Mediakawasan.id, Ciputat Tangsel- Masyarakat Tangerang Selatan memiliki potensi daya beli yang tinggi. Sehingga pelaku UMKM dan industri kreatif dapat tumbuh di kota ini.
Hal itu disampaikan Wali Kota Benyamin Davnie saat menghadiri kegiatan Pameran UMKM sekaligus Workshop Pengembangan Ekonomi Kemandirian dari UMKM yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Ciputat Timur pada Selasa (14/11).
Benyamin menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan mempunyai konsep yang dimana akan mendorong Tangerang Selatan untuk menjadi kota perdagangan dan kota jasa. Dan Tangerang Selatan mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif.
“Satu juta tiga ratus ribu lebih isinya di antaranya pelaku UMKM, pelaku ekonomi-ekonomi kreatif,” ujar Benyamin.
Bagi Benyamin, setelah adanya pandemi yang menyulitkan ekonomi bagi masyarakat, dibutuhkan terobosan bagi pelaku UMKM dan industri kreatif dalam melakukan pemasarannya.
“Karena saat ini perputaran ekonomi di digital marketing ini luar biasa, dan kita harus menerapkan itu di perdagangan,” imbuhnya.
Untuk itu, kata Benyamin, ke depan Tangerang Selatan menjadi kota yang mengedepankan digitalisasi dalam setiap aspek pelayanan publik. Termasuk di sektor perdagangan dan sektor jasa.
Benyamin menegaskan untuk saling berkolaborasi dalam membangkitkan kembali ekonomi masyarakat. Pemerintah Kota menggelar berbagai kegiatan dengan mengadakan acara, antara lain bazar dan pasar murah dalam rangka mendukung inplansi agar UMKM di Kota Tangerang Selatan bisa bangkit kembali.
“Ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi dan kembali menghidupkan ekonomi masyarakat,” tutupnya.
Selesai memberikan arahan, Wali Kota Benyamin juga melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan bazar murah yang digelar di Kecamatan Ciputat Timur. (red/*)
Mediakawasan.id, Jakarta- Melalui XL Axiata Business Solutions, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus berupaya menghadirkan layanan yang bisa semakin memudahkan kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan sarana digital guna meningkatkan penjualan. Berkolaborasi dengan AVANA Indonesia sebagai penyedia platform AVANA, XL Axiata Business Solutions mengenalkan kartu “BIZ AVANA”. Dengan kartu yang inovatif ini, para pelaku UMKM bisa lebih mudah dalam mengintegrasikan dan mengoptimalkan penjualan melalui sosial media dan toko online. Produk baru ini sudah bisa dibeli mulai Juli 2022. Kolaborasi ini selaras dengan upaya XL Axiata untuk mewujudkan visi menjadi operator konvergensi terdepan di Indonesia, termasuk dalam menyediakan layanan-layanan internet tercepat bagi pelanggan dan masyarakat. “XL Axiata Ada Untuk Indonesia”.
Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto, mengatakan, “Berdasarkan data yang kami miliki, ada kurang lebih 60 juta UMKM di Indonesia yang membutuhkan transformasi digital lebih cepat agar bisa bertahan di masa pasca pandemi. Kami yakin, kartu BIZ AVANA ini akan memberikan dampak yang cukup signifikan untuk meningkatkan penjualan teman-teman UMKM, karena layanan ini sangat memudahkan mereka untuk memaksimalkan penggunaan sosial media dan toko online yang terintegrasi dengan platform AVANA”.
Feby menambahkan, XL Axiata dan AVANA Indonesia memiliki komitmen yang sama dalam mendukung program pemerintah untuk pemulihan ekonomi di Indonesia melalui solusi nyata yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar. Kemitraan dengan AVANA Indonesia ini berorientasi untuk mengoptimalkan keuntungan para pelaku UMKM di Indonesia dengan mengoptimalkan penggunaan sosial media dan toko online sebagai sarana penjualan. Kartu BIZ AVANA memungkinkan adanya integrasi antara aset sosial media milik UMKM dan/atau toko online mereka dengan platform AVANA yang sudah dilengkapi dengan banyak pilihan pembayaran dan pilihan kurir/logistik.
Group COO & Co-Founder AVANA, Yienyee Soh mengatakan,”AVANA melihat XL Axiata Business Solutions memiliki visi dan misi yang sama untuk dapat memberikan solusi inovatif yang memahami setiap karakter bisnis. Pemilik bisnis dapat menikmati layanan yang lebih luas dan adaptif serta akses cepat dan mudah untuk terus tumbuh dan maju bersama. AVANA bersemangat dan berkomitmen untuk bekerjasama dengan XL Axiata Business Solutions untuk berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi Indonesia melalui solusi nyata yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar. Besar harapan kami, AVANA dapat menjadi lokomotif baru di perekonomian Indonesia.”
BIZ sendiri adalah layanan connectivity mobile dari XL Axiata Business Solutions yang ditujukan untuk segmen bisnis termasuk UMKM. BIZ memiliki varian produk yang cukup banyak yang bisa disesuaikan dengan pilihan biaya telekomunikasi dari usaha. Layanan BIZ fokus pada kuota produktivitas dan juga kemudahan komunikasi bisnis pelanggan. Sementara AVANA merupakan platform social commerce yang dapat digunakan oleh pelaku bisnis dalam mengoptimalkan penjualan melalui website, Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Platform ini menggunakan inovasi teknologi terbaru dan sistem yang terintegrasi dengan media sosial dan telah membantu lebih dari 100.000 penggunanya. BIZ AVANA bisa didapatkan mulai dari harga Rp 125 ribu. Dengan harga tersebut, pelanggan sudah bisa mendapatkan kartu BIZ pascabayar dengan kuota 30GB untuk mengakses AVANA dan juga berbagai e-commerce. Terdapat juga kuota khusus untuk mengakses Facebook, Instagram, WhatsApp dan Telegram. Selain itu juga terdapat kuota utama sebesar 20GB untuk mengakses website ataupun internet lainnya.
Dengan berlangganan BIZ AVANA, selain mendapatkan kuota produktivitas, pelanggan juga mendapatkan lisensi untuk AVANA. Dengan demikian, pelanggan bisa menikmati kemudahan-kemudahan yang disediakan AVANA berupa kemudahan dalam proses pengiriman barang kepada konsumennya, karena AVANA sudah terintegrasi langsung dengan berbagai jasa transportasi logistik dan juga sudah terintegrasi dengan berbagai macam sistem pembayaran.
Pelanggan UMKM yang sudah menggunakan BIZ AVANA juga bisa mengikuti training digital marketing secara gratis untuk membantu meningkatkan penjualan mereka dan akses tak terbatas ke webinar yang diselenggarakan AVANA.
“Kolaborasi ini semakin mendorong XL Axiata Business Solutions sebagai salah satu penyedia solusi ICT yang terintegrasi bagi segmen bisnis atau B2B, membuka lebih banyak interaksi dengan pelaku usaha dan memfasilitasi lebih banyak UMKM yang terdigitalisasi. Kerjasama ini diharapkan bisa mengakselerasi pertumbuhan pelanggan UMKM lainnya serta membuka peluang baru bagi para pelaku usaha yang ingin meningkatkan performa bisnisnya dengan lebih praktis, mudah, efektif, dan efisien,” tambah Feby.
Bagi yang mengaktifkan BIZ AVANA selama periode bulan Juli, akan mendapatkan kesempatan untuk beriklan secara gratis di platform Facebook dan Instagram sebesar 1,5juta secara gratis. Jadi tunggu apa lagi, segera daftarkan diri Anda untuk mendapatkan BIZ AVANA. Solusi bagi pelaku UMKM ini bisa didapatkan dengan mengisi form di website https://www.xlaxiata.co.id/bisnis/contact , melalui WhatsApp Business di 08170000765, telepon ke 817 (khusus pengguna XL), atau 021-57959817 (operator lain) dan bisa juga menghubungi Account Manager kami di 087716289595. XL Axiata Business Solutions memiliki berbagai layanan yang berkaitan dengan konektivitas internet korporat, layanan pendorong produktivitas perusahaan, dan juga Internet of Things beserta layanan konsultasi eksklusif. XL Axiata Business Solutions juga terus meningkatkan keragaman produk portofolionya menyesuaikan dan kebutuhan klien dan juga meningkatkan mutu layanan berstandar global dengan meraih beberapa sertifikat Internasional diantaranya Sertifikat MEF 3.0 CE, Sertifikasi ISO 9001:2015, dan ISO/IEC 20000-1: 2018. (Red/*)
Mediakawasan.id, Jakarta- Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta Timur, Anis Byarwati, hadir dalam beberapa acara yang diadakan oleh kelompok masyarakat dan struktur PKS di Jakarta Timur. Diantara kegiatan yang dihadiri Anis adalah Lesehan bersama komunitas UMKM Jakarta Timur yang diadakan bekerjasama dengan Bidang Pembinaan Jaringan Konomii (BPJE) PKS Jakarta Timur, silaturahim dengan komunitas penggiat ekonomi professional, Halal bi Halal dan bazaar UMKM DPC PKS Duren Sawit, Halal bi Halal DPC PKS Kramat Jati, dan silaturahim dengan tokoh dan para ketua RT di wilayah Rw.03 kelurahan Batu Ampar, Kramat Jati. Sabtu, (11/06).
Pada acara lesehan bersama komunitas UMKM Jakarta Timur yang mengangkat tema utama “UMKM Tumbuh Menjadi Tangguh dan Berdaya”, pembina Dewan UMKM DKI Jakarta ini menyampaikan bahwa peningkatan UMKM mempunyai peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia, “UMKM menjadi salah satu sarana pembinaan masyarakat agar bisa meningkatkan ekonomi keluarga. Jika ekonomi masyarakat meningkat, pendapatan negara pun meningkat. Maka Indonesia dapat memiliki ekonomi yang kuat”, paparnya.
Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini berpesan untuk para penggiat UMKM agar selalu memiliki semangat untuk tumbuh dan berkembang serta membuka diri untuk mau terlibat dalam pelatihan dan pembinaan yang diberikan oleh PKS. “Saya yakin bersama PKS, UMKM akan bangkit, tumbuh, dan berdaya. Melalui UMKM, kita bersama-sama akan menguatkan ekonomi masyarakat dan siap memenangkan PKS di tahun 2024”, ujarnya. Anis pun mengapresiasi penyelenggaraan acara ini, yang menjadi sarana para penggiat UMKM untuk terus maju dan berkembang bersama PKS.
Pada acara yang dihadiri oleh sejumlah pengurus inti DPD PKS Jakarta Timur ini, Anis didaulat menjadi Bunda UMKM Jakarta Timur. Penghargaan diberikan langsung oleh H. Tajuddin selaku ketua BPJE DPD Jakarta Timur beserta para perwakilan ketua-ketua kelompok UMKM yang hadir. “Penghargaan ini didasari atas perhatian, perjuangan dan advokasi yang dilakukan ibu Anis sebagai anggota dewan terhadap kepentingan dan kemajuan para pelaku UMKM di Jakarta Timur,” kata Tajudin dalam sambutan yang disampaikannya. Sejak dilantik menjadi anggota DPR RI, tercatat 1000 lebih unit usaha UMKM mendapatkan bantuan barang produksi dan penunjang usaha atas advokasi yang dilakukan Anis.
Selain Ketua BPJE PKS Jakarta Timur, H. Tajuddin, turut hadir dalam acara ini, Sekretaris DPD PKS Jakarta Timur, Tedy Ramadanus, , Ketua DPC PKS Pasar Rebo Samsul Bahri, beserta para anggota PKS lainnya. Para peserta yang hadir sangat antusias menyampaikan apresiasi dan harapan kepada Anis agar bisa terus mendampingi UMKM Jakarta Timur untuk lebih maju lagi. Mereka pun menyampaikan berbagai usulan dan masukan untuk berkolaborasi bersama PKS untuk menghadirkan UMKM Jakarta Timur yang tangguh dan berdaya. (Red/rlls)
Mediakawasan.id, Jakarta- Saat ini, kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia terus mengalami tren penurunan kasus, dan tidak menutup kemungkinan status pandemi akan berubah menjadi endemi.
Terkait hal tersebut Kawasan kuliner usaha mikro yang sebelumnya sepi terdampak pandemi perlahan mulai bangkit. Keramaian pengunjung mulai terlihat terutama pada bulan ramadhan dan menjelang hari raya Iedul Fitri.
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS Anis Byarwati (kiri).
“Mulai pulihnya aktivitas perkantoran turut mendorong kawasan kuliner dan UKM kembali ramai dan tentu ini memberikan semangat bagi pelaku UKM yang berdagang di kawasan itu. Kita bersyukur pedagang kembali bangkit, pengunjung sudah banyak yang datang. Kita dukung untuk bangkitnya para UMKM kuliner ini,” kata Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS Anis Byarwati kepada wartawan disela sela acara media gathering” Bukber bersama wartawan” di Jakarta, Selasa(19/04/2022).
Menurut Anis yang juga Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, PKS selalu berkomitmen dalam hal mengembangkan dan membina Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) karena UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian nasional. Sebab UMKM berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,07 persen atau senilai Rp 8.573 triliun dan menyerap 97 persen total tenaga kerja nasional.
“Namun tidak dipungkiri bahwa hadirnya pandemi Covid-19 membuat hampir seluruh UMKM terdampak. Bahkan berdasarkan Survei Komunitas UMKM, 83 persen UMKM berpotensi gulung tikar.
Selain itu, Bank Dunia juga mencatat ada sebanyak 86 persen pelaku UMKM yang mengalami penurunan penjualan di awal pandemi Covid-19. Pelaku UMKM juga mengalami kesulitan dalam hal finansial.
Hal lainnya yang membuat pandemi terasa sangat menyulitkan bagi UMKM adalah sulitnya mendapatkan modal usaha
“Banyak dari para pelaku usaha khususnya yang mikro belum tersentuh bantuan dari pemerintah, baik soal pelatihan, pembinaan apalagi permodalan”, tandasnya.
Pada tahun 2021, pemerintah terus memberikan dukungan akses pembiayaan untuk UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Realisasi Penyaluran KUR Hingga November 2021 Sebesar Rp244,87 Triliun Kepada 6.480.672 debitur Rinciannya, KUR Super Mikro sebesar Rp9.21 triliun kepada 1.047.506 debitur, KUR Mikro sebesar Rp152,99 triliun kepada 5.006.263 debitur, KUR Kecil/khusus sebesar Rp82,65 triliun kepada 425.779 debitur, KUR Penempatan TKI sebesar Rp17,30 miliar kepada 1.124 debitur.
Menanggapi hal itu (KUR )misalnya banyak para pelaku usaha mikro yang kreditnya ditolak oleh bank karena usahanya belum bankable, banyak juga dari UKM binaan kita yang bahkan tidak tersentuh oleh bantuan pemerintah,” tegasnya.
Di tahun 2022 ini, pemerintah menargetkan sebanyak 30 persen UMKM di Indonesia atau setara 20 juta UMKM masuk dalam ekosistem digital. Saat ini, jumlah UMKM yang sudah on boarding ke ekosistem digital mencapai 17,2 juta (Desember 2021).
Kemudian, pada tahun 2024, diharapkan jumlah UMKM yang masuk dalam rantai distribusi digital bisa mencapai 30 juta.
“Memang ada peningkatan usaha ke arah digital tapi baru sekitar 10 juta UMKM, belum semuanya, saya berharap pemerintah terus memberikan sosialisasi informasi yang cepat dan tepat terkait kebijakan pemeritah agar dapat diserap manfaatnya oleh para pelaku UMKM,” pungkas Anis. (Red/rlls)
Mediakawasan.id, Jakarta- Digital dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam segala aspek bidang yang dapat menolong serta memajukan ekonomi masyarakat. Literasi digital berperan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu menggunakan internet untuk mendorong prodiktivitas dan inovasi terutama disektor ekomoni digital.
Anggota Komisi 1 DPR RI, Ir. Alimin Abdullah menuturkan, sektor ekonomi digital berpotensi besar menjadi faktor pendorong ekonomi utama untuk Indonesia di masa pandemi. Ekonomi digital mampu membuat perubahan pada kegiatan ekonomi masyarakatdan bisnis, dari yang awalnya manual menjai serba otomatis. Sehingga, setiap kegiatan sehari-hari dan bisnis bisa dilakukan dengan mudah dan juga cepat.
Anggota Komisi 1 DPR RI, Ir. Alimin Abdullah
“Kita tentu bahwa sebelum adanya ekonomi digital, diperlukan biaya dan juga waktu yang lebih banyak untuk bisa membangun toko fisik. Tapi sekarang, bisnis-bisnis mulai dijalankan dengan lapak marketplace gratis atau dengan membuka website toko online saja,” papar wakil rakyat asal Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut dalam Webinar bertajuk “Ngobrol Bareng Legislator : Literasi Digital sebagai Penguatan Ekonomi Masyarakat”, Rabu (6/6/2022).
Hal itu, kata Alimin, sama halnya dengan proses pembayaran yang ada di dalamnya yang turut mengalami perubahan. Jika sebelumnya pembayaran harus dilakukan dengan uang tunai di toko fisik, maka saat ini telah menggunakan e-wallet.
“Sehingga mempermudah siapa saja dalam melakukan pembayaran online, kapan pun dan dimanapun pelanggan inginkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Yusran Isnaini, M.Hum selaku praktisi literasi digital menyatakan bahwa daya saing digital di Indonesia masih rendah. Salah satunya disebabkan oleh rendahnya literasi digital. Kondisi tersebut juga membuat Indonesia rentan terhadap ancaman penyebaran hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, pornografi yang tersebar di dunia maya, cyber bullying dan lain-lain.
“Kurangnya literasi digital menjadikan Internet masih dianggap sebagai sekadar sarana komunikasi. Pemanfaatan yang dominan adalah untuk media sosial (87%), hiburan (62%), dan berita atau informasi (70%). Internet belum digunakan sebagai sarana untuk memperluas kesempatan dan meningkatkan ekonomi warga, misalnya memperluas peluang usaha,” paparnya.
Menurutnya, literasi digital diperlukan agar ketersediaan internet dapat dimanfaatkan oleh semua warga untuk mengakses peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Walaupun jaringan internet telah tersedia, disadari ia belum memberikan kesempatan yang sama kepada semua pihak.
“Penguatan literasi digital ini menjadi sangat penting, karena berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Terlebih Berdasarkan laporan We Are Social berjudul Digital 2021, jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat dari hanya 72,7 juta orang pada 2015 menjadi menjadi 202,6 juta orang 2021. Sedang diketahui menurut data Kemendagri tanggal 30 Desember 2022, jumlah penduduk Indonesia adalah 273.879.750 jiwa,” katanya.
Oleh karenanya, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menyatakan bahwa Kementerian Kominfo hadir untuk menjadi garda terdepan dalam memimpin upaya percepatan transformasi digital Indonesia. Dalam hal ini, Kemenkominfo memiliki peran sebagai regulator, fasilitator, dan ekselerator di bidang digital Indonesia.
“Berbagai pelatihan literasi digital yang kami berikan berbasis empat pilar utama, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan pemahaman digital. Hingga tahun 2021 tahun program literasi digital ini telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (Red/*)
Mediakawasan.id, Jakarta- Literasi digital kini menjadi hal yang sangat dibutuhkan, mengingat perkembangan ruang dunia maya yang semakin melesat. Ilmu atau edukasi ihwal ini, menjadi kunci bagi manusia untuk berselancar dengan aman dan nyaman dalam zetiap aktivitas yang dijalani di ruang digital, salah satunya bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air.
Anggota Komisi 1 DPR RI, Kresna Dewanata Prosakh memaparkan, dari 73% pengguna internet di Indonesia, hanya sebanyak 18% di antaranya yang menggunakan sebagai kebutuhan UMKM dalam membantu meningkatkan produktifitasnya.
Hal itu terbilang cukup disayangkan, pasalnya begitu penting penggunaan internet di era pandemi ini.
Anggota Komisi 1 DPR RI, Kresna Dewanata Prosakh
“Seluruh jaringan UMKM harus bisa memanfaatkan keadaan tersebut. UMKM dijadikan ujung tombak atau sendi-sendi perekonomian negara kita. Di mana UMKM harus sebaik mungkin memanfaatkan internet dan teknologi yang tersedia dan dapat dijangkau hingga pelosok daerah. Pemanfaatan teknologi digital harus sampai ke masyarakat melalui UMKM-UMKM di Indonesia,” jelas Kresna dalam Webinar bertajuk “Ngobrol Bareng Legislator : Literasi Digital Bagi Pelaku UMKM” yang berlangsung pada Rabu (6/4/2022).
Penggunaan jaringan berbasis internet ini, kata Kresna, dapat berguna untuk mempercepat penjualan produk dan memasarkan prodaknya. Market di Indonesia sendiri merupakan pasar potensial.
“Untuk itu betapa pentingnya para pelaku UMKM agar bisa melek digital dan pentingnya literasi digital,” ungkapnya.
Senada dengannya, VP Commercial Nabati Digital, Hanafi Kurniawan menjelaskan bahwa saat ini di Indonesia perkembangan digital bisnis sangat besar. Perkembangan perusahaan konvensial juga sekarang fokus untuk mengembangkan bisnis digitalnya Total dari 345 juta orang terkoneksi dengan internet. Pengguna internet dan sosial media jauh bertumbuh sesuai populasi.
Rata-rata masyarakat Indonesia menggunakan internet sebesar lebih dari 8 jam sehari, dari 8 atau 9 jam itu 3 jam digunakan untuk sosial media. 93% menggunakan youtube, sisanya whatsapp, instagram, sekarang sedang booming tiktok. Aplikasi ini digunakan untuk menjangkau konsumen.
“Digital marketing adalah segala bentuk aktivitas pemasaran produk atau jasa menggunakan teknologi digital. Jenis-jenis digital marketing ada 4 jenis utama, yang pertama website marketing, website harus mewakili merk, produk, dan layanan secara mengesankan, yang kedua paling banyak digunakan juga email marketing, sering kali digunakan sebagai pancingan untuk mendaftar dan melakukan transaksi, kemudian iklan internet mengiklankan produk di area tertentu atau sasaran tertentu, iklan internet yang paling populer adalah Google Ads dan Facebook Ads, yang terakhir yaitu social media marketing, lebih dalam lagi sosial media marketing yaitu tujuan utama untuk membangun dan meningkatkan kepercayaan terhadap sebuah brand,” jelas Hanafi.
Menurutnya penggunaan media sosial dalam memasarkan produk bagi pelaku usaha, memiliki beberapa keunggulan.
“Manfaat melakukan promosi di sosial media brand dan produk lebih cepat dikenali, menjadi tempat berinteraksi dengan pelanggan, menunjukan ciri khas brand dan produk, dapat menjangkau lebih banyak orang, meningkatkan kepercayaan pengikut terhadap bisnis. Strategi sosial media marketing. Kita harus kenali dulu audience kita, Dengan mengenali audience, kamu bisa menentukan bentuk tindakan apa yang cocok untuk melakukan pemasaran di media sosial,” terangnya.
Ia menuturkan, terdapat tiga hal yang harus dilakukan ketika melakukan sosial media marketing. Pertama adalah fokus pada tujuan.
“Apakah untuk promosi? Untuk melayani pelanggan? Atau mengarahkan pelanggan ke website? Kedua, Pilih media sosial yang cocok dengan sasaran konsumen kita, bisa facebook, instagram, twitter, youtube. Ketiga, sajikan konten yang unik, Kamu bisa mengemas konten tersebut agar lebih menarik dan berbeda dari yang lainnya, seperti video atau infografis,” tuturnya.
Untuk itu, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menyatakan bahwa Kementerian Kominfo hadir untuk menjadi garda terdepan dalam memimpin upaya percepatan transformasi digital Indonesia. Dalam hal ini, Kemenkominfo memiliki peran sebagai regulator, fasilitator, dan ekselerator di bidang digital Indonesia.
“Berbagai pelatihan literasi digital yang kami berikan berbasis empat pilar utama, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan pemahaman digital. Hingga tahun 2021 tahun program literasi digital ini telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (Red/*)
Mediakawasan.id, Serang Banten- Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meyakini pemberdayaan UMKM secara baik dan benar dapat secara signifikan membuat pertumbuhan ekonomi di daerah. Untuk itu pertumbuhan angka UMKM atau jumlah pelaku UMKM harus terus ditingkatkan agar tercapai akumulasi pertumbuhan ekonomi yang didorong dari banyaknya UMKM berkualitas. Andika meyakini, pembentukan koperasi di lingkungan alumni sebuah sekolah atau perguruan tinggi dapat memicu bertambah banyaknya jumlah pelaku UMKM.
“Untuk itu dengan jumlah alumni yang sedemikian banyak ini, saya kira akan lebih baik lagi kalau teman-teman alumni SMEA/SMK 17 Serang ini membentuk koperasi alumni,” kata Andika dalam sambutannya pada acara Reuni SMEA/SMK 17 Serang di Auditorium Kampus Untirta Sindangsari, Kota Serang, Minggu (27/3). Turut hadir pada acara yang dihadiri oleh seribuan alumni SMEA/SMK 17 Serang dari angkatan 1982-2004 itu termasuk pelawak senior dan mantan politisi Komar atau Nurul Qomar yang kini aktif di media sosial dengan nama Abah Qomar.
Dikatakan Andika, pembentukan koperasi diyakini akan dapat menambah pertumbuhan angka pelaku UMKM karena di dalam koperasi program-program bantuan dari lembaga koperasi sebagai hasil dukungan dari sesama anggota koperasi akan terus terjadi. Selain bantuan permodalan, lanjutnya, bantuan jaringan pemasaran hingga bantuan pelatihan ilmu-ilmu mengembangkan usaha akan terjadi dengan keberadaan sebuah koperasi. “Makanya saya selaku Wakil Gubernur Banten menunggu dibentuknya koperasi alumni SMEA/SMK 17 Serang ini. Nanti Pemprov Banten melalui dinas koperasi dan UMKM akan melakukan sinergi-sinergi,” imbuhnya.
Lebih jauh Andika mengatakan, meskipun berbagai capaian pembangunan mengalami perlambatan dampak pandemi Covid-19, namun indikator makro pembangunan tetap tumbuh sejalan dengan membaiknya penanganan pandemi melalui program vaksinasi dan program pembangunan kesejahteraan. Untuk itu, Andika berharap segenap masyarakat Banten termasuk alumni SMEA/SMK 17 Serang turut membantu Pemerintah Daerah dalam membangun optimisme bahwa pemulihan ekonomi dampak pandemi Covid-19 berjalan sesuai dengan harapan.
“Seraya berdoa semoga pandemi Covid-19 segera berakhir agar kita dapat menjalankan rutinitas sehari-hari dengan aman dan produktif seperti sedia kala,” ujarnya.
Pemprov Banten, kata Andika, berharap sumbangsih dan partisipasi seluruh elemen masyarakat Banten termasuk alumni SMEA/SMK 17 Serang dalam pembangunan daerah khususnyadalam hal pemberdayaan masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat memberikan masukan-masukan terkait dengan berbagai program pembangunan guna penyempurnaan program dan kegiatan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten.
Sementara itu ketua panitia acara, Aeng haerudin menyambut baik ajakan Andika untuk menggagas pembentukan koperasi di lingkungan alumni sekolah seperti alumni SMEA/SMK 17 Serang.”Saya kira ajakan Pak Wagub itu kami menyambut baik. Insya Allah kami akan segera menindaklanjutinya bersama teman-teman,” kata Aeng yang juga mantan Ketua DPRD Banten itu. (Red/rlls)
MK.co.id, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengapresiasi PT PLN (Persero) dalam berperan aktif membantu UMKM di Indonesia bisa naik kelas. UMKM memiliki peran penting dalam upaya membangkitkan perekonomian rakyat.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga dalam kunjungannya ke Rumah BUMN yang berlokasi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau mengatakan Rumah BUMN menjadi salah satu inkubator UMKM agar bisa meningkatkan kualitas dan produktivitas usahanya.
“Provinsi Riau jadi Provinsi ke-9 yang saya kunjungi selama 5 bulan terakhir ini. Saya keliling untuk melihat keterikatan antara UMKM dan percepatan ekonomi mikro,” jelas Arya.
Dalam kunjungannya, Arya mendorong BUMN untuk memberikan solusi untuk pengembangan UMKM di wilayah Kampar. “Menteri BUMN Erick Thohir punya kepedulian terhadap UMKM BUMN. Salah satunya melalui Rumah BUMN yang mendukung usaha UMKM melalui pelatihan dan pendampingan mulai dari pemasaran sampai ke produksi” ujar Arya.
Dia berharap Rumah BUMN bisa membawa produk-produk UMKM di Kampar tidak hanya ke pasar lokal tapi juga ke pasar global.
Salah satu UMKM Mitra Binaan PLN di wilayah Kampar, Nur Hidayati merupakan pemilik usaha pengolahan daun kelor kampar. Ia mengolah daun kelor kampar menjadi super food sebagai alternatif makanan sehat. Ia sudah memulai usahanya sejak 2018.
“Usaha kami tidak hanya dalam pengolahan daun kelor tapi juga pemberdayaan petani dan penggarap kelor sehingga daun kelor bisa punya nilai jual yang lebih tinggi” jelas Nur Hidayati.
Nur Hidayati mengaku usahanya bisa menghasilkan omzet lebih dari Rp 5 juta. “Dengan bantuan yang diberikan PLN, kami bisa menjual produk kami lebih luas lagi, kami bisa mulai menjual produk kami di Bandara Pekanbaru dan e-commerce bahkan sampai ke pasar Malaysia” cerita Nur Hidayati.
Menurut Nur Hidayati, potensi olahan produk kelor masing sangat luas karena kelor dapat menjadi alternatif olahan yang sehat tanpa mengubah rasa asli. Harapannya melalui riset yang ia lakukan dapat lebih mengenalkan olahan daun kelor lebih luas lagi.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Agung Murdifi menjelaskan, PLN turut berperan aktif mendukung pengembangan lebih dari 8.000 UMKM melalui 29 Rumah BUMN yang dikelola perseroan di Indonesia. Khusus di Rumah BUMN Kampar, PLN ikut serta membina 52 UMKM yang terdiri dari usaha sektor makanan, pakaian hingga kerajinan.
“PLN terus berperan aktif dalam mendorong UMKM naik kelas. Salah satunya lewat Rumah BUMN dimana menjadi inkubator bersama dan wadah kolaborasi dalam mencetak UMKM yang unggul,” terang dia. (Red)
Ciputat, MKD.co.id – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Warman Syahnudin mengungkapkan pihaknya akan merubah pengertian UMKM. Menurutnya, pengertian UMKM akan diperluas, sehingga banyak pihak yang memiliki usaha dari jenis apapun juga dikatakan sebagai pelaku UMKM, sehingga mereka turut dibina.
Diketahui, saat ini yang disebut UMKM di Kota Tangsel adalah mereka yang memiliki usaha membuat produk dari hasil sendiri atau home made. “Arti dari UMKM harus diperluas. Misalnya pelaku seni punya sanggar itu juga disebut pelaku UMKM, termasuk pedagang-pedagang kecil di pasar-pasar itu juga harus disebut UMKM. Jadi kita menginginkan hal berbeda di Tangsel terkait keberadaan UMKM ini ,” ujar Warman kepada Radar Banten, Kamis (6/1).
Warman mengatakan, langkah awal yang dilakukan olehnya terkait perluasan pengertian UMKM adalah dengan melakukan pemetaan dan pendataan keberadaan pelaku UMKM yang saat ini keberadaannya belum diperhatikan. Kendati demikian, sambung Warman mengingat dirinya baru menjabat sebagai Kadis Koperasi dan UMKM maka diperlukan proses konsolidasi diinternal terlebih dahulu.
“Untuk saat ini saya harus punya data, harus punya peta. Dan dari pemetaan ini dengan teman-teman bidang dan teman-teman di kecamatan, kelurahan akan memetakan terkait dengan peningkatan dan pengembangan UMKM kedepan,” jelasnya.
Sementara itu Wakil Ketua Koperasi Pasar Ciputat Iwan Rosyadi mendukung langkah Dinas Koperasi dan UMKM terkait perluasan pengertian pelaku UMKM di Kota Tangsel. Menurutnya, sudah seharusnya keberadaan pedagang kecil di jalan-jalan juga diperhatikan oleh Pemerintah Kota Tangsel.
“Seharusnya memang seperti itu, karena mereka yang berdagang di pasar-pasar maupun di jalan-jalan juga pengusaha. Mereka juga membutuhkan modal untuk usaha tidak berbeda dengan mereka yang menghasilkan produk sendiri,” ujarnya.
Menurut Iwan, para pedagang kecil di pasar dan pinggir jalan sebetulnya juga membutuhkan pembinaan dari Pemkot Tangselah. Namun sejauh ini para pedagang tersebut belum pernah mendapat pembinaan dari Pemkot Tangsel. Sementara para pelaku UMKM yang memang sudah memiliki perkumpulan sejak awal mendapat pembinaan dari Pemkot Tangsel.(*/red).