Tag: BPJS

  • Perluas Akses Inklusi Keuangan, BRI Depok Maksimalkan Agen BRILink

    Perluas Akses Inklusi Keuangan, BRI Depok Maksimalkan Agen BRILink

    Mediakawasan.id, Depok – Bank BRI terus memperluas akses inklusi keuangan hingga ke pelosok melalui program Agen BRILink. Program ini memberi peluang bagi masyarakat maupun badan usaha untuk menjadi agen bank dan melayani transaksi perbankan secara real time online, dengan sistem bagi hasil atau sharing fee.

    Agen BRILink merupakan perluasan layanan BRI yang menggandeng nasabah sebagai mitra. Dengan menjadi agen, pelaku usaha bisa menyediakan layanan setoran tunai, tarik tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan bagi warga di sekitar tempat usaha.

    Tujuan utama BRILink adalah mendekatkan layanan perbankan ke masyarakat. Kami ingin masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kantor cabang hanya untuk setor, tarik, atau bayar tagihan. Cukup ke Agen BRILink terdekat di lingkungannya,” ujar Pemimpin BRI Cabang Depok, Aris Abdillah.

    Mengacu pada materi resmi BRI, ada 5 syarat utama yang harus dipenuhi calon agen yaitu Memiliki Rekening BRI Aktif dimana calon agen wajib memiliki rekening simpanan di Bank BRI. Untuk skema Agen BRILink EDC, wajib menyetor dana Rp3.000.000 yang akan diblokir selama menjadi agen.

    Memiliki fasilitas pinjaman di BRI dengan riwayat kolektibilitas ‘Lancar’ selama 6 bulan terakhir, tanpa uang jaminan tambahan.

    Legalitas Usaha disini melampirkan surat keterangan usaha minimal dari perangkat desa/kelurahan, SK pengangkatan pegawai tetap, atau SK pensiunan.

    Agen BRILink harus Memiliki Usaha Jalan dimana Memiliki sumber penghasilan dari kegiatan usaha minimal 2 tahun.

    Status Pendaftarnya bisa perorangan maupun instansi berbadan hukum, dan belum terdaftar sebagai agen Laku Pandai di bank lain.

    “Kami mencari mitra yang memang sudah memiliki usaha dan dipercaya masyarakat. Dana blokir Rp3 juta itu bentuk komitmen sekaligus jaminan transaksi agen berjalan lancar,” jelasnya.

    Sebagai agen, mitra akan mendapatkan sharing fee dari setiap transaksi yang berhasil. Layanan yang bisa dibuka meliputi setor-tarik tunai, transfer BI-FAST, pembayaran PLN, PDAM, BPJS, PBB, pembelian pulsa, token listrik, hingga top-up e-wallet.

    “Banyak agen kami di Depok yang omzetnya naik signifikan setelah jadi BRILink. Karena transaksi harian warga sekarang bisa ditangani di satu titik, yaitu di warung atau toko mereka sendiri,” tambahnya.

    Masyarakat Depok dan sekitarnya yang berminat bisa langsung datang ke Kantor Cabang BRI terdekat untuk verifikasi dokumen dan aktivasi sebagai Agen BRILink.

    “Ayo jadi Agen BRILink, syaratnya mudah dan tentunya banyak keuntungannya,” tutup Aris. (Red/*)

  • Bedah Onkologi Hadir di RSU Tangsel, Pasien Kanker Kini Bisa Ditangani dengan BPJS

    Bedah Onkologi Hadir di RSU Tangsel, Pasien Kanker Kini Bisa Ditangani dengan BPJS

    Mediakawasan.id, Pamulang – Warga Tangerang Selatan kini tak perlu lagi jauh-jauh mencari layanan operasi kanker. RSU Kota Tangerang Selatan resmi membuka pelayanan bedah onkologi yang sudah dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan mulai 25 Mei 2026. Kehadiran layanan ini diharapkan mempermudah pasien kanker mendapatkan penanganan lebih cepat tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.

    Pelayanan tersebut ditangani langsung dokter subspesialis bedah onkologi, dokter Randi Dwiyanto. Ia mengatakan, layanan bedah onkologi sebenarnya sudah mulai dipersiapkan sejak akhir 2025, namun baru bisa berjalan penuh setelah seluruh proses kredensial BPJS Kesehatan rampung.

    “Mulai hari ini pelayanan bedah onkologi sudah bisa dilakukan dan sudah bisa ditangani menggunakan BPJS Kesehatan,” ujar dokter Randi.

    Ia menjelaskan, layanan tersebut menangani berbagai jenis tumor solid, baik jinak maupun ganas. Beberapa kasus yang paling sering ditemui di antaranya kanker payudara, tumor tiroid atau gondok, kanker kelenjar ludah, kanker rongga mulut seperti kanker lidah, kanker kulit, hingga kanker jaringan lunak atau sarkoma.

    Menurutnya, selama ini banyak pasien kanker asal Tangsel harus menjalani rujukan ke rumah sakit besar di luar daerah seperti RS Fatmawati maupun RS Dharmais untuk mendapatkan tindakan operasi kanker.

    Dengan hadirnya layanan bedah onkologi di RSU Tangsel, pasien diharapkan dapat memperoleh penanganan lebih dekat dan lebih mudah dijangkau.

    “Selama ini banyak pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain seperti Fatmawati atau Dharmais. Mudah-mudahan sekarang bisa membantu masyarakat Tangsel agar tidak perlu jauh-jauh berobat,” katanya.

    Dokter Randi menyebut dirinya menjadi dokter subspesialis bedah onkologi pertama di lingkungan RSUD Kota Tangsel. Ke depan, layanan tersebut juga akan terintegrasi dengan RSU Serpong Utara dan RSU Pondok Aren melalui sistem rujukan pelayanan kesehatan.

    Ia menambahkan, saat ini pasien bahkan sudah bisa memperoleh rujukan langsung dari puskesmas menuju layanan bedah onkologi di RSU Tangsel karena sistem BPJS telah terhubung secara daring.

    “Kalau sebelumnya harus lewat spesialis bedah umum dulu, sekarang sudah bisa langsung dirujuk ke bedah onkologi,” jelasnya.

    Selain membuka layanan operasi kanker, RSU Tangsel juga tengah dipersiapkan menjadi rumah sakit rujukan program KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi) dari Kementerian Kesehatan.

    Melalui program tersebut, rumah sakit nantinya akan mendapat tambahan fasilitas penunjang penanganan kanker, mulai dari alat imunohistokimia, mammografi, hingga layanan kemoterapi.

    Saat ini, pelayanan yang sudah tersedia meliputi tindakan operasi kanker dengan dukungan fasilitas penunjang seperti CT Scan serta dokter spesialis patologi anatomi.

    Dokter Randi turut mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan benjolan yang muncul pada tubuh. Sebab, deteksi dini menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker.

    “Semakin cepat terdeteksi dan ditangani pada stadium awal, maka angka harapan hidup pasien akan semakin baik,” ungkapnya.

    Untuk pelayanan poli bedah onkologi, dokter Randi membuka praktik di RSU Tangsel setiap Senin dan Kamis mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. (Adv)

  • Sinergi Pemkot dan Baznas Tangsel, Beri Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk 500 Guru TPA/TPQ

    Sinergi Pemkot dan Baznas Tangsel, Beri Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk 500 Guru TPA/TPQ

    Mediakawasan.id, SERPONG – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Baznas Kota Tangerang Selatan atas penyaluran bantuan BPJS Ketenagakerjaan kepada 500 guru TPA/TPQ se-Kota Tangerang Selatan.

    Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen nyata bagi para pahlawan pendidikan agama yang telah berperan besar dalam mencerdaskan generasi muda Tangsel.

    “Saya mengucapkan terima kasih atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan kepada Baznas Tangsel yang telah menyalurkan bantuan ini. Program ini sangat membantu kami dalam memberikan fasilitas kesehatan berupa BPJS Ketenagakerjaan dan jaminan kepada 500 guru TPA/TPQ se-Kota Tangsel,” ujar Pilar Saga Ichsan saat memberikan bantuan di Islamic Center Baiturrahmi, BSD Serpong, pada Selasa (20/08/2024).

    Ia menambahkan, bahwa Pemkot Tangsel telah mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk mendukung guru ngaji dan majelis taklim, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 3.500 orang pada tahun 2024 ini. Bantuan yang meliputi insentif dan BPJS Ketenagakerjaan ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan para guru agama di Kota Tangsel.

    Pilar juga menegaskan pentingnya peran guru TPA/TPQ dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Menurutnya, pembangunan Tangsel tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada kualitas SDM yang harus dipersiapkan sejak usia dini, terutama dalam hal pendidikan agama.

    “Guru-guru TPA/TPQ adalah pahlawan-pahlawan kami dalam mencerdaskan anak-anak bangsa di Kota Tangerang Selatan. Mereka berperan penting dalam menanamkan ilmu agama sejak usia dini, yang merupakan masa keemasan bagi anak-anak untuk membentuk karakter dan kepribadian mereka,” ungkap Pilar.

    Ia berharap, dengan sinergi yang terus terjalin antara Pemkot Tangsel dan Baznas, program ini dapat diperluas sehingga lebih banyak guru yang mendapatkan manfaat. Pilar juga berkomitmen untuk memperkuat peran Baznas agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih besar.

    “Program ini adalah langkah awal yang baik. Ke depan, kami akan terus memperkuat Baznas agar anggarannya lebih besar, supaya bisa memberikan manfaatnya lebih banyak, dan dampaknya lebih luas,” tutup Pilar Saga Ichsan.

    Dengan dukungan seperti ini, diharapkan para guru agama di Tangsel dapat terus berkontribusi dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai agama dan moral. (Red/*)

  • Buka Layanan Ortopedi untuk Kasus Kecelakaan Kerja, Brawijaya Antasari Lakukan Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

    Buka Layanan Ortopedi untuk Kasus Kecelakaan Kerja, Brawijaya Antasari Lakukan Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

    Mediakawasan.id, Jakarta – Brawijaya Hospital kembali melakukan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kali ini, penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Brawijaya Hospital Antasari, dengan BPJS Tenagakerja Cabang Graha Jakarta Selatan, pada Kamis (25/07/2024).

    Dalam kesempatan itu, Sales Director Brawijaya Healthcare, drg. Hestiningsih, MARS, menjelaskan bahwa kerjasama tersebut adalah inisiasi kedua belah pihak.

    “Kerjasama ini adalah inisiasi kedua belah pihak, karena kemungkinan daerah Jakarta Selatan atau sekitar Antasari belum ada rumah sakit yang melayani pasien BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Hesti.

    Menurut Hesti layanan bagi peserta BPJS Naker telah tersedia di semua cabang Brawijaya Hospital, yakni Brawijaya Tangerang, Saharjo, Durentiga, Depok dan Brawijaya Antasari.

    “Brawijaya Hospital Antasari adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) yang juga telah dilengkapi dengan spesialis ortopedi, sehingga bisa menangani kasus-kasus trauma akibat kecelakaan kerja,” ungkap Hesti.

    “Dengan kerjasama ini, artinya kita bisa membantu pasien yang mengalami kecelakaan saat pasien ke atau dari tempat kerja tanpa harus membayar sendiri. Untuk kasus-kasus trauma kalau mereka bayar sendiri memang biayanya cukup besar apalagi jika mengalami patah tulang atau harus implan, yang tentunya akan memberatkan pasien, tetapi dengan dibukanya layanan bagi pasien BPJS Naker di Brawijaya maka biaya-biaya tersebut akan dicover oleh BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Hesti.

    Dalam kesempatan itu, Brawijaya Hospital Antasari juga memperkenalkan para dokter yang akan menangani pasien korban kecelakaan kerja, sekaligus memberikan edukasi terkait kasus trauma akibat kecelakaan kerja, di antaranya 3 dokter spesialis ortopedi terkemuka yakni dr. Paulus Ronald Hibono, Sp.OT (K) dan dr. Radi Muharis Sp.OT (K)., Sp.EM., dan dr. Clement Dewanto, Sp.B.,

    Untuk diketahui, Brawijaya Hospital telah memiliki 5 cabang rumah sakit dan 2 Klinik. “Kemungkinan akan terus bertambah. Brawijaya Hospital memiliki pelayanan yang kuat di tingkat advance, kita punya pakar pakar di industri kesehatan yang levelnya tingkat nasional, seperti Brawijaya Saharjo, kami punya tim Jantung nasional dengan kasus kasus tersulit yang pernah kita tangani, ada juga pusat onkologi dan ginekologi. Memang berawal dari RSIA, makanya kita punya layanan advance di bidang Ibu dan Anak, karena kami sudah memiliki leader dan proffesor yang sudah pakar di Indonesia. Brawijaya ingin menjadi yang terdepan di unggulan unggulannya seperti bidang obgyn, tetapi karena kami juga memiliki layanan ortopedi makanya kami bekerjasama dengan BPJS Naker untuk program layanan trauma,” papar Hesti.

    Menambah deretan rumah sakit bagi para peserta BPJS Naker, Andry R., Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Graha Jakarta Selatan memberikan apresiasi kepada Brawijaya Hospital.

    “Saya ucapan terimakasih kepada Brawijaya Antasari yang telah menjadi mitra BPJS Naker untuk menangani peserta peserta kami yang mengalami kecelakaan kerja. Saya berharap Brawijaya Hospital bisa memberikan pelayanan terbaik kepada peserta BPJS Naker,” tutup Andry. (Red/*)