Tag: Ayo Less Waste

  • Dari Sampah ke Harapan: Kolaborasi FPCI dan Ayo Less Waste Tanam Bibit Pohon di Aceh untuk Cegah Banjir

    Dari Sampah ke Harapan: Kolaborasi FPCI dan Ayo Less Waste Tanam Bibit Pohon di Aceh untuk Cegah Banjir

    Mediakawasan.id, Aceh – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan melalui Program Tanam Pohon 2025 yang dilaksanakan di sejumlah sekolah di wilayah Aceh. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sebagai penyelenggara Indonesia Net Zero Summit 2025 (INZS) 2025 dan komunitas Ayo Less Waste (ALW) sebagai mitra pengelola sampah, serta didukung oleh jaringan sekolah alam di Aceh dengan Sekolah Alam Kahfi Aceh sebagai penyelenggara utama di lapangan.

    Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2025 merupakan forum nasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan—pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan masyarakat sipil—untuk memperkuat kolaborasi menuju target net zero emission di Indonesia. Sementara itu, Ayo Less Waste (ALW) adalah komunitas pemuda peduli lingkungan yang berfokus pada edukasi berbasis perubahan perilaku, waste management, sedekah sampah, serta aksi lingkungan berkelanjutan.

    Dalam pelaksanaan waste management pada acara yang berlangsung pada 26 Juli 2025, tercatat capaian sebagai berikut:
    Total sampah terkumpul: 267 kg (±49 kantong sampah)
    Komposisi sampah:
    ±152 kg (56,93%) residu & sampah makanan
    ±115 kg (43,07%) berhasil didaur ulang
    Proses pengelolaan:
    ±6 jam pengangkutan
    ±5 jam pemilahan
    Dampak lingkungan:
    ±91 kg CO₂e emisi karbon berhasil ditekan
    Penerima manfaat: ±8.432 orang

    Sebagai bentuk keberlanjutan dari hasil pengelolaan tersebut, dialokasikan 300 bibit pohon untuk kegiatan penghijauan di enam lokasi pendidikan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dengan rincian:

    Sekolah Alam Kahfi Aceh
    Sekolah Alam Bireuen
    SDN Ulee Paya, Pulo Aceh
    TK IT Rabbani Aceh Barat Daya (Abdya)
    TPA Desa Gugop, Pulo Aceh
    SMPN 1 Pulo Aceh

    Jenis tanaman yang ditanam meliputi:
    Pucuk Merah
    Sengon
    Ketapang
    Ketapang Kencana
    Durian
    Sirsak

    Program ini merupakan aksi nyata penghijauan lingkungan sebagai upaya mitigasi risiko bencana, khususnya banjir di wilayah Sumatera. Penanaman pohon diharapkan dapat meningkatkan daya serap air tanah serta memperbaiki keseimbangan ekosistem. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.

    Siti Nurhidayah, S.Pd., M.Sc (Bunda Dayah), Pembina Program Tanam Pohon Sekolah Alam Kahfi Aceh, menyampaikan: “Program tanam pohon ini sangat sesuai dengan konsep pembelajaran di sekolah alam yaitu Rahmatan lil ‘alamiin. Menjaga dan merawat bumi agar alam lestari. Apalagi program ini mengajak sesama pegiat sekolah alam dan lingkungan sekitar agar saling mendukung lancarnya program ini. Semoga berkelanjutan dan membawa dampak kebaikan bagi alam semesta.”

    Muhammad Iqbal, S.Pd, Guru SDN Ulee Paya, menyampaikan: “Semoga program tanam pohon ini bisa menjadi kegiatan rutin untuk sekolah kami, karena manfaatnya sangat membantu penghijauan area sekolah, sehingga ke depan lingkungan sekolah bisa menjadi lebih hijau dan asri.”

    Dzakiah Adnani, S.Pd, Guru Sekolah Alam Bireuen, menambahkan: “Program ini mengajarkan anak-anak untuk lebih mencintai lingkungan, salah satunya melalui kegiatan menanam pohon agar tidak terjadi kegersangan di area sekolah dan sekitarnya.”

    Aisyah, Founder dan Ketua Ayo Less Waste, turut menyampaikan: “Kami bersyukur sekali hasil dari kerja bersama kami untuk menyelamatkan sampah agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir atau di alam, dari event INZS bisa menjadi manfaat di ujung Indonesia yaitu Aceh. Kami juga sangat sedih dengan apa yang menimpa saudara kami di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Semoga upaya penanaman pohon ini bisa menjadi aksi nyata bahwa kita peduli pada penghijauan agar penyerapan air lebih optimal dan mencegah banjir besar di Aceh, Sumut, dan Sumbar agar tidak terjadi lagi.”

    Aksi penanaman pohon dari hasil waste management ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah yang terintegrasi dan kolaboratif dapat menghasilkan dampak nyata yang berkelanjutan—dari sebuah event nasional hingga memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

    Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pendekatan circular economy, di mana hasil pengelolaan sampah dari sebuah event dikonversi menjadi manfaat ekologis berupa penghijauan, sekaligus memperkuat edukasi lingkungan berbasis aksi nyata di tingkat sekolah. (Red/rlls)