Tag: Sadari

  • RS Siloam MRCCC Resmikan BCCA, Pusat Layanan Kanker Payudara Komprehensif

    RS Siloam MRCCC Resmikan BCCA, Pusat Layanan Kanker Payudara Komprehensif

    Mediakawasan.id, Jakarta – Bulan Oktober diperingati sebagai Bulan Kesadaran Kanker Payudara atau Breast Cancer Awareness Month. Menurut data Globocan dan Kemenkes RI, Indonesia mencatat lebih dari 390 ribu kasus kanker baru di tahun 2020 dan sekitar 17% diantaranya adalah kasus kanker payudara. Tingginya angka kanker payudara di Indonesia membuat praktisi kesehatan mengimbau pada masyarakat untuk rutin melakukan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) dan Periksa Payudara Klinis (SADANIS) di instansi kesehatan seperti rumah sakit.

    Siloam Hospitals Group merupakan salah satu rumah sakit yang menyediakan layanan perawatan kesehatan terlengkap di Indonesia. Salah satu rumah sakit Siloam dengan layanan onkologi paling komprehensif adalah Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC) yang berlokasi di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan. Rumah sakit ini didirikan pada tahun 2011 dengan visi untuk menjadi rumah harapan (the building of hope) bagi semua pasien kanker di Indonesia. Berbagai investasi telah dilakukan di MRCCC untuk mendukung sarana, pra-sarana, dan program medis seputar penanganan kanker.

    Jumat (28/10/2022) Siloam Hospitals Group meresmikan Breast Cancer Clinic Alliance (BCCA) di MRCCC. Dengan fokus terhadap patient experience, klinik ini dibangun dengan tujuan memberikan akses yang lebih terjangkau untuk para pasien yang mencari perawatan akan kanker payudara. Klinik ini juga menyediakan layanan komprehensif seputar penanganan kanker payudara mulai dari tim dokter multidisiplin, layanan kedokteran nuklir, onkologi radiasi, klinik paliatif, serta tumor board discussions.

    Salah satu layanan unggulan di MRCCC adalah laboratorium immunohistochemistry, layanan ini hanya tersedia di 2 rumah sakit di Indonesia. Layanan laboratorium immunohistochemistry di MRCCC dapat menentukan diagnosis, terapi, dan prognosis kanker dalam waktu yang cukup singkat selama 5 hari. Sejak berdirinya, Breast Cancer Clinic Alliance telah melayani sekitar 6.000 pasien dan telah melakukan lebih dari 1.000 tindakan operasi.

    Peresmian klinik ini dihadiri oleh Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group Caroline Riady, Hospital Director MRCCC dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, MARS, Ketua Breast Cancer Care Alliance (BCCA) Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B (K) Onk, dan Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP. Acara ini juga dimeriahkan dengan talk show dan beauty demo seputar kesadaran akan kesehatan dan kualitas hidup.

    Dalam sambutannya, Caroline Riady mengatakan, “Dengan bertambahnya kasus kanker di Indonesia, fokus kami di MRCCC juga telah berubah dari specialist focused ke disease focused atau berarti berfokus pada kesembuhan pasien. Saat ini, MRCCC telah memiliki spesialisasi dan sub-spesialisasi di bidang kanker yang lengkap, didukung dengan talenta medis, teknologi, dan infrastruktur. Ke depannya, kami juga akan terus berupaya untuk menghadirkan teknologi baru demi prognosis yang lebih baik serta menyediakan perawatan yang personal, akurat, dan penuh kasih bagi setiap pasien.”

    Lebih lanjut dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, MARS mengatakan, “Kasus kanker payudara merupakan salah satu kasus kanker terbanyak yang kami rawat di MRCCC. Dengan diresmikannya Breast Cancer Clinic Alliance ini, kami berharap dapat terus mengembangkan layanan onkologi kami dengan program yang inovatif sehingga dapat memberikan layanan yang terjangkau bagi para pasien. Peresmian klinik ini juga mendukung tujuan kami untuk menyediakan layanan onkologi dengan one-stop service yang paling komprehensif di Indonesia.” (red/*)


  • Waspada Kanker Payudara dengan SADARI

    Waspada Kanker Payudara dengan SADARI

    Mediakawasan.id, Serpong Tangsel-Payudara sangat identik dengan wanita, perkembangan organ tubuh pada payudara biasanya terjadi bersamaan dengan seorang anak gadis memulai menstruasi pertama kali. Namun sayangnya hal ini tidak dibarengi dengan edukasi pentingnya menjaga dan memperhatikan kesehatan payudara, seperti pemeriksaan payudara sendiri atau biasa dikenal dengan istilah SADARI (PerikSA PayuDAra SendiRI). Tak jarang benjolan yang ditemukan di daerah payudara terabaikan sehingga telah mengganas dan menyebar ke organ lain karena ketidaktahuan adanya bahaya yang mengintai di balik itu.

    Kanker payudara merupakan kanker dengan jumlah angka kejadian tertinggi pada perempuan di dunia. Di Indonesia sendiri, penyakit ini memiliki angka kejadian dan angka kematian yang cukup tinggi, sehingga menempati urutan pertama dari sepuluh penyakit kanker terbanyak. Faktanya bahwa setiap jam terjadi 6 kasus kanker payudara di Indonesia.

    Tingkat keganasan dari kanker payudara dibagi menjadi 4 stadium (tingkat). Semakin rendah stadiumnya, semakin mudah untuk diobati dan semakin tinggi tingkat kesembuhannya. Sebaliknya adalah semakin tinggi stadiumnya, menandakan penyebaran kanker telah meluas, seperti ke area payudara yang lainnya, tulang, hati bahkan dapat menyebar ke tempat yang terjauh sekalipun, misalnya otak.

    Menurut Dr. Febriyanto Kurniawan, Sp.B(K) Onk, Konsultan Bedah Kanker Eka Hospital BSD, metastasis kanker payudara adalah stadium paling lanjut dari kanker payudara. Pada kondisi ini, sel kanker sudah menyebar ke area lain, seperti tulang, otak, hati, atau paru-paru. Penyebab dari terjadinya metastasis kanker payudara adalah menyebarnya sel kanker melalui kelenjar getah bening atau pembuluh darah di dekatnya.

    Dokter Febri menambahkan dewasa ini era pengobatan kanker sudah sangat jauh berbeda, jika pada tahun 80an pasien yang menderita kanker payudara pasti operasi, kemoterapi dan radiasi.

    “Saat ini kita bisa memilah milih spesifikasi pengobatan kanker. Dampaknya adalah tidak semua pasien kanker harus dilakukan kemoterapi, jadi pengobatannya yang dilakukan tergantung pada stadium yang diderita, semakin dini stadium, makin ringan pengobatannya. Bahkan ada yang cukup hanya dengan operasi tanpa harus diberikan therapi lanjutan lainnya, cukup observasi”, katanya menjelaskan.

    Dokter Febri juga kembali mengingatkan bahwa, sudah seharusnya edukasi dasar tentang kesehatan payudara telah dipahami oleh kaum wanita dan menjadi penting untuk mengetahui ciri-ciri dari kanker payudara. Karena semakin dini diketahui, semakin mudah untuk diobati.

    Ada beberapa ciri-ciri ketika seseorang mengalami keadaan payudara abnormal:

    1. Munculnya benjolan di payudaraDengan rutin melakukan SADARI, seorang wanita akan memahami apabila terjadi benjolan pada payudaranya. Apabila penderita memiliki faktor risiko tertentu hal ini menjadi perlu untuk diwaspadai, apalagi bila benjolan terasa cepat membesar pada periode tertentu, meski terkadang tanpa rasa sakit juga nyeri.

    2. Perubahan pada kulit payudaraBiasanya kulit payudara akan menjadi kemerahan seperti terjadi iritasi, dengan tekstur seperti kulit jeruk dan permukaan kulit tertarik ke arah dalam.

    3. Perubahan pada putingKeluarnya cairan atau darah pada puting yang tidak kunjung sembuh, juga puting tertarik masuk ke dalam.

    Dokter Febri menyarankan deteksi dini dengan melakukan SADARI dapat dilakukan secara mandiri pada hari ke 7-10 setelah menstruasi setiap bulannya. Juga yang tak kalah penting melakukan pemeriksan USG payudara bagi setiap wanita yang memiliki keluhan.

    Bagi wanita usia 40 tahun dan memiliki faktor risiko sebaiknya rutin menjalani pemeriksan USG payudara atau mammografi. Karena dengan pemeriksan teratur sedini mungkin penanganannya bisa efektif dan juga bisa disembuhkan secara tuntas.

    Saat ini Eka Hospital telah memiliki Pusat Kanker Terpadu Eka Hospital yang bernama Eka Tjipta Widjaja Cancer Center (ETWCC). Pusat Kanker Terpadu Eka Hospital didukung oleh tim dokter onkologi yang sangat lengkap. Berbagai subspesialisasi di bidang onkologi seperti dokter bedah onkologi, onkologi medis, onkologi anak, onkologi kandungan hingga onkologi urologi siap membantu pasien dalam memberikan pilihan terapi terbaiknya.

    Tim dokter onkologi Eka Hospital ini sudah terhubung dalam satu Center of Excellence bernama ETWCC yang dipimpin langsung oleh seorang chairman, Dr.dr.Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk, M.Epid, MARS. Dengan kehadiran Pusat Kanker Terpadu, Eka Hospital percaya bahwa pasien kanker memiliki harapan kesembuhan yang tinggi apabila ditangani dengan segera dan diiringi dukungan medis yang baik. Bila Anda atau keluarga mengalami gejala seperti di atas, segera periksakan diri Anda. (red/rlls)