Tag: umkm

  • Saring 33.000 Pendaftar Kompetisi Modal Pintar 2026 XLSMART Cetak UMKM Perempuan Siap Naik Kelas dan Perluas Pasar

    Saring 33.000 Pendaftar Kompetisi Modal Pintar 2026 XLSMART Cetak UMKM Perempuan Siap Naik Kelas dan Perluas Pasar

    Jakarta – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) resmi mengumumkan pemenang Kompetisi Modal Pintar Sisternet 2026 (KMP 2026) dan menyalurkan total Rp200 juta modal usaha kepada UMKM perempuan terpilih dalam puncak acara XLSMART Day di ICE BSD. Program ini menjadi langkah konkret perusahaan dalam mendorong pelaku usaha perempuan naik kelas dan memperluas pasar hingga ke tingkat global.

    Program ini merupakan puncak dari inisiatif inkubasi bisnis yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan, dimulai dari tahap pendaftaran pada awal tahun hingga grand final pada April 2026. Sepanjang periode tersebut, KMP 2026 berhasil menjaring lebih dari 33.000 pendaftar dari seluruh Indonesia, mencerminkan tingginya antusiasme womenpreneurs untuk mengembangkan usaha mereka secara lebih profesional dan berkelanjutan.

    Setelah melalui proses seleksi administrasi, kurasi bisnis, hingga pembinaan intensif, sebanyak 25 finalis terpilih mengikuti program mentoring dan advisory selama kurang lebih 10 minggu bersama mentor dan praktisi industri. Pada tahap akhir, para finalis mempresentasikan rencana bisnis mereka di hadapan dewan juri dalam sesi pitching yang menjadi penentu utama, mencakup model bisnis dan keunggulan kompetitif, strategi pemasaran dan pertumbuhan, pengelolaan keuangan, kesiapan legalitas, potensi ekspansi termasuk strategi go export, serta dampak sosial dan keberlanjutan usaha.

    Berdasarkan penilaian menyeluruh dari juri independen, XLSMART menetapkan para pemenang KMP 2026 sebagai berikut:
    • Juara 1 – Zaqia Yuliana Pratiwi, Amertapetfood.id, Bogor
    Modal usaha sebesar Rp. 45.000.000 akan digunakan untuk produksi produk, sertifikasi, marketing dan branding.

    • Juara 2 – Marina Noor Prathivi, Tepung Lokallola, Bogor
    Modal usaha sebesar Rp40.000.000 akan digunakan untuk pengajuan klaim gluten free BPOM di semua SKU, dan uji lab pendukung untuk mendapatkan legalitas BPOM.

    • Juara 3 – Fenti Pramita
    Modal usaha sebesar Rp35.000.000 akan digunakan untuk Pengadaan Alat Peraga Edukasi (APE) dan Bahan Baru, Investasi pada alat stimulasi sensory dan nature-play berkualitas tinggi sebagai standar fasilitas yang akan diimplementasikan, serta branding dan marketing.

    • Juara 4 – Meybi Agnesya Lomanledo, Timor Tengah Selatan, NTT
    Modal Usaha Sebesar Rp30.000.000 akan digunakan untuk pengadaan bahan baku dan peningkatan kapasitas produksi, termasuk pembelian daun kelor organik, perbaikan/perawatan alat pengering, stok kemasan, serta pemasaran digital.

    • Juara 5- Rr Dina Rahayuningsih, Jeolfood id, Bandung
    Modal usaha sebesar Rp25.000.000 akan digunakan untuk pembelian peralatan pengolahan makanan, pengemasan, dan riset serta pengembangan produk

    • Juara 6 – Camilla Okdriana Dewi, Alivejewerly, Jakarta Utara
    Modal usaha sebesar Rp15.000.000 akan digunakan untuk – Pembelian packaging baru, dan display produk di toko utama seperti di Sarinah, Alun-alun, Kemchick, Pendopo.

    • Juara 7 – Putri Lailatul Maghfiroh, Robotku School, Jawa Timur
    Modal usaha sebesar Rp10.000.000 akan digunakan untuk pengadaan 32 kit robotik (1 kit per semester per sekolah) guna mendukung ekspansi Robotku School ke sekolah baru, dan untuk digital marketing ads yang menyasar sekolah-sekolah potensial agar awareness terhadap program

    Total hadiah sebesar Rp200.000.000 diserahkan secara simbolis di panggung utama XLSMART Day, disaksikan oleh jajaran manajemen serta ribuan karyawan dan keluarga besar XLSMART.

    Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys menyampaikan, “KMP 2026 dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi sebagai program inkubasi yang mendorong kesiapan bisnis perempuan untuk tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing global. Kami melihat potensi besar dari para pelaku UMKM perempuan di Indonesia. Melalui KMP 2026, kami memperkuat kapasitas mereka dari sisi finansial, strategi bisnis, hingga kesiapan ekspor, sehingga mereka tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.”

    Pengumuman pemenang KMP 2026 menjadi salah satu highlight dalam rangkaian XLSMART Day, sebuah perayaan tahunan yang mempertemukan karyawan dan keluarga dalam satu momentum kebersamaan. Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti hiburan dan aktivitas interaktif yang melibatkan keluarga karyawan. Selain itu, hadir pula berbagai booth aktivasi seperti zona digital experience, program keberlanjutan termasuk edukasi dan pengumpulan e-waste, serta showcase inisiatif perusahaan seperti Sisternet dan program pemberdayaan UMKM.

    Inisiatif seperti KMP 2026 menjadi cerminan bagaimana XLSMART membangun perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga pada dampak yang dirasakan secara luas. Komitmen untuk memberdayakan perempuan pelaku UMKM melalui akses digital, pendampingan, dan peluang ekspansi pasar menunjukkan kedekatan perusahaan dengan kebutuhan nyata masyarakat—yang pada akhirnya memperkuat posisi XLSMART sebagai perusahaan yang dicintai pelanggan.

    Di saat yang sama, keterlibatan aktif karyawan dalam berbagai program sosial dan pemberdayaan, termasuk dalam rangkaian KMP hingga puncaknya di XLSMART Day, turut menciptakan budaya kerja yang inklusif, bermakna, dan penuh kebanggaan. Lingkungan kerja yang memberikan ruang bagi karyawan untuk berkontribusi terhadap dampak sosial inilah yang menjadi fondasi kuat bagi XLSMART sebagai best place to work.

    KMP 2026 sendiri menghadirkan penguatan dibanding tahun sebelumnya melalui pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk sesi advisory intensif serta kurikulum aplikatif yang mencakup strategi finansial, legalitas, dan ekspansi pasar. Tema Go Export menjadi fokus utama untuk mendorong kesiapan usaha menuju pasar global, sekaligus memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan dampak sosial yang positif.

    Program ini diselenggarakan oleh Sisternet dengan dukungan FUZZ sebagai mitra komunikasi dan aktivasi digital. Melalui aplikasi Sisternet yang telah diperbarui dengan fitur DigiHer, AI Assistant, hingga fitur kompetisi. Peserta mendapatkan akses pembelajaran dan pengembangan bisnis yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital.

    Ke depan, XLSMART akan terus memperluas jangkauan program pemberdayaan berbasis digital untuk menciptakan lebih banyak pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing. Perusahaan melihat KMP sebagai model kolaborasi berkelanjutan antara teknologi, komunitas, dan pasar, yang tidak hanya melahirkan wirausaha baru, tetapi juga mempercepat transformasi UMKM Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global. (Red/rlls)

  • Benyamin: UMKM Kunci Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Tangsel

    Benyamin: UMKM Kunci Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Tangsel

    Mediakawasan.id, Tangrang Selatan – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Berbagai program strategis dijalankan, mulai dari pelatihan, digitalisasi pemasaran, hingga kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

    Langkah ini diyakini mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membuka lapangan kerja baru di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang. UMKM juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

    Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan penuh kepada pelaku UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas.

    “UMKM adalah usaha mandiri kreatif yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah di Tangerang Selatan ini. Oleh karena itu, pemerintah kota akan terus memberikan dukungan dan fasilitas bagi para pelaku UMKM,” ujarnya pada Senin (13/04/2026).

    Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk terus berinovasi serta memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan pemerintah, termasuk ruang promosi dan pengembangan produk.

    Menurutnya, dengan jumlah pelaku UMKM yang mencapai puluhan ribu, sektor ini memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, Bachtiar Priyambodo, menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat program pemberdayaan UMKM melalui berbagai pendekatan, baik dari sisi kapasitas sumber daya manusia maupun akses pasar.

    “Kami terus mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Salah satunya melalui pelatihan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi pemasaran berbasis digital agar produk UMKM Tangsel mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan stakeholder lainnya dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

    Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan optimistis UMKM dapat terus tumbuh, naik kelas, dan menjadi motor penggerak utama ekonomi kerakyatan di daerah. (Red/*)

  • Kowani Gelar Bazaar Ramadhan 2026, Integrasikan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dan Nilai Spiritual

    Kowani Gelar Bazaar Ramadhan 2026, Integrasikan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dan Nilai Spiritual

    Mediakawasan.id, Jakarta – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) kembali menghadirkan gerakan kolaboratif yang memadukan aspek ekonomi, spiritual, dan sosial melalui Bazaar Ramadhan Kowani 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 25–27 Februari 2026 di Kantor Kowani, Jakarta Pusat, ini menjadi ruang sinergi antara penguatan UMKM perempuan dan pendalaman nilai-nilai Ramadan.

    Tak sekadar ajang jual-beli, bazaar ini menghadirkan puluhan stan UMKM perempuan yang menawarkan beragam produk kreatif, mulai dari fesyen, kuliner, hingga kerajinan tangan. Para pelaku usaha perempuan mendapatkan ruang promosi sekaligus peluang memperluas jejaring pasar di momen Ramadan yang identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat.

    Di sisi spiritual, rangkaian kajian Ramadan turut memperkaya agenda acara dengan menghadirkan narasumber seperti Imam Teguh Saptono, Siti Nur Azizah, Mamah Dedeh, dan Astri Ivo. Mereka membahas pentingnya menjaga keseimbangan antara keberdayaan ekonomi dan ketakwaan, serta bagaimana perempuan dapat berperan sebagai pilar keluarga dan agen perubahan sosial.

    Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahyanto, menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemandirian finansial perempuan yang berlandaskan nilai kebajikan. “Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga agen perubahan sosial melalui semangat berbagi,” ujarnya.

    Salah satu sorotan acara adalah fashion show yang menampilkan karya desainer perempuan Indonesia. Peragaan busana ini tidak hanya menjadi panggung kreativitas, tetapi juga simbol kepercayaan diri dan eksistensi perempuan di ruang publik. Koleksi yang ditampilkan mengangkat kekayaan budaya Nusantara sebagai identitas lokal dalam dinamika ekonomi modern.

    Dimensi sosial turut diperkuat melalui kegiatan pembagian paket Ramadan dan penggalangan donasi untuk perempuan dan anak prasejahtera. Kowani juga mendorong partisipasi keluarga, termasuk anak-anak, agar nilai empati dan kepedulian sosial dapat ditanamkan sejak dini.

    Selain itu, bazaar ini menghadirkan workshop pengelolaan keuangan dan kewirausahaan sebagai bagian dari komitmen pendampingan berkelanjutan bagi perempuan agar mampu naik kelas secara ekonomi. Upaya ini menjadi langkah awal pembentukan ekosistem ekonomi inklusif yang melibatkan organisasi perempuan, pelaku UMKM, dan masyarakat luas.

    Sebagai federasi organisasi perempuan tertua di Indonesia, Kowani terus memperkuat perannya sebagai katalisator perubahan dengan mengintegrasikan isu ekonomi, pendidikan, dan sosial dalam setiap programnya. Bazaar Ramadhan Kowani 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

    Masyarakat pun diajak berpartisipasi aktif, baik sebagai pembeli produk UMKM perempuan maupun relawan dalam aksi sosial. Melalui keterlibatan bersama, semangat Ramadan diwujudkan dalam dukungan nyata terhadap ekonomi lokal dan kepedulian terhadap sesama. (Red/*)

  • BSN: Sertifikasi SNI Bukan Beban, tapi Kunci UMKM Tumbuh dan Bersaing

    BSN: Sertifikasi SNI Bukan Beban, tapi Kunci UMKM Tumbuh dan Bersaing

    Mediakawasan.id, Jakarta – Dunia saat ini menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, perubahan iklim, fluktuasi harga energi dan pangan, hingga disrupsi rantai pasok dan dampak lanjutan pandemi. Kondisi tersebut memberikan tekanan signifikan terhadap stabilitas ekonomi, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Sebagai negara dengan jumlah UMKM yang sangat besar, Indonesia dituntut mampu merespons tantangan global secara terarah dan berkelanjutan. Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM (SIDT-UMKM) pada laman umkm.go.id, jumlah UMKM di Indonesia per 31 Oktober 2025 mencapai 30,19 juta unit. Sebaran UMKM terbesar berada di Jawa Barat (5,4 juta), Jawa Timur (4,58 juta), dan Jawa Tengah (4,45 juta). Sementara itu, Provinsi Papua tercatat memiliki 64.761 UMKM, Papua Tengah 17.258 UMKM, dan Papua Selatan sebanyak 13.281 UMKM.

    UMKM tidak hanya menjadi tulang punggung perekonomian nasional, tetapi juga berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta pemerataan kesejahteraan. Keberadaannya tersebar hingga ke wilayah pedesaan, kawasan terpencil, dan daerah pinggiran, menjadikan UMKM sebagai penggerak ekonomi yang inklusif.

    Untuk itu, pemerintah terus mendorong UMKM agar naik kelas melalui penguatan inovasi, peningkatan efisiensi produksi, serta perbaikan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Salah satu faktor penting dalam upaya tersebut adalah penerapan standar.

    Plt. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Y. Kristianto Widiwardono, menegaskan bahwa standar berperan penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Talk Show UMKM dan Penyerahan Sertifikat SNI di Kantor BSN, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

    “Melalui penerapan SNI, produk UMKM memiliki jaminan mutu, keamanan, dan kelayakan yang diakui. Sertifikasi SNI menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang akses pasar yang lebih luas, baik nasional maupun global,” ujar Kristianto.

    Upaya tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi serta UMKM, yang menugaskan pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan pembinaan, termasuk dalam penerapan SNI. Hal ini juga selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Terbatas pada 4 November 2025 yang menekankan pentingnya kemudahan perizinan dan penyederhanaan proses sertifikasi bagi UMKM.

    Sebagai wujud komitmen tersebut, BSN dengan dukungan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian UMKM, serta kolaborasi bersama pemerintah daerah, BUMN, dan mitra strategis lainnya, telah melakukan pembinaan penerapan SNI kepada 2.575 UMKM. Meski demikian, Kristianto menyampaikan bahwa jumlah tersebut masih perlu terus ditingkatkan mengingat besarnya populasi UMKM di Indonesia.

    Untuk memperluas jangkauan, sepanjang tahun 2025 BSN juga menginisiasi program Bootcamp SNI Bina UMK yang diikuti oleh 1.033 UMK. Dari jumlah tersebut, 526 UMK terpilih untuk ditindaklanjuti, 361 UMK menjalani gap analysis, dan mendapatkan pendampingan menuju sertifikasi. Hasilnya, sebanyak 119 UMKM berhasil memperoleh sertifikat SNI pada tahun 2025.

    Pada kesempatan ini, BSN secara resmi menyerahkan Sertifikat SNI kepada 29 UMKM di wilayah Jabodetabek melalui program fasilitasi sertifikasi SNI. Program ini dilaksanakan melalui sinergi BSN dengan Kementerian UMKM serta dinas terkait di kota dan kabupaten wilayah Jabodetabek.

    Kristianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra strategis yang telah berkontribusi aktif dalam mendukung fasilitasi sertifikasi SNI bagi UMKM. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas adopsi standar nasional.

    “Kami meyakini bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang berkelanjutan, SNI tidak hanya menjadi standar teknis, tetapi juga instrumen transformasi ekonomi yang inklusif dan berdaya saing,” tegasnya.

    Ia juga mengucapkan selamat kepada para UMKM yang telah berhasil meraih sertifikat SNI. “Sertifikat ini bukan sekadar dokumen, melainkan pengakuan atas komitmen pelaku usaha dalam menjaga mutu, keamanan, dan konsistensi produk sesuai standar nasional,” jelas Kristianto.

    Ke depan, BSN berharap UMKM yang telah tersertifikasi SNI dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi pelaku usaha lainnya. Standar diharapkan tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai alat strategis untuk tumbuh, berkembang, dan naik kelas di tengah persaingan global. (Red/*)

  • Kampung Ekowisata Keranggan Tangsel, Upaya Pemuda Majukan UKM

    Kampung Ekowisata Keranggan Tangsel, Upaya Pemuda Majukan UKM

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Berlokasi di Jalan Lingkar Selatan, Keranggan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Kampung Ekowisata Keranggan masuk daftar 75 desa wisata terbaik versi Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2023 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Tanah seluas 20 hektare yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata Kampung Ekowisata Keranggan ini diharapkan dapat menjadi lumbung pendapatan warga Keranggan Tangsel.

    Menurut Basyith, Sekretaris Kelompok Sadar Wisata Kampung Ekowisata Keranggan Tangsel, bermula dari keinginan para Usaha Kecil Mikro (UKM) Desa Keranggan yang ingin memiliki wadah untuk memasarkan hasil olahannya, diantaranya Kacang Sanggrai Keranggan yang menjadi ciri khas produk camilan Desa Keranggan, maka dibentuklah koperasi pada tahun 2015 dan mulai membangun lahan tidur sebagai tempat ekowisata pada tahun 2018.

    “Sayangnya, satu tahun setelah pembangunan Desa Keranggan terkena dampak pandemi Covid 19, baru setelah tahun 2002 hingga saat ini kami kembali membuka tempat ini sebagai lokasi wisata untuk masyarakat umum,” ujar Basyith saat dikunjungi beberapa waktu lalu.

    Menurut Basyith selain sebagai tempat mendulang pendapatan, Ekowisata Keranggan juga dijadikan sebagai pusat edukasi masyarakat yang ingin mengetahui sejarah dan peradaban masyarakat Keranggan Setu Tangsel.

    “Disini masyarakat bisa melihat bagaimana masyarakat Keranggan beraktifitas harian seperti memproduksi makanan, membuat barang kerajinan dari sampah yang di daur ulang, hingga melihat bagaimana mereka memanfaatkan sungai Cisadane. Kami juga membuka layanan pendidikan atau sekolah bagi anak berkebutuhan khusus,” papar Basyith.

    Untuk mengunjungi Ekowisata Keranggan, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang. “Disini pengunjung bisa berlatih panahan, atau berarung jeram di sungai Cisadane, atau berglamping ria, tentunya dengan biaya berbeda dari tiket masuk,” ujar Basyith.

    “Disini juga kami menawarkan aneka kuliner khas Sunda dan oleh-oleh khas Desa Keranggan. Ekowisata Keranggan buka setiap hari mulai pagi pukul 08.00 hingga pukul 17.00. Ekowisata Keranggan dapat menjadi alternatif tempat wisata bagi keluarga dan masyarakat,” tutup Basyith. (Red/*)

  • Indosat Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Workshop Literasi Digital GenSi

    Indosat Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Workshop Literasi Digital GenSi

    Mediakawasan.id, Jakarta – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Generasi Terkoneksi (GenSi) yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari pelaku UMKM. Kegiatan yang bertajuk “Mengubah Konektivitas Menjadi Keuntungan” ini dilaksanakan di Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

    Melalui program GenSi, Indosat berupaya memastikan bahwa konektivitas digital tidak hanya berhenti pada ketersediaan infrastruktur, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat. Dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan dan praktisi industri, Indosat mendorong UMKM dan generasi muda untuk memperoleh pembekalan yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan usaha di lapangan, sehingga teknologi dapat menjadi pendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

    Program GenSi ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi antara sektor swasta dan institusi pendidikan untuk mendorong pemanfaatan konektivitas digital secara relevan dan berdampak. Fokus utama kegiatan adalah membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan untuk mendukung pengembangan usaha, khususnya dalam meningkatkan visibilitas, pemasaran, dan penjualan UMKM.

    Dalam kegiatan ini, peserta mengikuti rangkaian sesi yang disusun secara bertahap, dimulai dari penguatan fondasi hingga praktik langsung. Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Indra Cahya Uno, Pendiri OK OCE Indonesia, yang membahas pentingnya membangun mindset UMKM modern, penguatan komunitas dan ekosistem digital, serta melihat konektivitas sebagai peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara kolaboratif.

    Sesi kedua dibawakan oleh Ridwanul Karim, Chief Marketing Officer (CMO) Ratban, yang mengulas strategi pemasaran digital berbiaya rendah, penguatan brand personality, storytelling, serta pembuatan konten yang relevan dan dekat dengan audiens. Pada sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana strategi pemasaran digital dapat diterapkan secara realistis sesuai dengan kapasitas dan kondisi UMKM.

    Program dilanjutkan dengan sesi praktik yang dibawakan oleh Silva Sandiarini dari Nikon Indonesia. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pembekalan pembuatan konten visual berupa foto produk dan video pendek, mencakup teknik dasar komposisi, pencahayaan, dan framing. Peserta juga mengikuti praktik langsung yang dilengkapi dengan sesi review hasil karya.

    Melalui rangkaian sesi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan yang utuh—mulai dari penguatan fondasi dan mindset UMKM, pemahaman strategi pemasaran digital yang realistis, hingga praktik langsung pembuatan konten. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga membawa pulang bekal yang dapat langsung diterapkan untuk mendukung aktivitas penjualan dan pengembangan usaha mereka. Dengan fondasi yang tepat, strategi yang relevan, dan keterampilan praktis, program GenSi mendorong UMKM untuk lebih siap memanfaatkan konektivitas digital sebagai alat bantu nyata dalam menjalankan dan menumbuhkan bisnis.

    Pihak Universitas Multimedia Nusantara menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi konkret antara dunia industri dan pendidikan. Andy Firmansyah, S.I.Kom, M.M, Community Engagement & Government Relations Manager Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyampaikan, “Program ini memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan UMKM, karena materi yang disampaikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif. Pendekatan seperti ini penting untuk menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan proses pembelajaran.”

    Melalui program Generasi Terkoneksi (GenSi), Indosat menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan UMKM dan penguatan kapasitas masyarakat, dengan memastikan bahwa konektivitas digital dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi. (Red/*)

  • Siap-siap! Dekranasda Tangsel Art Festival 2025 Bakal Digelar, Catat Tanggalnya!

    Siap-siap! Dekranasda Tangsel Art Festival 2025 Bakal Digelar, Catat Tanggalnya!

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tangsel kembali menghadirkan Dekranasda “Tangsel Art Festival 2025”, yang digelar pada 20-23 November 2025 di Bintaro Jaya Xchange Mall 1.

    Festival ini menjadi ruang apresiasi bagi produk kreatif, UMKM, dan para pelaku seni yang terus tumbuh di Kota Tangsel.

    Ketua Dekranasda Kota Tangerang Selatan, Truetami Ajeng menjelaskan, festival ini menjadi ruang apresiasi bagi produk kreatif, UMKM, dan para pelaku seni yang terus tumbuh di Kota Tangsel.

    “Dekranasda Tangsel Art Festival ini bukan sekadar pameran, tetapi sebuah gerakan bersama untuk mengangkat karya pelaku kriya dan UMKM Tangsel agar lebih dikenal dan berdaya saing,” ujarnya saat memimpin rapat persiapan pada Rabu (19/11/2025).

    Selama empat hari, pengunjung dapat menikmati art & craft exhibition, talkshow kreatif, serta live music performance dari musisi-musisi lokal ternama seperti Sound of Modesto, Agung Akhdani, Hugo, Tangsel Ska Orchestra, serta bintang tamu spesial lainnya.

    Tidak hanya itu, panggung festival juga akan diramaikan oleh Cablak & Friends bersama Gambang Kromong, yang membawa nuansa komedi dan budaya Betawi ke tengah pusat perbelanjaan.

    Dalam art & craft exhibition, puluhan perajin dan UMKM Tangsel memamerkan karya unggulan mereka mulai dari kerajinan tangan, aksesori, produk dekorasi, fesyen, hingga olahan kreatif khas daerah.

    Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai talkshow inspiratif yang menghadirkan pelaku industri kreatif, pebisnis muda, dan kreator digital.

    Ajeng menambahkan bahwa Tangsel memiliki potensi besar di sektor kriya, fesyen, kuliner, hingga seni pertunjukan.  Melalui festival ini, Dekranasda berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal, membeli, dan bangga menggunakan produk lokal Tangsel.

    “Kami percaya kreativitas adalah identitas kota ini. Makanya, kita akan terus mendukung para perajin, desainer, dan pelaku UMKM untuk berkembang. Kami ingin produk-produk lokal mendapat panggung yang layak dan dicintai masyarakat luas,” jelasnya.

    Dekranasda Tangsel Art Festival 2025 diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus tumbuh sebagai ikon kreativitas dan inovasi Kota Tangerang Selatan. (Adv)

  • KonveksiHub Resmi Diluncurkan, Tawarkan Ekosistem Digital Terintegrasi bagi Industri Konveksi dan UMKM

    KonveksiHub Resmi Diluncurkan, Tawarkan Ekosistem Digital Terintegrasi bagi Industri Konveksi dan UMKM

    Mediakawasan.Jakarta – Industri konveksi dan custom merchandise di Indonesia kini memiliki wajah baru dengan hadirnya KonveksiHub, sebuah platform digital inovatif yang menghubungkan pelaku industri, UMKM, dan pengguna jasa merchandise dalam satu ekosistem terintegrasi.

    Peluncuran resmi KonveksiHub digelar dalam acara bertajuk “Grand Launching KonveksiHub: Make the Cut!” di Cordoba Ballroom, Menara 165, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dihadiri oleh para affiliator, mitra UMKM, tamu VIP, dan media, acara berdurasi tiga jam ini menjadi tonggak awal bagi KonveksiHub memperkenalkan diri sebagai solusi digital yang modern, transparan, dan menguntungkan bagi semua pihak.

    CTO sekaligus Founder KonveksiHub, Aswin Bimo Subandoro, bersama jajaran pendiri lainnya, Sahlan Aulia Ahmad dan Ghilang Wisanggeni, serta Komisaris Prof. Dr. MS Udin, memimpin seremoni peluncuran yang berlangsung hangat dan inspiratif.

    Dalam sambutannya, Aswin Bimo Subandoro menjelaskan bahwa KonveksiHub lahir dari kebutuhan akan sistem digital yang mampu menyederhanakan proses pemesanan hingga produksi berbagai produk konveksi dan merchandise.

    “KonveksiHub hadir sebagai solusi menyeluruh bagi industri konveksi. Kami ingin menghadirkan pengalaman bertransaksi yang efisien, transparan, dan berkualitas tinggi, sekaligus membuka peluang bagi UMKM dan para affiliator untuk tumbuh bersama,” ujar Bimo, Selasa (29/10/2025).

    Tidak hanya berfungsi sebagai marketplace, KonveksiHub juga memperkenalkan program afiliasi digital yang memungkinkan pengguna memperoleh penghasilan tambahan melalui promosi layanan platform. Program tersebut dijelaskan secara mendalam oleh Julian dalam sesi Affiliate Sharing Program, yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta.

    Sementara itu, Komisaris KonveksiHub Prof. Dr. MS Udin menegaskan pentingnya inovasi digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

    “Kami ingin KonveksiHub menjadi jembatan bagi pelaku UMKM agar lebih siap bersaing di era digital. Dengan kolaborasi dan pemanfaatan teknologi, industri konveksi bisa menjadi penggerak ekonomi yang lebih kuat,” katanya.

    Acara peluncuran juga menghadirkan sesi inspiratif bersama Raden Tedy Aliyudin, Wakil Ketua Bidang UMKM Kadin Indonesia, yang menyoroti pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan daya saing usaha kecil dan menengah.

    “Platform seperti KonveksiHub adalah contoh konkret bagaimana teknologi dapat menciptakan nilai tambah dan memperluas pasar bagi UMKM. Inilah masa depan kolaborasi industri,” ujar Raden Tedy.

    Puncak acara ditandai dengan sesi Demo Live Platform yang menampilkan berbagai fitur unggulan KonveksiHub, mulai dari sistem manajemen order, dashboard afiliasi, hingga dukungan bisnis untuk mitra UMKM.

    Sebagai penutup, seluruh tamu undangan melakukan foto bersama sebagai simbol kolaborasi untuk memajukan industri konveksi dan merchandise Indonesia ke arah yang lebih digital dan berdaya saing tinggi. (Red/*)

  • Vivere Hotel, Artotel Curated Berkolaborasi dengan UMKM Hadirkan Kreasi Loka

    Vivere Hotel, Artotel Curated Berkolaborasi dengan UMKM Hadirkan Kreasi Loka

    Mediakawasan.id, Tangerang — VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated kembali menjalin kerja sama dengan UMKM Tangerang Raya melalui “KREASI LOKA”, sebuah ruang kreatif yang menampilkan karya dan kreasi lokal terbaik. Booth ini berlangsung dari tanggal 2-5 Oktober di lantai 8 VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated, menghadirkan 5 (lima) UMKM pilihan yang berisi dari produk batik, tas rajut, parfum, hingga kerajinan tangan lainnya.

    Pada 2 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Batik Nasional, “KREASI LOKA” resmi dibuka sekaligus menjadi momen pembukaan booth perdana di VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated. Acara ini dihadiri oleh General Manager VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated, Bapak Azdin selaku pemilik UMKM Tangerang Raya, dan rekan-rekan UMKM, sebagai wujud sinergi dari industri perhotelan, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah.

    Dalam sambutannya, General Manager VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated, Inda Rambu, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen hotel untuk mendukung keberlanjutan ekonomi kreatif lokal dan mempererat hubungan  dengan komunitas lokal. “Melalui KREASI LOKA, kami ingin memberikan wadah bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus memberikan value-added bagi tamu hotel. KREASI LOKA juga merupakan pembukaan booth UMKM pertama kami dan kami sangat antusias bisa berkolaborasi. Lebih istimewa lagi, pembukaan acara ini bertepatan dengan Hari Batik Nasional, sebuah momentum yang tepat untuk merayakan budaya sekaligus memperkuat hubungan dengan komunitas lokal,” ujar Inda.

    Sementara itu, Bapak Azdin, mewakili UMKM Tangerang Raya, menyampaikan apresiasinya. “Kami memandang inisiatif ini sebagai peluang penting bagi UMKM untuk berkembang dan menjangkau pasar baru. Dukungan dari pihak hotel memberi semangat bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan melestarikan warisan budaya,” ungkapnya.

    VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated berharap KREASI LOKA dapat menjadi langkah awal menuju kolaborasi berkelanjutan, sekaligus memperkuat citra hotel sebagai bagian yang aktif dalam mendukung komunitas dan kebudayaan setempat.

    Untuk informasi dan reservasi dapat menghubungi Whatsapp di 0812-2282-8889. (Red/rlls)

  • Alfamidi Genap 18 Tahun, Mantap Bertumbuh dan Berdayakan Masyarakat

    Alfamidi Genap 18 Tahun, Mantap Bertumbuh dan Berdayakan Masyarakat

    Mediakawasan.id, Jakarta – Memasuki usia ke-18 tahun, PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai pelaku bisnis ritel, tetapi juga mitra pemberdayaan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

    Dengan semangat Siap Menangkan Hati Konsumen, Alfamidi terus bertransformasi untuk memberi dampak positif bagi masyarakat.

    Direktur Alfamidi, Afid Hermeily, menyebut usia 18 tahun menjadi momen refleksi sekaligus pijakan menuju masa depan yang lebih berdampak.

    “Keberadaan Alfamidi tidak hanya untuk melayani, tetapi juga memberi arti bagi masyarakat. Kami akan terus bertumbuh bersama, memberi dampak, dan berkontribusi positif,” ujarnya melalui siaran pers, Senin 18 Agustus 2025.

    Lewat inisiatif Keluarga Sehat Alfamidi, perusahaan menjalankan berbagai program corporate social responsibility (CSR). Sejak 2024 hingga pertengahan 2025, program Protein Cegah Stunting telah menyalurkan 93.930 butir telur untuk 412 anak terindikasi stunting.

    Selain itu, 6.463 keluarga balita di 59 titik pada 11 cabang mendapat edukasi gizi. Program ini ditargetkan menjangkau 15.000 keluarga hingga akhir 2025.

    Di bidang kesehatan, Alfamidi menggelar layanan cek kesehatan gratis yang telah menjangkau 2.060 masyarakat, serta aksi donor darah karyawan yang menghasilkan 2.149 kantong darah sepanjang 2024–2025.

    Dalam bisnis, Alfamidi kini memiliki 2.486 gerai di seluruh Indonesia. Untuk menjawab kebutuhan pelanggan, Alfamidi menghadirkan inovasi booth “Ja-Di” yang menyediakan jus, kopi, es krim, dan camilan lokal, dengan 266 unit yang sudah tersebar.

    Sejak 2017, Alfamidi Class hadir di 60 SMK di 17 provinsi guna mencetak tenaga kerja ritel masa depan. Transformasi digital juga digenjot, dengan lebih dari 6,4 juta member, 1,8 juta di antaranya digital, serta 2,8 juta transaksi melalui layanan Midi Kriing.

    Komitmen pada keberagaman diwujudkan lewat Alfability, program inklusi yang memberi kesempatan kerja bagi 309 penyandang disabilitas. Dukungan untuk UMKM juga nyata, dengan lebih dari 900 produk lokal dipasarkan di jaringan gerai Alfamidi.

    Di bidang lingkungan, perusahaan telah menanam 18.950 bibit pohon di berbagai provinsi, menjalankan program Kampung Merdeka Alfamidi di lima kota, serta mengoperasikan PLTS dengan kapasitas 2.607 kWp di 27 lokasi.

    Dari PLTS ini, Alfamidi berhasil mengurangi 1.036 ton emisi karbon dioksida.

    Berbagai inovasi dan komitmen tersebut mengantarkan Alfamidi meraih 19 penghargaan nasional, termasuk Good Corporate Governance Award 2025 dan Naker Award 2023 sebagai perusahaan modal dalam negeri berskala besar terbaik. (Red/rlls)