Tag: Benyamin Davnie

  • Hadiri HUT ke-13 Paroki Alam Sutera, Benyamin: Simbol Toleransi dan Penggerak Ekonomi Lokal

    Hadiri HUT ke-13 Paroki Alam Sutera, Benyamin: Simbol Toleransi dan Penggerak Ekonomi Lokal

    Mediakawasan.id, Serpong Utara – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, memberikan apresiasi tinggi terhadap Paroki Alam Sutera yang merayakan Hari Ulang Tahun ke-13 pada Minggu (19/01/2025).

    Dalam sambutannya, Benyamin menyampaikan ucapan selamat sekaligus menggarisbawahi peran penting Paroki sebagai wadah persatuan, harmoni solidaritas sosial, pengembangan masyarakat, dan penggerak ekonomi lokal.

    “Paroki sudah berjuang dengan segala kegiatannya, tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga wadah solidaritas sosial yang mendukung pengembangan dan pembangunan daerah, serta semangat tinggi menjunjung toleransi,” ujarnya.

    Yang menarik dari perayaan ini, Paroki Alam Sutera melibatkan pelaku UMKM dari Kelurahan Pakulonan, menciptakan sinergi antara komunitas rohani dan masyarakat lokal.

    Upaya ini diapresiasi sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah melibatkan pelaku UMKM dari daerah Kelurahan Pakulonan dalam kegiatan ini,” ucap Benyamin.

    Selain memberikan ruang bagi UMKM, perayaan ini juga menjadi sarana memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat yang beragam.

    Benyamin menekankan pentingnya harmoni dan kolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan inklusif di Tangerang Selatan.

    “Kami percaya Paroki memiliki peran penting strategi dalam mengembangkan perekonomian, meningkatkan kapabilitas di masyarakat, dan membangun ketahanan yang kondusif,” kata dia. (Red/*)

  • Pemkot Tangsel Raih Penghargaan Kota Peduli HAM, Benyamin: Bukti Nyata Perlindungan Hak Warga

    Pemkot Tangsel Raih Penghargaan Kota Peduli HAM, Benyamin: Bukti Nyata Perlindungan Hak Warga

    Mediakawasan.id, SERANG – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dengan meraih penghargaan sebagai Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian HAM RI.

    Kepala Kanwil Kemenkum Banten, R. Natanegara Kartika Purnama menjelaskan, pemberian penghargaan di bidang Hak Asasi Manusia adalah bentuk apresiasi atas dedikasi, komitmen, dan perjuangan Pemerintah Daerah yang telah berkolaborasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, dalam memperjuangkan hak-hak dasar setiap individu.

    “Ini merupakan hasil penilaian sepanjang tahun 2024 yang yang telah dilakukan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia, yang sebelumnya Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia”, ujarnya.

    Penghargaan prestisius ini diserahkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Banten, A. Damenta dan diterima langsung oleh Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, dalam acara yang berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, pada Rabu (08/01/2025).

    Benyamin menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan hanya sebuah pengakuan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus memberikan pelayanan berbasis HAM bagi seluruh masyarakat Kota Tangsel.

    “Penghargaan ini adalah bukti dari kerja keras semua pihak di Tangsel dalam memastikan perlindungan hak-hak masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan bagi kelompok rentan,” ujarnya.

    Kota Tangerang Selatan telah meraih penghargaan ini sejak tahun 2016 lalu. Hal itu menandakan komitmen tegas yang dipertahankan oleh pemerintah daerah setempat.

    Penghargaan Kota Peduli HAM diberikan kepada daerah yang telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan peran dan tanggung jawab dalam penghormatan, perlindungan, pemenuhan penegakan dan pemajuan HAM.

    Adapun indikator penilaian dalam penghargaan ini yaitu hak atas bantuan hukum, hak atas informasi, hak turut serta dalam pemerintahan, hak atas kependudukan, hak atas keberagaman dan pluralisme.

    Tidak hanya itu, indikator lainnya yang dinilai adalah terpenuhinya hak ekonomi, sosial dan budaya, hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak atas pekerjaan, hak atas atas lingkungan yang baik dan sehat, hak atas perumahan yang layak, serta hak perempuan dan anak.

    Tangsel dinilai berhasil memenuhi berbagai kriteria tersebut, termasuk melalui program-program inovatif yang mendukung kesejahteraan masyarakat, seperti pendidikan inklusif dan layanan kesehatan yang merata.

    “Ke depan, Pemkot Tangsel akan terus berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan penguatan nilai-nilai HAM di tengah masyarakat. Ini penting agar Tangsel tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga menjadi kota yang manusiawi,” tambah Benyamin. (Red/*)

  • Walikota Tangsel Benyamin Davnie Fokus Tingkatkan Daya Beli Masyarakat dan Kebersihan Lingkungan melalui Dana Kelurahan

    Walikota Tangsel Benyamin Davnie Fokus Tingkatkan Daya Beli Masyarakat dan Kebersihan Lingkungan melalui Dana Kelurahan

    Mediakawasan.id, Ciputat – Dalam wawancara eksklusif, Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengungkapkan rencana strategis untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan kebersihan lingkungan pada tahun 2025.

    Fokus utama kebijakan ini adalah optimalisasi penggunaan dana kelurahan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Menurut Benyamin, alokasi dana kelurahan yang sebelumnya lebih banyak digunakan untuk pelatihan pemberdayaan masyarakat kini akan dialihkan.

    “Dana kelurahan akan dimanfaatkan untuk kegiatan gotong royong yang melibatkan masyarakat, terutama mereka yang berada di garis kemiskinan. Para peserta akan diberi upah sebagai bentuk penghargaan sekaligus untuk mendongkrak daya beli mereka,” ujarnya.

    Dana kelurahan yang dianggarkan sebesar Rp600 juta per kelurahan akan dibagi sesuai kebutuhan.

    Sebagian dana akan dialokasikan untuk pembelian barang modal, seperti mesin potong rumput, sementara sisanya digunakan untuk upah peserta gotong royong.

    “Proporsi pembagiannya bisa 60-40 persen atau 35-65 persen, tergantung kebutuhan di masing-masing kelurahan. Jadwal gotong royong akan ditentukan oleh Lurah, baik pada minggu pertama atau kedua setiap bulannya,” jelas Benyamin.

    Program ini diharapkan menghasilkan dua dampak positif sekaligus: meningkatnya daya beli masyarakat melalui pemberian upah, serta lingkungan yang lebih bersih dan terawat.

    Selain inovasi dalam penggunaan dana kelurahan, Benyamin menegaskan pentingnya perbaikan administrasi, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban.

    Ia berharap penataan ini dapat menciptakan tata kelola keuangan yang lebih baik dan transparan.

    Terkait isu sampah, Benyamin menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil ekspos dari panitia pelelangan.

    “Masalah sampah ini tetap menjadi prioritas, dan kami berharap ada solusi konkret setelah proses lelang selesai,” tambahnya.

    Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Benyamin optimis bahwa kebijakan ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tangerang Selatan.

    “Melalui gotong royong yang produktif, kami tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara ekonomi,” pungkasnya.

    Langkah inovatif ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mengoptimalkan dana publik untuk kesejahteraan masyarakat.

    Program yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat kecil ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan dana kelurahan. (Red/*)

  • Benyamin Ajak Warga Tangsel Sambut Tahun Baru 2025 dengan Dzikir dan Doa Bersama

    Benyamin Ajak Warga Tangsel Sambut Tahun Baru 2025 dengan Dzikir dan Doa Bersama

    Mediakawasan.id, Pamulang – Dalam suasana penuh khidmat, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memimpin acara dzikir dan doa menyambut pergantian tahun 2024 menuju tahun 2025 di Masjid Daarul Hikmah, Pamulang Barat, Selasa (31/12/2024).

    Dalam acara yang dihadiri ratusan warga, Benyamin mengajak masyarakat untuk memaknai pergantian tahun dengan kegiatan yang bermanfaat. Ia menyoroti pentingnya dzikir dan doa sebagai cara untuk membawa keberkahan, dibandingkan perayaan yang hanya bersifat duniawi.

    “Kalau kita hanya membakar kembang api, yang menikmatinya hanya orang-orang di radius 100-200 meter saja. Tapi dzikir dan doa kita bersama ini akan tembus ke langit, langsung sampai kepada Allah SWT. Inilah yang benar-benar kita butuhkan dan mudah-mudahan membawa kebaikan bagi kita semua,” ujarnya.

    Acara dzikir dan doa ini, menurut Benyamin, adalah salah satu wujud nyata implementasi motto Kota Tangerang Selatan: Cerdas, Modern, dan Religius. Ia mengajak masyarakat untuk memaknai pergantian tahun dengan cara yang lebih positif dan bermanfaat.

    Dalam kegiatan yang dihadiri oleh ratusan warga, alim ulama, serta tokoh masyarakat, Benyamin menekankan pentingnya spiritualitas sebagai fondasi pembangunan SDM.

    Ia menyebut bahwa pembangunan infrastruktur seperti jalan, sekolah, dan fasilitas umum hanya akan optimal jika diimbangi dengan penguatan karakter dan akhlak masyarakat.

    “Kita tidak memiliki emas di bawah tanah, tidak ada batubara, tidak ada hutan atau garis pantai. Tapi kita memiliki kekayaan yang jauh lebih berharga, yaitu sumber daya manusia. Inilah yang membuat Tangerang Selatan kaya dan ini adalah anugerah Tuhan yang harus kita kelola dengan baik di tengah peradaban yang rawan penyimpangan ini,” kata dia.

    Kegiatan tersebut juga menjadi momen penghargaan bagi generasi muda yang berprestasi.

    Dalam kesempatan itu, Benyamin menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan. Ia mengapresiasi karya-karya para peserta yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mengandung nilai-nilai keagamaan.

    Benyamin mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Ia percaya bahwa dengan keseimbangan antara pembangunan fisik dan spiritual, Tangerang Selatan akan menjadi kota yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat. (Red/*)

  • Angka Harapan Hidup di Tangsel Tembus 75,64 Tahun, Lebih Tinggi dari Rata-Rata Nasional

    Angka Harapan Hidup di Tangsel Tembus 75,64 Tahun, Lebih Tinggi dari Rata-Rata Nasional

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Kota Tangerang Selatan kembali mencatatkan kemajuan di bidang pembangunan manusia. Pada tahun 2023, Angka Harapan Hidup (AHH) di kota ini mencapai 75,64 tahun, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 73,93 tahun.

    Pencapaian ini tidak hanya lebih tinggi dibandingkan angka nasional, tetapi juga menunjukkan tren positif dari tahun-tahun sebelumnya.

    Pada 2021, angka harapan hidup Tangsel tercatat 75,16 tahun, meningkat menjadi 75,40 tahun pada 2022, sebelum akhirnya mencapai rekor tertinggi pada 2023.

    Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), perhitungan indikator angka atau umur harapan hidup kini menggunakan data Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020).

    Dengan capaian ini, masyarakat Tangerang Selatan memiliki kemampuan bertahan hidup hingga usia 75 atau 76 tahun, salah satu yang tertinggi di Indonesia.

    Apa Itu Angka Harapan Hidup?

    Angka harapan hidup adalah perkiraan rata-rata tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak lahir, dengan asumsi kondisi kematian saat ini tetap sama. Indikator ini mencerminkan kualitas kesehatan dan akses pelayanan medis di suatu wilayah.

    Angka harapan hidup juga merupakan salah satu indikator penting dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

    Sementara, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indikator komposit yang digunakan untuk mengukur tingkat pembangunan di suatu wilayah.

    IPM mencakup tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

    Meskipun tidak dapat mengukur seluruh aspek pembangunan manusia, IPM menjadi tolok ukur penting dalam memahami kemampuan dasar masyarakat di suatu wilayah.

    Tingginya angka atau umur harapan hidup ini juga tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat, dan diikuti dengan kampanye pola makan sehat.

    Selain kesadaran individu, keberadaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai menjadi faktor pendukung utama.

    Dengan begitu, kualitas dan kuantitas fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, serta akses terhadap layanan media yang mudah menjadi indikator dalam peningkatan angka harapan hidup ini. (Red/*)

  • Gerimis Tak Surutkan Ribuan Peserta Meriahkan Tangsel Color & Bubble Run 2024

    Gerimis Tak Surutkan Ribuan Peserta Meriahkan Tangsel Color & Bubble Run 2024

    Mediakawasan.id, SERPONG – Ribuan peserta yang berasal dari berbagai wilayah sejak subuh memadati lokasi tempat berlangsungnya Tangsel Color & Bubble Run yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

    Meski langit mendung dan gerimis mengiringi acara, antusiasme warga Tangerang Selatan tetap tinggi, menjadikan gelaran ini penuh warna, semangat, dan kegembiraan.

    Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, membuka acara dengan penuh semangat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang antusias mengikuti acara ini.

    “Gerimis pagi ini tidak menjadi halangan kita untuk lari dan bersenang-senang. Tangsel Color & Bubble Run adalah wujud kebersamaan dan kebahagiaan warga Tangsel di HUT ke-16 tahun ini,” ujar Benyamin, pada Minggu (15/12/2024).

    Para peserta menyelesaikan race course sepanjang 5 kilometer disertai dengan semburan holi powder, semburan bubble, hingga hujan confetti di garis finish. Suasana semakin hidup dengan iringan musik dari DJ yang menghibur para pelari dan keluarga yang hadir.

    Romi, salah satu peserta asal BSD yang datang mengikuti acara Tangsel Color & Bubble Run 2024 ini bersama keluarganya.

    “Happy banget saya bersama keluarga, bisa berkumpul dengan keluarga, lari bareng dengan keluarga,” katanya sambil tersenyum lebar.

    Hal senada juga disampaikan oleh Zahra, peserta asal Jakarta Selatan yang berharap agar acara ini tidak hanya diadakan tahun ini saja.

    “Seru banget sih hari ini, banyak juga pesertanya, nggak expect kalau sebanyak ini yang pasti seru. Tahun depan semoga diperbanyak ya event-event kaya gini di seluruh Indonesia lah kalau bisa, diperbanyak lagi pesertanya biar lebih seru,” ujar Zahra.

    Peserta lain, pasangan Novi dan Teguh dari Bintaro, juga berbagi kesannya tentang acara yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia ini.

    “Kegiatan hari ini seru banget, full bubble, pokoknya seru banget deh. Kalau bisa, (tahun depan diadakan) wilayah larinya diperluas ya,” ujar Novi ditimpal oleh Teguh.

    Bahkan, mereka berdua dengan penuh semangat mengungkapkan keinginannya untuk kembali berpartisipasi tahun depan jika Tangsel Color & Bubble Run ini diselenggarakan lagi.

    “Kalau tahun depan ada lagi, ikut dong, pasti,” ujar Novi sambil tertawa. (Red/*)

  • Digelar Meriah, Tangsel Sejiwa Fest Ke-4 Jadi Puncak HUT Kota Tangsel ke-16

    Digelar Meriah, Tangsel Sejiwa Fest Ke-4 Jadi Puncak HUT Kota Tangsel ke-16

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Merayakan HUT Ke-16 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kembali menggelar Tangsel Sejiwa Festival Ke-4. Bertempat di Lapangan Sunburst BSD, Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangsel Sejiwa Festival digelar meriah dengan menampilkan berbagai industri kreatif.

    Ditemui usai meresmikan Tangsel Sejiwa Festival, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menjelaskan perihal terkait.

    “Sore hari ini saya meresmikan kegiatan Tangsel Sejiwa Fest yang ke-4, artinya sudah selama 4 tahun sampai dengan hari ini kita menyelenggarakan kemeriahan ulang tahun Tangerang Selatan yang ke-16 tahun. Ini adalah wadah bagi pelaku ekonomi kreatif, bagi para penggiat, bagi para komunitas anak anak muda. Jadi selain adanya tampilan bazar kuliner, mainan anak anak, komunitas reptil dan lain sebagainya. Mulai nanti malem sampai besok akan dimeriahkan oleh artis,” papar Benyamin.

    Agar lebih meriah, Benyamin berharap agar seluruh warga Tangsel hadir memeriahkan Tangsel Sejiwa Festival.

    “Harapan saya masyarakat Tangsel bisa hadir di tempat ini dan ikut memeriahkan ulang tahun kotanya. Ini tidak ada biaya, jadi silahkan seluruh masyarakat Tangsel turut hadir, memeriahkan Tangsel Sejiwa Fest, harapan saya juga Tangsel Sejiwa yang ke-5 lebih meriah lagi,” tutup Benyamin. (Red/*)

  • Benyamin Dorong Orchid Festival Jadi Agenda Tahunan untuk Promosi Tangsel

    Benyamin Dorong Orchid Festival Jadi Agenda Tahunan untuk Promosi Tangsel

    Mediakawasan.id, PONDOK AREN– Tangsel Orchid Festival 2024 resmi ditutup dengan penuh antusiasme pada Minggu (08/12/2024). Acara ini menampilkan keindahan anggrek dari berbagai kota di Indonesia, seperti Bandung, Malang, dan Pekanbaru, menjadikan eksibisi ini berkelas nasional.

    Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menyoroti pentingnya festival ini untuk diselenggarakan setiap tahun dan menjadi ajang dalam mempromosikan Tangsel ke kancah nasional.

    “Tangsel Anggrek Festival ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk mendukung kreativitas, kemudian juga sekaligus mempromosikan potensi Kota Tangerang Selatan di bidang flora,” ujar Benyamin saat menutup langsung kegiatan yang diselenggarakan pada 4-8 Desember 2024 di BXC Bintaro Exchange.

    Acara yang digelar oleh Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) DPC Tangerang Selatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, dan Komisi 2 DPRD Tangsel.

    Kolaborasi ini, menurut Benyamin, menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota.

    Benyamin menegaskan bahwa festival ini tidak hanya bertujuan untuk memamerkan keindahan anggrek tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Tangsel.

    “Kita harus memanfaatkan potensi ini untuk memperkenalkan produk-produk lokal seperti batik bermotif anggrek, bonsai, dan makanan khas Tangsel ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

    Untuk masa depan, Benyamin mengusulkan festival ini menjadi agenda tahunan yang lebih besar dengan mengundang komunitas anggrek dari seluruh Indonesia.

    Festival ini juga menyuarakan komitmen Tangsel untuk terus berkembang menjadi kota yang ramah lingkungan dan inovatif.

    “Orchid Festival ini membawa pesan bahwa Tangsel sedang berbenah menuju kota yang lebih baik, lebih hijau, dan lebih berdaya saing,” tuturnya. (Red/*)

  • Fokus Pengendalian DBD: Pemkot Tangsel Perkuat Kolaborasi Menuju Lingkungan Bebas Jentik

    Fokus Pengendalian DBD: Pemkot Tangsel Perkuat Kolaborasi Menuju Lingkungan Bebas Jentik

    Mediakawasan.id, SETU – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengajak masyarakat perkuat kolaborasi menuju lingkungan bebas jentik.

    Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie dalam Rapat Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) yang diadakan di Aula Kantor Kelurahan Bakti Jaya, pada Jumat (6/12/2024).

    “Kita sepakat bahwa penyakit yang menular harus kita kendalikan, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD),” ujarnya.

    Pengendalian DBD menjadi prioritas nasional karena menjadi salah satu penyakit menular di Kota Tangsel. Menurut Benyamin, penularan penyakit tersebut telah mencapai angka 700 kasus.

    “Meskipun tidak ada kasus kematian, tetapi kita harus terus tekankan agar tidak bertambah,” lanjutnya.

    Oleh karena itu, Benyamin mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan masing-masing. Salah satunya dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

    “Langkah pertama yang dibutuhkan adalah gerakan dan kesadaran semua elemen masyarakat,” ucap Benyamin.

    Lebih lanjut, Benyamin mengatakan bahwa kader-kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dibantu dengan kader kesehatan lainnya, perlu berkontribusi dalam menekan tingkat DBD di Tangsel.

    “Kader-kader Jumantik di wilayah Tangsel total ada 20 ribu, mudah-mudahan semuanya aktif dalam mendukung pengendalian DBD,”lanjutnya.

    Pada tahun 2025, Benyamin menargetkan sebesar 50 persen Rukun Warga (RW) tersertifikasi RW bebas jentik.

    “Saya instruksikan untuk segera berproses terapkan satu rumah satu Jumantik dan melakukan sertifikasi,” ujarnya. (Red/*)

  • Benyamin: Pemkot Tangsel Targetkan Zero AIDS di 2030

    Benyamin: Pemkot Tangsel Targetkan Zero AIDS di 2030

    Mediakawasan.id, CIPUTAT- Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan Zero AIDS pada 2030 sebagai bagian dari komitmennya dalam memerangi HIV/AIDS.

    Hal ini disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, saat menghadiri peringatan Hari AIDS Sedunia 2024 di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Selasa (03/12/2024).

    “Di Tangsel tercatat ada 1.917 penyintas AIDS dari berbagai usia. Target kita lima tahun ke depan adalah memastikan seluruh penyintas ini dapat pengobatan, dan tidak ada lagi penularan kasus baru,” ujar Benyamin.

    Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Tangsel terus meningkatkan fasilitas dan layanan kesehatan.

    Semua rumah sakit milik pemerintah kota serta enam rumah sakit swasta telah dilibatkan dalam upaya pengobatan HIV/AIDS, dan jumlahnya akan terus ditambah. Sementara itu, ketersediaan obat untuk penyintas HIV dan AIDS didapatkan dari pemerintah pusat.

    Benyamin juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang terjangkit HIV/AIDS. Ia menegaskan pentingnya dukungan moral agar mereka tetap optimis menjalani kehidupan, melanjutkan pendidikan, dan beraktivitas seperti biasa.

    “Makanya, untuk (penyintas) anak-anak itu harus kita berikan semangat yang luar biasa supaya mereka bisa optimis untuk melanjutkan kehidupan, untuk tetap sekolah, untuk beraktivitas seperti biasa,” ajaknya.

    Benyamin juga mengingatkan masyarakat untuk memahami cara penularan HIV/AIDS, yang hanya terjadi melalui kontak tertentu seperti penggunaan jarum suntik bersama atau transfusi darah, serta air mani atau cairan vagina.

    Ia menegaskan bahwa interaksi sehari-hari seperti bersalaman tidak akan menularkan virus tersebut.

    “Imbauan saya, terutama kepada remaja, adalah selalu berhati-hati. Jika ada perubahan ketahanan tubuh, segera periksakan ke fasilitas kesehatan. Pencegahan sangat penting agar kasus tidak bertambah,” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel dr Allin Hendalin mengatakan, sepanjang tahun 2010- Oktober 2024 kasus HIV/AIDS di Tangsel didominasi oleh usia produktif yakni 25-49 tahun.

    “Untuk penderita anak-anak ada sebanyak 33 orang,” kata dia.

    Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen Pemkot Tangsel untuk menjadikan kota ini bebas dari AIDS, sekaligus memberikan harapan baru bagi para penyintas dan keluarganya. (Red/*)