Tag: Dinkes tangsel

  • Kick Off Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional Polio (Pin Polio)

    Kick Off Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional Polio (Pin Polio)

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Penyakit Polio sangat berbahaya dan dapat menyebabkan lumpuh seumur hidup. Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio tipe 2 sejak akhir tahun 2022 dilaporkan terjadi di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Selain kasus Polio Tipe 2, kasus Polio tipe 1 juga dilaporkan di Provinsi Papua Tengah. Oleh karena itu dilaksanakan Pekan Imunisasi Nasional Polio (PIN Polio) sebagai upaya respon imunisasi yang masif untuk memutus transmisi penularan virus polio, baik tipe 1 maupun tipe 2 serta meningkatkan imunitas terhadap Polio.

    Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional Polio di Kota Tangerang Selatan terintegrasi dengan Hari Anak Nasional. Hari ini, Selasa tanggal 23 Juli 2024 dilaksanakan Kick Off Pekan Imunisasi Nasional Polio di Gedung Graha Widya Bhakti Puspiptek. PIN Polio di Kota Tangerang Selatan akan dilaksanakan 2 putaran dengan jarak minimal antar putaran adalah 2 minggu. Masing-masing putaran dilaksanakan dalam waktu 1 minggu ditambah 5 hari Sweeping.

    • Putaran 1 tanggal 23-29 Juli 2024
    • Sweeping Putaran 1 tanggal 30 Juli – 3 Agustus 2024
    • Putaran 2 tanggal 6 – 12 Agustus 2024
    • Sweeping Putaran 2 tanggal 13 – 17 Agustus 2024

    Imunisasi Polio yang diberikan pada pekan imunisasi nasional Polio ini, tidak memandang status imunisasi sebelumnya.

    Kota Tangerang Selatan memulai pelaksanaan PIN Polio ini adalah tahap 2, serentak bersama 27 Provinsi, dimana 6 Provinsi lainnya sudah melaksanakan PIN Polio tahap 1 pada bulan Mei 2024.  Sasaran yang diberikan imunisasi Polio pada kegiatan PIN ini adalah anak usia 0-7 tahun. Jumlah sasaran di Kota Tangerang Selatan sebanyak 156.904 anak.

    Dinas Kesehatan melalui UPTD Puskesmas, akan melaksanakan pemberian imunisasi Polio  di 779 PAUD dan TK, 448 SD/MI. Selain di Sekolah, pelayanan PIN POLIO akan dilaksanakan di 35 UPTD Puskesmas se-Kota Tangerang Selatan, 849 Posyandu, 21 Rumah Sakit, dan 163 Pos Imunisasi lainnya. Total keseluruhan Pos Pelayanan PIN Polio di Kota Tangerang Selatan sebanyak 2.295.

    Vaksin yang diberikan adalah novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2).  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/C/504/2023 menyampaikan bahwa Vaksin nOPV2 merupakan vaksin yang aman dan efektif.

    Oleh karena itu orang tua dan anak tidak perlu khawatir vaksin Polio tidak menimbulkan KIPI yang serius. Namun jika terdapat keluhan setelah pemberian imunisasi Polio, orang tua dapat segera membawa anak ke UPTD Puskesmas atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat.

    Dinas Kesehatan menghimbau kepada orang tua agar anaknya dapat mengikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio ini supaya anak terhindar dari penyakit Polio. Mari sukseskan kegiatan PIN Polio, lindungi anak anak usia 0-7 tahun dengan 2 kali pemberian tetes manis polio. (Red/rlls)

  • Pemkot Tangsel Siap Gelar Pekan Imunisasi Nasional Polio, Targetkan 156 Ribu Anak Divaksin

    Pemkot Tangsel Siap Gelar Pekan Imunisasi Nasional Polio, Targetkan 156 Ribu Anak Divaksin

    Mediakawasan.id, CIPUTAT – Pemerintah Kota Tangerang Selatan, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tengah mempersiapkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang akan dimulai pada 23 Juli mendatang.

    Berdasarkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kegiatan PIN Polio ini harus menyasar 156.904 anak-anak berusia 0-7 tahun yang tinggal di Tangerang Selatan sekarang.

    “Jadi dari tanggal 23 Juli nanti, anak usia 0-7 tahun akan mendapatkan imunisasi atau vaksinasi Polio tetes ini,” ujar Kepala Dinkes Tangsel dr. Allin Hendalin dalam acara sosialisasi serta pembinaan petugas PIN Polio Tangsel di Puspemkot Tangsel, Kamis (4/7/2024).

    Kegiatan PIN Polio memang bukan menjadi hal baru di Indonesia, maupun Kota Tangerang Selatan secara khususnya. Namun, hal yang membedakan dari kegiatan PIN Polio kali ini adalah jenis vaksin yang digunakan yakni nOPV2.

    Vaksin nOPV2 ini hanya digunakan pada pelaksanaan respon imunisasi dalam rangka penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio tipe 2. Sedangkan, vaksin yang biasanya diberikan kepada anak-anak ada jenis vaksin oBPV.

    “Pekan Imunisasi Nasional bukan hal baru di Indonesia, namun imunisasi Polio kali ini berbeda dari yang biasa diterima oleh anak-anak. Vaksin kali ini berasal dari tipe virus yang berbeda, dan satu vial dapat digunakan untuk 50 dosis,” jelas Allin.

    Indonesia telah dinyatakan bebas Polio pada tahun 2014. Namun, saat ini kasus infeksi polio ini kembali muncul dan menjadi kejadian luar biasa di beberapa daerah.

    Oleh karena itu, kata Allin, PIN Polio ini sangat penting dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. PIN Polio ini pun akan diselenggarakan serentak di banyak daerah di Indonesia.

    “Jadi ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Jadi, dioptimalkan betul vaksin yang diberikan kepada anak-anak nanti agar imunnya terjaga secara baik pastinya,” kata dia.

    Kegiatan PIN Polio di Tangsel ini akan dilaksanakan dalam waktu 7 hari. Pemberian imunisasi ini akan dilakukan di puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, satuan pendidikan seperti PAUD, TK, SD/sederajat, rumah sakit dan pos imunisasi lainnya di bawah koordinasi puskesmas.

    Sasaran pemberian vaksin Polio ini adalah seluruh anak usia 0 – 7 tahun 11 bulan 29 hari, atau kategori anak yang lahir mulai 24 Juli 2016.

    Allin menjelaskan, semua anak-anak kategori tersebut diperbolehkan untuk mendapatkan imunisasi ini termasuk pendatang di Kota Tangsel, dan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

    PIN Polio ini dilakukan dalam 2 putaran/dosis. Masing-masing putaran PIN dilakukan dalam waktu satu minggu ditambah 5 hari sweeping, dengan jarak minimal antar putaran/dosis 2 minggu. Target cakupan imunisasi ini adalah 95 persen untuk masing-masing putaran.

    “Harus selesai dalam satu minggu, nanti kalau ada yang terlewat kita akan melakukan sweeping selama kurang lebih 5 hari. Kemudian mereka harus mendapatkan tetesan ulang,” jelasnya.

    Pemberian imunisasi Polio putaran satu akan dilaksanakan pada 23 – 29 Juli 2024, dengan sweeping dijadwalkan pada 30 juli – 3 agustus 2024.

    Selanjutnya, PIN Polio putaran kedua yakni pada tanggal 4 – 10 Agustus 2024, dan sweeping akan dilakukan pada tanggal 11-15 Agustus 2024.

    “Kami berharap karena waktu yang sangat singkat satu minggu, kami berharap betul dukungan dari semuanya. Semoga pada saat pelaksanaannya nanti semua pihak bisa melaksanakan sebaik-baiknya, karena nasib kekebalan anak-anak kita tentunya ada di tangan kita,” tambahnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Tangerang Selatan Tini Indrayanthi, dukungannya terhadap program ini dan menekankan pentingnya kerjasama semua pihak.

    “Pekan Imunisasi Nasional Polio ini sangat penting untuk melindungi anak-anak kita dari polio, yang telah dinyatakan bebas di Indonesia sejak 2014, tetapi muncul kembali di beberapa daerah. Oleh karena itu, kami harus bertindak cepat dan efektif,” kata Tini.

    Tini juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menyukseskan program ini. (Red/*)

  • Selama Pemilu, Dinkes Tangsel Kerahkan Ribuan Tenaga Kesehatan Tangani Petugas TPS

    Selama Pemilu, Dinkes Tangsel Kerahkan Ribuan Tenaga Kesehatan Tangani Petugas TPS

    Mediakawasan.id, CIPUTAT – Selama pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024, Dinas Kesehatan mengerahkan sebanyak 1.230 tenaga kesehatan untuk memastikan kesehatan para petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) serta pemilih di wilayah Tangerang Selatan.

    Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan saat ditemui di Puspemkot Tangsel, pada Jumat (16/02/2024).

    “Alhamdulilah hingga hari ini, kondisi kesehatan para petugas TPS aman, sejak tanggal 14-15 Februari lalu, memang ada beberapa orang yang kami lakukan tindakan penanganan medis karena kelelahan dan penyakit yang kambuh,” ucapnya.

    Lebih rinci, Pilar menjelaskan bahwa secara keseluruhan total pasien hingga Jumat (16/02) sebanyak 109 orang. Dimana paling banyak berasal dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

    “Jadi petugas KPPS ada 54, petugas lainnya yang terlibat 29, pemilih 14, PPS 4, Bawaslu 3, saksi 3 dan lainnya ada 2,” jelasnya.

    Disampaikan olehnya, tenaga kesehatan terus melakukan monitoring untuk memastikan kesehatan para petugas TPS dan lainnya terjaga.

    “Mereka telah melakukan dari sebelum Pemilu, hari H pencoblosan, hingga selesai pencoblosan. Karena memang panjang proses para petugas TPS ini bekerja. Kami tugaskan tenaga kesehatan untuk monitoring terus,” ucapnya.

    Atas hal itulah, Pilar mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang terlibat memastikan Pemilu berlangsung lancar.

    “Terima kasih kepada kawan-kawan tenaga kesehatan yang sudah bekerja keras untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para petugas TPS, warga, kita doakan semoga semua berjalan lancar, aman dan sehat selalu,” tutupnya. (Red/*)

  • Ngider Sehat Lakukan Evaluasi, Pilar Minta Pelayanan Terus Ditingkatkan

    Ngider Sehat Lakukan Evaluasi, Pilar Minta Pelayanan Terus Ditingkatkan

    Mediakawasan.id, Serpong- Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan memberikan arahan dalam kegiatan evaluasi pelayanan Ngider Sehat yang digelar di Resto Kampoeng Anggrek, Serpong, Kamis (22/9).

    Pilar menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petugas Ngider Sehat yang telah bekerja keras untuk melayani masyarakat di Tangerang Selatan. Dimana, dampak program ini secara nyata dapat dirasakan oleh masyarakat.

    “Alhamdulillah sesuai data, sudah ada 90 persen RW yang sudah dikunjungi oleh petugas Ngider Sehat dan kunjungan rumah sampai 75 persen,” ujar Pilar.

    Dia menekankan program ini harus terus ditingkatkan. Karena dengan Ngider Sehat pelayanan Kesehatan semakin mudah. Masyarakat bisa mendapatkan pelayanan di rumahnya masing-masing.

    “Inilah bukti kita turun ke masyarakat, kita tidak menunggu lagi. Karena bagaimana pun juga masalah penyakit ini harus ada langkah preventifnya,” kata Pilar.

    Pelayanan kesehatan yang maksimal akan meningkatkan Angka Harapan Hidup itu sendiri di Tangerang Selatan. Dimana, hal ini akan berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia.

    “IPM kita ini tertinggi se-Provinsi Banten, jadi kita terus tingkatkan, yang mana dalam indikatornya ada kualitas kesehatan.”pungkas Pilar.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan dr.Allin mengatakan program Ngider Sehat bertujuan untuk terus memastikan warga yang sehat agar tetap sehat, dan warga yang sakit dan memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan dapat terbantu dari adanya Ngider Sehat.

    “Insyaallah dan saya yakin teman-teman petugas Ngider Sehat selalu bekerja ikhlas dan tuntas untuk membantu masyarakat.” ucapnya.

    dr Allin juga melaporkan penyakit yang paling banyak ditemui di tengah masyarakat.

    “Penyakit hipertensi paling sering ditemui, jadi kita cegah juga untuk memberikan pemahaman langsung dan penanganannya,” terang dr. Allin. (red/*)