupakan salah satu masalah yang belum teratasi di banyak daerah termasuk di Pulau Sumatera. Menurut data BPS tahun 2020, angka kelahiran total di provinsi Sumatera Selatan menurun sebesar 50% dalam 5 dekade terakhir. Menanggapi hal ini, Grup RS Siloam melakukan launching klinik inseminasi di RS Siloam Silampari yang terletak di kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

    Bagi sebagian besar pasangan suami-istri, memiliki keturunan adalah impian yang dinanti-nantikan. Namun sayangnya, tidak semua pasangan dapat dengan mudah mewujudkan impiannya tersebut. Untuk membantu mewujudkan impian calon orangtua, Grup RS Siloam menyediakan layanan inseminasi buatan dan bayi tabung di RS Siloam Silampari dan RS Siloam Sriwijaya Palembang. Keduanya pun sama-sama bagian dari Assisted Reproductive Technology (ART) yang telah membantu banyak pasangan untuk memperoleh kehamilan dan keturunan.

    Klinik inseminasi RS Siloam Silampari berbeda dengan klinik Blastula IVF RS Siloam Sriwijaya Palembang. Prosedur inseminasi buatan atau Intra-Uterine Insemination (IUI) yang kini hadir di RS Siloam Silampari digunakan untuk membantu memperpendek perjalanan sperma menuju indung telur demi terjadinya pembuahan. Dalam prosedur ini, sperma dialirkan langsung ke dalam rahim untuk mengurangi risiko kegagalan saat sperma menuju ke indung telur. Sementara dalam program bayi tabung atau In-Vitro Fertilization (IVF) yang ada di RS Siloam Sriwijaya Palembang, pembuahan dilakukan di luar tubuh wanita dan embrio yang sudah terbentuk ditanamkan kembali ke dalam rahim wanita.

    Klinik inseminasi ini memiliki 4 dokter spesialis kandungan untuk melayani calon orangtua yang mau melakukan program kehamilan secara inseminasi buatan maupun secara konvensional. Untuk mendukung program kehamilan tersebut, RS Siloam Silampari juga menyediakan layanan penunjang seperti laboratorium pemeriksaan kualitas sperma dan sel telur serta pemeriksaan hormonal. Semua prosedur dalam program inseminasi buatan mulai dari stimulasi sel telur, pengambilan sel sperma, proses inseminasi, proses pembuahan, program masa kehamilan, hingga program melahirkan dapat dilakukan pada satu lokasi di RS Siloam Silampari.

    Selain itu, RS Siloam Silampari juga menyediakan area khusus untuk pemeriksaan Antenatal Care yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan wajar. Area ini juga dilengkapi dengan peralatan USG dan ruangan khusus untuk bayi yang lahir prematur.

    Untuk melayani calon orangtua yang mau melakukan program bayi tabung, RS Siloam Silampari bekerja sama dengan klinik Blastula IVF di RS Siloam Sriwijaya Palembang. Dengan menerapkan strategi Hub and Spoke, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis dan melakukan persiapan prosedur di RS Siloam Silampari dan tindakan IVF dapat dilakukan di RS Siloam Sriwijaya.

    “Penurunan angka kelahiran anak di pulau Sumatera sendiri dipengaruhi oleh peningkatan pada umur pernikahan pertama, tingkat pendidikan, dan tingkat partisipasi kerja. Sementara itu kota Lubuklinggau sendiri merupakan kota terbesar ke-2 di provinsi Sumatera Selatan, di mana penduduknya didominasi oleh pekerja yang berasal dari luar kota. Dengan dibukanya klinik inseminasi dan bekerja sama dengan klinik Blastula IVF, RS Siloam Silampari berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama kesehatan kandungan di kota Lubuklinggau sehingga masyarakat tidak perlu jauh ke luar kota untuk mendapatkan serupa,” ujar dr. Susanti Abdiwidjaja, M.Biomed, Direktur RS Siloam Silampari. Rabu, (11/10)

    RS Siloam Silampari merupakan rumah sakit tipe C yang tergabung dalam jaringan RS Siloam dan telah beroperasi sejak tahun 2018. RS Siloam Silampari menyediakan 100 tempat tidur dan didukung oleh lebih dari 35 dokter spesialis, serta lebih dari 100 perawat dan staf medis. Rumah sakit ini juga dilengkapi dengan fasilitas seperti layanan radiologi 24 jam, CT-Scan, hemodialisis, hingga fasilitas dan layanan pendukung untuk kandungan dan IVF seperti pemeriksaan ginekologi, ultrasonography (USG), analisis sperma, dan hysterosalphingography (HSG)/saline infusion sonohysterography (SIS) sehingga dapat melayani lebih dari 3.000 pasien setiap bulannya. (Red/*)

  • Orangtua Harus Tahu, Kenali Gangguan Hip Dysplasia pada Bayi

    Orangtua Harus Tahu, Kenali Gangguan Hip Dysplasia pada Bayi

    Mediakawasan.id, Serpong – Melihat proses pertumbuhan seorang anak selalu membuat kagum dan bahagia bagi para Ayah dan Ibu. Proses ini ketika si kecil mulai mengangkat kepala sendiri, merangkak, hingga bisa berjalan secara aktif, biasanya dimulai saat mereka menginjak usia 1-2 tahun dan tentunya tidak terjadi begitu saja dalam sekejap. Proses berjalan memang cukup memakan waktu hingga akhirnya si kecil dapat berjalan sendiri dengan tegap.

    Namun proses itu bisa saja terhambat apabila mereka mengalami hip dysplasia, sebuah gangguan pada panggul yang terjadi cukup umum pada bayi. Hip dysplasia atau biasa dikenal dengan istilah bayi lepas panggul adalah gangguan pada panggul yang menyebabkan sendi panggul yang berbentuk seperti soket tidak memegang bagian bola tulang paha atas sepenuhnya. Hal ini memungkinkan sendi panggul mengalami dislokasi sebagian atau seluruhnya.

    Kondisi ini sebaiknya jangan disepelekan karena bisa berdampak pada proses pertumbuhan dan juga kenyamanan si kecil.

    Lebih jauh tentang hip dysplasia, dr. Patar Parmonangan Oppusunggu Sp.OT (K), Konsultan Orthopedi Anak Eka Hospital BSD menjelaskan secara rinci sebagai berikut :

    Apa Penyebab dari Hip Dysplasia?

    Belum diketahui secara pasti apa yang bisa menyebabkan seorang anak bisa mengalami panggul lepas, namun biasanya kondisi ini sudah dapat berkembang ketika mereka telah dilahirkan yang dinamakan sebagai Developmental dysplasia.

    Developmental dysplasia sendiri merupakan gangguan perkembangan panggul pada bayi yang dapat terjadi karena karena beberapa faktor. Meski bisa dialami oleh semua anak, ada beberapa faktor yang dipercaya dapat meningkatkan risiko developmental dysplasia pada si kecil, seperti:

    Berjenis kelamin perempuan, anak perempuan diketahui memiliki risiko hip dysplasia 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak laki-laki karena secara biologis perempuan memiliki ukuran panggul yang lebih besar daripada laki-laki.
    Anak sulung, anak pertama diketahui juga memiliki risiko hip dysplasia yang lebih tinggi karena kondisi rahim ibu yang masih ketat dan kencang saat pertama kali mengandung.
    Kehamilan bayi sungsang, ketika bayi dalam posisi terbalik di dalam rahim dimana bokong yang menghadap ke bawah dan bukan kepala. Pengaruh faktor genetik, seperti memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami hip dysplasia sebelumnya.

    Selain itu, hip dysplasia juga bisa diketahui dapat terjadi karena kebiasaan membedong yang kurang baik pada si kecil. Membedong adalah teknik membalut tubuh si kecil dengan kain untuk menjaga suhu dan posisinya tetap terjaga. Membedong memiliki manfaatnya tersendiri untuk bayi dan juga orangtua, namun apabila teknik yang dilakukan kurang tepat, membedong bisa menyebabkan panggul lepas pada bayi.

    Seperti Apa Gejala Hip Dysplasia?

    Terkadang sulit bagi kita sebagai orangtua untuk melihat gejala hip dysplasia pada si kecil yang mungkin tidak akan begitu ekspresif, ini dikarenakan kebanyakan kasus developmental dysplasia tidak menyebabkan sakit pada mereka. Oleh sebab itu sebagai orangtua, Anda harus lebih waspada akan gejala-gejala dari hip dysplasia pada si kecil, beberapa gejala yang bisa diwaspadai yaitu:

    Sendi panggul mengeluarkan bunyi ketika digerakan. Panjang kaki kanan dan kaki kiri yang berbeda. Adanya keterbatasan rentang gerak pada salah satu sendi panggul. Anak terlihat pincang ketika sudah mulai bisa berjalan.

    Apakah Hip Dysplasia Bisa Sembuh?

    Tidak perlu khawatir, karena hip dysplasia dapat ditangani dengan metode pengobatan dan terapi yang benar dari Dokter Spesialis Ortopedi Pediatri. Dokter dapat melakukan pemeriksaan awal dengan melakukan imaging test atau pencitraan dengan beberapa metode, seperti:

    Ultrasound
    Sinar-X

    Penggunaan tes tersebut ditujukan untuk melihat posisi sendi panggul sehingga dokter bisa menentukan metode penanganan yang tepat dan apakah operasi perlu dilakukan. Penanganan hip dysplasia sendiri juga bervariasi berdasarkan dari umur, kondisi, dan tingkat keparahan tulang.

    Dalam beberapa kasus, ada bayi yang bisa sembuh dengan sendirinya hanya dengan penyesuaian perawatan dan gaya hidup, namun dalam beberapa kasus si kecil akan membutuhkan penanganan secara medis, beberapa diantaranya dapat direkomendasikan seperti:

    Penggunaan penyangga panggul (Pavlik Harness)

    Dalam beberapa kasus seperti bayi yang masih di bawah 6 bulan, dokter biasanya akan merekomendasikan penggunaan pavlik harness atau penyangga panggul untuk membatasi pergerakan panggul si kecil selagi dalam masa pemulihan.

    Perawatan dengan pavlik harness biasanya berlangsung sekitar 6–12 minggu dan si kecil harus menjalani pemeriksaan setiap 1–3 minggu dengan Sinar-X atau USG panggul untuk melihat perkembangan panggulnya. Selama kunjungan, dokter dapat menyesuaikan penggunaan penyangga jika diperlukan.

    Closed Reduction and Casting (Non-Operatif)

    Ada metode non-operatif yang dapat dilaksanakan, biasanya jika penggunaan penyangga tidak menunjukan hasil yang baik. Metode ini dilakukan dengan memindahkan posisi sendi secara manual dengan bantuan pemeriksaan pencitraan. Metode ini biasa digunakan apabila penggunaan penyangga tidak bekerja dengan baik atau jika bayi sudah berusia di atas 6 bulan.

    Selama prosesnya, si kecil akan berada dalam pengaruh obat bius lokal sehingga mereka tidak akan merasakan sakit dan metode ini cukup efektif karena prosesnya yang cepat.

    Open Reduction and Casting (Operatif)

    Penggunaan metode operasi merupakan metode terakhir yang dilakukan jika umur si kecil sudah melebihi 18 bulan atau metode pengobatan lainnya tidak bekerja dengan sesuai harapan. Metode ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di bagian panggul dan dokter akan menaruh kembali sendi panggul ke dalam soketnya menggunakan peralatan bedah.

    Kapan Harus Periksa ke Dokter?

    Sebaiknya, segera bawa si kecil ke dokter apabila Anda mulai menduga mereka menunjukan gejala hip dysplasia. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan dan kenyamanan si kecil saat tumbuh nanti, sehingga semakin cepat penanganan dilakukan maka semakin cepat juga si kecil bisa tumbuh dengan baik.

    Anak yang menjalani pengobatan hip dysplasia biasanya akan melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter hingga mereka menyentuh umur 18 tahun atau proses pertumbuhan telah berhenti sepenuhnya, untuk memastikan hasil pengobatan telah bekerja dengan maksimal dan panggul telah berkembang dengan baik. (Red/*)

  • Layanan Rawat Inap Kembali Menyusui Klinik Laktasi KMNC Graha Raya, Solusi Tepat Bagi Ibu Sulit Menyusui

    Layanan Rawat Inap Kembali Menyusui Klinik Laktasi KMNC Graha Raya, Solusi Tepat Bagi Ibu Sulit Menyusui

    Mediakawasan.id, Tangerang – Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Direct breastfeeding atau pemberian ASI secara langsung akan membentuk perkembangan emosional bayi, karena dalam dekapan ibu selama disusui, bayi bersentuhan langsung dengan ibu sehingga mendapatkan kehangatan, kasih sayang, ikatan emosional dan rasa aman.

    Menurut dokter spesialis laktasi KMNC Graha Raya, dr. Sarah Audia Hasna, IBCLC, direct breastfeeding lebih menyehatkan karena ada hormon dan bakteri prebiotik yang di transfer langsung dari ibu ke bayi. Tidak hanya menjaga daya tahan atau imun bayi lebih optimal, menyusui dengan baik dan benar sejatinya akan mencegah stunting, bahkan masalah abses hingga cancer pada ibu.

    Dengan manfaat melimpah yang dirasakan oleh ibu dan bayi yang menyusu langsung pada ibunya, tidak ada lagi ada alasan para ibu untuk tidak menyusui anaknya. Namun pada prakteknya tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, tidak sedikit kaum ibu yang tidak bisa menyusui langsung atau melakukan direct breastfeeding kepada bayinya. Masalahnya cukup beragam, seperti; bayi tak kenal puting, bayi sudah terbiasa susu formula, bayi hanya bisa menyusu melalui dot, ASI tidak lancar, hingga menimbulkan rasa panik pada seorang ibu. Untuk itu, seorang ibu memerlukan bimbingan agar bisa kembali menyusui buah hatinya.

    Agar lebih optimal dalam melakukan bimbingan laktasi, Klinik Laktasi Kosambi Maternal and Children (KMNC) Graha Raya, Tangerang, mencoba memberi solusi dengan membuka Layanan Rawat Inap Kembali Menyusui.

    “Saat ini awareness ibu sangat tinggi. Sayangnya, banyak dari mereka tidak mendapat informasi yang cukup tentang direct breastfeeding karena kurangnya pelatihan. Dan biasanya proses direct breastfeeding ini tidak bisa terjadi dalam sekejap. Hal ini karena ibu dan bayi masih baru beradaptasi. Untuk itulah Layanan Rawat Inap Kembali Menyusui Klinik Laktasi KMNC Graha Raya hadir, sebagai solusi kepada para ibu yang ingin menyusui bayinya secara langsung dengan bimbingan dan perawatan dokter khusus Laktasi,” papar dr. Sarah, pada Rabu, (28/09).

    Dokter Sarah juga menjelaskan tata laksana pasien Rawat Inap Kembali Menyusui Klinik Laktasi KMNC Graha Raya, “Pertama-tama yang diajarkan di klinik laktasi adalah, skin to skin, bayi pake diapers aja, digendong sama ibunya dengan menggunakan kain jarik atau, baby wearing. Proses skin to skin ini dilakukan sampai insting bayinya balik, dan mau kembali menyusu kepada ibunya. Dari proses ini kita bisa cari tahu apa penyebab bayi tersebut tidak ingin menyusu pada ibunya, misal terbiasa pada dot, maka dot nya akan kita singkirkan. Di sinilah terkadang ibu menjadi panik karena anak akan terus menangis, tetapi jika ibu dan bayi ada di klinik, maka kepanikannya akan berkurang karena ada dokter yang mendampingi,” ungkap dr. Sarah yang sudah memiliki sertifikasi pelatihan konselor Laktasi sejak tahun 2010.

    Proses direct breastfeeding umumnya membutuhkan waktu konseling 3-4 hari dengan cara rawat inap kembali menyusui di Klinik Laktasi KMNC Graha Raya, tentunya dengan dukungan dari keluarga, program ini bisa berhasil dengan baik.

    Tidak hanya program laktasi ibu kandung, program direct breastfeeding juga dapat diikuti oleh calon ibu adopsi. “Saat ini pasien kami yang ikut program laktasi ibu adopsi berasal dari Palembang, ibu tersebut akan siap menjadi ibu menyusui bagi bayi yang akan diadopsinya,” ungkap dr. Sarah.

    “Layanan Rawat Inap Kembali Menyusui di Klinik Laktasi KMNC telah dilengkapi dengan peralatan modern untuk menunjang keberhasilan program direct breastfeeding sesuai yang diharapkan,” tutup dr. Sarah. (Red/*)

  • Cegah Sindrom Ovarium Polikistik, Siloam Hospitals Ingatkan Modifikasi Gaya Hidup

    Cegah Sindrom Ovarium Polikistik, Siloam Hospitals Ingatkan Modifikasi Gaya Hidup

    Mediakawasan.id, Palembang- Siloam Hospitals Sriwijaya melalui unit Blatula IVF secara konsisten memberikan layanan informasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya dikalangan wanita mengenai PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome) atau Sindrom Ovarium Polikistik, melalui edukasi yang bertajuk ‘Kupas Tuntas PCOS’, oleh Dr. Oriza Z., SpOG(K)-FER dan Dr. Dwi Silvia, SpOG(K)-FER. Keduanya merupakan dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Rs Siloam Sriwijaya di kota Palembang.

    Merunut data epidemiologi memperkirakan sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovarian syndrome/ PCOS dialami oleh lebih dari 116 juta atau sekitar 3,4% wanita di seluruh dunia. PCOS diperkirakan merupakan penyakit metabolik yang paling sering dialami wanita usia subur.

    “PCOS ini yang dalam bahasa Indonesianya Sindrom Ovarium Polikistik, bukanlah penyakit, tetapi merupakan gangguan hormon yang mempengaruhi ovarium atau indung telur dari organ wanita. Gangguan ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk ketidakseimbangan hormon seks wanita, infertilitas atau sulit hamil, siklus menstruasi yang tidak teratur, dan pertumbuhan rambut berlebihan pada wajah dan tubuh (hirsutisme)”, tutur Dr. Dwi Silvia melalui edukasinya, Kamis (14/9/2023) di hadapan puluhan Sahabat Siloam.

    Beberapa gejala yang mengindikasikan seorang wanita mengidap PCOS, seperti siklus menstruasi tidak teratur bahkan terjadi pendarahan hebat. Ada pula masalah pada kulit seperti jerawat yang parah pun kelebihan berat badan dan sulit mengendalikannya. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua wanita dengan PCOS akan mengalami semua gejala ini.

    “Diagnosis PCOS biasanya dibuat oleh dokter berdasarkan kombinasi gejala, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah untuk mengukur tingkat hormon, dan pemeriksaan ultrasonografi ovarium”, ungkap Dr. Oriza menambahkan.

    Sindrom Ovarium Polikistik atau PCOS secara umum dapat diketahui setelah tiga tahun, yaitu sejak siklus menstruasi pertama kali dialami para wanita. Sehingga, diperlukan tahap evaluasi jika merasakan sejumlah gejala yang telah disebutkan. Namun para wanita tidak perlu khawatir karena saat ini PCOS dapat dicegah dan diobati yang tentunya harus sesuai dengan gejala dan saran dari dokter setelah dilakukan pemeriksaan.

    Pencegahan dan Pengobatan Pencegahan selalu lebih baik, selain lebih mudah dilakukan namun juga dapat terhindar dari penyakit pun pada PCOS.

    Bagi wanita, yaitu terutama harus memodifikasi lifestyle menjadi lebih baik seperti pola makan yang sehat, istirahat dan olahraga dengan intensitas cukup sekaligus pentingnya mengendalikan stress.

    Poin utama pencegahan ini selain memperlancar siklus menstruasi dan mencegah PCOS, sekaligus mencegah penyakit penyakit lainnya.

    ”Mengubah gaya hidup menjadi sangat penting di kalangan wanita untuk mencegah PCOS. Hanya saja, bagi yang terpapar sindrom ovarium polikistik, maka diperlukan pengobatan atau terapi hormonal, yang biasanya ditempatkan sebagai pilihan pertama untuk mengelola PCOS ini”, tutur dr. Oriza yang jadwal prakteknya bisa dilihat melalui aplikasi MySiloam.

    Terkait tindakan medis, menurut dr. Oriza ada beberapa kasus dari PCOS diperlukan tindakan operasi, melalui Laparoskopi yaitu dengan melakukan drilling ovarium Kateterisasi ovarium Dan pengecilan ovarium dibuang sehingga diharapkan dapat menurunkan kondisi hiperandrogennya. Perlu diingat bahwa tindakan ini dapat menjadi pilihan apabila penderita pcos menginginkan adanya suatu kehamilan.

    Selain tindakan laparoskopi, pilihan terakhir yang dapat ditempuh oleh penderita pcos dalam menginginkan suatu kehamilan yaitu dengan melakukan IVF (bayi tabung),” pungkas dr. Dwi Silvia. (red/*)

  • RS Siloam Putera Bahagia Cirebon Hadirkan Executive Clinic dan Penambahan Rawat Inap VIP

    RS Siloam Putera Bahagia Cirebon Hadirkan Executive Clinic dan Penambahan Rawat Inap VIP

    Mediakawasan.id, Cirebon – Untuk meningkatan mutu pelayanan kesehatan yang cepat dan nyaman, Rumah Sakit Siloam Putera Bahagia Cirebon menghadirkan layanan Executive Clinic, Kamis (21/09/2023).

    Layanan yang baru saja diresmikan itu memberikan layanan one stop service.

    Executive Clinic sendiri menghadirkan pelayanan rawat jalan spesialis dan subspesialis non-reguler dalam satu area dengan sarana dan prasarana di atas standar dan tidak bercampur dengan pelayanan rawat jalan reguler.

    Di Executive Clinic memberikan layanan mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, ruangan tindakan, kasir, hingga pengambilan obat.

    dr. Vidie Aseanto Tanessia, Direktur RS Siloam Putera Bahagia Cirebon mengatakan hadirnya Executive Clinic ini sebagai bentuk komitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat Cirebon dan sekitarnya.

    Hadirnya Executive Clinic, kata dr. Vidie, dilatarbelakangi karena banyaknya masyarakat Cirebon yang berobat di luar kota, karena mengharapkan value yang lebih. Sehingga, melihat hal itu Rumah Sakit Siloam Putera Bahagia Cirebon membuat poliklinik Executive yang bertujuan untuk memberikan value lebih kepada masyarakat Cirebon dan sekitarnya.

    “Jadi sekarang, kalau mau mendapatkan layanan kesehatan yang lebih, tidak perlu datang jauh-jauh ke luar kota lagi, karena di Kota Cirebon sudah ada,” ujar dr. Vidie.

    Executive Clinic Rumah Sakit Siloam Putera Bahagia Cirebon, kata dr. Vidie, menyediakan layanan dokter spesialis mulai dari dokter umum, bedah urologi, klinik gizi, klinik mata, klinik anak, kebidanan dan kandungan, klinik saraf, klinik kulit. Selain itu terdapat pula ruang tindakan, ruang pengambilan spesimen, hingga layanan kasir dan farmasi.

    “Semua dokter spesialis yang kami punya ada di Executive Clinic ini. Namun tentunya ada jam-jamnya yang berpraktek disini dan poliknik Executive ini buka setiap hari dari jam 08.00 sampai 20.00 WIB,” terangnya.

    “Jadi kelebihannya kita ini one stop service, artinya dari mulai pendaftaran sampai pembayaran ada di situ. Pasien yang datang Executive Clinic tiap perlu kemana-mana lagi. Kami juga menyediakan fasilitas free wifi dan free snack,” sambungnya.

    Tak hanya meresmikan Executive Clinic, RS Siloam Putera Bahagia Cirebon juga menambah ruangan rawat inap baru kelas VIP. Diberi nama ruang Sakura, pihaknya menambah sebanyak 15 tempat tidur.

    “Dari 15 ruang rawat inap baru ini terdiri dari 13 ruang rawat inap VVIP dan 2 ruang sweet, plus 2 bed untuk ruang isolasi. Tentu saja ruang rawat inap ini hadir dengan design yang baru dan didukung oleh peralatan-peralatan yang canggih,” jelasnya.

    Untuk konsep Ruang Sakura ini, menurut dr. Vidie, satu ruangan satu tempat tidur yang dapat memberikan keleluasaan kepada pasien. Keunggulan lainnya, ruang rawat inap baru ini bisa ditunggui 2-3 orang.

    “Kami berharap dengan hadirnya layanan Executive Clinic dan Ruang Sakura ini dapat memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat di Kota Cirebon. Dengan memberikan layanan-layanan yang berkualitas, yang bertujuan agar masyarakat Cirebon tidak perlu jauh-jauh berobat keluar kota dan menambah referensi yang ingin berobat dengan value yang lebih,” pungkasnya.

    Sementara itu , Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Hj. Siti Maria Listiawaty, MM menyambut baik dengan diresmikannya Executive Clinic dan penambahan 15 ruang rawat inap baru di RS Siloam Putera Bahagia Cirebon. Menurutnya, ini merupakan suatu terobosan dan perluasan pelayanan.

    “Kami berharap pelayanan kesehatan di rumah sakit ini terus berkembang untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya,” ujar beliau.

    Selama ini, kata dr. Maria, Rumah Sakit Siloam Putera Bahagia bersama Dinas Kesehatan Kota Cirebon selalu mendukung program-progam kesehatan untuk masyarakat. Sehingga, selain kuratifnya ada juga program-program kesehatan untuk masyarakat.

    “Misalnya dalam poliklinik terbaru itu ada layanan untuk Poliklinik Tuberkulosis. RS Siloam Putera Bahagia telah mengikuti kaidah-kaidah untuk layanan TB itu dan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kami. Sehingga betul-betul menciptakan keamanan untuk pasien yang berobat dan pasien lainnya,” ujarnya. (Red/rlls)

  • Waspadai Meningkatnya Konsumsi Gula, Perawatan Gigi Gratis di Seluruh Indonesia Kembali Hadir di Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2023

    Waspadai Meningkatnya Konsumsi Gula, Perawatan Gigi Gratis di Seluruh Indonesia Kembali Hadir di Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2023

    Mediakawasan.id, Yogyakarta Unilever Indonesia melalui Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) meresmikan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2023 di Fakultas Kedokteran Gigi & Rumah Sakit Gigi Mulut Universitas Gadjah Mada. Bertema “Senyum Indonesia, Gigi Kuat Mulut Sehat, BKGN 2023 kembali memberikan perawatan gigi gratis di seluruh Indonesia, yang semakin dibutuhkan seiring meningkatnya risiko gigi berlubang di tengah masyarakat.

    Di tengah acara peresmian BKGN 2023, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang diwakili oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X – Wakil Gubernur DI Yogyakarta menyampaikan, “Menjaga kesehatan mulut dan gigi adalah salah satu kebiasaan baik yang harus diajarkan sejak kecil. Orang tua harus lebih aware untuk melakukan pemeriksaan sejak dini agar mencegah kerusakan gigi pada anak. Selain itu, harus dapat ditekankan bahwa pemeriksaan gigi bukan sesuatu yang menakutkan. Melalui BKGN 2023 ini, saya berharap terjalin sinergisitas antara pemerintah dan stakeholder terkait untuk bersama-sama mendesiminasi informasi tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Mari kita tingkatkan semangat, kepedulian, komitmen dan melakukan gerakan nyata pembangunan kesehatan untuk mewujudkan Senyum Indonesia.”

    drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia menyampaikan, “Selama lebih dari 75 tahun, Pepsodent terus mewujudkan purpose untuk mendukung edukasi serta perawatan gigi dan mulut. Upaya tersebut menjadi krusial karena saat ini masyarakat Indonesia kian rentan mengalami gigi berlubang akibat konsumsi gula yang semakin tinggi. Bahkan di 2023, konsumsi gula per kapita diproyeksi meningkat hingga 9% dari 2019[1].”

    Pengetahuan masyarakat tentang risiko gula bagi kesehatan gigi dan mulut juga masih harus ditingkatkan. Survei Pepsodent menunjukkan bahwa 66% orang tua sebenarnya merasa khawatir akan kesehatan gigi dan mulut mereka karena asupan gula, namun di sisi lain 58%nya menganggap anak-anak boleh menerima asupan gula yang tinggi atau bahkan tidak mengetahui batas yang dianjurkan[2].

    drg. Usman Sumantri, MSc, Ketua Pengurus Besar PDGI menanggapi, “Perlu diketahui, sisa makanan atau minuman manis pada gigi menyebabkan bakteri berkembang lebih cepat. Bakteri ini memfermentasi sisa karbohidrat pada gigi menjadi asam, dan membuat lapisan gigi lebih rentan berlubang. Sebuah studi menunjukkan, saat seseorang mengonsumsi 1-2 porsi minuman berpemanis setiap hari, maka risiko gigi berlubangnya meningkat hingga 31%[3]. Kita tentu tidak bisa sepenuhnya menghindari gula karena fungsinya sebagai sumber energi dan pendorong fungsi kerja otak, tapi konsumsinya harus dibarengi perilaku menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur, dan rutin berkonsultasi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.”

    Faktanya, hanya 2,8% masyarakat yang menyikat gigi di waktu yang tepat. Kesadaran untuk berkunjung ke dokter gigi juga masih sangat rendah, dimana 95,5% masyarakat Indonesia mengaku tidak pernah ke dokter gigi selama setahun[4]. Artinya, kebiasaan menyikat gigi yang tepat masih perlu ditanamkan, disertai akses layanan kesehatan gigi dan mulut yang lebih merata.

    Untuk itu, dengan tema “Senyum Indonesia, Gigi Kuat Mulut Sehat”, Unilever Indonesia melalui Pepsodent bersama 65 PDGI Cabang, AFDOKGI dan ARSGMPI menghadirkan BKGN 2023 mulai September hingga Februari 2024 di seluruh Indonesia dengan berbagai keistimewaan:

    • Perawatan gigi gratis di seluruh Fakultas Kedokteran Gigi & Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan di Indonesia
    • Layanan teledentistry gratis sebagai bagian upaya pemerataan layanan konsultasi gigi dan mendukung transformasi teknologi kesehatan Kemenkes RI
    • Edukasi kesehatan gigi dan mulut ke 250.000 anak melalui Program Sekolah yang lebih inklusif karena juga memberi manfaat bagi anak-anak berkebutuhan khusus

    Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D selaku Ketua AFDOKGI sekaligus Dekan FKG UGM menuturkan, “Sungguh membahagiakan bahwa tahun ini BKGN menjangkau masyarakat lebih luas karena seluruh FKG dan RSGMP di Indonesia akan terlibat. Dengan target 24.000 pasien, seluruh mahasiswa dan dokter gigi siap melayani sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut, terutama dengan meningkatnya asupan gula yang mereka konsumsi setiap hari.”

    Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes, AAK, Ketua ARSGMPI dan Direktur RSGM UGM menjelaskan kondisi gigi dan mulut masyarakat DI Yogyakarta yang dikenal sebagai ‘surga’nya makanan dan minuman manis, “DI Yogyakarta adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki masalah gigi dan mulut tertinggi. Masalah gigi berlubang adalah kasus yang paling banyak ditemui di RSGM UGM. Umumnya pasien datang dalam kondisi yang sudah parah, sehingga memerlukan perawatan yang memakan waktu serta biaya yang tidak sedikit. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati, jadi manfaatkan layanan gratis di BKGN 2023 untuk mulai berkonsultasi ke dokter gigi secara teratur.”

    Brand Ambassador Pepsodent, Raisa dan Hamish Daud ikutberbagi inspirasi, “Meski suka makanan dan minuman manis, kami sadar pentingnya membatasi konsumsi gula, dan bahwa kegemaran ini harus diimbangi dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Keluarga kami selalu bikin ritual yang menyenangkan setiap sikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur, misalnya dengan nyanyi bareng. Selain itu, setiap 6 bulan kami pasti mengajak anak untuk kontrol sehingga nggak takut ke dokter gigi. Kalau kami bisa, semua keluarga Indonesia juga pasti bisa, yuk kita awali kebiasaan baik jaga kesehatan gigi dan mulut!” 

    Di tengah kemeriahan BKGN 2023, Pepsodent turut meluncurkan Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang BARU dengan formula pro-fluoride kompleks dan mikro kalsium aktif yang mampu memperbaiki lubang tak kasat mata, 10X lebih kuat mencegah gigi berlubang. Seluruh kemasannya dilengkapi QR code yang terhubung ke layanan teledentistry “Tanya Dokter Gigi by Pepsodent”, sebagai solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk berkonsultasi gigi langsung di BKGN 2023. Sebagai penutup, drg. Mirah menyampaikan harapan, “Semoga seluruh rangkaian edukasi dan perawatan gigi gratis yang kami persembahkan di BKGN 2023 dapat membantu masyarakat memancarkan senyum Indonesia dengan gigi kuat dan mulut sehat – bebas gigi berlubang.”  (Red/rlls)


  • Pencegahan Kanker Serviks Lebih Optimal dengan Vaksinasi HPV Multivalen

    Pencegahan Kanker Serviks Lebih Optimal dengan Vaksinasi HPV Multivalen

    Mediakawasan.id, Tangerang, – RS Siloam Lippo Village, salah satu rumah sakit dalam jaringan Grup RS Siloam, menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker serviks dan mendorong deteksi dini dengan mengadakan seminar edukasi serta media gathering terkait vaksinasi HPV multivalent untuk masyarakat umum.

    Menurut World Health Organization (WHO), kanker serviks menjadi tantangan kesehatan global dan memengaruhi perempuan di seluruh dunia. Menurut data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, kanker serviks berada pada urutan ke-4 untuk jumlah kasus kanker pada wanita Indonesia di tahun 2019. Padahal, dengan pencegahan dan pengobatan yang teratur, kanker serviks sangat mungkin untuk dicegah. Kanker serviks secara utama disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) dan dapat dicegah melalui vaksinasi terhadap HPV serta pemeriksaan rutin, termasuk tes pap smear. Meskipun langkah-langkah pencegahan ini sudah tersedia, banyak perempuan yang belum rutin melakukan pemeriksaan medis.

    Mengutip dari dr. Alexy Oktoman Djohansjah, SpOG (K) Onk, Dokter Spesialis Kebindanan dan Kandungan Konsultan Onkologi dari RS Siloam Lippo Village, selain pemeriksaan rutin, kanker serviks dapat dicegah dengan vaksin, terutama vaksin HPV multivalen. Vaksin ini adalah alat yang penting dalam upaya pencegahan kanker serviks dan penyakit lain yang terkait dengan HPV. Saat ini RS Siloam Lippo Village telah menyediakan vaksin HPV multivalen (9-valent) yang dirancang untuk melindungi terhadap infeksi virus HPV dengan 9 jenis strain HPV yang berbeda. Adapun, vaksin HPV multivalen ini dirancang untuk melindungi terhadap HPV tipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58. Di antara tipe-tipe ini, HPV 16 dan 18 dikenal sebagai yang paling berisiko dan sering kali terkait dengan kanker serviks.

    “Vaksinasi HPV biasanya direkomendasikan untuk remaja dan orang dewasa muda sebelum mereka terpapar virus HPV melalui aktivitas seksual. Vaksinasi dapat dimulai pada usia yang lebih muda, sekitar usia 9 tahun, hingga usia 45 tahun pada wanita yang belum divaksinasi sebelumnya dengan pengawasan dokter spesialis. Vaksin ini telah terbukti efektif dalam mencegah infeksi HPV dan mengurangi risiko perkembangan penyakit seperti kanker serviks, kanker vulva, kanker vagina, serta kondisi prakanker”, ujar dr. Alexy.

    Untuk mendukung layanan medis dalam bidang kanker, RS Siloam Lippo Village telah dilengkapi dengan tim multidisiplin yang memiliki kompetensi internasional serta peralatan medis dan ruang perawatan dengan teknologi terbaru. Layanan ini juga menerapkan pelayanan yang komprehensif, termasuk metode minimal invasive surgery hingga perawatan pasca operasi. Terlebih lagi, RS Siloam Lippo Village juga menyediakan pilihan paket Medical Check Up yang difokuskan pada deteksi dini kanker.

    RS Siloam Lippo Village merupakan rumah sakit pertama dari Grup RS Siloam dan telah berkembang menjadi pusat layanan kesehatan untuk berbagai penyakit dengan tingkat kompleksitas yang bervariasi. Memiliki lebih dari 250 tempat tidur operasional, rumah sakit ini mampu melayani hingga 1.500 pasien rawat inap serta lebih dari 20.000 pasien rawat jalan setiap bulannya. (Red/*)

  • Penyakit Jantung pada Anak Bahayakah? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Anak Siloam Hospitals Manado

    Penyakit Jantung pada Anak Bahayakah? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Anak Siloam Hospitals Manado

    Mediakawasan.id, Manado – Satu poin utama patut dicermati melalu edukasi kesehatan bertajuk : ‘Pentingnya Pemeriksaan Rutin : Deteksi Dini Masalah Jantung Pada Anak-Anak”, dokter Spesialis Anak dan Konsultan Jantung Anak dari Siloam Hospitals Manado, dr. David Waworuntu, SpA(K), mengatakan akan penyakit jantung pada anak adalah bawaan keturunan yang sudah didapat sejak dalam kandungan dan akan aktif saat bayinya lahir.

    “Penyakit jantung akibat turunan pada usia anak dapat terdeteksi sejak bayi dilahirkan atau menginjak balita pun saat remaja. Ada pula terdeteksi saat usia dewasa. bahwa memiliki penyakit jantung bawaan. Namun berbeda pada penyakit jantung secara umum pada orang dewasa karena pola hidup yang tidak sehat”, ungkap David Waworuntu, Rabu (06/9/2023) di Siloam Hospitals Manado.

    Penyakit jantung pada usia anak merupakan kondisi medis yang melibatkan masalah dengan struktur atau fungsi jantung sejak lahir atau yang berkembang pada masa pertumbuhan.

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, setiap tahunnya sekitar 12 ribu bayi yang menderita penyakit jantung kongestif. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 6.000 anak yang mendapatkan penanganan, sementara sisanya belum dapat tertangani yang kemudian berujung kepada kematian.

    Dijelaskan David Waworuntu,
    dokter Spesialis Anak dan Konsultan Jantung Anak dari Siloam Hospitals Manado, penyakit jantung pada anak, yang juga dikenal sebagai cacat jantung bawaan, terjadi karena adanya gangguan dalam perkembangan jantung selama kehamilan atau dalam beberapa kasus dapat berkembang setelah kelahiran.

    “Penyebab pastinya kerap tidak diketahui dengan pasti, hanya saja beberapa faktor dapat berkontribusi, yaitu faktor genetik, peran lingkungan, akibat infeksi dan Imunologis”, tutur David.

    Dalam hal ini orang tua juga berperan penting menjaga anak agar memiliki jantung yang sehat terlebih memerhatikan pola hidup sang Ibu pada saat mengandung, yang seharusnya konsisten menjaga asupan gizi termasuk menghindari kebiasaan buruk merokok, minum alkohol dan lainnya yang dapat mempengaruhi kesehatan bayi di masa kehamilan.

    Gejala dan Penanganan

    Sesi edukasi pun turut menjelaskan akan gejala penyakit jantung pada anak yang memiliki dua hal, yaitu yang tidak kebiruan atau tidak terlihat secara langsung dan ada pula yang kebiruan yang terlihat secara langsung bahwa anak memiliki luka kebiruan pada bibir, jari tangan, kulit dan kuku sejak dilahirkan.

    “Untuk gejala yang tidak kebiruan ini baru akan kelihatan nanti begitu anak masuk usia balita, terdapat beberapa gejala yaitu minum susu atau nafsu makan tidak bagus, berat badan susah naik, kontinyu mengalami gejala influenza yaitu batuk pilek yang jika tidak diobati dia akan mudah terinfeksi saluran pernapasan pun telapak tangan akan mudah berkeringat walaupun tidak beraktivitas”, ungkap David di hadapan puluhan peserta edukasi.

    Pada penanganan penyakit jantung anak ini, orang tua harus berperan memantau tumbuh kembang anak dan jika merasakan gejala penyakit jantung seperti yang sudah disebutkan maka segera periksa ke dokter umum anak agar mendapatkan deteksi yang jelas, apakah perlu dikonsultasikan lebih dengan dokter jantung atau tidak.

    “Penanganan penyakit jantung pada anak ini memang harus dikonsultasikan dengan dokter jantung anak supaya dapat diberikan tindakan yang tepat seperti operasi atau ada tindakan lainnya sesuai dengan kondisi jantung. Karena hanya ada sedikit obat rutin yang dapat membantu penyembuhan pada penyakit jantung ini”, imbuh David menjelaskan.

    Sangat disarankan untuk melakukan deteksi dini jantung pada anak sehingga dapat dilakukan pencegahan dini dan pengobatan dini demi tumbuh kembang dan kehidupan si anak yang lebih baik”, pungkas dr. David Waworuntu, Sp.A (K)., yang jadwal prakteknya bisa dilihat lengkap melalui aplikasi MySiloam. (Red/*)