Tag: NHM

  • NHM Dorong Pertanian Modern di Kao Barat melalui Program PM-AAS

    NHM Dorong Pertanian Modern di Kao Barat melalui Program PM-AAS

    Mediakawasan.id, Kao Barat – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) turut ambil bagian dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional melalui dukungan terhadap pengembangan pertanian modern di Kecamatan Kao Barat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) Tahap 1 kepada Kelompok Rizki Tani untuk pengembangan padi seluas 10 hektare. Penyerahan dilaksanakan pada Selasa (4/8) di Desa Soahukum, Kecamatan Kao Barat.

    Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan modal dan tenaga kerja hingga serangan hama dan penyakit. Model ini mengedepankan mekanisasi dan penerapan teknologi budidaya, termasuk sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan jarak tanam rapat, serta pengelolaan unsur hara, irigasi, dan pengendalian gulma secara lebih intensif.

    Pengembangan lahan seluas 10 hektare tersebut berada dalam satu hamparan yang mencakup wilayah administratif Desa Soahukum dan Desa Makarti yang telah dikelola kelompok untuk pengembangan padi. Melalui penerapan PM-AAS, program ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian.

    Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, Irwan Malaka, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya NHM mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi pertanian. “Kami berharap PM-AAS dapat

    menjadi model pertanian berbasis teknologi yang produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Halmahera Utara dan Maluku Utara,” ujarnya.

    Program PM-AAS menargetkan produktivitas hingga 10 ton gabah padi per hektare. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pelaksanaan program disertai pendampingan dan monitoring melalui kerja sama dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara guna memastikan penerapan PM-ASS berjalan sesuai petunjuk teknis.

    Ketua Kelompok Tani Rizki Tani, Hadi Sugito, mengapresiasi dukungan yang diberikan NHM. “Dengan adanya bantuan ini, kami semakin bersemangat mengelola lahan pertanian dan meningkatkan hasil produksi. Terima kasih banyak untuk NHM dan Presiden Direktur NHM Bapak Haji Robert Nitiyudo Wachjo. Kami berharap dukungan dan pendampingan dapat terus berlanjut agar kemampuan serta kemandirian kelompok tani semakin meningkat,” ujarnya.

    Melalui pengembangan PM-AAS, NHM berharap Kao Barat dapat berkembang sebagai salah satu sentra komoditas padi berkualitas. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Halmahera Utara dan Provinsi Maluku Utara. (Red/rlls)

  • Melalui Pengelolaan Lingkungan yang Taat, NHM Kembali Raih PROPER Biru dari KLHK

    Melalui Pengelolaan Lingkungan yang Taat, NHM Kembali Raih PROPER Biru dari KLHK

    Mediakawasan.id, Maluku Utara – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali meraih penghargaan PROPER Biru dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) untuk periode penilaian 2025–2026. Pencapaian ini menegaskan bahwa NHM telah memenuhi seluruh persyaratan dasar pengelolaan lingkungan hidup serta mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Dalam acara penyerahan sertifikat PROPER yang berlangsung di Sofifi pada 10 Juni 2026, Manajer Health, Safety & Environment (HSE) NHM, Widi Wijaya, menerima sertifikat PROPER Biru yang diserahkan langsung oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara, Halim Muhammad, ST, MT,. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan instansi pemerintah, perusahaan pertambangan, dan berbagai pelaku usaha di Provinsi Maluku Utara sebagai bagian dari agenda apresiasi terhadap kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan peserta PROPER.

    PROPER merupakan program evaluasi resmi yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk menilai kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Program ini bertujuan mendorong ketaatan perusahaan terhadap regulasi lingkungan, mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), serta memperkuat penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

    Manajer HSE NHM, Widi Wijaya, menyampaikan apresiasinya atas hasil yang diraih perusahaan pada periode penilaian kali ini.

    “Alhamdulillah NHM mendapatkan PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk penilaian tahun 2025–2026. Dengan hasil tersebut, NHM dinyatakan memenuhi ketentuan (comply) terhadap regulasi yang berlaku. Kami berharap pencapaian ini dapat terus memotivasi seluruh tim untuk memberikan yang terbaik dalam pengelolaan lingkungan dengan dukungan dari semua pihak,” ujar Widi.

    Lebih lanjut, Widi menjelaskan bahwa standar penilaian PROPER ke depan akan semakin berkembang dan menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungannya.

    “Tantangan ke depan adalah pemenuhan regulasi PROPER yang semakin ketat, sehingga menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan berbagai upaya terbaik dalam pengelolaan lingkungan. Harapannya, operasional NHM tidak hanya tetap memenuhi seluruh ketentuan perundang-undangan yang berlaku, tetapi juga mampu meningkatkan kinerja menuju aspek beyond compliance sebagai salah satu persyaratan dalam pencapaian PROPER Hijau,” tambahnya.

    Bagi NHM, pengelolaan lingkungan merupakan bagian integral dari praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Melalui penerapan standar operasional yang mengedepankan kepatuhan, pengelolaan risiko lingkungan yang berkelanjutan, serta upaya perbaikan berkesinambungan, NHM berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional, perlindungan lingkungan, dan penciptaan nilai bagi masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan. (Red/*)

  • Dorong Efisiensi dan Inovasi Lingkungan, NHM Kenalkan Teknologi DST Plant dalam Seminar Nasional ITNY

    Dorong Efisiensi dan Inovasi Lingkungan, NHM Kenalkan Teknologi DST Plant dalam Seminar Nasional ITNY

    Mediakawasan.id, Yogyakarta – Dedikasi PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dalam mendukung pendidikan khususnya di bidang pertambangan adalah investasi strategis demi kedaulatan industri mineral di tanah air. NHM turut ambil bagian dalam memberikan wawasan strategis mengenai masa depan industri pertambangan pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY).

    Dalam acara yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-22 ini, NHM menekankan pentingnya adopsi teknologi untuk menjaga keseimbangan antara profitabilitas operasional dan kelestarian lingkungan.

    Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sahid Raya & Convention Yogyakarta pada Senin, 13 April 2026 tersebut, mengusung tema besar “How Artificial Intelligence and the Digital Revolution (4.0) Are Driving the Future of the Mining Industry” (Bagaimana AI dan Teknologi Revolusi Nasional (4.0) Menggerakan Masa Depan Industri Pertambangan).

    Seminar ini menghadirkan enam pembicara antara lain, Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, S.T.,M.T., Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), Ir. Sudirman Widhy Hartono, S.T., M.M., Presiden Direktur PT. Adaro Energy Indonesia Tbk dan Ketua Umum Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Ir. Priyadi Sutarso, Operational Director PT. Anggun Permai Tekindo, Okky Chandra Perdana, ST, MT, Akademisi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB dan Assistant Superintendent DST (Dry Stack Tailing) & Water Management PT. Nusa Halmahera Utara (NHM), Yoga Mei Rizal, S.T.

    Yoga Mei Rizal, S.T., yang menjabat sebagai Assistant Superintendent DST (Dry Stack Tailing) & Water Management NHM, hadir mewakili perusahaan sebagai salah satu pembicara utama di samping tokoh-tokoh penting lainnya dari kementerian dan asosiasi pertambangan.

    Dalam sesi kedua seminar, Yoga memaparkan materi krusial bertajuk “Implementasi Dry Stack Tailings (DST) Plant dalam Kerangka Transformasi Teknologi Pertambangan”. Inovasi DST Plant ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam menjawab tantangan era Revolusi Industri 4.0, di mana teknologi digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengoptimalkan kinerja lingkungan.

    Selain memaparkan aspek teknis, Yoga juga berbagi pandangan mengenai fenomena Artificial Intelligence (AI) di dunia kerja. Ia menekankan bahwa kehadiran AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman atau pesaing bagi tenaga kerja manusia. Sebaliknya, teknologi tersebut harus berdampingan dan dimanfaatkan untuk menunjang kinerja yang lebih inovatif serta efisien.

    “Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi motivasi, refleksi, dan referensi bagi mahasiswa ITNY, khususnya dalam mempersiapkan kapasitas individu serta skill kompetensi yang mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0,” ungkap Yoga.

    Kehadiran NHM mendapat respon positif dari peserta mahasiswa yang hadir. Dalam sesi diskusi interaktif, para mahasiswa menyampaikan keingintahuan mereka mengenai cara industri tambang menyikapi tantangan efisiensi dan profitabilitas di tengah digitalisasi.

    Melalui seminar ini, NHM berharap dapat membantu menjembatani para calon tenaga ahli pertambangan agar lebih siap menghadapi dinamika industri yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital. Dukungan konsisten dari NHM menjadi bukti bahwa sinergi antara industri pertambangan dan pendidikan adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem pertambangan yang maju, efisien, dan bertanggung jawab. (Red/rlls)

  • NHM Pulihkan 232,69 Hektar Lahan Bekas Tambang, Tegaskan Komitmen ESG

    NHM Pulihkan 232,69 Hektar Lahan Bekas Tambang, Tegaskan Komitmen ESG

    Mediakawasan.id, Halmahera Utara – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan melalui program reklamasi lahan bekas tambang. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), langkah ini menegaskan bahwa kegiatan pertambangan dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.

    Sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan sekaligus kepatuhan terhadap regulasi, NHM melaksanakan reklamasi untuk meminimalkan dampak kegiatan tambang. Upaya ini mencakup penataan, pemulihan, dan perbaikan lahan bekas penambangan, dengan tujuan mengembalikan fungsi lahan agar dapat dimanfaatkan kembali sesuai peruntukannya.

    Di sejumlah area Tambang Emas Gosowong yang telah selesai beroperasi, NHM secara konsisten menjalankan reklamasi dan revegetasi secara progresif. Program Reklamasi & Revegetasi telah dilakukan sejak awal operasi di tahun 2000, dengan lokasi pertama di Main Waste Dump Gosowong, hingga 2026 total lahan yang berhasil dipulihkan mencapai 232,69 hektar. Melalui kegiatan ini, sejumlah area reklamasi telah berhasil ke fungsi semula dengan tingkat keberhasilan 100%. Sementara itu, sebagian area reklamasi lainnya masih dalam proses pemulihan. Capaian ini menjadi indikator konkret bahwa keberlanjutan operasional tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pemulihan ekosistem.

    Proses reklamasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penataan permukaan lahan, penebaran tanah pucuk, pengelolaan kualitas tanah, hingga penanaman kembali vegetasi yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Pendekatan ini memastikan lahan pascatambang dapat kembali memiliki fungsi ekologis yang optimal serta berpotensi dimanfaatkan secara berkelanjutan.

    Manager Health, Safety & Environmental (HSE) NHM, Widi Wijaya, menegaskan bahwa reklamasi merupakan bagian integral dari tanggung jawab perusahaan.

    “Reklamasi dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan, sekaligus menata, memulihkan, dan memperbaiki lahan bekas kegiatan penambangan, serta mengembalikan fungsi lahan yang terganggu sesuai peruntukannya,” ujarnya.

    Pelaksanaan reklamasi yang dilakukan NHM juga mengacu pada berbagai regulasi di sektor pertambangan, di antaranya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang, serta sejumlah peraturan turunan seperti Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2014 dan Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2018. Selain itu, pedoman teknis juga merujuk pada Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 1827 K/30/MEM/2018 serta Kepmen ESDM RI Nomor 344.K/MB.01/MEM.B/2025 yang mengatur kaidah pertambangan yang baik dan pelaksanaan reklamasi secara komprehensif.

    Melalui capaian ini, NHM menegaskan bahwa praktik pertambangan yang bertanggung jawab bukan sekadar kewajiban, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan industri, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. (Red/rlls)

  • Bantuan Helikopter NHM Peduli Antar Pasien dari Tobelo ke Manado

    Bantuan Helikopter NHM Peduli Antar Pasien dari Tobelo ke Manado

    Mediakawasan.id, Halmahera Utara – Kondisi geografis Pulau Halmahera yang luas dengan akses transportasi antar wilayah yang terbatas sering kali menjadi tantangan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan, khususnya ketika pasien membutuhkan rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas medis yang lebih lengkap.

    Untuk membantu menjawab kebutuhan tersebut, program kesehatan Yayasan NHM Peduli menyediakan berbagai dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat. Layanan tersebut meliputi ambulans yang siaga bagi warga di wilayah lingkar tambang, hingga bantuan transportasi rujukan menggunakan jalur darat, laut, maupun udara. Seluruh bantuan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Pada 10 Maret 2026, tim Yayasan NHM Peduli membantu proses evakuasi seorang pasien rujukan dari RSUD Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara menuju Manado. Pasien bernama Ibu Aulia (61), warga Desa Luari, Tobelo, diterbangkan menggunakan helikopter untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit dengan fasilitas yang lebih memadai.

    Jufri, anak dari pasien, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh NHM Peduli.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada NHM Peduli yang telah membantu evakuasi orang tua kami menggunakan helikopter sehingga dapat segera dirujuk ke Manado untuk mendapatkan perawatan medis. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak Haji Robert dan seluruh tim NHM Peduli atas kepeduliannya kepada masyarakat Maluku Utara,” ujarnya.

    Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, Irwan, menjelaskan bahwa NHM Peduli terus berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan, tidak hanya bagi warga di wilayah lingkar tambang tetapi juga masyarakat luas, khususnya dalam bidang layanan kesehatan.

    Menurut Irwan, proses rujukan pasien ke luar daerah umumnya terbagi dalam dua kategori. Pertama adalah pasien dalam kondisi darurat (emergency), terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi yang membutuhkan penanganan segera. Kedua adalah pasien non-emergency yang biasanya dirujuk melalui transportasi laut atau moda transportasi lain yang tersedia.

    “Harapan kami, pasien dapat memperoleh penanganan medis terbaik di rumah sakit tujuan sehingga dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujar Irwan. Program bantuan kesehatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial NHM Peduli dalam mendukung peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di Maluku Utara, khususnya di wilayah yang masih menghadapi tantangan jarak serta keterbatasan infrastruktur transportasi. (Red/rlls)

  • 100 Ton Beras dan 800.000 Mi Instan dari NHM Mengalir ke Warga Terdampak Bencana Aceh

    100 Ton Beras dan 800.000 Mi Instan dari NHM Mengalir ke Warga Terdampak Bencana Aceh

    Mediakawasan.id, Medan – Menjelang bulan suci Ramadhan, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di Provinsi Aceh yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Aksi ini merupakan bagian dari komitmen NHM dalam merespons isu kebencanaan, tidak hanya di sekitar wilayah operasional perusahaan, tetapi juga pada skala nasional.

    Bantuan yang disalurkan meliputi 100 ton beras yang diangkut menggunakan 12 unit truk, serta 10 kontainer mi instan atau setara dengan 800.000 bungkus. Proses serah terima bantuan dilaksanakan pada 29–30 Januari 2026 di Medan, sebelum selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak di Aceh.

    Bantuan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Direktur NHM Haji Robert Nitiyudo Wachjo, beserta jajaran Direksi, Manajemen dan karyawan NHM. “Kami mengapresiasi dukungan dan kepedulian NHM yang telah membantu masyarakat Aceh terdampak bencana. Bantuan ini sangat berarti dan menunjukan semangat kebersamaan serta gotong royong dalam membantu sesama,” ujarnya.

    Penyaluran bantuan dipimpin oleh Said Azis yang mewakili Manajemen NHM, bersama Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, Irwan Malaka, serta sejumlah staf pendamping. Kegiatan ini turut didampingi oleh staf Gubernur Aceh, H. Abd. Jalil, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Aceh (DEA) dan Anggota Pengawas Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).

    Said Azis menjelaskan bahwa proses penyiapan hingga pengiriman bantuan membutuhkan waktu sekitar 12 hari, dengan koordinasi lintas wilayah. “Pengiriman beras dimulai dari Jawa menuju Medan, kemudian didistribusikan ke gudang di wilayah Langsa. Setelah dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST), sebagian beras kembali didistribusikan ke Lhokseumawe sesuai arahan Pemerintah Provinsi Aceh. Sementara itu, mi instan diambil langsung dari pabrik dan dikirim secara bertahap menggunakan 10 truk tronton menuju Aceh,” jelasnya.

    Sementara itu, Irwan Malaka menegaskan bahwa melalui NHM Peduli, perusahaan terus memperkuat peran sosialnya dalam berbagai aksi kemanusiaan. “Kami berupaya hadir dan memberikan kontribusi nyata, tidak hanya di wilayah lingkar tambang, tetapi juga dalam merespons bencana dan kondisi darurat di tingkat nasional. Bantuan ini merupakan wujud komitmen NHM untuk mendukung masyarakat terdampak di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

    Sebelumnya, pada Desember 2025, NHM juga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Sumatera Utara melalui Tim Emergency Response Team (ERT) yang terjun langsung ke lapangan untuk melakukan evakuasi dan distribusi logistik. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan bersinergi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan warga dan kelancaran penanganan bencana. (Red/rlls)

  • Dukung Standar K3 Nasional, NHM Latih 26 Pengawas Operasional Pertama

    Dukung Standar K3 Nasional, NHM Latih 26 Pengawas Operasional Pertama

    Mediakawasan.id, Maluku Utara – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bekerjasama dengan Layanan Pelatihan dan Konsultasi Keselamatan Kerja PT Cipta Mandala Indonesia menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja sektor pertambangan serta penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

    General Manager (GM) Geology Resources and Support – Project and Planning NHM, Denny Lesmana, secara resmi membuka kegiatan yang berlangsung di Gedung Safety Training, site Gosowong, pada Sabtu (08/11). Pelatihan tatap muka ini diikuti 26 peserta selama tiga hari (08–10 November 2025) dengan jadwal pelaksanaan pukul 08.00–17.00 WIT.
    Program ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 43 Tahun 2016 mengenai penerapan dan pemberlakuan standar kompetensi kerja khusus pengawasan operasional di sektor mineral dan batubara. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan legalitas yang diperlukan untuk mengawasi operasional harian secara aman dan sesuai standar nasional.

    “Diklat dan uji kompetensi POP ini adalah standar kompetensi bagi tenaga kerja di industri pertambangan, yang diharapkan para pengawas nantinya bisa lebih meningkatkan kualitas pengawasannya dan tanggungjawabnya untuk memastikan kegiatan operasional berjalan aman, efisien, sesuai prosedur, dan mematuhi standar K3,” pesan Denny saat membuka kegiatan Diklat.

    Coordinator Trainer NHM, Johny Herman Karwur, turut menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pengawas merupakan bagian penting dari penguatan manajemen K3 dan operasional di NHM. “Pelatihan ini penting untuk mencetak seorang pengawas yang berkompeten sehingga akan berdampak positif terhadap K3 dan produktivitas untuk menjadikan NHM unggul dan berdaya saing tinggi. Kami berharap pelatihan ini terus berlanjut untuk menciptakan SDM yang berkualitas agar bisa menjadi perpanjangan tangan KTT dan Accessor. Semoga peserta bisa menjaga kompetensinya,” tutur Johny.
    Salah satu peserta, Farid Malik Sjah dari Management Warehouse, menyampaikan manfaat besar dari keikutsertaannya. Selain mendapatkan bekal kompetensi wajib seorang pengawas, ia menilai pelatihan ini membuka peluang pengembangan karier di industri pertambangan. “Saya pribadi merasa puas dengan ilmu yang didapat, terutama untuk menjaga keberlanjutan operasional, produktivitas, dan kesejahteraan pekerja di lingkungan kerja,” ungkap Farid.

    Selama pelatihan, peserta memperoleh delapan materi Unit Kompetensi POP yang disampaikan oleh narasumber Walidi S.T., M.Eng. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta menerima sertifikat internal diklat, sertifikat HSE, merchandise, serta soft copy materi pembelajaran. Melalui pelatihan ini, NHM menegaskan komitmennya untuk sejalan dengan agenda nasional peningkatan budaya K3, khususnya dalam memastikan pengawasan operasional tambang yang lebih aman, profesional, dan berstandar tinggi. (Red/rlls)