Tag: Dishub Tangsel

  • Rekayasa U-Turn Jalan Ciater Akses Nusa Loka BSD Dilakukan Bertahap, Dishub Tangsel: Hanya untuk Kendaraan Roda 2

    Rekayasa U-Turn Jalan Ciater Akses Nusa Loka BSD Dilakukan Bertahap, Dishub Tangsel: Hanya untuk Kendaraan Roda 2

    Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan menggelar rapat terbuka bersama warga Klaster Nusa Loka sektor 14.6 BSD pada Selasa (23/12). Rapat yang berlangsung di ruang rapat Dishub Tangsel, Lengkong Gudang Timur, Serpong, ini membahas penataan lalu lintas, khususnya terkait pembukaan dan penutupan fasilitas putar balik (U-Turn) di Jalan Raya Ciater.

    Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Dishub Tangsel Yanuar, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel Martha Lena, jajaran staf terkait, serta tokoh masyarakat Klaster Nusa Loka BSD. Hasil pertemuan menghasilkan kesepakatan bersama mengenai skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara bertahap.

    Sekretaris Dishub Tangsel Yanuar menjelaskan, pembukaan U-Turn di ruas Jalan Ciater antara Bank Banten hingga Rumah Makan H. Sari merupakan usulan dari RW 08 Nusa Loka, Kelurahan Rawa Mekar Jaya. Usulan tersebut disetujui dengan sejumlah pertimbangan teknis dan keselamatan.

    “Pembukaan U-Turn ini disetujui khusus untuk kendaraan roda dua. Hal ini mempertimbangkan informasi dari Polres Tangerang Selatan terkait tingginya pertumbuhan kendaraan bermotor setiap tahun, serta hasil evaluasi bersama bahwa kapasitas infrastruktur Jalan Ciater masih terbatas,” ujar Yanuar.

    Ia menambahkan, operasional U-Turn tersebut hanya akan diberlakukan di luar jam sibuk. Pada pagi hari, U-Turn tidak beroperasi pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, sementara pada sore hari ditutup pada pukul 15.00 hingga 20.00 WIB.

    “Lebar U-Turn direncanakan sekitar 1,5 hingga 1,8 meter, dan akan dilengkapi dengan rambu lalu lintas, marka jalan, serta pita penggaduh atau rumble strips demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel Martha Lena menyampaikan bahwa pembukaan U-Turn tersebut akan melalui tahap uji coba dan evaluasi.

    “Pelaksanaan pembukaan U-Turn akan dievaluasi minimal satu bulan sejak uji coba dimulai. Evaluasi ini penting untuk melihat dampak terhadap kelancaran dan keselamatan lalu lintas,” kata Martha.

    Ia juga menyebutkan bahwa pelaksanaan uji coba pembukaan U-Turn direncanakan pada awal tahun 2026, menunggu kesiapan lintas perangkat daerah terkait, yakni Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dishub Tangsel.

    Selain itu, Dishub Tangsel juga menindaklanjuti usulan pembangunan U-Turn terlindung pasangan di kawasan Intermark. Martha Lena mengatakan, pihaknya akan mengajukan surat kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperoleh izin pembangunan.

    “Hal ini sesuai dengan surat dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga Direktorat Jalan Bebas Hambatan Nomor BM 0603.BK/105 tertanggal 15 Desember 2025 tentang tanggapan atas permohonan izin pembangunan U-Turn terlindung pasangan,” ujarnya.

    Martha menambahkan, apabila U-Turn terlindung di kawasan Intermark tersebut telah terealisasi, maka U-Turn sementara di Jalan Ciater akan direlokasi atau digabungkan ke fasilitas U-Turn Intermark.

    Dalam kesempatan yang sama, Dishub Tangsel juga memutuskan perubahan jam operasional penutupan U-Turn eksisting di Jalan Raya Ciater pada pagi hari. Penutupan yang semula berlaku pukul 06.00–08.00 WIB diperpanjang menjadi pukul 06.00–09.00 WIB.

    Dishub Tangsel berharap hasil kesepakatan ini dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan, khususnya warga Nusa Loka BSD dan masyarakat umum yang melintas di Jalan Raya Ciater. (Red/*)

  • Dishub Tangsel Mulai Uji Coba Lampu Lalu Lintas di Simpang Duren

    Dishub Tangsel Mulai Uji Coba Lampu Lalu Lintas di Simpang Duren

    Mediakawasan.id, CIPUTAT – Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menerapkan uji coba aktivasi lampu lalu lintas di Simpang Duren, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Rabu, 12 November 2025.

    Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Tangsel Martha Lena mengatakan, dalam uji coba itu dilakuka dua skema yakni empat fase atau pengaturan periode waktu lalu lintas dan tiga fase. Martha menyebut, dari dua skema itu yang dirasa efektif mengatur lalu lintas yakni skema tiga fase.

    “Dimana total waktu siklus yang ada itu adalah 155 detik. Jadi tadi kita lakukan pengaturan untuk di simpang barat timur dari arah Cendrawasi dan arah Dewantara itu kita lakukan itu berbarengan,” kata Martha di Simpang Duren, Ciputat, Rabu, 12 November 2025.

    Martha mengakui, menerangkan, aktivasi traffic light ini sebagai upaya meningkatkan kelancaran arus lalu lintas pada beberapa ruas jalan di antaranya Jalan Merpati Raya, Jalan Menjangan Raya, Jalan Ki Hajar Dewantara, dan Jalan Cendrawasih Raya.

    Menurutnya, pada uji coba aktivasi traffic light hari pertama itu masih terdapat kepadatan arus lalu lintas dan antrean panjang lantaran masyarakat belum terbiasa.

    “Kami harapkan di uji coba ini minimal 1-2 minggu ke depan itu akan lebih efektif lagi nanti ke depannya,” ungkap Martha.

    Lebih lanjut Martha menjelaskan, kepadatan arus lalu lintas di Simpang Duren itu karena kondisi geometrik yang tidak optimal dan kondisi jalan yang sempit

    “Kalau untuk jangka pendek kita coba aktivasi kembali simpang Duren. Untuk jangka panjangnya nanti kita akan coba komunikasikan dengan pemilik terkait yaitu DSDABMBK untuk melakukan perbaikan geometrik simpang,” jelas Martha.

    Dia berharap, masyarakat bersabar dan mulai beradaptasi untuk disiplin menaati aturan lalu lintas demi keselamatan nyawa.

    “Kita harapkan masyarakat bersabar dengan mendisiplinkan dirinya untuk lebih mematuhi rambu traffic light yang ada. Peran masyarakat dan semua pihak, termasuk media, ikut bantu sosialisasi pentingnya taat berlalulintas,” ungkapnya. (Adv)

  • Dishub Tangsel Uji Coba Perdana Satu Arah di Pondok Cabe: Berjalan Lancar, Efektif Kurangi Kemacetan

    Dishub Tangsel Uji Coba Perdana Satu Arah di Pondok Cabe: Berjalan Lancar, Efektif Kurangi Kemacetan

    Mediakawasan.id, Pamulang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menerapkan sistem satu arah (SSA) di wilayah Pondok Cabe, Pamulang, Rabu (10/09/2025).

    Uji rekayasa SSA itu diberlakukan di Jalan Kemiri Raya dan Jalan Kunir Segmen Simpang Universitas Terbuka – Simpang Kunir – Simpang Gaplek mulai pukul 06.00 sampai dengan 09.00 WIB dan pukul 15.00 sampai dengan 19.00 WIB.

    Dishub Tangsel juga akan terapkan SSA di Jalan Kayu Manis Raya Segmen Simpang Kayu Manis – Simpang Kayu Manis 1 yang berlaku selama 24 jam.

    Uji coba SSA di Pondok Cabe itu dilakukan Dishub Kota Tangsel, bersama Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Balai Pelaksana Jalan Nasional, Satlantas Polres Tangerang Selatan, stakeholder kewilayahan kecamatan dan kelurahan, Universitas Terbuka dan pihak terkait.

    Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Tangsel Martha Lena mengatakan, penerapan SSA itu dilakukan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di wilayah Pondok Cabe.

    “Kita ketahui Jalan Pondok Cabe Raya ini merupakan jalan provinsi yang memang dari awal Tangsel berdiri kondisinya sangat jenuh. Sekarang kita lakukan pengaturan mengingat kita tidak ada peningkatan infrastruktur makanya kita lakukan penambahan kapasitas jalan yang ada, dengan melakukan rekayasa lalu lintas yaitu sistem satu arah dan pengaturan keluar masuk arus lalu lintas yang ada,” kata Martha.

    Selain sistem satu arah, Dishub Tangsel juga melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik dengan mengatur ulang waktu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL).

    “Untuk uji coba sistem satu arah ini tidak hanya sistem satu arah tapi ada rekayasa lalu lintas. Jadi ada tiga titik, pertama titik dari Simpang Gaplek, Simpang UT dan simpang Jalan Kayu Manis. Ada juga bukit golf, jadi ada 4 lokasi yang kita lakukan mitigasi,” ungkap Martha.

    Sedangkan di Simpang Gaplek, Martha menyebut, pihaknya melakukan pengaturan rambu dengan resetting yang dibantu Kementerian Perhubungan lantaran Simpang Gaplek merupakan jalan nasional.

    “Di simpang gaplek itu waktu siklusnya kita lakukan penambahan, jadi arah Parung kita tambah waktu siklusnya. Untuk di jalan RE Martadinata kita lakukan pengaturan, ada beberapa u-turn atau putaran kita tutup sementara,” papar Martha.

    Martha menuturkan, hasil penerapan hari pertama SSA di wilayah Pondok Cabe itu dinilai berhasil mengurai kepadatan arus lalu lintas kendaraan dan memangkas waktu perjalanan jadi lebih cepat.

    “Untuk sementara melihat kondisi yang ada, dari pagi tadi lancar. Pada saat jam 06.00 sampai jam 07.00 lalu lintas lancar dibandingkan sebelumnya yang sangat tersendat. Sebelumnya dari tol sampai UT bisa sampai 1 jam, roda dua bisa setengah jam. Artinya kita lihat lalu lintas terus mengalir, kondisi ini menunjukan adanya peningkatan kondisi lalu lintas secara signifikan,” tutur Martha.

    Uji coba SSA di wilayah Pondok Cabe itu akan dilakukan selama satu minggu dan akan dievaluasi. Dari hasil evaluasi itu nantinya Dishub Tangsel akan menerapkan permanen SSA jika uji coba tersebut dianggap berhasil mengurai kemacetan.

    Martha tak memungkiri, masih ada masyarakat yang protes terkait uji coba SSA tersebut. Dia berharap, masyarakat ikut mendukung dan menyukseskan SSA tersebut untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam berlalulintas.

    “Masih ada masyarakat yang komplen, tapi itu wajar. Masyarakat perlu adaptasi dengan sistem satu arah ini. InsyaAllah dibantu kewilayahan, kepolisian dan semua stakeholder akan lakukan sosialisasi terus membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan untuk menyadari bahwa yang kita lakukan dari masyarakat untuk masyarakat,” pungkas Martha. (Red/*)

  • Atasi Kemacetan, Pemkot Tangsel Bakal Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Stasiun Rawa Buntu

    Atasi Kemacetan, Pemkot Tangsel Bakal Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Stasiun Rawa Buntu

    Mediakawasan.id, Serpong – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai memetakan sistem dan skema untuk melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Stasiun Rawa Buntu, Kecamatan Serpong sebagai solusi atas kemacetan yang sering terjadi saat jam sibuk.

    Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan meninjau langsung bakal lokasi rekayasa lalu lintas bersama Dishub dan perwakilan warga dari kawasan De Latinos, Kamis (24/7/2025).

    “Dinas Perhubungan akan segera melakukan simulasi dan uji coba, agar ke depan lalu lintas depan stasiun tidak lagi macet dengan adanya angkutan umum dan kendaraan yang ngetem atau parkir sembarangan secara permanen,” ujarnya.

    Rekayasa lalu lintas akan dilakukan pada saat peak hour atau jam sibuk dengan mensterilkan satu lajur agar tidak ada crossing kendaraan, parkir liar, pemberhentian penumpang angkutan umum maupun kendaraan yang berhenti sembarangan.

    “Kemacetan di stasiun ini semakin hari semakin padat, terutama di saat “peak hour” dengan adanya crossing akibat mobil yang ngetem dan parkir juga dengan kendaraan yang mau masuk stasiun, ada juga yang menurunkan penumpangnya. Nah, ini yang kita lakukan rekayasa supaya semuanya lancar,” ujarnya.

    Rekayasa dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan transit dan pengurangan titik macet. Satu lajur di depan stasiun akan disterilkan dengan cone, barrier, serta pengawasan petugas di titik rawan.

    Langkah ini juga menjadi respons atas aspirasi warga sekitar yang selama ini terdampak kemacetan dan gangguan kenyamanan lingkungan. Dishub Tangsel telah diminta untuk membuat modeling yang efektif dan efisien mengenai sistem ini.

    “Kita cek dulu ya, ini kan belum permanen, tapi kita cek efektivitasnya ya, trial and error. Kita coba dulu, nanti kalau misalkan ternyata ampuh, ya kita lanjutkan sambil kita mitigasi resiko yang lainnya seperti itu,” jelasnya.

    Selain penataan jalur kendaraan pribadi, Pemkot Tangsel juga berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk pengaturan titik naik-turun penumpang transportasi umum seperti angkot, taksi, dan ojek online.

    Seluruh moda ini rencananya akan diarahkan ke area Mahata Rawa Buntu untuk dapat digunakan juga sebagai area drop off penumpang, yang merupakan bagian dari kawasan transit terintegrasi.

    “Juga dengan pihak KAI agar kebijakan tarif parkir, terhadap kendaraan yang keluar masuk hanya untuk antar jemput penumpang,” tambahnya.

    Penataan kawasan Stasiun Rawa Buntu menjadi salah satu fokus Pemkot Tangsel dalam mewujudkan integrasi transportasi publik dan pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di wilayah kota. (Red/*)

  • Dishub Tangsel Mulai Lakukan Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan H. Usman Ciputat

    Dishub Tangsel Mulai Lakukan Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan H. Usman Ciputat

    Mediakawasan.id, Ciputat – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi memulai uji coba penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan H. Usman, Pasar Ciputat pada Rabu (2/7/2025).

    Uji coba sistem satu arah ini akan berlangsung selama tiga minggu ke depan hingga tanggal 23 Juli 2025, dan diberlakukan setiap pagi pukul 05.00 hingga 08.00 WIB.

    Kepala Bidang lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena menjelaskan bahwa uji coba sistem satu arah ini dilakukan sebagai upaya menata lalu lintas dan menekan kemacetan, terutama pada jam sibuk pagi hari di sekitar pasar dan kawasan sekolah.

    “Kami mulai (sistem satu arah) dari jam 5 pagi agar sampai jam 8 pagi area bisa di-clear-kan (bersih dari kemacetan). Harapannya, aktivitas masyarakat bisa lebih lancar, terutama yang hendak ke sekolah atau berangkat kerja,” ujar Martha saat dijumpai di lokasi uji coba.

    Martha menjelaskan, pada hari pertama uji coba ini, respons masyarakat cukup positif. Meski ada sedikit keberatan dari sebagian pedagang yang harus menyesuaikan rute parkir dan akses ke lokasi usaha, tetapi pendekatan persuasif dan edukatif terus dilakukan.

    Adapun, salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan sistem satu arah ini adalah masih banyak kendaraan yang parkir di badan jalan, terutama di kawasan pasar.

    Martha mengakui hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama antara Dishub Tangsel, pihak kepolisian dan masyarakat.

    Untuk mendukung sistem ini, Dishub Tangsel juga tengah menyiapkan pemasangan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, dan perangkat lainnya.

    Tak hanya itu, pendekatan langsung kepada pedagang, pengelolaan parkir, dan pihak sekolah juga terus dilakukan agar sistem ini berjalan dengan baik dan diterima oleh masyarakat.

    “Jadi nanti sampai tiga minggu ke depan kita akan lakukan evaluasi. Nanti seperti apa efektifnya daripada sistem satu arah yang sudah kita terapkan ini,” jelasnya.

    Jika hasil hasil uji coba dinilai positif, maka penerapan satu arah ini akan dipermanenkan ke depan. Bahkan, Dishub Tangsel telah merencanakan penerapan serupa di ruas jalan lain seperti Jalan Pendidikan, Kecamatan Pondok Aren, sebagai bagian dari penataan jangka panjang.

    Martha pun berharap masyarakat dapat beradaptasi dengan sistem baru ini dan menyadari bahwa semua kebijakan yang diterapkan semata-mata untuk kebaikan bersama.

    “Kepolisian dan pemerintahan melakukan sistem satu arah ini semata untuk masyarakat ya. Biar masyarakat itu merasa lebih aman, nyaman, lancar sampai dengan tujuannya. Masyarakat juga diharapkan agar kebiasaan yang lama bisa diubah untuk mengikuti yang sudah kita terapkan ini,” kata dia. (Red/*)

  • Tangsel Terang: Ribuan PJU Terangi Pemukiman Warga

    Tangsel Terang: Ribuan PJU Terangi Pemukiman Warga

    Mediakawasan.id, TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus menggalakkan program “Tangsel Terang” dengan tujuan menerangi setiap sudut permukiman warga. Program ini dilakukan dengan memasang ribuan unit Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga ke pelosok jalan.

    Hingga saat ini, sebanyak 10.100 titik PJU telah terpasang, dengan rincian 7.100 titik yang terpasang pada tahun sebelumnya dan tambahan 3.000 titik yang akan dipasang tahun ini. Penerangan ini sudah tersebar di tujuh kecamatan, termasuk di Gang Gang Arab RT 01 RW 08, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

    Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyatakan bahwa program ini akan dijalankan secara berkelanjutan. Menurutnya, tujuan utama program ini adalah untuk menerangi jalan antar kampung, sehingga warga merasa lebih nyaman dan angka kriminalitas dapat ditekan.

    “Program ini ditujukan untuk jalan antar kampung supaya menjadi terang dan warga merasa nyaman. Angka kriminalitas menurun dan akan kami lanjutkan sepanjang diperlukan warga,” terang Benyamin Davnie, pada Selasa, (16/07/2024).

    Benyamin juga menjelaskan bahwa PJU yang dipasang memiliki konsep minimalis. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemeliharaan dan perbaikan jika terjadi kerusakan.

    “Dengan konsep ini, keikutsertaan masyarakat dalam pemeliharaan sangat diharapkan. Saya harap bisa dijaga dengan baik, karena ini aset kita semua, pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.

    Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum (PJU), Eka Andriyana Arifin, menambahkan bahwa total pemasangan lampu penerangan hingga saat ini telah mencapai 10.100 titik.

    “Pembangunan yang sudah dilaksanakan untuk Tangsel Terang hingga tahun kemarin sebanyak 7.100 titik. Tahun ini akan terpasang 3.000 titik dan keseluruhan terpasang kurang lebih 10.100 titik,” jelas Eka Andriyana Arifin.

    Program “Tangsel Terang” ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Tangerang Selatan serta mendukung penurunan angka kriminalitas di wilayah tersebut. (Adv)