Tag: Dinkes tangsel

  • Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspada Hantavirus dan Jaga Kebersihan Lingkungan

    Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspada Hantavirus dan Jaga Kebersihan Lingkungan

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus. Bahkan, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: SR.03.02/C/2572/2026 tentang Kewaspadaan Penyakit Virus Hanta.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, hingga saat ini belum ada temuan maupun laporan kasus Hantavirus di Kota Tangsel.

    “Berdasarkan data pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta surveilans penyakit infeksi emerging, hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Tangsel,” katanya pada Jumat (15/05/2025).

    Allin menerangkan, penyakit Hantavirus merupakan penyakit zoonotik yang disebabkan oleh Orthohantavirus yang ditularkan dari tikus dan celurut. Virus tersebut dapat menular melalui cairan tubuh, mulai dari urine, feses, saliva, hingga debu yang terkontaminasi.

    “Secara klinis, penyakit ini dapat menimbulkan dua bentuk utama, yaitu *Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome* (HFRS) dan *Hantavirus Pulmonary Syndrome* (HPS), dengan gejala mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan berat,” terangnya.

    Allin meminta warga Kota Tangsel meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Hantavirus. Pasalnya, berdasarkan laporan global terbaru, terdapat temuan klaster kasus Hantavirus tipe HPS di kapal pesiar internasional yang berpotensi menyebabkan penyebaran lintas negara.

    Di Indonesia, kasus Hantavirus tipe HFRS telah dilaporkan di beberapa provinsi sejak tahun 2024 hingga 2026. Sementara itu, untuk tipe HPS belum pernah dilaporkan, namun tetap berpotensi terjadi sebagai kasus importasi.

    Oleh karena itu, Allin menuturkan, pihaknya memperkuat kewaspadaan melalui penguatan surveilans berbasis indikator maupun Surveilans Berbasis Kejadian melalui SKDR untuk memantau tren kasus ISPA, pneumonia, *Severe Acute Respiratory Infection* (SARI), serta sindrom demam dengan gejala tidak spesifik.

    “Kami juga meningkatkan deteksi dini di puskesmas dan rumah sakit melalui pendekatan surveilans penyakit infeksi emerging, serta koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam kesiapsiagaan penanggulangan penyakit,” tuturnya.

    Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Kota Tangsel juga menyiagakan fasilitas layanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas, untuk melakukan deteksi dini, penanganan awal, dan stabilisasi pasien.

    Selain itu, dilakukan penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan.

    Dinkes Tangsel juga menyiapkan ruang isolasi sementara di fasilitas pelayanan kesehatan, penguatan sistem rujukan ke rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan, serta koordinasi dengan laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen sesuai standar biosafety.

    Allin mengimbau masyarakat Kota Tangsel untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun atau *hand sanitizer*, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga daya tahan tubuh, mengontrol penyakit penyerta, serta menggunakan masker saat mengalami gejala sakit.

    “Masyarakat juga diminta menghindari kontak dengan tikus atau celurut beserta kotorannya, menutup akses masuk hewan pengerat ke dalam rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan pembersihan menggunakan metode pel basah apabila ditemukan jejak keberadaan tikus,” pungkasnya.

    Ia juga mengingatkan bagi pelaku perjalanan luar negeri agar mematuhi imbauan kesehatan di negara tujuan dan mengikuti informasi resmi melalui kanal Kementerian Kesehatan. (Red/*)

  • Dinkes Kota Tangsel Pastikan Layanan Kesehatan Optimal Selama Arus Mudik Lebaran 2026

    Dinkes Kota Tangsel Pastikan Layanan Kesehatan Optimal Selama Arus Mudik Lebaran 2026

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) siap siaga optimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat untuk mendukung arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026 masehi/1447 Hijriah.

    Kepala Dinkes Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pihaknya menyiagakan layanan puskesmas untuk melayani masyarakat periode libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026.

    “Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat serta potensi kejadian kegawatdaruratan selama periode Lebaran. Kami memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik Puskesmas maupun Rumah Sakit tetap melayani masyarakat selama masa Lebaran 2026,” katanya pada Senin (16/03/2026).

    Allin menerangkan, pelayanan kesehatan juga akan disiagakan melalui 6 posko pelayanan kesehatan disejumlah titik-titik strategis di Kota Tangsel. Di antaranya Posko Fly Over Ciputat, Pamulang Square, Muncul, Bintaro Sektor 7, Living World Alam Sutera dan German Centre. Posko beroperasi mulai tanggal 14-27 Maret 2026 dengan total dukungan 540 personil dan 84 unit ambulans.

    “Posko dibagi 2 dan 3 shift dimana pada tanggal 20 dan 21 Maret 3 shift dengan rincian 54 personil dan 6 unit ambulans sedangkan sisanya 2 shift dengan rincian 36 personil dan 6 unit ambulans,” terangnya.

    Dinas Kesehatan juga menyiapkan Puskesmas, Rumah Sakit dan PSC 119 agar tetap siaga termasuk penugasan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan dan posko Lebaran, selain itu ketersediaan alat kesehatan, obat-obatan serta bahan medis habis pakai juga dipastikan dalam kondisi tersedia.

    Untuk menjamin kesiapan pelayanan kesehatan, Dinkes Kota Tangsel melakukan koordinasi dan bersinergi dengan lintas sektor bersama TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Satpol PP, dan Instansi terkait lainnya dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Koordinasi dan komunikasi intensif terus dilakukan melalui pusat komando guna memastikan setiap kejadian dapat ditangani secara cepat dan tepat.

    “Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, menghindari aktivitas beresiko tinggi, mengikuti protokol kesehatan serta meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap bencana. Segera hubungi layanan gawat darurat PSC 119 atau nomor telepon 0813 2065 6119 apabila membutuhkan pertolongan kesehatan. Dengan kesiapsiagaan ini, Dinas Kesehatan berharap perayaan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, sehat dan lancar bagi seluruh masyarakat,” papar Allin.

    Selama periode libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 1447 H pelayanan Puskesmas disesuaikan dengan tetap mengutamakan layanan kegawatdaruratan.

    Berikut jadwal Puskesmas untuk libur dan cuti bersama:
    1. Tanggal 16-17 Maret 2026
    * Puskesmas non rawat inap buka jam 08.00 – 14.00 (Poli dan UGD)
    * Puskemas rawat inap buka 24 jam (Poli dan UGD)

    2. Tanggal 18 Maret 2026 (cuti bersama hari raya Nyepi)
    * Puskesmas non rawat inap buka pelayanan UGD jam 08.00 – 14.00
    * Puskesmas rawat inap buka pelayanan UGD 24 jam

    3. Tanggal 19 Maret 2026 (libur hari raya Nyepi)
    * Puskesmas non rawat inap Libur
    * Puskesmas rawat inap buka pelayanan UGD 24 jam

    4. Tanggal 20 Maret 2026 (cuti bersama Hari Raya Idulfitri)
    * Puskesmas non rawat inap buka pelayanan UGD jam 08.00 – 14.00
    * Puskesmas rawat inap buka pelayanan UGD 24 jam

    5. Tanggal 21-22 Maret 2026 (Hari Raya Idulfitri)
    * Puskesmas non rawat inap Libur
    * Puskesmas rawat inap buka pelayanan UGD 24 jam

    6. Tanggal 23-24 Maret 2026 (cuti bersama)
    * Puskesmas non rawat inap buka pelayanan UGD jam 07.30 – 14.00
    * Puskesmas rawat inap buka pelayanan UGD 24 jam

    7. Tanggal 25-28 Maret 2026
    * Puskesmas non rawat inap buka jam 07.30 – 14.00 (Poli dan UGD)
    * Puskemas rawat inap buka 24 jam (Poli dan UGD) (Red/*)

  • Dinkes Tangsel Uji Kandungan Pangan Takjil Puasa, Minimalisir Risiko Keracunan

    Dinkes Tangsel Uji Kandungan Pangan Takjil Puasa, Minimalisir Risiko Keracunan

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Dinas Kesehatan (Dinas) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan monitoring dan pengawasan terhadap keamanan pangan hidangan buka puasa atau takjil di sejumlah titik strategis di Kota Tangsel.

    Kepala Dinkes Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh petugas dari sejumlah puskesmas.

    “Untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan sehat, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan bersama UPTD Puskesmas se-Kota Tangerang Selatan melakukan monitoring dan pengawasan keamanan pangan di berbagai titik strategis wilayah Tangerang Selatan,” kata Allin pada Rabu (4/3/2026).

    Kegiatan monitoring tersebut, kata Allin, sebagai upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan menjamin kualitas pangan dan mencegah adanya warga risiko keracunan.

    “Langkah ini dilakukan guna menjamin kualitas pangan olahan siap saji serta mencegah risiko keracunan pangan. Petugas melaksanakan uji petik sampel takjil yang berpotensi tercemar, memastikan tidak adanya penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang,” papar Allin.

    Allin menuturkan, dalam monitoring tersebut Dinkes Kota Tangsel tak hanya lakukan uji petik sampel, tapi juga lakukan sosialisasi dan edukasi langsung ke para pedagang untuk menjaga pangan higienis dan terhindar dari paparan zat kimia berbahaya.

    “Kami edukasi pedangan untuk menjaga pangan selalu higienis dan tertutup, tempat berjualan bersih, tertata, dan jauh dari sumber limbah. Serta menggunakan wadah yang aman (food grade) bagi konsumen,” tuturnya.

    Dia berharap, melalui kegiatan tersebut dapat menjaga komitmen untuk menghadirkan ramadhan yang sehat, aman dan penuh berkah. (Red/*)

  • Optimalkan Layanan Kesehatan Masyarakat, Wali Kota Tangsel Resmikan ‘Ngider Sehat Premium’

    Optimalkan Layanan Kesehatan Masyarakat, Wali Kota Tangsel Resmikan ‘Ngider Sehat Premium’

    Mediakawasan.id, Pondok Aren – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie meresmikan program layanan kesehatan Ngider Sehat Premium dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 yang diinisiasi Dinas Kesehatan di Pondok Aren, Kamis, (27/11/2025).

    Program Ngider Sehat itu merupakan salah satu program andalan Dinas Kesehatan Kota Tangsel yang sudah berjalan sejak 2021 sebagai aksi jemput bola melayani kesehatan masyarakat. Petugas 1 Bidan dan 1 perawat datang langsung ke rumah warga untuk berikan layanan kesehatan.

    Kini, program tersebut di-upgrade menjadi Ngider Sehat Premium dengan penambahan 1 orang dokter dan dilengkapi dengan mobil yang dilengkapi berbagai alat kesehatan.

    Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, program layanan kesehatan harus dapat nenjangkau ke seluruh masyarakat.

    “Saya menekankan juga pada pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Kalau mengobati itu berarti orang udah sakit, kita usahakan mencegah untuk orang tidak sakit, ini kaitannya dengan perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Benyamin.

    Benyamin menuturkan, adanya Program Ngider Sehat Premium yang di-launching Dinkes Kota Tangsel semakin melengkapi fasilitas layanan kesehatan masyarakat.

    “Fasilitas yang kita miliki selain 35 puskesmas, kita juga memiliki layanan Ngider Sehat yang sekarang sudah ditingkatkan menjadi Ngider Sehat Premium. Kita siapkan armada Ngider Sehat Premium, di dalamnya ada alat USG, ESG, dan lainnya,” tutur Benyamin.

    Benyamin berharap, hadirnya layanan Ngider Sehat Premium serta armada Promosi Kesehatan Dinkes Tangsel, dapat memberikan layanan kesehatan optimal untuk masyarakat, baik kuratif, preventif dan promotif.

    “Pelayanan kesehatan gratis, tidak dipungut biaya karena sudah dibiayai oleh APBD Kota Tangsel,” ungkapnya. (Red/*)

  • Menjelang Musim Penghujan, Dinkes Tangsel Minta Masyarakat Waspada DBD

    Menjelang Musim Penghujan, Dinkes Tangsel Minta Masyarakat Waspada DBD

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menghimbau masyarakat waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) menjelang musim penghujan.

    Kepala Dinkes Kota Tangsel dr. Allin Hendallin Mahdaniar mengatakan, update data kasus DBD hingga Agustus 2025 ini terdapat 400 lebih.

    “Data penularan kasus DBD di Kota Tangerang Selatan dari tanggal 01 Januari s.d 22 Agustus Tahun 2025 yaitu sebanyak 487 kasus dengan tidak ada kematian sedangkan kasus DBD Januari s.d Desember tahun 2024 sebanyak 754 kasus dengan tidak ada kematian,” kata Allin dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 22 Agustus 2025.

    Allin menjelaskan, berkaca pada catatan penularan DBD pada 2024, tren peningkatan penularan DBD terjadi di bulan Oktober sampai dengan Mei 2025.

    Sementara kasus DBD tertinggi pada 2025 terdapat di Kecamatan Pondok Aren dengan 112 kasus dan kasua DBD terendah terdapat di Kecamatan Setu dengan 41 kasus.

    “Sedangkan untuk kasus DBD kelurahan tertinggi terdapat di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Serua Indah, Kelurahan Pondok Pucung, dan Kelurahan Kedaung dengan 20 kasus DBD. Sementara kelurahan dengan kasus terendah yakni Kelurahan Buaran, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Ciputat, dan Setu dengan 2 kasus, Kelurahan Paku Alam 1 kasus dan Kelurahan Pakulonan tidak ada kasus DBD,” papar Allin.

    Sebagai upaya pengendalian DBD meliputi pencegahan dan pemutusan rantai penularan, Dinkes Kota Tangsel telah melakukan berbagai program. Mulai dari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 M plus dengan program Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, serta penyemprotan fogging di wilayah terjadi penularan.

    “Pemutusan rantai penularan DBD ini perlu kolaborasi dan komitmen kita semua, pemerintah dan juga masyarakat. Cara paling mudah seperti menguras, mendaur ualng dan menghindari gigitan nyamuk. Serta menjadi penggerak Gerakan 1 rumah 1 jumantik di rumahnya masing-masing,” ajak Allin. (Red/*)

  • Momentum Kemerdekaan, Dinkes Tangsel Perkuat Kekompakan dan Kolaborasi

    Momentum Kemerdekaan, Dinkes Tangsel Perkuat Kekompakan dan Kolaborasi

    Mediakawasan.id, SETU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dengan semarak berbagai lomba.

    Kepala Dinkes Kota Tangsel dr. Allin Hendallin Mahdaniar mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap peringatan HUT RI.

    Menurutnya, perlombaan tersebut menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan kekompakan keluarga besar Dinas Kesehatan Kota Tangsel.

    “Ini adalah dalam rangka kita mempererat persaudaraan, mempererat kekompakan, kemudian juga untuk kebersamaan dan tentunya adalah juga untuk meningkatkan sportivitas dan semangat,” kata Allin.

    dr. Allin menjelaskan, perlombaan itu dilaksanakan sepekan sebelum peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

    Ada berbagai perlombaan yang digelar, mulai dari lomba badminton, tenis meja dan fun game seperti lomba balap karung, lomba makan kerupuk, tarik tambang, dan lomba lainnya yang diikuti ratusan tenaga kesehatan dan pegawai di Dinkes Kota Tangsel.

    “Kegiatan yang kita lakukan dengan penuh kegembiraan dan tentunya untuk memupuk kebersamaan dan persatuan,” ungkap Allin.

    Allin menjelaskan, perlombaan peringatan Kemerdekaan Indonesia itu diikuti oleh ratusan peserta perwakilan dari 35 Puskesmas, 2 Unit Pelaksana Teknis, Farmasi dan 3 Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangsel.

    Allin berharap, gelaran lomba peringatan Kemerdekaan Indonesia itu tak sekadar euforia, tetapi dapat dijadikan momentum meningkatkan gotong royong dan ke kompakan.

    “Dengan semangat kemerdekaan ini teman-teman bisa terus melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Tentunya selalu menjaga semangatnya, kebersamaan dan kolaborasi juga kerjasamanya makin meningkat,” harapnya. (Red/*)

  • Kick Off Cek Kesehatan Gratis, Siswa SMAN 6 Tangsel Senang Bisa Update Kondisi Kesehatan

    Kick Off Cek Kesehatan Gratis, Siswa SMAN 6 Tangsel Senang Bisa Update Kondisi Kesehatan

    Mediakawasan.id, Pamulang – Ribuan siswa SMAN 6 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) antusias mengikuti Kick Off Cek Kesehatan Gratis Sekolah, Senin, 4 Agustus 2025.

    Program Cek Kesehatan Gratis itu dibuka langsung oleh Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Hasbi, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi, dan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.

    Dalam Cek Kesehatan Gratis itu, Pemerintah Kota Tangsel mengerahkan ratusan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Pamulang.

    Salah satu siswa SMAN 6 Kota Tangsel Kilau Kejora Awahita mengaku, senang adanya kegiatan Cek Kesehatan Gratis di sekolahnya itu.

    “Seneng sih, jadi tahu soal tinggi badan, tensinya berapa terus segala macam tentang kesehatan kita jadi tahu yanng di dalam diri kita ada apa aja,” katanya.

    Kilau menuturkan, ada banyak pemeriksaan kesehatan yang dia ikuti. Mulai dari tensi darah, tinggi badan, kesehatan mata, tinggi, telinga, hidung dan lainnya.

    Dia berharap, program Cek Kesehatan Gratis yang disediakan oleh Pemerintah Kota Tangsel khususnya, dapat dilaksanakan lagi.

    “Jujur sih pengen ada lagi (cek kesehatan gratis-red), karena ini gratis dan kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,” ungkapnya.

    Hal senada diungkapkan siswa lainnya, Elok Albania Diyas. Dia mengaku, sempat merasa takut lantaran menghadapi jarum suntik.

    “Pertamanya takut, karena bakal di suntik. Tapi ternyata nggak disuntik, cuma dicek darah, sakitnya pas ditusuk doang abis itu udah nggak sakit lagi,” ungkapnya.

    Elok beruntung bisa mendapatkan Cek Kesehatan Gratis itu sehingga dirinya mengetahui kondisi kesehatan saat ini.

    “Setelah diperiksa aku seneng, karena aku jadi tahu, aku punya keluhan apa dan aku harus cek lebih lanjut dikeluhan apa. Ternyata mata aku minus dan aku harus cek ke dokter mata. Tadi aku didagnosa depresi ringan mungkin karena suka tidur terlalu malam,” terangnya. (Red/*)

  • Pemkot Tangsel Perkuat Peran Kader Posyandu, Jadi Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat

    Pemkot Tangsel Perkuat Peran Kader Posyandu, Jadi Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat

    Mediakawasan.id, Serpong – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) perkuat peran kader posyandu menjadi garda terdepan untuk mengingatkan pentingnya kesehatan di masyarakat.

    Penguatan peran kader posyandu itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Tangsel melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam rangka Peningkatan Posyandu Aktif tahun 2025 di Aula Kecamatan Serpong, Rabu, (16/07/2025).

    Kegiatan itu diikuti oleh puluhan kader Posyandu di Kecamatan Serpong dan turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan dan Anggota DPRD Kota Tangsel Badrussalam.

    Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, penguatan peran posyandu itu perlu dilakukan agar mampu memetakan kerawanan penyakit di masyarakat.

    “Supaya para kader ini bisa membantu kami di Dinas Kesehatan untuk mensosialisasikan ke masyarakat dan yang kedua untuk mengawasi, lalu yang ketiga untuk mendapatkan informasi dari masyarakat apabila ada masyarakat yang sakit dan lain sebagainya. Potensi kerawanan ini harus dipetakan supaya di Kecamatan Serpong ini tidak ada penyebaran-penyebaran seperti DBD, TBC, dan juga penyakit lain,” kata Pilar usai kegiatan.

    Menurutnya, kader Posyandu memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di masyarakat. Dengan kekhasan budaya Indonesia yang guyub, sosialisasi kesehatan ke masyarakat jadi lebih mudah dilakukan kader Posyandu.

    “Dengan budaya Indonesia yang guyub yang sama-sama bergerak membantu masyarakat, saling membantu. Ya ini yang kita gelorakan kepada kader Posyandu, supaya mereka perannya lebih strategis lagi. Kita bantu, terus fasilitasi dan kita juga terus angkat mereka menjadi partner bagi pemerintah daerah,” papar Pilar.

    Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar. Menurutnya, kader Posyandu saat ini dituntut memiliki pemahaman 25 kompetensi dasar posyandu.

    “Jadi 25 kompetensi dasar ini adalah terbagi dalam 5 kelompok. Kelompok pertama adalah untuk pengelolaan posyandu, kemudian nanti untuk ibu hamil, sampai nanti lansia. Jadi kader posyandu ini harus bisa melakukan pelayanan terhadap satu siklus kehidupan. Jadi dari mulai ibu hamil sampai lansia,” terang Allin.

    Allin menerangkan, nantinya para kader posyandu di Kota Tangsel tak hanya menjalankan pelayanan kepada balita, tapi juga ke remaja hingga lansia.

    “Oleh karena itu, kita harus meningkatkan terus keterampilannya mulai dari pengadministrasian sampai cara pelayanannya,” terangnya.

    Pentingnya peran posyandu sebagai garda depan kesehatan masyarakat, Dinkes Kota Tangsel memberi motivasi para kader agar tetap semangat mulai dari pemberian insentif hingga pembekalan keilmuan.

    “Para kader posyandu ini kami berikan insentif, kemudian juga BPJS Ketenagakerjaan yang dicover sama pemerintah daerah dan peningkatan kompetensi. Artinya mereka pada saat menjadi kader itu kita bekali juga ilmunya. Sehingga menjadi kader yang memang berisi secara keilmuannya,” pungkasnya. (Red/*)

  • Dinkes Tangsel Gelar Cek Kesehatan Gratis: Sasar Wartawan dan Masyarakat

    Dinkes Tangsel Gelar Cek Kesehatan Gratis: Sasar Wartawan dan Masyarakat

    Mediakawasan.id, Serpong – Upaya peningkatan kesadaran pentingnya kesehatan kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Cek Kesehatan Gratis dan Diskusi di Gedung Layanan Informasi, Rawa Buntu, Serpong, Jumat, (11/07/2025).

    Cek Kesehatan Gratis itu kolaborasi dengan PWI Tangsel melibatkan petugas dari Puskesmas Rawa Buntu dan Puskesmas Lengkong Wetan yang diikuti antusias oleh wartawan dan masyarakat yang ada sekitar Gedung Layanan Informasi.

    Kepala Dinkes Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di masyarakat tak bisa dilakukan hanya satu pihak, tapi harus dilakukan dengan kolaborasi multi pihak.

    “Kita sadar betul pada saat ingin mewujudkan masyarakat dan sehat itu pilihan, tentunya tidak bisa dilakukan satu sektor saja, tapi media adalah bagian dari pilar yang harus kita gandeng untuk edukasi bersama ke masyarakat,” tutur Allin.

    Selain Cek Kesehatan Gratis, Dinkes Kota Tangsel juga gelar Diskusi Sehat ‘Deteksi Dini TBC dan DBD untuk Wartawan Sehat’.

    Dalam diskusi tersebut, Allin memaparkan program prioritas Pemkot Tangsel dalam Layanan Kesehatan. Seperti Program RW Bebas TBC dan RW Bebas Jentik.

    Saat ini, kata Allin, hampir 50 persen dari target pembentukan RW Bebas TBC di 54 kelurahan di Kota Tangsel.

    “Di lingkungan RW yang dideklarasikan RW Bebas TBC ini, semua masyarakatnya harus teredukasi tentang TBC mulai dari gejala, pencegahan, hingga penanganan. Bahkan berperan meminimalisir stigma kepada penderita TBC dengan keguyuban masyarakat di lingkungan RW tersebut,” papar Allin.

    Soal RW Bebas Jentik, Allin menjelaskan, program tersebut sebagai upaya untuk memberantas penyebaran jentik-jentik nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya di lingkungan warga dengan melibatkan peran dari masyarakat di lingkungan.

    Sementara itu, Ketua PWI Tangsel Ahmad Eko Nursanto mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan perdana kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tangsel untuk cek kesehatan wartawan dan warga.

    “Program Cek Kesehatan Gratis ini bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan teman-teman wartawan di Kota Tangsel,” kata Eko. (Red/*)

  • PWI Tangsel dan Dinkes Tangsel Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Diskusi Deteksi TBC

    PWI Tangsel dan Dinkes Tangsel Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Diskusi Deteksi TBC

    Mediakawasan.id, Serpong – Deteksi Dini TBC dan DBD, PWI Tangsel dan Dinkes Tangsel Kolaborasi Gelar Cek Kesehatan Gratis

    Peduli Kesehatan Wartawan, PWI Tangsel dan Dinkes Gelar Cek Kesehatan Gratis

    TANGSEL – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Dinas Kesehatan Kota Tangsel menggelar Cek Kesehatan Gratis dan Diskusi Sehat di Gedung Layanan Informasi, Rawa Buntu, Serpong, Jumat, 11 Juli 2025.

    Cek Kesehatan Gratis itu melibatkan petugas dari Puskesmas Rawa Buntu dan Puskesmas Lengkong Wetan yang diikuti antusias oleh wartawan dan masyarakat yang ada sekitar Gedung Layanan Informasi.

    Ketua PWI Tangsel Ahmad Eko Nursanto mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan perdana kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tangsel untuk cek kesehatan wartawan dan warga.

    “Program Cek Kesehatan Gratis ini bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan teman-teman wartawan di Kota Tangsel,” kata Eko.

    Eko menerangkan, selain Cek Kesehatan Gratis, pihaknya juga menggelar Diskusi Sehat dengan tema ‘Deteksi Dini TBC dan DBD untuk Wartawan Sehat’.

    “Dalam diskusi ini, teman-teman wartawan bisa menanyakan langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin terkait program prioritas kesehatan Pemkot Tangsel,” terang Eko.

    Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar. Dia menuturkan, wartawan dan media memiliki peran penting untuk membantu edukasi kesehatan kepada masyarakat.

    “Kita sadar betul pada saat ingin mewujudkan masyarakat dan sehat itu pilihan, tentunya tidak bisa dilakukan satu sektor saja, tapi media adalah bagian dari pilar yang harus kita gandeng untuk edukasi bersama ke masyarakat,” tutur Allin.

    Allin menerangkan, soal pencegahan dan penanganan penyakit kesadaran publik pun harus diupayakan hingga tumbuh kesadaran dari dalam diri masyarakat akan kesehatan.

    “Mudah-mudahan ini jadi agenda rutin, paling nggak persemester karena akan ada cerita lainnya ke temen-temen yang akan dibagi dan bisa disampaikan ke masyarakat,” terangnya.

    Sudin, salah satu peserta cek kesehatan gratis menerangkan, bahwa kolaborasi sehat antara PWI Tangsel dan Dinkes Tangsel memberikan dampak baik bagi para temen-temen jurnalis.

    Menurutnya, cek kesehatan yang dilakukan ini meningkatkan kepedulian bagi diri sendiri untuk lebih memperhatikan pola hidup sehat.

    “Alhamdulillah ini kolaborasi yang bagus, kita jadi bisa aware atau waspada terhadap kesehatan kita. Ini harus terus dilakukan secara berkala, biar kita sehat dan bugar dalam memberikan berita terbaik untuk masyarakat,” tambahnya.

    Senada diungkapkan, Ashriati. Wartawan perempuan itu bilang adanya cek kesehatan gratis ini, dirinya menjadi tahu tentang kesehatannya.

    “Semoga ini jadi agenda rutin agar bisa memastikan kesehatan kita di tengah aktivitas liputan di lapangan,” tutupnya. (Red/*)