Tag: wisata tangsel

  • Situ Gintung Pilihan Wisata Baru di Tangsel

    Situ Gintung Pilihan Wisata Baru di Tangsel

    Mediakawasan.id, Ciputat Tangsel-Bagi anda yang terbiasa dengan rutinitas kerja terjebak macet, panas-panasan di jalan dan terbiasa menghabisi weekend di rumah saja, tidak ada salahnya untuk mencoba healing ke tempat-tempat yang sejuk, asri sambil melihat pemandangan alam. Untuk dapat ke tempat itu, tak perlu jauh-jauh ke daerah puncak, Bogor, Jawa Barat. Di Kota Tangerang Selatan juga tempat wisata alam yang cukup sejuk dan menyenangkan, yakni Situ Gintung yang terletak di Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel, Provinsi Banten.

    Objek wisata Situ Gintung merupakan sebuah danau kecil yang dibuat pemerintah kolonial Belanda pada periode tahun 1932-1933, diperuntukkan sebagai tempat penampungan air hujan dan untuk perairan ladang pertanian di sekitarnya. Danau seluas 21,4 ha ini pada tahun 2008 oleh Pemkota Tangsel dan Pemprov Banten difungsikan sebagai tempat wisata berbasis taman.

    Situ Gintung sendiri memiliki tiga lokasi wisata yang terpisah diantaranya Situ Gintung 1 berupa waduk, memancing, jogging track dan taman, Situ Gintung 2 berupa area wahana kolam renang, dan Situ Gintung 3 berupa tempat wisata alam, restoran, outbound, Paintball, Memanah, kemping dan gathering.

    Jika anda ingin menuju Situ Gintung, rute yang ditempuh bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jika menggunakan kendaraan pribadi, rutenya adalah bisa mengarahkan google maps menuju Kampus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Kemudian belok ke arah kiri menuju jalan yang menurun. Ketika menemukan sebuah masjid belok ke arah kiri, dan anda akan menemukan pintu masuk Pulau Situ Gintung.

    Jika anda ingin menggunakan kendaraan umum, anda harus menaiki angkot jurusan Ciputat dan turun di perempatan Kampung Utan, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan ojek menuju lokasi.Tak perlu khawatir untuk fasilitas penunjang, pengelola Situ Gintung menyediakan area parkir, kamar mandi, warung makan di pinggir area Situ Gintung dan Musholah. (red/*)

  • Jeletreng River Park Tangsel, Tak Sekadar Sebagai Tempat Antisipasi Banjir

    Jeletreng River Park Tangsel, Tak Sekadar Sebagai Tempat Antisipasi Banjir

    Mediakawasan.id, Serpong Tangsel- Sungai Jeletreng, adalah salah satu sungai yang berlokasi di Kecamatan Setu Serpong Tangerang Selatan. Sungai yang berlokasi tepat disebelah Taman Kota 2 BSD Tangsel ini, kini menjadi icon baru Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang sekaligus juga menjadi tempat wisata dan olahraga yang iconik di Tangsel.

    Jauh sebelumnya, Sungai Jeletreng adalah bantaran sungai yang kerap kali meluap akibat kiriman air hujan dari Bogor. Kini, berkat revitalisasi yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), sungai Jeletreng bisa mengendalikan kiriman air dengan baik.

    “Revitalisasi Sungai Jeletreng adalah sebagai salah satu upaya optimalisasi fungsi dan meningkatkan kapasitas daya tampung untuk mengendalikan banjir karea kiriman air,” tutur Kepala Dinas PU Kota Tangerang Selatan Aries Kurniawan beberapa waktu lalu.

    Aries lalu menceritakan, bagaimana sebelum revitalisasi dilakukan, kondisi Sungai Jeletreng sangatlah memprihatinkan. “Banyak endapan yang mempersempit lebar sungai, sehingga jika debit air tinggi, maka air akan meluap ke luar,” imbuhnya.

    Juni 2021, DPU Tangsel mulai melakukan revitalisasi Sungai Jeletreng, termasuk dengan area yang berada mengelilingi sungai tersebut. “Kontrak selesai revitalisasi jika tidak ada aral melintang akan selesai pada Desember 2021, jadi hanya 6 bulan pengerjaan. Dengan waktu singkat tersebut, DPU sukses merubah wajah Sungai Jeletreng yang menyeramkan menjadi tempat yang asik untuk disinggahi,” ungkap Aries.

    Menurut Aries, berbeda dengan revitalisasi situ atau tandon lain yang berada di Kawasan Tangsel, revitalisasi sungai dan RTH Jeletreng tampak lebih mewah. Sebab, selain optimalisasi aliran sungai untuk antisipasi banjir. Tampilan sungai pun dibuat berbeda dengan barisan perahu dayung yang nantinya akan melintasi sepanjang aliran sungai. Ditambah dengan fasilitas pendukung lainnya, yakni jogging track, play ground, theater (ruang pertunjukkan seni), Gazebo, mushala, hingga taman baca, kawasan Jeletreng yang kini dinamakan Jeletreng River Park itu, begitu menarik hati masyarakat, baik dari Tangsel maupun kota-kota yang ada disekitarnya.

    “Itu karena kami sebelumnya telah melakukan study banding, diantaranya ke Kabupaten Badung Bali, bahkan hingga ke Korea. Sebab, dikedua tempat tersebut terdapat kawasan yang mirip dengan Jeletreng, baik itu kontur tanahnya maupun keberadaan sungainya,” papar Aries.

    Menurut Aries, DPU Tangsel akan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Tangsel, untuk mencari solusi pengelolaan dan perawatan Jeletreng River Park. “Ada kemungkinan diswastanisasikan, biar bisa lebih fokus memaintenance, syukur-syukur jika anggaran revitalisasi yang diambil dari APBD Tangsel, bisa kembali,” ungkap Aries.

    “Nantinya akan semakin dilengkapi dengan berbagai fasilitas di luar fasilitas berolahraga. Dengan harapan masyarakat bisa terfasilitasi apapun kegiatannya,” tambah Aries.

    Agar manfaat Jeletreng bisa maksimal dinikmati masyarakat, DPU Tangsel pun tidak setengah-setengah memilih bahan material pembangunan. Salah satunya adalah jenis pedestrian yang diputuskan untuk menggunakan bahan baku Kongkrit Stem, yakni pedestrian warna warni yang menjamin kenyamanan kaki melangkah.

    “Tidak hanya itu, pedestrian yang kami bangun sekaligus akan menjadi Jogging Track bagi penggunanya. Seperti yang telah kami terapkan di kawasan Nusa Loka BSD. Tetapi diluar itu semua, di dalam pedestrian tersebut telah dilengkapi dengan saluran air berkapasitas besar, sebagai antisipasi banjir. Ide pedestrian ini kami ambil dari Jakarta dan Jogyakarta, dimana pedestrian di dua lokasi tersebut sudah diujicobakan kepada masyarakat pengguna jalan,” papar Aries.

    Aries juga mengatakan, kawasan serupa Jeletreng juga direncanakan akan dibangun di Serpong Utara, tepatnya di Lengkong Wetan dan Lengkong Karya. “Menunggu yang Jeletreng selesai, dan serah terima dari kontraktor,” tambah Aries.

    Aries berpesan kepada masyarakat yang berkunjung ke kawasan Jeletreng River Park agar selalu menjaga kebersihan dan kenyamanan di kawasan tersebut. “Jangan vandalisme (corat coret), jangan juga buang sampah sembarangan, ingat bahwa fasos fasum yang dibangun Pemkot Tangsel adalah milik masyarakat, kami hanya pengemban tugas, masyarakatlah pemiliknya, untuk itu mari bersama kita jaga kenyamanan Jeletreng,” tutup Aries yang menyamakan Kawasan Jeletreng River Park Tangsel seperti Kota Venice di Italia. (Red/*)