Category: Kesehatan

  • Heart to Heart: Memperkuat Hubungan Dokter-Pasien melalui Acara Gathering di Siloam Hospitals Lippo Village

    Heart to Heart: Memperkuat Hubungan Dokter-Pasien melalui Acara Gathering di Siloam Hospitals Lippo Village

    Mediakawasan.id, Tangerang – Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) dengan bangga mengumumkan pelaksanaan acara Heart to Heart Gathering yang diselenggarakan pada 26 September 2024, di Ballroom Siloam Hospitals Lippo Village. Acara istimewa ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia pada tanggal 29 September dan bertujuan untuk memperkuat hubungan antara dokter dan pasien melalui interaksi langsung di luar lingkungan klinis.

    Heart to Heart Gathering merupakan inisiatif baru yang dirancang untuk mempererat ikatan antara dokter dan pasien. Melalui dialog terbuka, interaksi personal, dan berbagi pengalaman, acara ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, komunikasi, serta empati antara tenaga medis dan pasien mereka, terutama bagi pasien yang telah menjalani tindakan kardiovaskular.

    Tujuan utama kegiatan ini meliputi:

    1. Mempererat Koneksi Dokter-Pasien:
      Menargetkan pasien pasca-tindakan kardiovaskular, gathering ini memberikan kesempatan untuk memperdalam hubungan, memperkuat rasa kepercayaan dan kenyamanan antara pasien dan tenaga medis.
    2. Mengapresiasi Kinerja Tim Medis Kardiovaskular:
      Acara ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kerja keras Tim Dokter Jantung dan Bedah Kardiovaskular SHLV. Komitmen mereka dalam memberikan perawatan terbaik diakui dan dirayakan dalam kegiatan ini.

    CEO Siloam Hospitals Lippo Village, Jennifer Hendra, turut berbagi bahwa acara ini secara khusus diadakan bagi pasien yang pernah dirawat di SHLV, agar mereka dapat bertemu kembali dengan sesama pasien dan juga dengan dokter yang pernah menangani mereka.

    “Pada kesempatan ini, penghargaan juga diberikan kepada dokter dan tim medis yang dengan sepenuh hati melayani pasien. Penghargaan ini disampaikan langsung oleh pasien kepada tim medis yang telah merawat mereka selama proses penyembuhan,” tutur Jennifer Hendra.

    Heart to Heart Gathering mencerminkan komitmen Siloam Hospitals Lippo Village dalam mempromosikan kesehatan jantung dan memberikan perawatan yang berpusat pada manusia. Dengan menyediakan kesempatan bagi pasien dan dokter untuk berinteraksi dalam suasana informal dan suportif, SHLV berharap dapat menginspirasi rasa kebersamaan dan saling percaya yang lebih besar. Beberapa pasien juga menceritakan pengalaman mereka dalam mengobati penyakit jantung mereka di Siloam Hospitals Lippo Village.

    “Banyak pasien yang hadir di acara ini, bahkan beberapa dari luar Jakarta. Tidak hanya pasien baru, tetapi juga mereka yang sudah lama dirawat diundang untuk hadir,” ujar Jennifer Hendra. (Red/*)

  • Siloam Hospitals TB Simatupang Terangkan Ablasi Jantung, Prosedur Medis untuk Mengobati Aritmia

    Siloam Hospitals TB Simatupang Terangkan Ablasi Jantung, Prosedur Medis untuk Mengobati Aritmia

    Mediakawasan.id, Jakarta – Ablasi jantung menjadi pilihan pengobatan untuk penderita aritmia atau gangguan irama jantung yang disebut sebagai fibrilasi atrium atau atrial fibrilasi (AF). Aritmia sendiri merupakan gangguan pada impuls listrik yang memiliki tugas mengatur detak jantung akibatnya jantung berdetak terlalu cepat, lambat atau tidak beraturan.

    Kepada rekan media, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA, FAsCC, FEHRA, Electrophysiologist sekaligus Chairman of the Arrhytmia Center Siloam Hospitals TB Simatupang, dengan gamblang menjelaskan tentang tindakan ablasi jantung.

    “Tindakan medis ablasi jantung adalah prosedur memperbaiki aritmia yang dilakukan dengan cara membuat jaringan parut di jantung untuk memblokir sinyal listrik yang tidak teratur dan mengembalikan detak jantung menjadi normal. Dengan ablasi pasien AF bisa terhindar dari risiko stroke,” ujar Prof. Yoga, Selasa (24/9/2024).

    Dia juga menjelaskan, Ablasi jantung dilakukan dengan menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah tanpa operasi agar lebih mudah dan cepat pemulihannya.

    “Ada dua metode untuk melakukan ablasi jantung, yakni: Ablasi frekuensi radio menggunakan energi panas untuk menghilangkan jaringan yang menyebabkan aritmia. Dan, Cryoablation dengan menggunakan suhu yang sangat dingin untuk menghancurkan jaringan penyebab aritmia,” imbuhnya.

    Prof Yoga mengingatkan siapapun berisiko terkena terkena AF. Namun risiko terbesar adalah mereka yang memiliki riwayat hipertensi, obesitas, merokok, diabetes melitus, dan factor genetic alias garis keturunan.

    Risiko AF juga akan meningkat seiring bertambahnya usia. AF bisa meningkatkan risiko kematian 1,5-3,5 kali lipat dan meningkatkan risiko terjadinya stroke hingga lima kali lipat.

    Saat ini diperkirakan ada 7 juta penduduk Indonesia yang mengalami gangguan AF. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat selama gaya hidup masyarakat kurang sehat, obesitas, merokok, kurang gerak dan factor pemicu lainnya.

    Siloam Hospitals TB Simatupang sendiri telah mengadopsi metode ablasi jantung untuk penanganan pasien AF khususnya metode cryoablation. Metode yang dilakukan secara minimal invasive ini merupakan terobosan baru dalam merawat dan menangani pasien penderita AF. (red/*)

  • Strength in Style: Empowering Survivors with Confidence Community Gathering Bersama Pita Kasih & Bhoelan

    Strength in Style: Empowering Survivors with Confidence Community Gathering Bersama Pita Kasih & Bhoelan

    Mediakawasan.id, Tangerang – Siloam Hospital Lippo Village bekerja sama dengan Pita Kasih dan Bhoelan, dengan bangga mempersembahkan acara “Strength in Style: Empowering Survivors with Confidence,” sebuah community gathering spesial yang didedikasikan untuk mendukung para penyintas kanker. Acara ini akan diselenggarakan pada 19 September 2024 di Ballroom, Lantai 11, Siloam Hospitals Lippo Village.

    Acara ini akan menampilkan dua sesi health talk yang penting dan informatif. Pertama, Dr. Bernard Agung B.S., Sp.B, K. Onk akan membahas topik “Managing Side Effects of Cancer Treatment,” di mana beliau akan memberikan pemaparan mendalam tentang cara mengelola efek samping dari pengobatan kanker, memberikan wawasan berharga bagi para penyintas dan keluarga mereka. Sesi kedua akan dibawakan oleh Dr. Sweety Pribadi, SpBP dengan topik “Enhancing Self-Confidence Through Reconstruction.” Dr. Sweety akan membahas peran bedah rekonstruktif dalam membantu penyintas mendapatkan kembali kepercayaan diri dan citra diri mereka, dengan fokus pada pemulihan fisik dan emosional.

    Selain itu, acara ini juga akan menyajikan workshop makeup dan fashion yang didukung oleh Bhoelan dan Pavettia. Workshop ini mencakup kelas Personal Styling dengan tema “Positivity with Adaptive Clothing.” Workshop ini akan memberikan panduan praktis tentang bagaimana memperkuat citra tubuh dan merangkul sikap positif melalui pakaian adaptif, lengkap dengan tips dan saran yang personal.
    Narda Virelia, 1st Runner-Up Miss Indonesia 2018 dan pendiri brand Bhoelan, menghadiri acara ini dan akan berbagi wawasan tentang fashion, kecantikan, dan pemberdayaan. Kehadiran Narda diharapkan dapat menginspirasi para peserta untuk merangkul kekuatan dan gaya mereka dengan penuh percaya diri.

    Tujuan acara ini adalah untuk membangun komunitas yang mendukung, di mana para penyintas kanker dapat saling terhubung, berbagi pengetahuan, dan merasa lebih kuat. Melalui kombinasi edukasi kesehatan dan workshop, peserta diharapkan mendapatkan pengetahuan serta keterampilan praktis yang membantu mereka menghadapi berbagai tantangan, (Red/*)

  • Peningkatan Ilmu dan Layanan Kedokteran Nuklir, Siloam MRCCC Jalin Kerjasama dengan Antoni van Leeuwenhoek / Netherlands Cancer Institute (AVL/NKI)

    Peningkatan Ilmu dan Layanan Kedokteran Nuklir, Siloam MRCCC Jalin Kerjasama dengan Antoni van Leeuwenhoek / Netherlands Cancer Institute (AVL/NKI)

    Mediakawasan.id, Jakarta – Sebagai bagian dari komitmen Siloam Hospitals MRCCC untuk terus memberikan pelayanan penyakit kanker terbaik kepada masyarakat, Siloam Hospitals MRCCC mengadakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan The Netherlands Cancer Institute (AVL/NKI). Pada senin (9/9)

    MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, yang baru saja dinobatkan salah satu Best Specialized Asia Pacific Oncology Hospitals 2024 oleh Newsweek, adalah rumah sakit yang berfokus pada penanganan kanker. Hingga saat ini, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi memiliki 213 tempat tidur, didukung oleh 180 dokter spesialis dan konsultan, 500 perawat dan staf medis, serta melayani lebih dari 15.000 pasien setiap bulannya.

    Dalam layanan Kedokteran Nuklir, MRCCC memiliki tim yang terdiri dari 6 orang Dokter Spesialis dan fasilitas-fasilitas kedokteran nuklir yang meliputi:

    • Brain-PET
    • PET-FDG
    • PET-PSMA
    • PSMA-CA Prostate Lutetium Therapy
    • SIRT Therapy
    • SPECT
    • Thyroid Ablation Therapy

    The Netherlands Cancer Institute, atau yang dikenal sebagai Antoni van Leeuwenhoek Hospitals (AVL/NKI), merupakan salah satu dari 10 pusat kanker komprehensif terbaik di Eropa. Antoni van Leeuwenhoek Hospitals lembaga pelayanan dan nelitian terkemuka yang berfokus pada Precision Oncology, Immunotherapy, Early Detection, Survivorship dan Image-guided Therapy dalam pelayanan kesehatan di Belanda.

    Penandatanganan MoU ini dilakukan pada Senin, 9 September 2024, di MRIN Karawaci. Kegiatan ini akan dihadiri oleh Prof. Marcel Stokkel, Kepala Departemen Kedokteran Nuklir di AVL/NKI.

    Hendy Widjaja, Direktur Kerjasama Internasional Siloam Hospitals, dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa kerjasama ini akan difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu pelayanan/konsultasi, pendidikan/pelatihan, dan penelitian.

    “Kerjasama ini akan membawa banyak manfaat bagi kami. Dalam hal peningkatan pelayanan, AVL/NKI akan terlibat dalam memberikan konsultasi pada kasus-kasus kompleks. Kami juga akan berpartisipasi dalam pertemuan MDT, dimana pembahasan kasus sulit kanker dibicarakan. Di bidang pendidikan, MoU ini membuka kesempatan bagi staf MRCCC untuk mengikuti pelatihan di Belanda dan AVL akan menjadi narasumber tetap pada berbagai acara ilmiah yang kami selenggarakan,” kata Hendy Widjaja.

    Sebelumnya, beberapa dokter konsultan Kedokteran Nuklir dari MRCCC telah mengikuti program belajar di AVL di bawah bimbingan Prof. Marcel Stokkel. Prof. Stokkel adalah pakar senior kedokteran nuklir di organisasi European Association of Nuclear Medicine (EANM) dan juga konsultan untuk International Atomic Energy Agency (IAEA).

    Dengan penandatanganan MoU ini, diharapkan akan terjadi peningkatan yang signifikan dalam kualitas pelayanan serta pengembangan ilmu kedokteran nuklir di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. (Red/*)

  • Gawat! Hipertensi sang ‘silent killer’ di Karimunjawa Menempati Posisi Tertinggi Ketiga, Tim Kepmas UI Turun Tangan

    Gawat! Hipertensi sang ‘silent killer’ di Karimunjawa Menempati Posisi Tertinggi Ketiga, Tim Kepmas UI Turun Tangan

    Mediakawasan.id, Jakarta – Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi disebut sebagai “silent killer” karena meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan penyakit lainnya yang menyebabkan kematian. Para pengidap hipertensi di Indonesia masih merasa sehat walaupun tekanan darah tinggi. Banyak dari penderita hipertensi menyatakan bahwa mereka tidak merasakan adanya keluhan dari hipertensi.

    Penyakit hipertensi memiliki jumlah pengidap yang masih cukup tinggi, salah satunya di Karimunjawa, wilayah kepulauan di Laut Jawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terkenal dengan keindahan alamnya. Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa 1 dari 3 orang Indonesia mengidap hipertensi, dan angkanya terus meningkat setiap tahun.

    Menurut catatan kemenkes, perkiraan  jumlah  kejadian  hipertensi  di  Indonesia  adalah  63.309.620 penduduk,  dan angka kematian  di Indonesia  yang  disebabkan  oleh hipertensi  sebanyak 427.218 kejadian. Data 20 besar penyakit dari kunjungan rawat jalan selama tahun 2019 di puskesmas  Karimunjawa, hipertensi  menduduki urutan  ketiga  dengan jumlah  409 pasien.

    Tim Karimunjawa Sehat Ceria (KSC)  dari Kepmas UI merespons akan tingginya kasus hipertensi pada ibu hamil dan stunting di Karimunjawa. Oleh karena itu  Karimunjawa Sehat Ceria (KSC) menyelenggarakan sosialisasi kesehatan dan pelatihan sentra Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta pengolahan ikan di Balai Desa Karimunjawa pada 24 Juli 2024. Tim Kepedulian Masyarakat UI membawakan solusi untuk menginisiasi penanaman TOGA secara hidroponik tanpa media tanah untuk mengatasi permasalahan tanah yang kering untuk ditanami tumbuhan.

    Tim “Karimunjawa Sehat Ceria” merupakan gabungan dari mahasiswa Fakultas Farmasi (FF) Universitas Indonesia (UI), Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), Fakultas Psikologi (Fpsi), Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), dan Program Pendidikan Vokasi. Tim tersebut diketuai oleh Raihana Ghibtha Putri yang beranggotakan Fahrani Asvita, Nafisa Thahira, Adisty Widya Putri, M. Aftharu Mulya, Shakilla Tiara Yuda, Faiq Firni Ramadhan, Adhika Febryana, Keyza Paquita Adrian, M. Rais Makka, Mauna Munifah Indarwati, Muhammad Mishbahus Surur, Fadhilatul Ikromah, Annisa Fitriyah, Samuel Adyatama Budiman, dan Mujahid Hibatul Haqqi, serta dosen pendamping lapangan, yaitu Dr. apt. Donna Maretta Ariestanti, M.Sc. dan Dr. Atin fitriana, M.Hum.

    Tim Kepedulian Masyarakat Universitas Indonesia (Kepmas UI) “Karimunjawa Sehat Ceria” telah mengembangkan Sentra Sayuran dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dengan metode hidroponik di Puskesmas Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sebelumnya, telah dilaksanakan sosialisasi kesehatan dan pelatihan penanaman TOGA kepada ibu dengan balita stunting, tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS), kader Posyandu, kader Puskesmas, dan pemerintah setempat.

    Pengembangan Sentra Sayuran dan  TOGA yang dilakukan meliputi pembuatan instalasi pipa hidroponik, pembuatan larutan nutrisi AB mix, pembibitan, pemindahan bibit media tanam rockwool ke net pot hidroponik yang telah dilengkapi sumbu flanel dengan teknik Nutrient Film Technique (NFT), serta penanaman TOGA.

    Keberhasilan dari kegiatan-kegiatan tersebut, Tim Karimunjawa Sehat Ceria berkolaborasi dengan Puskesmas Karimunjawa dan Pemerintah Desa Karimunjawa. Selain itu, Tim KSC juga mendapatkan dukungan dari pihak sponsor, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, PT. Frisian Flag, Vidoran Xmart, Vitonal, Laurier, PT. Kalbe Nutritional, dan PT. Karya Naptha Belide. Dalam prosesnya juga Tim KSC bekerja sama dengan Specsium, Travel Jepara, dan Lingkar Karimunjawa. (Red/Artikel)

  • Siloam Hospitals Lippo Village Mengoptimalkan Bedah Jantung Minimal Invasive untuk Hasil Terbaik Pasien

    Siloam Hospitals Lippo Village Mengoptimalkan Bedah Jantung Minimal Invasive untuk Hasil Terbaik Pasien

    Mediakawasan.id, Tangerang- Siloam Hospitals Lippo Village dengan bangga mengumumkan peningkatan dan pengembangan layanan bedah jantung minimal invasive, sebagai bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus memberikan pelayanan medis yang inovatif dan meningkatkan kualitas hasil pasien. Meskipun metode ini sudah cukup lama dikenal, Siloam Hospitals Lippo Village terus mengoptimalkan teknik dan teknologi terkini untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pasien. Pada kamis (15/8)

    Bedah jantung minimal invasive adalah teknik modern yang menggunakan insisi kecil untuk melakukan prosedur jantung dengan presisi yang lebih besar dan trauma yang lebih sedikit pada jaringan di sekitar area operasi. Metode ini menawarkan banyak keuntungan dibandingkan dengan bedah jantung terbuka tradisional, termasuk waktu pemulihan yang lebih cepat, risiko yang lebih rendah, bekas bedah yang lebih kecil, dan tinggal rumah sakit yang lebih singkat. Selain minimal invasive di bidang jantung, Siloam Hospitals Lippo Village juga memiliki minimal invasive di bidang paru (VATS) dan pembuluh darah (Endovaskular)

    Siloam Hospitals Lippo Village telah berinvestasi dalam teknologi canggih dan membentuk tim ahli bedah jantung dan profesional kesehatan yang terlatih untuk menjamin keberhasilan dan keamanan prosedur ini. Infrastruktur dan sumber daya rumah sakit dilengkapi untuk menangani hal-hal yang kompleks dalam bedah jantung minimal invasive, memberikan standar pelayanan terbaik bagi pasien.

    Manfaat bagi Pasien

    Pasien yang menjalani bedah jantung minimal invasive di Siloam Hospitals Lippo Village bisa mengharapkan keuntungan sebagai berikut:

    • Pemulihan yang Lebih Cepat: Trauma yang diminimalkan pada tubuh memungkinkan pasien untuk kembali melakukan aktivitas normal lebih cepat.
    • Risiko yang Dikurangi: Insisi yang lebih kecil menghasilkan risiko infeksi dan komplikasi potensial yang lebih rendah.
    • Aspek Kehilangan yang minim: Teknik bedah menghasilkan bekas luka yang lebih kecil, yang seringkali menjadi perhatian pasien.
    • Tinggal Rumah Sakit yang Lebih Singkat: Pasien biasanya memerlukan waktu yang lebih singkat di rumah sakit, mempercepat kembalinya mereka ke rumah.
    • Rasa nyeri lebih minimal

    dr. Maulidya Ayudika Dandanah, SpBTKV(K),FIHA, spesialis Bedah Jantung, Paru dan Pembuluh Darah berkomentar, “Peluncuran bedah jantung minimal invasive adalah bukti komitmen kami terhadap keunggulan dalam pelayanan kardiovaskular. Kami sangat senang bisa menawarkan teknik bedah terkini kepada pasien dan berharap dapat membantu mereka mencapai hasil kesehatan yang lebih baik dengan waktu pemulihan yang lebih singkat.”

    Siloam Hospitals Lippo Village adalah jaringan rumah sakit terkemuka di Indonesia yang telah melayani masyarakat selama lebih dari dua dekade. Dengan visi untuk memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi, Siloam Hospitals Lippo Village terus berinovasi dan meningkatkan fasilitas serta pelayanan medis untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Untuk informasi lebih lanjut tentang Bedah Jantung Minimal Invasive dan layanan kesehatan lainnya di Siloam Hospitals, silakan kunjungi situs web kami di http://www.siloamhospitals.com atau unduh aplikasi MySiloam untuk melakukan booking appointment dokter. (Red/*)

  • Rayakan HUT Ke-4, Siloam Hospitals Ambon Gelar Fun Run 5K dan Bincang Sehat

    Rayakan HUT Ke-4, Siloam Hospitals Ambon Gelar Fun Run 5K dan Bincang Sehat

    Mediakawasan.id, AMBON – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Siloam Hospitals Ambon gelar kegiatan Fun Run 5K dan Sekilas Bincang Sehat pada Kamis (1/8/2024). Mengambil tema #Seutas: Selangkah untuk Tulang Sehat kegiatan tersebut dibuka resmi dr. Paulus Triaji Hadijiwaya, Hospitals Director Siloam Ambon.

    Dalam sambutannya, dr Paulus  menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan dalam rangka sukacita merayakan kehadiran Rumah Sakit Siloam Ambon yang telah hadir melayani masyarakat Provinsi Maluku dan khususnya Kota Ambon selama 4 tahun ini. 

    “Fun Run ini dilaksanakan juga sebagai bentuk kepedulian Rumah Sakit Siloam Ambon terhadap membangun kesadaran kita bersama akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh kita, terutama kesehatan tulang sesuai dengan campaign dari Fun Run ini #SEUTAS (Selangkah Untuk Tulang Sehat),” kata dr Paulus.

    Menurut dr. Paulus berlari merupakan cara yang paling sederhana dalam berolahraga untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Selain itu berlari juga dapat menjaga kesehatan tulang kita. “Semoga melalui kegiatan fun run yang dilaksanakan Siloam Ambon ini dapat  lebih meningkatkan kesadaran tentang hidup sehat kepada masyarakat kota Ambon,” tegasnya.

    Sementara itu dr. Wijaya Johanes Chendra, SpOT(K), spesialis ortopedi, sub-spesialis hip & knee (panggul dan lutut) pada sesi bincang sehat menjelaskan tentang tips dan postur tubuh saat lari supaya seseorang tidak cedera. Menurutnya untuk menghindari cedera, yang harus diperhatikan sebelum berlari yaitu dengan melakukan pemanasan yang baik. “Selalu awali dengan pemanasan yang ringan seperti lari ringan untuk mempersiapkan otot-otot, langkah kaki, tekanan kaki, sepatu lari dan diakhiri dengan pendinginan,” jelasnya.

    Untuk postur tubuh kata dr Wijaya, pastikan tubuh dalam posisi yang benar seperti menegakkan tubuh dan posisi kepala dan tulang belakang sejajar,.

    Dan apabila terjadi cedera dr Wijaya menyarankan agar selalu menggunakan prinsip RICE yakni Rest, Ice, Compression, Elevation. Rest yaitu dengan melakukan istirahat saat terjadi cedera dan tidak memaksakan menyelesaikan kegiatan, Ice yaitu melakukan kompress dingin pada kaki yang cedera, Compression yaitu pembalutan bagian yang mengalami cedera dengan kain elastis, dan Elevation yaitu peninggian dari anggota tubuh yang mengalami cedera.

    Siloam Hospitals Ambon merupakan rumah sakit ke-39 di Siloam Hospitals Group. Berlokasi di Jl. Sultan Hasanudin, Hative Kecil, Sirimau, Kota Ambon, rumah sakit ini mulai beroperasi pada Juni 2020, Siloam Hospitals Ambon saat ini sudah membuka pelayanan operatif dan non-operatif dengan pelayanan spesialis umum dan subspesialis, dengan 101 tempat tidur. 

    Terdiri dari dua lantai yang telah beroperasi dari sebelas lantai yang sedang dalam proses pembukaan, Siloam Hospitals Ambon juga dilengkapi dengan fasilitas dan pelayanan kesehatan pendukung seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang HCU, ruang ICU, ruang isolasi, CT Scan, x-ray, farmasi, dan laboratorium. (Red/*)

  • Waspada Gejala Autisme dan ADHD Pada Anak

    Waspada Gejala Autisme dan ADHD Pada Anak

    Mediakawasan.id, Medan – Gejala awal Autisme secara medis dapat diketahui melalui tumbuh kembang bayi begitu pula
    Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang akan tampak saat anak menginjak pertumbuhan di usia tiga atau empat tahun.

    Hal tersebut terungkap melalui bincang edukasi kesehatan anak bertajuk ‘ADHD Atau Autisme?’ yang diselenggarakan tim manajemen RS Siloam Dhirga Surya di kota Medan, Selasa (23/07/2024) sebagai rangkaian memperingati Hari Anak Nasional 2024.

    Meskipun ada faktor pembeda usia dari tumbuh kembang bayi dan anak, dokter spesialis anak dari Siloam Hospitals Dhirga Surya, dr. Steven Guntur, Sp.A, NODGO (Rus)., menjelaskan, bahwa secara prinsip Autisme dan ADHD adalah hal yang sama, yaitu adanya gangguan pertumbuhan mental dan interaksi sosial. Gangguan tersebut diduga diakibatkan oleh masalah sensor pada sel saraf dan organ otak anak.

    “Gangguan pertumbuhan ini dapat di deteksi sejak dini oleh orangtua. Misalnya, gejala autisme dapat dilihat ketika bayi usia enam bulan yang sulit untuk tersenyum. Sedangkan gejala ADHD itu timbul ketika anak berusia empat tahun, ditandai dengan sulitnya sang buah hati untuk fokus pada satu hal dalam satu waktu”, ungkap Steven Guntur melalui live Instagram yang disaksikan puluhan pasangan suami istri.

    Adapun perbedaan utama antara ADHD dan Autisme dapat diketahui melalui :

    1. Kemampuan batas fokus dan minat
    2. Interaksi Sosial
    3. Komunikasi
    4. Prilaku dan Minat Khusus
    5. Perilaku Repetitif dan Rutinitas

    “Meskipun ADHD dan Autisme dapat terjadi bersamaan pada beberapa individu, penting untuk diingat bahwa keduanya adalah kondisi yang berbeda dengan karakteristik yang unik. Diagnosa dan perawatan untuk setiap kondisi dapat berbeda berdasarkan gejala yang dominan dan kebutuhan individu yang bersangkutan”, tutur dokter spesialis anak dari Siloam Hospitals Dhirga Surya, dr. Steven Guntur, Sp.A, NODGO (Rus)., menjelaskan.

    Steven Guntur menambahkan, satu hal contoh dari perbedaan Fokus dan Perhatian, ADHD umumnya ditandai dengan masalah perhatian, impulsifitas, dan hiperaktivitas. “Anak pengidap ADHD mungkin kesulitan mempertahankan fokus pada tugas tertentu, sering bergerak tanpa henti, dan bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya. Sedangkan Autisme ditandai dengan kesulitan dalam berinteraksi sosial, komunikasi yang terbatas, serta perilaku repetitif. Fokus perhatian pada individu dengan autisme bisa jadi sangat intens terhadap minat atau aktivitas tertentu, namun mereka mungkin tidak mengalami hiperaktivitas seperti pada ADHD”, ungkap Steven Guntur, yang sangat dikenal luas oleh warga di kota Medan sebagai dokter spesialis anak yang ramah dan terpercaya.

    Penyebab dan Penanganan
    Dalam edukasinya, Steven Guntur turut menjelaskan sejumlah faktor resiko penyebab Autisme dan ADHD. Menurutnya, faktor resiko dimulai ketika calon ibu menjalani proses kehamilan hingga akan melahirkan. Yaitu terpapar zat/racun berbahaya melalui reaksi udara di tempat tinggal pun gaya hidup tidak sehat selama usia kehamilan. Namun, dalam penelitian medis yang dilakukan di Korea Selatan dan China beberapa waktu lalu, Steven menjelaskan, penggunaan obat antibiotik selama kehamilan tidak termasuk faktor resiko calon bayi akan mengidap Autisme pun ADHD.

    “Hindari paparan zat berbahaya dari racun obat serangga atau limbah lingkungan. Penggunaan obat secara kontinyu juga harus dikurangi. Faktor genetik cenderung memperkuat resiko autisme. Karena pola hidup sehat selama kehamilan hingga paska kelahiran harus dipertahankan”, tegas Steven Guntur mengingatkan.

    Adapun dalam penanganan Autisme dan ADHD dapat dilakukan hingga anak kembali normal, melalui beberapa tingkatan penyembuhan, yaitu:

    Pada intervensi dini yang telah terbukti efektif untuk anak dengan autisme adalah:

    Terapi Perilaku Terapan (Applied Behavior Analysis – ABA), Terapi Bicara dan Bahasa,
    Terapi Okupasi dan intervensi Pendidikan khusus danTerapi Musik dan Seni yang dapat membantu anak dalam mengekspresikan diri.

    Pemberian Obat, jika gejala ADHD menyebabkan efek negatif yang nyata terhadap kemampuan akademik dan sosial anak. Obat-obat yang biasa dipakai antara lain seperti Metilfenidat, atomoxetine atau risperidon dan golongan sejenis.Obat dimulai dengan dosis paling rendah yang dinaikkan perlahan-lahan sampai respon optimal.

    Terapi Psikologi pada penangan ADHD dilakukan melalui Latihan Orang Tua dan Terapi Tambahan. Menurut Dokter Spesialis Anak, Steven Guntur, dalam tahap terapi tingkah laku, latihan untuk orang tua merupakan prioritas tertinggi.

    “Tujuannya untuk mengajar orang tua bagaimana mengatur pembatas sekaligus insentif untuk tingkah laku yang tepat dan menimbulkan respon emosi destruktif”, ungkap Steven Guntur. Adapun pada terapi tambahan, dibutuhkan tergantung pada lingkaran keluarga dan anak. Terdapat keterbatasan usaha tradisional, psikoterapi individu untuk anak ADHD.

    “Tujuan terapi ini adalah untuk memperbaiki harga diri. Tidak ada bukti bahwa psikoterapi individual memperbaiki kemampuan anak untuk memberikan perhatian atau mengurangi impulsif. Bila anak mulai menjadi lebih tua dan lebih waspada, psikoterapi dapat memfasilitasi pengertian bagaimana tingkah laku mempengaruhi yang lainnya”, pungkas Steven Guntur, dokter spesialis anak dari Siloam Hospitals Dhirga Surya, yang jadwal prakteknya dapat diketahui melalui aplikasi MySiloam. (Red/rlls)

  • Kick Off Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional Polio (Pin Polio)

    Kick Off Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional Polio (Pin Polio)

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Penyakit Polio sangat berbahaya dan dapat menyebabkan lumpuh seumur hidup. Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio tipe 2 sejak akhir tahun 2022 dilaporkan terjadi di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Selain kasus Polio Tipe 2, kasus Polio tipe 1 juga dilaporkan di Provinsi Papua Tengah. Oleh karena itu dilaksanakan Pekan Imunisasi Nasional Polio (PIN Polio) sebagai upaya respon imunisasi yang masif untuk memutus transmisi penularan virus polio, baik tipe 1 maupun tipe 2 serta meningkatkan imunitas terhadap Polio.

    Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional Polio di Kota Tangerang Selatan terintegrasi dengan Hari Anak Nasional. Hari ini, Selasa tanggal 23 Juli 2024 dilaksanakan Kick Off Pekan Imunisasi Nasional Polio di Gedung Graha Widya Bhakti Puspiptek. PIN Polio di Kota Tangerang Selatan akan dilaksanakan 2 putaran dengan jarak minimal antar putaran adalah 2 minggu. Masing-masing putaran dilaksanakan dalam waktu 1 minggu ditambah 5 hari Sweeping.

    • Putaran 1 tanggal 23-29 Juli 2024
    • Sweeping Putaran 1 tanggal 30 Juli – 3 Agustus 2024
    • Putaran 2 tanggal 6 – 12 Agustus 2024
    • Sweeping Putaran 2 tanggal 13 – 17 Agustus 2024

    Imunisasi Polio yang diberikan pada pekan imunisasi nasional Polio ini, tidak memandang status imunisasi sebelumnya.

    Kota Tangerang Selatan memulai pelaksanaan PIN Polio ini adalah tahap 2, serentak bersama 27 Provinsi, dimana 6 Provinsi lainnya sudah melaksanakan PIN Polio tahap 1 pada bulan Mei 2024.  Sasaran yang diberikan imunisasi Polio pada kegiatan PIN ini adalah anak usia 0-7 tahun. Jumlah sasaran di Kota Tangerang Selatan sebanyak 156.904 anak.

    Dinas Kesehatan melalui UPTD Puskesmas, akan melaksanakan pemberian imunisasi Polio  di 779 PAUD dan TK, 448 SD/MI. Selain di Sekolah, pelayanan PIN POLIO akan dilaksanakan di 35 UPTD Puskesmas se-Kota Tangerang Selatan, 849 Posyandu, 21 Rumah Sakit, dan 163 Pos Imunisasi lainnya. Total keseluruhan Pos Pelayanan PIN Polio di Kota Tangerang Selatan sebanyak 2.295.

    Vaksin yang diberikan adalah novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2).  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/C/504/2023 menyampaikan bahwa Vaksin nOPV2 merupakan vaksin yang aman dan efektif.

    Oleh karena itu orang tua dan anak tidak perlu khawatir vaksin Polio tidak menimbulkan KIPI yang serius. Namun jika terdapat keluhan setelah pemberian imunisasi Polio, orang tua dapat segera membawa anak ke UPTD Puskesmas atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat.

    Dinas Kesehatan menghimbau kepada orang tua agar anaknya dapat mengikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio ini supaya anak terhindar dari penyakit Polio. Mari sukseskan kegiatan PIN Polio, lindungi anak anak usia 0-7 tahun dengan 2 kali pemberian tetes manis polio. (Red/rlls)

  • Memahami Kanker Tiroid Melalu Deteksi Dini Dan Pengobatan dari Siloam Hospitals

    Memahami Kanker Tiroid Melalu Deteksi Dini Dan Pengobatan dari Siloam Hospitals

    Mediakawasan.id, Tangerang – Siloam Hospitals Lippo Village, salah satu jaringan rumah sakit terkemuka di Indonesia, menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai kanker tiroid. Kanker tiroid yang tergolong langka dibandingkan jenis kanker lainnya, memerlukan perhatian khusus karena dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya secara signifikan.

    Mengenal Kanker Tiroid
    Kanker tiroid merupakan jenis kanker yang berkembang di kelenjar tiroid, secara umum terletak di bagian depan leher. Kelenjar ini berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh melalui produksi hormon tiroid. Gejala kanker tiroid seringkali tidak terasa pada tahap awal, namun seiring dengan perkembangan penyakit, gejala seperti benjolan di leher, kesulitan menelan, suara serak, dan pembengkakan kelenjar getah bening dapat muncul.

    Faktor risiko kanker tiroid meliputi riwayat paparan radiasi, riwayat keluarga dengan kanker tiroid, serta kondisi kesehatan tertentu seperti gondok. Deteksi dini menjadi sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

    Berdasarkan data terbaru, kejadian kanker tiroid di Indonesia mencapai sekitar 1,5% dari seluruh kasus kanker dengan prevalensi lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria. Siloam Hospitals menyediakan layanan pemeriksaan dan diagnostik yang lengkap, mulai dari ultrasonografi, biopsi, hingga tes darah untuk mendeteksi kadar hormon tiroid.

    Komitmen Terhadap Edukasi dan Pencegahan
    Siloam Hospitals Lippo Village menawarkan berbagai pilihan pengobatan untuk kanker tiroid, termasuk operasi, terapi radiasi, dan terapi hormon. Tim medis yang berpengalaman dan fasilitas yang canggih memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan perawatan terbaik sesuai dengan kebutuhan mereka. Berdasarkan statistik, tingkat kesembuhan pasien kanker tiroid yang mendapatkan pengobatan dini di Siloam Hospitals mencapai lebih dari 90%.

    Selain itu, dukungan psikososial juga diberikan untuk membantu pasien dan keluarga menghadapi tantangan emosional selama proses pengobatan.

    Sebagai bagian dari upaya edukasi masyarakat, Siloam Hospitals Lippo Village secara rutin mengadakan seminar dan workshop mengenai kanker tiroid. Program ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan mudah dipahami mengenai gejala, faktor risiko, serta pentingnya deteksi dini.

    Siloam Hospitals Lippo Village juga mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah pencegahan.

    Dokter Alif R. Soeratman, SpB.Subsp.Onk.(K)., ahli bedah Onkologi di Siloam Hospitals Lippo Village, menjelaskan, “Bila ditemukan secara dini, benjolan ataupun kanker tiroid mudah disembuhkan”. Pada Rabu (17/7)

    Siloam Hospitals Lippo Village adalah jaringan rumah sakit terkemuka di Indonesia yang tela melayani masyarakat selama lebih dari dua dekade. Dengan visi untuk memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi, Siloam Hospitals Lippo Village terus berinovasi dan meningkatkan fasilitas serta pelayanan medis untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang kanker tiroid dan layanan kesehatan lainnya di Siloam Hospitals, silakan kunjungi situs website Siloam atau dapa megunduh aplikasi MySiloam untuk melakukan booking appointment dokter. (Red/*)