Category: Kesehatan

  • Webinar From Heart to Heart, Berbagi Pengalaman Para Pejuang Kanker

    Webinar From Heart to Heart, Berbagi Pengalaman Para Pejuang Kanker

    Mediakawasan.id, Jakarta- Memperingati World Cancer Day 2022, pada Minggu, 20 Februari 2022 pukul 10.00-12.00 WIB, Inspirasien, platform penunjang kesehatan pasien, berkolaborasi dengan Yayasan Sahabat Hati Indonesia, Komunitas Pita Tosca Indonesia, PT Eisai Indonesia, dan Harian Disway, mengadakan webinar ‘From Heart to Heart: Dukungan untuk Pejuang Kanker Hati dan Kanker Tiroid’. Acara ini turut mengundang narasumber terbaik di bidangnya, yaitu: Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani, Sp.PD-KGEH, FINASIM yang membahas “Mengenal Kanker Hati Lebih Dekat”. Dan, dr. Alvita Dewi Siswoyo, Sp.KN(K), M.Kes., FANMB yang membahas “Mengenal Seputar Kanker Tiroid”. Acara yang dimoderatori oleh dr. Ayu Diandra Sari, M.M., M.Gz., Sp.GK. ini, turut menghadirkan Guest Star, antara lain: Dahlan Iskan (Founder Harian Disway & Pelaku Ganti Hati) dan Thalita Latief (Artist & Influencer, Pejuang Kanker Tiroid).

    Dahlan Iskan, yang juga sebagai Founder Harian Disway berkesempatan untuk menceritakan kisah hidupnya selama menderita kanker hati. Bertahun-tahun, Dahlan tidak merasakan keluhan apapun, tidak ada demam, tidak merasakan lemas atau keluhan aneh lainnya yang menyebabkan beliau terlambat dalam mengetahui penyakitnya. Dimasa lalu, beliau sempat mengalami demam tinggi dan muntah darah dalam volume yang cukup banyak. Setelah diusut, diketahui bahwa perdarahan tersebut muncul akibat varises kerongkongan sebagai akibat komplikasi dari penyakit hati yang dideritanya tanpa beliau sadari.

    Saat memeriksakan diri kedokter Dahlan Iskan didiagnosis menderita hepatitis B kronis dengan sirosis hati, dimana ternyata sudah mulai muncul benjolan di organ hati yang kemudian diketahui merupakan sel-sel kanker. Alangkah terkejutnya beliau saat di vonis usianya tanggal 6 bulan dan tidak ada pengobatan lain, kecuali transplantasi hati. Hal ini diceritakan oleh beliau sambal tersenyum, “itu 17 tahun yang lalu dan sekarang saya sudah 70 tahun.”

    Menurut paparan dari Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani, Sp.PD-KGEH, FINASIM yang juga merupakan Ketua dan Founder dari Yayasan Sahabat Hati Indonesia, penyakit hati di Indonesia termasuk permasalahan masyarakat yang besar. Beberapa penyakit hati termasuk dalam penyakit katastropik pada BPJS sehingga memerlukan pembiayaan kesehatan yang besar. Sementara itu kesadaran masyarakat tentang penyakit hati masih rendah sehingga pasien dengan penyakit hati yang datang berobat di pusat kesehatan sudah dalam keadaan lanjut. Saat ini masih sangat sedikit organisasi kemasyarakatan yang berorientasi pada penyakit hati di masyarakat. Sehingga dirasakan perlu untuk mendirikan sebuah lembaga masyarakat (NGO) yang akan bekerja berorientasi pada penyakit hati di masyarakat. Hal tersebut tertuang dalam visi-misi Yayasan Sahabat Hati Indonesia yang berperan aktif dalam pendampingan pejuang kanker hati.

    Prof Rino juga berupaya mengedukasi bahwa pada kenyataannya 80 persen lebih kasus hepatitis tidak bergejala seperti yang Dahlan Iskan rasakan, sehingga seringkali pasien datang dalam kondisi yang sudah terlambat. Sebaiknya, individu yang merasa pernah terinfeksi oleh virus hepatitis B dan C tentu harus secara berkala, biasanya 6 bulan atau 1 tahun sekali melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan awal pun cukup mudah, yakni dengan tes SGOT dan SGPT (indikator sensitif dari kerusakan hati).

    “Walaupun banyak orang yang merasa bahwa ia sehat, belum tentu sebetulnya kondisi hatinya baik-baik saja. Ada baiknya kita memeriksakan kesehatan hati kita secara berkala,” begitu penjelasan Prof Rino yang juga menjadi salah satu penasihat dalam Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia.

    Menurut data Globocan pada tahun 2020, penderita kanker hati di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 21.392 kasus dengan kematian sebanyak 20.920 kasus. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) juga menyebutkan jika kanker hati termasuk penyebab kematian tertinggi bagi penduduk Indonesia. Hal ini terjadi karena seringkali pasien sudah datang saat sudah stadium lanjut atau saat kondisi sudah berat. Padahal kemungkinan kanker hati untuk sembuh bisa lebih besar jika dapat terdeteksi dan ditangani lebih awal.

    Selain Dahlan Iskan, dalam acara tersebut turut hadir juga artis sekaligus influencer Talitha Latief untuk berbagi cerita sebagai pejuang kanker tiroid. Pada awalnya, Talitha tidak merasakan sakit atau gejala apa pun. Hanya, dia menemukan adanya keanehan dengan leher sebelah kanannya. “Saya sama kayak Dahlan. Telat tahu kalau kena kanker,” ujar perempuan keturunan Slovakia, Pakistan, Jerman, dan Minangkabau, Sumatra Barat itu.

    Di awal 2019 dia merasakan ada benjolan di lehernya. Namun, tidak ada tindakan apapun yang dilakukannya sampai setahun karena dia merasa tidak ada masalah kesehatan apapun yang dirasakan. Setelah setahun benjolan tidak hilang, Thalita pun mulai mengajak ibunya untuk periksa ke dokter spesialis penyakit dalam. Dokter memintanya ke bagian radiologi. Setelah hasil keluar, dia dirujuk ke bagian onkologi. Ada perasaan tidak nyaman saat itu di dirinya karena dia cukup familiar dengan istilah onkologi dimana saudaranya memiliki riwayat kanker. Setelah memeriksakan diri ke bagian onkologi, ternyata ditemukan sel kanker di kelenjar tiroid. Kakinya langsung lemas. Tak pernah dibayangkan bahwa sel kanker itu sudah tumbuh 1,2 centimeter. ”Saya menangis tidak tahu harus bagaimana,” ujar perempuan kelahiran 6 Desember 1988 itu.

    Dokter harus melakukan operasi. Thalita sangat khawatir. Sebab kelenjar tiroidnya sangat dekat dengan pita suara. Sebagai aktris dan MC, suara sangat penting baginya. Namun semua rasa takut itu bisa dilawan demi sang buah hati.

    ”Anak saya masih kecil masih enam tahun. Itulah kekuatan saya. Kanker bukanlah akhir,” ujarnya dengan tegar. Setelah sembuh dia memetik banyak sekali hikmah dibalik kanker itu. Dia merasa kisah hidupnya bisa berguna bagi para penderita kanker. Yang mulanya penakut, kini jadi pemberani. ”Saya ini bangga. Bukan karena kankernya. Tapi bangga jadi pejuang,” sebut Thalita.

    Menurut dokter Alvita Dewi Siswoyo, deteksi kanker tiroid sebenarnya tidak terlalu sulit dibandingkan dengan deteksi kanker hati. Dia meminta peserta webinar mengecek bagian lehernya. “Kalau ada benjolan, segera periksa ke dokter untuk deteksi dini,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran itu.

    Jumlah kasus pada kanker tiroid terjadi 13.114 kasus, dengan kasus kematian yang lebih rendah yaitu 2.224 kasus. Hal ini sesuai dengan paparan materi dari dr. Alvita Dewi Siswoyo, Sp.KN(K), M.Kes., FANMB, yang menyebutkan bahwa kanker tiroid perlu perhatian penuh dan kolaborasi positif dari banyak stakeholder terkait yaitu pasien, caregiver, tenaga profesional medis, komunitas pasien, dan lembaga, agar penderita gangguan tiroid, atau disebut pejuang tiroid dapat melakukan langkah-langkah preventif maupun pengobatan yang sesuai dengan gangguan yang dideritanya. Melalui deteksi dini #PeriksaLeherAnda, dr. Alvita berharap angka kejadian kanker tiroid dengan kategori risiko tinggi dapat dicegah.

    Sejalan dengan hal tersebut, Pita Tosca Indonesia, Komunitas Pejuang Tiroid Indonesia, yang telah dikukuhkan sebagai komunitas pasien yang berdiri sejak 26 Oktober 2014, selalu berusaha berperan aktif untuk memberikan informasi-informasi seputar pemahaman gangguan tiroid, khususnya kanker tiroid. Pita Tosca Indonesia sangat mengedepankan program deteksi dini #PeriksaLeherAnda agar semakin banyak skrining gangguan tiroid yang dilakukan sebagai upaya pencegahan kanker tiroid dengan kategori risiko tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Ketua dan Founder dari Komunitas Pita Tosca Indonesia, Astriani Dwi Aryaningtyas, S.Psi., M.A. dan juga dewan penasihat dr. Siti Sundari Manoppo, perlu sekali adanya kolaborasi antar Lembaga terkait untuk mewujudkan kondisi para pejuang kanker ini agar tetap #TenangJadiPasien dan mendapatkan pendampingan yang baik.

    Acara yang dimoderatori oleh dr. Ayu Diandra Sari, Sp.GK., M.M., M.Gz. ini terbilang sukses dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya pemerhati kanker. Betapa tidak, jumlah peserta yang hadir dengan total lebih dari 400 orang peserta ini masing-masing akan berperan aktif untuk menyuarakan pentingnya deteksi dini pada kanker dan menjaga pola hidup yang sehat.

    Acara edukasi awam From Heart to Heart sangat mengena di hati peserta, dr. Ayu Diandra juga menyimpulkan bahwa “Kalau tubuh kita sudah mengirimkan alarm gejala, segera periksa dan jangan abai”. Maka dari itu, PT Eisai Indonesia Bersama dengan stakeholder yang lain akan selalu support dan memberikan dukungan pada penanggulangan kanker di Indonesia melalui peningkatan awareness masyarakat pada kanker dan meningkatkan deteksi dini kanker itu sendiri. Semoga acara ini membawa makna mendalam tentang pentingnya kesehatan dan #CloseTheCareGap agar kolaborasi di bidang kesehatan dapat optimal untuk mendukung seluruh pasien kanker yang sedang berjuang mencapai kesehatannya. (Red/rlls)

  • Gatam Institute Eka Hospital, Pusat Ortopedi Berteknologi Tinggi di Indonesia

    Gatam Institute Eka Hospital, Pusat Ortopedi Berteknologi Tinggi di Indonesia

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Eka Hospital memiliki Pusat Ortopedi yang diberi nama Gatam Institute Orthopedic and Spine. Gatam Institute merupakan Pusat Ortopedi & Tulang Belakang terpadu dengan Platform Revolusioner Robot Navigasi Pertama dan Satu-satunya di Asia Tenggara yang membantu meningkatkan keamanan pasien dalam menjalani operasi tulang belakang dengan tingkat akurasi penempatan screws (implan) mencapai 99,9%.

    Mengusung tema “100 Futures 100 Love”, pada kesempatan ini tim dokter ortopedi Eka Hospital, Gatam Institute berhasil melakukan pencapaian yang menakjubkan dengan menangani lebih dari 1000 kasus operasi tulang belakang dalam kurun waktu 8 bulan terakhir, dimana 100 kasus operasi tulang belakang baik skoliosis dan saraf kejepit (HNP) telah menggunakan instrumen robot navigasi dengan tingkat keberhasilan operasi mencapai 100%.

    Penggunaan robot navigasi ini digawangi oleh Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine, Chairman dari tim dokter ortopedi Eka Hospital. Tidak hanya menangani kasus tulang belakang, Gatam Institute juga memiliki tim dokter spesialis yang lengkap dari konsultan lutut panggul, cidera olahraga hingga konsultan ortopedi anak. Sementara empat orang dokter ahli spine di Indonesia yang telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi untuk melakukan operasi menggunakan robot navigasi operasi tulang belakang ini yaitu, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine, dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K) Spine, dr. Syafrudin,Sp.OT (K) Spine dan dr. Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine.

    “Kami tentunya sangat berterima kasih atas kepercayaan para pasien, keluarga pasien dan segenap pemerhati yang sampai hari ini selalu menitipkan harapannya kepada tim dokter ortopedi Eka Hospital yaitu Gatam Institute. Kami yakin banyak perjuangan dan air mata yang mengiringi keberhasilan setiap tindakan operasi tulang belakang ini, oleh sebab itu, Eka Hospital memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan teknologi-teknologi tercanggih guna membantu tangan-tangan ahli yaitu para dokter Gatam Institute dalam melaksanakan operasi. Beberapa teknologi canggih yang Eka Hospital hadirkan selain robot navigasi ialah O-Arm, 3D C-Arm, Instrumen Endoskopi Tulang Belakang Richard Wolf (Germany) hingga Standing MRI yang secara khusus dapat melihat lokasi tekan pada sendi maupun tulang belakang yang menjadi sumber nyeri”, ujar Erwin Suyanto selaku Head Marketing Corporate & Public Relations.

    Kolaborasi teknologi kedokteran berupa robot navigasi dan keahlian tim dokter ortopedi Gatam Institute Eka Hospital diharapkan akan membawa tindakan operasi tulang belakang di Indonesia ke era baru dan tentunya tidak kalah dengan perkembangan dunia kedokteran di luar negeri. Bahkan, dengan kolaborasi ini, kami Eka Hospital memberanikan diri menyatakan sebagai pusat ortopedi tercanggih di Asia Tenggara yang mewakili Indonesia. Hal ini juga didukung oleh PERKEDWI, Kemenkes dan Kemenparekraf yang menetapkan Eka Hospital sebagai rumah sakit percontohan wisata medis untuk bidang orthopedi dan tulang belakang. Tidak lupa, Eka Hospital juga menjadi official medical partner bagi klub sepakbola ternama yaitu Persija Jakarta.

    “Kehadiran Gatam Institute di Eka Hospital Grup diharapkan menjadi pusat penanganan kasus-kasus berat untuk bidang ortopedi dan bukannya tidak mungkin dapat menjadi tempat pembelajaran bagi dokter-dokter ortopedi di seluruh Indonesia. Kami juga tidak bosan menginformasikan bahwa layanan ortopedi Gatam Institute ini hadir di seluruh jaringan rumah sakit kami baik di BSD City, Cibubur, Bekasi dan Pekanbaru”, ungkap drg. Rina Setiawati selaku Chief Operating Officer (COO) Eka Hospital Grup. (Red)

  • Di 2021 Astra Life Bayarkan KlaimTerkait Covid-19 Mencapai Rp170 Miliar

    Di 2021 Astra Life Bayarkan Klaim
    Terkait Covid-19 Mencapai Rp170 Miliar

    Mediakawasan.id, Jakarta- Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), hingga September 2021 total klaim industri asuransi jiwa telah mencapai Rp 7,36 triliun sejak kasus Covid-19 ditemukan pertama kali di Indonesia pada Maret 2020 lalu. Jumlah ini terus bertambah seiring dengan kasus Covid-19 yang belum sepenuhnya mereda.

    Sebagai perusahaan asuransi jiwa yang berkomitmen penuh terhadap kewajiban terhadap nasabah , PT ASURANSI JIWA ASTRA (Astra Life) telah membayarkan klaim terkait Covid-19 senilai Rp170 Miliar di tahun 2021. Jumlah ini meningkat sebesar hampir 10 kali lipat jika dibandingkan dengan total klaim sepanjang 2020. Klaim ini terdiri dari klaim rawat jalan dan rawat inap sebesar Rp 15 Miliar dan klaim kematian sebesar Rp 155 Miliar. Adapun total kasus yang ditangani juga meningkat tajam dari 201 kasus di tahun 2020 menjadi 5.502 kasus di tahun 2021. Sehingga total klaim yang dibayarkan oleh Astra Life terkait Covid-19 sejak awal pandemi di Maret 2020 adalah senilai Rp 186 Miliar dengan 5.703 kasus.

    Windawati Tjahjadi selaku Presiden Direktur Astra Life menuturkan, “Peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di tahun 2021 tentunya berdampak pada peningkatan angka klaim kesehatan maupun kematian secara keseluruhan. Astra Life berkomitmen penuh membayar manfaat sesuai dengan ketentuan polis yang dimiliki nasabah. Dimasa seperti inilah, asuransi jiwa berperanan layaknya sahabat yang siap membantu, selaras dengan semangat #IGotYourBack yang kami bawa.”

    “Berbagai keterbatasan yang terjadi selama pandemi Covid-19 tidak menurunkan semangat Astra Life untuk tetap terhubung dengan nasabah kapan dan di mana saja, terutama untuk layanan klaim dimana kemudahan dan kenyamanan nasabah menjadi prioritas kami.” tambah Windawati.

    Pada dasarnya Astra Life akan menjamin perawatan Covid-19 mengikuti ketentuan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan dengan surat Nomor HK. 01.07/MENKES/104/2020 dan HK.01.07-MENKES/446/2020 yang memuat ketentuan bahwa pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan melakukan penggantian biaya dan pembayaran ke rumah sakit untuk perawatan pasien Covid-19. Dengan demikian, nasabah bisa mendapatkan proteksi secara aman dan nyaman karena ketentuannya telah dijamin oleh pemerintah dan Astra Life turut mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Dari sisi produk, Astra Life memiliki beberapa produk yang mencakup perlindungan Covid-19, baik itu asuransi jiwa maupun kesehatan, asuransi jiwa tradisional, maupun yang dikaitkan dengan investasi atau unit link. Nasabah dapat mengacu pada manfaat produk yang ada di polis asuransi yang dimiliki.

    Selain itu, sejak awal pandemi Covid-19, Astra Life dengan kampanye #IGotYourBack telah menghadirkan berbagai program dan inovasi yang dilakukan sebagai wujud adaptasi akan kondisi luar biasa akibat Covid-19. Hal ini mencakup penyediaan jalur penjualan dan distribusi digital yang menjadi solusi kebutuhan perlindungan di masa pandemi Covid-19 yang dapat diakses tanpa tatap muka, call centre yang tersedia 24 jam, fasilitas konsultasi medis, pembelian obat, serta layanan klaim secara online untuk nasabah asuransi kumpulan, serta tim operasional yang siaga membantu proses klaim dan kebutuhan lainnya. (Red/rlls)

  • Vaksinasi Booster untuk Lansia Dimaksimalkan

    Vaksinasi Booster untuk Lansia Dimaksimalkan

    Mediakawasan.id, Cianjur – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada jajaran TNI, Polri, Forkopimda dan seluruh pihak terkait untuk memaksimalkan akselerasi percepatan vaksinasi booster atau dosisi ketiga bagi kelompok lanjut usia (lansia).

    Hal itu disampaikan Sigit saat meninjau pelaksanaan akselerasi vaksinasi di seluruh Provinsi Indonesia, dengan menghadiri secara langsung di Obyek
    Wisata Taman Bunga Nusantara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/2/2022).

    “Dalam kesempatan ini juga, kembali saya ingatkan terhadap masyarakat khususnya lansia sesuai Surat Edaran dari Kemenkes bahwa sudah diberikan kesempatan bagi yang sudah tiga bulan untuk bisa melaksanakan vaksin booster ketiga. Tentunya harapan saya ini betul-betul bisa dimaksimalkan,” kata Sigit dalam kunjungannya.

    Diketahui, dalam Surat Edaran bernomor SR.02.06/II/1123/2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menyatakan waktu pelaksanaan vaksinasi booster sudah bisa dilakukan dalam waktu tiga bulan setelah mendapatkan vaksinasi kedua bagi kelompok lanjut usia.

    Dalam satu minggu kedepan, Sigit mengungkapkan, akan mengejar target dari vaksinasi booster bagi kelompok lansia. Menurutnya, dengan mendapatkan dosis ketiga itu, masyarakat khususnya yang sudah berusia dan memiliki komorbid, akan memiliki imunitas lebih kuat dari paparan virus Covid-19.

    “Karena kalau kita lihat bahwa data-data yang rentan memiliki angka fatalitas tinggi tentunya adalah usia lansia yang disertai komorbid ataupun yang vaksinnya belum lengkap. Jadi ini saya harapkan untuk terus bisa dikerjakan,” ujar Sigit.

    Mantan Kabareskrim Polri itu menekankan, untuk mencegah laju pertumbuhan Covid-19 saat ini, khususnya varian Omicron, vaksinasi menjadi upaya penting dalam penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19.

    Sebab itu, kata Sigit, kedepannya, capaian target akselerasi vaksinasi dalam rangka mewujudkan kekebalan komunal, akan ditingkatkan jumlah, dari 1,1 juta menjadi 1,6 juta vaksinasi per hari.

    “Secara nasional terjadi peningkatan vaksinasi kemarin kita berada di angka 1,1 juta. Hari ini target kita 1,6 juta. Ini akan terus kita jaga dan kita pertahankan, serta kita tingkatkan,” ucap eks Kapolda Banten tersebut.

    Dengan begitu, Sigit berharap, bisa menghadapi perkembangan pertumbuhan Covid-19 jenis Omicron. Mengingat, menurut Sigit, dari data yang ada tingkat kesembuhan saat ini secara rata-rata nasonal berada di angka 80 hingga 90 persen.

    “Tingkat kematian bisa kita jaga walaupun di beberapa wilayah ada yang diangka 5 atau 6 persen. Tapi rata-rata masih berada di angka tiga atau bahkan ada juga yang di bawah angka tiga persen. Ini adalah modal kita untuk kemudian melewati situasi Pandemi khususnya varian baru Omicron,” tutur Sigit.

    Sigit optimis tren-tren positif itu bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Pasalnya, lanjut Sigit, Indonesia pernah menjadi salah satu negara terbaik dalam rangka penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19.

    “Ini harus kita jaga terus, karena ini berdampak tentunya bagi aktivitas masyarakat dan tentunya akan membawa pertumbuhan positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Harapan kita bisa menjaga target Pemerintah diangka 5,5 persen. Ini bisa kita jaga,” papar Sigit.

    Tak hanya meninjau, Sigit juga memberikan pengarahan tentang upaya dan strategi menekan laju pertumbuhan Covid-19 di seluruh Indonesia, dengan sambungan virtual. (Red)

  • Stop TB Partnership Indonesia Memulai Kampanye Komunikasi Digital Untuk Perubahan Perilaku Terhadap Orang Dengan Gejala Tuberkulosis

    Stop TB Partnership Indonesia Memulai Kampanye Komunikasi Digital Untuk Perubahan Perilaku Terhadap Orang Dengan Gejala Tuberkulosis

    Mediakawasan.id, Jakarta- Pada tahun 2021 di mana Pandemi COVID-19 memasuki tahun kedua di Indonesia, WHO menjelaskan Indonesia adalah negara peringkat ketiga di dunia yang menyumbang 824.000 pasien TBC. Namun, jumlah orang dengan gejala TBC yang diobati merosot di masa pandemi, pada tahun 2020 ditemukan sebanyak 384.025 kasus atau sekitar 47%. Capaian penemuan kasus ini menurun 178.024 dari tahun 2019, padahal sekitar 8% angka kejadian TBC dunia berada di Indonesia.

    Mengawali tahun 2022, Stop TB Partnership Indonesia (STPI) memulai kampanye komunikasi digital sebagai strategi promosi kesehatan untuk mengurangi risiko berat dari penyakit Tuberkulosis. Kampanye digital ini selaras dengan program kampanye Temukan-Obati-Sampai-Sembuh (TOSS) TBC dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. STPI menyelenggarakan kampanye #141CekTBC untuk meningkatkan pengetahuan, pandangan, dan sikap masyarakat Indonesia yang mengalami gejala TBC, terutama di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

    Tujuan utama dari kampanye ini adalah untuk mendorong kesadaran masyarakat Indonesia yang masih rendah memeriksakan dirinya bila mempunyai gejala batuk terus menerus selama 14 hari atau lebih ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kesadaran yang rendah ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang pemeriksaan TBC dan tentang lama pengobatan, stigma, serta pandangan bahwa seseorang bisa menerima pengobatan tanpa melakukan tes atau diagnosis terlebih dahulu.

    Mengajak untuk lebih peka dan sadar dengan berbagai gejala umum Tuberkulosis – Stop TB Partnership Indonesia menggaungkan cara skrining gejala aktif TBC secara mandiri dengan mengingat #141CekTBC. Jika 14 hari Batuk Tak kunjung Reda!? 1 Solusi, Cek Dokter Segera! Dengan begitu, masyarakat menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan.

    Kampanye ini didukung oleh deretan fitur yang bisa membantu masyarakat memahami tentang penyakit Tuberkulosis. Seperti fitur Chatbot yang segera bisa diakses dari website dan Whatsapp. Fitur ini bisa membantu masyarakat mendapatkan panduan identifikasi TBC sejak dini, mengetahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan pemeriksaan di layanan dengan fasilitas diagnosis, sampai berbicara langsung dengan dokter melalui rekanan e-health platform.

    Fitur lainnya adalah fitur Pengingat 141CekTBC dimana fitur ini diharapkan bisa membantu masyarakat lebih cepat tanggap terhadap gejala Tuberkulosis dengan memasang pengingat tentang lamanya gejala batuk muncul hingga hari keempat belas.

    Kampanye ini juga dilengkapi dengan berbagai artikel kesehatan yang bisa diakses di website Stop TB Partnership Indonesia dan microsite kompas.com. Diharapkan masyarakat bisa menambah pengetahuannya tentang Tuberkulosis sehingga meningkat kesadarannya untuk memeriksakan diri dan mengobati penyakit ini sampai sembuh.

    Pendekatan persuasif kampanye ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan, pandangan, dan sikap orang-orang dengan gejala TBC untuk mengakses layanan dengan fasilitas diagnosis TBC di masa pandemi. Dengan begitu, mereka yang memiliki gejala TBC bisa mendapatkan diagnosis yang tepat serta pengobatan yang sesuai standar sampai sembuh.

    “Selain COVID-19, kesehatan masyarakat Indonesia masih terbebani dengan penyakit menular seperti TBC yang sudah ada sejak lama. Upaya mempromosikan penyakit ini pun harus mengadopsi cara-cara baru untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa TBC masih ada di sekitar kita. TBC bukan batuk biasa, jika mengalami gejala batuk lebih dari 14 hari sudah waktunya mencari solusi dengan periksa ke dokter”, jelas dr. Henry Diatmo, MKM selaku Direktur Eksekutif STPI, pada Senin (21/02).

    “Salah satu pasal dalam Peraturan Presiden No 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC menggarisbawahi perlunya melakukan penybarluasan informasi terkait TBC kepada masyarakat. Upaya kampanye #141CekTBC yang digalang oleh STPI ini merupakan ajang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait perilaku pencarian pelayanan kesehatan. Kami harap dengan adanya kampanye ini dapat membangun kemauan individu yang bergejala TBC untuk memeriksakan diri sedini mungkin sehingga memutus rantai penularan TBC di masyarakat”, ujar Koordinator Substansi Tuberkulosis, dr. Tiffany Tiara Pakasi.

    Membangun kesadaran adalah hal fundamental yang harus dilakukan untuk mengubah pandangan dan perilaku masyarakat Indonesia terhadap penyakit Tuberkulosis. Terlebih sejak munculnya COVID-19 karena kedua penyakit ini menular melalui udara dan menunjukan gejala serupa yaitu batuk dan demam. Oleh karena itu, kampanye promosi kesehatan tentang penyakit TBC menjadi semakin penting di masa pandemi ini.

    14 Hari Batuk Tak Reda? 1 Solusi, Cek Dokter Segera! (Red/rlls)

  • RS Siloam Dhirga Surya Medan Edukasi Infeksi Paru Pada Anak dengan Vaksin Pneumonia

    RS Siloam Dhirga Surya Medan Edukasi Infeksi Paru Pada Anak dengan Vaksin Pneumonia

    Mediakawasan.id, Sumatera Utara – Penyakit Pneumonia atau Infeksi paru yang menimbulkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru, yang dapat berisi cairan atau nanah. Infeksi ini dapat mengancam nyawa siapa pun, terutama pada bayi, anak-anak, dan lansia di atas 65 tahun.

    Dokter Spesialis Anak Konsultan, dr. Olga Rasiyanti, M. Ked(Ped), Sp. A(K)., dari RS Siloam Dhirga Surya Medan menjelaskan, Pneumonia pada anak merupakan kondisi yang perlu diwaspadai dengan mengetahui penyebab, gejala, faktor resiko dan cara penanggulangannya.

    “Penyebab pneumonia cukup beragam, mulai dari infeksi bakteri, virus, hingga jamur. Beberapa jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan pneumonia pada anak adalah virus influenza, virus Corona, serta beberapa jenis bakteri, ” tutur dr. Olga Rasiyanti melalui edukasi bincang sehat pada platform Zoom yang diselenggarakan Manajemen RS Siloam Dhirga Surya Medan, Jumat (18/02/2022).

    Melanjutkan edukasinya, dr. Olga Rasiyanti menjelaskan pada anak umumnya lebih berisiko terkena pneumonia disebabkan sejumlah faktor, yaitu: tidak mendapatkan air susu ibu (ASI), Malnutrisi atau kurang gizi Infeksi tertentu, seperti HIV dan campak imunisasi kurang lengkap atau tidak memperoleh vaksin pneumonia dan termasuk faktor terlahir prematur.

    “Intens terpapar debu atau asap rokok termasuk faktor resiko yang patut diwaspadai orang tua. Hal ini disebabkan pemukiman yang padat dan rentan polusi udara,” pungkas dr. Olga Rasiyanti mengingatkan.

    Pencegahan infeksi paru atau Pneumonia

    Pencegahan Infeksi Paru Pada Anak dan Persiapan Hari Tua Yang Aman dan Bahagia dengan Vaksin Pneumonia yang menjadi pokok bahasan utama pada webinar kesehatan yang dihelat RS Siloam Dhirga Surya Medan ini diikuti lebih dari 80 viewer dari berbagai kalangan.

    Turut mengingatkan pada edukasi tersebut, dr. Ryki M Sihombing, Sp.PD., akan pentingnya pencegahan Infeksi Paru (Pneumonia) pada usia tua/lansia melalui pemberian vaksin.

    Pada kesempatan ini, dr.Ryki M. Sihombing kembali mengingatkan akan faktor individu, lingkungan serta gaya hidup yang meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit pneumokokus yang disebabkan oleh bakteri ‘Streptococcus pneumoniae’.

    Penyakit ini dibagi dua jenis yaitu non-invasif (otitis media, sinusitis, Pneumonia) dan invasif, dan perlu diingat kondisi non invasif tadi dapat berubah menjadi invasif (bakteremia/sepsis, meningitis). Penyakit pneumokokus ini sendiri dapat berakibat seperti : gagal napas, sepsis, abses paru paru dan bahkan mengakibatkan perburukan kondisi medis pada penderita penyakit bawaan (asma, PPOK, Hipertensi, penyakit Jantung dan Diabetes).

    Penurunan sistem imun pada usia tua/lansia dan adanya penyakit penyerta menyebabkan orang lanjut usia lebih beresiko menderita penyakit pneumokokus seperti pneumonia. Berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Vaksinasi Pneumokokus PCV dapat diberikan untuk melindungi dewasa diatas 50 tahun,” tutur dr.Ryki, saat menjawab pertanyaan viewer pada sesi edukasinya.

    Penyakit pneumokokus merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin dan vaksin dapat diberikan bersamaan dengan vaksin influenza yang akan menstimulasi sistem imun dan akan menghasilkan antibodi.

    Sebagai kesimpulan, “Adapun kuman pneumokokus dapat menyebabkan penyakit seperti pneumonia, sehingga perlu dikenali faktor-faktor resiko apa saja bisa terkena penyakit ini, dan untuk mencegah penyakit pneumokokus ini maka imunisasi pneumokokus sangat direkomendasikan untuk diberikan pada individu dewasa diatas 50 tahun,” pungkas dr. Ryki M. Sihombing, Sp. PD., Dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya Medan. (Red/rlls)


  • Peringati Hari Kanker Sedunia, RS Siloam Mataram Gelar Edukasi Kesehatan Virtual

    Peringati Hari Kanker Sedunia, RS Siloam Mataram Gelar Edukasi Kesehatan Virtual

    Mediakawasan.id, Mataram NTB- Dalam rangka memperingati hari Kanker sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 4 Februari, Siloam Hospitals Mataram menyelenggarakan bincang-bincang seputar kesehatan dengan tema Deteksi Dini dan Pencegahan beberapa jenis kanker, seperti kanker Nasofaring, kanker Payudara, dan kanker Kandungan.

    Acara yang dikemas melalui Zoominar ini menghadirkan beberapa Narasumber, yaitu dr. I Made W. Mahayasa, Sp.OG (K) Onk, dokter Spesialis kandungan konsultan onkologi dari Siloam Hospitals Mataram. dr. I Made W. Mahayasa memaparkan dalam materinya,  bahwa menurut data WHO pada tahun 2018 kanker serviks merupakan kasus dengan kematian yang tertinggi untuk Prevalensi Kanker pada wanita di Indonesia. Sementara data menurut Globocan 2020, menyebutkan kanker serviks memiliki kontribusi sebesar 24,5% atau sebanyak 2.261.419 kasus dari jumlah penderita kanker di dunia. “Angka kematian wanita di dunia cukup tinggi karena setiap 2 menit, 1 wanita meninggal karena kanker serviks dan di Indonesia 1 wanita meninggal setiap 1 jam,” tuturnya.

    Sementara itu dalam kasus Kanker Kandungan yang paling banyak dan sering dialami pada wanita umumnya adalah kanker serviks, yang disebabkan karena virus umum yaitu Human Papilloma Virus (HPV). Kanker Serviks bukanlah penyakit keturunan, dan berisiko pada perilaku seksual dengan aktivitas seksual yang dilakukan di bawah usia 20 tahun, multi partner, dan kutil kelamin. Serta dapat disebabkan karena kebiasaan merokok dan imunitas rendah, serta melahirkan di usia terlalu muda.

    Apakah kanker serviks dapat dicegah?
    Kanker Leher rahim atau Serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dari semua jenis kanker asalkan diketahui pada stadium awal atau dini.

    Skrining rutin menjadi hal yang sangat penting yaitu untuk pencegahan sehingga dapat diobati dan mengurangi angka kematian. Deteksi dini dapat dilakukan melalui metode Pap Smear, IVA, Kolposkopi, dan Pemeriksaan HPV DNA yang tetap bisa dilakukan meskipun sudah pernah vaksinasi. Karena vaksin tidak memberikan perlindungan terhadap semua tipe HPV yang menyebabkan kanker serviks.

    Sementara itu dalam materi yang dipaparkan oleh dr. Mochamad Alfian, Sp.THT-KL (K) Onk, FICS Spesialis THT Konsultan Onkologi Siloam Hospitals Mataram, bahwa kanker Nasofaring sulit diketahui karena gejalanya sering kali baru muncul ketika sudah di tahap lanjut. “Nasofaring merupakan salah satu bagian dari tenggorokan. Posisinya terletak di belakang rongga hidung dan di balik langit-langit mulut. Penderita kanker Nasofaring dapat mengalami gangguan dalam berbicara, mendengar, ataupun bernafas,” imbuhnya.

    Gejala umum yang dialami yaitu gangguan saraf, tinitus, hidung tersumbat, telinga terasa penuh, dan ludah bercampur darah. 80% kasus terjadi pada pasien di usia 30 – 60 tahun. Untuk mengatasinya dokter akan menggunakan metode Terapi radiasi dan Kemoterapi.

    Dalam kasus kanker payudara dr. Wahyu NS, Sp.B (K) Onk Spesialis bedah Onkologi mengatakan bahwa faktor risiko biasanya terjadi pada usia diatas 40 tahun, Haid pertama usia kurang dari 12 tahun, berhenti menopause pada usia diatas 50 tahun, tidak menyusui dan tidak mempunyai anak.

    “Untuk pencegahan dapat dilakukan dengan metode deteksi dini melalui cara pola hidup sehat dengan olahraga rutin dan teratur, dan lakukan kontrol secara berkala serta medical check up untuk mengetahui perkembangan kesehatan setiap tahunnya,” tutup dr. Wahyu. (Red/rlls)

  • Dapatkan Vaksin Booster melalui Aplikasi OneSmile

    Dapatkan Vaksin Booster melalui Aplikasi OneSmile

    Mediakawasan.id, Serpong Tangsel- Dalam rangka mendukung pemerintah untuk pemulihan dari pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan Sinar Mas Land dan SehatQ menghadirkan sentra vaksin booster gratis bagi warga BSD City dan sekitarnya. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 15 Februari – 27 Februari 2022 di Pasar Modern Intermoda dan beberapa kawasan di BSD City, antara lain Foresta, The Icon, Avani, De Park, Greenwich, dan Vanya Park.  Sebanyak 750 dosis vaksin disiapkan per hari dalam penyelenggaraan sentra vaksin kali ini. Hal tersebut memberikan kemudahan bagi warga BSD City dan sekitarnya guna mendapatkan vaksin booster sebagai perlindungan ganda.

    Chief Transformation Officer dari Sinar Mas Land, Mulyawan Gani menyampaikan bahwa Sinar Mas Land mempermudah para pemilik dan penghuni di BSD City untuk mendapatkan jadwal vaksin secara online. “Khusus bagi warga BSD City, pendaftaran vaksinasi dapatdilakukan melalui aplikasi OneSmile. Warga harus melakukan aktivasi IPL atau Kode Keluarga di OneSmile terlebih dahulu. Dengan adanya aplikasi ini, warga sangat dipermudah karena tidak perlu lagi antre terlalu lama untuk mendaftar. Kita juga ingin mencoba melakukan terobosan dengan memberikan layanan vaksinasi di beberapa tempat dalam periode yang singkat dengan tujuan memberikan keleluasaan bagi warga untuk memilih lokasi sentra vaksin yang terdekat. Hal itu kami rencanakan untuk mencegah terjadinya kerumunan di sekitar sentra vaksin,” ujar Gani.

    Warga BSD City dapat memilih lokasi vaksin dan waktu kedatangan melalui aplikasi OneSmile. Bagi calon penerima vaksin booster, pastikan Anda sudah memiliki tiket vaksin ke-3 di aplikasi PeduliLindungi. Cek tanggal yang tertera disana, apakah sudah sesuai dengan jadwal yang diinginkan. Informasi lebih lanjut dapat dibaca di Instagram @OneSmile_SML.

    Pelaksanaan sentra vaksin kali ini juga dilengkapi layanan tes Antigen dan PCR Covid-19 dengan harga spesial yakni Rp65 ribu dan Rp275 ribu. Pendaftaran bisa dilakukan langsung dari smartphone melalui aplikasi OneSmile atau SehatQ. Acara ini juga didukung oleh Segari, Technogym, Solahart, Orami, MyRepublic, Audra, dan Pristine.

    Aplikasi OneSmile merupakan cityapp yang disiapkan sebagai bagian dari transformasi BSD City menjadi integrated smart digital city. Aplikasi yang dapat diakses melalui smartphone itu merupakan sarana penghubung antara pihak pengembang dengan customer melalui penerapan teknologi informatika. Aplikasi tersebut juga dilengkapi dengan beragam fitur seperti billingforum community, loyalty program, customer-care, dan market yang dapat menyediakan kebutuhan warga BSD City. (Red/rlls)

  • Bedah Plastik Cara Efektif Kembalikan Bentuk Tubuh yang Rusak

    Bedah Plastik Cara Efektif Kembalikan Bentuk Tubuh yang Rusak

    Mediakawasan.id, Jambi- Ilmu Bedah Plastik, cabang kedokteran bedah umum ini memiliki ruang lingkup yang lebih luas, bahkan meliputi fungsi rekonstruksi guna memperbaiki bentuk tubuh yang rusak. Meskipun kerap dikaitkan dengan tindakan mengubah bagian tubuh tertentu agar tampak semakin menarik, sejatinya operasi bedah plastik berfokus pada perbaikan jaringan tubuh atau kulit yang rusak dan cacat akibat kondisi tertentu, misalnya luka bakar, kecelakaan, tumor, dan penyakit bawaan sejak lahir.

    Selain memperbaiki bentuk tubuh yang rusak atau cacat, tindakan bedah plastik juga sering dilakukan untuk mengubah bagian tubuh supaya terlihat lebih menarik (kebutuhan estetis).

    “Kosakata ‘plastik’ pada bedah plastik, diawali oleh bahasa Yunani, yaitu Plastikos yang artinya adalah membentuk. Artinya, sama sekali tidak menggunakan plastik dan selain untuk ‘normalisasi’ bekas luka, bedah plastik dapat merubah suatu bagian tubuh menjadi bentuk yang lebih ideal. Bedah Plastik terbagi menjadi 2 dua jenis, yakni Bedah Plastik Rekonstruksi dan Bedah Plastik Estetika,” tutur dr. Pritha, Sp.BP-RE, Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik dari Siloam Hospitals Jambi, melalui edukasi bincang sehat pada kanal live Instagram, di kota Jambi, yang digelar baru-baru ini.

    Melanjutkan edukasinya, dijelaskan dr. Pritha, kondisi yang membutuhkan penanganan dokter bedah plastik, ada pula kondisi medis tertentu yang membutuhkan penanganan bedah plastik, yaitu : Kanker, termasuk kanker kulit dan kanker payudara. Luka bakar atau adanya bekas luka yang mengganggu penampilan pun fungsi tubuh. Kelainan bawaan sejak lahir, misalnya bibir sumbing. Serta, cedera fisik yang mengakibatkan bagian tubuh rusak atau cacat dan Perbaikan bagian tubuh yang rusak akibat pengangkatan jaringan kanker.

    Perawatan Luka Melalui Bedah Plastik
    Mengikuti penjelasan yang telah disampaikan sebelumnya, cidera fisik yang mengakibatkan bagian tubuh rusak atau cacat dan perbaikan bagian tubuh yang rusak atau adanya luka pada tubuh dapat disembuhkan melalui operasi bedah plastik. Adapun kategori luka pada tubuh dibagi berdasarkan proses (waktu) penyembuhannya yang dibagi dua bagian besar yaitu :

    Luka Akut : adalah luka yang akan sembuh sesuai dengan waktu proses contohnya : Luka operasi, Luka kecelakaan, Luka bakar dan lainnya

    Luka kronis : Luka yang katagori serius yang tidak bisa diatasi dengan pengobatan selama jangka waktu tertentu ( satu bulan).

    Adapun fase luka sampai dikatakan sembuh antara lain; Hemostasis (pembekuan darah), lalu Inflamasi (peradangan), kemudian Proliterasi (jaringan baru), dan fase terakhir adalah Maturasi (pematangan dan penguatan jaringan baru).

    “Artinya perawatan luka dengan bedah plastik akan memperbaiki fungsi bahkan bentuk tubuh yang mengalami luka akut maupun kronis, kecelakaan, benjolan bekas tumor, kelainan bibir sumbing dan lainnya,” tutur dr. Pritha yang berpraktek di hari Rabu dan Jumat (13.30 -15. 30) di Rumah Sakit Siloam Jambi.

    Sebelum mengakhiri edukasi, dr. Pritha juga mengingatkan beberapa hal yang dapat menyebabkan luka tak kunjung sembuh disebabkan karena infeksi pada luka, gangguan penyakit diabetes, gangguan pembekuan darah, Anemia pun konsumsi obat yang menghambat pembekuan darah.

    ”Adanya penyakit atau trauma lalu timbul Luka akut pun luka kronis, misalnya karena terbakar atau bekas operasi kanker dan lainnya dapat diperbaiki melalui klinis operasi bedah plastik, bedah plastik rekonstruksi dan bedah plastik perawatan. Hanya saja perlu diperhatikan ada beberapa luka tak bisa sembuh karena diabetes atau adanya pembekuan pada darah,” pungkas dr. Pritha. (Red/rlls)

  • AVA iLife Protection,Asuransi Jiwa Murni yang Fleksibeldengan Uang Pertanggungan hingga Rp5 Miliar

    AVA iLife Protection,
    Asuransi Jiwa Murni yang Fleksibel
    dengan Uang Pertanggungan hingga Rp5 Miliar

    Mediakawasan.id, Jakarta- Memasuki tahun 2022, kesadaran serta kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan layanan proteksi jiwa semakin tinggi. Hal ini tercermin dari data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang mencatat peningkatan premi asuransi jiwa mencapai Rp184,32 triliun sepanjang tahun 2021 atau tumbuh sebesar 7,21% dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, asuransi jiwa juga perlu beradaptasi dalam menghadirkan produk yang sesuai dengan perubahan gaya hidup masyarakat. Sejalan dengan itu, PT ASURANSI JIWA ASTRA (Astra Life) bekerja sama dengan PT Bank Permata Tbk. (PermataBank) menghadirkan produk asuransi AVA iLife Protection.

    “Awal tahun 2022 dimana masyarakat sudah mulai beraktivitas kembali, menjadi momentum yang tepat bagi Astra Life dan PermataBank melalui jalur distribusi Bancassurance meluncurkan AVA iLife Protection, yaitu produk asuransi jiwa murni yang fleksibel dengan keunggulan nasabah bisa menyesuaikan kebutuhan perlindungan jiwa dengan perubahan gaya hidup dan tahapan kehidupan. AVA iLife Protection juga memberikan kemudahan perlindungan tanpa pemeriksaan medis dengan nilai pertanggungan hingga Rp5 miliar”, ujar Windawati Tjahjadi selaku Presiden Direktur Astra Life, pada hari ini Rabu, (9/2).

    Djumariah Tenteram selaku Direktur Retail Banking PermataBank menambahkan, “Produk AVA iLife Protection dari Astra Life dengan segala kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan diharapkan mampu menjawab kebutuhan asuransi jiwa bagi seluruh lapisan keluarga Indonesia. Kerja sama berkesinambungan kami dengan Astra Life ini merupakan sebuah komitmen dari PermataBank dalam menjadi mitra ekosistem pilihan dengan memberikan layanan finansial yang simple, fast and reliable.”

    AVA iLife Protection memberikan manfaat meninggal dunia dengan uang pertanggungan hingga Rp5 miliar. Nasabah dapat menikmati fleksibilitas dalam menentukan jumlah uang pertanggungan dengan premi mulai dari Rp290 ribu per tahun dan masa pertanggungan yang dapat diperpanjang secara otomatis setiap tahun hingga nasabah mencapai usia 85 tahun. Perubahan polis yang mencakup uang pertanggungan, masa pertanggungan dan masa pembayaran premi juga dapat dengan fleksibel dilakukan selama polis berlaku. Berbagai fleksibilitas dan kemudahan yang ditawarkan merupakan salah satu inovasi Astra Life untuk memastikan nasabah dapat mencintai hidup, #iGotYourBack.

    AVA iLife Protection telah tercatat pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan produk AVA iLife Protection dapat mengunjungi cabang PermataBank terdekat atau menghubungi Hello Astra Life Call Center 24 jam di nomor 1 500 282, serta nomor WhatsApp 08952-1500282 dan layanan e-mail hello@astralife.co.id yang tersedia dari Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB. (Red/rlls)