Tag: bsn

  • Jamin Kualitas Bidang Kesehatan, Penting Fasyankes Terapkan Standar

    Jamin Kualitas Bidang Kesehatan, Penting Fasyankes Terapkan Standar

    Mediakawasan.id, Jakarta – Di kawasan Asia Tenggara, Umur Harapan Hidup (UHH) di Indonesia masih tergolong rendah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, UHH penduduk Indonesia mencapai 73,93 tahun pada 2023. Beberapa penyebab rendahnya angka harapan hidup di Indonesia diantaranya adalah karena infrastruktur dan layanan medis yang terbatas serta rendahnya jumlah tenaga medis yang memadai.

    Apalagi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Yakni sebuah visi untuk mengantarkan bangsa ke puncak kejayaan di berbagai bidang, termasuk kesehatan. Salah satu indikator utama dalam mencapai visi ini adalah target untuk harapan hidup 80 tahun. Namun, dengan kondisi pengelolaan kesehatan saat ini, mustahil untuk mencapai visi ini.

    Untuk mencapai hal tersebut, maka dibutuhkan Fasilitias Layanan Kesehatan (Fasyankes) yang S.M.A.R.T (Selamat, berMutu, Aman, Ramah, Terjangkau). Selain S.M.A.R.T, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) juga perlu didorong.

    Demikian diungkapkan Sekretaris Utama Badan Standardisasi Nasional (BSN), Donny Purnomo dalam International Healthcare Engineering Forum (INAHEF) 2024 di Jakarta pada Selasa (17/9/2024).
    Menurut Donny, penerapan SNI yang berkaitan dengan alat kesehatan dan fasilitas kesehatan ini perlu didorong. “BSN mendorong penerapan standar terkait alat kesehatan dan fasilitas kesehatan. Karena sudah banyak standar yang ditetapkan. Namun, penerapannya perlu kita support bersama-sama dengan berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh pihak yang terkait demi kemajuan bersama,” tutur Donny.

    Tercatat, hingga Agustus 2024, BSN telah menetapkan 15.231 SNI. Dari jumlah tersebut, terkait alat kesehatan dan fasilitas kesehatan sebanyak 463 SNI yang masih aktif.

    INAHEF 2024 merupakan forum yang diprakarsai dan didukung oleh Kantor Staf Presiden (KSP), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan BSN serta diselenggarakan oleh Perhimpunan Teknik Pelayanan Kesehatan Indonesia (PTPI) dengan kolaborasi bersama industri, perguruan tinggi, asosiasi, serta pemerintah daerah.

    Tujuan dilaksanakannya acara ini diantaranya adalah merumuskan rencana implementasi program pemerintah 2024 – 2029 terutama bidang kesehatan; mendapatkan masukan dari daerah dan merumuskan serta mengimplementasikan secara masif di seluruh daerah di Indonesia melalui kongres; melakukan penilaian kesesuaian produk-produk penunjang SMART Hospital dengan regulasi; serta memberikan penghargaan bagi industri yang telah memenuhi regulasi.

    Presiden PTPI, Eko Supriyanto dalam kesempatan tersebut mengatakan Forum Teknik Pelayanan Kesehatan Internasional diselenggarakan untuk menghasilkan rumusan model dan program 2025-2029 untuk Penguatan Fasyankes dan Industri Kesehatan. “Ini termasuk program pemeriksaan kesehatan 9 Penyakit Prioritas, program penanganan TBC secara terstruktur sistemik masif dan modern, program pemenuhan Fasyankes seluruh Indonesia, serta model struktur industri alkes dalam negeri dan model pembiayaan Fasyankes,” jelas Eko.

    Melalui INAHEF 2024, diharapkan para peserta yang hadir yang terdiri dari pemerintah pusat dan daerah, fasyankes, perguruan tinggi, asosiasi profesi dan asosiasi fasyankes, serta konsultan dan kontraktor fasyankes ini dapat memberikan masukan, semakin aktif berkontribusi dan bersinergi guna mempertajam transformasi kesehatan serta mencapai SMART Hospital di Indonesia.

    INAHEF 2024 juga diisi berbagai kegiatan seperti pameran, kongres, seminar, dan pemeriksaan Kesehatan. (Red/*)

  • Produk Ber-SNI dukung Transformasi Ekonomi yang Berkelanjutan

    Produk Ber-SNI dukung Transformasi Ekonomi yang Berkelanjutan

    Mediakawasan.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2024, Presiden RI, Joko Widodo menegaskan pentingnya melibatkan kolaborasi global dalam menangani perubahan iklim. Presiden menyampaikan bahwa masalah tersebut tidak dapat terselesaikan apabila dunia masih menggunakan pendekatan ekonomi dan mementingkan egosentris.

    Menurutnya, ekonomi hijau tidak hanya mengenai perlindungan lingkungan, tetapi tentang menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Oleh karenanya, Indonesia berkomitmen untuk memberikan kontribusi signifikan dalam mencapai net zero emission melalui berbagai potensi energi hijau.

    Sejalan dengan hal tersebut, Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan menyelenggarakan peringatan Bulan Mutu Nasional (BMN) dengan tema “Standardisasi untuk Transformasi Ekonomi yang Berkelanjutan”. Salah satu kegiatannya adalah SNI Expo 2024 yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 – 21 November Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

    Demikian disampaikan Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Zakiyah di Jakarta pada Sabtu (14/9/2024).

    Kesadaran akan pentingnya standar, menurut Zakiyah perlu digaungkan melalui upaya seperti promosi produk ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). SNI Expo 2024 akan mengangkat tema “Standardisasi untuk Transformasi Ekonomi yang Berkelanjutan”.

    “SNI Expo 2024 merupakan pameran produk ber-SNI terbesar di Indonesia yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 – 21 November 2024 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC). Pameran akan diikuti oleh berbagai industri dan organisasi yang telah menerapkan SNI, meliputi produk barang, jasa, sistem, produksi, dan personel. Peserta pameran berasal dari berbagai skala usaha, termasuk industri besar, menengah, dan kecil, serta BUMN, UMKM binaan, lembaga pemerintah pembina UMKM dan mitra BSN,” ujar Zakiyah.

    Para stakeholder dan masyarakat dapat menemukan produk-produk berkualitas sesuai SNI, konsultasi dan berbagi pengalaman mengenai SNI, serta melakukan benchmark terhadap perusahaan yang telah sukses menerapkan SNI. Forum ini juga akan menjadi ajang business matching antara produsen dan calon buyer, sehingga bisa meningkatkan transaksi industri peserta pameran dan pengunjung.

    “Kehadiran SNI Expo yang merupakan rangkaian kegiatan BMN 2024 membuktikan komitmen kuat BSN dalam menyediakan platform untuk mempromosikan produk ber-SNI secara nasional,” jelas Zakiyah.

    Selain SNI Expo 2024, dalam rangkaian BMN juga akan dilaksanakan Seminar BMN yang akan dihadiri lebih dari 3000 orang para pemangku kepentingan yang berasal dari Kementerian, LPNK, BUMN, Pemerintah Daerah, Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK), Laboratorium Penguji, Lembaga Sertifikasi, Lembaga Validasi Verifikasi, asosiasi pelaku usaha, industri penerap SNI, perguruan tinggi dan masyarakat.

    Tidak hanya pameran dan seminar, kegiatan BMN akan diisi Konferensi Mutu : Generasi Muda Standardisasi; Workshop Peningkatan Daya Saing Produk di Bidang Kelautan dan Perikanan; Capacity Building Keamanan Siber untuk Medukung Ekonomi Nasional yang Berkelanjutan; Herudi Technical Committee Award; FGD Tren Kegiatan Penilaian Kesesuaian di Masa Mendatang; Workshop Peningkatan Daya Saing Koperasi dan UKM Indonesia; Capacity Building Keamanan Siber untuk Mendukung Ekonomi Nasional yang Berkelanjutan; serta Malam Penganugerahan SNI Award 2024. (Red/rlls)

  • Olimpiade Metrologi 2024 Sukses Digelar, Inilah Juaranya!

    Olimpiade Metrologi 2024 Sukses Digelar, Inilah Juaranya!

    Mediakawasan.id, Bekasi – Badan Standardisasi Nasional (BSN) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya metrologi di Indonesia melalui Olimpiade Metrologi 2024. Ajang bergengsi ini digelar bekerja sama dengan PT Kawan Lama Solusi dan PT Mitutoyo Indonesia.

    Olimpiade Metrologi 2024 dilaksanakan untuk 2 kategori, yaitu Kategori Universitas & Politeknik serta Kategori Industri. Kategori Universitas & Politeknik diikuti oleh perwakilan universitas atau politeknik. Adapun Kategori Industri terbuka bagi perwakilan industri atau laboratorium kalibrasi.

    Olimpiade Metrologi 2024 yang kali ini mengusung fokus materi pada pengukuran dimensi, seleksi dan penjuriannya dimulai melalui tahap penyisihan tes teori secara online pada 13 – 14 Agustus 2024, yang diikuti oleh 92 peserta untuk Kategori Universitas & Politeknik dan 123 peserta untuk Kategori Industri. Dari seleksi tersebut, 16 peserta dari tiap kategori berhasil maju ke babak final yang terdiri dari tes praktik pengukuran yang digelar di Kawan Lama Solution Cikarang, Jawa Barat.

    Atas penyelenggaraan Olimpiade Metrologi 2024 tersebut, Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) BSN, Y. Kristianto Widiwardono, yang hadir dalam acara penyerahan penghargaan, pada Rabu (21/8/2024), di Kawan Lama Solution Cikarang, menyampaikan apresiasinya kepada PT Kawan Lama Solusi dan PT Mitutoyo Indonesia yang telah berkolaborasi dengan BSN.

    “Dua perusahaan ini menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan sehingga Olimpiade Metrologi 2024 dapat berjalan dengan sukses,” ujar Kris biasa disapa.

    “Kami berharap melalui Olimpiade Metrologi 2024 ini, akan lahir generasi muda dan praktisi industri yang unggul di bidang pengukuran, guna memajukan dunia metrologi di Indonesia,” tambahnya.

    Kris menegaskan, bahwa peran metrologi sebagai fondasi dalam berbagai aspek kehidupan semakin penting.

    “Ketepatan dan akurasi pengukuran sangat krusial dalam menjamin kualitas produk, hasil penelitian, dan keselamatan masyarakat. Pemahaman mendalam tentang metrologi menjadi semakin relevan, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi pemimpin di berbagai sektor industri,” ungkap Kristianto.

    Oleh karenanya, penyelenggaraan Olimpiade Metrologi 2024 tersebut, lanjut dia, bertujuan untuk tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap ilmu pengukuran, tetapi juga mendorong pengembangan sumber daya manusia di sektor industri, khususnya dalam pengukuran dan kalibrasi.

    “Kompetisi ini mempertemukan para mahasiswa dan praktisi industri dari seluruh Indonesia, untuk menunjukkan pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang ilmu pengukuran. Para pemenang Olimpiade Metrologi ini merupakan individu yang telah membuktikan kompetensi mereka adalah yang terbaik,” pungkasnya.

    Adapun juara untuk masing-masing kategori adalah sebagai berikut:

    Rangga Aditya Sugiarto, Mahasiswa dari Politeknik ASTRA dinyatakan sebagai Juara I untuk Kategori Universitas & Politeknik. Adapun Rina Puspita Sari, Laboran dari Politeknik ASTRA berhasil meraih Juara I untuk Kategori Industri.

    Sementara itu, Juara II Kategori Universitas & Politeknik diraih oleh Baharudin Yusuf Muhammad, Mahasiswa dari Akademi Komunitas Toyota Indonesia dan Juara III oleh Risma Meutia Putri, Mahasiswa dari Universitas Global Jakarta. Sedangkan pada Kategori Industri, Juara II diraih oleh Bagus Sanjaya Putra, Laboran dari PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (PUSHARLIS) dan Juara III oleh Putra Ramadhandy, Laboran dari PT GMF AeroAsia.

    Mewakili PT Kawan Lama Solusi, Vincent Mintarja selaku Vice President of Product Management, menyampaikan, “Olimpiade ini adalah wujud dukungan kami terhadap peningkatan kualitas SDM di bidang vokasi. Tidak hanya berkompetisi, para peserta juga bisa menambah wawasan melalui seminar metrologi, kalibrasi dimensional, dan implementasi ISO pada industri manufaktur. Harapannya, seluruh peserta dapat merasakan dampak positif, khususnya para mahasiswa yang akan terjun ke dunia kerja.”

    PT Kawan Lama Solusi adalah penyedia solusi industri dan komersial bagian dari Kawan Lama Group. Sejak lebih dari lima tahun yang lalu PT Kawan Lama Solusi telah mengadakan berbagai pelatihan, pendampingan, dan perlombaan metrologi. Mulai dari tingkat SMA dan SMK, universitas dan politeknik, hingga profesional. Berbagai kegiatan tersebut dilakukan demi mendorong perkembangan ekosistem industri dan manufaktur tanah air.

    Manager Technical Service Department PT Mitutoyo Indonesia, Tri Yogo Prasetyo menyampaikan bahwa acara Olimpiade Metrologi yang diselenggarakan oleh Badan Standardisasi Nasional hari ini sungguh luar biasa dan penuh inspirasi.

    Mitutoyo Indonesia merasa bangga dapat menjadi bagian dari inisiatif ini, yang tak hanya mengedukasi, tetapi juga memotivasi generasi muda untuk mendalami ilmu metrologi, sebuah bidang yang sangat penting dalam memastikan kualitas dan presisi di berbagai industri.

    “Kami berharap kegiatan ini bisa berlangsung secara berkesinambungan supaya pengetahuan tentang metrologi lebih banyak lagi diketahui diseluruh Indonesia,” ujarnya. (Red/rlls)

  • Kado Kemerdekaan dari Tim Indonesia pada Olimpiade Standar Internasional

    Kado Kemerdekaan dari Tim Indonesia pada Olimpiade Standar Internasional

    Mediakawasan.id, Korea Selatan – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia, Tim Pelajar Indonesia memberikan kado istimewa dengan meraih prestasi gemilang di ajang The 19th International Standards Olympiad 2024 yang diselenggarakan oleh Korean Standards Association (KSA) pada 12-14 Agustus 2024 di Korea Selatan. Capaian tersebut berhasil diraih oleh Tim MAN Insan Cendikia Gorontalo yang mendapatkan Silver Prize serta Tim SMAK St. Louis 1 Surabaya yang meraih Bronze Prize.

    Tim dari MAN Insan Cendekia Gorontalo terdiri dari Tiara Myreen Alilatulbariza Husain, Marha Rifani Fayza Bahsuan, dan Aiko Auliah Hasmin Tamsah. Sementara itu, Tim dari SMAK St. Louis 1 Surabaya diwakili oleh Gabriella Esther Lauwson, Jovita Alim, dan Konstantin. Kedua tim ini merupakan juara 1 dan 2 pada Kompetisi Standardisasi Nasional (KSN) Tingkat SMA/SMK tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).

    “Capaian Silver Prize dan Bronze Prize ini merupakan kado istimewa bagi Indonesia menjelang peringatan HUT RI ke-79. Prestasi ini sangat membanggakan karena putra-putri terbaik bangsa berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional dalam bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian,” ujar Kepala Pusat Pengembangan SDM Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK) BSN, Arini Widyastuti, yang turut mendampingi Tim Indonesia di Korea Selatan, pada Kamis (15/8/2024).

    Olimpiade yang diikuti oleh 40 tim dari 10 negara ini menantang para peserta untuk menyusun naskah standar internasional dengan topik “Artificial Intelligence – Guidance on the Ethical Practices for Artificial Intelligence”. Kompetisi yang telah digelar sejak tahun 2006 ini tidak hanya menguji pengetahuan teoritis tentang standardisasi, tetapi juga mengintegrasikan kreativitas, pengetahuan ilmiah, dan teknologi, memberikan peluang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuan mereka di bidang ini.

    Arini menambahkan, “Prestasi ini membuktikan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk memajukan bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian, baik di tingkat nasional maupun internasional. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk lebih mendalami dan mengembangkan pengetahuan di bidang ini.”

    Dalam semangat menjelang Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia, pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh putra-putri bangsa untuk terus berprestasi dan membawa nama Indonesia lebih tinggi di panggung dunia. (Red/rlls)

  • BSN Resmikan Layanan Teknis SPK “SNI Corner” di Lombok Tengah untuk Dorong Daya Saing Produk NTB

    BSN Resmikan Layanan Teknis SPK “SNI Corner” di Lombok Tengah untuk Dorong Daya Saing Produk NTB

    Mediakawasan.id, Lombok – Perkembangan industri dan kemajuan pembangunan di daerah melahirkan tuntutan kebutuhan pelayanan standardisasi dan penilaian kesesuaian yang lebih cepat, akurat dan tepat serta tidak hanya terpusat di Jakarta.

    Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah meresmikan Layanan Teknis Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK) “SNI Corner” di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlokasi di Gedung PLUT KUMKM, Jl. Bypass Bandara Internasional Lombok, Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (9/8/2024). Layanan ini diharapkan dapat mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di NTB melalui peningkatan daya saing produk lokal.

    Kepala BSN, Kukuh S. Achmad, menyampaikan dalam sambutannya bahwa peresmian Layanan Teknis SPK “SNI Corner” ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan standardisasi di Indonesia, khususnya di wilayah NTB.
    “SNI Corner ini bukan sekadar kantor, tetapi sebuah dedikasi untuk mendekatkan layanan standardisasi dan penilaian kesesuaian kepada seluruh stakeholder di daerah. Dengan adanya layanan ini, kami berharap dapat meningkatkan daya saing produk UMKM lokal, memperlancar arus perdagangan, dan melindungi masyarakat dalam menghadapi era globalisasi,” ujar Kukuh.

    Dalam peresmian tersebut, Kukuh juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam keberhasilan layanan teknis SNI Corner. “Kami sangat berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah yang telah menginisiasi berdirinya layanan ini. Kolaborasi antara BSN dan pemerintah daerah sangat vital dalam meningkatkan daya saing produk NTB untuk mewujudkan NTB sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di Bali dan Nusa Tenggara.”

    Wakli Bupati Lombok Tengah, Dr. H. Muh. Nursiah S.Sos, M.Si, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan harapannya agar layanan standardisasi BSN dapat menjadi motor penggerak bagi UMKM di NTB untuk mencapai standar nasional dan bersaing di pasar global.

    “Keberadaan BSN di Lombok Tengah ini merupakan bentuk nyata dari komitmen kita untuk mendorong UMKM lokal agar mampu memenuhi standar nasional dan memiliki daya saing tinggi. Saya berharap kolaborasi antara BSN dan pemerintah daerah ini dapat terus berjalan baik untuk kemajuan bersama,” kata Muh. Nursiah.

    Layanan Teknis SPK “SNI Corner” di NTB merupakan yang pertama di wilayah Bali dan Nusa Tenggara dan melengkapi layanan teknis serupa yang telah ada di lima daerah lainnya, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Keberadaan layanan teknis di lima daerah tersebut telah membuat perkembangan kegiatan standardisasi cukup menggembirakan. Pemangku kepentingan di daerah mulai aware akan pentingnya penerapan SNI dan semakin banyak permintaan kegiatan standardisasi untuk memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan; seperti sosialisasi, pelatihan dan bimbingan teknis penerapan SNI. Termasuk juga peningkatan kemampuan lembaga penilaian kesesuaian untuk mendukung penerapan SNI.

    Salah satu layanan teknis yang disediakan adalah pendampingan penerapan SNI kepada pelaku usaha khususnya UMKM agar mereka mampu berdaya saing di tingkat nasional dan global. Saat ini pendampingan kepada UMKM di NTB hingga mendapatkan sertifikat SNI baru dilakukan kepada tiga UMKM yaitu UKM Nyalakok tenun dengan produk tenunnya, CV. Pratama dengan produk air mineral dalam kemasan, serta Kelompok Tani Dangga Sia dengan produk garam konsumsi beriodium. Harapan ke depan, dengan adanya layanan teknis ini akan bertambah lagi UMKM yang tersertifikasi SNI dan meningkat akses pasarnya.

    Peresmian Layanan SPK “SNI Corner” yang turut dihadiri oleh Istri Bupati Lombok Tengah, Baiq Nurul Aini Pathul Bahri ini, menandai langkah penting BSN dalam mendukung arah dan tujuan pembangunan pemerintah provinsi NTB yaitu mampu mewujudkan transformasi ekonomi melalui peningkatan produktivitas daerah. (Red/rlls)

  • SNSU BSN Tambah Pengakuan Internasional atas Kemampuan Pengukuran dan Kalibrasi

    SNSU BSN Tambah Pengakuan Internasional atas Kemampuan Pengukuran dan Kalibrasi

    Mediakawasan.id, Jakarta – Laboratorium Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) Badan Standardisasi Nasional (BSN) menambah 4 pengakuan internasional atas kemampuan pengukuran dan kalibrasi (Calibration and Measurement Capability – CMC). Pengakuan baru berupa 1 CMC di bidang pengukuran besaran aliran (flow) serta 3 CMC di bidang pengukuran besaran tekanan (pressure) ini berhasil diperoleh dari Bureau International des Poids et Mesures (BIPM) atau Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan.

    Dengan tambahan kemampuan pengukuran dan kalibrasi tersebut, SNSU BSN siap memberikan layanan yang lebih luas kepada laboratorium kalibrasi, industri, serta pemangku kepentingan lainnya di dalam negeri. ”Itu artinya, alat ukur tekanan dan aliran yang dikalibrasi ke SNSU BSN akan memperoleh keberterimaan hasil pengukuran dan kalibrasi di mata dunia internasional. Hal ini berkaitan dengan misalnya, aktivitas komoditas ekspor dalam perdagangan yang membutuhkan pengakuan setara di mata dunia internasional,” ujar Direktur SNSU Mekanika, Radiasi dan Biologi BSN, Wahyu Purbowasito yang ditemui di Kantor BSN Mampang, Jakarta pada Kamis (11/7/2024).

    SNSU BSN menambah 4 CMC baru yang diperoleh dari Laboratorium SNSU Massa, meliputi lingkup aliran yaitu flow meter Air dengan rentang ukur 4 Liter/menit (L/min) – 167 L/min, dan lingkup tekanan yaitu Standar Pengukuran dan Alat Ukur Tekanan Hidrolik (Gauge pressure, medium oil) dengan rentang ukur 5×105 Pascal (Pa) s.d. 2×107 Pa dan rentang ukur 2×107 Pa s.d. 2×108 Pa, serta rentang ukur 2×108 Pa s.d. 5×108 Pa.

    Menurut Wahyu, metrologi aliran dan tekanan merupakan aspek penting dalam sektor perdagangan. Penambahan lingkup ini memungkinkan lebih banyak penerap standar yang dapat menghasilkan barang dan jasa yang mampu memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun standar internasional.

    “Dengan kesetaraan pengukuran aliran dan tekanan yang diakui di tingkat internasional, Indonesia memiliki landasan untuk mencegah kecurangan diberbagai bidang, seperti lingkup Food and Beverage (FnB), industri pengolahan limbah, serta transaksi harian masyarakat seperti biaya bulanan penggunaan air rumah tangga, dan transaksi lain yang memerlukan pengukuran tekanan dan aliran,” ungkap Wahyu.

    Wahyu menjelaskan, di industri maupun laboratorium pengujian harus tertelusur ke Sistem Internasional melalui laboratorium kalibrasi, yang berperan penting dalam menjamin mutu produk industri. Untuk memastikan pengukuran yang tepat, laboratorium kalibrasi harus memiliki kompetensi dan kemampuan, salah satunya bisa diperoleh melalui kegiatan Uji Banding Laboratorium Kalibrasi dengan acuan dari Laboratorium SNSU BSN.

    Untuk meningkatkan keberterimaan hasil kalibrasi di tingkat internasional, Indonesia diwakili oleh BSN telah menjadi anggota organisasi metrologi regional seperti Asia Pacific Metrology Programme (APMP) serta organisasi metrologi internasional seperti BIPM, agar hasil kalibrasi dari Laboratorium SNSU diakui oleh negara anggota APMP maupun BIPM. Diharapkan, seluruh laboratorium yang beroperasi dan terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) memiliki jaminan pengukuran dan ketertelusuran ke Sistem Internasional.

    Setiap pengakuan atas kemampuan pengukuran dan kalibrasi Laboratorium SNSU-BSN ini diperoleh melalui proses panjang dan memakan waktu yang lama, termasuk asesmen oleh mitra bestari dan uji banding dengan lembaga metrologi negara lain. Laboratorium SNSU-BSN telah mengikuti beberapa uji banding di lingkup Asia-Pasifik maupun global untuk berbagai bidang satuan ukuran seperti bidang massa khususnya pengukuran aliran dan tekanan. Seluruh capaian dan pengakuan tersebut dapat dilihat dalam situs Key Comparison Database yang dikelola oleh BIPM (https://www.bipm.org/kcdb/). Dengan penambahan ini, total jumlah kemampuan pengukuran dan kalibrasi dari BSN yang telah diakui oleh BIPM kini berjumlah 152 CMC.

    “Pengakuan internasional ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk industri dalam negeri, memastikan transaksi perdagangan yang adil, serta memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat,” pungkas Wahyu. (Red/rlls)

  • Paling Unggul di ASEAN,Infrastruktur Mutu Indonesia Duduki Peringkat Nomor 27 Dunia

    Paling Unggul di ASEAN,Infrastruktur Mutu Indonesia Duduki Peringkat Nomor 27 Dunia

    Mediakawasan.id, Jakarta – Berdasarkan hasil penelitian Global Quality Infrastructure Index (GQII) 2023 yang baru dirilis Mei 2024, Infrastruktur Mutu Indonesia berhasil menduduki peringkat nomor 27 di dunia. Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki Infrastruktur Mutu Nasional paling unggul di ASEAN. Sekretaris Utama Badan Standardisasi Nasional (BSN), Donny Purnomo, saat ditemui di Kantor BSN, Jakarta pada Jum’at (5/7/2024) menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari upaya kolaboratif untuk membangun Infrastruktur Mutu Nasional.

    “Hasil penelitian yang dirilis GQII Program tersebut tentu saja membanggakan, namun demikian masih diperlukan upaya yang lebih besar untuk meningkatkan efektifitas peran dan fungsi Infrastruktur Mutu Nasional untuk mewujudkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Keberhasilan untuk memperoleh peringkat yang tinggi dalam GQII 2023 ini tidak ada artinya, bila BSN tidak mampu melibatkan seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi memanfaatkan peringkat yang berhasil dicapai ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Donny.

    GQII merupakan program yang diinisiasi oleh lembaga konsultan independen, Mesopartner dan Analyticar, untuk melakukan riset dan mendiseminasikan data tentang infrastruktur mutu negara-negara di dunia. Dalam publikasi World Bank pada tahun 2019 yang berjudul “Ensuring Quality to Gain Access to Global Market”, tiga pilar Infrastruktur mutu yang terdiri dari Metrologi, Standardisasi dan Akreditasi diakui sebagai infrastruktur dasar yang harus dimiliki oleh setiap negara di dunia dalam memastikan mutu barang dan jasa yang diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya dengan mengakses ke pasar global.

    Peringkat setiap pilar infrastruktur mutu Indonesia berdasarkan riset GQII 2023, di bidang Metrologi berada di posisi 38, di bidang Standardisasi berada di posisi 37, dan di bidang Akreditasi dapat mencapai peringkat 10, dari 185 negara di dunia.

    “Apabila dibandingkan dengan negara-negara G20, Infrastruktur Mutu Indonesia berada pada posisi ke-17, selaras dengan peringkat PDB Indonesia yang juga berada pada posisi ke-17. Demikian pula 3 negara dengan peringkat Infrastruktur Mutu Nasional tertinggi di dunia, yaitu Jerman, pada peringkat 1 mewakili Uni Eropa, China pada peringkat 2, dan Amerika Serikat pada peringkat ke-3 selaras dengan 3 negara yang memiliki PDB terbesar di dunia, yaitu Amerika Serikat pada peringkat ke-1, China pada peringkat ke-2, dan Uni Eropa pada peringkat ke-3. Keselarasan peringkat ini menunjukkan bahwa tingkat kemajuan Infrastruktur Mutu Nasional memiliki korelasi langsung dengan PDB satu negara,” ungkap Donny.

    Berdasarkan Undang Undang Nomor 20 tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, BSN merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab melaksanakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah di bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian. Oleh karena itu, sesuai dengan ruang lingkup Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian yang ditetapkan dalam Undang-Undang 20 tahun 2014, yang mencakup pengembangan dan penerapan standar, penilaian kesesuaian, dan pengelolaan standar nasional satuan ukuran, BSN merupakan penanggungjawab pengembangan Infrastruktur Mutu Nasional di Repubilik Indonesia.

    Di bidang standardisasi, BSN hingga Mei 2024 telah menetapkan 15.263 Standar Nasional Indonesia (SNI). Penerapan SNI akan meningkatkan perlindungan kepada konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja, dan masyarakat lainnya, baik untuk keselamatan, keamanan, maupun kesehatan; mewujudkan persaingan usaha yang sehat dalam perdagangan dan meningkatkan mutu dan daya saing produk dalam negeri.

    Di bidang akreditasi, hingga Mei 2024, BSN melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) telah mengakreditasi LPK di seluruh Indonesia, yakni untuk laboratorium terdiri atas 1413 Laboratorium Pengujian, 339 Laboratorium Kalibrasi, 81 laboratorium medik, 42 Penyelenggara Uji Profisiensi, dan 6 Produsen Bahan Acuan. BSN melalui KAN juga telah mengakreditasi lembaga inspeksi dan lembaga sertifikasi, sejumlah 232 Lembaga Sertifikasi Produk, Proses, dan Jasa, 184 Lembaga Inspeksi dan Lembaga Verifikasi/Validasi, 207 Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen, serta 33 Lembaga Sertifikasi Person dan Keberlanjutan. Selain itu, BSN melalui KAN mengoperasikan 41 skema akreditasi dan 17 skema diantaranya telah mendapat pengakuan internasional.

    Di bidang metrologi, khususnya pengelolaan Standar Nasional Stauan Ukuran (SNSU) Laboratorium (Standar Nasional Ukuran) SNSU BSN memiliki total 148 kemampuan kalibrasi dan pengukuran (CMCs) yang diakui internasional dan tercantum dalam Key Comparison Data Base (KCDB) BIPM melalui skema keberterimaan The CIPM Mutual Recognition Arrangement (CIPM-MRA).

    Untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab pengembangan Infrastruktur Mutu Nasional tersebut, BSN ditugaskan untuk mewakili peran aktif Indonesia dalam organisasi kerjasama yang berkaitan dengan Infrastruktur Mutu Global maupun regional, yaitu International Organization for Standardization (ISO), International Electrotechnical Commission (IEC), Codex Alimentarius Commission (CAC), International Accreditation Forum (IAF), International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC), Asia Pacific Accreditation Cooperation (APAC), International Bureau of Weights and Measures (BIPM), Asia Pacific Metrology Programme (APMP), serta Standards and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIIC). Disamping keanggotaan dalam organisasi kerjasama di bidang Infrastruktur Mutu tersebut di atas, BSN juga bertanggung jawab sebagai notification body dan enquiry point yang memiliki peran penting dalam negosiasi perdagangan global. (Red/rlls)

  • Pentingnya Standar Terkait Keamanan Pangan untuk Panduan Kesiapsiagaan Kondisi Tidak Terduga

    Pentingnya Standar Terkait Keamanan Pangan untuk Panduan Kesiapsiagaan Kondisi Tidak Terduga

    Mediakawasan.id, Jakarta – Pangan yang aman sangat penting untuk peningkatan kesehatan dan kesejahteraan manusia. Mewujudkan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama di sepanjang rantai pangan, baik itu unsur pemerintah, masyarakat serta pelaku usaha. Saat ini, kesadaran konsumen akan pentingnya keamanan dan mutu pangan semakin meningkat sehingga kebutuhan akan jaminan terhadap keamanan dan mutu pangan menjadi prioritas utama.

    Melansir www.usda.gov, berdasarkan data World Health Organization (WHO) bahwa 1,6 juta orang di seluruh dunia jatuh sakit setiap hari karena pangan yang tidak aman. Dalam 24 jam yang sama, 340 anak di bawah usia lima tahun meninggal karena penyakit bawaan pangan yang sebenarnya dapat dicegah. Anak-anak pada rentang usia ini merupakan 9% dari populasi dunia, namun secara tidak proporsional menyumbang 40% penyakit bawaan pangan.

    Oleh karenanya, dalam perdagangan pangan antar negara, standar memiliki peran strategis untuk memberikan jaminan kepada konsumen dan juga merupakan panduan bagi produsen dalam menghasilkan suatu produk. Demikian diungkapkan Sekretaris Komite Nasional Codex Indonesia, yang juga merupakan Deputi Bidang Pengembangan Standar Badan Standardisasi Nasional (BSN), Hendro Kusumo di Auditorium Kantor Pusat BSN, Jakarta pada Selasa (11/6/2024) dalam Peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia yang setiap tahun dirayakan pada tanggal 7 Juni.

    Lebih lanjut Hendro menambahkan bahwa sejalan dengan tema Hari Keamanan Pangan Dunia tahun 2024 yakni “Keamanan pangan: Kesiapsiagaan untuk kondisi yang tidak terduga”, peringatan ini juga sekaligus mengingatkan pada seluruh pihak bahwa dalam menghadapi situasi dan kondisi yang penuh ketidakpastian, baik berupa bencana alam, pandemi atau kondisi tidak terduga lainnya, kita harus selalu siap dan siaga dalam menjaga dan menjamin pasokan pangan yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.

    “Sinergi dan kolaborasi bersama antar pihak yang berwenang yang disertai dengan kepatuhan seluruh unsur pemangku kepentingan terhadap pemenuhan persyaratan yang terdapat dalam standar dan regulasi, menjadi fondasi penting untuk memastikan pangan yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegas Hendro.

    Standar dan regulasi pangan yang dirumuskan sedapat mungkin koheren dan harmonis dengan standar internasional. Di bidang pangan, standar yang diterbitkan Codex Alimentarius Commission, yang merupakan organisasi dibawah FAO dan WHO, menjadi acuan dalam perdagangan internasional.

    Sebagaimana diketahui, BSN selama ini bertindak sebagai Codex Contact Point Indonesia, dan menjadi penghubung antara Pemerintah Indonesia dengan Sekretariat Codex di Roma. BSN menjalankan fungsi koordinasi penyusunan posisi dan tanggapan Indonesia dalam proses pengembangan standar pangan internasional yang dibahas Codex, dengan melibatkan unsur pemerintah, pelaku usaha, konsumen, pakar dan elemen pemerhati pangan lainnya yang tergabung dalam forum Codex Indonesia. Fungsi ini mendukung peran BSN dalam memastikan ketersediaan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mendukung penjaminan keamanan dan mutu pangan yang beredar di Indonesia. Sampai saat ini telah ada 19 Komite Teknis perumusan SNI yang terkait dengan sektor pangan dan lebih dari 800 SNI telah ditetapkan oleh BSN untuk mendukung tatakelola sektor pangan.

    “Untuk itu, keamanan pangan bukanlah hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab semua pihak yang terkait. Kalangan pelaku usaha/produsen, akademisi, konsumen, dan juga seluruh elemen masyarakat pemerhati pangan harus terus terlibat untuk berkontribusi aktif dalam memastikan pangan yang aman dikonsumsi,” tutur Hendro.

    Oleh karenanya, Hendro mengajak seluruh unsur pemangku kepentingan terlibat dalam peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia, agar mampu menjadikan perayaan ini sebagai momentum bersama untuk memperkuat komitmen kita dalam menjaga keamanan pangan. “Dengan kesiapsiagaan semua unsur, disertai sinergi dan kolaborasi antar pihak, kita yakin akan dapat menghadapi segala tantangan yang akan datang. Kita yakinkan bahwa ini semua merupakan bagian dari upaya kita bersama dalam memastikan pangan yang aman dan bergizi untuk seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Hendro.

    Peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia Tahun 2024 yang dikoordinasikan oleh Direktorat Sistem dan Harmonisasi Pengembangan Standar BSN juga diisi dengan sesi seminar yang menghadirkan narasumber dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), yang mempresentasikan “Menjaga Rantai Pasokan Pangan: Strategi Mengatasi dan Memulihkan Keadaan Darurat”; Deputi Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang memaparkan “Tata Kelola Penyediaan Pangan yang Aman dalam Situasi Darurat Bencana”; serta Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, yang menguraikan tentang “Standardisasi mitigasi kedaruratan dalam memastikan keamanan pangan”. Bertindak sebagai moderator adalah Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian IPB University, Purwiyatno Hariyadi. Kegiatan seminar ini dihadiri oleh perwakilan berbagai pemangku kepentingan, yaitu pelaku usaha dan asosiasi produsen, para pakar di bidang pangan dan kebencanaan, serta unsur Kementerian/Lembaga Pemerintah terkait, baik yang hadir secara langsung di Auditorium Kantor Pusat BSN, maupun yang bergabung secara daring melalui media zoom dan youtube.

  • Kontribusi Indonesia dalam Penyusunan Standar International Carbon Capture Storage

    Kontribusi Indonesia dalam Penyusunan Standar International Carbon Capture Storage

    Mediakawasan.id, Jakarta – Seperti diketahui bersama, dunia saat ini termasuk Indonesia sedang menghadapi tantangan global yakni perubahan iklim. Emisi karbon telah menjadi isu global karena dianggap menjadi penyebab percepatan pemanasan global. Terlebih, pada 2023, melansir berita dari laman detik.com, berdasarkan Laporan Iklim Internasional, diketahui umat manusia melepaskan setidaknya 40,6 miliar ton karbon dioksida ke atmosfer pada 2023. Jumlah tersebut meningkat 1,1 persen dari tahun 2022. Jika ditambah dengan emisi yang dihasilkan oleh perubahan penggunaan lahan, termasuk penggundulan hutan, maka total karbon dioksida yang dilepaskan mencapai 45,1 miliar ton pada 2023.

    Untuk mengurangi dampak perubahan iklim tersebut salah satu solusinya melalui penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization and storage/CCUS). Ini merupakan salah satu metode untuk mengurangi emisi karbon dioksida (CO2). Oleh karena itu, awal tahun ini Pemerintah RI telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon/Carbon Capture Storage (CCS) yang berlaku sejak tanggal 30 Januari 2024. Peraturan tersebut memuat ketentuan yang berlaku mengenai pelaksanaan CCS.

    Tahun lalu, Kementerian ESDM juga telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2023 yang mengatur berbagai ketentuan mengenai kegiatan terkait CCS dan CCUS pada kegiatan usaha hulu migas. Selain itu juga telah terbit Peraturan Presiden No. 98 tahun
    2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon yang di dalamnya juga mengatur tentang perdagangan karbon. Penjabaran operasionalisasi kebijakan tersebut diatur melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 21 tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan
    Nilai Ekonomi Karbon.

    Terkait Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon, disebutkan bahwa lembaga validasi dan/atau verifikasi yang melakukan kegiatan validasi dan/atau verifikasi dalam rangka Nilai Ekonomi Karbon (NEK) harus diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Saat ini telah ada 7 Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) yang diakreditasi KAN, dimana 5 LVV di antaranya telah diakreditasi untuk lingkup NEK.

    “Dalam usaha mempercepat pengurangan emisi agar mencapai target Net Zero Emissions (NZE), standar memainkan salah satu peran yang cukup strategis,” ujar Plh. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), yang juga merupakan Deputi Bidang Pengembangan Standar, Hendro Kusumo setelah sesi pembukaan The 18th Plenary Meeting and Working Group Meetings of ISO/TC 265 – Carbon dioxide capture, transportation, and geological storage di Jakarta pada Kamis (6/6/2024). Komitmen menjadi tuan rumah pertemuan internasional ini bagian dari dukungan BSN bekerja sama dengan pemangku kepentingan di Indonesia terhadap komitmen pemerintah untuk mencapai Emisi Nol Bersih pada tahun 2060 atau lebih cepat, khususnya partisipasi dalam menyediakan acuan standar yang dibutuhkan. Di Jakarta, Kamis (6/6/2024)

    Pertemuan internasional ini diselenggarakan dari tanggal 3-7 Juni 2024 dan akan dihadiri oleh para expert internasional yang berasal dari berbagai negara seperti Perancis, Amerika Serikat, Indonesia, Jerman, Malaysia, Mesir, Rusia, Jepang, Republik Korea, Belanda, Australia, Tiongkok, Finlandia, Swedia, Norwegia, dan Singapura. Selain rangkaian pertemuan di level Working Group dan Pleno Technical Committee dari ISO TC 265, juga dilaksanakan Workshop dengan tema “Sharing Experience on Carbon Distribution and Storage”, dalam rangka untuk mengoptimalkan kemanfaatan kepakaran para expert yang hadir dan berbagi pengalaman serta diskusi dengan para pemangku kepentingan utama di Indonesia.

    Sebagaimana diketahui, ISO/TC 265 telah mengembangkan standar internasional terkait Carbon Capture and Storage. “ISO/TC 265 sampai saat ini telah mempublikasikan 13 standar dan dari 13 standar tersebut, 4 standar diantaranya telah diadopsi menjadi SNI,” ungkap Hendro. Empat standar ISO yang telah diadopsi menjadi SNI melalui Komtek 13-15 Perubahan Iklim, yang memiliki ruangan lingkup yang relevan dengan NEK (karbon), adalah:

    • SNI ISO 27914:2017 Carbon dioxide capture, transportation and geological storage — Geological storage;
    • SNI ISO/TR 27915:2017 Carbon dioxide capture, transportation and geological storage — Quantification and verification;
    • SNI ISO/TR 27918:2018 Lifecycle risk management for integrated CCS projects; serta
    • SNI ISO/TR 27923:2022 Carbon dioxide capture, transportation and geological storage — Injection operations, infrastructure and monitoring.

    Hendro Kusumo meyakini dengan standar memungkinkan interoperabilitas melalui pertukaran data menggunakan rujukan ketentuan cara kerja yang efektif dan efisien, yang memperhatikan keselamatan, keamanan dan pelestarian lingkungan hidup. Standar internasional yang dikembangkan oleh ISO/TC 265 telah melalui proses pembahasan yang sejalan dengan prinsip-prinsip Technical Barrier to Trade Organisasi Perdagangan Dunia (TBT-WTO). Standar Internasional yang dikembangkan telah melibatkan kontribusi para ahli internasional dari seluruh dunia, yang pada saat yang sama memungkinkan negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk memperoleh transfer pengetahuan mengenai praktik-praktik internasional yang baik dalam bidang tersebut, sekaligus memberikan masukan dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional.

    Terdapat 8 rancangan standar internasional dari ISO/TC 265 sesuai tahapannya, dan akan dibahas dalam pertemuan kali ini, yang terdiri dari:

    • ISO/FDIS 27913 Carbon dioxide capture, transportation and geological storage — Pipeline transportation systems
    • ISO/CD 27914 Carbon dioxide capture, transportation and geological storage — Geological storage
    • ISO/AWI 27916 Carbon dioxide capture, transportation and geological storage — Carbon dioxide storage using enhanced oil recovery (CO2-EOR)
    • ISO/AWI 27917 Carbon dioxide capture, transportation and geological storage — Vocabulary — Cross cutting terms
    • ISO/DTR 27926 Carbon dioxide capture, transportation and geological storage — Carbon dioxide enhanced oil recovery (CO2-EOR) — Transitioning from EOR to storage
    • ISO/DIS 27927Carbon dioxide capture — Key performance parameters and characterization methods of absorption liquids for post-combustion CO2 capture
    • ISO/CD 27928 Carbon dioxide capture, transportation and geological storage — Performance evaluation methods for CO2 capture plants connected with CO2 intensive plants
    • ISO/DTR 27929 Transportation of CO2 by ship

    Melalui kegiatan sebagai tuan rumah pertemuan internasional ini, diharapkan Indonesia dapat berkontribusi aktif dalam penyusunan rancangan Standar Internasional yang sedang menjadi trend global ini. Selain itu, diharapkan dengan mengetahui perkembangan dinamika yang terjadi dapat menyelaraskan kebijakan pemerintah Indonesia, khususnya berkenaan dengan dampak berkembangnya isu Carbon Capture and Storage, dan sekaligus merupakan wahana para bagi pemangku kepentingan di Indonesia untuk mengetahui lebih dalam tentang perkembangan penyusunan rancangan standar internasional yang saat ini sedang dikembangkan oleh ISO/TC 265 Carbon dioxide capture, transportation, and geological storage. (Red/rlls)

  • BSN Luncurkan CRM untuk Keamanan Pangan dan Lingkungan Indonesia

    BSN Luncurkan CRM untuk Keamanan Pangan dan Lingkungan Indonesia

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Dalam era globalisasi dan perdagangan internasional, jaminan kualitas keamanan pangan sangat penting untuk produk pangan yang diekspor dan diimpor. Untuk memastikan kualitas pangan yang tinggi, pengukuran kimia yang dapat dipercaya dan terukur sangat diperlukan.

    Berdasarkan hasil kajian dari the Rapid Alert System for Food and Feed (RASFF) Uni Eropa (EU), hingga tahun 2022 masih ditemukan sejumlah kasus penolakan ekspor pangan dari Indonesia seperti produk perikanan; pertanian; produk hortikultura; serta rempah-rempah. Penolakan tersebut karena temuan kontaminasi mikrobiologi, logam berat, atau residu antibiotik dan pestisida.

    Salah satu faktor yang menyebabkan penolakan ini adalah perbedaan hasil pengujian di Indonesia dengan negara tujuan ekspor. Oleh karena itu, untuk memastikan keamanan pangan Indonesia, pengujian kimia yang valid dan terukur sangat penting, dengan menggunakan Bahan Acuan Tersertifikasi (Certified Reference Material-CRM).

    Bahan acuan adalah bahan yang cukup homogen dan stabil dengan satu atau lebih sifatnya ditentukan, dan telah ditetapkan agar sesuai penggunaannya yang dimaksudkan dalam proses pengukuran. Sedangkan Bahan Acuan Tersertifikasi/CRM ialah bahan acuan yang nilainya ditetapkan dengan prosedur yang valid secara metrologi, disertai dengan sertifikat bahan acuan, dinyatakan ketertelusuran metrologinya dan disertai dengan pernyataan nilai ketidakpastian.

    Penggunaan bahan acuan tersertifikasi merupakan salah satu sarana yang dapat dilakukan oleh laboratorium pengujian dan kalibrasi dalam upaya pemastian keabsahan hasil pengukuran, serta untuk menjamin bahwa rantai ketertelusuran yang dibangun ke Sistem Satuan Internasional (SI) tidak terputus.

    Direktur Standar Nasional Satuan Ukuran Termoelektrik dan Kimia Badan Standardisasi Nasional (SNSU TK – BSN), Ghufron Zaid di Kantor SNSU BSN, Serpong Tangerang Selatan pada Selasa (30/04/2024) menyatakan bahwa BSN melalui Deputi Bidang SNSU sebagai Lembaga Metrologi Nasional (National Metrology Institute-NMI), terus berupaya memastikan ketersediaan CRM untuk sektor pangan di Indonesia.

    Saat ini, SNSU BSN telah meluncurkan 2 produk CRM untuk pengujian pangan yaitu Pengawet dalam kecap (IDNRM-MO-2-001) dan Unsur dalam air mineral (IDNRM-MI-1-001).

    Selain itu, ada juga 3 produk CRM untuk sektor lingkungan, yaitu Larutan buffer ftalat (IDNRM-MC-1-001); Gas karbon dioksida dalam nitrogen (IDNRM-MG-1-012); dan Unsur dalam air sungai (IDNRM-MI-2-001).

    Produk CRM tersebut memiliki keunggulan karena diproduksi oleh Laboratorium SNSU Kimia – BSN yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk SNI/ISO IEC 17025:2017 sebagai Laboratorium Kalibrasi (LK-070-IDN) dan SNI ISO 17034:2016 sebagai produsen bahan acuan (PBA-005-IDN).

    Menurut Ghufron, hasil pengukuran yang akurat dalam lingkungan penting untuk pembuatan kebijakan negara terkait masalah lingkungan, seperti polusi udara. Sementara itu, ketersediaan data yang valid sangat penting bagi pemangku kepentingan untuk membuat keputusan kebijakan lingkungan yang tepat. Di Tangerang Selatan Selasa (30/4/2024)

    “Saat ini, sebagian besar CRM yang digunakan di laboratorium pengujian di Indonesia masih diimpor. Padahal kebutuhan di Indonesia sangat besar mengingat terdapat lebih dari 1.300 laboratorium pengujian di Indonesia yang membutuhkan CRM untuk penjaminan ketertelusuran serta validitas hasil pengukurannya,” kata Ghufron.

    Namun, SNSU-BSN terus berupaya untuk menyediakan bahan acuan sebagai sumber ketertelusuran pengukuran di bidang kimia untuk memenuhi kebutuhan laboratorium pengujian dan kalibrasi di Indonesia.

    SNSU BSN juga sedang mengupayakan penyediaan bahan acuan lainnya seperti Residu pestisida dalam bubuk bawang merah; gas karbon monoksida dalam nitrogen; gas oksigen dalam nitrogen; anion dan kation dalam air permukaan; logam dalam kakao; pengawet dalam minuman; residu pestisida dalam air; konduktivitas; serta buffer Fosfat (pH 6-7). (Red/rlls)