Category: Kesehatan

  • Disfungsi Ereksi pada Usia Muda, Apa Penyebabnya?

    Disfungsi Ereksi pada Usia Muda, Apa Penyebabnya?

    Mediakawasan.id, BSD – Disfungsi ereksi adalah suatu kondisi yang membuat seseorang tidak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi saat berhubungan seks. Dahulu, masalah disfungsi ereksi, alias impotensi, mungkin lebih umum pada laki-laki yang berusia lanjut. Namun kini, disfungsi ereksi juga mulai ditemukan pada usia muda. Masalah disfungsi ereksi tentu tidak sekadar berpengaruh pada keharmonisan hubungan pasangan. Lebih dari itu, disfungsi ereksi juga dapat membuat program perencanaan kehamilan yang dijalani jadi terhambat.

    Lebih jauh dengan disfungsi ereksi, dr. Christian Christopher Sunnu, Sp.And, Dokter Spesialis Andrologi, Eka Hospital BSD, menjelaskan sebagai berikut:

    Penyebab disfungsi ereksi pada usia muda

    Sebuah penelitian membuktikan bahwa terdapat sekitar 1-14% pria berusia di bawah 40 tahun yang mengalami impotensi. Ereksi dapat terjadi jika kondisi pembuluh darah, saraf, otot, dan hormon dalam keadaan baik. Disfungsi pada salah satunya akan menyebabkan gangguan ketika ereksi. Pada usia muda, penyebab disfungsi ereksi pada usia muda adalah masalah psikologis dan gaya hidup. Namun, beberapa kondisi kesehatan, khususnya penyakit metabolisme yang dipengaruhi gaya hidup juga bisa menyebabkan mengalami impotensi. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami disfungsi ereksi pada usia muda, antara lain:

    • Stres pekerjaan
    • Konflik dalam hubungan
    • Pengalaman seksual traumatis
    • Konsumsi alkohol berlebihan
    • Jarang berolahraga
    • Gangguan tidur
    • Kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, hipotiroid, penyakit ginjal, dan gangguan hormon
    • Kadar testosteron rendah

    Selain berbagai penyebab di atas, beberapa penelitian juga menyebutkan paparan berlebihan terhadap pornografi juga dapat menyebabkan masalah disfungsi ereksi. Ini dapat terjadi akibat pengaruh persepsi dan ekspektasi seksual yang muncul dari menonton film porno.

    Gejala disfungsi ereksi

    Gejala paling khas dari impotensi adalah tidak mampu mempertahankan ereksi saat berhubungan seks. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah tanda-tanda mungkin mengalami disfungsi ereksi:

    • Tidak dapat ereksi saat berhubungan seksual
    • Ereksi tidak bertahan lama
    • Kekuatan ereksi menurun sehingga penis terasa kurang keras
    • Hanya dapat ereksi sesekali
    • Membutuhkan banyak rangsangan seksual agar dapat ereksi
    • Penurunan gairah seksual
    • Frekuensi ereksi spontan (seperti di pagi hari) berkurang atau hilang sama sekali
    • Penis tidak responsif terhadap rangsangan seksual
    • Kecemasan atau frustrasi akan performa seksual

    Cara Mengatasi Disfungsi Ereksi

    Ada banyak penyebab disfungsi ereksi. Untuk mengatasinya, tentu diperlukan pendekatan yang holistik dan menyeluruh mengingat sering kali impotensi disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor. Artinya, selain mengatasi penyebabnya, menurunkan faktor risikonya juga perlu dilakukan. Beberapa cara untuk mengatasi disfungsi ereksi, antara lain:

    1. Perubahan Gaya Hidup

    Gaya hidup jadi salah satu faktor yang menyumbang angka disfungsi ereksi pada usia muda. Misalnya saja, zat berbahaya dalam rokok yang dapat merusak pembuluh darah menuju penis dan menyebabkan impotensi. Beberapa perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi disfungsi ereksi, antara lain:

    • Berhenti merokok
    • Membatasi atau berhenti konsumsi alkohol
    • Berolahraga rutin minimal 30 menit dalam sehari
    • Konsumsi makanan sehat, terutama yang kaya akan zinc dan omega-3 karena dapat meningkatkan hormon testosteron
    • Melakukan berbagai hobi, meditasi, atau yoga yang dapat mengendalikan stres
    • Menjaga berat badan ideal
    • Cukup tidur

    2. Melakukan Konseling Psikologi

    Berbagai cara alami di atas, seperti berolahraga dan melakukan hobi sebenarnya dapat membantu menurunkan stres. Akan tetapi, jika hal itu tidak membantu, cobalah untuk melakukan konseling dengan psikologi atau psikiater.

    3. Obat-obatan

    Jika cara-cara alami belum cukup untuk membantu mengatasi masalah disfungsi ereksi pada usia muda, cobalah berkonsultasi ke dokter, khususnya dokter spesialis andrologi. Selain menjalani perubahan gaya hidup sehat, dokter spesialis andrologi juga dapat meresepkan beberapa obat yang membantu dalam mempertahankan ereksi. Beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi impotensi, antara lain:

    • Sildenafil (Viagra)
    • Tadalafil (Cialis)
    • Vardenafil (Levitra)

    Ketiga obat di atas bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah menuju penis.

    4. Tindakan Medis

    Ada beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi masalah impotensi yang dialami, seperti:

    • Terapi hormon

    Salah satu penyebab disfungsi ereksi pada usia muda adalah kekurangan hormon testosteron. Ini dapat ditangani dengan menjalani terapi hormon, yakni testosterone replacement therapy.

    • Penis pump

    Penis pump dilakukan dengan menggunakan vacuum erection devices untuk membantu menarik darah ke penis sehingga dapat meningkatkan ereksi. Alat ini terbuat dari tabung plastik cincin elastis. Cincin elastis pada vakum penis berfungsi untuk mempertahankan ereksi, menahan darah di penism dan mencegahnya kembali ke aliran darah.

    • Injeksi obat

    Selain obat oral, obat yang dapat membantu meningkatkan ereksi juga dapat diberikan lewat injeksi. Nantinya, obat seperti alprostadil dapat disuntikkan langsung ke penis untuk memicu ereksi.

    • Operasi

    Jika berbagai pengobatan di atas tidak juga memberikan hasil yang diharapkan, operasi dapat dilakukan untuk mengatasi masalah impotensi. Jenis operasi yang dilakukan akan tergantung pada penyebabnya. Implan penis aau operasi pembuluh darah di penis adalah beberapa yang dapat dilakukan.

    5. Pengobatan Alternatif dan Herbal

    Terdapat beberapa herbal dan pengobatan alternatif yang diketahui dapat membantu mengatasi disfungsi ereksi pada usia muda. Beberapa herbal telah terbukti secara penelitian bisa membantu, seperti ginseng, L-arginine atau yohimbe. Namun, mengingat skala atau cakupan penelitiannya masih sangat terbatas, tidak bisa meminumnya sembarang.

    Penelitian dengan skala terbatas menandakan bahwa efektivitasnya belum sepenuhnya teruji secara ilmiah. Maka itu, penting bagi untuk berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.Terlebih, jika sedang mengonsumsi obat medis tertentu. Sebab, beberapa jenis obat herbal mungkin saja berinteraksi dengan obat medis yang diberikan sehingga mengurangi efektivitasnya.

    Pada usia muda, disfungsi ereksi paling sering disebabkan oleh masalah gaya hidup. Gaya hidup yang tidak sehat itulah yang akhirnya berdampak pada penurunan kadar testosteron hingga terhambatnya aliran darah menuju penis. Pola makan tinggi gula, lemak trans, dan makanan olahan, juga dapat meningkatkan risiko gangguan ereksi dengan memengaruhi kesehatan pembuluh darah.

    Untuk itu, apabila mulai merasakan tanda-tanda disfungsi ereksi ataupun mengkhawatirkan performa seks, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi yang memang fokus menangani permasalahan kesuburan laki-laki. (Red/*)

  • Siswa Sekolah Cendekia BAZNAS Dapatkan Edukasi dan Layanan Kesehatan Gigi Gratis di BKGN 2024

    Siswa Sekolah Cendekia BAZNAS Dapatkan Edukasi dan Layanan Kesehatan Gigi Gratis di BKGN 2024

    Mediakawasan.id, Bogor – Sebagai bagian dari rangkaian program Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2024, Pepsodent berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan 30 Rumah Sakit Gigi dan Mulut di berbagai wilayah Indonesia memberikan edukasi serta pemeriksaan dan perawatan gigi gratis dengan target menjangkau 5.000 anak yatim piatu. Kolaborasi yang turut mengikutsertakan dukungan dari masyarakat melalui penggalangan donasi ini salah satunya digelar di Sekolah Cendekia BAZNAS yang berada di Cibungbulang, Kabupaten Bogor dengan mengangkat tema “Wujudkan Senyum Sehat untuk Berani Unjuk Gigi”.

    BKGN adalah agenda tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2010 sebagai kolaborasi Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) untuk menyebarluaskan pentingnya sikat gigi setelah makan dan sebelum tidur, serta berkonsultasi ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali.

    Distya Tarworo Endri, Head of Marketing Oral Care and Professional Marketing Unilever Indonesia menyampaikan, “Selama lebih dari 90 tahun, Pepsodent terus berkomitmen melindungi senyum sehat Indonesia melalui berbagai bentuk edukasi dan layanan kesehatan gigi dan mulut. Segenap kemitraan yang telah kami jalankan berhasil menjangkau lebih dari 30 juta masyarakat Indonesia, termasuk melalui BKGN 2024 yang kami resmikan bulan September lalu.”

    “Sebagai bagian dari pelaksanaan BKGN 2024, kami telah menghimpun dukungan masyarakat melalui donasi dari hasil penjualan Pepsodent Siwak dan Pepsodent Habbatussauda selama 2024, di mana 2,5% dari keuntungannya kami pergunakan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut 5.000 anak yatim piatu –bekerja sama dengan BAZNAS dan 30 Rumah Sakit Gigi dan Mulut di Indonesia,” lanjut Distya.

    Salah satunya dalam acara bertema “Wujudkan Senyum Sehat untuk Berani Unjuk Gigi” di Sekolah Cendekia BAZNAS hari ini, para anak yatim piatu dan dhuafa telah mendapatkan edukasi dan perawatan kesehatan gigi dan mulut dari dokter gigi berpengalaman, disertai beragam kegiatan menarik yang bertujuan memacu kebiasaan baik memelihara kesehatan gigi dan mulut hingga nanti.

    Budi Setiawan, Kepala Divisi CSR BAZNAS menyampaikan pandangan dan apresiasi, “Dalam Al-Quran terdapat banyak surat tentang anak yatim yang menegaskan betapa tingginya kedudukan orang yang memperhatikan dan merawat anak yatim. Sebagaimana yang dilakukan Pepsodent beserta segenap dukungan konsumennya pada rangkaian kegiatan edukasi dan pelayanan untuk melindungi kesehatan gigi dan mulut mereka. Dengan gigi dan mulut yang sehat, Insyaa Allah 5.000 anak yatim akan mampu belajar lebih baik, dan beribadah lebih khusyuk. Kami merasa terhormat dapat menjadi mitra yang dipercaya mengemban amanah untuk menyalurkan donasi dari masyarakat kepada para anak yatim piatu. Semoga kita bisa terus menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, dan dapat menjadi jalan menuju kedekatan dengan Allah SWT dan Rasul-Nya di surga.”

    Terkait hal ini, Fairuz A. Rafiq, Celebrity Mom yang turut hadir di tengah kegiatan menanggapi, “Hadir di kegiatan ini membuat saya teringat pada anak-anak di rumah. Betapa saya dan suami selalu hadir untuk mengajarkan mereka menyikat gigi dengan benar, dan membawa mereka rutin berkonsultasi ke dokter gigi. Bagaimana dengan anak-anak yatim piatu? Siapa yang akan membimbing mereka? Bersyukur ada program donasi Pepsodent, kita dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut keluarga sambil menunjukkan kepedulian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim piatu. Alhamdulillah, hari ini semangat anak-anak untuk belajar tentang kesehatan gigi sungguh luar biasa, bahkan mereka juga tidak takut diperiksa giginya. Saya percaya, kegiatan ini akan membawa manfaat dan pembekalan yang sangat berharga untuk mereka.”    

    “Kolaborasi Pepsodent dengan BAZNAS melalui BKGN 2024 akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2024. Kami berharap akan ada lebih banyak lagi anak-anak yatim piatu yang mampu memiliki gigi dan mulut yang lebih sehat sehingga kita semua bisa berani unjuk gigi untuk senyum Indonesia yang lebih kuat,” tutup Distya. (Red/rlls)

  • Radiologi RSU Tangsel Miliki Fasilitas CT Scan 128 Slice dan Panoramic CBCT Newton Giano HR 3D, Hasilkan Pencitraan Lebih Akurat

    Radiologi RSU Tangsel Miliki Fasilitas CT Scan 128 Slice dan Panoramic CBCT Newton Giano HR 3D, Hasilkan Pencitraan Lebih Akurat

    Mediakawasan.id, Ciputat – Melengkapi pelayanan terbaik kepada masyarakat, Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah memiliki layanan Radiologi dengan fasilitas terbaru CT Scan 128 Slice dan Panoramic CBCT Newton Giano HR 3D.

    “CT Scan 128 Slice dan Panoramic CBCT Newton Giano HR 3D mulai tersedia di RSU Tangsel sejak akhir tahun 2023, dengan izin operasional dari Bapeten yang diperoleh pada Juli 2024,” tutur dr. Faisal Reza, Sp.Rad Subsp RI (K), Kepala Instalasi Radiologi RSU Tangsel, pada Kamis, (14/11/2024).

    CT Scan 128 Slice merupakan mesin diagnosis yang mampu menghasilkan kualitas gambar yang sangat baik dengan kontras yang lebih tajam. Alat ini juga mampu mendiagnosis dengan cepat, dan dosis radiasi yang rendah jika dibandingkan dengan CT Scan konvensional yang lain.

    CT-SCAN 128 Slice dapat digunakan untuk banyak pemeriksaan antara lain: Angiografi (pemeriksaan pembuluh darah), Otak (evaluasi stroke infark, stroke perdarahan, infeksi, tumor, cedera kepala), Rongga dada (paru-paru, tumor, infeksi, kelainan pada mediastinum, gangguan pembuluh darah besar), Rongga Perut (kelainan pada hati, saluran empedu, ginjal, limpa, pankreas, usus, dan pemeriksaan pembuluh darah), THT (sinus paranasal, evaluasi telinga dalam), hingga Orthopedi (tumor tulang, infeksi, trauma).

    Sedangkan Panoramic CBCT Newton Giano HR 3D merupakan alat diagnosis khusus pada rahang dan gigi. “Panoramic CBCT Newton Giano HR 3D dapat melihat dengan jelas gigi berlubang, gigi nyempil, infaksi, atau kelainan rahang Temporo Mandibular Joint (TMJ), atau bisa melihat posisi rahang itu pas di posisinya atau tidak,” jelas Faisal.

    Menurut Faisal sekitar sekitar 100-200 pasien per bulan telah memanfaatkan fasilitas panoramic dan CT Scan yang tersedia di RSU Tangsel.

    “Layanan ini sudah dicover oleh BPJS, kecuali untuk pemeriksaan estetika seperti sefalometrik sebelum pemasangan behel, tidak dicover oleh BPJS karena tujuannya adalah estetik,” tutup Faisal. (Red/*)

  • Multidisiplin Layanan Orthodonti RSU Kota Tangsel, Kini Dilengkapi dengan Panoramic CBCT Newton Giano HR 3D

    Multidisiplin Layanan Orthodonti RSU Kota Tangsel, Kini Dilengkapi dengan Panoramic CBCT Newton Giano HR 3D

    Mediakawasan.id, Ciputat- Memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat akan kesehatan dan perawatan gigi, Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini telah memiliki layanan orthodonti, yakni layanan perawatan untuk mengoreksi ketidakharmonisan hubungan antara rahang dan gigi, baik pada anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua. Perawatan orthodonti bertujuan untuk mendapatkan susunan gigi yang teratur, kesehatan gigi dan mulut yang baik, serta wajah yang harmonis.

    drg. Alfianti Saidah, Sp.Ort, Dokter Gigi Spesialis Orthodonti RSU Tangsel menjelaskan beberapa masalah gigi yang bisa diatasi dengan layanan orthodonti.

    “Masalah gigi tonggos, ini terjadi ketika gigi atas lebih maju dari posisi yang seharusnya. Ada juga masalah crossbite yakni susunan gigi terbalik atau gigi bawah yang lebih maju dari gigi atas, ini juga dapar dikoreksi melalui layanan orthodonti. Selain itu, ada juga masalah gigi impaksi, yakni gigi yang tidak tumbuh dengan sempurna, ini sering terjadi pada pasien dengan bibir sumbing. Serta, masalah gigi berjejal, yakni gigi yang saling tumpang tindih atau berdesakan, biasanya akibat faktor genetik. Ini pun bisa dikoreksi agar susunan gigi menjadi yang lebih harmonis,” papar Alfianti.

    Dia juga menambahkan bahwa pelayanan orthodonti RSU Tangsel tentunya merujuk pada multidisiplin dengan melibatkan beberapa spesialis selain orthodonti di antaranya adalah spesialis TMJ (Temporo Mandibular Joint) atau spesialis Rahang.

    “Selain itu, layanan orthodonti RSU Tangsel saat ini juga sudah ditunjang dengan alat atau fasilitas modern, di antaranya Panoramic terbaru CBCT Newton Giano HR 3D dengan tingkat akurasi terbaik. Dan memiliki fasilitas sefalometrik yakni pengukuran rahang yang biasanya diperlukan sebelum pemasangan kawat gigi atau behel,” imbuh Alfianti.

    Yang perlu digarisbawahi, menurut Alfianti, layanan orthodonti RSU Tangsel selain didukung penuh oleh tenaga medis yang kompeten, dan sterilisasi yang baik, juga menggunakan kawat gigi yang sudah mendapat rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga aman digunakan. Namun demikian, pasien orthodonti diharapkan secara rutin melakukan perawatan minimal satu bulan sekali, sampai kawat gigi tidak perlu lagi digunakan.

    “Penting sekali bagi pasien orthodonti untuk melakukan perawatan selama masih menggunakan kawat gigi. Minimal sekali sebulan, untuk melihat kondisi kebersihan dan tingkat kekencangan behel, agar hasilnya bisa sesuai yang diharapkan,” tutup Alfianti (Red/*)

  • Siloam Hospitals Lippo Village Perkenalkan Operasi Tulang Belakang Inovatif dengan Metode Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS)

    Siloam Hospitals Lippo Village Perkenalkan Operasi Tulang Belakang Inovatif dengan Metode Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS)

    Mediakawasan.id, Tangerang – Siloam Hospitals Lippo Village dengan bangga mengumumkan pencapaian baru dalam perawatan tulang belakang dengan memperkenalkan Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS), sebuah metode operasi minimal invasif yang canggih untuk mengatasi masalah tulang belakang. Dipimpin oleh dr. Jephtah Tobing, MD, B.Med.Sci(Hons),Sp.OT (K-Spine), seorang spesialis bedah orthopaedi tulang belakang, prosedur ini menawarkan solusi inovatif bagi pasien dengan waktu pemulihan yang lebih singkat dan ketidaknyamanan yang minimal.

    Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS) adalah Terobosan dalam Perawatan Tulang Belakang yang meminimalisir luka bekas operasi rasa sakit pada pasien saat penyembuhan pasca operasi.

    Metode Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS) telah merevolusi prosedur bedah tulang belakang, menggunakan pendekatan minimal invasif untuk menangani kondisi seperti hernia nukleus pulposus, stenosis atau penyempitan lubang saraf di tulang belakang, dan gangguan penuaan tulang belakang lainnya. Tidak seperti operasi tulang belakang konvensional yang memerlukan sayatan besar, BESS hanya memerlukan dua sayatan kecil seukuran lubang kunci, yang memungkinkan dokter bedah memasukkan alat endoskopi khusus untuk menargetkan dan mengobati area yang terkena dengan presisi dan itu yang menjadi keunggulan metode BESS.

    “BESS adalah sebuah terobosan dalam operasi tulang belakang,” kata Dr. Jephtah Tobing, MD, B.Med.Sci(Hons),Sp.OT (K-Spine). “Pasien mengalami rasa sakit yang lebih sedikit pascaoperasi, waktu pemulihan yang lebih cepat, dan masa rawat inap yang lebih singkat. Sifat minimal invasif dari prosedur ini juga mengurangi risiko yang terkait dengan operasi tulang belakang konvensional, sehingga menjadi pilihan ideal bagi mereka yang mencari penyembuhan efektif dengan gangguan minimal pada kehidupan sehari-hari.” pada wartawan rabu (13/11).

    Beberapa manfaat utama dari metode BESS meliputi:
    • Mengurangi kerusakan jaringan dan kehilangan darah
    • Minimalnya bekas luka
    • Risiko komplikasi yang lebih rendah
    • Pemulihan yang lebih cepat ke aktivitas normal
    • Tidak ada implan atau pen yang ditinggal di dalam tubuh pasien

    Komitmen Terhadap Perawatan Inovatif yang Berfokus pada Pasien Siloam Hospitals Lippo Village selalu berada di garis depan inovasi medis, menyediakan akses kepada pasien untuk perawatan kesehatan terkini. Penambahan BESS menegaskan komitmen kami untuk memberikan layanan berkualitas tinggi yang berfokus pada kenyamanan dan kesejahteraan pasien. (Red/*)

  • Tips Kesehatan Membuang Batu Empedu.

    Tips Kesehatan Membuang Batu Empedu.

    Mediakawasan.id, Jakarta – Indikasi awal kanker dan tumor biasanya diawali dengan penuhnya kantung empedu dengan batu.
    Semua orang cenderung empedunya berisi batu, tetapi pada kondisi tertentu akan jadi penyakit.
    Artikel di bawah ini telah memberi saya jalan keluar, padahal 4 dokter memastikan saya harus dioperasi.

    Karena beberapa minggu lalu, saya terkena hepatitis A dan hasil USG ternyata empedu saya penuh dengan batu. Penuhnya empedu dengan batu tidak akan kita ketahui dalam keadaan normal. Saya baru tahu setelah dokter melakukan USG Hati dan empedu.

    Menurut dokter, operasi kantung empedu dengan mengangkat kantung empedu dengan operasi besar ataupun laparaskopi, biaya yang akan kita keluarkan untuk operasi tersebut berkisar antara 40-60 juta. (untuk operasi saja)

    Silahkan baca original artikel paling bawah dari Dr Lai Chiu- Nan, bagaimana mengeluarkan batu empedu tanpa operasi dan biaya sangat murah dan tidak merusak tubuh kita. Subhanallah saya telah mengikuti saran beliau dan alhamdulillah batu empeduku keluar semua tanpa operasi. (Ini bukan detoxinasi, tapi seperti pembersihan perut).

    Hasil USG saya empedu telah penuh dengan batu, setelah melakukan treatment ini saya meminta USG kembali sebagai bukti. Ternyata benar, kantung empedu saya kosong. Entah bagaimana saya menyampaikan ucapan terimakasih ke Dr Lai Chiu-Nan, tapi saya cuma ingin sharing pengalaman sesuai niat Dr Lai Chiu-Nan membagi pengalaman kepada saudara-saudara kita dengan gratis.

    Bagi yang sehat, cobalah, karena saat kita sakit akut ataupun kronis gak enak rasanya. Ini adalah salah satu cara menghindari kanker dan tumor.

    Fungsi hati dan empedu menetralisir racun di tubuh. Empedu menetralisir lemak yang kita asup ke dalam tubuh. Keduanya saling berkaitan.. kalau kedua-duanya bersih, berarti kita telah menyehatkan tubuh kita agar normal fungsi keduanya.

    Sehat adalah milik kita semua.. Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.

    MENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH

    Oleh : Dr Lai Chiu-Nan7

    Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian Anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr. Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga.
    Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang Anda berikan menjadi sehat.
    Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengidapnya.
    Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker.

    “Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama”, kata Dr Chiu-Nan.
    “Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya. Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu. Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut (‘nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal.”

    Bila Anda menduga ada batu pada empedu Anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah.

    Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.

    Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut :

    1.Selama 5 hari ber turut-turut minumlah 4 gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah 4 atau 5 buah apel segar, tergantung selera Anda.
    Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini Anda boleh makan seperti biasa.

    2.Pada hari ke-6 jangan makan malam.
    Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh “Epsom salt” (magnesium sulfat, garam Inggris) dengan segelas air hangat.
    Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu.
    Jam 10 malam campurkan 1/2 cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar.
    Aduklah secukupnya sebelum diminum.
    Minyaknya melumasi batu-batu untuk melancarkan keluarnya ‘Batu Empedu.

    Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar Anda.
    “Batu-batu ini biasanya mengambang”, menurut Dr Chiu-Nan.

    Cobalah hitung jumlahnya.
    Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu. Banyak sekali.
    Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.
    Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.

    1.Garam Inggris beli di apotik harga Rp. 2.500 (tempat obat).

    2.Minyak Zaitun kalau kita ke Supermarket namanya Olive Oil, harga 25-30 ribu satu botol. Di Apotek juga ada.

    3.Guna Jeruk agar kita tidak muntah saat minum Minyak Zaitun.

    Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tetapi orang yang mau memikirkan orang lain, ia akan menjadi orang besar dan mati sebagai orang besar.

    Semoga Bermanfaat.. (Red/*)

  • Ngider Sehat Jadi Solusi Pemkot Tangsel untuk Deteksi Dini Penyakit di Masyarakat

    Ngider Sehat Jadi Solusi Pemkot Tangsel untuk Deteksi Dini Penyakit di Masyarakat

    Mediakawasan.id, CIPUTAT – Program Ngider Sehat yang digagas Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan sejak 2021 semakin memperkuat komitmennya dalam memastikan kesehatan masyarakat sejak dari rumah. Upaya tersebut ditunjukkan oleh petugas kesehatan Ngider Sehat dalam mendeteksi dini, memberikan edukasi hingga tindak lanjut penanganan kepada masyarakat apabila diperlukan.

    Program ini berfokus pada kunjungan langsung petugas kesehatan ke rumah-rumah warga, memastikan layanan kesehatan bisa dinikmati, sehingga dapat dilakukan langkah preventif terkait kesehatan masyarakat.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin, mengungkapkan bahwa Ngider Sehat menugaskan setiap petugas untuk melayani 20 Kartu Keluarga (KK) per hari di tiap kelurahan.

    “Jadi target keseluruhan bisa mencapai 1.080 KK per hari,” jelas dr. Allin dari keterangan yang didapat pada Selasa (22/10/2024).

    Ngider Sehat memberikan layanan kesehatan yang berupa pendampingan kepada masyarakat untuk mendeteksi penyakit secara optimal serta penanganan lanjutan jika diperlukan.

    Menurut dr. Allin, penyakit yang sering kali dikeluhkan oleh masyarakat adalah hipertensi, kolesterol, dan diabetes.

    “Penyakit tersebut menjadi tiga kunjungan tertinggi selama program ini berlangsung,” katanya.

    Meski program ini tak lepas dari berbagai tantangan, tetapi berkat kolaborasi bersama dengan kewilayahan menjadikan program ini mendapat respons positif dari masyarakat.

    “Tentunya ada kendala dalam menjalankan program tersebut tetapi kendala tersebut sudah teratasi dengan menjalin komunikasi bersama pihak kelurahan, rt atau rw setempat,” tambah dr. Allin.

    Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat terkait Program Ngider Sehat. Program ini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat wilayah Tangsel dengan menghubungi hotline PKM, atau berkoordinasi dengan kader petugas ngider, bina wilayah, kader, hingga RT/RW setempat. (Red/*)

  • Siloam Lippo Village Luncurkan Alat Laboratorium Automasi Canggih, Tingkatkan Akurasi dan Efisiensi Pemeriksaan

    Siloam Lippo Village Luncurkan Alat Laboratorium Automasi Canggih, Tingkatkan Akurasi dan Efisiensi Pemeriksaan

    Mediakawasan.id, Tangerang – Siloam Hospitals Lippo Village dengan bangga mengumumkan peluncuran alat automasi laboratorium sebagai inovasi laboratorium terbaru. Solusi inovatif ini dirancang untuk merampingkan dan mengoptimalkan proses pra-analisis di laboratorium klinis, sehingga memastikan hasil pasien yang akurat dan dapat diandalkan. Penggunaan alat automasi pada laboratorium belum banyak dilakukan di indonesia dalam skala besar, Siloam Hospitals Lippo Village sebagai rumah sakit yang megerjakan lebih dari 2000 test pemeriksaan lab setiap harinya, merasakan pentingnya penggunaan alat automasi tersebut. Alat ini mengotomatiskan tugas-tugas seperti pemilahan sampel, sentrifugasi, dan alikuotasi. Dengan mengotomatiskan proses manual ini, laboratorium dapat secara signifikan mengurangi risiko kesalahan, meningkatkan waktu tunggu, dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. pada selasa (15/10).

    Alat Automasi: Kunci Akurasi dan Efisiensi
    Alat automasi yang baru diluncurkan ini berperan penting dalam meningkatkan kualitas pemeriksaan laboratorium. Dengan fitur-fitur canggihnya, alat ini mampu:
    • Meningkatkan efisiensi: Mengurangi waktu tunggu hasil pemeriksaan, sehingga diagnosis dan penanganan penyakit dapat dilakukan lebih cepat.
    • Menjamin kualitas: Memastikan hasil pemeriksaan yang akurat dan dapat diandalkan.
    • Meningkatkan kapasitas: Mampu memproses sampel dalam jumlah besar, sehingga dapat melayani lebih banyak pasien.

    Dr. Jeffry Oeswadi,MARS , Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Village mengatakan, “Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Dengan adanya alat otomasi dan pengembangan berbagai jenis pemeriksaan baru, kami berharap dapat membantu lebih banyak pasien mendapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang efektif.”

    Manfaat bagi Pasien:
    • Diagnosis yang lebih cepat dan akurat: Memungkinkan dokter untuk memberikan penanganan yang tepat sejak dini.
    • Pilihan pemeriksaan yang lebih lengkap: Memenuhi kebutuhan pemeriksaan yang beragam.
    • Pengalaman pemeriksaan yang lebih nyaman: Proses pemeriksaan menjadi lebih efisien dan tidak memakan banyak waktu.

    dr. David Rustandi,SpPK, Laboratory Services Department Head mengatakan “Lab automation dengan teknologi pre-analtik digunakan untuk mengurangi kesalahan yang terjadi pada pengenalan sampel di laboratorium. Sehingga bisa mendapatkan hasil yang lebih akurat, dalam waktu yang lebih singkat dan tepat waktu. Secara operasional dengan adanya proses otomasi ini meningkatkan kapasitas pemeriksaan laboratorium yang membuat laboratorium SHLV menjadi pusat rujukan di Siloam Group dan rumah sakit di Provinsi Banten.”

    Pak Lee Poh Seng, Direktur PT Roche Indonesia – Diagnostics Division mengatakan “Kami merasa terhormat menjadi mitra strategis Rumah Sakit Siloam Lippo Village dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Di Roche, kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi diagnostik inovatif, salah satunya dengan solusi otomasi laboratorium yang kami hadirkan di Siloam yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi laboratorium serta mendukung deteksi dini dan perawatan pasien yang lebih baik. Peluncuran ini menjadi bukti nyata dari dedikasi kami untuk terus mendukung Siloam dan memperkuat masa depan kesehatan di Indonesia. Kami berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh Siloam, dan berharap kemitraan strategis ini dapat semakin meningkatkan nilai kompetitif Siloam dalam layanan diagnostik kesehatan.”

    Inovasi Komprehensif untuk Kesehatan yang Lebih Baik
    Selain pengenalan alat automasi terbaru, Siloam Hospitals Lippo Village juga mengembangkan berbagai jenis pemeriksaan baru untuk mendeteksi berbagai macam penyakit, termasuk:
    • Tes autoimun: Tes ini digunakan untuk mendiagnosis penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh sendiri.
    • Tes infeksi virus: Tes ini membantu mendeteksi berbagai jenis infeksi virus, termasuk virus dengue, HIV, termasuk tes HCV duo yang merupakan pemeriksaan inovatif untuk mendeteksi Hepatitis C. Sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang menawarkan tes ini, Siloam Hospitals Lippo Village berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang komprehensif dan mutakhir bagi masyarakat.
    • Pemeriksaan kanker: Siloam Lippo Village kini menawarkan pemeriksaan yang lebih komprehensif untuk mendeteksi berbagai jenis kanker pada tahap awal. (Red/rlls)

  • Teknologi VATS: Harapan Baru dalam Pengobatan Penyakit Paru

    Teknologi VATS: Harapan Baru dalam Pengobatan Penyakit Paru

    Mediakawasan.id, Tangerang – Penyakit paru-paru merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi masyarakat saat ini. Seiring perkembangan teknologi medis, berbagai inovasi terus dikembangkan untuk memberikan perawatan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Salah satu teknologi yang kini semakin populer dalam bidang bedah toraks adalah Video-Assisted Thoracoscopic Surgery (VATS).

    VATS adalah teknik bedah minimal invasif yang memungkinkan dokter melakukan prosedur melalui sayatan kecil, menggunakan kamera dan peralatan khusus untuk meminimalkan trauma pada tubuh pasien. Teknik ini terbukti mampu mempercepat waktu pemulihan, mengurangi rasa sakit, dan mengurangi risiko komplikasi jika dibandingkan dengan metode bedah konvensional. Selain itu, VATS juga membantu dalam mendeteksi dan menangani berbagai penyakit paru, seperti kanker paru, infeksi, dan penyakit lainnya.

    Dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat VATS, dua pakar kesehatan, Prof. Dr. Dr. Allen Widysanto, SpP, seorang ahli pulmonologi, dan dr. Maulidya Ayudika Dandanah, SpBTKV (K), FIHA, spesialis bedah kardiotoraks dan vaskular, telah membagikan wawasan mereka tentang bagaimana VATS dapat digunakan secara efektif untuk menangani penyakit paru. pada kamis (10/10).

    Menurut Prof. Dr. Dr. Allen Widysanto, SpP, VATS memberikan keuntungan yang signifikan bagi pasien. “Teknik ini memungkinkan kami untuk melakukan pengobatan dengan cara yang lebih nyaman bagi pasien, mempercepat pemulihan, dan mengurangi risiko komplikasi pascaoperasi,” ungkapnya.

    dr.Maulidya Ayudika Dandanah, SpBTKV(K), FIHA menambahkan, “VATS adalah langkah maju dalam pengobatan penyakit paru dan rongga dada. Prosedur ini memungkinkan kami untuk menangani berbagai kondisi paru dan rongga dada dengan lebih efisien dan cepat, membantu pasien untuk kembali ke kehidupan normal mereka.”

    Prosedur VATS mencerminkan kemajuan dalam pengobatan penyakit paru yang menekankan pendekatan yang lebih presisi dan berpusat pada pasien. Melalui prosedur minimal invasif ini, pasien mendapatkan pilihan perawatan yang lebih efektif, sayatan lebih kecil, rasa nyeri yang minimal, pemulihan lebih cepat dan dalam kasus di mana pendeteksian dini dapat dilakukan. (Red/*)

  • Siloam Hospitals TB Simatupang: Pentingnya Penanganan Stroke untuk Pemulihan yang Lebih Cepat

    Siloam Hospitals TB Simatupang: Pentingnya Penanganan Stroke untuk Pemulihan yang Lebih Cepat

    Mediakawasa.co.id, Jakarta – Stroke merupakan kondisi darurat yang memerlukan penanganan cepat untuk mencegah kerusakan permanen pada otak. Dengan kecepatan dan ketepatan penanganan Tim Thrombolysis Siloam Hospital TB Simatupang telah mengembangkan protokol spesifik untuk penanganan pasien stroke.

    Salah satu cara yang digunakan dalam penanganan pada stroke iskemik adalah trombolisis intravena, yang bertujuan untuk melepaskan sumbatan di pembuluh darah otak. Hal ini bisa dilakukan, hanya bila “golden period” – selama 4,5 jam sejak munculnya gejala stroke, belum terlewati. Jika trombolisis dilakukan dalam jangka waktu ini, studi menunjukkan bahwa hasil pemulihan akan lebih baik.

    Trombolisis intravena adalah metode untuk menangani stroke iskemik dengan melarutkan gumpalan darah di otak. Selain stroke, metode ini juga efektif untuk mengatasi kondisi seperti emboli paru, deep vein thrombosis, dan serangan jantung.

    dr. Peter Gunawan Ng, SpN, FAf Neurologie (DE), seorang ahli saraf di Siloam Hospitals TB Simatupang, menjelaskan, “Jika pasien stroke iskemik yang datang ke rumah sakit masih dalam golden period dan thrombolysis dapat dilakukan akan memberikan outcome yang jauh lebih baik pasien, dibandingkan pasien stroke yang tidak dilakukan thrombolisis” di depan media pada kamis (10/10).

    Siloam Hospital TB Simatupang memiliki stroke unit mengingat peningkatan jumlah pasien dari tahun ke tahun dan dibutuhkan penanganan yang serba cepat. Sejak tahun 2022, tim stroke di Siloam Hospitals TB Simatupang semakin mempercepat proses penanganan stroke, dengan mempersingkat “door to needle time”—rentang waktu antara kedatangan pasien ke IGD hingga dimulainya tindakan trombolisis. Proses yang lebih cepat ini sangat penting dalam menangani pasien stroke selama golden period.

    Keberhasilan trombolisis juga tidak lepas dari kerjasama tim medis yang solid. Tim dokter saraf, dokter & perawat UGD, team radiologi & laboratorium, serta team rehabilitasi medis berperan penting dalam setiap tahap penanganan pasien stroke. Mulai dari tindakan darurat hingga perawatan di bangsal dan fase pemulihan.

    Semua perawat di stroke unit telah mendapatkan sertifikasi khusus (Stroke nurse certification supported by WSO dan ANGELS) dalam penanganan stroke, sebagai bukti bahwa mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk merawat pasien dengan optimal.

    dr. Peter juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat tentang gejala dan penanganan stroke. “Ketidaktahuan masyarakat mengenai gejala stroke akan menyebabkan keterlambatan pasien datang ke rumah sakit, sehingga Golden Period untuk thrombolysis terlewatkan. Kondisi seperti ini akan menyebabkan disabilitas pada pasien”

    Gejala stroke yang umum dikenal dengan “BE FAST”—Balance (gangguan keseimbangan), Eyes (gangguan penglihatan mendadak), Face (salah satu sisi wajah menjdi tidak simetris), Arm (kelemahan pada lengan), dan Speech (gangguan bicara/cadel) dan Time (Segera menuju ke Rumah Sakit jika ada gejala tersebut). Kesadaran akan gejala ini merupakan hal yang sangat penting dalam mendeteksi stroke sejak dini dan mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

    Ruang CT Scan Siloam Hospitals TB Simatupang

    Selain penanganan darurat, langkah pencegahan juga sangat penting. dr. Peter menjelaskan tentang primary dan secondary prevention. Primary prevention merupakan kiat – kiat yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke, meliputi pengelolaan gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, menjaga pola makan, berolahraga, dan memantau tekanan darah serta kadar gula darah. Sementara itu, secondary prevention merupakan langkah – langkah pencegahan timbulnya stroke berulang, yang meliputi penanganan faktor – faktor resiko stroke yang optimal.

    Siloam Hospitals TB Simatupang berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan cepat dalam melayani pasien stroke. Salah satu buktinya adalah lengkapnya fasilitas penunjang yang meliputi CT Scan beserta CT Angio, MRI beserta MRA, Carotis doppler, Transcranial doppler, Cath lab, Transthoracal & Transesophageal Echocardiography, Holter. Serta dibentuknya tim khusus penanganan stroke dan semua fasilitas yang memadai bertujuan untuk memberikan pasien penanganan yang lebih cepat dan penyembuhan yang optimal. (Red/*)