Tag: SPPG

  • Menekan Kasus Baru Keracunan MBG Hingga Zero Case, BGN Gencar Tingkatkan Kualitas Layanan SPPG di Tangsel

    Menekan Kasus Baru Keracunan MBG Hingga Zero Case, BGN Gencar Tingkatkan Kualitas Layanan SPPG di Tangsel

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II menargetkan seluruh layanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai garda depan pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terbebas dari kasus kontaminasi atau kerusakan pangan yang berisiko terhadap kesehatan dengan prinsip zero case.

    Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi salah satu daerah sasaran BGN dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalitas tenaga penjamah pangan dari setiap SPPG di wilayah tersebut untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG secara berkelanjutan.

    Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk petugas dan relawan SPPG yang dilakukan Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN secara serentak di 34 kabupaten/kota di enam provinsi dengan total 30.000 peserta ini, termasuk diadakan di Kota Tangsel. Sekitar 600 peserta mengikuti bimtek yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 Oktober 2025 di Hotel Ibis, Gading Serpong, Tangerang Selatan.

    Para pakar dari berbagai instansi terkait turut berperan dalam bimtek ini sebagai pemateri, antara lain Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BPOM, Clara Diana Setiawati, S.Farm, Apt, M.A dan Sandhyani Ellis M Damajanti, S.Si., Apt, M.K.M; Ketua Tim Kerja Kefarmasian Dinas Kesehatan Tangsel, Lisa Fantina SKM., M.Kes; JF Pengendali Dampak Lingkungan Muda Dinas Lingkungan Hidup, Laily Khoirilla; Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Tangerang Selatan, Didin Sihabudin; serta Ketua PERSAGI, Ari Retno Setiawati, S.Gz.

    Belakangan ini kita mendengar berita yang menyedihkan, adanya keracunan, Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai wilayah Indonesia yang diduga berasal dari SPPG. Kami dari BGN tidak ingin hal itu terjadi. Karena itu, petugas dan relawan SPPG diajak belajar bersama di sini untuk meningkatkan layanan MBG, papar Koordinator Wilayah Tangerang Selatan, Nindy Sabrina S.Gz, MSc., dalam sambutan pembuka bimtek tersebut. 

    Nindy meyakinkan peserta bimtek bahwa mereka adalah pahlawan karena telah memberikan makanan untuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Bayangkan dari pekerjaan Bapak dan Ibu di dapur yang tidak terlihat dari luar, tapi efeknya luar biasa, ujarnya.

    Pada kesempatan itu, Nindy menyampaikan sepuluh langkah strategis peningkatan layanan MBG yang mencakup aspek teknis, manajerial, dan kualitas pelayanan, antara lain penempatan 5.000 chef profesional dari Indonesian Chef Association (ICA) di SPPG baru untuk transfer pengetahuan dalam pengolahan makanan bergizi dan aman, penambahan tenaga ahli gizi agar pendampingan gizi lebih optimal, pelaksanaan rapid test food berkala oleh Balai POM guna menjamin keamanan pangan, penerapan wajib Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap SPPG, pemanfaatan platform LMS Plataran Sehat Kementerian Kesehatan untuk pembelajaran daring bagi tenaga pelaksana, dan kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) sebagai dasar tata kelola layanan yang profesional dan akuntabel.

    Sebelum menutup sambutannya, Nindy kembali mengingatkan peserta bimtek yang sebagai ujung tombak program MBG, Jika masing-masing divisi SPPG tidak bisa mengikuti standar BGN, itu merupakan ancaman bagi SPPG. Sudah ada SPPG yang tidak beroperasional karena tidak mengikuti SOP, dan itu menjadi kerugian untuk semuanya.”

    BGN berharap melalui bimtek serentak ini terbentuk jaringan penjamah pangan yang kompeten, beretika, dan berdedikasi, serta menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh makanan yang layak, sehat, dan bergizi seimbang.

    Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Dr. Nurjaeni, Ph.D, menyampaikan, Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan bahwa setiap penjamah makanan memiliki kompetensi dan keterampilan yang memadai dalam seluruh tahapan penyediaan makanan bergizi. mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. (Red/*)

  • Pemkot Apresiasi Polres Tangsel Bangun SPPG: Perluas MBG dan Ketahanan Ekonomi Masyarakat

    Pemkot Apresiasi Polres Tangsel Bangun SPPG: Perluas MBG dan Ketahanan Ekonomi Masyarakat

    Mediakawasan.id, Setu – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Polres Tangerang Selatan, sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan peningkatan gizi masyarakat.

    Proyek yang ditandai dengan seremoni groundbreaking pada Rabu (6/8/2025) di Jalan Raya Puspiptek, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu ini diharapkan menjadi pusat layanan terpadu yang menghubungkan aspek kemanusiaan, keamanan, dan kesehatan masyarakat.

    Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangsel, Chaerudin yang hadir mewakili Wali Kota Tangerang Selatan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Tangsel membangun fasilitas pelayanan gizi tersebut.

    “Saya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiasi Polres Tangerang Selatan dalam membentuk dan membangun SPPG ini,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa persoalan gizi tidak hanya terkait sektor kesehatan, tetapi beririsan dengan berbagai permasalahan sosial dan ketahanan ekonomi masyarakat, terutama kelompok rentan.

    Keberadaan SPPG dari Polres Tangsel akan memperkuat sinergi lintas sektor antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat, dalam upaya penanganan isu gizi secara sistemik dan berkelanjutan.

    “Kami dari Pemkot Tangsel siap bersinergi melalui dinas pendidikan, kebudayaan, dan perangkat daerah lainnya untuk mendukung program-program yang akan dijalankan SPPG ke depan,” kata dia.

    SPPG oleh Polres Tangsel nantinya diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat layanan gizi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat—khususnya untuk mendukung program-program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan ketahanan keluarga.

    “Langkah ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Maksudnya dalam aspek pemenuhan gizi yang menjadi fondasi utama bagi pembangunan semua manusia yang sehat dan berkualitas,” ucapnya.

    Chaerudin juga berharap pembangunan fasilitas ini dapat selesai tepat waktu dan menjadi inspirasi bagi hadirnya inisiatif serupa di berbagai wilayah.

    “Mari kita dukung bersama pembangunan SPPG ini sebagai salah satu komitmen kita dalam membangun kota yang aman, nyaman, dan inklusif,” tuturnya. (Red/*)

  • Swasembada Daging Ayam dan Telur, Pemerintah Siap Borong untuk Makan Bergizi Gratis

    Swasembada Daging Ayam dan Telur, Pemerintah Siap Borong untuk Makan Bergizi Gratis

    Mediakawasan.id, Jakarta — Pemerintah mengapresiasi pencapaian subsektor peternakan nasional yang telah mencapai swasembada untuk dua komoditas utama: ayam dan telur. Langkah ini menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merupakan bagian penting dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Hal ini disampaikan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, saat menghadiri Festival Ayam Telur dan Susu (FATS) 2025 di Halaman Hijau Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, Minggu, 20 Juli 2025.

    “Saya apresiasi karena ternyata Indonesia sudah swasembada untuk daging ayam dan telur. Dengan program MBG, kebutuhan protein hewani ini pasti akan meningkat,” ujarnya.

    Hasan menegaskan bahwa pemerintah siap menyerap hasil produksi dalam negeri untuk kebutuhan program pangan gizi. Menurutnya, kebutuhan logistik dari satuan program ini cukup besar.

    “Jika satu SPPG membutuhkan 300 ekor ayam dan 3.000 butir telur per hari, berarti akan cukup banyak telur dan ayam yang dibutuhkan,” kata Hasan.

    Pernyataan Hasan menegaskan pentingnya keberlanjutan subsektor peternakan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional, khususnya protein hewani yang menjadi kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    Senada dengan itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyebut penyediaan protein hewani sebagai bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa penguatan konsumsi protein tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah.

    “Festival ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong konsumsi protein hewani sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul. Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Agung.
    Program ini juga didorong oleh kalangan akademisi dan asosiasi peternakan nasional. Mereka melihat peningkatan konsumsi produk peternakan seperti ayam, telur, dan susu tidak hanya menjadi peluang ekonomi, tapi juga bagian penting dari intervensi gizi berbasis sumber daya lokal.

    Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk asosiasi peternakan, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku industri, arah pembangunan peternakan Indonesia kian mengarah pada pencapaian gizi berkelanjutan, yang berpijak pada kemampuan produksi dalam negeri. (Red/*)