Tag: umkm

  • Naik Kelas! Produk UMKM Tangsel Kini Tersedia di 34 Gerai Alfamart

    Naik Kelas! Produk UMKM Tangsel Kini Tersedia di 34 Gerai Alfamart

    Mediakawasan.id, Pamulang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) naik kelas.

    Salah satunya langkah nyata adalah memfasilitasi delapan produk unggulan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk masuk ke jaringan ritel modern.

    Kepala Seksi Promosi Bidang Perdagangan Disperindag Tangsel, Heri Asari mengatakan, produk-produk yang berhasil masuk telah melalui proses kurasi ketat.

    Dari lebih 56 IKM yang mendaftar, hanya delapan yang lolos seleksi.

    “Jadi dari ke delapan produk ini berhasil lolos kurasi, dan saat ini adalah kita melakukan simulasi bagaimana IKM ini tukar faktur atau memasukkan produknya ke Alfamart,” ujar Heri saat dijumpai di minimarket sekitar Kawasan Villa Dago, Kecamatan Pamulang pada Rabu (23/7/2025).

    Delapan IKM yang terpilih adalah Jawara Banana, Madame Spicy Basreng, Fayola Bawang Goreng, Ning Nong Kembang Goyang, Kerupuk Jengkol R.H.R, Pop Rengginang dari Mama Pop, Sambal Ceu Meti, dan Freeze Dried Apple.

    Sebanyak 34 titik gerai Alfamart di wilayah Tangerang Selatan menjadi lokasi awal penempatan produk UMKM tersebut.

    Menurut Heri, jika penjualannya menunjukkan tren positif, maka jangkauan distribusi akan diperluas ke lebih banyak gerai.

    “Kita itu perannya membantu mempromosikan produk-produk IKM ke toko-toko retail yang khususnya ada di Tangerang Selatan,” kata dia.

    Tak hanya menggandeng Alfamart, Disperindag juga telah membuka akses UMKM ke sejumlah jaringan ritel lainnya seperti Aneka Buana, Tiptop, Harmony, 88 Toko Buah, dan Indomaret.

    “Jadi kami akan memanggil atau mengundang ya semua toko-toko retail yang bisa berafiliasi atau membantu para IKM untuk bisa berjualan di toko tersebut,” jelasnya.

    Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Tangsel untuk meningkatkan daya saing ekonomi lokal dan memperluas jangkauan produk UMKM ke pasar yang lebih luas, serta bersaing di pasar modern. (Red/*)

  • Sukses Berkarya Sebelum 30: Anak Muda Asal Sidoarjo Kembangkan Bisnis UMKM Camilan Lokal, Makaroni SOS bersama Shopee

    Sukses Berkarya Sebelum 30: Anak Muda Asal Sidoarjo Kembangkan Bisnis UMKM Camilan Lokal, Makaroni SOS bersama Shopee

    Mediakawasan.id, Jakarta – Di tengah maraknya tren makanan ringan di media sosial, semakin banyak anak muda yang jeli melihat peluang bisnis dari camilan yang akrab dijumpai di lingkungan sekitar. Mulai dari jajanan kaki lima, camilan rumahan, hingga snack yang populer secara online.

    Dengan banyaknya minat terhadap cemilan lokal, menjadikannya peluang usaha yang menjanjikan. Salah satu yang berhasil mencuri perhatian adalah Makaroni SOS UMKM asal Krian, Sidoarjo, yang didirikan oleh Ahmad Adi Sudrajat di usia 23 tahun. Kemitraannya dengan Shopee, menjadikan Makaroni SOS tumbuh menjadi brand camilan lokal yang digemari konsumen di berbagai kota.

    Ahmad Adi Sudrajat, Founder dari Makaroni SOS, membagikan kisah awal perjalanannya, “Minat saya pada bisnis sudah muncul sejak SMA, mulai dari jualan gantungan kunci hingga jajanan kampus. Saat pandemi 2020, saya dan adik memutuskan untuk coba usaha snack rumahan, terinspirasi dari toko kecil milik ibu. Dengan modal terbatas, kami mulai berjualan di Shopee dan malam pertama langsung ada pesanan. Kami belajar banyak hal secara otodidak dari segi produksi, kemasan, hingga melayani pelanggan.

    Berbekal motto “Snack berkualitas yang sedang kamu inginkan dengan harga terjangkau,” tak disangka yang awalnya hanya puluhan pesanan per hari, kini bisa ribuan, dan kami mulai membuka lapangan kerja di lingkungan sekitar. Sekarang, dari dapur kecil di Krian, kami bisa layani ribuan pesanan tiap hari dan bertumbuh bersama Shopee.”

    Makaroni SOS: Perjalanan Anak Muda Lokal Mengolah Camilan Jadi Peluang
    Industri snack makaroni bukanlah pasar yang sepi pesaing. Namun, Makaroni SOS berhasil membangun daya tarik tersendiri lewat cita rasa yang khas dan kualitas produk yang terjaga. Berbagai varian dihadirkan untuk menjawab selera konsumen, mulai dari makaroni kering, makaroni mekar, hingga makaroni bumbu basah yang tengah populer.

    Semua diproduksi dengan bahan baku berkualitas dan dikemas secara higienis menggunakan standar food grade.
    Yang membedakan, Makaroni SOS tak sekadar menjual camilan, tapi juga menjaga kepercayaan konsumen melalui kualitas, pengemasan yang aman, dan pelayanan yang cepat. Bahkan, Ahmad dan tim juga bekerja sama dengan UMKM sekitar untuk mendukung proses produksi, dengan tetap menerapkan standar kontrol kualitas yang ketat. Bergabung di Shopee sejak 2021 menjadi titik balik penting dalam perjalanan Makaroni SOS. Platform ini membuka akses pasar yang lebih luas dan mempertemukan produk rumahan mereka dengan konsumen dari berbagai daerah.

    Tak hanya itu, Makaroni SOS juga terus melakukan peningkatan layanan dan mengikuti , berbagai program untuk terus upgrade pengetahuan tentang cara berjualan di Shopee. Yang semula 1 sampai 5 pesanan per hari, meningkat menjadi 50 pesanan per hari. Peningkatan pesanan tersebut juga mendorong Makaroni SOS untuk menyerap lebih banyak karyawan, termasuk warga di area sekitarnya.Saat ini, Makaroni SOS bahkan mampu menerima hingga lebih dari 10.000 pesanan setiap harinya.

    “Dari sejak awal kami bergabung, platform Shopee sangat membantu kami yang mengembangkan usaha dari nol. Rasanya seperti ditemani di setiap tahap perjalanan, mulai dari handling pesanan, menjaga rating, sampai memahami apa yang dibutuhkan konsumen hari ini. Dukungan ini membantu kami fokus pada hal penting lainnya, seperti menjaga kualitas, menjaga kepercayaan pelanggan, dan menciptakan produk yang relevan untuk pasar yang terus berkembang.”
    Selama Makaroni SOS berjualan di Shopee, Makaroni SOS selalu merasakan pertumbuhan omzet dari tahun ke tahun. Peningkatan yang dialami dirasakan setiap tahunnya, termasuk dari sisi tenaga kerja yang awalnya hanya kurang dari 5 orang, kini sudah berkembang menjadi sekitar 30 karyawan. Makaroni SOS juga aktif menggunakan berbagai fitur Shopee untuk mendukung operasional, seperti Shopee Live, Shopee Video, Affiliate Marketing, dan berbagai fitur lainnya yang membantu pekerjaan harian tim.
    Anak Muda, Cita Rasa Khas, dan Mimpi yang Lebih Besar
    Bagi Ahmad, membangun Makaroni SOS bukan sekadar soal menjual camilan, tetapi juga bentuk kontribusinya sebagai anak muda untuk melestarikan dan mengembangkan potensi kuliner lokal. Ia melihat bahwa banyak produk khas daerah yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar modern, asalkan dikemas dengan cara yang lebih relevan dan sesuai dengan selera generasi saat ini.

    “Saya percaya inovasi itu bisa dilakukan dengan cara sederhana. Terkadang, kita hanya perlu melihat lebih dekat ke sekitar, apa yang selama ini sudah akrab dan dicintai banyak orang, lalu coba kemas kembali dengan pendekatan yang baru. Makaroni pedas, misalnya, sudah lama jadi camilan favorit. Dengan perhatian yang lebih ke kualitas, rasa, pengemasan, dan konsistensi pelayanan, kita bisa membuat makaroni pedas menjadi produk yang dipercaya dan terus dicari,” jelas Ahmad.

    Lebih dari itu, Ahmad juga ingin menunjukkan bahwa lokasi bukanlah batasan untuk berkarya. Meski berasal dari kota kecil seperti Krian di Sidoarjo, ia yakin pelaku usaha lokal tetap bisa bersaing di kancah nasional, bahkan internasional, selama memiliki semangat belajar dan tidak cepat puas.

    Shopee dengan sistem yang terintegrasi, telah menjadi penggerak penting dalam memperluas jangkauan Makaroni SOS meskipun berlokasi di kota kecil seperti Kiran. Sejak 2023, Ahmad dan timnya telah memanfaatkan Shopee Live untuk berinteraksi langsung dengan konsumen dan menjelaskan produk secara real-time. Kini, fitur tersebut menyumbang hingga 30% dari total penjualan harian, membuktikan efektivitasnya dalam membangun kepercayaan konsumen dan mendorong keputusan untuk pembelian.

    Di samping itu, Shopee juga berhasil menghadirkan trafik dan sistem yang mendukung pertumbuhan pesanan Makaroni SOS dari waktu ke waktu. Salah satu momentum besar terjadi saat kampanye Ramadan 2025, dimana Makaroni SOS mengalami lonjakan pesanan hingga 4 kali lipat dibandingkan hari biasa. Ahmad merespon lonjakan tersebut dengan mengimplementasikan strategi khusus, yaitu memfokuskan penjualan pada jajanan yang cocok untuk momen kumpul keluarga, menambah jumlah kru produksi hingga dua kali lipat, serta mengatur ulang manajemen produksi agar semua pesanan bisa ditangani secara tepat waktu dan tetap berkualitas.
    “Ke depannya, kami ingin membawa Makaroni SOS melangkah lebih jauh menjangkau pasar di seluruh Indonesia, memperluas varian produk, hingga membawa cita rasa gurih dan pedas khas Indonesia menembus pasar global,” tutup Ahmad.
    Kunjungi Makaroni SOS di Shopee melalui https://shopee.co.id/makaroni.sos. Untuk mendukung pertumbuhan brand lokal dan UMKM, Shopee menghadirkan kanal Shopee Pilih Lokal, wadah khusus untuk kurasi produk lokal berkualitas dengan berbagai penawaran menarik. (Red/*)

  • Sukses Berkarya Sebelum 30: Rasa yang Mengikat, Cerita Inspiratif UMKM Lokal Sambal Nagih Bersama Shopee

    Sukses Berkarya Sebelum 30: Rasa yang Mengikat, Cerita Inspiratif UMKM Lokal Sambal Nagih Bersama Shopee

    Mediakawasan.id, Jakarta – Lebih dari sekadar pelengkap makanan, sambal telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner asal Indonesia. Hampir setiap daerah di Nusantara memiliki karakter sambalnya masing-masing, mulai dari yang segar, manis, hingga pedas. Bagi banyak orang Indonesia, makan tanpa sambal seringkali terasa kurang lengkap, karena sambal bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang kenangan, rumah, cerita keluarga, dan masakan yang selalu dirindukan. Berbicara mengenai sambal, muncul nama UMKM yang berhasil mencuri perhatian, Sambal Nagih. Didirikan oleh pasangan suami istri berusia 28 tahun, Sambal Nagih tidak lahir dari dapur pabrik besar, melainkan dari dapur rumah yang penuh semangat eksperimen dan sukses meraih peluang di pasar kuliner digital bersama Shopee.

    Anita Hartati, Founder dari Sambal Nagih, membagikan kisah awal perjalanannya, “Bisnis ini telah saya mulai tujuh tahun lalu bersama suami. Awalnya kami hanya berjualan ayam geprek rumahan secara online dan sambalnya itu cuma pelengkap, tapi ternyata sambalnya yang malah menjadi primadona. Waktu itu kami tidak punya latar belakang bisnis, tidak punya modal besar juga, tapi kami percaya sama rasa dan keyakinan ‘mulai aja dulu’. Sambal ini lahir dari dapur rumah, dari resep yang dulu suami buat pas masih pacaran. Sekarang, kami kemas ide jualan sambal ini dalam kemasan toples agar dapat dinikmati oleh lebih banyak orang, bahkan di luar kota. Semua kami pelajari sambil jalan, baik cara berjualan di pasar digital lewat Shopee, hingga cara branding, marketing, operasional, dan packaging yang aman.”

    Sambal Nagih: Perjalanan Meracik Rasa Lokal Hingga Memanfaatkan Pasar Digital
    Industri sambal lokal saat ini sangat kompetitif, dipenuhi oleh banyak pemain besar dengan strategi pemasaran yang agresif. Namun, Sambal Nagih berhasil membedakan diri melalui cita rasa yang autentik serta inovasi varian produk yang relevan dengan selera konsumen masa kini. Sambal Nagih menghadirkan beberapa varian rasa, seperti Sambal Matah, Sambal Cakalang, Sambal Cumi, Sambal Cabe Ijo, Sambal Terasi, Sambal Roa, hingga Sambal Bawang yang menjadi favorit pelanggan. Bahkan produk selain sambal seperti, Kremes Ayam ternyata juga menjadi salah satu item terlaris di Shopee.

    Memasuki pasar digital, Sambal Nagih beradaptasi dengan cepat mengikuti perubahan tren belanja konsumen. Sejak bergabung dengan Shopee pada tahun 2019, transformasi bisnis pun semakin terasa. Bersama Shopee, Sambal Nagih berhasil menjangkau audiens yang lebih luas di berbagai daerah. Tak sekadar sebagai platform penjualan, Shopee menjadi ruang tumbuh yang mendukung brand lokal melalui kampanye tematik, flash sale, dan program promosi lainnya. Bahkan Sambal Nagih turut merasakan peningkatan omset lebih dari 3x lipat selama Big Ramadan Sale 2025 dibanding tahun lalu.

    “Senang sekali tentunya, kami merasa Shopee sangat mendampingi kami sebagai UMKM. Walaupun kami baru secara aktif memanfaatkan Shopee Live pada Juni 2025, dampaknya langsung terasa. Kami bisa menjelaskan rasa dan bahan baku secara langsung, menjawab pertanyaan pelanggan, dan menunjukkan proses packing hingga produk siap dikirim. Hal ini membangun kepercayaan dan membuat pelanggan merasa lebih dekat. Tak hanya itu, menurut saya perjalanan Sambal Nagih juga tak lepas dari Shopee Ads yang membantu kami sampai di titik ini,” tambah Anita.

    Meski terbilang baru, Sambal Nagih telah menunjukkan pertumbuhan pesat, didukung oleh tingginya repeat order dari pelanggan Shopee yang puas. Keberhasilan ini tidak lepas dari komunikasi yang konsisten dengan pelanggan dan komitmen kuat terhadap kualitas. Sambal Nagih selalu menggunakan bahan baku terbaik dan menolak menurunkan standar demi efisiensi biaya. Bahkan dalam pengemasan, setiap detail diperhatikan: dikemas dalam toples bersegel, kardus berdesain menarik, dan dibungkus bubble wrap untuk memastikan keamanan pengiriman sekaligus tampilan yang layak sebagai oleh-oleh.

    Anak Muda, Rasa Lokal, dan Semangat untuk Terus Berkarya

    Bagi Anita, membangun Sambal Nagih bukan hanya soal menciptakan produk, tapi juga tentang mewujudkan visi: menjadikan sambal sebagai simbol keberanian anak muda dalam melestarikan cita rasa lokal lewat inovasi yang relevan. Di usianya yang belum menginjak 30 tahun, ia telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk memulai, selama ada kemauan, konsistensi, dan keberanian untuk belajar.

    “Anak muda punya peran besar dalam menjaga budaya, termasuk lewat makanan. Kita nggak harus selalu menciptakan sesuatu yang baru dari nol, kadang yang dibutuhkan adalah keberanian untuk membungkus kembali apa yang sudah kita cintai sejak kecil, seperti mengolah sambal dengan cara yang lebih kekinian,” jelas Anita.

    Kunjungi Sambal Nagih di Shopee melalui https://shopee.co.id/sambalnagih.official. Untuk mendukung pertumbuhan brand lokal dan UMKM, Shopee menghadirkan kanal Shopee Pilih Lokal, wadah khusus untuk kurasi produk lokal berkualitas dengan berbagai penawaran menarik. (Red/rlls)

  • Fasilitasi Pembentukan Badan Hukum, Sekda Bambang Harapkan 54 Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Tangsel

    Fasilitasi Pembentukan Badan Hukum, Sekda Bambang Harapkan 54 Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Tangsel

    Mediakawasan.id, Serpong – Pengurus Koperasi Merah Putih dari 54 Kelurahan di Kota Tangerang Selatan melakukan penandatanganan minuta akta pembentukan badan hukum koperasi di Gedung Galeri UMKM, Serpong, Rabu (04/06/2025).

    Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Dinkop UKM) dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Tangsel Bambang Noertjahjo.

    Bambang mengatakan, kegiatan itu merupakan tahapan akhir dari rangkaian persiapan pembentukan badan hukum untuk 54 Koperasi Merah Putih di Kota Tangsel yang sudah berlangsung selama satu bulan.

    “Alhamdulillah ini adalah satu tahapan ketiga, kami dari Pemerintah Kota Tangsel sesuai dengan instruksi Presiden dan melalui turunannya diminta untuk fasilitasi pembentukan Koperasi Merah Putih di 54 kelurahan. Minuta akta Ini merupakan tahapan untuk memastikan agar pembentukan badan hukum koperasi lancar dan benar,” kata Bambang.

    Bambang menerangkan, fasilitasi pendampingan yang dilakukan Pemerintah Kota Tangsle itu penting dilakukan agar tak ada kendala ketika mengajukan pembentukan badan hukum ke Kementerian Hukum dan HAM.

    “Kita juga tidak ingin pada saat masuk ke dalam legalitas Kementerian Hukum masih mengandung ketidaklengkapan persyaratan. Sehingga, insyaAllah setelah minuta akta ini, tidak lama akan segera dianggap sah dan benar oleh Kementerian Hukum. Sehingga kita bisa report untuk progres capaian pembentukan Koperasi Merah Putih di 54 kelurahan telah tercapai 100 persen,” terang Bambang.

    Bambang berharap, para pengurus Koperasi Merah Putih dapat menjalankan dan mengembangkan koperasi yang merupaka program pemerintah pusat itu untuk menggerakan ekonomi masyarakat.

    “Harapannya jelas, kita tahu koperasi ini penggerak perekonomian dasar di Indonesia, khususnya di Kota Tangsel. Jika koperasi ini bergerak, harapannya anggotanya akan merasakan dampak positifnya, kalau ke-54 koperasi ini bergerak sesuai harapan kita, berarti kita punya buffering pergerakan ekonomi di 54 kelurahan,” ungkap Bambang.

    Di tempat yang sama, Kepala Dinkop UKM Kota Tangsel Bachtiar Priambodo menjelaskan, para pengurus Koperasi Merah Putih yang terpilih hasil musyawarah pembentukan koperasi di tingkat kelurahan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dari pemerintah pusat.

    Pengawas Koperasi Merah Putih merupakan Lurah dari masing-masing kelurahan dan pengurus dipilih dari musyawarah yang merupakan warga kelurahan itu sendiri.

    “Harapannya minggu ini atau paling lambat minggu depan 54 badan hukum koperasi, baik aktenya maupun SK-nya sudah bisa keluar, sehingga 100 persen koperasi merah putih terbentuk,” pungkas Bachtiar. (Red/*)

  • Ditjen AHU Hadir di MPP Kota Tangsel untuk Mempermudah Pengusaha Lokal

    Ditjen AHU Hadir di MPP Kota Tangsel untuk Mempermudah Pengusaha Lokal

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan — Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dalam lima tahun terakhir. Oleh karena itu, guna mengakomodir perkembangan tersebut Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum (Kemenkum) resmi membuka gerai pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang Selatan.

    Masyarakat Kota Tangsel dan sekitarnya, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kini dapat dengan mudah mengakses berbagai layanan administrasi hukum. Layanan Ditjen AHU yang tersedia meliputi pendirian badan usaha seperti Perseroan Terbatas (PT), Commanditaire Vennootschap (CV).

    Berdasarkan data 2024 dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM di Kota Tangsel tercatat mencapai 92.783 unit. Dari jumlah tersebut masih banyak UMKM yang belum meningkatkan usahanya menjadi berbadan hukum.

    “Harapannya dengan usaha yang menjadi badan hukum, bisa membantu UMKM dalam akses permodalan. Usaha berbadan hukum bisa membuat pihak investor atau bank untuk membantu permodalan UMKM yang ingin memperbesar usahanya,” kata Direktur Jenderal AHU, Widodo.

    Kehadiran Ditjen AHU di MPP Kota Tangsel bertujuan untuk memberikan kemudahan, kecepatan, keterjangkauan, keamanan, dan kenyamanan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan administrasi hukum. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing global melalui kemudahan berusaha.

    “Kehadiran gerai layanan Ditjen AHU di MPP Kota Tangsel, sebagai bentuk kami untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Selain itu, kami ingin masyarakat juga lebih mengenal produk layanan kami selain pendirian badan usaha,” ungkap Widodo.

    Selain pendirian badan usaha, kehadiran Ditjen AHU di MPP Kota Tangsel juga menyediakan layanan notariat, fidusia, wasiat, legalisasi dan apostille, serta kewarganegaraan dan pewarganegaraan.

    Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif Ditjen AHU untuk memperluas jangkauan layanan dan mendukung transformasi digital dalam pelayanan publik. Melalui kehadiran di MPP, Ditjen AHU berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memajukan sektor usaha dan meningkatkan kualitas pelayanan hukum di Indonesia.

    Gerai administrasi hukum umum berlokasi di MPP Kota Tangsel, Jalan Raya Serpong Km.16, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Layanan ini beroperasi setiap hari Senin hingga Jumat, pukul 08.00 – 15.00 WIB, dengan waktu istirahat antara pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. (Red/*)

  • Dorong Daya Saing, BSN Permudah Sertifikasi bagi UMK

    Dorong Daya Saing, BSN Permudah Sertifikasi bagi UMK

    Mediakawasan.id, Jakarta – Pemerintah terus berupaya memperkuat sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebagai pilar utama penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Presiden Republik Indonesia telah menginstruksikan berbagai langkah strategis untuk mendorong UMK naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

    Data dari laman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (https://www.ekon.go.id/) menunjukkan bahwa UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hampir 97% tenaga kerja. Saat ini, jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai lebih dari 64 juta unit usaha, dengan kontribusi terhadap ekspor nasional sekitar 15,7%.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap langkah strategis pemerintah tersebut, Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) bersinergi untuk memberikan kemudahan dalam proses sertifikasi bagi pelaku UMK.

    Deputi Bidang Akreditasi BSN, Wahyu Purbowasito, menjelaskan bahwa BSN telah menetapkan Peraturan BSN Nomor 9 Tahun 2023 tentang Tata Cara Penyusunan Skema Penilaian Kesesuaian terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI).

    Wahyu menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan penilaian kesesuaian untuk UMK, LSPro wajib memberikan sejumlah kemudahan, di antaranya:

    • Pengurangan jumlah personel pelaksana kegiatan penilaian kesesuaian,

    • Pengurangan waktu pelaksanaan penilaian kesesuaian, dan/atau

    • Pengurangan jumlah sampel barang yang diuji.

    “Sebagai contoh, pelaksanaan sertifikasi awal dapat dilakukan secara daring (online). Begitu pula untuk kegiatan surveilen dan resertifikasi, dapat dilaksanakan dengan metode daring,” ungkap Wahyu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/5/2025).

    Terkait pengambilan sampel dan pengujian, Wahyu mencontohkan untuk produk makanan dan minuman. Bila UMK telah memiliki hasil uji dari Badan POM dalam rangka pengurusan izin edar (MD), maka hasil uji tersebut dapat digunakan sebagai bukti pemenuhan persyaratan SNI—selama parameter uji sesuai. Namun, jika belum memiliki hasil uji (uji tipe yang diterbitkan paling lama satu tahun sebelum pengajuan sertifikasi) maupun izin edar, maka LSPro akan melakukan pengambilan sampel dan pengujian terhadap parameter yang belum terpenuhi.

    Ia menegaskan, UMK yang dapat memanfaatkan kemudahan sertifikasi ini adalah yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain NIB, pelaku usaha juga wajib memiliki paling tidak bukti tanda daftar merek. Tanpa dokumen merek tersebut, proses sertifikasi tidak dapat dilanjutkan.

    Selain itu, BSN juga menerbitkan Surat Edaran Kepala BSN Nomor 1/SE/Ka.BSN/3/2025 mengenai implementasi Peraturan BSN Nomor 9 Tahun 2023 yang memberikan ruang bagi LSPro untuk menyusun skema sertifikasi secara mandiri terhadap SNI yang bersifat sukarela, apabila skema sertifikasi tersebut belum ditetapkan oleh BSN.

    “Melalui aturan ini, kami berharap pelaku UMK dapat semakin maju, meningkatkan daya saing produk, dan menembus pasar ekspor. Produk lokal UMK Indonesia harus mampu bersaing di pasar global,” pungkas Wahyu.

    Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian (PPSPK) BSN, Nur Hidayati, menambahkan bahwa BSN juga aktif memberikan fasilitasi dan pembinaan kepada UMK dalam proses penerapan SNI.

    “Dengan memperoleh sertifikasi SNI, UMK tidak hanya meningkatkan kualitas produknya, tetapi juga membuka jalan untuk naik kelas dan memperluas pasar, termasuk ke pasar ekspor. Inilah komitmen kami untuk mendorong UMK lebih kompetitif,” ujar Nur.

    Tujuan kegiatan pembinaan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam menerapkan SNI, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk nasional di tingkat global. Namun, bagi pelaku usaha—terutama usaha mikro kecil dan menengah—menerapkan SNI bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dalam penerapan SNI agar mereka dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan secara bertahap dan berkelanjutan.

    Program pembinaan UMK ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian. Dalam pelaksanaannya, pembinaan terhadap UMK tidak hanya dilakukan oleh BSN saja. BSN juga menjalin kerja sama dengan kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian lainnya, dan/atau pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha dan masyarakat dalam penerapan SNI.

    Pada triwulan 1 tahun 2025, BSN telah melakukan pendampingan penerapan SNI kepada 46 UMK untuk pemenuhan persyaratan ekspor. Dari jumlah tersebut, terdapat 29 UKM binaan BSN yang sukses ekspor.

    Upaya BSN dalam memberikan kemudahan sertifikasi, pembinaan, hingga pendampingan penerapan SNI merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap UMK. Dengan berbagai langkah nyata dan kolaboratif, BSN berkomitmen untuk terus mendukung UMK agar dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. (Red/rlls)

  • BRI Pasar Minggu Wujudkan UMKM Naik Kelas

    BRI Pasar Minggu Wujudkan UMKM Naik Kelas

    Mediakawasan.id, Jakarta – Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus berupaya mengembangkan produk dan program perbankan unggulan kepada masyarakat. Salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

    Melalui BRI Cabang Pasar Minggu, disini program KUR bisa dirasakan sekali manfaatnya oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

    Pimpinan Cabang BRI Pasar Minggu, Mochammad Syarif Budiman menjelaskan, untuk program pembiayaan memang didominasi oleh UMKM oleh karena itu BRI hadir di Pasar Santa khususnya ada salah satu nasabah berupa toko Dunia Kopi yang kini naik kelas.

    BRI memiliki beberapa program baik pemerintah maupun sifatnya komersil. Namun khusus program KUR ini banyak sekali nasabah yang terbantu untuk meningkatkan usahanya, salah satunya oleh Pemilik Toko Dunia Kopi yang ada di Pasar Santa, Suradi.

    Pemilik Toko Dunia Kopi, Suradi mengatakan, bahwa dalam mengembangkan usaha kopi tidak bisa dilakukan sendiri. Salah satu dukungan yang sangat berperan dalam ekspansi bisnisnya adalah fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

    “Saya dulu di-backup sama BRI. Hampir semua modal usaha saya dibiayai BRI, dari beli kios hingga pengembangan usaha. Saya dapat KUR dari Rp100 juta hingga Rp500 juta,” ucapnya.

    Dengan dukungan permodalan dari BRI, Suradi mampu memperbesar kapasitas usahanya, meningkatkan pembelian bahan baku, serta memperluas jaringan pemasaran. Ia juga bisa meningkatkan volume produksi hingga mencapai satu ton per hari, yang sebelumnya sulit dilakukan tanpa modal yang cukup.

    Selain itu, BRI juga memberikan berbagai fasilitas lain yang mendukung kelancaran operasional bisnisnya, seperti kemudahan transaksi digital melalui QRIS dan layanan perbankan lainnya yang mempermudah pembayaran dari pelanggan.

    Berkat bantuan KUR BRI, omzet Dunia Kopi meningkat secara signifikan. Semenjak mendapat bantuan dari BRI, pendapatan bisnisnya naik berkali-kali lipat. Kini, ia tidak hanya menjual kopi di pasar lokal tetapi juga memasok kopi ke berbagai negara, seperti Korea, Jepang, China, Bulgaria, dan Amerika.

    “Kalau dulu lebih banyak pembeli dari luar negeri, sekarang sudah 50:50 antara dalam negeri dan luar negeri. Jadi pasar kita makin luas,” paparnya.

    Selain itu, bisnis Dunia Kopi juga mampu memberdayakan banyak petani kopi di berbagai daerah di Indonesia. Ia menjalin kemitraan dengan para petani dan memberikan edukasi tentang cara meningkatkan kualitas kopi agar bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi.

    “Kita juga kasih reward buat petani yang bisa mengolah kopi dengan bagus. Kalau kopinya berkualitas, kita kasih harga lebih tinggi supaya mereka semangat,” tegasnya.

    Melihat perkembangan Dunia Kopi yang semakin pesat, Suradi optimis bahwa industri kopi di Indonesia akan terus berkembang. Ia berharap BRI terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha kecil dan menengah agar bisa berkembang lebih jauh lagi.

    “Saya berharap BRI bisa terus support usaha kecil kayak kita ini. Banyak teman-teman saya yang juga dibantu BRI dan berhasil mengembangkan usahanya,” terangnya.

    Dengan semangat dan kerja kerasnya, serta dukungan dari KUR BRI, Dunia Kopi Pasar Santa kini telah menjadi salah satu ikon kopi di Jakarta. Kisah sukses Dunia Kopi, Suradi menjadi bukti bahwa dengan akses permodalan yang tepat dan strategi bisnis yang baik, usaha kecil bisa berkembang dan bersaing di pasar global. (Red/*)

  • Perempuan Hebat dalam Ramadan Berkah: Kisah Manis Kesuksesan Bisnis Lokal Legendaris Ina Cookies bersama Shopee

    Perempuan Hebat dalam Ramadan Berkah: Kisah Manis Kesuksesan Bisnis Lokal Legendaris Ina Cookies bersama Shopee

    Mediakawasan.id, Jakarta – Di balik setiap cerita perempuan yang berdaya, dampak positif tidak hanya dirasakan oleh satu individu, tetapi juga komunitas di sekitar mereka secara keseluruhan. Masih dalam momentum perayaan Hari Perempuan Sedunia, Shopee mengangkat kisah bagaimana Ina Wiyandini, Pemilik Ina Cookies bertahan di tengah persaingan industri makanan lokal dan berhasil menciptakan dampak lebih luas bagi komunitas sekitarnya. Dengan inovasi dan semangat kewirausahaan, Ina menjadi salah satu sosok inspiratif yang membuktikan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam membuka lapangan pekerjaan, menginspirasi generasi selanjutnya dan menggerakkan ekonomi daerah sekitarnya, khususnya melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Dedikasi Ina Wiyandini dalam membangun bisnis UMKM kue kering asal Bandung, menggambarkan bagaimana perempuan dapat tumbuh dan membawa perubahan. Tidak ada usaha yang instan, perjalanan lebih dari 33 tahun Ina Cookies untuk bertahan menjadi kisah manis tentang bagaimana perempuan dapat bangkit dan berinovasi. Ina juga kerap beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan melebarkan jangkauan penjualan online bersama Shopee.

    Ina Wiyandini, Pemilik Ina Cookies mengatakan, “Percaya pada takdir dan cerita Sang Maha Kuasa adalah hal terbaik. Kepahitan yang saya alami saat berjualan jahe gajah kala itu justru kini menjadi alasan terbesar untuk bersyukur. Pada tahun 1992, bisnis kue kering masih jarang, padahal permintaan menjelang hari raya sangat tinggi. Saya mencoba berani meminjam modal dari kakak ipar, belajar membuat lima jenis kue kering, dan memulai segalanya dari nol. Dari nastar hingga putri salju, saya merintis bisnis kecil-kecilan, menjual secara door-to-door, baik ke saudara maupun tetangga, dan memproduksi kue dari dapur rumah dengan peralatan seadanya. Dari situlah, mulai perlahan-lahan belajar mengenai strategi pemasaran yang efektif

    dan cara mempertahankan bisnis di berbagai gempuran zaman, terutama masuk ke era digitalisasi pemasaran online, dan Shopee menjadi platform utama pilihan kami.”

    Ina Cookies: UMKM Kue Kering yang Sukses Mewarnai Ramadan Bersama Shopee

    Setiap tahunnya, permintaan kue kering meningkat pesat, menjadi kesempatan emas bagi UMKM dan brand lokal untuk berkembang lebih jauh. Bulan Ramadan selalu menjadi momen penting bagi Ina Cookies dan di sinilah teknologi berperan penting dalam perjalanan kesuksesan bisnisnya. Melalui platform e-commerce seperti Shopee, Ina mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang. Shopee memberikan akses ke pasar yang lebih luas, memungkinkan Ina Cookies untuk menjual produknya tidak hanya di daerah tertentu, melainkan ke seluruh Indonesia.

    “Sejak awal, Shopee telah menjadi jembatan bagi kami untuk terus tumbuh. Shopee adalah salah satu platform utama yang berkontribusi besar pada penjualan kami dan kami yakin berbisnis di Shopee adalah langkah tepat untuk terus berkembang. Untuk memperluas jangkauan bisnis, kami juga memanfaatkan berbagai fitur interaktif yang bisa menambah daya tarik, seperti Shopee Live dan Shopee Video. Hal ini tentunya membawa pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Ina Cookies, serta peningkatan lapangan pekerjaan, khususnya dalam memberdayakan komunitas perempuan,” tambah Ibu Ina.

    Sejak bergabung menjadi mitra strategis Shopee pada 2018, bisnis Ina Cookies pun mengalami lonjakan peningkatan yang cukup signifikan. Di Ramadan tahun 2024, Ina Cookies berhasil mencatatkan peningkatan penjualan lebih dari 2x lipat dibanding Ramadan tahun sebelumnya. Kesuksesannya tersebut pun, membuat Ina Cookies menghadirkan kembali rangkaian kegiatan tambahan menarik salama Big Ramadan Sale 2025, salah satunya Shopee Live selama 18 jam live dengan promo menarik. Ramadan tahun ini, Ina Cookies juga akan mengeluarkan Gable Box dan Hampers untuk variant toples reguler, toples kaca dan toples kombinasi dengan berbagai varian jumlahnya, mulai isi 2 toples, 3 toples sampai dengan 6 toples. Sehingga dapat mengakomodir semua keperluan calon pembeli untuk persiapan Lebaran.

    Selama tiga dekade berbisnis, perjalanan Ina Cookies menjadi bukti nyata ketekunan dan inovasi berkelanjutan adalah aspek utama. Dari awalnya hanya memproduksi lima jenis kue, kini Ina Cookies telah mengembangkan lebih dari 250 varian kue kering, termasuk inovasi terbaru seperti Cookies Vegan, teh dari edible flower. Menjadi salah satu brand kue kering dengan varian terbanyak di Indonesia sejak 33 tahun berdiri. Dari produksi hingga pemasaran, Ina Cookies tetap memberdayakan tenaga kerja manusia dengan lebih total 500 karyawan tanpa menggantinya dengan mesin. Bahkan karyawan yang sudah lebih bekerja 15 tahun ke atas, mendapatkan hadiah tanah maupun rumah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka sudah tumbuh bersama Ina Cookies.

    Shopee terus berkomitmen untuk menjadi kawan dalam perjalanan UMKM meraih sukses bersama platform digital. Untuk membantu mendukung setiap individu yang baru ingin memulai bisnis seperti langkah yang Ina lakukan 33 tahun lalu, Shopee memiliki Program Sukses UMKM Baru. Spesial untuk para pengusaha UMKM yang baru membuka toko di Shopee selama bulan Ramadan tanggal 20 Februari – 31 Maret 2025, Shopee menyediakan dukungan tambahan. Selain mendapat dukungan reguler dalam Program Sukses UMKM Baru berupa gratis biaya administrasi untuk 50 pesanan pertama, biaya layanan Gratis Ongkir XTRA untuk

    200 pesanan pertama, dan voucher 1 juta untuk memberikan diskon di toko Penjual, para penjual baru di Shopee juga akan mendapat Saldo Iklan Rp75.000 dan tambahan voucher 1 juta. Semua dukungan ini bisa didapatkan dengan mudah dan tanpa syarat oleh semua pengusaha UMKM yang baru memulai membuka toko di Shopee. (Red/rlls)

  • Foopak dan Pisang Goreng Madu Bu Nanik Kolaborasi Dukung UMKM Kuliner Berkelanjutan

    Foopak dan Pisang Goreng Madu Bu Nanik Kolaborasi Dukung UMKM Kuliner Berkelanjutan

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Foopak, produk kemasan ramah lingkungan dari APP Group, bersama Pisang Goreng Madu Bu Nanik, berkolaborasi dalam acara Foopak Empowering UMKM – Membangun Bisnis Berkelanjutan Menuju UMKM Naik Kelas & Mandiri. Acara ini merupakan inisiatif yang bertujuan untuk memberdayakan UMKM, khususnya pelaku usaha kuliner, dengan berbagi wawasan seputar inovasi, keberlanjutan bisnis, dan pentingnya penggunaan kemasan yang halal serta aman untuk makanan.

    Acara ini menghadirkan 50 UMKM binaan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Tangerang. Peserta mendapatkan edukasi mengenai kemasan ramah lingkungan dan bersertifikasi halal Foopak Greaseproof Paper, yang telah digunakan oleh Pisang Goreng Madu Bu Nanik sejak 2023, serta berbagi pengalaman bisnis dari para narasumber yang berpengalaman di industri ini.

    Kolaborasi antara Foopak dan Pisang Goreng Madu Bu Nanik menyoroti pentingnya penggunaan kemasan yang tidak hanya aman untuk makanan tapi juga ramah lingkungan. Lusiana Gomulia, Head of Specialty Paper APP Group, menjelaskan bahwa penggunaan kemasan berbasis kertas yang ramah lingkungan dapat menjadi nilai tambah bagi UMKM kuliner dalam meningkatkan daya saing bisnis mereka.

    “Sebagai bagian dari APP Group, Foopak berkomitmen untuk menghadirkan solusi kemasan yang aman, halal, dan ramah lingkungan. Kami percaya bahwa UMKM memiliki peran penting dalam ekonomi, dan melalui acara ini, kami ingin membantu mereka memahami kemasan aman & ramah lingkungan, serta bagaimana produk seperti Foopak Greaseproof Paper dapat mendukung pertumbuhan bisnis mereka,” ujar Lusiana.

    Dalam sesi berbagi pengalaman, Bu Nanik, pemilik Pisang Goreng Madu Bu Nanik, berbagi kisah perjalanan bisnisnya, termasuk tantangan dalam mengembangkan usaha dari skala kecil hingga memiliki beberapa cabang. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam menjaga daya tarik produk kuliner di tengah persaingan pasar.

    “Saya memulai usaha ini dengan semangat untuk menghadirkan produk yang unik dan berkualitas. Salah satu tantangan terbesar adalah mempertahankan standar kualitas dan inovasi dalam produk. Dengan dukungan kemasan yang tepat, seperti Foopak Greaseproof Paper, kami bisa memastikan produk tetap higienis dan berkualitas bagi pelanggan. Harapannya, pengalaman saya dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lain agar terus berkembang dan berinovasi,” kata Bu Nanik.

    Sera Noviany, Senior Sustainability Expert APP Group, yang turut hadir dan berbagi pengetahuan pada sesi Empowering UMKM menuju UMKM Naik Kelas & Mandiri, mengatakan bahwa, “UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, terdapat lebih dari 65 juta unit usaha di berbagai sektor dan kontribusi UMKM terhadap PDB Idonesia lebih dr 60%.

    Dalam sesi ini, peserta mendapatkan tambahan wawasan seputar prinsip bisnis berkelanjutan, strategi membangun bisnis berkelanjutan, tantangan-peluang UMKM, dan inisiatif bisnis berkelanjutan. “Kami berharap dapat membantu UMKM naik kelas dan mandiri. Kami juga ingin mendorong mereka untuk terus berinovasi agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang,” ujar Sera Noviany.

    Melalui inisiatif ini, Foopak dan APP Group berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku UMKM di Indonesia, mendorong penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan, serta mendukung pertumbuhan bisnis UMKM keberlanjutan.

    Head of Sustainability Indah Kiat Tangerang, Kholisul Fatikhin berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan dan semangat pelaku UMKM diTangerang Selatan, untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produk kulinernya,
    “Semoga apa yang disampaikan narasumber khususnya Bu Nanik dapat menjadi motivasi dan menambah semangat kewirausahaan para peserta”.

    Dalam acara ini, juga dilakukan pemberian mushaf Alquran kepada seluruh UMKM binaan PT IKPP Tangerang, dan ke Masjid Nuur Hidayah, serta diakhiri sesi buka puasa bersama. (Red/*)

  • Pisang Goreng Madu Bu Nanik Kunjungi UMKM Binaan IKPP Tangerang

    Pisang Goreng Madu Bu Nanik Kunjungi UMKM Binaan IKPP Tangerang

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Pemilik usaha kuliner dan pelaku UMKM legendaris Pisang Goreng Madu Bu Nanik mengunjungi UMKM binaan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Tangerang dalam acara Foopak Empowering UMKM – Membangun Bisnis Berkelanjutan Menuju UMKM Naik Kelas & Mandiri. Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan UMKM, khususnya pelaku usaha kuliner, dengan berbagi wawasan tentang inovasi, keberlanjutan bisnis, serta pentingnya penggunaan kemasan yang halal dan aman untuk makanan.

    Sebanyak 50 UMKM binaan IKPP Tangerang mengikuti sesi edukasi mengenai penggunaan kemasan ramah lingkungan dan bersertifikasi halal Foopak Greaseproof Paper, yang telah digunakan oleh Pisang Goreng Madu Bu Nanik sejak 2023. Para peserta juga mendapatkan pengalaman langsung dari para narasumber yang telah lama berkecimpung di industri ini.

    Kolaborasi antara Foopak dan Pisang Goreng Madu Bu Nanik menyoroti pentingnya kemasan yang tidak hanya aman untuk makanan tetapi juga ramah lingkungan. Lusiana Gomulia, Head of Specialty Paper APP Group, menegaskan bahwa penggunaan kemasan berbasis kertas dapat menjadi nilai tambah bagi UMKM kuliner dalam meningkatkan daya saing bisnis mereka.

    “Sebagai bagian dari APP Group, Foopak berkomitmen menghadirkan solusi kemasan yang aman, halal, dan ramah lingkungan. Kami percaya bahwa UMKM memiliki peran penting dalam ekonomi, dan melalui acara ini, kami ingin membantu mereka memahami manfaat kemasan yang aman dan ramah lingkungan serta bagaimana produk seperti Foopak Greaseproof Paper dapat mendukung pertumbuhan bisnis mereka,” ujar Lusiana.

    Dalam sesi berbagi pengalaman, Bu Nanik, pemilik Pisang Goreng Madu Bu Nanik, membagikan kisah perjalanannya dalam membangun usaha dari nol hingga memiliki beberapa cabang.

    “Menjaga kualitas dan terus berinovasi adalah kunci keberhasilan bisnis. Dengan dukungan kemasan yang tepat, seperti Foopak Greaseproof Paper, kami memastikan produk tetap higienis tanpa mengubah cita rasa. Semoga pengalaman saya bisa menginspirasi UMKM lain untuk terus berkembang,” kata Bu Nanik.

    Dalam sesi Empowering UMKM menuju UMKM Naik Kelas & Mandiri, Sera Noviany, Senior Sustainability Expert APP Group, berbagi wawasan mengenai prinsip bisnis berkelanjutan, strategi membangun usaha, serta tantangan dan peluang yang dihadapi UMKM.

    “UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia dengan lebih dari 65 juta unit usaha yang menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB. Kami berharap edukasi ini membantu UMKM naik kelas dan mandiri, serta terus berinovasi agar dapat memenuhi kebutuhan pasar yang berkembang,” ujar Sera.

    Sebagai bentuk dukungan nyata, acara ini juga diisi dengan pemberian mushaf Al-Qur’an kepada UMKM binaan IKPP Tangerang dan Masjid Nuur Hidayah, serta ditutup dengan sesi buka puasa bersama.

    Melalui inisiatif ini, Foopak dan APP Group berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku UMKM di Indonesia, mendorong penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. (Red/*)