Tag: Dinkes tangsel

  • Dinkes Tangsel Turunkan Tim Ngider Sehat, Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Warga Terdampak Banjir

    Dinkes Tangsel Turunkan Tim Ngider Sehat, Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Warga Terdampak Banjir

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menurunkan tim medis Ngider Sehat dari sejumlah puskesmas untuk melakukan pemeriksaan langsung kepada warga terdampak banjir di berbagai wilayah, Selasa (8/7/2025).

    Kepala Dinkes Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pemeriksaan langsung ini dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau di tengah situasi pasca-banjir.

    “Banjir bukan hanya soal genangan air, tapi juga potensi munculnya penyakit. Untuk itu, kami proaktif menurunkan tim medis Ngider Sehat ke lapangan agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan di kondisi seperti ini,” ujar Allin dalam keterangannya.

    Tim Ngider Sehat dari Puskesmas Jombang (Kecamatan Ciputat), Kedaung (Kecamatan Pamulang), Bambu Apus (Kecamatan Ciputat) dan Pondok Kacang Timur (Kecamatan Pondok Aren) bergerak ke wilayah kerja masing-masing untuk memberikan layanan kesehatan dasar.

    Pelayanan yang diberikan meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kondisi umum, hingga pemberian obat-obatan ringan.

    Menurut Allin, kunjungan kesehatan ini juga menjadi bagian dari strategi mitigasi agar potensi penyakit seperti ISPA, diare, infeksi kulit, hingga leptospirosis dapat dicegah sedini mungkin.

    Selain memudahkan akses pelayanan, hal ini juga mempercepat deteksi dini terhadap gangguan kesehatan yang mungkin timbul setelah banjir.

    Kegiatan ini akan terus berlanjut ke beberapa titik lainnya sesuai laporan dari posko banjir dan puskesmas setempat.

    “Tim kami juga memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mengenali gejala awal penyakit pasca-banjir. Edukasi ini penting agar masyarakat waspada dan segera melapor jika merasakan gejala tertentu,” jelasnya. (Red/*)

  • Dinkes Tangsel Gencarkan RW Bebas TBC, Target 100 Persen Eliminasi di 2030

    Dinkes Tangsel Gencarkan RW Bebas TBC, Target 100 Persen Eliminasi di 2030

    Mediakawasan.id, Serpong – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah gencar membentuk RW Bebas TBC. Ini sebagai upaya eliminasi kasus TBC dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

    Kepala Dinkes Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pembentukan RW Bebas TBC itu sebagai langkah Pemerintah Kota Tangsel mencapai Indonesia bebas TBC pada 2030 mendatang.

    “TBC ini masih jadi penyakit menular yang harus kita perangi bersama, di 2030 Indonesia harus eliminasi TBC. Di Tangsel kita melakukan kegiatan berbasis kewilayahan dengan membuat RW Bebas TBC,” kata Allin dikutip Senin, 30 Juni 2025.

    Allin menerangkan, pada 2025 ini pihaknya menargetkan akan membentuk RW Bebas TBC di 10 persen RW di 54 kelurahan yang ada di Kota Tangsel.

    “Di tahun ini targetnya 10 persen RW harus sudah deklarasikan RW bebas TBC kemudian. Di 2030 100 persen RW sudah deklrasikan bebas TBC,” terang Allin.

    Allin menuturkan, nantinya pihak wilayah di RW yang ditunjuk kelurahan sebagai RW Bebas TBC bertanggungjawab untuk mengedukasi masyarakat sekitar sehingga jadi garda depan deteksi dini orang yang alami gejala TBC.

    “Seluruh stakeholder di kewilayahan harus memiliki kepedulian yang sama, cepat tanggap dalam mengawal pengobatan dan menangani TBC. Kalau ada orang yang alami gejala dia akan sadar langsung memeriksakan diri. Atau kalaupun belum ada kesadaran, warga sebelah bisa ngajak ngobrol sehingga di rw tersebut tidak ada ketersinggungan dan kesungkanan,” tutur Allin.

    Allin menyebutkan, pada Januari-Juni 2025, tercatat ada 2.639 orang yang sedang menjalani pengobatan TBC. Pihaknya berkomitmen, dapat memenuhi target pemerintah pusat mengeliminasi penderita TBC di Kota Tangsel.

    “Kita mengupayakan jangan ada penderita TBC baru dan yang ada jangan putus obat, karena akan terjadi resisten obat dan itu lebih lama lagi pengobatannya. Semua penderita TBC sangat bisa disembuhkan,” ungkap Allin.

    Allin berharap, masyarakat Tangsel komitmen untuk sama-sama mengeliminasi kasus TBC dan menghapuskan stigma kepada para penderita TBC.

    “Saat ini yang kita perangi adalah masih terjadi stigma, bahwa TBC itu jangan dekat-dekat karena menular padahal harusnya didukung,” harapnya.

    Diketahui, saat ini sudah ada 12 RW Bebas TBC yang dibentuk, tersebar di Kecamatan Ciputat Timur, Pondok Aren, Pamulang dan Setu.

    Berikut Daftar RW Bebas TBC di Tangsel:

    Kecamatan Ciputat Timur

    • RW 08 Kelurahan Rempoa
    • RW 09 Kelurahan Rempoa

    Kecamatan Pondon Aren

    • RW 07 Kelurahan Parigi
    • RW 02 Kelurahan Parigi
    • RW 05 Kelurahan Parigi
    • RW 001 Kelurahan Jurangmangu Timur
    • RW 03 Kelurahan Jurangmangu Timur
    • RW 04 Kelurahan Jurangmangu Barat
    • RW 013 Kelurahan Jurangmangu Barat

    Kecamatan Pamulang

    • RW 20 Kelurahan Pamulang Timur

    Kecamatan Setu

    • RW 01 Kelurahan Babakan

    (Red/*)

  • Tren Penanganan TBC di Tangsel Terus Meningkat, Pemkot Optimis Capai Eliminasi 2030

    Tren Penanganan TBC di Tangsel Terus Meningkat, Pemkot Optimis Capai Eliminasi 2030

    Mediakawasan.id Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat komitmennya dalam memberantas tuberkulosis (TBC). Dalam lima tahun terakhir, cakupan pengobatan TBC di Tangsel melonjak tajam melebihi 100 persen.

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, capaian pengobatan TBC mengalami tren positif sejak tahun 2021. Dimulai dari 63 persen, lalu meningkat menjadi 70 persen pada 2022.

    Peningkatan signifikan terjadi pada 2023 dan 2024, dengan cakupan masing-masing mencapai 126 persen dan 124 persen.

    “Tahun 2025 ini capaian sementara per 13 Juni sudah 51 persen, dan kami yakin akan terus meningkat hingga akhir tahun seiring pelaporan yang berjalan,” ujar Kepala Dinkes Tangsel dr. Allin Hendalin dalam keterangannya pada Jumat (20/6/2025).

    Dengan capaian dan semangat kolaboratif yang terus dijaga, dr. Allin optimis Kota Tangsel mampu menjadi kota bebas TBC sebelum tahun 2030 sesuai dengan target nasional dan global.

    “Tren penanganan TBC di Kota Tangsel yang terus meningkat signifikan ini menjadi bagian dari langkah besar menuju target eliminasi TBC pada 2030, sesuai dengan visi nasional dan global,” jelasnya.

    Total kasus TBC yang tercatat selama 2024 hingga pertengahan Juni 2025 mencapai 8.720 kasus. Jumlah ini terdiri dari 6.205 kasus pada 2025 dan 2.515 kasus dari Januari hingga 13 Juni 2025.

    Dr. Allin menegaskan, angka tersebut bukan untuk ditakuti, tapi justru menjadi alarm untuk bertindak lebih cepat dan terukur.

    “Semakin banyak kasus ditemukan, itu artinya surveilans kita bekerja. Tugas kita adalah memastikan semua pasien mendapatkan pengobatan sampai tuntas,” jelasnya.

    Capaian ini merupakan hasil kerja keras tim kesehatan dan programas skrining aktif yang dilakukan Dinkes Tangsel, seperti Ngider Sehat dan cek Kesehatan Gratis (CKG) di komunitas maupun fasilitas layanan kesehatan.

    Strategi lain yang diterapkan adalah investigasi kontak erat terhadap pasien TBC dan pemberian terapi pencegahan bagi mereka yang belum menunjukkan gejala.

    Pemerintah juga terus menggencarkan edukasi agar pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, mengingat pengobatan TBC minimal memerlukan waktu enam bulan tanpa putus.

    Meski begitu, Kota Tangsel juga memiliki tantangan tersendiri dalam mengeliminasi kasus TBC. Sebagai bagian dari kota metropolitan, banyak pasien TBC yang merupakan pendatang dan berpindah tempat tinggal sehingga sulit dilacak kembali.

    Selain itu, masih ada padian yang menghentikan pengobatan karena merasa sembuh setelah minum obat dalam waktu singkat.

    “Kami terus berupaya menekan kasus putus berobat dengan edukasi berkelanjutan dan pendekatan komunitas, karena keberhasilan pengobatan kasus TBC bukan hanya menyembuhkan individu, tapi mencegah penularan lebih luas,” tegas dr. Allin. (Red/*)

  • Pemkot Tangsel Gencarkan 35 Program untuk Putus Rantai Stunting Sejak Dini

    Pemkot Tangsel Gencarkan 35 Program untuk Putus Rantai Stunting Sejak Dini

    Mediakawasan.id, Ciputat – Pemerintah Kota Tangerang Selatan tak tinggal diam dalam menghadapi persoalan stunting. Melalui Dinas Kesehatan, Pemkot meluncurkan 35 program terintegrasi untuk mempercepat penurunan kasus gizi kronis yang menjangkau seluruh kelompok usia rentan, mulai dari ibu hamil hingga remaja putri.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar menyampaikan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu lama, sehingga masalah ini dapat dicegah jika intervensi dilakukan sejak dini dan menyeluruh.

    “Penanganan stunting tidak cukup hanya dengan pemberian makanan tambahan, tetapi perlu pendekatan lintas sektor dan edukasi berkelanjutan dengan berbagai program yang sudah kita jalankan saat ini,” ujar dr. Allin dalam keterangannya pada Kamis (12/6/2025).

    Dr. Allin menjelaskan, berbagai faktor risiko seperti kurangnya energi kronis pada ibu hamil, anemia, pola makan tidak seimbang, paparan asap rokok, urbanisasi penduduk dan pemahaman yang rendah terhadap penyebab stunting.

    Oleh karena itu, Pemkot Tangsel menggerakkan 35 program terpadu, termasuk kunjungan rumah oleh Tim Ngiler Sehat, pembentukan Pos Gizi di tiap kelurahan, hingga pelatihan menyusui dan pemantauan tumbuh kembang balita untuk tenaga kesehatan, guru, dan kader.

    Di kalangan remaja, Dinkes Tangsel membentuk Kader DoReMiFaSoLaSiDo, yakni Duta Remaja Anti Anemia, untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat dan konsumsi tablet tambah darah satu kali seminggu di sekolah-sekolah.

    Langkah lain seperti Pekan Ibu Hamil Sehat di pusat perbelanjaan, webinar gizi, hingga pembangunan jamban sehat bekerja sama dengan CSR juga menjadi bagian dari strategi menyentuh masyarakat secara langsung.

    Untuk memastikan semua program berjalan efektif, Dinkes Tangsel juga berkoordinasi dengan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

    Tidak hanya itu, bekerjasama pula dengan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta), Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terkait konvergensi percepatan penurunan stunting.

    “Satu keluarga saja terselamatkan dari stunting, itu artinya satu masa depan telah dijaga, dan kami ingin menjangkau sebanyak mungkin,” tambahnya. (Red/*)

  • Terdampak Banjir, Dinkes Tangsel Segera Lakukan Pemeriksaan Kesehatan ke Warga

    Terdampak Banjir, Dinkes Tangsel Segera Lakukan Pemeriksaan Kesehatan ke Warga

    Mediakawasan.id, Pondok Aren – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kepada seluruh warga yang terdampak banjir. Pemeriksaan dilakukan oleh tim Ngider Sehat dari masing-masing puskesmas di wilayah terdampak banjir.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin menerangkan, berbagai langkah cepat dilakukan oleh pihaknya. Mulai dari memeriksa kesehatan, melakukan inspeksi kesehatan lingkungan hingga bersiap mendirikan pos kesehatan bila diperlukan nantinya.

    Terkait pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kata dr. Allin, meliputi pemeriksaan tekanan darah, suhu, hingga pernapasan.

    “Pemeriksaan spesifik bahkan juga kita lakukan ya, seperti demam, diare, gangguan pernapasan, penyakit kulit dan sebagainya,” ujar dr. Allin dari keterangan yang didapat pada Selasa (04/03/2025).

    Selain itu, Dinkes juga melakukan pemberian vitamin dan obat kepada warga yang terdampak banjir. Kesehatan lingkungan juga dipastikan oleh Dinkes agar tidak ada permasalahan lainnya akibat banjir yang ditimbulkan.

    Kadinkes juga mengimbau kepada warga untuk terus waspada ditengah cuaca yang tidak menentu, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan termasuk mengedukasi terkait air bersih yang digunakan.

    “Untuk masyarakat yang terdampak dapat juga ke fasilitas kesehatan terdekat jika ada masalah lanjutan akibat kondisi banjir yang ada,” tutupnya. (Red/*)

  • Pemkot Tangsel Gelar Forum OPD, Bahas Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan

    Pemkot Tangsel Gelar Forum OPD, Bahas Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Kesehatan, pada Senin (24/02/2025). Dalam forum ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menyampaikan rencana kerja OPD untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri.

    Dr. Allin menegaskan bahwa pihaknya masih berfokus pada optimalisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta pencapaian indikator kesehatan yang telah berhasil diraih pada tahun sebelumnya. Namun, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dioptimalkan pada tahun 2026.

    Fokus Peningkatan Pelayanan Kesehatan

    Salah satu isu strategis yang diangkat dalam forum ini adalah peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) serta penguatan sarana dan prasarana kesehatan guna menunjang kualitas pelayanan. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk terus melanjutkan program Universal Health Coverage (UHC) agar masyarakat dapat menikmati akses layanan kesehatan yang lebih baik di rumah sakit dan puskesmas.

    Pemkot Tangsel juga menyoroti pentingnya penanganan penyakit menular dan tidak menular secara lebih optimal. Sejumlah program nasional seperti penanganan stunting, program Asta Cipta Presiden, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penanggulangan Tuberkulosis (TBC) turut menjadi fokus utama dalam perencanaan kerja Dinas Kesehatan.

    Capaian Cek Kesehatan Gratis

    Dalam program pemeriksaan kesehatan gratis yang telah berjalan sejak 10 Februari 2025, tercatat sebanyak 1.096 peserta telah memanfaatkan layanan ini di 35 puskesmas. Meski demikian, target harian sebesar 30 peserta per puskesmas masih belum tercapai, sehingga diperlukan sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat agar lebih banyak yang memanfaatkan layanan ini.

    Peningkatan Fasilitas Kesehatan dan Medical Tourism

    Dinas Kesehatan juga berencana untuk meningkatkan fasilitas kesehatan, termasuk mengembangkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamulang menjadi rumah sakit tipe B. Selain itu, dua rumah sakit lainnya di Tangerang Selatan akan dijadikan sebagai pusat penyangga layanan kesehatan tertentu, termasuk penanganan Tuberkulosis (TBC).

    Terkait konsep medical tourism, dr. Allin menjelaskan bahwa Pemkot Tangsel tengah mengembangkan layanan kesehatan inovatif yang dapat menarik pasien dari luar daerah, bahkan luar negeri. Selain layanan medis unggulan, konsep ini juga mencakup sektor wellness tourism yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

    “Medical tourism bukan hanya tentang pelayanan kesehatan, tetapi juga berdampak pada roda perekonomian. Oleh karena itu, kami berupaya menghadirkan layanan yang inovatif dan unik agar masyarakat memilih Tangerang Selatan sebagai tujuan berobat,” ujar dr. Allin.

    Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pengembangan fasilitas unggulan ini ditargetkan dapat tercapai sebelum akhir masa kepemimpinan Wali Kota Tangerang Selatan, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030.

    Dengan berbagai program yang direncanakan, Pemkot Tangsel optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan menjadikan daerah ini sebagai salah satu destinasi unggulan dalam sektor kesehatan di Indonesia. (Red/*)

  • Dinkes Tangsel Pastikan Seluruh Puskesmas Siap Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis 2025

    Dinkes Tangsel Pastikan Seluruh Puskesmas Siap Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis 2025

    Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) siap memulai pelaksanakan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) tahun 2025.

    Program ini merupakan hadiah dari negara bagi masyarakat, berfokus pada deteksi dini dan pencegahan penyakit sesuai kategori usia.

    Kepala Dinkes Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar memastikan bahwa layanan kesehatan gratis ini tetap berkualitas dengan sistem pelayanan yang terstruktur di puskesmas.

    “Puskesmas di Tangsel sudah siap memfasilitasi pemeriksaan kesehatan secara gratis ini. Kami juga sudah menyediakan ruangan khusus, tenaga kesehatan, serta alat kesehatan yang dibutuhkan untuk program ini,” ujar dr. Allin dari keterangan yang didapat pada Sabtu (08/02/2025).

    Menurutnya, puskesmas di Tangsel memiliki alur pemeriksaan yang jelas, termasuk perkiraan waktu layanan bagi tiap kelompok usia.

    Dengan tenaga medis yang sudah mencukupi serta fasilitas pemeriksaan yang menggunakan sarana dan prasarana yang ada di puskesmas.

    Dinkes Tangsel juga berharap program layanan kesehatan gratis ini dapat menjangkau masyarakat secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan mereka.

    “Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan gratis secara merata, terutama pada hari ulang tahun mereka. Program ini juga bertujuan untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, mencegah penyakit di kemudian hari, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambah dr. Allin.

    Dengan sistem yang telah disiapkan, diharapkan program ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesehatan warga Tangsel.

    Pemeriksaan Gratis Sesuai Usia

    Program PKG dapat diakses di puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti klinik pratama, tempat praktik tenaga medis, dan tenaga kesehatan. Bagi masyarakat yang berulang tahun pada Januari-Maret 2025, layanan ini masih bisa diakses hingga April 2025.

    Pemeriksaan dilakukan sesuai siklus hidup, dengan layanan seperti: – Pemeriksaan kelainan bawaan pada bayi baru lahir – Pengukuran pertumbuhan dan perkembangan balita – Pengukuran tekanan darah, gula darah, dan fungsi ginjal – Pemeriksaan indera (mata dan telinga) – Pemeriksaan gigi, kesehatan jiwa, dan lainnya.

    Untuk mengakses layanan ini, masyarakat perlu memastikan keaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan mengikuti beberapa tahapan, mulai dari mengunduh SATUSEHAT Mobile (SSM) hingga menunjukkan kode tiket hasil skrining kepada petugas di FKTP.

    Selain itu untuk usia 7-17 th (usia sekolah) akan dilaksanakan disekolah pada saat tahun ajaran baru.

    Program ini diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.01.07/MENKES/33/2025 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun, yang menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebagai upaya pencegahan dan peningkatan kualitas hidup.

    Tahapan Akses PKG

    Untuk dapat mengakses program ini, hal yang paling utama kamu lakukan adalah memastikan status kepersetaan JKN sudah aktif ya. Lalu ikuti beberapa tahapan berikut ini:

    1. Unduh SATUSEHAT Mobile (SSM)
    2. Isi dan lengkapi biodatamu
    3. Tunggu pemberitahuan atau notifikasi via WA dan dari SATUSEHAT Mobile
    4. Își kuesioner skrining mandiri
    5. Datang ke FKTP dengan membawa identitas seperti KTP, KIA, KK
    6. Tunjukkan kode tiket dari hasil skrining mandiri kepada petugas yang ada di FKTP (loket pendaftaran)
    7. Manfaatkan layanan PKG sesuai siklus hidup
    8. Cek raport kesehatan di SATUSEHAT Mobile

    Balita dan anak usia prasekolah, lansia, penyandang disabilitas atau yang tidak dapat mendaftar secara mandiri dapat didaftarkan oleh orang tua, wali, dan/atau keluarga.

    Bayi baru lahir didaftarkan oleh petugas kesehatan melalui website ASIK. (Red/*)

  • Cegah Anemia dan Stunting, Pemkot Tangsel Gencarkan Program Tablet Tambah Darah ke Remaja Putri

    Cegah Anemia dan Stunting, Pemkot Tangsel Gencarkan Program Tablet Tambah Darah ke Remaja Putri

    Mediakawasan.id, Ciputat – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melaksanakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk remaja putri, ibu hamil, dan ibu nifas. Program ini bertujuan mencegah anemia serta mendukung penurunan angka stunting di wilayah Tangsel.

    Kepala Dinkes Tangsel, dr. Allin Hendalin mengungkapkan bahwa penyakit anemia yang dialami remaja putri akan berdampak pada kesehatan reproduksinya.

    “TTD menjadi langkah preventif yang sangat penting dan sebagai upaya penurunan angka stunting,” ucapnya dari keterangan yang didapat, pada Senin (02/12/2024).

    Sementara itu, pemberian TTD kepada ibu hamil dilakukan guna menurunkan kasus kehamilan berisiko tinggi serta mencegah kematian ibu dan anak.

    Allin menjelaskan bahwa TTD disediakan secara gratis bagi sasaran program dengan mekanisme pemberian melalui puskesmas dan posyandu. Bagi remaja putri, pemberian TTD melibatkan kerja sama antara puskesmas dan sekolah, serta diakses melalui posyandu remaja.

    “Dinkes Tangsel juga melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, DP3AP2KB, serta Kemenag dalam memastikan kelancaran program,” ujarnya.

    Remaja putri dengan Hemoglobin (Hb) normal mendapat TTD sekali seminggu, sedangkan remaja pengidap anemia akan menjalani terapi intensif hingga kadar Hb kembali normal.

    “Untuk ibu hamil, TTD diberikan satu kali sehari jika Hb normal, atau dua kali sehari bagi yang mengalami anemia,” jelas Allin.

    Menurut Allin, Dinkes Tangsel akan memantau efektivitas program ini melalui skrining anemia dan tata laksana kasus anemia pada remaja.

    “Kami juga membentuk Doremi Fasollasido sebagai duta pencegahan anemia untuk meningkatkan kesadaran di masyarakat,” tambah dr. Allin.

    Program ini dirancang untuk jangka panjang hingga tahun 2029 dengan target 95 persen cakupan remaja putri dan ibu hamil. Allin mengimbau masyarakat untuk melancarkan program ini dengan rutin mengonsumsi TTD, sarapan bergizi, dan aktif berolahraga melalui Aksi Bergizi. (Red/*)

  • Gebyar Cegah Stunting di Tangsel, Pemkot Lakukan Pemeriksaan Gratis untuk Ibu Hamil dan Balita

    Gebyar Cegah Stunting di Tangsel, Pemkot Lakukan Pemeriksaan Gratis untuk Ibu Hamil dan Balita

    Mediakawasan.id, CIPUTAT— Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan terus meningkatkan upaya secara intensif dalam menangani stunting. Hal ini dilakukan dengan menggelar kegiatan Gebyar Cegah Stunting di Ruang Blandongan Puspemkot Tangsel, Jumat (23/08/2024).

    Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu hamil dan orang tua balita, akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

    Pada acara tersebut, lebih dari 150 ibu hamil dan 75 balita mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

    “Hari ini, kami melakukan pemeriksaan kesehatan gratis untuk 150 ibu hamil dan 75 balita. Pemeriksaan ini meliputi USG untuk ibu hamil dan pengukuran tinggi serta berat badan untuk balita guna mendeteksi stunting,” ujar Benyamin.

    Selain pemeriksaan kesehatan, Pemkot Tangsel juga memberikan makanan tambahan bergizi protein berupa telur dan olahan ikan kepada para peserta.

    “Setiap peserta akan pulang dengan membawa 2 kilogram telur dan olahan ikan. Kami berharap, ini bisa membantu meningkatkan gizi anak-anak dan mencegah stunting,” tambahnya.

    Benyamin juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin bagi ibu hamil, karena pencegahan stunting itu sangat penting dilakukan bahkan dari bayi masih di dalam kandungan ibunya.

    “Harapan kami, para ibu hamil ini aktif memeriksakan diri ke layanan kesehatan sejak masa kehamilan hingga menjelang melahirkan. Setidaknya enam kali selama masa kehamilan,” katanya.

    Saat ini, angka stunting di Tangsel masih berada di angka 9,2 persen, yang merupakan angka terendah di Provinsi Banten. Namun, Benyamin berharap angka ini dapat terus diperbaiki melalui gerakan pencegahan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi profesi dan masyarakat.

    Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menambahkan bahwa acara ini juga bertepatan dengan Pekan ASI Sedunia.

    “Hari ini kan kita memperingati pekan ASI sedunia, yang dibarengi juga dengan Gebyar Cegah Stunting. Kita upayakan terus bahwa pencegahan stunting di hulu mulai dari ibu hamil, kemudian anaknya,” kata dia.

    dr. Allin mengingatkan agar ibu hamil selalu rutin melakukan pemeriksaan minimal 6 kali, serta paska melahirkan, si ibu sebaiknya memberikan ASI ekskluif serta asupan bergizi seimbang dalam periode emas anak-anak dari usia 0-5 tahun.

    “Pemeriksaan rutin selama kehamilan dan pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk memastikan tumbuh kembang balita berjalan dengan baik,” ujar dr. Allin.

    Pemkot Tangsel terus berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan gratis, baik di puskesmas maupun posyandu, demi memastikan bahwa anak-anak Tangsel tumbuh sehat dan terhindar dari risiko stunting. (Red/*)

  • Jawab Soal Sejumlah Lansia Tak Miliki KIS-BPJS, Kadinkes Tangsel: Kita Cek Ternyata Punya dan Aktif

    Jawab Soal Sejumlah Lansia Tak Miliki KIS-BPJS, Kadinkes Tangsel: Kita Cek Ternyata Punya dan Aktif

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin menjawab isu yang beredar bahwa sejumlah lansia di daerah Pondok Betung, dan Rengas yang disebut tak miliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau akses layanan BPJS.

    Menanggapi isu tersebut, Kadinkes Tangsel segera menugaskan tim untuk melakukan pengecekan di lapangan. Alhasil, setelah dilakukan pengecekan, didapati bahwa lansia dengan nama Ibu Nuraini dan Ibu Nunung adalah peserta aktif BPJS Kesehatan dengan status penduduk yang didaftarkan oleh Pemkot Tangsel.

    “Setelah dilakukan pengecekan terbukti bahwa informasi tersebut tidak benar adanya,” ujar dr. Allin, pada Sabtu (10/08/2024).

    “Tim Ngider Sehat yang dibantu oleh Ibu Rineng kader JKN ke lokasi dan dapat dikonfirmasi bahwa saat ini keanggotaan Ibu Nuraini dan Ibu Nunung Binti Sarman dalam keadaan aktif dan beliau berhak mendapatkan manfaat pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

    Ia menyoroti bahwa isu yang digulirkan tersebut sangatlah tidak berdasar, apalagi isu tersebut tidak dilakukan kroscek secara mendalam mengenai kebenarannya.

    “Jadi Ibu Nuraini peserta aktif PBPU pemerintah per April 2024. Waktu itu anaknya yang ngurus dan sudah disampaikan juga bahwa sudah aktif oleh puskesmas. Tetapi, anaknya memang tidak menyampaikan kepada ibunya, kemarin waktu ditanya anaknya sedang di dalam rumah,” jelas dr. Allin.

    Bahkan kata dr. Allin, untuk Kelurahan Pondok Betung dari Data Konsolidasi Bersih (DKB) semester 1 2024, penduduknya sebanyak 33.426 jiwa, dan cakupan kepesertaan BPJS mencapai 34.342 jiwa atau sebesar 102,74 persen.

    “Untuk di Kelurahan Rengas, DKB semester 1 2024 sebanyak 24.360 jiwa, dan cakupan kepesertaan BPJS sebanyak 24.248 atau sebesar 99,54 persen,” ujarnya.

    Beliau menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan BPJS Kesehatan memiliki komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh warga, terutama kepada penerima bantuan.

    Atas hal itulah, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan percaya bahwa hak-hak mereka sebagai peserta BPJS Kesehatan akan selalu dijaga dan diprioritaskan.

    “Dan kami juga baru mendapatkan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS RI sebagai bukti bahwa Pemkot Tangsel memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan cakupan kesehatan universal bagi warganya,” tutupnya. (Red/*)